Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Melorot dari Level Tertinggi, Saatnya Beli?

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Melorot dari Level Tertinggi, Saatnya Beli?

Equityworld Futures | Harga emas melemah pada Selasa, setelah sebelumnya melonjak ke rekor tertinggi. Turunnya harga emas ini akibat kekhawatiran investor atas ancaman Presiden Donald Trump terhadap independensi Federal Reserve.

Equityworld Futures | Gagal Terbang ke US$3.500: Harga Emas Malah Hancur Lebur, Jatuh 1,3%

Dikutip dari CNBC, Rabu (23/4/2025), logam mulia ini turun 0,17% dan ditutup pada level USD 3.419,40 per ons, sementara pasar saham menguat karena adanya harapan meredanya ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok.

Menurut seseorang yang hadir dalam pertemuan tertutup, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada investor bahwa ia memperkirakan akan terjadi deeskalasi dalam hubungan dagang dengan Tiongkok.

Tekanan Trump terhadap The Fed Guncang Pasar

Harga futures emas sempat menyentuh level tertinggi sesi perdagangan di angka USD 3.509,90 per ons pada hari Selasa, setelah sebelumnya mencetak rekor penutupan di USD 3.425,30 pada Senin.

Sejak awal tahun, harga emas telah melonjak hampir 30%, termasuk kenaikan 8% sejak Trump mengumumkan tarif besar-besaran pada 2 April.

Pada hari Senin, Trump meningkatkan tekanan publiknya terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell dengan menuntut penurunan suku bunga segera dan menyebut Powell sebagai “pecundang besar.” Pasar saham bereaksi negatif, dengan indeks Dow Jones Industrial Average anjlok lebih dari 970 poin.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Masih Bakal Naik Sampai Akhir April, Waspada Ketersediaan Stok

Equityworld Futures | Harga Emas Masih Bakal Naik Sampai Akhir April, Waspada Ketersediaan Stok

Equityworld Futures | Harga emas dunia, beriringan dengan emas logam mulia, kian ambisius mendaki rekor tertinggi baru. Namun di tengah antusiasme pembelian, kecukupan stok perlu diantisipasi guna menopang harga tidak terkoreksi tajam nantinya.

Equityworld Futures | Harga Emas Kian Melambung, Kini Sentuh Rekor US$3.500

Melansir Trading Economics, Selasa (22/4) pukul 9.42 WIB, emas spot dunia sudah mencapai harga US$ 3.467 per ons troi, lagi-lagi mencetak level all time high (ATH). Secara harian, nilai itu memang hanya naik 0,94%. Namun sejak awal tahun, kenaikannya sudah mencapai 30,4%.

Sejalan, harga emas logam mulia Antam juga melejit. Pada Selasa (22/4), harganya sudah mencapai Rp 2.016.000 per gram. Dari hari sebelumnya, itu naik sampai Rp 36.000.

Pengamat Ibrahim Assuaibi menyebut, sentimen global masih memainkan peran utama dalam pergerakan harga emas.

“Yang terbaru adalah serangan Trump kepada Ketua The Fed, Jerome Powell,” papar Ibrahim, Selasa (22/4), berkaitan dengan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS).

Memang, Presiden AS Donald Trump dan Powell berbeda pendapat soal suku bunga. Sementara Trump ingin suku bunga diturunkan untuk menghindari perlambatan ekonomi, Powell justru memberikan sinyal peningkatan suku bunga karena tekanan perang dagang yang semakin masif. Ketegangan pemerintahan AS ini membuat arah ekonomi global semakin tak pasti.

Selain itu, Ibrahim juga menyoroti perang dagang AS-China, negosiasi nuklir AS-Iran, dan geopolitik Israel-Palestina serta Rusia-Ukraina.

“Secara data eksternal, itu yang membuat harga emas dunia terus mengalami kenaikan signifikan,” sebut Ibrahim.

Dalam bulan April ini, Ibrahim menyebut harga emas dunia bisa mencapai US$ 3.500 per ons troi.

Dus, dari dalam negeri, katanya emas logam mulia juga terus naik signifikan karena tidak ada keseimbangan antara supply dan demand.

“Permintaan cukup banyak, masyarakat sudah mulai berinvestasi dan berbondong-bondong membeli emas logam mulia. Tapi rupanya, distribusi logam mulia berkurang,” sebut Ibrahim.

Jika kondisi itu terus berlanjut, Ibrahim bilang harga emas logam mulia akan terus naik juga. Begitu pun dengan emas perhiasan. Ia memproyeksi dalam tahun ini, harga emas logam mulia bisa saja menyentuh Rp 2.300.000 per gramnya. Dengan harga sebesar itu, Ibrahim bilang perburuan emas di tengah masyarakat akan semakin masif.

“Harus berhati-hati. Ada yang memburu, ada yang menjual,” tegasnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Kekhawatiran Tarif Trump Masih Bayangi Pasar

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Kekhawatiran Tarif Trump Masih Bayangi Pasar

Equityworld Futures | Indeks saham utama di Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (17/4), di tengah kekhawatiran pasar atas kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang terus memicu kepanikan investor.

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Melonjak hingga Level Ini

Indeks S&P 500 menguat tipis 0,13% ke level 5.282,70 setelah sempat berfluktuasi di awal sesi perdagangan. Sebaliknya, Nasdaq Composite melemah 0,13% dan ditutup di posisi 16.286,45.

Sementara Dow Jones Industrial Average anjlok 527,16 poin atau 1,33% ke level 39.142,23, tertekan oleh kejatuhan saham UnitedHealth sebesar 22% usai merilis laporan keuangan yang mengecewakan. Dow dan Nasdaq mencatat penurunan tiga hari berturut-turut.
Saham Nvidia juga melemah hampir 3%, melanjutkan koreksi hampir 7% sehari sebelumnya. Penurunan dipicu oleh biaya kuartalan sekitar US$5,5 miliar akibat pembatasan ekspor GPU H20 ke Cina dan sejumlah negara lainnya imbas kebijakan ekspor AS.
“Di sisi lain, beberapa saham unggulan mendukung penguatan indeks. Saham Eli Lilly melonjak 14% berkat hasil positif uji coba obat penurun berat badan, sementara Netflix naik 1% menjelang rilis laporan keuangan,” tulis laporan CNBC, dikutip Senin (21/4).

Kebijakan Trif Trump Bisa Picu Inflasi

Pasar sempat menguat pada Kamis sore setelah Trump menyatakan optimisme terhadap tercapainya kesepakatan dagang dengan Cina dan Uni Eropa. Namun, hal ini belum cukup mengangkat indeks secara keseluruhan.

Sehari sebelumnya, Ketua The Federal Reserve (Fed) Jerome Powell memperingatkan bahwa kebijakan tarif bisa memicu inflasi jangka pendek dan menambah tantangan bagi kebijakan moneter bank sentral.

Meskipun ada sentimen positif di akhir sesi, indeks utama tetap membukukan penurunan secara mingguan. Dengan perdagangan yang ditutup lebih awal karena libur Jumat Agung, Dow dan Nasdaq turun lebih dari 2% dalam sepekan, sementara S&P 500 melemah 1,5%.
Kekhawatiran pasar meningkat sejak Trump mengumumkan rencana tarif balasan pada 2 April, meskipun rencana tersebut kemudian dibatalkan. Sejak saat itu, S&P 500 tercatat turun hampir 7%, sementara Dow dan Nasdaq masing-masing kehilangan lebih dari 7%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Kompak Melemah Imbas Ketidakpastian Tarif Trump

Equityworld Futures | Wall Street Kompak Melemah Imbas Ketidakpastian Tarif Trump

Equityworld Futures | Wall Street terpantau melemah pada Selasa, 15 April 2025. Penurunan terjadi karena bursa saham Amerika Serikat (AS) ini tertekan oleh saham kesehatan dan konsumen karena ketidakpastian terkait tarif terus membebani sentimen pasar.

Equityworld Futures | Arah Tarif Trump Tak Pasti, Harga Emas Makin Bersinar

Melansir Investing.com, Dow Jones Industrial Average turun 155,83 poin atau 0,38 persen ke level 40.368,96, S&P 500 melemah 9,34 poin atau 0,17 persen ke 5.396,63. Sedangkan Nasdaq Composite turun 8,32 poin atau 0,05 persen ke 16.823,17.

Saham kesehatan tertekan tarif Trump

Pemerintahan Trump menyatakan telah memulai penyelidikan terhadap impor produk farmasi dan semikonduktor, untuk menilai apakah akan menerapkan tarif pada sektor-sektor tersebut.

Saham kesehatan termasuk Moderna Inc, Zimmer Biomet Holdings Inc, dan Molina Healthcare Inc berada di antara saham yang mengalami penurunan terbesar pada hari ini.

“Presiden Amerika Serikat telah memulai badai yang konsekuensinya tidak akan berakhir dalam waktu dekat,” kata Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou dalam konferensi pers di Paris.

Dia mengatakan keputusan Trump untuk menerapkan tarif yang luas dan menghadapi sekutu lama telah “menghancurkan kepercayaan di seluruh dunia” dan meningkatkan volatilitas ekonomi.

Ketidakpastian tarif yang berkelanjutan juga merugikan saham ritel karena pengeluaran konsumen diperkirakan akan terkena dampak dari tekanan harga yang lebih tinggi.
Kinerja perbankan bersinar di kuartal I
Laporan pendapatan kuartal I mulai meningkat pesat minggu ini, dengan hasil dari sejumlah bank besar menunjukkan ketahanan dalam pendapatan perusahaan meskipun menghadapi tantangan ekonomi yang semakin besar.

Saham Bank of America naik lebih dari tiga persen setelah bank tersebut melaporkan kenaikan pendapatan bunga bersih pada kuartal pertama, karena volatilitas yang dipicu tarif mendorong pendapatan perdagangan ekuitas rekor di unit pasar globalnya.

Saham Citigroup juga naik lebih dari satu persen setelah raksasa perbankan tersebut melaporkan hasil kuartal pertama yang lebih tinggi dari perkiraan, mengikuti tren yang ditetapkan oleh bank-bank Wall Street lainnya dalam mencatat lonjakan tajam pendapatan perdagangan ekuitas yang didorong oleh volatilitas.

Di tempat lain, saham Johnson & Johnson turun 0,5 persen setelah perusahaan farmasi tersebut melaporkan pendapatan dan laba kuartal pertama di atas ekspektasi, didorong lagi oleh penjualan kuat dari pengobatan kankernya, tetapi merevisi perkiraan tahunannya, menurunkan prospek pendapatan.

Di sektor teknologi, Netflix melonjak lebih dari empat persen setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa raksasa streaming tersebut bertujuan mencapai kapitalisasi pasar USD1 triliun dan menggandakan pendapatannya pada 2030.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Dipicu Ketidakpastian Kebijakan Tarif Trump

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Dipicu Ketidakpastian Kebijakan Tarif Trump

Equityworld Futures | Wall Street melemah pada Selasa (15/4/2025) dipicu ketidakpastian kebijakan tarif yang diusung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Equityworld Futures | Arah Tarif Trump Tak Pasti, Harga Emas Makin Bersinar

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, turun 155,83 poin, atau sekitar 0,38 persen, menjadi 40.368,96. Indeks S&P 500 melemah 9,34 poin, atau sekitar 0,17 persen, menjadi 5.396,63. Indeks komposit Nasdaq merosot 8,32 poin, atau sekitar 0,05 persen, menjadi 16.823,17.

Salah satu penyebab turunnya indeks Dow Jones adalah merosotnya saham perusahaan manufaktur pesawat terbang Boeing sebesar 2,4 persen setelah pemerintah Tiongkok memerintahkan maskapai-maskapai penerbangannya untuk tidak lagi menerima pengiriman pesawat Boeng setelah AS menetapkan tarif 145 persen terhadap produk-produk yang diimpor dari Tiongkok.

Saham perusahaan kesehatan Johnson & Johnson turun 0,5 persen setelah gagal mencapai target penjualan peralatan medis. Saham perusahaan kesehatan lainnya, Merck, juga melemah, merosot 1 persen.

Barclays pada Selasa menurunkan peringkat saham sektor otomotif AS dengan alasan tarif Trump dapat menekan perolehan laba. Saham Ford dan General Motors masing-masing merosot 2,7 persen dan 1,3 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik dipicu kekhawatiran terhadap kebijakan tarif Trump. Harga emas untuk pengiriman Juni 2025 naik 0,4 persen menjadi US$3.240,4 per ons.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi penguatan nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS naik 0,46 persen menjadi 100,1.

Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa melonjak 1,6 persen, usai Trump mengindikasikan kemungkinan perubahan tarif 25 persen terhadap produk otomotif yang diimpor dari Meksiko, Kanada, dan negara lainnya.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melonjak 114,78 poin, atau sekitar 1,41 persen, menjadi 8.249,12. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 298,87 poin, atau sekitar 1,43 persen, menjadi 21.253,7.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melambung 269,5 poin, atau sekitar 2,14 persen, menjadi 12.879,3. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 62,28 poin, atau sekitar 0,86 persen, menjadi 7.335,4.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi 1,1322 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,24 persen menjadi 1,1645 euro per pound.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Ikuti Wall Street, IHSG Siap Jebol 6.390

Equityworld Futures | Ikuti Wall Street, IHSG Siap Jebol 6.390

Equityworld Futures | Indeks bursa Wall Street menyakhiri perdagangan dengan menguat signifikan. Itu menyusul pernyataan optimisme presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mencapai kesepakatan dengan Tiongkok. Yaitu, mengakhiri perang dagang dengan negeri Paman Sam tersebut.

Equityworld Futures | Pakar Sebut Harga Emas Nasibnya Bakal Begini

Sementara itu, tambahan sentimen positif juga datang dari perwakilan Uni Eropa tengah menunju AS untuk melakukan perundingan dagang. Sebelumnya, AS akhirnya memberlakukan penundaan selama 90 hari untuk pengenaan tambahan tarif resiprokal, dan mengenakan tarif dasar 10 persen dengan mengecualikan China.

Sebaliknya, tarif impor dari China justru dinaikkan menjadi 145 persen. Negeri Panda itu, kemudian membalas dengan mengutip tarif impor dari AS menjadi 125 persen dari sebelumnya 84 persen. Penguatan indek bursa Wall Street, dan harga beberapa komoditas akan menjadi sentimen positif pasar.

Sementara itu, saham Barito (BRPT), Petrindo (CUAN), dan Petrosea (PTRO) kembali gagal masuk dalam rebalancing indeks MSCI edisi 13 Mei 2025, dan Ex date pembagian dividen diprediksi menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Oleh karena indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat.

Di mana, sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 14 April 2025, indeks akan menyusuri kisaran support 6.195-6.130, dan resistance level 6.325-6.390. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyodorkan saham GOTO, ERAA, KLBF, ANTM, PSAB, dan HRTA sebagai bahan koleksi.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Setelah Donald Trump Naikkan Tarif Impor China

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Setelah Donald Trump Naikkan Tarif Impor China

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street anjlok pada perdagangan Selasa, 8 April 2025. Reli yang terjadi tidak berlangsung lama dan kecemasan investor kembali muncul jelang tenggat tarif berikutnya dari Presiden Donald Trump yang akan berlakukan tarif kumulatif sebesar 104 persen terhadap China.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Sedikit karena Imbal Hasil Treasury AS Menguat

Mengutip CNBC, Rabu (9/4/2025), indeks Dow Jones turun 320,01 poin atau 0,84 persen dan ditutup ke posisi 37.645,59. Sehingga koreksi terjadi dalam empat hari didorong kekhawatiran tarif menjadi lebih dari 4.500 pin. Saham Apple memimpin koreksi dengan biaya produsen iPhone itu akan melonjak akibat tarif baru China. Pada hari itu, indeks Dow Jones sempat naik 3,9 persen.

Indeks S&P 500 melemah 1,57 persen dan ditutup ke posisi 4.982,77. Indeks tersebut hampir ditutup dalam kondisi pasar yang lesu, turun hampir 19 persen dari posisi rekor pada Februari, dan akhiri sesi di bawah 5.000 untuk pertama kalinya sejak April 2024. Selama empat hari terakhir, indeks S&P 500 telah turun lebih dari 12 persen.

Indeks Nasdaq terpangkas 2,15 persen ke posisi 15.267,91. Indeks acuan yang sarat saham teknologi itu naik sebanyak 4,5 persen pada awal sesi perdagangan. Indeks Nasdaq telah kehilangan lebih dari 13 persen dalam empat hari.

Saham mengawali hari dengan kenaikan seiring jenuh jual. Investor juga terdorong oleh tanda-tanda AS akan menegosiasikan pengaturan yang akan menurunkan tarif pada mitra dagang utama.

Presiden AS Donald Trump mengunggah di Truth Social pada Selasa, kalau ia melakukan “panggilan telepon yang hebat” dengan penjabat presiden Korea Selatan, yang membantu meningkatkan sentimen. Menteri Keuangan Scott Bessent juga mengatakan kepada CNBC pada Selasa sekitar 70 negara telah mendekati AS untuk negosiasi tarif.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Takdir Harga Emas Diramal Seperti Ini

Equityworld Futures | Takdir Harga Emas Diramal Seperti Ini

Equityworld Futures | The Wall Street Journal melaporkan bahwa emas berjangka bulan depan turun di bawah angka US$ 3.000 per troy ons pada 7 April 2025. Tepatnya turun 2% menjadi US$ 2.951,30 per ons.

Equityworld Futures | Harga Emas Terjun ke Level US$ 2.900-an, Kenapa?

Ketidakpastian seputar rencana tarif Presiden Trump hanya berdampak pada peningkatan sebentar sejak tarif timbal balik dikonfirmasi pada 2 April, dan kemudian emas tidak melihat aliran safe haven, malah turun 6% per ons dalam tiga sesi sebelumnya.

Mata uang lain telah melihat aliran ini sebagai gantinya, kata Nikos Tzabouras dari Tradu.com dalam sebuah catatan.

Tetapi fundamental untuk emas dapat berfungsi untuk mengembalikan harga emas.

Sebelumnya diberitakan, analis komoditas di RBC Capital Markets menaikkan perkiraan harga emas mereka, dan kini memperkirakan harga rata-rata US$ 3.039 per ons tahun ini dan US$ 3.195 per ons tahun depan.

Meskipun RBC melihat potensi kenaikan emas yang kuat, mereka juga mencatat bahwa momentum di pasar terlalu berlebihan. Dalam kondisi ini, para analis mengatakan mereka melihat potensi harga untuk menguji support di sekitar US$ 2.821 per ounce.

“Emas masih dinilai terlalu tinggi dari sudut pandang makro, dan ketidakpastian yang mendorong harga emas pada dasarnya tidak pasti,” kata para analis dikutip dari Kitco.com.

“Meskipun kami masih tidak mengesampingkan kemungkinan koreksi dari nilai tertinggi yang didorong oleh ketidakpastian, jelas bahwa sentimen ekonomi telah memburuk, dan daya tarik emas lebih tahan lama dalam kondisi ini—yang berarti kenaikan harga akan terus berlanjut,” sebut mereka.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Saham Asia-Pasifik Dibuka Melemah, Menyusul Penurunan Wall Street

Equityworld Futures | Saham Asia-Pasifik Dibuka Melemah, Menyusul Penurunan Wall Street

Equityworld Futures | Pasar saham Asia-Pasifik mengalami pelemahan pada hari Kamis, mengikuti tren negatif di Wall Street setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor mobil sebesar 25%. Investor terus mencermati dampak kebijakan ini terhadap pasar global.

Equityworld Futures | Segera Cetak Rekor Baru, Harga Emas Bakal Sulit Anjlok Melebihi US$3.000

Sementara itu, di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,65% dan indeks Kosdaq yang berfokus pada perusahaan berkapitalisasi kecil turun 0,33%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 mengalami penurunan sebesar 0,54% pada perdagangan pagi.

Futures untuk indeks saham Hang Seng Hong Kong berada di level 23.418, mengindikasikan pembukaan yang sedikit lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 23.483,32.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Disokong Proyeksi Sikap Perdagangan atas Kebijakan Trump

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Disokong Proyeksi Sikap Perdagangan atas Kebijakan Trump

Equityworld Futures | Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street berakhir lebih tinggi pada hari Selasa (25/3). Hal ini didorong oleh kenaikan saham Apple dan penurunan saham Nvidia, investor menilai data sentimen konsumen dan bertaruh pada sikap kebijakan perdagangan yang lebih fleksibel dari pemerintahan Presiden Donald Trump minggu depan.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Pagi Ini Usai Kemarin Naik, Mau Jual atau Beli?

Mengutip Reuters, S&P 500 naik 0,16 persen dan mengakhiri sesi pada 5.776,65 poin. Nasdaq naik 0,46 persen menjadi 18.271,86 poin, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,01 persen menjadi 42.587,50 poin.

Pada Senin (24/3), Presiden AS Donald Trump mengatakan tarif mobil akan segera diberlakukan, sambil mengisyaratkan tidak semua tarif yang diusulkan akan diberlakukan dalam pengumuman tanggal 2 April yang menjadi fokus Wall Street.

Dibebani oleh kekhawatiran bahwa tarif Trump akan memicu inflasi dan merugikan pertumbuhan ekonomi, S&P 500 turun sekitar 2 persen sepanjang 2025, dan diperkirakan merugi pada kuartal I 2025 sejak Juni 2023.

Lembaga pemeringkat Moody’s menuturkan, kekuatan fiskal Amerika Serikat berada pada jalur penurunan berkelanjutan selama beberapa tahun karena defisit anggaran melebar dan utang menjadi kurang terjangkau.

Laporan lain mengungkapkan, penurunan indeks keyakinan konsumen turun 92,9 pada bulan Maret. Angka ini merupakan angka terendah sejak Februari 2021.

Apel (AAPL.O), naik 1,4 persen, membantu menjaga Nasdaq di wilayah positif, sementara Nvidia (NVDA.O), turun 0,6 persen.

Saham Tesla naik 3,45 persen menambah kenaikan 12 persen pada hari sebelumnya. Pangsa pasar perusahaan di Eropa terus menyusut pada Februari karena penjualan produsen mobil listrik tersebut turun untuk bulan kedua, bahkan saat pendaftaran kendaraan listrik secara keseluruhan di benua itu meningkat.

Beranda KB (KBH.N), turun lebih dari 6 persen setelah developer rumah itu memangkas perkiraan pendapatan setahun penuh 2025.
Dari 11 indeks sektor S&P 500, tujuh naik, dipimpin oleh layanan komunikasi (.SPLRCL), naik 1,43 persen, diikuti oleh kenaikan 0,98 persen pada sektor konsumen diskresioner (.SPLRCD).

Gubernur Fed Adriana Kugler mengatakan kebijakan suku bunga bank sentral tetap ketat, tetapi kemajuan dalam mengembalikan inflasi ke target bank sentral sebesar 2 persen telah melambat.

Presiden Fed New York John Williams mengatakan perusahaan dan rumah tangga “mengalami ketidakpastian yang meningkat” tentang apa yang akan terjadi pada perekonomian di masa mendatang.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started