Equityworld Futures | Wall Street Merekah Didukung Kesepakatan Perdagangan AS-Inggris

Equityworld Futures | Wall Street Merekah Didukung Kesepakatan Perdagangan AS-Inggris

Equityworld Futures | Saham AS berakhir lebih tinggi pada Kamis, 8 Mei 2025 setelah Presiden AS Donald Trump mengungkap garis besar kerangka perjanjian perdagangan dengan Inggris, yang menandai kesepakatan pertama sejak Amerika Serikat memberlakukan tarif berbasis luas pada awal April.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas 9 Mei 2025, Siap-Siap Anjlok

Dilansir dari Xinhua, Dow Jones Industrial Average naik 254,48 poin, atau 0,62 persen, menjadi 41.368,45. S&P 500 naik 32,66 poin, atau 0,58 persen, menjadi 5.663,94. Indeks Komposit Nasdaq naik 189,98 poin, atau 1,07 persen, menjadi 17.928,14.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor konsumen dan industri memimpin penguatan dengan masing-masing naik 1,35 persen dan 1,34 persen. Sementara itu, sektor kesehatan dan utilitas memimpin penguatan dengan masing-masing turun 0,91 persen dan 0,86 persen.

Kesepakatan perdagangan AS-Inggris
Berbicara dari Ruang Oval dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer melalui pengeras suara, Trump mengumumkan bahwa perjanjian tersebut akan mencakup tarif dasar 10 persen untuk impor Inggris.

Ia menekankan level ini mungkin berada di kisaran yang lebih rendah dibandingkan dengan kesepakatan di masa mendatang, dengan mengatakan beberapa negara dengan “surplus perdagangan besar-besaran” dapat menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi.

Meskipun belum ada perjanjian resmi yang ditandatangani, Trump mengatakan “rincian akhir sedang ditulis,” dan meramalkan hasil yang konklusif dalam beberapa minggu mendatang. “Lebih baik Anda keluar dan membeli saham sekarang,” katanya.

Pasar mencapai titik tertinggi sesi saat Trump menyatakan keyakinannya negosiator AS akan memiliki “akhir pekan yang baik” selama pembicaraan perdagangan awal dengan Tiongkok.

“Ada optimisme yang meningkat kesepakatan dapat dibuat sebelum berakhirnya jeda timbal balik pada 9 Juli,” kata kepala strategi investasi di CFRA Research Sam Stovall.

“Namun, dimulainya pembicaraan dapat meredakan tekanan pada pemerintah untuk menyelesaikan perjanjian dengan mitra dagang lainnya dalam jangka pendek,” kata dia.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dijadwalkan bertemu dengan pejabat Tiongkok di Swiss untuk membahas perdagangan dan kerja sama ekonomi akhir pekan ini.

Saham teknologi melambung

Saham teknologi memimpin kenaikan, didorong oleh berita pemerintahan Trump akan mencabut pembatasan chip yang diperkenalkan selama era Biden. Alphabet naik 1,93 persen setelah perusahaan tersebut menepis laporan penurunan lalu lintas pencarian Safari, dengan menyatakan bahwa Google Search terus mengalami pertumbuhan.

Di tempat lain, Boeing naik 3,13 persen setelah Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengisyaratkan bahwa perjanjian perdagangan AS-Inggris dapat membuka jalan bagi pesanan pesawat bernilai miliaran dolar.

Sementara itu, investor terus menilai keputusan Federal Reserve pada hari Rabu untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah, seperti yang diharapkan. Ketua Fed Jerome Powell menekankan pendekatan “wait and see” terhadap langkah kebijakan di masa mendatang, menyoroti ketidakpastian ekonomi yang meningkat dan volatilitas pasar yang berasal dari langkah-langkah tarif agresif Presiden Trump. Trump menyerang Powell lagi pada hari Kamis, menyebutnya sebagai “orang bodoh” yang “tidak punya petunjuk.”

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Awas! Harga Emas Kembali Terjun Bebas, Ambruk 2%

Equityworld Futures | Awas! Harga Emas Kembali Terjun Bebas, Ambruk 2%

Equityworld Futures | Harga emas dunia terkoreksi usai kenaikan tajam beruntun. Penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) hingga ketidakpuasan terhadap pernyataan ketua The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mendorong kejatuhan harga emas.

Equityworld Futures | Harga Emas Jatuh Parah, Pasar Kecewa Sikap Hati-Hati The Fed

Pada perdagangan sebelumnya Rabu (07/5/2025), harga emas dunia merosot 1,90% di level US$3.364,32 per troy ons. Pelemahan tersebut mematahkan penguatan emas selama dua hari beruntun.

Pada perdagangan hari ini Kamis (08/5/2025) hingga pukul 06.15 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,21% di posisi US$3.371,44 per troy ons.

Harga emas turun pada perdagangan Rabu, terbebani oleh dolar yang lebih kuat dan meredanya ketegangan perdagangan China-AS, sementara para pelaku pasar merasa tidak puas dengan pernyataan hati-hati Ketua The Fed Jerome Powell tentang ekonomi AS.

Pada perdagangan Rabu (7/5/2025), indeks dolar AS menguat 0,38% di level 99,61. Penguatan tersebut mematahkan pelemahan dolar AS selama tiga hari beruntun pada perdagangan sebelumnya.

Bank sentral Amerika Serikat (AS) The federal Reserve (The Fed) kembali menahan suku bunganya di level 4,25-4,50% bulan ini. Keputusan ini mencerminkan sikap The Fed yang hati-hati dalam mengantisipasi dampak kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump.

The Fed mengumumkan suku bunga pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia (8/5/2025). Ini merupakan kali ketigaThe Fed menahan suku bunganya setelah terakhir kali menurunkan suku bunganya pada pertemuan Desember 2024.

Keputusan menahan suku bunga diambil di tengah meningkatnya ketidakpastian akibat kebijakan tarif impor besar-besaran Presiden AS Donald Trump, yang diumumkan pada 2April 2025.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari dengan keputusan bulat untuk tidak mengubah suku bunga pada 4,25%-4,50%, yang telah berlaku sejak Desember.

Dalam pernyataannya, The Fed mengakui ada kenaikan risiko stabilitas harga dan ketenagakerjaan. Kondisi ini membuat bank sentral dalam posisi sulit dalam menentukan arah kebijakan berikutnya.

“Ini bukan situasi di mana kami bisa bertindak secara pre-emptif, karena kami belum tahu apa respons yang tepat hingga melihat data lebih lanjut,” kata Ketua The Federal Reserve Jerome Powell dalam konferensi pers usai rapat Federal Open Market Committee (FOMC), dikutip dari CNBC International.

Powell menegaskan bahwa bank sentral akan tetap bersabar dalam menentukan langkah kebijakan berikutnya, mengingat tingginya ketidakpastian yang masih menyelimuti prospek ekonomi.

“Powell memegang kartunya dengan sangat erat sambil mengulangi pesan bahwa The Fed akan ‘menunggu dan melihat’ dan bahwa itu tidak dapat bersifat pre-emptif. Hal itu membuat pasar sedikit tidak puas yang tidak akan mengubah bias bullish emas yang kuat,” ujar Tai Wong, seorang pedagang logam independen, kepada Reuters.

“Penurunan akan dibeli karena emas adalah satu-satunya pasar di mana investor sangat percaya diri,” tambahnya.

Emas, yang dilihat sebagai aset safe haven di masa-masa yang tidak pasti, telah melonjak 31% tahun ini, di tengah risiko geopolitik dan pembelian bank sentral yang kuat. Bank sentral China menambah cadangannya selama enam bulan berturut-turut pada bulan April.

“Saya pikir sebagian besar (jatuhnya harga emas) adalah China dan AS yang bersatu untuk melakukan pembicaraan tarif. Pengumuman The Fed tampaknya sangat netral dari apa yang dikatakan Powell saat ini, jadi tidak ada kejutan di sana,” ujar Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan kepala negosiator perdagangan Jamieson Greer dijadwalkan bertemu dengan pemimpin ekonomi China He Lifeng di Swiss akhir pekan ini, sebuah langkah yang dipandang sebagai terobosan potensial dalam menyelesaikan ketegangan perdagangan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street melemah lagi, IHSG siap lanjutkan reli kenaikan?

Equityworld Futures | Wall Street melemah lagi, IHSG siap lanjutkan reli kenaikan?

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak bervariasi, dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Rabu (7/5) hari ini.

Equityworld Futures | Peringatan! Harga Emas Bergerak Sangat Ekstrem, Terbang Terus Jatuh!

Analis CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI), dalam risetnya, mengatakan IHSG dapat dukungan dari kenaikan harga emas di tengah ketidakpastian pasar global. Namun terkoreksinya sejumlah indeks di Wall Street pada Selasa (6/5) kemarin, berpotensi jadi sentimen negatif.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.845/6.790 dan resist 6.950/7.005,” ungkap analis CGSI.

Menurut pantauan IDNFinancials.com, indeks Dow Jones Industrial (DJI) melemah 0,95% pada Selasa kemarin, disusul pelemahan indeks S&P 500 sebesar 0,77% dan Nasdaq Composite 0,87%.

Analis BRI (JK:BBRI) Danareksa Sekuritas juga memperkirakan IHSG akan menguat dan menguji resistance pentingnya di area 6.875-6.975. Penguatan ini, didukung oleh perkembangan negosiasi dagang dan kembalinya dana asing ke pasar modal Indonesia.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat,” ungkap Analis BRI Danareksa Sekuritas, dalam risetnya.

Sementara itu Senior Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, mengatakan resistance breakout IHSG di 6.875 telah tervalidasi. “Akan tetapi, perlu diwaspadai net sell investor asing sebesar Rp200 miliar di Selasa (6/5),” jelas Valdy.

Pada perdagangan kemarin, IHSG menguat 0,97% melanjutkan reli kenaikan selama 7 hari perdagangan. Namun investor asing mencatatkan net sell untuk pertama kalinya, setelah konsisten net buy dalam beberapa hari perdagangan terakhir.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Takdir Harga Emas Disebut Bakal Begini

Equityworld Futures | Takdir Harga Emas Disebut Bakal Begini

Equityworld Futures | Harga emas mengakhiri pekan lalu di kisaran US$ 3.241, tetapi semua mata kini tertuju pada level kritis US$ 3.268, karena investor bersiap menghadapi minggu yang berat dengan data ekonomi AS dan keputusan suku bunga Federal Reserve.

Equityworld Futures | Harga Emas Melejit 2% Lebih, Dolar Loyo, Pasar Panas Menanti The Fed

Sementara emas telah berada di bawah tekanan akhir-akhir ini karena angka pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan dan sentimen perdagangan AS-China yang membaik, beberapa hari mendatang dapat membawa volatilitas baru dan berpotensi membuka pintu bagi reli emas lainnya. Sebagaimana dilaporkan The Economic Times, Sabtu (3/5/2025).

Secara teknis, emas (XAU/USD) terperangkap dalam zona ketat, diperdagangkan tepat di bawah resistensi $3.268. Level tersebut menandai garis tren menurun serta EMA periode 50—keduanya merupakan indikator utama untuk arah harga jangka pendek.

Jika emas dapat menembus dan bertahan di atas US$ 3.268, analis menyarankan hal itu dapat membuka target kenaikan lebih lanjut di sekitar US$ 3.275 dan US$ 3.295. Namun kehati-hatian diperlukan—pedagang harus menunggu konfirmasi sebelum terjun, terutama dengan volatilitas yang kemungkinan meningkat setelah peristiwa ekonomi mendatang.

Pada sisi negatifnya, support berada di US$ 3.231, diikuti oleh US$ 3.204. Sementara indikator MACD tetap bearish, ada tanda-tanda bahwa hal itu mulai stabil, mengisyaratkan bahwa momentum dapat segera berubah.

Berikut ini adalah uraian sederhana dari strategi perdagangan emas yang banyak dicermati (Sebagaimana dilaporkan The Economic Times):

Titik Masuk: Penembusan dan penutupan yang dikonfirmasi di atas US$ 3.268

Target: Pertama di US$ 3.275, kemudian US$ 3.295

Stop Loss: Tepat di bawah US$ 3.231

Untuk saat ini, US$ 3.500 masih menjadi batas atas untuk emas, dan itu sebagian besar disebabkan oleh peningkatan selera risiko pasar. Pergeseran ini terjadi karena risiko geopolitik mereda dan indikator ekonomi mengejutkan ke arah positif.

Kecuali kita melihat sinyal dovish utama dari Fed, atau data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan, emas mungkin kesulitan untuk menembus level atas itu dalam jangka pendek. Namun, jika kondisi makro bergeser—bahkan sedikit—penembusan US$ 3.268 bisa menjadi pemicu reli emas baru.

“Sampai saat itu, emas masih berada di persimpangan jalan—terjebak antara fundamental AS yang kuat, inflasi yang mendingin, dan pesan bank sentral yang hati-hati,” terang laporan The Economic Times.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Futures Saham AS Turun Setelah Lonjakan Mingguan Wall Street

Equityworld Futures | Futures Saham AS Turun Setelah Lonjakan Mingguan Wall Street

Equityworld Futures | Futures saham AS turun pada Minggu malam setelah S&P 500 mencatatkan rentetan kemenangan terpanjang dalam lebih dari dua dekade. Investor tetap waspada di tengah potensi pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok dan menantikan pertemuan kebijakan Federal Reserve yang akan datang pada akhir pekan ini.

Equityworld Futures | Harga Emas di Ujung Tanduk, Level Ini Krusial

Dilansir dari Investing.com, S&P 500 Futures turun 0,6 persen ke 5.674,75 poin, sementara Nasdaq 100 Futures menurun 0,7 persen ke 20.060,0 poin. Dow Jones Futures juga turun 0,5 persen di 41.218,0 poin.
Wall Street ditutup lebih tinggi
Sentimen mendapat dorongan pada Jumat setelah nonfarm payrolls tumbuh lebih dari yang diharapkan bulan lalu, menunjukkan ketahanan di pasar tenaga kerja meskipun ada gejolak terkait kebijakan perdagangan administrasi Donald Trump.

Data menunjukkan bahwa penambahan pekerjaan meningkat sebanyak 177 ribu bulan lalu setelah naik sebesar 185 ribu pada Maret yang direvisi turun. Ekonom memperkirakan penambahan 138 ribu pekerjaan.

Sementara itu, Tiongkok mengatakan pekan lalu bahwa mereka sedang mengevaluasi kemungkinan pembicaraan perdagangan dengan AS, menambahkan bahwa dialog apapun harus didasarkan pada ketulusan dan penghapusan tarif sepihak.

Komentar tersebut muncul sebagai tanggapan atas pernyataan AS baru-baru ini yang menunjukkan kesediaan untuk terlibat dalam negosiasi perdagangan.

Pada hari Jumat, 2 Mei 2025, Dow Jones Industrial Average ditutup 1,4 persen lebih tinggi, sementara S&P 500 naik 1,5 persen, dan NASDAQ Composite juga melonjak 1,5 persen.

S&P 500 memperpanjang kenaikan menjadi sembilan sesi berturut-turut pada hari Jumat, menandai rentetan kemenangan terpanjang sejak November 2004.

Ketiga indeks mencatat kenaikan mingguan dalam kisaran 3-5 persen.
Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga
Fed dijadwalkan memulai pertemuan dua harinya pada Selasa, dengan bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap di tengah ketidakpastian global.

Ketua Fed Jerome Powell baru-baru ini mengisyaratkan para pembuat kebijakan berada dalam mode tunggu dan lihat di tengah kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh tarif Trump. Hal ini terjadi meskipun ada tekanan terbuka dari Presiden Trump dan Menteri Keuangan Scott Bessent untuk memotong suku bunga kebijakan.

“Tuntutan presiden untuk suku bunga yang lebih rendah tidak digubris oleh Fed karena kekhawatiran inflasi jangka pendek membatasi ruang lingkup untuk bertindak. Meskipun demikian, ekonomi AS sedang mendingin dan itu dapat membuka jalan untuk pemotongan suku bunga besar di paruh kedua tahun ini,” kata analis ING dalam catatan terbaru.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Diperkirakan Turun ke Level Terendah

Equityworld Futures | Harga Emas Diperkirakan Turun ke Level Terendah

Equityworld Futures | Harga emas perlahan turun dalam sepekan terakhir setelah menembus harga tertinggi di kisaran USD3.400 per troy ounce. Saat ini, harga emas di pasar dunia sudah di level USD3.223,60 per troy ounce.

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Hancur Lebur, Saatnya Mengucap Selamat Tinggal?

“Ada kemungkinan harga emas dunia akan turun ke USD3.175. Kalau sampai tembus ke level tersebut, harga emas bisa turun ke level terendahnya USD3.100 per troy ounce,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya pada media, Kamis (1/5/2025).

Menurutnya, faktor yang dapat mendorong harga emas ke level terendah adalah kemungkinan perundingan tarif antara AS dan Tiongkok. “Pemerintah Trump telah menghubungi pejabat-pejabat Tiongkok untuk memulai perundingan dagang,” ucap Ibrahim.

Amerika Serikat mengontak Tiongkok, karena merasa kecewa Tiongkok menghentikan impor pesawat Boeing. Di sisi lain, perekonomian AS juga mengalami kontraksi di kuartal pertama tahun ini.

“Kalau perang dagang ini berakhir damai, ada kemungkinan Bank Sentral AS akan menurunkan suku bunganya. Penurunan suku bunga menjadi hal yang positif bagi perekonomian AS,” ujar Ibrahim.

Faktor konflik geopolitik, juga ikut menentukan pergerakan harga emas, terutama konflik Rusia-Ukraina. Serta agresi Israel di Jalur Gaza, dimana intelijen Mesir sedang mengupayakan perdamaian di Jalur Gaza.

Ibrahim juga mencermati harga logam mulia di dalam negeri yang masih di level Rp1.992.000 per gram. Menurutnya hal itu terjadi karena permintaan tinggi tapi persediaan logam mulia terbatas.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Naik di Tengah Negosiasi Perdagangan AS-Tiongkok

Equityworld Futures | Wall Street Naik di Tengah Negosiasi Perdagangan AS-Tiongkok

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street mengalami kenaikan moderat pada Senin, 28 April 2025 dengan Dow Jones dan S&P 500 ditutup sedikit lebih tinggi dan Nasdaq ditutup sedikit lebih rendah, karena investor mencerna komentar terbaru tentang tarif dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik, Investor Fokus Menanti Perkembangan Tarif AS-China

Dilansir dari Investing.com, Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,3 persen, dan indeks S&P 500 naik tipis 0,1 persen, sementara NASDAQ Composite turun 0,1 persen.

Sementara itu, saham NVIDIA turun lebih dari dua persen sementara saham Tesla dan Apple naik sedikit.

Menteri Bessent mengatakan banyak negara telah menawarkan proposal tarif yang ’sangat baik’ kepada AS. Dia juga menyatakan bahwa pemerintah AS sedang berkomunikasi dengan Tiongkok dan Tiongkok lah yang harus menurunkan ketegangan situasi. Hal ini terjadi setelah Beijing sebelumnya membantah adanya pembicaraan.

Investor masih berhati-hati sambil menunggu tanda-tanda substantif dari penurunan ketegangan perdagangan.
Menanti data ekonomi AS
Investor bersiap menghadapi minggu yang sibuk dengan serangkaian rilis data ekonomi AS, termasuk indikator inflasi pilihan Federal Reserve. AS juga akan melaporkan data produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama minggu ini.

Pasar juga menunggu laporan keuangan dari tujuh perusahaan berkapitalisasi besar “magnificent seven”, termasuk Apple, Microsoft, Amazon, dan Meta Platforms, minggu ini. Microsoft dan Meta dijadwalkan melaporkan pada Rabu, sementara Apple dan Amazon dijadwalkan melaporkan pendapatan mereka pada Kamis.

Laporan-laporan ini penting untuk mengukur ketahanan perusahaan di tengah ketidakpastian global yang berkelanjutan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Menanjak, Bursa Asia Pasifik Diproyeksikan Menguat

Equityworld Futures | Wall Street Menanjak, Bursa Asia Pasifik Diproyeksikan Menguat

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menutup perdagangan pekan lalu dengan hasil positif.
Indeks pasar luas S&P 500 naik 0,74 persen dan berakhir di level 5.525,21, dilansir CNBC.
Indeks Nasdaq Composite naik 1,26 persen dan ditutup di level 17.282,94.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Melanjutkan Koreksi pada Senin (28/4) Pagi

Sementara indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,05 persen, atau 20 poin, dan berakhir di level 40.113,50.

Pasar saham Asia Pasifik diproyeksikan akan dibuka lebih tinggi pada awal pekan ini.

Investor menanti langkah-langkah stimulus dari China dan perkembangan negosiasi perdagangan antara AS dan negara-negara di kawasan.

Akhir pekan lalu, Menteri Keuangan China Lan Fo’an menyatakan, China akan mengadopsi kebijakan ekonomi makro yang lebih proaktif untuk mendorong tercapainya target pertumbuhan sepanjang tahun.
China juga berupaya menjaga stabilitas dan momentum bagi ekonomi global.

Investor turut memantau perkembangan negosiasi perdagangan antara AS dan negara-negara di kawasan, setelah Presiden AS Donald Trump mengindikasikan penangguhan tarif timbal balik tidak mungkin dilakukan.

Indeks Nikkei 225 Jepang diperkirakan dibuka lebih tinggi.
Kontrak berjangka Indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 22.055, lebih tinggi dibanding penutupan terakhir HSI di level 21.980,74.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Harapan Meredanya Perang Dagang

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Harapan Meredanya Perang Dagang

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikan (AS), Wall Street, ditutup menguat pada Rabu (23/4). Hal ini didorong oleh harapan baru akan tercapainya kemajuan dalam penyelesaian perang dagang antara AS dan China.

Equityworld Futures | Harga Emas Jatuh 4% ke Level US$ 3.200, Masih Punya Kekuatan Bangkit?

Sentimen positif juga diperkuat oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral. Dengan menegaskan bahwa ia tidak berniat memecat Ketua The Fed, Jerome Powell.

Ketiga indeks saham utama AS sempat memangkas kenaikan menjelang penutupan, namun tetap mencatatkan penguatan signifikan. Sepanjang sesi perdagangan, pasar mendapat angin segar dari pernyataan Menteri Keuangan Scott Bessent yang menyebut bahwa tarif tinggi antara AS dan Tiongkok tidak berkelanjutan. Trump pun memberi sinyal keterbukaan untuk meredakan ketegangan perdagangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut.

Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat naik 419,59 poin atau 1,07 persen menjadi 39.606,57. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 88,10 poin atau 1,67 persen menjadi 5.375,86, dan Nasdaq Composite melonjak 407,63 poin atau 2,50 persen ke posisi 16.708,05.

Menurut Russell Price, Kepala Ekonom di Ameriprise, sentimen pasar sangat dipengaruhi oleh dinamika di Washington. Ia mengatakan, pernyataan Trump mengenai Powell serta kemungkinan penurunan tarif terhadap Tiongkok menjadi dua faktor utama yang dinanti pasar dan kini keduanya telah disuarakan secara terbuka.

“Kami memiliki peluang yang sangat kuat, yang benar-benar terkait dengan perkembangan di Washington,” kata Price.

Pada malam sebelumnya, Trump mulai melunakkan retorikanya terhadap The Fed, termasuk ancaman sebelumnya untuk memecat Powell. Di mata investor, Powell merupakan figur penting dalam menjaga stabilitas pasar, terutama di tengah ketidakpastian akibat kebijakan perdagangan Trump.

Analis investasi dari Baird di Louisville, Ross Mayfield, menegaskan bahwa independensi The Fed adalah salah satu pilar utama sistem ekonomi negara maju. Menurutnya, ancaman terhadap hal tersebut sempat menekan pasar obligasi dan dolar serta mempercepat peralihan dana dari aset-aset Amerika.

“Jadi, ancaman itu jelas telah memberi tekanan pada obligasi dan dolar dan mempercepat perputaran aset Amerika,” kata Mayfield.

Di sisi lain, musim laporan keuangan kuartal pertama berjalan relatif solid. Sejauh ini, dari 110 perusahaan yang telah merilis laporan keuangannya dalam indeks S&P 500, sekitar 75 persen berhasil melampaui ekspektasi analis.

Berdasarkan data LSEG, pertumbuhan laba agregat perusahaan diperkirakan mencapai 8,4 persen untuk periode Januari hingga Maret, naik dari proyeksi awal sebesar 8,0 persen.

Saham Tesla menguat 5,3 persen setelah CEO Elon Musk menyatakan akan mengurangi keterlibatannya dalam urusan pemerintahan untuk fokus penuh pada operasional perusahaan. Namun demikian, Tesla mencatatkan penurunan laba bersih kuartalan hingga 71 persen.

Sementara itu, saham Boeing melonjak 6,1 persen setelah mencatat kerugian kuartalan yang lebih kecil dari perkiraan, didorong oleh peningkatan produksi dan pengiriman pesawat. Di sisi lain, General Dynamics mengalami penurunan saham sebesar 3,3 persen meskipun membukukan kenaikan laba sebesar 27 persen, lantaran pesanan jet bisnis menurun dibanding kuartal sebelumnya.

Di antara 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, sektor teknologi dan konsumen diskresioner menjadi pendorong utama kenaikan, sementara sektor barang kebutuhan pokok dan energi tertinggal.

Dari sisi ekonomi, data “flash” indeks manajer pembelian S&P Global untuk bulan April menunjukkan adanya pelambatan aktivitas bisnis serta peningkatan harga barang dan jasa di tengah ketidakpastian yang terus meningkat.

Ross Mayfield menambahkan bahwa sangat sulit menemukan ekonom yang mendukung keberlanjutan tarif tinggi dan proteksionisme perdagangan seperti yang saat ini diterapkan. Survei Reuters/Ipsos bahkan menunjukkan bahwa hanya 37 persen responden yang menyetujui cara Trump menangani perekonomian angka yang menurun dibandingkan 42 persen saat awal masa jabatannya, ketika ia berjanji akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Anda akan kesulitan menemukan ekonom yang berpikir bahwa tingkat tarif dan proteksionisme perdagangan ini adalah ide yang bagus,” kata Mayfield.

Secara keseluruhan, pasar menunjukkan optimisme yang tumbuh, meski tetap berhati-hati di tengah dinamika geopolitik dan kebijakan ekonomi yang fluktuatif.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Naik Tajam Usai Komentar Trump

Equityworld Futures | Wall Street Naik Tajam Usai Komentar Trump

Equityworld Futures | Wall Street naik tajam pada Selasa, 22 April 2025. Kenaikan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari beberapa kritiknya terhadap Ketua Fed Jerome Powell, dan menyatakan dia tidak bermaksud memecatnya.

Equityworld Futures | Gagal Terbang ke US$3.500: Harga Emas Malah Hancur Lebur, Jatuh 1,3%

Presiden baru-baru ini meluncurkan kecaman di media sosial terhadap Powell, mendesaknya untuk memangkas suku bunga atau berisiko mengalami perlambatan ekonomi AS. Trump juga menyerukan pemecatannya, meningkatkan kekhawatiran atas independensi Fed.

Melansir Investing.com, Rabu, 23 April 2025, S&P 500 naik 2,5 persen ke 5.287,75 poin. NASDAQ Composite naik 2,7 persen ke 16.300,42 poin, sementara Dow Jones Industrial Average naik 2,7 persen ke 39.186,98 poin.

Pergerakan positif Wall Street juga didukung kombinasi sentimen yang membaik, laporan pendapatan positif, dan banyaknya aksi beli murah, membantu memicu pembelian berisiko.

Trump melunak terhadap Tiongkok
Trump juga menunjukkan sikap yang kurang agresif terhadap Tiongkok. Dia menyatakan bahwa pemerintahannya baik-baik saja dengan Tiongkok dan negara lain, bahkan setelah dia baru-baru ini menaikkan tarif terhadap Beijing menjadi 145 persen.

Trump mengatakan tarif tinggi terhadap Tiongkok akan turun secara substansial, tetapi tidak akan menjadi nol.

Komentar Trump tentang Tiongkok muncul setelah laporan menunjukkan Menteri Keuangan Scott Bessent memandang perang dagang AS-Tiongkok yang sedang berlangsung sebagai tidak berkelanjutan, dan dia mengharapkan penurunan ketegangan segera.

Hal ini memunculkan beberapa harapan untuk perang dagang yang kurang parah antara dua ekonomi terbesar dunia, yang telah menjadi penghambat utama sentimen dalam beberapa minggu terakhir.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started