Equityworld Futures | Wall Street Menguat di Tengah Ancaman Tarif Trump soal Impor Baja dan Aluminium

Equityworld Futures | Wall Street Menguat di Tengah Ancaman Tarif Trump soal Impor Baja dan Aluminium

Equityworld Futures | Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada Senin (2/6) di tengah optimisme pasar terhadap kelanjutan pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya.

Equityworld Futures | Kemarin Naik Hampir 3%, Simak Prediksi Harga Emas Hari Ini

Mengutip Reuters, Indeks S&P 500 naik 24,25 poin atau 0,41 persen menjadi 5.935,94. Nasdaq Composite juga menguat 128,85 poin atau 0,67 persen menjadi 19.242,61.
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menambahkan 35,41 poin atau 0,08 persen dan ditutup pada 42.305,48.

Pernyataan Trump datang pada Jumat malam, ketika ia mengumumkan rencana menggandakan tarif impor baja dan aluminium dari 25 persen menjadi 50 persen mulai Rabu pekan ini.

Langkah ini disampaikannya hanya beberapa jam setelah menuduh China melanggar kesepakatan yang telah dicapai dalam perundingan sebelumnya.

Menurut Jamie Cox, Mitra Pengelola di Harris Financial Group, pasar menafsirkan ancaman tarif ini sebagai upaya untuk mendorong penyelesaian negosiasi.

“Pasar melihat putaran terbaru ancaman tarif dan meningkatnya retorika terhadap Tiongkok, UE, dan baja sebagai dorongan untuk menggerakkan negosiasi menuju garis akhir,” ujarnya.

Saham-saham produsen baja AS pun melonjak tajam. Cleveland-Cliffs naik hingga 23 persen, disusul kenaikan harga saham Nucor dan Steel Dynamics. Namun, saham produsen mobil seperti Ford dan General Motors justru mengalami tekanan, masing-masing turun hampir 3,9 persen.

Kekhawatiran pasar muncul karena kenaikan tarif ini bisa memperburuk ketegangan dagang global, terutama setelah bulan lalu sikap Trump yang lebih lunak sempat mendorong pemulihan pasar.

Sektor energi juga memberikan dukungan setelah kelompok OPEC+ mempertahankan tingkat peningkatan produksi untuk bulan Juli.

Sementara itu, saham teknologi turut mendorong penguatan indeks. Nvidia menguat 1,7 persen dan Meta melonjak 3,6 persen. Di sisi lain, Tesla turun 1,1 persen setelah mencatat penurunan penjualan di Portugal, Denmark, dan Swedia.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Naik Usai Ketegangan Trump vs Uni Eropa Mereda

Equityworld Futures | Wall Street Naik Usai Ketegangan Trump vs Uni Eropa Mereda

Equityworld Futures | Wall Street tercatat mengalami kenaikan secara mingguan bahkan lonjakan bulanan tertinggi sejak akhir 2023 pada pekan lalu waktu Amerika Serikat. Kenaikan ini dipicu oleh meredanya ketegangan perang dagang antara AS dan Uni Eropa.

Equityworld Futures | Harga Emas Menggeliat, Siap-Siap Level Ini Tertembus

Sentimen positif terjadi pada Wall Street secara akumulatif usai Presiden Donald Trump menunda rencana penerapan tarif terhadap impor dari Uni Eropa.
Fokus investor kemudian beralih ke laporan keuangan perusahaan pembuat chip kecerdasan buatan, Nvidia, yang mencatatkan hasil lebih baik dari perkiraan pada pertengahan pekan.

Namun, pasar sempat terguncang setelah Pengadilan Perdagangan Internasional AS secara tak terduga membatalkan tarif “Liberation Day” yang diterapkan oleh Trump. Hal ini memicu drama hukum, di mana pengadilan banding kemudian sempat mengembalikan pemberlakuan tarif tersebut secara sementara.

Trump pada Jumat juga menyatakan bahwa China telah melanggar perjanjian dengan AS untuk saling mencabut tarif dan pembatasan perdagangan atas mineral-mineral penting. Ia juga mengeluarkan ancaman terselubung untuk bersikap lebih keras terhadap China.

“Ini memang minggu yang luar biasa. Dalam empat hari saja, kita sudah mendapat versi singkat dari apa yang kita alami sepanjang bulan ini—yaitu tarik ulur antara kekuatan yang mendorong pasar naik tahun lalu, yaitu saham teknologi dan AI, dan tantangan dari kebijakan tarif pemerintahan yang terus membayangi,” kata Mark Malek, Chief Investment Officer di Siebert dikutip dari Reuters, Senin (2/5).

Meski begitu, sejumlah saham jumbo tercatat melemah pada Jumat (30/45), membuat indeks S&P 500 dan Nasdaq juga berakhir merah karena saham-saham sektor teknologi, energi, dan konsumsi turun. Namun, indeks Dow Jones berhasil menghapus kerugian awal dan ditutup menguat.

Meski begitu, ketiga indeks utama AS tetap mencatatkan kenaikan baik secara mingguan maupun bulanan. S&P 500 dan Nasdaq bahkan membukukan kenaikan bulanan tertinggi sejak November 2023.

Dow Jones Industrial Average naik 0,13 persen ke 42.270,07, S&P 500 turun tipis 0,01 persen ke 5.911,69, Nasdaq Composite turun 0,32 persen ke 19.113,77

Di Eropa, indeks saham STOXX 600 naik 0,14 persen mencatat kenaikan mingguan dan menambah 4 persen sepanjang bulan Mei. Sementara itu, indeks saham MSCI Asia-Pasifik (di luar Jepang) naik 0,74 persen semalam, walau turun secara mingguan, namun naik hampir 5 persen sepanjang Mei—kenaikan bulanan terbesar sejak September 2024.

Indeks global utama MSCI (MSCI World Index) ditutup turun tipis 0,07 persen ke 879,63, tetapi tetap menguat 1,32 persen dalam sepekan dan naik 5,53 persen sepanjang bulan—kenaikan bulanan terbesar sejak November 2023.

“Kami awalnya mengira pasar sudah kebal terhadap isu tarif dan sebagian besar sudah diperhitungkan, tapi ternyata belum,” tambah Malek.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Reli: S&P 500, Nasdaq & Dow Ditutup Menguat Usai Penangguhan Tarif Trump

Equityworld Futures | Wall Street Reli: S&P 500, Nasdaq & Dow Ditutup Menguat Usai Penangguhan Tarif Trump

Equityworld Futures | Wall Street ditutup menguat karena selera risiko investor meningkat oleh penangguhan tarif terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan lonjakan tak terduga dalam keyakinan konsumen.

Equityworld Futures | Penguatan Dolar AS Tekan Harga Emas Global

Selasa (27/5), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 740,58 poin atau 1,78% menjadi 42.343,65, indeks S&P 500 menguat 118,72 poin atau 2,05% ke 5.921,54 dan indeks Nasdaq Composite menguat 461,96 poin atau 2,47% menjadi 19.199,16.

Semua 11 sektor utama pada indeks S&P 500 ditutup menguat pada sesi ini, dengan saham konsumen diskresioner dan teknologi memimpin kenaikan.

Reli yang luas membuat ketiga indeks saham utama AS naik, dengan kekuatan dalam kelompok saham momentum “tujuh besar” terkait AI yang menempatkan indeks Nasdaq yang sarat teknologi di posisi terdepan.

Indeks S&P 500 sekarang berada dalam jarak 3,6% dari rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 19 Februari, setelah jatuh 18,9% di bawah level tersebut usai pengumuman tarif Donald Trump yang tidak menentu, yang telah mengguncang pasar selama sebagian besar di masa jabatan kedua Presiden Trump.

“Ketika (Trump) keluar dengan senjata yang menyala-nyala pada 2 April, pasar mengira dunia akan berakhir,” kata Paul Nolte, penasihat kekayaan senior dan ahli strategi pasar di Murphy and Sylvest di Elmhurst, Illinois.

“Penjualan sangat kuat dan cepat sehingga Anda akan mengharapkan beberapa rebound, dan rebound telah begitu tajam dan cepat sehingga Anda akan mengharapkan beberapa jenis kemunduran saat investor mencernanya dan bertanya pada diri mereka sendiri seperti apa sebenarnya medan itu.”

Dalam langkah terbaru, Presiden Trump menarik kembali ancaman tarif 50% terhadap Uni Eropa, menunda penerapannya hingga 9 Juli untuk memungkinkan negosiasi antara Gedung Putih dan blok 27 negara tersebut. Langkah tersebut mendorong Brussels untuk mempersiapkan negosiasi perdagangan.

“Investor telah sedikit memahami Trump,” tambah Nolte. “Ia seperti pemain poker di meja yang Anda tahu sedang bertaruh dan kemudian ketika ditekan oleh pemain lain di meja, ia menyerah.”

Di sisi ekonomi, lonjakan 14,4% dalam kepercayaan konsumen bulan ini menambah momentum pada reli, membantu investor mengabaikan penurunan yang lebih tajam dari perkiraan dalam pesanan baru untuk barang modal inti, yang dianggap sebagai barometer rencana pengeluaran perusahaan AS.

Presiden Federal Reserve Richmond Thomas Barkin mengatakan kepada Bloomberg bahwa data ekonomi belum menunjukkan peningkatan tekanan harga atau pengangguran, menggemakan sentimen banyak pejabat Fed yang mengantisipasi suku bunga utama akan tetap tidak berubah sampai efek penuh dari tarif Trump diketahui.

Risalah dari pertemuan kebijakan moneter terbaru Federal Reserve AS akan dirilis pada hari Rabu.

Imbal hasil obligasi Treasury AS jangka panjang turun, sementara obligasi 30 tahun mengalami penurunan satu hari terbesar sejak akhir April, yang meniru kenaikan harga tajam dalam utang Jepang jangka panjang.

Pada sesi ini, saham perusahaan penerbangan dan saham pertumbuhan terkait teknologi berkapitalisasi besar adalah yang berkinerja terbaik.

Saham semikonduktor juga berada di posisi terdepan, satu hari sebelum pembuat chip Nvidia akan melaporkan hasil kuartalannya. Dari tahun ke tahun, perusahaan AI kesayangan itu diperkirakan akan membukukan kenaikan laba per saham sebesar 43,5%, dengan lonjakan pendapatan sebesar 66,2%.

Saham PDD Holdings, yang merupakan induk perusahaan turun 13,6% setelah melaporkan penurunan laba kuartal pertama sebesar 47% dan gagal memenuhi estimasi pendapatan kuartalan.

Saham yang tertinggal adalah Fair Isaac Corp dengan koreksi 11,3%, VeriSign, Inc melemah 3,6%, dan Autozone Inc melemah 3,4%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | IHSG Senin Siang Terkoreksi 0,8% ke Level 7.157; Bursa Asia Mixed, Wall Street Tergerus

Equityworld Futures | IHSG Senin Siang Terkoreksi 0,8% ke Level 7.157; Bursa Asia Mixed, Wall Street Tergerus

Equityworld Futures | Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (26/5), terpantau terkoreksi 57,600 poin (0,80%) ke level 7.156,563 setelah dibuka naik ke level 7.231,443.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun karena Trump Melunak ke Uni Eropa

IHSG bergerak terkoreksi dari level 17 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di tengah investor mengamati perpanjangan deadline tariff 50% atas Uni Eropa, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam koreksi ketiga indeks acuannya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat terbatas 0,02% atau 4 poin ke level Rp 16.210, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; menurun mendekati 5 minggu terendahnya di antara tensi tariff 50% atas Uni Eropa.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.214, serta terpantau rally di hari kedelapannya ke level 3,5 bulan terkuatnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 17,280 poin (0,24%) ke level 7.231,443. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,960 poin (0,24%) ke level 818,500. Siang ini IHSG melemah 57,600 poin (0,80%) ke level 7.156,563. Sementara LQ45 terlihat turun 0,64% atau 5,190 poin ke level 811,350.

Tercatat saat ini sebanyak 215 saham naik, 396 saham turun dan 189 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,88%, dan Hang Seng yang turun 1,24%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini ditahan profit taking dari 17 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed mencermati tensi dagang dengan Eropa.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih tertahan profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.325 dan 7.530. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.002, dan bila tembus ke level 6.811.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Jatuh Imbas Ancaman Tarif Trump Picu Ketidakpastian Pasar

Equityworld Futures | Wall Street Jatuh Imbas Ancaman Tarif Trump Picu Ketidakpastian Pasar

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, melemah tajam pada Jumat (23/5) dan membukukan kerugian mingguan usai Presiden AS Donald Trump merekomendasikan pengenaan tarif sebesar 50 persen terhadap barang-barang asal Eropa.

Equityworld Futures | Harga Emas Bisa Terbang ke Sini

Pernyataan tersebut membuka kembali ketegangan dalam perdagangan global dan memicu gelombang ketidakpastian baru yang menghantui pelaku pasar.

Mengutip Reuters, ketiga indeks utama Wall Street sempat memangkas sebagian kerugian di akhir sesi. Namun tetap ditutup lebih rendah.
Selama sepekan, indeks utama Wall Street tercatat turun lebih dari dua persen. Saham-saham di sektor teknologi, layanan komunikasi, dan barang konsumsi menjadi yang paling tertekan. Sementara sektor utilitas, kebutuhan pokok, dan energi justru menguat.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 256,02 poin atau 0,61 persen ke level 41.603,07. S&P 500 merosot 39,19 poin atau 0,67 persen ke 5.802,82, sementara Nasdaq Composite kehilangan 188,53 poin atau 1,00 persen dan ditutup di 18.737,21.

Dalam sepekan, Dow tercatat turun 2,47 persen, S&P 500 turun 2,61 persen, dan Nasdaq terkoreksi 2,48 persen.

Saham Apple juga menjadi sorotan setelah Trump memperingatkan bahwa iPhone yang dijual di Amerika Serikat tetapi tidak diproduksi secara lokal dapat dikenai tarif tambahan sebesar 25 persen. Saham raksasa teknologi itu pun turun 3 persen dan menyentuh level terendah dalam dua minggu terakhir.

Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun turun 4,4 basis poin menjadi 4,509 persen, mundur dari posisi tertingginya dalam beberapa bulan terakhir.

“Kalau saya harus memberi judul untuk hari ini, judulnya adalah ‘Kita Mulai Lagi!’” ujar Kepala Investasi di Ocean Park Asset Management James St. Aubin.

Ia menjelaskan, Trump tengah memanaskan kembali isu perdagangan dengan Uni Eropa dan Apple, padahal sebelumnya pasar berharap ketegangan tarif sudah mereda. Namun, menurutnya, bara api konflik tarif masih menyala di balik retorika.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menilai tawaran perdagangan dari Uni Eropa belum cukup memadai dan menyebut ancaman tarif baru diharapkan bisa menyalakan api dalam proses negosiasi dengan pihak Eropa.

Sebagian besar saham unggulan dan saham pertumbuhan turut tertekan. Amazon, Nvidia, dan Meta semuanya melemah lebih dari satu persen, sementara Tesla turun 0,5 persen. Indeks Volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai pengukur rasa takut di Wall Street, naik 10 persen dan mencetak level tertingginya dalam lebih dari dua pekan terakhir.

Indeks semikonduktor juga mencatat penurunan sebesar 1,5 persen.
Saham Deckers Outdoor merosot hampir 20 persen setelah produsen sepatu bot UGG itu memperkirakan penjualan kuartal pertama akan di bawah ekspektasi dan memutuskan tidak memberikan target tahunan karena ketidakpastian ekonomi makro yang dipicu isu tarif. Nasib serupa juga dialami saham Nike, yang melemah 2,1 persen.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun di Tengah Penguatan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun di Tengah Penguatan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga emas dunia turun sekitar 0,48 persen pada perdagangan Kamis waktu setempat. Harga emas gagal mempertahankan angka USD3.300 setelah mencapai level tertinggi dua minggu di USD3.345 sebelumnya.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas 23 Mei 2024, Bakal Tembus Level Ini

Dikutip dari FXStreet, Jumat, 23 Mei 2025, dolar AS yang kuat menekan logam mulia ini saat imbal hasil obligasi pemerintah AS mundur dari level tertinggi harian setelah DPR AS menyetujui anggaran Trump, yang sekarang akan dikirim untuk disetujui oleh Senat. XAU/USD diperdagangkan di USD3.289, turun 0,83 persen.

Sentimen pasar sedikit membaik tetapi tetap rapuh karena dipengaruhi oleh penurunan peringkat utang pemerintah AS oleh Moody’s. Paket fiskal yang sejauh ini disetujui oleh DPR AS diproyeksikan akan menambah USD4 triliun ke batas utang.

Penguatan dolar AS mengurangi daya tarik safe haven

Indeks dolar AS (DXY), yang melacak nilai dolar terhadap sekeranjang enam mata uang, telah mengurangi beberapa kerugian mingguan sebelumnya dan naik moderat 0,18 persen di 99,86, menjadi hambatan bagi logam berharga yang berdenominasi dolar.

Namun, prospek harga emas batangan tetap optimis karena konflik geopolitik. Berita mengungkapkan Israel sedang mempersiapkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran jika pembicaraan antara keduanya dan AS gagal, menurut Walla yang mengutip sumber.

Di sisi data, Indeks Manajer Pembelian (PMI) S&P Global di AS membaik, menunjukkan bahwa ekonomi tetap solid. Sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran sedikit menurun dibandingkan dengan pembacaan sebelumnya dan di bawah perkiraan.

Para pedagang emas batangan mengamati rilis data perumahan AS dan Fed pada hari Jumat.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Sentuh Level Tertinggi dalam Dua Pekan

Equityworld Futures | Harga Emas Sentuh Level Tertinggi dalam Dua Pekan

Equityworld Futures | Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir pada Kamis (23/5/2025). Hal itu seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap melonjaknya utang pemerintah dan lemahnya permintaan obligasi AS tenor 20 tahun. Kondisi ini memperkuat minat terhadap emas sebagai aset safe haven.

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Pesta Pora Karena Kekacauan di Amerika

Harga emas hari ini terlihat naik 0,62% menjadi US$ 3.335,9 per ons troi, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 9 Mei. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS turut menguat 0,9% ke posisi US$ 3.341,90 per ons troi.

Dikutip dari Reuters, penguatan emas turut ditopang oleh pelemahan dolar AS yang berada di dekat level terendah dua pekan. Melemahnya dolar membuat harga emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang asing, sehingga meningkatkan daya tarik emas.

“Pembalikan tren bullish emas saat ini didorong oleh pelemahan dolar AS serta kekhawatiran akan risiko stagflasi di ekonomi AS,” ujar analis pasar senior OANDA untuk kawasan Asia Pasifik Kelvin Wong.

Di sisi lain, Komite Aturan DPR AS yang kini dikuasai Partai Republik, pada Rabu waktu setempat menyetujui untuk membawa rancangan undang-undang pemotongan pajak dan peningkatan belanja pemerintahan Presiden Donald Trump ke pemungutan suara di parlemen.

Namun, pasar obligasi AS menunjukkan tanda-tanda tekanan. Penjualan obligasi pemerintah AS bertenor 20 tahun senilai US$ 16 miliar pada Rabu lalu mencatat permintaan yang lemah.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street ”Mixed”, Bursa Eropa Menguat

Equityworld Futures | Wall Street ”Mixed”, Bursa Eropa Menguat

Equityworld Futures | Wall Street berakhir mixed pada Kamis (15/5/2025) dengan indeks komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, mengalami pelemahan.

Equityworld Futures | Selamat! Harga Emas Terbang Lagi Berkat Mr. Putin

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 271,69 poin, atau sekitar 0,65 persen, menjadi 42.322,75. Indeks S&P 500 meningkat 24,35 poin, atau sekitar 0,41 persen, menjadi 5.916,93. Indeks komposit Nasdaq turun 34,49 poin, atau sekitar 0,18 persen, menjadi 19.112,32.

Indeks komposit Nasdaq melemah setelah saham perusahaan e-commerce Amazon merosot 2,4 persen terpengaruh kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Saham Walmart turun 0,5 persen.

Saham perusahaan teknologi Cisco Systems melambung 5 persen setelah meningkatkan perkiraan perolehan labah tahunan berkat solidnya bisnis kecerdasan buatan.

Saham UnitedHealth Group terjun bebas 11 persen dipicu kabar bahwa Departemen Kehakiman AS tengah melakukan penyelidikan terhadap perusahaan asuransi tersebut terkait kemungkinan terjadinya penipuan Medicare.

Dari 11 sektor utama S&P 500, delapan mengalami peningkatan dengan indeks sektor utilitas dan kebutuhan primer konsumen masing-masing melonjak 2,1 persen dan 2 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2025 naik 1,2 persen menjadi US$3.226,6 per barel. Indeks dolar AS turun 0,1 persen.

Bursa saham Eropa menguat pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,6 persen, dipicu lonjakan saham sektor pertahanan dan industri.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 48,74 poin, atau sekitar 0,57 persen, menjadi 8.633,75. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 168,58 poin, atau sekitar 0,72 persen, menjadi 23.695,59.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 90 poin, atau sekitar 0,65 persen, menjadi 13.930,2. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menanjak 16,68 poin, atau sekitar 0,21 persen, menjadi 7.853,47.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi 1,327 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1866 euro per pound.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi usai Investor Tunggu Data Penjualan Ritel

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi usai Investor Tunggu Data Penjualan Ritel

Equityworld Futures | Indeks utama saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi pada Rabu (14/5) didorong oleh meredanya ketegangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar dunia, dan dolar AS stabil setelah anjlok baru-baru ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Terjun ke Level Terendah dalam Sebulan

Mengutip Reuters, Rata-rata Industri Dow Jones (.DJI), turun 89,37 poin atau 0,21 persen menjadi 42.051,06. S&P 500 (.SPX), naik 6,03 poin, atau 0,10 persen, menjadi 5.892,58 dan Nasdaq Composite (.IXIC), naik 136,72 poin atau 0,72 persen menjadi 19.146,81.

Pengukur saham MSCI di seluruh dunia (.MIWD00000PUS), naik 2,04 poin, atau 0,23 persen, menjadi 873,24.

Harga emas anjlok ke titik terendah dalam lebih dari satu bulan karena gencatan senjata perdagangan AS-China meredupkan daya tarik emas batangan sebagai aset safe haven. Ketika pertikaian tarif antara China dan AS tampak mereda, para investor telah mendorong ekuitas global lebih tinggi.

Data pada Selasa (13/5) menunjukkan inflasi konsumen AS yang lebih rendah dari perkiraan juga memberikan sedikit kelegaan bagi investor.

Sebab investor khawatir dampak inflasi dari kebijakan tarif AS bisa melemahkan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.

Meskipun para pedagang memperkirakan inflasi akan meningkat imbas tarif menaikkan biaya impor, ketidakpastian atas prospek tersebut tetap ada karena pemerintahan AS terus maju untuk mencapai kesepakatan dengan mitra dagangnya.

Sebelumnya the Fed telah memperingatkan tentang peningkatan ketidakpastian ekonomi. Ketua the Fed Jerome Powell dijadwalkan untuk memberikan pernyataan pada hari ini Kamis (15/5).

Dalam pernyataannya Rabu (14/5) Wakil Ketua the Fed Philip Jefferson mengatakan data inflasi baru-baru ini menunjukkan kemajuan yang berkelanjutan menuju pencapaian target inflasi Federal Reserve sebesar 2 persen, tetapi masih dalam ketidakpastian imbas kemungkinan tarif impor baru akan mendorong harga lebih tinggi.

Dolar AS naik 0,14 persen terhadap sekeranjang mata uang termasuk yen dan euro. Manajer aset global mempertahankan posisi underweight terbesar mereka dalam dolar dalam 19 tahun pada bulan Mei, karena kebijakan perdagangan Trump memangkas minat investor terhadap aset AS, survei manajer dana global (FMS) Bank of America menunjukkan pada Selasa (13/5).

Euro turun 0,15 persen pada USD 1,1167, dan sterling melemah 0,38 persen menjadi USD 1,3253. Imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi karena pasar menunggu data ekonomi baru serta gambaran yang lebih jelas tentang defisit pemerintah dari pembahasan di Kongres AS.

Sinyal utama berikutnya untuk kesehatan ekonomi AS adalah data penjualan ritel April yang akan dirilis pada hari ini Kamis (15/5). Pada hari yang sama, pembicaraan direncanakan antara Ukraina dan Rusia di Istanbul dengan harapan akan adanya gencatan senjata tiga tahun setelah konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Pada komoditas, meningkatnya stok minyak mentah AS menekan harga. Minyak mentah Brent berjangka ditutup 54 sen, atau sekitar 0,81 persen, lebih rendah menjadi USD 66,09 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 52 sen, atau 0,82 persen, menjadi USD 63,15.

Harga emas berjangka AS ditutup 1,8 persen lebih rendah pada USD 3.188,3, dan emas spot turun 2,07 persen menjadi USD 3.180,07 per ons.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Saham Coinbase dan Nvidia Bikin Kejutan Besar

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Saham Coinbase dan Nvidia Bikin Kejutan Besar

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street sebagian besar menguat pada perdagangan Selasa (13/5/2025) setelah laporan inflasi menunjukkan adanya perlambatan yang tidak terduga, dan juga dukungan saham-saham teknologi.

Equityworld Futures | Harga Emas Disebut Bisa Jatuh ke Sini

Inflasi inti Amerika Serikat (AS) pada April 2025 turun menjadi 2,3% dari 2,4% pada Maret 2025, meskipun ada ketidakpastian terkait perang dagang dan lonjakan impor sebelum tarif baru diberlakukan. Hal ini mendorong Wall Street menguat.

Dilansir dari AP, indeks S&P 500 naik 0,7% ke level 5.886,55, memperpanjang reli setelah pengumuman gencatan senjata 90 hari antara AS dan Tiongkok untuk membuka ruang negosiasi. Indeks Nasdaq mencatat kenaikan terbesar, melonjak 1,6% ke 19.010,08, ditopang saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Namun, indeks Dow Jones justru melemah 0,6% atau turun 269,67 poin ke 42.140,43, akibat aksi jual pada saham sektor kesehatan.

Salah satu penggerak utama pasar adalah lonjakan saham Coinbase Global yang naik 24% seusai pengumuman bahwa saham perusahaan akan bergabung dalam indeks S&P 500 pada pekan depan, menggantikan Discover Financial Services yang diakuisisi Capital One Financial. Hal ini mendorong banyak dana investasi membeli saham Coinbase menjelang perdagangan saham.

Saham teknologi berbasis AI turut mendorong pasar. Nvidia naik 5,6% setelah mengumumkan kerja sama dengan startup AI milik dana kekayaan negara Arab Saudi, Humain, untuk memasok 18.000 cip guna mendukung pembangunan pusat data di Timur Tengah.

Super Micro Computer, produsen server untuk AI, melonjak 16%, sedangkan GE Vernova naik 4% dan Palantir Technologies menguat 8,1%.

Sementara itu, kejatuhan UnitedHealth menjadi penyebab utama melemahnya indeks Dow Jones. Saham UnitedHealth Group, perusahaan asuransi kesehatan terbesar di AS, anjlok hingga 17,8% setelah menangguhkan proyeksi keuangan tahunannya akibat tingginya biaya medis. Perusahaan juga mengumumkan pengunduran diri CEO Andrew Witty karena alasan pribadi.

Pada saat indesk utama Wall Street sebagian menguat, indeks di Eropa dan sebagian besar Asia juga menguat, meskipun indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,9%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started