Equityworld Futures | Bursa Asia Ikuti Pelemahan Wall Street, Investor Tunggu Keputusan The Fed

Equityworld Futures | Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik bergerak melemah pada perdagangan Selasa (19/8), mengikuti jejak penurunan Wall Street semalam. Investor bursa Asia kini menanti hasil pertemuan Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) yang bisa memberikan petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil, Investor Menanti Pertemuan Trump–Zelenskyy

Selain itu, mengutip CNBC, Selasa (19/8/2025), pasar juga mencermati dinamika geopolitik, terutama pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan para pemimpin Eropa di Gedung Putih. Pertemuan itu bertujuan mencari jalan keluar untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara Moskow dan Kyiv.

Pergerakan Indeks Asia

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik tipis 0,1% setelah sehari sebelumnya mencatat rekor tertinggi. Namun, indeks Topix yang lebih luas cenderung stagnan.

Bursa Korea Selatan justru bergerak melemah. Kospi turun 0,2% di awal perdagangan, sementara indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq terkoreksi 0,33%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 dibuka turun 0,61%.Sementara itu, kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.230, sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir HSI di 25.176,85, yang memberi sinyal pembukaan pasar lebih kuat.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Indeks S&P 500 Cetak Rekor Lagi

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Indeks S&P 500 Cetak Rekor Lagi

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan yang berakhir Kamis sore waktu setempat (Jumat pagi WIB).

Equityworld Futures | Harga Emas Melorot, Harapan Pemangkasan Suku Bunga Jumbo Memudar

Pasar saham pulih dari posisi terendah yang dicapai pada hari Kamis. Investor melakukan pembelian ketika harga turun di tengah laporan inflasi grosir yang suram.

Pada perdagangan yang berakhir Kamis, indeks S&P 500 mencatat rekor penutupan ketiga berturut-turut, dengan margin paling tipis, naik 0,03 persen di 6.468,54.

Seiring dengan itu, indeks Nasdaq Composite dan Dow Jones Industrial Average ditutup sedikit lebih rendah, dengan indeks teknologi yang ditutup turun 0,01 persen pada 21.710,67.

Sedangkan 30 saham Dow Jones turun 11,01 poin, atau 0,02 persen, dan ditutup pada 44.911,26. Indeks S&P dan Nasdaq keduanya turun 0,4 persen dari level terendah mereka sebelum bangkit kembali. Bahkan, indeks Dow Jones sempat turun lebih dari 200 poin.

Indeks-indeks utama terdampak oleh data indeks harga produsen bulan Juli, yang menunjukkan bahwa pemangkasan suku bunga Federal Reserve masih jauh dari pasti.

Di sisi lain, harga grosir naik 0,9 persen pada bulan tersebut, jauh lebih tinggi daripada ekspektasi ekonom yang disurvei Dow Jones sebesar 0,2 persen. Indeks tersebut stagnan pada bulan Juni.

Sedikit catatan, harga grosir dapat menjadi indikator utama harga konsumen.

Memang, beberapa pedagang mengabaikan angka PPI ini karena laporan menunjukkan peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan signifikan dalam “manajemen portofolio”, serta harga tiket pesawat. Tanpa faktor-faktor tersebut, angka-angka tersebut akan jauh lebih mendekati perkiraan.

Meskipun angka inflasi lebih tinggi, kontrak berjangka dana federal memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada bulan September sekitar 93 persen, atau hanya sedikit lebih rendah dari hari sebelumnya, menurut alat FedWatch CME. Namun, kontrak berjangka tersebut menghilangkan kemungkinan penurunan suku bunga setengah poin.

Para investor memasuki sesi perdagangan dengan optimisme tinggi, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor tertinggi baru di sesi sebelumnya. Indeks acuan terguncang awal pekan ini setelah rilis laporan inflasi harga konsumen bulan Juli yang lebih rendah dari perkiraan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Terdorong Pelemahan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Terdorong Pelemahan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga emas menguat pada Rabu (14/8/2025) seiring pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi, di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik 2 Hari Beruntun, Pilih Jual atau Beli?

Melansir Reuters pada Kamis (14/8/2025), harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi US$3.357,59 per troy ounce. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember menguat 0,3% menjadi US$3.408,50 per troy ounce.

Indeks dolar AS menyentuh level terendah dalam lebih dari dua pekan, membuat emas batangan lebih murah bagi pembeli di luar negeri. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga bergerak turun.

“Emas tetap menguat di tengah ekspektasi tinggi penurunan suku bunga The Fed pada September, setelah data CPI yang jinak dan laporan tenaga kerja non-pertanian Juli yang lemah,” kata Senior Market Analyst Tradu.com, Nikos Tzabouras.

Pasar kini memperkirakan peluang 97% penurunan suku bunga The Fed pada September setelah data inflasi Juli menunjukkan dampak terbatas dari tarif impor besar-besaran yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump, menyusul data ketenagakerjaan yang lemah awal bulan ini. Kondisi tersebut memperkuat spekulasi setidaknya satu kali pemangkasan suku bunga tambahan.

Investor kini menunggu rilis data ekonomi AS lain pekan ini, termasuk indeks harga produsen (PPI), klaim pengangguran mingguan, dan penjualan ritel.

Di sisi geopolitik, para pemimpin Eropa dan Ukraina dijadwalkan berbicara dengan Trump menjelang pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sementara Washington dan Beijing sepakat memperpanjang gencatan tarif selama 90 hari.

“Jika emas berhasil menembus level resistensi terbaru di kisaran US$3.400, kemungkinan itu akan lebih dipicu oleh perkembangan geopolitik ketimbang data ekonomi,” kata Analis Pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada.

Dia menambahkan, meskipun prospek jangka panjang emas masih bullish, pandangan untuk sisa tahun ini lebih berhati-hati, dengan potensi harga berkonsolidasi atau terkoreksi ringan dalam beberapa bulan mendatang seiring reli agresif di pasar saham.

Emas, yang kerap menjadi aset lindung nilai di masa ketidakpastian ekonomi atau geopolitik, cenderung diuntungkan dari tingkat suku bunga rendah.

Sementara itu, harga perak spot naik 1,5% menjadi US$38,46 per troy ounce, platinum turun 0,5% ke US$1.329,71, dan paladium terkoreksi 0,8% menjadi US$1.120,79.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor usai Rilis Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor usai Rilis Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street kembali mencatat rekor penutupan tertinggi pada Selasa (12/8), setelah laporan terbaru indeks harga konsumen (IHK) memicu keyakinan bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) hampir pasti akan melanjutkan pemangkasan suku bunga pada bulan depan.

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Usai Rilis Data Inflasi AS

Indeks S&P 500 ditutup naik 1,1%, sementara indeks teknologi Nasdaq 100 menguat 1,3%.

Meski inflasi inti AS pada Juli meningkat ke laju tercepat sejak awal tahun, data tersebut secara umum sesuai perkiraan ekonom. Hal ini menjadi kabar melegakan bagi pelaku pasar yang sebelumnya khawatir lonjakan harga akibat tarif impor dapat memicu ketidakpastian terkait waktu dimulainya pelonggaran kebijakan moneter The Fed.

“Data ini memberikan reli kecil yang menenangkan — lebih rendah dari perkiraan dan ramah bagi prospek pelonggaran The Fed,” ujar Gina Bolvin, Presiden Bolvin Wealth Management Group. “Namun dengan adanya faktor tarif, investor sebaiknya menikmati ketenangan ini sambil tetap waspada.”

Meski inflasi terbilang tinggi, Subadra Rajappa dari Societe Generale menilai kenaikannya belum cukup besar untuk mengubah ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga tahun ini. Menurutnya, pemangkasan suku bunga pada September sudah sepenuhnya diperhitungkan pasar dan Gubernur The Fed Jerome Powell kemungkinan tidak akan mengubah sikap pada pertemuan di Jackson Hole pekan depan.

“Kenaikan inflasi barang dan jasa menunjukkan harga naik secara merata,” kata Rajappa. “Namun, pelemahan pasar tenaga kerja mungkin cukup menjadi alasan bagi The Fed untuk meninggalkan kebijakan yang agak ketat.”

Akselerasi yang merata ini menjadi “kekhawatiran terbesar” dari data inflasi kali ini, menurut Natalie Gallagher, ekonom utama di Board. Ia mencatat, meski inflasi jasa secara tahunan stabil dibanding tahun lalu, secara bulanan justru meningkat dari Juni. Hal ini menandakan momentum inflasi inti masih kuat, bahkan tanpa dampak signifikan dari tarif.

“Itulah tantangan nyata bagi The Fed, dan alasan mengapa data ini memperkuat sikap hati-hati mereka,” ujar Gallagher.

Gubernur The Fed Richmond Tom Barkin mengatakan ketidakpastian arah ekonomi mulai berkurang. Namun, ia menilai masih belum jelas apakah bank sentral harus lebih fokus mengendalikan inflasi atau mendukung pasar kerja. Sementara itu, Gubernur The Fed Kansas City Jeff Schmid menyatakan ia lebih memilih mempertahankan suku bunga untuk saat ini demi mencegah aktivitas ekonomi yang terlalu kuat memicu tekanan inflasi.

Donald Trump memperpanjang gencatan tarif dengan China selama 90 hari hingga November, menunda kenaikan tarif yang seharusnya berlaku pada Selasa. Dalam unggahan media sosial, Trump menyatakan tidak ada perubahan kebijakan perdagangan AS atau ketentuan kesepakatan dengan China. Pemerintah China juga mengumumkan perpanjangan penangguhan tarif serupa selama 90 hari.

“Penundaan tarif besar AS terhadap barang-barang China akan menjadi kabar baik, terutama bagi pengecer Amerika menjelang musim belanja Natal,” kata Susannah Streeter, Kepala Divisi Uang dan Pasar di Hargreaves Lansdown.

Saham Intel Corp melonjak 5,6% setelah Trump mengatakan anggota kabinetnya akan melanjutkan pembicaraan dengan CEO Intel Lip-Bu Tan dalam beberapa hari ke depan, menyusul pertemuan pada Senin. Dalam pernyataan resmi, Intel menyebut Tan dan Trump membahas “komitmen memperkuat kepemimpinan teknologi dan manufaktur AS,” dan menggambarkan pertemuan itu sebagai “terbuka dan konstruktif.”

Sementara itu, saham maskapai menjadi salah satu sektor dengan kinerja terbaik seiring penurunan harga minyak dan peringatan Spirit Airlines bahwa perusahaan mungkin tidak dapat bertahan sebagai entitas usaha berkelanjutan. Indeks gabungan saham maskapai naik 9,2%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Hancur Lebur: Anjlok Hampir 2%, Saatnya Good Bye?

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Hancur Lebur: Anjlok Hampir 2%, Saatnya Good Bye?

Equityworld Futures | Harga emas lagi-lagi hancur lebur. Jelang data inflasi Amerika Serikat (AS) harga emas jatuh. Klarifikasi Presiden AS Donald Trump mengenai tidak adanya tarif untuk emas, belum mampu mendukung harga emas.

Equityworld Futures | Harga Emas Rontok 1,5% Lebih, Mending Jual atau Beli?

Pada perdagangan Senin (11/8/2025), harga emas dunia anjlok 1,60% di level US$3.344,15 per troy ons. Pelemahan ini memangkas kenaikan emas selama dua hari beruntun. Penutupan kemarin juga menjadi yang terendah sejak 31 Juli 2025.

Pada perdagangan hari ini Selasa (12/8/2025) hingga pukul 06.47 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,13% di posisi US$3.348,49 per troy ons.

Harga emas turun pada perdagangan Senin setelah Presiden Donald Trump mengatakan tidak akan ada tarif untuk emas batangan impor, sementara investor menunggu laporan inflasi AS yang dapat memberikan indikasi prospek suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Harga mencapai naik pada akhir pekan kemarin setelah laporan bahwa Washington mungkin akan mengenakan tarif impor khusus negara untuk emas batangan yang paling banyak diperdagangkan di AS.

Namun, dalam sebuah pernyataan yang diunggah di akun media sosialnya pada hari Senin, Trump mengatakan emas tidak akan dikenakan tarif, tetapi tidak memberikan detail lainnya.

Pasar mungkin sedikit lebih bearish, karena ketidakpastian ini telah berlalu, ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

“Para pedagang akan beralih dan fokus pada hal-hal lain, dan itu mungkin justru menguntungkan emas karena prospek suku bunga yang lebih rendah segera di AS,” tambah Wyckoff.

Dari sisi data, data harga konsumen AS akan dirilis pada hari Selasa, diikuti oleh data harga produsen pada hari Kamis.

“Jika angka inflasi minggu ini lebih tinggi dari perkiraan, hal itu dapat memberi The Fed alasan untuk menunda pemangkasan suku bunga yang diantisipasi pada bulan September, yang akan berdampak negatif pada harga emas,” tambah Wyckoff.

Laporan pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan baru-baru ini telah meningkatkan taruhan para pedagang untuk pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan September.

Negosiasi perdagangan juga menjadi sorotan seiring mendekatnya batas waktu 12 Agustus yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump untuk kesepakatan AS dengan China.

Sementara itu, Trump akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 15 Agustus di Alaska untuk merundingkan diakhirinya perang di Ukraina.

Emas cenderung berkinerja baik selama periode ketidakpastian dan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Menguat

Equityworld Futures | Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Menguat

Equityworld Futures | Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Jumat (8/8) waktu setempat. Kenaikan ini ditopang oleh lonjakan indeks komposit Nasdaq ke level tertinggi.

Equityworld Futures | Harga Emas Ambles 1% Lebih, Pasar Tunggu Kejelasan Tarif dari Gedung Putih

Nasdaq naik 0,98% ke level penutupan tertinggi sepanjang masa di 21.450,02. Indeks yang didominasi saham teknologi ini bahkan sempat menyentuh rekor intraday tertinggi pada awal perdagangan.

S&P 500 turut naik 0,78% ke level 6.389,45, hanya sedikit di bawah rekor penutupan sebelumnya. Dow Jones Industrial Average bertambah 206,97 poin atau 0,47% ke posisi 44.175,61.

Secara mingguan, ketiga indeks utama mencatatkan kinerja positif. Dow Jones yang terdiri atas 30 saham unggulan, naik sekitar 1,4%. S&P 500 menguat 2,4%, sedangkan Nasdaq mencatatkan lonjakan terbesar, yakni 3,9% dalam sepekan.

Saham sektor teknologi di S&P 500 dan Nasdaq memimpin penguatan, terutama Apple Inc. Saham produsen iPhone ini melonjak 13% sepanjang pekan menjadi terunggul sejak Juli 2020.

Kenaikan terjadi setelah Apple mengumumkan rencana investasi sekitar US$ 600 miliar selama empat tahun di Amerika Serikat yang dinilai sebagai upaya meredakan ketegangan dagang dengan Presiden Donald Trump.
Penguatan saham Apple berlanjut pada Jumat dengan kenaikan tambahan 4,2%. Sentimen positif berlanjut setelah Trump pada awal pekan mengumumkan rencana tarif 100% untuk semikonduktor impor dengan pengecualian bagi perusahaan yang memproduksi di AS.
Sementara itu, investor tampaknya menilai tarif semikonduktor yang diumumkan lebih ringan dari perkiraan dan cenderung mengabaikan kebijakan tarif timbal balik atau resiprokal Trump yang berlaku sejak tengah malam Kamis (7/8).

Tarif tertinggi dalam kebijakan ini antara lain 41% untuk Suriah serta 40% untuk Laos dan Myanmar.

Trump pada Jumat memperingatkan pengadilan AS agar tidak membatalkan kebijakan tarif tersebut. Dalam unggahan di Truth Social, ia menyatakan bahwa pencabutan kebijakan dapat memicu krisis serupa depresi hebat 1929.

Ia juga mengklaim bahwa bea masuk telah memberikan dampak positif signifikan terhadap pasar.

Saham-saham sempat anjlok setelah pengumuman tarif Trump pada April, dengan S&P 500 memasuki wilayah koreksi usai mengalami penurunan harian terbesar sejak 2020.

“Reaksi pasar terhadap pengumuman 2 April menunjukkan bagaimana pasar memandang tarif,” kata ahli strategi investasi di Baird, Ross Mayfield, dikutip CNBC, Senin (11/8).

Menurut Ross, investor cenderung memperkirakan pemerintah tidak akan melaksanakan rencana tarif yang terlalu agresif.

“Ini seperti permainan ayam dan telur. Jika pasar menunggu pemerintah mengalah, sementara pemerintah menganggap pasar mendukung kebijakan, dinamika ini menjadi cukup rumit,” ujarnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Saham Apple Melonjak 5 Persen

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Saham Apple Melonjak 5 Persen

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menguat pada perdagangan yang berakhir Rabu sore waktu setempat (Kamis pagi WIB).

Equityworld Futures | Diobral Bandar, Harga Emas Akhirnya Tumbang Setelah Terbang 4 Hari

Pergerakan pasar saham ditopang hasil kinerja Apple pada semester I-2025.

Indeks S&P 500 naik 0,73 persen dan ditutup pada level 6.345,06.

Sementara indeks Nasdaq Composite naik 1,21 persen dan ditutup pada level 21.169,42.

Kemudian, indeks Dow Jones Industrial Average naik 81,38 poin, atau 0,18 persen, berakhir pada 44.193,12.

Saham Apple naik 5 persen setelah seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa produsen iPhone tersebut akan meningkatkan investasinya di sektor manufaktur domestik sebesar 100 miliar dollar AS.

Hal ini menjadikan total investasinya di AS menjadi 600 miliar dollar AS selama empat tahun ke depan.

Pergerakan tersebut seiring dengan hari yang merugikan bagi pasar, menandai S&P 500 hari kelima dari enam hari terakhir dan Dow sesi negatif keenam dari tujuh sesi terakhir.

Musim laporan keuangan berlanjut dengan perusahaan-perusahaan melaporkan hasil yang kuat.

Sebanyak 81 persen perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerja hingga saat ini melampaui ekspektasi.

Di antara mereka yang berkinerja terbaik hari ini, misalnya adalah McDonald’s yang menguat hampir 3 persen lebih tinggi setelah hasil kuartal kedua jaringan restoran cepat saji tersebut melampaui estimasi Wall Street untuk pendapatan dan laba bersih.
Penjualan di toko yang sama tumbuh pada laju tercepat dalam hampir dua tahun.

Selanjutnya, saham Arista Networks juga melonjak 17 persen karena laporan yang lebih kuat dari perkiraan.

Di sisi lain, saham Snap anjlok 17 persen setelah pendapatannya sedikit di bawah ekspektasi.

Sementara itu, saham Advanced Micro Devices turun lebih dari 6 persen setelah membukukan laba per saham yang disesuaikan yang meleset dari perkiraan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Global Menguat, Investor Tunggu Penunjukan Pejabat The Fed

Equityworld Futures | Harga Emas Global Menguat, Investor Tunggu Penunjukan Pejabat The Fed

Equityworld Futures | Harga emas global naik ke level tertinggi dalam hampir dua pekan pada Selasa (5/8/2025), didorong meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Investor juga menantikan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait penunjukan pejabat baru bank sentral tersebut.

Equityworld Futures | JPMorgan Yakin Harga Emas Masih Akan Terbang, Prediksi Segini

Dilansir dari Reuters, harga emas spot pada Selasa diperdagangkan di atas level US$ 3.380,20 per troi ons. Penguatan emas turut ditopang pelemahan dolar AS, yang membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang asing.

Pasar kini memperkirakan akan ada dua kali pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun, dimulai pada September, setelah data perekrutan tenaga kerja AS untuk Juni yang dirilis pekan lalu jauh di bawah ekspektasi. Data lemah tersebut juga diikuti langkah Trump memecat Kepala Biro Statistik Tenaga Kerja Erika McEntarfer.

“Pasar masih merasakan dampak dari pekan lalu yang penuh rilis data, ditambah keputusan pemerintahan Trump mengganti kepala BLS,” kata analis komoditas TD Securities, Daniel Ghali.

“Semua faktor ini memperkuat harga emas, sekaligus mendukung pandangan bahwa dolar AS sebagian kehilangan fungsi penyimpan nilai,” tambahnya.

Emas dikenal sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian dan cenderung menguat saat suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Selain emas, harga perak spot naik 1,2% menjadi US$ 37,85 per troi ons, tertinggi sejak 30 Juli. Sementara itu, platinum turun 1% ke US$ 1.316,35 per troi ons, dan paladium merosot 2,1% ke US$ 1.181,21 per ons.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Rebound usai Tertekan

Equityworld Futures | Wall Street Rebound usai Tertekan

Equityworld Futures | Indeks Wall Street mencatatkan rebound tajam pada Senin, 4 Agustus 2025. Pasar saham AS ini pulih dari penurunan tajam pekan lalu yang dipicu oleh data ketenagakerjaan yang lemah dan ketegangan perdagangan yang kembali memanas.

Equityworld Futures | Diam-Diam Harga Emas Sudah Terbang 3 Hari Beruntun, Sampai Kapan Naik?

Dilansir dari Investing.com, Selasa, 5 Agustus 2025, S&P 500 melonjak 1,5 persen, sementara NASDAQ Composite melonjak dua persen. Dow Jones Industrial Average naik 1,3 persen.

Ketiga indeks tersebut melemah pekan lalu karena pengumuman tarif baru oleh Presiden Trump mengguncang investor, sementara data penggajian non-pertanian yang lebih lemah dari perkiraan semakin menekan optimisme.

Data yang lemah tersebut memicu kekhawatiran ekonomi, mendorong pasar untuk memperkirakan sekitar 84 persen kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed pada bulan September, menurut CME FedWatch.

Penerapan tarif Trump

Secara paralel, Presiden Trump menutup penerapan tarif besar-besaran pekan lalu dengan memperingatkan ia akan menaikkan bea masuk impor dari India secara substansial sebagai tanggapan atas pembelian minyak Rusia yang berkelanjutan.

Ancaman terbarunya ini menyusul tarif 25 persen yang baru-baru ini diberlakukan terhadap India.

Pekan lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan tarif tinggi pada impor dari hampir 70 negara.
Laporan keuangan perusahaan

Saham Palantir Technologies naik 4,5 persen dalam perdagangan setelah jam perdagangan, melanjutkan kenaikan empat persen pada perdagangan hari itu, setelah perusahaan teknologi pertahanan tersebut melaporkan pendapatan kuartalan yang melampaui USD1 miliar untuk pertama kalinya.

Sementara itu, Hims Hers Health Inc turun lebih dari 13 persen dalam perdagangan lanjutan setelah melaporkan hasil yang beragam. Meskipun laba bersihnya lebih tinggi, perusahaan melaporkan pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan.

Ke depannya, Advanced Micro Devices (AMD), Rivian Automotive, dan Caterpillar Inc akan melaporkan kinerja keuangan pada hari Selasa, sementara pada hari Rabu akan dirilis laporan keuangan dari Walt Disney, McDonald’s, dan Uber.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street hingga Saham Global Ditutup Anjlok Respons Tarif Baru Trump

Equityworld Futures | Wall Street hingga Saham Global Ditutup Anjlok Respons Tarif Baru Trump

Equityworld Futures | Kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap puluhan mitra dagang mengguncang Wall Street hingga pasar saham global pada Jumat (1/8).

Equityworld Futures | Arah Harga Emas Bakal Begini

Kondisi itu memicu reaksi cepat dari berbagai negara dan perusahaan yang berupaya mencari kesepakatan dagang yang lebih baik.

Mengutip Reuters, saat Trump terus mendorong rencana untuk menata ulang perekonomian global dengan tarif tertinggi sejak awal 1930-an, beberapa negara bereaksi keras.

Swiss, yang merasa “terkejut” atas tarif 39 persen, meminta untuk bernegosiasi kembali. Sementara India, yang terkena tarif 25 persen, juga mengambil langkah serupa.

Tarif baru ini juga mencakup bea masuk sebesar 35 persen untuk berbagai produk dari Kanada, 50 persen untuk Brasil, dan 20 persen untuk Taiwan.
Pemerintah Taiwan menyebut tarif tersebut bersifat “sementara” dan berharap dapat mencapai angka yang lebih rendah dalam waktu dekat.

Berdasarkan dokumen resmi Gedung Putih, tarif baru berkisar antara 10 persen hingga 41 persen akan mulai berlaku pada 7 Agustus untuk 69 mitra dagang.
Analis dari Capital Economics memperkirakan kebijakan ini akan meningkatkan tarif efektif AS menjadi sekitar 18 persen, dari sebelumnya hanya 2,3 persen tahun lalu.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started