Equityworld Futures | Harga Emas Stagnan Disokong Meredanya Ketegangan Perdagangan Global

Equityworld Futures | Harga Emas Stagnan Disokong Meredanya Ketegangan Perdagangan Global

Equityworld Futures | Harga emas bertahan stabil setelah penurunan tajam di sesi sebelumnya, karena meredanya ketegangan perdagangan mengurangi permintaan untuk aset safe haven, membayangi dukungan dari dolar yang lebih lemah.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah

Kamis (24/7) pukul 09.30 WIB, harga emas spot stagnan di US$ 3.387,15 per ons troi, setelah turun 1,3% di sesi sebelumnya.

Sejalan, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Agustus 2025 melemah 0,1% ke US$ 3.492,5 per ons troi.

“Kemarin, kami melihat harga emas tampaknya akan bersiap untuk kenaikan berikutnya hingga berita perdagangan keluar, yang memicu aksi ambil untung,” kata Brian Lan, Direktur Pelaksana di GoldSilver Central, Singapura.

“Kami juga melihat dolar melemah cukup tajam, dan tentu saja, hal ini juga mendukung emas. Jadi, saya pikir ini merupakan sedikit retracement saat ini. Faktanya, kami masih cukup optimis terhadap emas.”

Menandakan kemajuan dalam tarif, Presiden AS Donald Trump mencapai kesepakatan perdagangan dengan Jepang yang menurunkan tarif impor otomotif.

Uni Eropa dan Amerika Serikat hampir mencapai kesepakatan perdagangan serupa yang akan mengenakan tarif 15% pada impor Eropa, sekaligus menghapuskan bea masuk untuk beberapa barang, menurut pejabat Komisi Eropa.

Sentimen risiko di pasar keuangan yang lebih luas meningkat didorong oleh kemajuan dalam perundingan perdagangan dan harapan bahwa lebih banyak kesepakatan dapat tercapai.

Memberikan dukungan bagi emas, indeks dolar AS jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua minggu, membuat emas batangan yang dihargakan dalam dolar AS lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Investor juga menantikan keputusan suku bunga dari Bank Sentral Eropa yang akan dirilis hari ini.

Yang juga menjadi sorotan adalah angka klaim pengangguran mingguan AS pada hari Kamis dan data PMI kilat S&P Global yang akan dipantau untuk mengukur kesehatan ekonomi menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve minggu depan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Indeks S&P 500 Cetak Rekor Lagi

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Indeks S&P 500 Cetak Rekor Lagi

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan yang berakhir Selasa sore waktu setempat (Rabu pagi WIB).

Equityworld Futures | Harga Minyak Naik pada Rabu (23/7) Pagi, Investor Cermati Kemajuan Perundingan Dagang

Indeks S&P 500 mencatat rekor penutupan baru yang tipis pada hari Selasa, karena para pedagang mempertimbangkan laporan keuangan terbaru dan perkembangan perdagangan.

Indeks pasar luas itu naik 0,06 persen hingga ditutup pada level 6.309,62 dan mencatat rekor penutupan ke-11 pada 2025.

Lalu, indeks Dow Jones Industrial Average yang terdiri dari 30 saham naik 179,37 poin, atau 0,40 persen, dan ditutup pada level 44.502,44.

Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite melemah 0,39 persen dan ditutup pada 20.892,69, terbebani oleh penurunan saham teknologi. Ini adalah hari negatif pertama bagi indeks yang didominasi saham teknologi ini dalam tujuh sesi.

Saham chip berada di bawah tekanan, karena sentimen pesimis dalam sektor ini dipicu oleh laporan The Wall Street Journal yang mengatakan bahwa proyek AI SoftBank dan OpenAI senilai 500 miliar dollar AS menghadapi kesulitan dalam memulai dan mengurangi rencana jangka pendeknya.

Saham Broadcom melandai lebih dari 3 persen. Sedangkan, saham kecerdasan buatan yang jadi favorit seperti Nvidia turun lebih dari 2 persen. Adapun, Manufaktur Semikonduktor Taiwan turun hampir 2 persen.

Sementara itu, saham perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan seperti Lockheed Martin turun hampir 11 persen setelah pendapatan perusahaan untuk kuartal II-2025 tidak memenuhi perkiraan analis. Demikian pula, saham Philip Morris turun 8 persen setelah pendapatan perusahaan tembakau itu pada kuartal II-2025 gagal tercapai.

Namun, penurunan tersebut diimbangi oleh kenaikan di pasar yang lebih luas di luar sektor teknologi. Investor khususnya beralih ke sektor perawatan kesehatan, yang berkinerja lebih baik dengan kenaikan hampir 2 persen pada hari itu.

Hal ini diperkuat oleh kenaikan saham IQVIA, yang melonjak hampir 18 persen setelah laba dan pendapatannya melampaui ekspektasi. Selain itu, ada juga nama-nama lain sepertiAmgen dan Merck.

Saham-saham berkapitalisasi kecil juga berkinerja lebih baik, karena indeks Russell 2000 menguat 0,8 persen.

Hal ini terungkap setelah hampir 90 perusahaan S&P 500 melaporkan kinerjanya, dengan hampir 85 persen di antaranya melampaui estimasi analis. Perhatian tertuju pada komentar dari perusahaan-perusahaan tentang kepastian ekonomi makro, dampak tarif, dan detail permintaan serta pengeluaran terkait AI.

Induk usaha Google, Alphabet dan Tesla akan melaporkan kinerja pada hari Rabu, mengawali laporan keuangan yang sangat dinantikan dari
perusahaan-perusahaan “Magnificent Seven”.
Perusahaan-perusahaan teknologi berkapitalisasi besar ini diperkirakan akan berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan yang signifikan musim ini.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Global Naik 1 Persen Berkat Pelemahan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga Emas Global Naik 1 Persen Berkat Pelemahan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga emas melonjak lebih dari 1%, mencapai level tertinggi lima mingguan seiring melemahnya dolar dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) di tengah ketidakpastian menjelang tenggat waktu tarif Trump pada 1 Agustus.

Equityworld Futures | Harga Emas Tiba-tiba Melonjak 1% Lebih Tapi Jangan Senang Dulu.

Emas spot naik 1,3% menjadi US$ 3.394,23 per ons, mencapai level tertinggi sejak 17 Juni. Emas berjangka AS ditutup menguat 1,4% menjadi US$ 3.406,40.

Indeks dolar AS (DXY) turun 0,6%, membuat emas berdenominasi dolar lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun mencapai level terendah dalam lebih dari satu minggu.

“Dengan semakin dekatnya tenggat waktu 1 Agustus, hal ini menimbulkan ketidakpastian di pasar dan hal itu tentu saja mendukung harga emas,” kata direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, David Meger, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (22/7/2025).

Di sisi suku bunga, para pedagang memperkirakan peluang penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS baru akan terjadi pada bulan September. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa seluruh Federal Reserve perlu diperiksa sebagai sebuah institusi.

Obrolan tentang penurunan suku bunga AS semakin meningkat, dengan spekulasi seputar kemungkinan penggantian Ketua Fed Jerome Powell dan perombakan Fed menambah kekhawatiran pasar. Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Data menunjukkan bahwa konsumen emas terbesar dunia, Tiongkok, mengimpor 63 metrik ton logam mulia bulan lalu, jumlah terendah sejak Januari. Impor platinumnya pada bulan Juni turun 6,1% dibandingkan bulan sebelumnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Naiknya Minyak Dan Bursa Wall Street Akan Lecut Indeks Lokal

Equityworld Futures | Naiknya Minyak Dan Bursa Wall Street Akan Lecut Indeks Lokal

Equityworld Futures | Naiknya harga minyak dan bursa Wall Street semalam akan menjadi sentimen potitif bagi perdagangan bursa domestik hari ini sehingga bisa melecut indeks harga saham gabungan (IHSG).

Equityworld Futures | Harga Emas Menuju US$ 3.400, Ini Pemicunya

Harga minyak di bursa komoditas New York Selasa waktu setempat ditutup naik US$ 0,55 (0,77 persen) ke level US$ 71,99 per barel. Dan pagi ini di pasar Asia harga minyak yang kembali merangkak ke level US$ 72,4 per barel diharapkan mampu mengerek harga saham pertambangan.

Indeks Dow Jones industri menguat 123,49 poin (1,26 persen) ke level 9.939,98. Indeks S&P 500 juga naik 11,53 poin (1,1 persen) menjadi 1.062,0, sedangkan indeks saham teknologi Nasdaq justru terkoreksi 57,33 poin (0,15 persen) menjadi 2.170,57.

Bursa Australia pagi ini menguat 0,14 persen, bursa Seoul juga naik 0,15 persen, dan bursa Selandai Baru juga naik 0,75 persen. Sedangkan bursa Tokyo malah terkoreksi 0,67 persen.

Analis dari PT Panin Sekuritas Tbk., Purwoko Sartono menjelaskan pergerakan indeks lokal masih akan dibayangi oleh bursa regional. Sehingga dengan naiknya indeks Dow Jones lebih dari 100 poin bisa memberi dorongan bagi penguatan indeks lokal hari ini.

“Namun demikian, indeks masih terlihat dalam area konsolidasi untuk beberapa waktu mendatang,” ujarnya.

Untuk hari ini diperkirakan indeks akan bergerak dalam kisaran antara 2.750 hingga 2.814.

Pada perdagangan Selasa (8/6) kemarin indeks ditutup naik 29,75 poin (1,08 persen) ke level 2.779,983 dibanding sehari sebelumnya di 2.750,233.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat Ikuti Wall Street Jumat (18/7), Yen Melemah Jelang Pemilu Jepang

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat Ikuti Wall Street Jumat (18/7), Yen Melemah Jelang Pemilu Jepang

Equityworld Futures | Bursa saham Asia menguat pada Jumat (18/7), mengikuti reli di Wall Street, setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang masih solid dan laporan keuangan perusahaan yang kuat meredam kekhawatiran pasar terkait tarif.

Equityworld Futures | Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar dan Data Ekonomi AS

Sementara itu, yen Jepang melemah untuk pekan kedua berturut-turut menjelang pemilu majelis tinggi Jepang.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor tertinggi semalam, dipicu oleh data penjualan ritel dan klaim tunjangan pengangguran AS yang melebihi ekspektasi.

Data ini menunjukkan perbaikan moderat ekonomi yang memberi ruang bagi The Fed untuk menimbang dampak inflasi dari tarif yang lebih tinggi.

Raksasa streaming Netflix mencatat laba kuartal II yang melampaui ekspektasi berkat pelemahan dolar AS.

Namun, sahamnya turun 1,8% dalam perdagangan pasca-penutupan, karena analis menilai kinerja kuat tersebut telah tercermin dalam harga saham sebelumnya.

Pada Jumat pagi, indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,8%, tertinggi sejak akhir 2021, dengan kenaikan mingguan mencapai 1,7%.

Sebaliknya, indeks Nikkei Jepang melemah 0,2%. Yen diperdagangkan di level 148,54 per dolar AS, turun sekitar 0,7% pekan ini, setelah jajak pendapat menunjukkan koalisi Perdana Menteri Shigeru Ishiba berisiko kehilangan mayoritas dalam pemilu yang akan digelar Minggu.

Data inflasi inti Jepang yang dirilis Jumat menunjukkan perlambatan pada Juni akibat pemangkasan sementara tagihan utilitas.

Namun, inflasi tetap berada di atas target 2% Bank of Japan. Tingginya biaya hidup, termasuk lonjakan harga beras, turut memicu penurunan popularitas Ishiba.

“Jika PM Ishiba memutuskan mundur akibat kekalahan pemilu, USD/JPY bisa dengan mudah menembus level 149,7, membuka potensi gejolak politik awal,” kata Jayati Bharadwaj, Kepala Strategi Valas di TD Securities.

“Sebaliknya, yen bisa menguat kembali jika koalisi penguasa menang dan mampu mencapai kemajuan cepat dalam perundingan dagang dengan Trump.”

Saham-saham unggulan China naik 0,3%, sementara indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 1,2%.

Saham TSMC di bursa Taipei produsen utama chip AI canggih dunia naik 2,2% setelah membukukan laba kuartalan tertinggi sepanjang masa pada Kamis.

Namun, perusahaan memperingatkan bahwa pendapatan mendatang bisa terdampak oleh tarif AS.

Di pasar valuta asing, dolar AS kembali tertekan pada Jumat meskipun sempat menguat 0,3% terhadap mata uang utama semalam.

Secara mingguan, dolar mencatatkan kenaikan 0,6%, memperpanjang rebound dari level terendah dalam 3,5 tahun yang terjadi dua pekan lalu.

Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan pada Kamis bahwa dirinya masih mendukung pemangkasan suku bunga akhir bulan ini. Namun, sebagian besar pejabat Fed lainnya belum menunjukkan indikasi keinginan untuk melonggarkan kebijakan.

Kontrak berjangka dana Fed kini hampir tidak memproyeksikan peluang pemangkasan suku bunga pada 30 Juli, sementara peluang pemangkasan pada September diperkirakan sekitar 62%.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun tipis di sesi Asia. Yield obligasi 10 tahun AS melemah 2 basis poin menjadi 4,445%, sementara yield obligasi 2 tahun turun ke 3,898%.

Harga minyak relatif stabil pada Jumat, setelah naik US$1 semalam menyusul serangan drone keempat berturut-turut terhadap ladang minyak di Kurdistan, Irak, yang meningkatkan kekhawatiran geopolitik di kawasan.

Minyak mentah AS naik tipis 0,2% menjadi US$67,66 per barel, sedangkan Brent menguat 0,2% ke level US$69,68 per barel. Namun, keduanya mencatat pelemahan sekitar 1% dalam sepekan.

Sementara itu, harga emas spot stabil di US$3.337 per ons troi, meskipun diperkirakan turun 0,5% sepanjang pekan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat Ikuti Wall Street Jumat (18/7), Yen Melemah Jelang Pemilu Jepang

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat Ikuti Wall Street Jumat (18/7), Yen Melemah Jelang Pemilu Jepang

Equityworld Futures | Bursa saham Asia menguat pada Jumat (18/7), mengikuti reli di Wall Street, setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang masih solid dan laporan keuangan perusahaan yang kuat meredam kekhawatiran pasar terkait tarif.

Equityworld Futures | Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar dan Data Ekonomi AS

Sementara itu, yen Jepang melemah untuk pekan kedua berturut-turut menjelang pemilu majelis tinggi Jepang.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor tertinggi semalam, dipicu oleh data penjualan ritel dan klaim tunjangan pengangguran AS yang melebihi ekspektasi.

Data ini menunjukkan perbaikan moderat ekonomi yang memberi ruang bagi The Fed untuk menimbang dampak inflasi dari tarif yang lebih tinggi.

Raksasa streaming Netflix mencatat laba kuartal II yang melampaui ekspektasi berkat pelemahan dolar AS.

Namun, sahamnya turun 1,8% dalam perdagangan pasca-penutupan, karena analis menilai kinerja kuat tersebut telah tercermin dalam harga saham sebelumnya.

Pada Jumat pagi, indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,8%, tertinggi sejak akhir 2021, dengan kenaikan mingguan mencapai 1,7%.

Sebaliknya, indeks Nikkei Jepang melemah 0,2%. Yen diperdagangkan di level 148,54 per dolar AS, turun sekitar 0,7% pekan ini, setelah jajak pendapat menunjukkan koalisi Perdana Menteri Shigeru Ishiba berisiko kehilangan mayoritas dalam pemilu yang akan digelar Minggu.

Data inflasi inti Jepang yang dirilis Jumat menunjukkan perlambatan pada Juni akibat pemangkasan sementara tagihan utilitas.

Namun, inflasi tetap berada di atas target 2% Bank of Japan. Tingginya biaya hidup, termasuk lonjakan harga beras, turut memicu penurunan popularitas Ishiba.

“Jika PM Ishiba memutuskan mundur akibat kekalahan pemilu, USD/JPY bisa dengan mudah menembus level 149,7, membuka potensi gejolak politik awal,” kata Jayati Bharadwaj, Kepala Strategi Valas di TD Securities.

“Sebaliknya, yen bisa menguat kembali jika koalisi penguasa menang dan mampu mencapai kemajuan cepat dalam perundingan dagang dengan Trump.”

Saham-saham unggulan China naik 0,3%, sementara indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 1,2%.

Saham TSMC di bursa Taipei produsen utama chip AI canggih dunia naik 2,2% setelah membukukan laba kuartalan tertinggi sepanjang masa pada Kamis.

Namun, perusahaan memperingatkan bahwa pendapatan mendatang bisa terdampak oleh tarif AS.

Di pasar valuta asing, dolar AS kembali tertekan pada Jumat meskipun sempat menguat 0,3% terhadap mata uang utama semalam.

Secara mingguan, dolar mencatatkan kenaikan 0,6%, memperpanjang rebound dari level terendah dalam 3,5 tahun yang terjadi dua pekan lalu.

Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan pada Kamis bahwa dirinya masih mendukung pemangkasan suku bunga akhir bulan ini. Namun, sebagian besar pejabat Fed lainnya belum menunjukkan indikasi keinginan untuk melonggarkan kebijakan.

Kontrak berjangka dana Fed kini hampir tidak memproyeksikan peluang pemangkasan suku bunga pada 30 Juli, sementara peluang pemangkasan pada September diperkirakan sekitar 62%.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun tipis di sesi Asia. Yield obligasi 10 tahun AS melemah 2 basis poin menjadi 4,445%, sementara yield obligasi 2 tahun turun ke 3,898%.

Harga minyak relatif stabil pada Jumat, setelah naik US$1 semalam menyusul serangan drone keempat berturut-turut terhadap ladang minyak di Kurdistan, Irak, yang meningkatkan kekhawatiran geopolitik di kawasan.

Minyak mentah AS naik tipis 0,2% menjadi US$67,66 per barel, sedangkan Brent menguat 0,2% ke level US$69,68 per barel. Namun, keduanya mencatat pelemahan sekitar 1% dalam sepekan.

Sementara itu, harga emas spot stabil di US$3.337 per ons troi, meskipun diperkirakan turun 0,5% sepanjang pekan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Ikut Pesta Wall Street, Bursa Asia Kompak Menguat Pagi ini

Equityworld Futures | Ikut Pesta Wall Street, Bursa Asia Kompak Menguat Pagi ini

Equityworld Futures | Bursa Asia-Pasifik kompak menguat mengikuti kenaikan Wall Street dengan sentimen laporan data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kuat dan sejumlah pendapatan perusahaan yang lebih baik dari perkiraan pagi ini, Jumat (18/7/2025).

Equityworld Futures | Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar dan Data Ekonomi AS

Pasar saham Australia membukukan kenaikan rekor tertinggi dengan indeks S&P/ASX 200 Australia yang naik 0,58% ke 8.689,4 pada awal perdagangan. Secara year-to-date, indeks acuan ini telah naik 6,62%.

Saham-saham yang masuk dalam indeks seperti raksasa pertambangan BHP dan Rio Tinto masing-masing naik 1,7% dan 1,32%. Perusahaan bioteknologi CSL naik lebih dari 1,7%.

Selanjutnya, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, naik 0,39% pada pembukaan, sementara Topix naik 0,26% pada pukul 8.02 pagi waktu setempat. Kospi Korea Selatan naik 0,21% dan Kosdaq yang berkapitalisasi kecil naik 0,28%.

Mengutip CNBC Internasional, inflasi inti Jepang mendingin pada bulan Juni seperti yang diharapkan, turun dari level tertinggi 29 bulan karena harga beras yang melemah.

Inflasi inti Jepang turun menjadi 3,3% di bulan Juni, turun dari level tertinggi 29 bulan di 3,7% karena inflasi beras menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Sementara itu, Wall Street kompak menguat pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia, terdorong oleh laporan data ekonomi terbaru serta serangkaian rilis kinerja keuangan perusahaan.

Indeks S&P 500 naik 0,54% dan mencetak penutupan rekor baru di level 6.297,36, merupakan rekor kesembilan tahun ini.

Indeks Nasdaq Composite, yang sarat saham teknologi, melonjak 0,75% dan mencapai rekor penutupan kesepuluh di tahun 2025, yakni di level 20.885,65. Kedua indeks tersebut juga menyentuh rekor tertinggi intraday sepanjang masa.

Indeks Dow Jones Industrial Average menanjak 229,71 poin atau 0,52%, dan berakhir di level 44.484,49.

Saham PepsiCo melonjak lebih dari 7% setelah mencatat laba yang lebih baik dari perkiraan analis. United Airlines juga naik 3% setelah maskapai tersebut melaporkan laba yang melampaui ekspektasi pasar.

Rangkaian laporan laba kuartalan yang dirilis minggu ini telah melampaui ekspektasi Wall Street sehingga meningkatkan kepercayaan investor.

Sekitar 50 komponen indeks S&P 500 telah melaporkan kinerjanya sejauh ini, dan 88% di antaranya mengalahkan perkiraan analis.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Efek Trump Mulai Terasa! Dolar & Treasury Langsung Naik

Equityworld Futures | Efek Trump Mulai Terasa! Dolar & Treasury Langsung Naik

Equityworld Futures | Dolar AS dan imbal hasil Treasury sedikit menguat pada hari Rabu (15/7), yang pada gilirannya terus menekan yen setelah laporan inflasi AS terbaru menunjukkan tanda-tanda bahwa tarif Presiden Donald Trump mulai menekan harga.

Equityworld Futures | Harga Emas Bikin Frustasi: Kehilangan Arah, Gak Tahu Kapan Naiknya

Kenaikan harga berbagai barang seperti kopi, peralatan audio, dan perabot rumah tangga mendorong laju inflasi lebih tinggi pada bulan Juni, dengan kenaikan substansial pada harga barang-barang impor yang banyak tersebut.

Hal ini mendorong dolar dan imbal hasil obligasi lebih tinggi karena investor mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve tahun ini.

Lonjakan dolar AS paling terlihat terhadap yen, karena mendorong mata uang Jepang tersebut ke level terendah empat bulan di 149,03 yen semalam. Dolar AS terakhir diperdagangkan pada 148,90 yen.

Euro dan poundsterling juga melemah mendekati level terendah tiga minggu yang dicapai pada sesi sebelumnya, dan terakhir dibeli masing-masing di $1,1608 dan $1,3394. Para pedagang kini memperkirakan pelonggaran kebijakan The Fed sebesar sekitar 43 basis poin pada bulan Desember, turun dari sedikit di atas 50 bps pada awal pekan.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tinggi pada hari Rabu, dengan imbal hasil acuan 10-tahun mencapai level tertinggi satu bulan di 4,4950%.

Imbal hasil dua tahun stabil di 3,9503%, setelah naik sekitar 6 bps pada sesi sebelumnya.

Hal ini membuat dolar AS tetap terdukung terhadap sekeranjang mata uang, karena nilainya mendekati level tertinggi satu bulan di 98,60.

Di tempat lain, dolar Australia menguat 0,02% menjadi $0,6517 setelah turun 0,45% pada hari Selasa. Dolar Selandia Baru naik 0,17% menjadi $0,5955.

Yang juga membebani pikiran investor adalah prospek bahwa penerus Powell nantinya bisa jadi seseorang yang lebih cenderung menurunkan suku bunga, yang berpotensi memicu kenaikan harga.

Trump telah mengecam Powell selama berbulan-bulan karena tidak melonggarkan kebijakan moneternya dan berulang kali mendesaknya untuk mengundurkan diri. Pada hari Selasa, Trump mengatakan bahwa pembengkakan biaya renovasi kantor pusat The Fed di Washington senilai $2,5 miliar dapat berujung pada pemecatan.

Dalam hal perdagangan, Trump pada hari Selasa mengatakan bahwa AS akan mengenakan tarif sebesar 19% untuk barang-barang dari Indonesia berdasarkan perjanjian dengan negara Asia Tenggara tersebut dan bahwa lebih banyak kesepakatan sedang digodok.

Ia juga mengatakan bahwa surat pemberitahuan tarif kepada negara-negara yang lebih kecil akan segera dikirimkan, dan bahwa pemerintahannya kemungkinan akan menetapkan tarif “sedikit di atas 10%” untuk negara-negara tersebut.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Source : News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Equityworld Futures | Wall Street Tebar Banyak Cuan saat Investor Pantau Tarif Trump

Equityworld Futures | Wall Street Tebar Banyak Cuan saat Investor Pantau Tarif Trump

Equityworld Futures | Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street naik moderat pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena investor bersiap menghadapi dimulainya musim laporan keuangan kuartal kedua yang tidak resmi, sementara ketegangan perdagangan semakin menambah ketidakpastian.

Equityworld Futures | Harga Emas Akhirnya Runtuh, Takluk oleh “Musuh Abadi” nya

Mengutip Xinhua, Selasa, 15 Juli 2025, indeks Dow Jones Industrial Average naik 88,14 poin, atau 0,20 persen, dan ditutup pada level 44.459,65. Indeks S&P 500 naik 8,81 poin, atau 0,14 persen, ke level 6.268,56. Indeks Nasdaq Composite naik 54,80 poin, atau 0,27 persen, dan ditutup pada level 20.640,33, rekor penutupan baru.

Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup di zona hijau, dengan sektor jasa komunikasi dan keuangan memimpin penguatan dengan masing-masing naik 0,73 persen dan 0,67 persen. Sementara itu, sektor energi dan material memimpin penguatan dengan masing-masing turun 1,2 persen dan 0,44 persen.

Pelaku pasar tetap fokus pada peningkatan ancaman tarif setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan AS akan menerapkan tarif 30 persen atas impor dari Uni Eropa dan Meksiko mulai 1 Agustus. Para pejabat dari Uni Eropa dan Meksiko mengatakan mereka akan melanjutkan perundingan dengan Washington dalam beberapa minggu mendatang dengan harapan dapat mengamankan penurunan tarif.

Perkembangan tarif ini muncul menjelang laporan Indeks Harga Konsumen periode Juni, yang akan dirilis akhir pekan ini. Investor mencermati tanda-tanda tarif sebelumnya telah mulai mendorong kenaikan harga, yang dapat memengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve yang diperkirakan akan diumumkan dalam waktu kurang dari dua minggu.

Trump ancam kenakan tarif sekunder 100% ke Rusia

Secara terpisah, Trump meningkatkan ketegangan dengan Rusia, mengancam akan mengenakan tarif sekunder sekitar 100 persen dan menjanjikan dukungan militer tambahan AS untuk Ukraina.

Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik tipis menjadi 4,43 persen dari 4,42 persen pada Jumat. Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 30 tahun naik 1,4 basis poin menjadi 4,971 persen, level tertinggi sejak 3 Juni.

Wall Street juga menantikan pendapatan dari bank-bank besar AS, yang akan dimulai pada Selasa, serta peningkatan aktivitas di pasar IPO dan M&A.

Di antara perusahaan teknologi terbesar, Alphabet dan Tesla masing-masing naik sekitar satu persen. Amazon, Meta Platforms, dan Broadcom mencatat kenaikan moderat, sementara Apple turun 1,2 persen. Nvidia, yang baru-baru ini menjadi perusahaan pertama yang mencapai nilai pasar lebih dari USD4 triliun, turun 0,52 persen, dan Microsoft sedikit menurun.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Emas melonjak menjadi $3.350: Ketegangan Perdagangan AS-Tiongkok Memicu Kenaikan Signifikan

Equityworld Futures | Harga emas kembali mencatat rekor tertinggi, menembus angka $3.350 per ounce pada perdagangan hari ini. Kenaikan drastis ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang memicu kekhawatiran pasar global dan mendorong investor mencari aset safe haven.

Equityworld Futures | Harga Emas Diperkirakan Naik Lagi Akibat Ketidakpastian Global

Situasi memanas setelah perundingan dagang terbaru antara kedua negara berakhir tanpa kesepakatan signifikan. Amerika Serikat mengancam akan memberlakukan tarif tambahan pada produk-produk teknologi Tiongkok, sementara Beijing merespons dengan sinyal akan membalas dengan langkah serupa, termasuk potensi pembatasan ekspor material langka yang krusial bagi industri AS.

Analis pasar, Budi Santoso dari Kapital Investama, menyatakan, “Emas sekali lagi membuktikan perannya sebagai lindung nilai utama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Eskalasi konflik dagang AS-Tiongkok menciptakan ketidakpastian yang signifikan bagi rantai pasokan global dan prospek pertumbuhan ekonomi, membuat emas menjadi pilihan yang sangat menarik bagi investor.”

Selain ketegangan dagang, faktor lain yang turut mendorong kenaikan harga emas adalah ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral global, terutama Federal Reserve AS, untuk meredam dampak perlambatan ekonomi yang dipicu oleh perang dagang. Suku bunga yang lebih rendah cenderung membuat emas, yang tidak menawarkan yield, menjadi lebih menarik dibandingkan aset berpendapatan tetap.

“Selama ketidakpastian geopolitik dan ekonomi masih membayangi, kami memperkirakan harga emas akan tetap berada pada lintasan kenaikan,” tambah Santoso. “Investor harus terus memantau perkembangan perundingan dagang ini karena setiap perkembangan baru dapat memicu volatilitas harga emas yang signifikan.”

Kenaikan harga emas ini juga berdampak pada pasar komoditas lainnya dan mata uang global, dengan banyak investor yang mengalihkan portofolio mereka ke aset-aset yang dianggap lebih aman. Pasar kini menanti langkah selanjutnya dari Washington dan Beijing, yang akan sangat menentukan arah pergerakan harga emas dalam beberapa waktu ke depan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Source : News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Design a site like this with WordPress.com
Get started