Equityworld Futures | Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Menguat

Equityworld Futures | Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Menguat

Equityworld Futures | Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Jumat (8/8) waktu setempat. Kenaikan ini ditopang oleh lonjakan indeks komposit Nasdaq ke level tertinggi.

Equityworld Futures | Harga Emas Ambles 1% Lebih, Pasar Tunggu Kejelasan Tarif dari Gedung Putih

Nasdaq naik 0,98% ke level penutupan tertinggi sepanjang masa di 21.450,02. Indeks yang didominasi saham teknologi ini bahkan sempat menyentuh rekor intraday tertinggi pada awal perdagangan.

S&P 500 turut naik 0,78% ke level 6.389,45, hanya sedikit di bawah rekor penutupan sebelumnya. Dow Jones Industrial Average bertambah 206,97 poin atau 0,47% ke posisi 44.175,61.

Secara mingguan, ketiga indeks utama mencatatkan kinerja positif. Dow Jones yang terdiri atas 30 saham unggulan, naik sekitar 1,4%. S&P 500 menguat 2,4%, sedangkan Nasdaq mencatatkan lonjakan terbesar, yakni 3,9% dalam sepekan.

Saham sektor teknologi di S&P 500 dan Nasdaq memimpin penguatan, terutama Apple Inc. Saham produsen iPhone ini melonjak 13% sepanjang pekan menjadi terunggul sejak Juli 2020.

Kenaikan terjadi setelah Apple mengumumkan rencana investasi sekitar US$ 600 miliar selama empat tahun di Amerika Serikat yang dinilai sebagai upaya meredakan ketegangan dagang dengan Presiden Donald Trump.
Penguatan saham Apple berlanjut pada Jumat dengan kenaikan tambahan 4,2%. Sentimen positif berlanjut setelah Trump pada awal pekan mengumumkan rencana tarif 100% untuk semikonduktor impor dengan pengecualian bagi perusahaan yang memproduksi di AS.
Sementara itu, investor tampaknya menilai tarif semikonduktor yang diumumkan lebih ringan dari perkiraan dan cenderung mengabaikan kebijakan tarif timbal balik atau resiprokal Trump yang berlaku sejak tengah malam Kamis (7/8).

Tarif tertinggi dalam kebijakan ini antara lain 41% untuk Suriah serta 40% untuk Laos dan Myanmar.

Trump pada Jumat memperingatkan pengadilan AS agar tidak membatalkan kebijakan tarif tersebut. Dalam unggahan di Truth Social, ia menyatakan bahwa pencabutan kebijakan dapat memicu krisis serupa depresi hebat 1929.

Ia juga mengklaim bahwa bea masuk telah memberikan dampak positif signifikan terhadap pasar.

Saham-saham sempat anjlok setelah pengumuman tarif Trump pada April, dengan S&P 500 memasuki wilayah koreksi usai mengalami penurunan harian terbesar sejak 2020.

“Reaksi pasar terhadap pengumuman 2 April menunjukkan bagaimana pasar memandang tarif,” kata ahli strategi investasi di Baird, Ross Mayfield, dikutip CNBC, Senin (11/8).

Menurut Ross, investor cenderung memperkirakan pemerintah tidak akan melaksanakan rencana tarif yang terlalu agresif.

“Ini seperti permainan ayam dan telur. Jika pasar menunggu pemerintah mengalah, sementara pemerintah menganggap pasar mendukung kebijakan, dinamika ini menjadi cukup rumit,” ujarnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Saham Apple Melonjak 5 Persen

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Saham Apple Melonjak 5 Persen

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menguat pada perdagangan yang berakhir Rabu sore waktu setempat (Kamis pagi WIB).

Equityworld Futures | Diobral Bandar, Harga Emas Akhirnya Tumbang Setelah Terbang 4 Hari

Pergerakan pasar saham ditopang hasil kinerja Apple pada semester I-2025.

Indeks S&P 500 naik 0,73 persen dan ditutup pada level 6.345,06.

Sementara indeks Nasdaq Composite naik 1,21 persen dan ditutup pada level 21.169,42.

Kemudian, indeks Dow Jones Industrial Average naik 81,38 poin, atau 0,18 persen, berakhir pada 44.193,12.

Saham Apple naik 5 persen setelah seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa produsen iPhone tersebut akan meningkatkan investasinya di sektor manufaktur domestik sebesar 100 miliar dollar AS.

Hal ini menjadikan total investasinya di AS menjadi 600 miliar dollar AS selama empat tahun ke depan.

Pergerakan tersebut seiring dengan hari yang merugikan bagi pasar, menandai S&P 500 hari kelima dari enam hari terakhir dan Dow sesi negatif keenam dari tujuh sesi terakhir.

Musim laporan keuangan berlanjut dengan perusahaan-perusahaan melaporkan hasil yang kuat.

Sebanyak 81 persen perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerja hingga saat ini melampaui ekspektasi.

Di antara mereka yang berkinerja terbaik hari ini, misalnya adalah McDonald’s yang menguat hampir 3 persen lebih tinggi setelah hasil kuartal kedua jaringan restoran cepat saji tersebut melampaui estimasi Wall Street untuk pendapatan dan laba bersih.
Penjualan di toko yang sama tumbuh pada laju tercepat dalam hampir dua tahun.

Selanjutnya, saham Arista Networks juga melonjak 17 persen karena laporan yang lebih kuat dari perkiraan.

Di sisi lain, saham Snap anjlok 17 persen setelah pendapatannya sedikit di bawah ekspektasi.

Sementara itu, saham Advanced Micro Devices turun lebih dari 6 persen setelah membukukan laba per saham yang disesuaikan yang meleset dari perkiraan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Global Menguat, Investor Tunggu Penunjukan Pejabat The Fed

Equityworld Futures | Harga Emas Global Menguat, Investor Tunggu Penunjukan Pejabat The Fed

Equityworld Futures | Harga emas global naik ke level tertinggi dalam hampir dua pekan pada Selasa (5/8/2025), didorong meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Investor juga menantikan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait penunjukan pejabat baru bank sentral tersebut.

Equityworld Futures | JPMorgan Yakin Harga Emas Masih Akan Terbang, Prediksi Segini

Dilansir dari Reuters, harga emas spot pada Selasa diperdagangkan di atas level US$ 3.380,20 per troi ons. Penguatan emas turut ditopang pelemahan dolar AS, yang membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang asing.

Pasar kini memperkirakan akan ada dua kali pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun, dimulai pada September, setelah data perekrutan tenaga kerja AS untuk Juni yang dirilis pekan lalu jauh di bawah ekspektasi. Data lemah tersebut juga diikuti langkah Trump memecat Kepala Biro Statistik Tenaga Kerja Erika McEntarfer.

“Pasar masih merasakan dampak dari pekan lalu yang penuh rilis data, ditambah keputusan pemerintahan Trump mengganti kepala BLS,” kata analis komoditas TD Securities, Daniel Ghali.

“Semua faktor ini memperkuat harga emas, sekaligus mendukung pandangan bahwa dolar AS sebagian kehilangan fungsi penyimpan nilai,” tambahnya.

Emas dikenal sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian dan cenderung menguat saat suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Selain emas, harga perak spot naik 1,2% menjadi US$ 37,85 per troi ons, tertinggi sejak 30 Juli. Sementara itu, platinum turun 1% ke US$ 1.316,35 per troi ons, dan paladium merosot 2,1% ke US$ 1.181,21 per ons.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Rebound usai Tertekan

Equityworld Futures | Wall Street Rebound usai Tertekan

Equityworld Futures | Indeks Wall Street mencatatkan rebound tajam pada Senin, 4 Agustus 2025. Pasar saham AS ini pulih dari penurunan tajam pekan lalu yang dipicu oleh data ketenagakerjaan yang lemah dan ketegangan perdagangan yang kembali memanas.

Equityworld Futures | Diam-Diam Harga Emas Sudah Terbang 3 Hari Beruntun, Sampai Kapan Naik?

Dilansir dari Investing.com, Selasa, 5 Agustus 2025, S&P 500 melonjak 1,5 persen, sementara NASDAQ Composite melonjak dua persen. Dow Jones Industrial Average naik 1,3 persen.

Ketiga indeks tersebut melemah pekan lalu karena pengumuman tarif baru oleh Presiden Trump mengguncang investor, sementara data penggajian non-pertanian yang lebih lemah dari perkiraan semakin menekan optimisme.

Data yang lemah tersebut memicu kekhawatiran ekonomi, mendorong pasar untuk memperkirakan sekitar 84 persen kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed pada bulan September, menurut CME FedWatch.

Penerapan tarif Trump

Secara paralel, Presiden Trump menutup penerapan tarif besar-besaran pekan lalu dengan memperingatkan ia akan menaikkan bea masuk impor dari India secara substansial sebagai tanggapan atas pembelian minyak Rusia yang berkelanjutan.

Ancaman terbarunya ini menyusul tarif 25 persen yang baru-baru ini diberlakukan terhadap India.

Pekan lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan tarif tinggi pada impor dari hampir 70 negara.
Laporan keuangan perusahaan

Saham Palantir Technologies naik 4,5 persen dalam perdagangan setelah jam perdagangan, melanjutkan kenaikan empat persen pada perdagangan hari itu, setelah perusahaan teknologi pertahanan tersebut melaporkan pendapatan kuartalan yang melampaui USD1 miliar untuk pertama kalinya.

Sementara itu, Hims Hers Health Inc turun lebih dari 13 persen dalam perdagangan lanjutan setelah melaporkan hasil yang beragam. Meskipun laba bersihnya lebih tinggi, perusahaan melaporkan pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan.

Ke depannya, Advanced Micro Devices (AMD), Rivian Automotive, dan Caterpillar Inc akan melaporkan kinerja keuangan pada hari Selasa, sementara pada hari Rabu akan dirilis laporan keuangan dari Walt Disney, McDonald’s, dan Uber.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street hingga Saham Global Ditutup Anjlok Respons Tarif Baru Trump

Equityworld Futures | Wall Street hingga Saham Global Ditutup Anjlok Respons Tarif Baru Trump

Equityworld Futures | Kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap puluhan mitra dagang mengguncang Wall Street hingga pasar saham global pada Jumat (1/8).

Equityworld Futures | Arah Harga Emas Bakal Begini

Kondisi itu memicu reaksi cepat dari berbagai negara dan perusahaan yang berupaya mencari kesepakatan dagang yang lebih baik.

Mengutip Reuters, saat Trump terus mendorong rencana untuk menata ulang perekonomian global dengan tarif tertinggi sejak awal 1930-an, beberapa negara bereaksi keras.

Swiss, yang merasa “terkejut” atas tarif 39 persen, meminta untuk bernegosiasi kembali. Sementara India, yang terkena tarif 25 persen, juga mengambil langkah serupa.

Tarif baru ini juga mencakup bea masuk sebesar 35 persen untuk berbagai produk dari Kanada, 50 persen untuk Brasil, dan 20 persen untuk Taiwan.
Pemerintah Taiwan menyebut tarif tersebut bersifat “sementara” dan berharap dapat mencapai angka yang lebih rendah dalam waktu dekat.

Berdasarkan dokumen resmi Gedung Putih, tarif baru berkisar antara 10 persen hingga 41 persen akan mulai berlaku pada 7 Agustus untuk 69 mitra dagang.
Analis dari Capital Economics memperkirakan kebijakan ini akan meningkatkan tarif efektif AS menjadi sekitar 18 persen, dari sebelumnya hanya 2,3 persen tahun lalu.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Merah, Investor Cermati Data Ekonomi serta Kinerja Apple dan Amazon

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Merah, Investor Cermati Data Ekonomi serta Kinerja Apple dan Amazon

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (31/7/2025) waktu setempat setelah rilis laporan keuangan sejumlah emiten dan data ekonomi terbaru.

Equityworld Futures | Harga Emas Bangkit Tapi Dibayangi Rekor Buruk

Melansir Reuters pada Jumat (1/8/2025) indeks Dow Jones Industrial Average turun 330,30 poin atau 0,74% menjadi 44.130,98, S&P 500 melemah 23,51 poin atau 0,37% ke level 6.339,39, dan Nasdaq Composite turun tipis 7,23 poin atau 0,03% ke posisi 21.122,45.
Sebelumnya, S&P 500 sempat naik hingga 1% dan Nasdaq melonjak 1,5% pada awal sesi. Nasdaq belum mencatat pergerakan harian setidaknya 1% sejak 3 Juli, sementara S&P terakhir kali mencatat lonjakan harian sebesar itu pada 24 Juni.

Sepanjang Juli 2025, indeks S&P 500 tercatat naik 2,17%, Nasdaq menguat 3,7%, dan Dow Jones menguat tipis 0,08%. Ketiga indeks utama ini membukukan kenaikan bulanan ketiga secara beruntun.

Dari sisi makro, pergerakan saham AS dipengaruhi oleh rilis data Departemen Perdagangan yang menunjukkan inflasi kembali meningkat pada Juni 2025. Kenaikan inflasi dipicu oleh tarif impor baru yang mendorong kenaikan harga.

Sementara itu, klaim awal tunjangan pengangguran tetap stabil, menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup kuat.

Investor kini mengalihkan fokus ke laporan ketenagakerjaan non-pertanian (non-farm payrolls) yang akan dirilis Jumat waktu setempat serta tenggat pengenaan tarif baru. Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan tarif final yang lebih tinggi terhadap negara-negara yang belum mencapai kesepakatan dagang, meski Meksiko memperoleh penangguhan selama 90 hari.

Pasar saham AS sempat tertekan akibat gelombang pengumuman tarif baru oleh Trump sejak awal April. Namun, indeks berhasil pulih setelah sejumlah kesepakatan dicapai dengan mitra dagang utama terkait tarif.

Adapun, investor menanti hasil kinerja keuangan dari dua raksasa teknologi, Amazon dan Apple, yang dijadwalkan usai penutupan pasar.

Saham Microsoft naik 3,5% usai membukukan kinerja keuangan yang kuat dan sempat menyentuh kapitalisasi pasar US$4 triliun. Pencapaian ini menjadikan Microsoft sebagai perusahaan publik kedua setelah Nvidia yang berhasil mencapai tonggak tersebut.
Sementara itu, saham Meta Platforms melonjak 11,3% ke rekor tertinggi US$773,44, didorong oleh proyeksi pendapatan yang optimistis berkat pertumbuhan bisnis iklan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Namun, sejumlah saham terkait AI lainnya justru melemah. Saham produsen chip seperti Broadcom turun 2,9% dan Nvidia melemah 0,8%, menyeret indeks semikonduktor PHLX turun 3,1%, penurunan harian terbesar sejak 16 April 2025. Ellen Hazen, Chief Market Strategist di F.L. Putnam Investment Management mengatakan, pasar hari ini memperlihatkan kontras yang mencolok antara saham unggulan dan saham tertinggal. Beberapa saham teknologi, khususnya yang terkait chip dan peralatan semikonduktor, tampil buruk. “Namun di sisi lain, Microsoft, Amazon, dan Meta tampil sangat baik,” tambahnya.

Hingga Kamis pagi, dari 297 perusahaan di indeks S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan, sekitar 80,8% berhasil melampaui ekspektasi analis, menurut data LSEG. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata 76% dalam empat kuartal terakhir.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melandai Imbas Negosiasi AS dan China Belum Capai Kesepakatan

Equityworld Futures | Wall Street Melandai Imbas Negosiasi AS dan China Belum Capai Kesepakatan

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street melandai pada perdagangan yang berakhir Selasa sore waktu setempat (Rabu pagi WIB).

Equityworld Futures | Harga Emas Tiba-Tiba Tembus Segini, Ada Apa?

Indeks S&P 500 ditutup lebih rendah pada hari Selasa karena kemajuan pembicaraan perdagangan dengan pemerintah China terhenti dan para pedagang bersiap menghadapi keputusan suku bunga bank sentral AS Federal Reserve.

Indeks pasar luas tersebut turun 0,30 persen, berakhir pada 6.370,86. Lalu, indeks Nasdaq Composite turun 0,38 persen, ditutup di level 21.098,29. Kedua indeks tersebut menyentuh level tertinggi sepanjang masa di awal hari.

Kemudian, indeks Dow Jones Industrial Average turun 204,57 poin, atau 0,46 persen, dan ditutup pada level 44.632,99.

Tekanan jual semakin intensif di jam terakhir perdagangan, bahkan sempat membawa S&P 500 ke level terendah sesi tersebut.

Investor memangkas beberapa aset berisiko setelah saham kembali menguat dalam beberapa bulan terakhir dari level terendahnya di April lalu, dibantu oleh kemajuan dalam perundingan perdagangan antara AS, Jepang, dan Uni Eropa.

Sementara itu, perundingan dengan China belum ada kepastian, dengan negosiator AS mengakhiri perundingan dengan pemerintah China pada Selasa. Sementara itu, potensi perpanjangan penangguhan tarif China yang lebih tinggi masih belum jelas.

Para negosiator juga mengatakan, penangguhan tersebut tidak akan final sampai Presiden Donald Trump menandatangani.

Para pedagang mengevaluasi beberapa hasil yang beragam pada hari Selasa. Saham Boeing turun lebih dari 4 persen bahkan setelah mencetak laba yang solid karena perusahaan mengirimkan pesawat terbanyak sejak 2018.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Didukung Laporan Keuangan dan Perkembangan Perdagangan AS

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Didukung Laporan Keuangan dan Perkembangan Perdagangan AS

Equityworld Futures | Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan Jumat (25/7) waktu setempat. Kenaikan ini ditopang oleh laporan keuangan yang positif serta perkembangan terbaru terkait tarif perdagangan AS.

Equityworld Futures | Ramalan Harga Emas: Sedikit Melemah, tapi Bakal Terbang Lagi

Indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan 0,40% dan ditutup di level 6.388,64. Nasdaq Composite juga menguat 0,24% ke level 21.108,32, sementara Dow Jones Industrial Average naik 208,01 poin atau 0,47% ke level 44.901,92.

Ketiga indeks utama tersebut kompak membukukan kenaikan mingguan. Dow Jones yang berisi 30 saham unggulan naik sekitar 1,3% sepanjang pekan. Nasdaq yang banyak dihuni saham teknologi naik 1%, sementara S&P 500 menguat sekitar 1,5%.

Perdagangan Jumat menandai hari kelima berturut-turut S&P 500 mencatatkan rekor penutupan, setelah sebelumnya menembus level 6.300 untuk pertama kalinya pada hari Senin. Nasdaq juga mencetak empat rekor penutupan minggu ini, termasuk melewati ambang batas 21.000 pada hari Rabu.

“Pasar bullish masih berlanjut, sebagian besar didorong oleh fundamental yang kuat,” ujar Terry Sandven, Kepala Strategi Ekuitas di US Bank Wealth Management, seperti dikutip dari CNBC, Senin (28/7).

Terry juga mengatakan, inflasi yang stabil, suku bunga yang tetap dalam kisaran wajar serta tren laba yang meningkat dapat membuka peluang penguatan lebih lanjut bagi pasar saham.

Kinerja positif ini didorong oleh kuatnya musim laporan keuangan kuartalan. Saham Alphabet naik 4% setelah melaporkan pendapatan yang melampaui ekspektasi analis. Saham Verizon juga melonjak 5% karena hasil keuangannya dianggap lebih baik dari perkiraan pasar. Hingga saat ini, lebih dari 82% dari 169 perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerja keuangan berhasil melampaui proyeksi analis, berdasarkan data dari FactSet.

Selain laporan keuangan, sentimen pasar juga didorong oleh perkembangan positif di sektor perdagangan global. Awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan perdagangan masif dengan Jepang, termasuk penerapan tarif timbal balik sebesar 15%. Trump juga mengumumkan bahwa AS telah menyepakati kerangka kerja perjanjian perdagangan dengan Indonesia.

Trump mengatakan pada Jumat bahwa lebih banyak kesepakatan dagang kemungkinan akan tercapai sebelum batas waktu tarif pada 1 Agustus mendatang. Salah satunya adalah potensi kesepakatan dengan Uni Eropa. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan di platform X bahwa ia dan Trump akan bertemu di Skotlandia pada hari Minggu untuk membahas kerja sama perdagangan.

“Tarif tetap menjadi sumber ketidakpastian, dan hal ini masih tercermin dalam pernyataan sejumlah perusahaan,” ujar Sandven.

Ia juga menyoroti risiko geopolitik global, termasuk konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan antara Israel-Iran, sebagai faktor eksternal yang masih harus diwaspadai.

“Meski begitu, tren pasar saham tetap positif, yang kembali menegaskan kekuatan fundamental saat ini terutama inflasi yang cenderung terkendali,” kata dia.

Ke depan, para investor bersiap menghadapi minggu tersibuk di musim laporan keuangan, di mana lebih dari 150 perusahaan dalam S&P 500 akan merilis hasil kinerjanya. Beberapa di antaranya termasuk nama-nama besar dalam Magnificent Seven seperti Meta Platforms dan Apple.

Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan Federal Reserve pekan depan. Bank sentral AS ini diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 4,25% hingga 4,5%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Hari Ini (25/7) Ditutup Variatif, Saham Induk Alphabet Terbang Tesla Anjlok

Equityworld Futures | Wall Street Hari Ini (25/7) Ditutup Variatif, Saham Induk Alphabet Terbang Tesla Anjlok

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup variatif pada perdagangan Kamis (24/7/2025) waktu setempat. Pergerakan indeks di tengah rilis sejumlah data ekonomi Negeri Paman Sam.

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok: Bukan Lagi Safe Haven, Emas Kini Jadi Safe Goodbye

Melansir Reuters pada Jumat (25/7/2025), indeks S&P 500 ditutup naik 5,53 poin atau 0,08% ke level 6.363,87. Nasdaq Composite menguat 38,85 poin atau 0,19% ke 21.057,96. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average turun 312,08 poin atau 0,69% ke posisi 44.698,21.

Pasar juga mencermati kunjungan Presiden AS Donald Trump ke kantor pusat Federal Reserve pada Kamis waktu setempat. Langkah ini dilakukan setelah berbulan-bulan Trump melontarkan kritik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell atas tingkat suku bunga yang dianggapnya terlalu tinggi.

Dengan pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan, pelaku pasar kini menilai peluang pemangkasan suku bunga pada September mencapai 60%, menurut alat FedWatch dari CME

Dari sisi tenaga kerja, laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim pengangguran mingguan turun ke 217.000, jauh di bawah perkiraan analis, mengindikasikan ketahanan pasar tenaga kerja.
Aktivitas bisnis AS juga mencatat percepatan pada Juli, namun perusahaan-perusahaan menaikkan harga barang dan jasa, memperkuat prediksi ekonom terkait percepatan inflasi dalam beberapa bulan ke depan, yang sebagian besar dipicu oleh kenaikan tarif impor.

Sementara itu, indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor penutupan tertinggi yang didorong oleh lonjakan saham Alphabet yang memperkuat optimisme terhadap saham-saham kecerdasan buatan (AI) unggulan lainnya.

Saham Alphabet melonjak setelah laporan kinerja perusahaan induk Google itu meningkatkan keyakinan bahwa investasi besar dalam perlombaan menguasai teknologi AI mulai membuahkan hasil.

Saham-saham raksasa teknologi lainnya seperti Microsoft, Nvidia, dan Amazon juga turut menguat
Selain itu, kesepakatan dagang AS-Jepang serta sinyal kemajuan dalam negosiasi dengan Uni Eropa turut menopang penguatan di Wall Street.

“Investor kini lebih optimistis terhadap negosiasi dagang, kondisi ekonomi, tren inflasi, dan laporan keuangan kuartal II yang lebih baik dari perkiraan,” ujar Sam Stovall, Kepala Strategi Investasi di CFRA Research.

Meski demikian, saham Tesla terjun bebas setelah CEO Elon Musk memperingatkan bahwa perusahaan akan menghadapi beberapa kuartal yang berat seiring pemangkasan dukungan pemerintah AS terhadap industri kendaraan listrik. Sepanjang tahun ini, saham Tesla telah terkoreksi sekitar 25%.

Saham UnitedHealth juga melemah setelah perusahaan asuransi tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya tengah bekerja sama dalam penyelidikan Departemen Kehakiman AS terkait praktik Medicare, menyusul laporan adanya penyelidikan pidana dan perdata.

IBM turut mencatatkan penurunan saham setelah laporan keuangan kuartal II tidak mampu memenuhi ekspektasi investor, terutama akibat penjualan divisi perangkat lunak inti yang mengecewakan.
Saham Honeywell juga tergelincir meskipun perusahaan berhasil melampaui ekspektasi Wall Street dan merevisi naik proyeksi kinerja tahunan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok Imbas Kabar Kesepakatan Dagang Uni Eropa-AS

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok Imbas Kabar Kesepakatan Dagang Uni Eropa-AS

Equityworld Futures | Harga emas dunia melemah setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) semakin mendekati kesepakatan tarif sebesar 15%, yang menekan permintaan terhadap aset lindung nilai.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah

Melansir Reuters pada Kamis (24/7/2025), harga emas di pasar spot turun 1,1% menjadi US$3.394,64 per troy ounce. Sebelumnya, harga sempat menyentuh titik tertinggi sejak 16 Juni. Sementara itu, harga emas berjangka emas AS turun 1,3% ke level US$3.397,60 per ounce.

Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities melihat ada kesepakatan dagang dengan Jepang dan kemungkinan dengan UE. Artinya, tidak akan ada tarif balasan besar dari Uni Eropa.

“Hal ini mendukung minat risiko… pasar saham juga bergerak cukup baik,” katanya.

Dua diplomat mengonfirmasi bahwa UE dan AS tengah bergerak menuju kesepakatan dagang yang akan memberlakukan tarif impor sebesar 15% terhadap barang-barang UE yang masuk ke AS.

Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump juga menandatangani kesepakatan dagang dengan Jepang untuk menurunkan tarif impor mobil, sebuah sinyal positif dalam upaya diplomasi tarif yang lebih luas di berbagai front.

Emas, sebagai aset tanpa imbal hasil, biasanya menguat dalam kondisi penuh ketidakpastian atau ketika suku bunga rendah karena biaya peluang untuk memegang aset ini menjadi lebih kecil.

Namun, pasar saat ini tidak memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve, pada bulan Juli. Kendati demikian, independensi The Fed dinilai mulai terancam oleh tekanan politik yang meningkat, menurut mayoritas ekonom dalam survei Reuters.

Pada perkembangan lain, harga perak di pasar spot turun tipis 0,1% menjadi US$39,24 per ounce, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam hampir 14 tahun.

Alexander Zumpfe, pedagang logam mulia di Heraeus Metals menuturkan, kenaikan harga perak belakangan ini didorong oleh kombinasi permintaan industri yang kuat, defisit pasokan yang terus berlangsung, serta meningkatnya minat investor.

“Kenaikan yang menembus level US$40 bisa terjadi jika harga emas terus menanjak, dolar AS kembali melemah, atau jika terjadi pengetatan pasokan lebih dalam—terutama jika premi fisik mulai naik lagi di pasar-pasar utama Asia,” ujarnya.

Sementara itu, harga platinum turun 2,1% menjadi US$1.411,63 per ounce dan harga paladium turun 0,2% ke US$1.271,98 per ounce.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started