PT Equityworld | IHSG ditutup melemah seiring koreksi bursa saham Asia

PT Equityworld | IHSG ditutup melemah seiring koreksi bursa saham Asia

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup melemah seiring koreksi bursa saham regional Asia.

IHSG ditutup melemah 25,27 poin atau 0,41 persen ke posisi 6.206,2. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 3,99 poin atau 0,41 persen menjadi 976,78.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta, Senin, mengatakan IHSG tengah dalam tren menurun sejak sentimen cukai rokok yang rencananya akan dinaikkan pada tahun depan oleh pemerintah. Saham emiten besar seperti PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menurun.

“Sejak menurunnya GGRM dan HMSP terkait sentimen cukai rokok, IHSG kembali masuk downtrend, namun terbatas karena ada support kuat pada 6.200,” ujar William.

PT Equityworld

Khawatir AS-China Tak Bisa Sepakat, Bursa Asia Terkoreksi | PT Equityworld

Dibuka menguat, IHSG tak sampai jam melemah dan menghabiskan waktu di teritori negatif sepanjang hari hingga penutupan perdagangan saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau net foreign sell sebesar Rp269,61 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 490.934 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,28 miliar lembar saham senilai Rp7,98 triliun. Sebanyak 143 saham naik, 275 saham menurun, dan 146 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain indeks Hang Seng melemah 213,27 poin atau 0,81 persen ke 26.222,4 dan indeks Straits Times melemah 16,44 poin (0,52 persen) ke posisi 3.143,24. Sementara bursa saham Jepang ditutup libur.

Equityworld Futures | Simpang Siur Kabar AS-China, Bursa Singapura Memerah

Equityworld Futures | Simpang Siur Kabar AS-China, Bursa Singapura Memerah

Equityworld Futures | Setelah sepanjang pekan kemarin bursa saham acuan Singapura mencatatkan koreksi 1,61%, pada pembukaan perdagangan Senin ini (23/9/2019), indeks Straits Times kembali masuk ke zona merah dengan melemah 0,12% ke level 3.155,77 poin.

Data pasar menunjukkan dari 30 saham yang menghuni indeks acuan bursa saham Singapura tersebut, 6 saham yang mencatatkan kenaikan harga, 12 saham melemah, dan 11 saham tidak mencatatkan perubahan harga.

Bursa saham utama Negeri Singa dihantam aksi jual oleh pelaku pasar seiring dengan kecemasan investor terkait kelanjutan hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

Pada Jumat pekan kemarin (20/9/2019), negosiator dari Negeri Tiongkok yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pertanian Han Jun membatalkan kunjungan ke Nebraska, yang merupakan salah satu wilayah pertanian Negeri Paman Sam.

Meskipun demikian, salah satu situs berita China mengabarkan pembatalan kunjungan tersebut tidak ada hubungannya dengan dialog dagang antara kedua negara, dikutip dari Bloomberg.

Pembatalan kunjungan meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar karena bisa memicu ketegangan dengan Negeri Paman Sam.

Equityworld Futures

Duh! Pagi-pagi Harga Emas Dunia Terkoreksi, Ambil Untung? | Equityworld Futures

Sebelumnya, Penasehat Gedung Putih Michael Pillsbury menyampaikan bahwa Presiden AS Donald Trump siap menaikkan tarif impor lagi jika kesepakatan dagang dengan China tidak segera tercapai, ia juga mengatakan tarif yang berlaku saat ini merupakan “level rendah”, sebagaimana diberitakan South China Morning Post, dilansir dari CNBC International.

“Apakah presiden memiliki opsi untuk menaikkan tarif? Iya, tarif bisa dinaikkan lebih tinggi. Tarif saat ini masih rendah, dan bisa naik 50% atau 100%”, ujar Pillsbury dalam sebuah wawancara di Hong Kong.

Di lain pihak, tidak menutup kemungkinan indeks Straits Times akan mencoba bergerak selatan. Sentimen ini datang seiring dengan pernyataan Kementerian Perdagangan China yang mengatakan pada akhir pekan bahwa perwakilan dagang kedua negara telah melangsungkan diskusi yang konstruktif di Washington akhir pekan lalu, dilansir CNBC International.

Pada hari ini investor akan mencermati rilis data laju inflasi Singapura bulan Agustus yang akan dirilis pada pukul 12:00 WIB. Konsensus pasar memproyeksi tidak tingkat inflasi inti Negeri Singa akan tumbuh sama seperti bulan Juli, yakni 0,8% secara tahunan, dilansir Trading Economics.

Equityworld Futures | Tahun Depan, Airbnb Bakal Catat Sahamnya di Wall Street

Equityworld Futures | Tahun Depan, Airbnb Bakal Catat Sahamnya di Wall Street

Equityworld Futures | Aplikasi penyedia jasa penyewaan akomodasi Airbnb berencana untuk mencatatkan sahamnya di bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, tahun depan. Seperti dikutip dari BBC, Jumat (20/9/2019), pencatatan saham Airbnb akan menjadi salah satu penjualan saham dengan profil pendapatan tertinggi di 2020 mendatang. Sebagai salah satu situs sharing ekonomi, perusahaan asal California ini sedang menghadapi kritik lantaran dianggap mengurangi pendapatan dari komunitas di destinasi-destinasi wisata populer. Banyak pemerintah kota di seluruh dunia yang kemudian berupaya untuk mencari cela mengurangi penggunanaan Airbnb.

Adapun pada pekan ini, Airbnb memaparkan pendapatan mereka pada kuartal II-2019 mencapai 1 miliar dollar AS. Namun demikian, sebagai salah satu perusahaan start up teknologi, Airbnb tidak memberikan paparan lebih jauh mengenai profit. Namun demikian, Airbnb sempat mengatakan perusahaan mereka mencetak laba di 2017 dan 2018. Adapun Airbnb sendiri merupakan sebuah layanan yang mengizinkan masyarakat untuk menyewakan properti mereka, mulai dari rumah, kendaraan bermotor, peralatan, lahan parkir, bahkan keterampilan, kepada siapapun yang bersedia membayar. Layanan penjualan peer-to-peer ini bekerja via aplikasi maupun situs dan kerap kali dianggap memangkas produktivitas dari penyedia barang dan jasa tradisional seperti hotel dan perusahaan taksi.

Equityworld Futures

Bursa Asia Menghijau, IHSG Justru Melemah 0,43 Persen di Akhir Sesi I | Equityworld Futures

Adapun dua perusahaan serupa yang telah melantai di bursa di awal tahun ini adalah Lyft dan Uber. Namun sayang, kinerja penjualan saham dari kedua perusahaan tersebut sangat buruk lantaran investor banyak yang mempertanyakan kemungkinan mereka bisa mencetak profit. Adapun start up co-working space, WeCompany yang memiliki merek WeWork memutuskan untuk menunda penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) karena minat investor yang rendah.

Equityworld Futures | Tunggu Keputusan Suku Bunga BI, Simak Saham-Saham Ini!

Equityworld Futures | Tunggu Keputusan Suku Bunga BI, Simak Saham-Saham Ini!

Equityworld Futures | Mengawali perdagangan Rabu ini (18/9/2019) dengan kenaikan tipis sebesar 0,03% ke level 6.238,71, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus memperlebar penguatan seiring dengan berjalannya waktu.

Per akhir sesi dua, indeks saham acuan di Indonesia tersebut menguat 0,64% ke level 6.276,63.

Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang justru ditransaksikan melemah: indeks Nikkei melemah 0,18%, indeks Hang Seng turun 0,13%, dan indeks Straits Times jatuh 0,53%.

Untuk perdagangan hari ini Kamis (19/9/2019) sejumlah broker memiliki ide perdagangannya masing-masing dengan rekomendasi saham yang beragam dan layak disimak sebagai berikut.

Equityworld Futures

Saham Asia Naik Tipis Berkat Pelonggaran The Fed | Equityworld Futures

Potensi pemangkasan tingkat suku bunga BI Rate 7DRR akan semakin besar hari ini setelah The Fed menurunkan tingkat bunga 25bps. Ditambah ancaman akan perlambatan ekonomi global, tentu akan membuat Guberur Bank Indonesia memberikan stimulus kembali.

Saham pilihan:

ADHI
PTPP
SCMA
TINS

Samuel Sekuritas Indonesia – Technical Rebound dari Level Support 6.150

IHSG tertahan di level support 6.150, dan kini mulai menutup gap yang terbentuk setelah panic-selling pada awal pekan. Market masih berhati-hati sebelum keputusan the Fed dan Bank Indonesia pada akhir pekan ini.

Saham pilihan:

AALI

LSIP

INDF

PGAS

Equityworld Futures | Saham Asia Terpantau Beragam Menjelang Pertemuan FOMC

Equityworld Futures | Saham Asia Terpantau Beragam Menjelang Pertemuan FOMC

Equityworld Futures | Saham di Asia dibuka beragam karena investor menunggu hasil pertemuan bulanan the Fed pada 17-18 September, yang secara umum diperkirakan akan memangkas suku bunga sekali lagi.

Berdasarkan laporan Bloomberg, tresuri bergerak stagnan setelah mengalami kenaikan baru-baru ini.

Sementara itu, indeks ekuitas di Jepang turun tipis, diikuti dengan saham Hong Kong dan Korea Selatan dibuka dengan perdagangan datar. Adapun, saham berjangka pada S&P 500 sedikit berubah.

Indeks Topix Jepang turun 0,3% pada pukul 10:25, waktu Tokyo. Sementara itu, Kospi Korea Selatan hanya bertambah, kurang dari 0,1%. Di Hong Kong, Hang Seng menguat 0,2%.

Imbal hasil tresuri sepuluh-tahun berada pada tingkat 1,81% setelah mengalami penurunan pada sesi kedua Selasa (17/9/2019), ketika Fed memulai pertemuan untuk menenangkan pasar uang.

Di sisi lain, minyak mengalami kemunduran yang berkelanjutan setelah Arab Saudi memulai kembali operasional pabrik yang rusak pascaserangan pada akhir pekan lalu.

Menurut Alec Young, direktur pelaksana penelitian pasar global di FTSE Russell, muncul pendapat bahwa pasar tidak mengharapkan The Fed akan memangkas suku bunganya cukup dalam.

Equityworld Futures

Hore! IHSG Menguat Sendiri Saat Bursa Asia Terkapar | Equityworld Futures

“Urgensinya lebih rendah dari kondisi pada beberapa bulan lalu, meskipun beberapa orang masih mengharapkan pemotongan suku bunga pada kisaran seperempat basis poin,” ujarnya seperti dikutip melalui Bloomberg, Rabu (18/9/2019).

Ketika para pembuat kebijakan AS bersiap-siap untuk memutuskan suku bunga, investor juga mencoba untuk mengukur risiko potensi kekurangan pasokan minyak yang membebani ekonomi global.

Sementara itu, kekhawatiran berlarut-larut tentang ketegangan perdagangan, ketika para negosiator tingkat pekerja AS dan China akan memulai kembali perundingan menjelang pertemuan para pejabat tinggi pada Oktober.

Di bagian dunia yang lain, obligasi Italia jatuh setelah mantan Perdana Menteri Matteo Renzi meninggalkan Partai Demokrat, meningkatkan prospek ketidakstabilan politik lebih lanjut.

Equity World | Pasca-Serangan Fasilitas Minyak Arab Saudi, Wall Street Bergerak Lesu

Equity World | Pasca-Serangan Fasilitas Minyak Arab Saudi, Wall Street Bergerak Lesu

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir melemah pada perdagangan Senin waktu setempat. Melimpahnya stok minyak sementara waktu ini membuat sebagian besar saham pada Wall Street jatuh.

Asal tahu saja, pada akhir pekan kemarin terjadi serangan pada fasilitas minyak Arab Saudi. Kejadian tersebut menambah kekhawatiran investor tentang risiko geopolitik dan pelemahan ekonomi global.

Serangan terhadap pengekspor minyak mentah terbesar dunia tersebut membuat harga minyak naik lebih dari 20%. Sebab berbagai negara mengatakan akan memanfaatkan cadangan darurat untuk memastikan pasokan yang stabil.

Indeks energi S&P 500 menjadi ukuran satu sektor, seperti saham Apache Corp, Helmerich dan Payne dan Cimarex Energy (XEC.N) melonjak antara 12% dan 17%.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 0,52% menjadi berakhir pada 27.076,82 poin. Sedangkan S&P 500 kehilangan 0,31% menjadi 2.997,96.

Naiknya harga minyak membuat biaya bahan bakar menjadi lebih tinggi dan mendorong turunnya saham maskapai penerbangan dan operator jalur pelayaran, seperti SPCOMALI merosot 2,1%, sementara Carnival Corp turun 3,2%.

Equity World

Wall Street dibuka memerah terpapar efek penyerangan fasilitas minyak milik Aramco | Equity World

“Serangan pesawat tak berawak di Saudi telah berdampak pada bagaimana investor melihat keamanan dan stabilitas rantai pasokan energi global dan memicu tingkat penilaian ulang risiko,” kata Pendiri Kenny Commentary LLC dan Strategic Board Solutions LLC Peter Kenny, dilansir dari Reuters, Selasa, (17/9/2019).

Sementara itu, saham perusahaan pertahanan seperti Raytheon Co, Lockheed Martin Corp dan Northrop Grumman Corp naik lebih dari 2%.

Koalisi militer pimpinan Saudi yang memerangi gerakan Houthi Yaman mengatakan, serangan itu dilakukan dengan senjata Iran. Ini meningkatkan prospek konflik global yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Equity World | Bursa Asia Cenderung Tertekan

Equity World | Bursa Asia Cenderung Tertekan

Equity World | Gerak bursa saham di perdagangan Asia pada pembukaan pagi ini terpantau fluktuatif. Bursa Asia pun cenderung berada di zona merah.

Mengutip data Bloomberg, Senin, 16 September 2019, indeks Nikkei Stock Average 225 menguat tajam 228,68 poin atau 1,05 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Indeks Topix yang lebih luas pada perdagangan pertama di Tokyo Stock Exchange naik 14,77 poin atau 0,93 persen menjadi 1.609.

Sementara indeks Hang Seng Hong Kong tertekan 283,7 poin atau setara 1,04 persen menjadi 27.068. Sedangkan indeks Shanghai Tiongkok menguat tipis 0,22 poin atau setara 0,01 persen ke 3.031.

Equity World

Timur Tengah Panas, Bursa Saham Asia Jadi Galau! | Equity World

Selain itu indeks Kospi Korea Selatan naik 5,47 poin atau setara 0,27 persen menjadi 2.054. Indeks Australia S&P ASX 200 turun 3,688 poin atau setara 0,06 persen ke 6.665.

Selanjutnya, bursa saham Malaysia terpantau menguat tipis 0,25 poin atau setara 0,02 persen ke posisi 1.601. Serta bursa saham Singapura Straits Times melemah 13,71 poin atau setara 0,43 persen ke 3.197.

Adapun gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 125,15 poin atau setara 1,98 persen ke posisi 6.209. Serta indeks saham Thailand naik 1,28 poin atau setara 0,08 persen ke 1.103.

Equity World | Dibebani Saham Konsumer, IHSG Cuma Bisa Naik Tipis

Equity World | Dibebani Saham Konsumer, IHSG Cuma Bisa Naik Tipis

Equity World | Mengawali perdagangan hari ini dengan apresiasi sebesar 0,43% ke level 6.369,42, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tergelincir ke zona merah sekitar pukul 10:00 WIB. Beruntung, IHSG kemudian bisa memperbaiki keadaan dengan kembali lagi ke zona hijau.

Per akhir sesi satu, indeks saham acuan di Indonesia tersebut menguat tipis 0,02% ke level 6.343,63.

Saham-saham yang berkontribusi signifikan dalam mendongkrak kinerja IHSG di antaranya: PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (+0,58%), PT Semen Indonesia Tbk/SMGR (+1,8%), PT Gudang Garam Tbk/GGRM (+0,81%), PT Astra International Tbk/ASII (+0,37%), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (+0,24%).

Kinerja IHSG senada dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang juga sedang melaju di zona hijau. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei menguat 1%, indeks Shanghai naik 0,75%, indeks Hang Seng bertambah 0,36%, dan indeks Straits Times terapresiasi 0,34%. Sementara itu,perdagangan di bursa saham Korea Selatan diliburkan seiring dengan peringatan Chuseok Day.

Hubungan AS-China yang kian mesra di bidang perdagangan menjadi faktor utama yang memantik aksi beli di bursa saham Asia. Kemarin waktu setempat (12/9/2019), Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa AS dan China bisa meneken kesepakatan dagang interim, walau itu bukanlah sebuah opsi utama.

“Bayak orang membicarakannya, saya melihat banyak analis menyebut mengenai sebuah kesepakatan interim – yang artinya kita akan menyepakati beberapa hal saja, yang mudah dulu. Tidak ada yang mudah atau sulit, yang ada adalah ada kesepakatan atau tidak ada kesepakatan. Tetapi itu adalah sesuatu yang akan kita pertimbangkan, saya rasa,” ujar Trump, seperti dikutip CNBC International.

Equity World

IHSG ditutup menguat ikuti kenaikan bursa saham Asia | Equity World

Melansir CNBC International, delegasi kedua negara dijadwalkan bertemu pada pekan depan guna melanjutkan usaha untuk menyusun rancangan kesepakatan dagang.

Sinyal dari Trump bahwa AS-China bisa meneken kesepakatan dagang interim datang pasca dirinya mengumumkan melalui media sosial Twitter bahwa kenaikan bea masuk bagi produk impor asal China yang sebelumnya dijadwalkan akan mulai berlaku pada tanggal 1 Oktober, diundur menjadi tanggal 15 Oktober.

Untuk diketahui, bea masuk yang diundur tersebut merupakan bea masuk yang menyasar produk impor asal China senilai US$ 250 miliar. Pemerintahan Presiden Trump akan menaikkan bea masuk bagi produk senilai US$ 250 miliar tersebut menjadi 30%, dari yang sebelumnya 25%.

Trump mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan permintaan dari Wakil Perdana Menteri China Liu He, beserta dengan fakta bahwa tanggal 1 Oktober merupakan peringatan ke 70 tahun dari lahirnya Republik Rakyat China.

itikad baik dari AS ini melengkapi itikad baik yang sudah ditunjukkan oleh China. Pada hari Rabu (11/9/2019), Kementerian Keuangan China mengumumkan daftar produk impor asal AS yang akan dibebaskan dari pengenaan bea masuk baru. Melansir CNBC International, ada sebanyak 16 jenis produk impor yang diberikan pembebasan oleh China, termasuk pakan ternak, obat untuk kanker, dan pelumas. Pembebasan ini akan mulai berlaku pada tanggal 17 September hingga September 2020.

Sebagai informasi, sejauh ini delegasi tingkat tinggi dari kedua negara masih dijadwalkan untuk menggelar negosiasi dagang secara tatap muka pada awal bulan depan. Negosiasi tatap muka di AS pada awal bulan depan diketahui akan melibatkan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Wakil Perdana Menteri China Liu He, serta Gubernur Bank Sentral China Yi Gang.

Equity World | Uji Nyali, Berani Coba Saham Kolesterol Tinggi Ini?

Equity World | Uji Nyali, Berani Coba Saham Kolesterol Tinggi Ini?

Equity World | Beberapa pelaku pasar memilih untuk tidak berinvestasi di pasar saham karena prinsipnya yang high risk dan high return, yang artinya menanamkan modal pada aset beresiko tinggi tapi berpotensi memberikan imbal hasil selangit.

Adapun investor pemula yang masih awam umumnya memilih untuk menggelontorkan dana mereka pada saham yang menjamin imbal hasil karena likuiditas yang tinggi, seperti saham-saham yang masuk dalam kategori LQ45. Terlebih lagi, saham di LQ45 mayoritas memiliki landasan fundamental kinerja keuangan yang cenderung baik.

Akan tetapi, data pasar menunjukkan bahwa saham yang memberikan cuan tertinggi sepanjang tahun ini, justru dari emiten dengan likuiditas rendah dengan kapitalisasi pasar tidak terlalu besar. Rerata nilai transaksi harian di bawah Rp 5 miliar.

Dalam dunia pasar modal saham sering disebut ‘saham berkolesterol tinggi’, kenapa? Hal ini karena saham telah ‘digoreng’ yang membuat harganya melesat dan menarik bagi trader.

Namun, saham-saham tersebut selain cepat naik tapi juga bisa tiba-tiba anjlok harganya, bak Roller Coaster. Jadi resiko yang menyelimuti juga sangat besar.

Alhasil, pergerakan sahamnya tidak dapat diperkirakan oleh para analis. Jadilah saham yang digoreng ini istilah ‘berkolesterol’ dan tidak sehat bagi investor.

Tim Riset CNBC Indonesia mencoba merangkum 10 saham ‘berkolesterol tinggi’ sepanjang tahun 2019.

Berdasarkan tabel di atas, produsen gas elpiji, PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) menduduki posisi teratas dengan imbal hasil mencapai 1.472%, di mana per 11 September 2019 kapitalisasi pasar perusahaan hanya Rp 2,23 triliun.

Equity World

Saham Asia naik karena harapan perdagangan AS-China, stimulus moneter | Equity World

Selain itu, melansir RTI Analytics, PICO rata-rata hanya ditransaksikan sebanyak 392.394 ribu unit dengan rerata nilai transaksi sebesar Rp 559,17 juta.

Peroleh itu jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan transaksi saham LQ45, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Rata-rata volume perdagangan Bank BUKU IV tersebut sebesar 109,26 juta unit dengan nilai transaksi mencapai Rp 421,27 miliar. Hampir 800 kali lipat lebih besar dibandingkan PICO.

Jika dirinci lebih lanjut, pelaku pasar patut waspada karena beberapa saham di atas langganan terkena penghentian sementara (suspensi) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti PICO, ARTO, POLL, dan NICK.

Meskipun kesepuluh emiten di atas memiliki kapitalisasi pasar kecil, likuiditas rendah, dan beresiko tinggi karena fluktuasi harga, investor bernyali besar tetap tertarik untuk menggelontorkan dana mereka untuk membeli saham tersebut. Lalu, berapa keuntungan yang dikantongi investor yang bernyali ini?

PT Equityworld | Turun Lagi, Emas Antam Dibanderol Rp 751 Ribu

PT Equityworld | Turun Lagi, Emas Antam Dibanderol Rp 751 Ribu

PT Equityworld | Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dijual seharga Rp751.000 per gram pada perdagangan Rabu (11/9/2019).

Harga ini turun sebanyak Rp3.000 per gram dibandingkan posisi sebelumnya di Rp754.000 per gram

Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dijual seharga Rp751.000 per gram pada perdagangan Rabu (11/9/2019).

Harga ini turun sebanyak Rp3.000 per gram dibandingkan posisi sebelumnya di Rp754.000 per gram

PT Equityworld

Bursa Saham Asia Selasa Dibuka Mayoritas Menguat | PT Equityworld

Pecahan 1 gram Rp 751.000

Pecahan 2 gram Rp 1.451.000

Pecahan 3 gram Rp 2.155.000

Pecahan 5 gram Rp 3.575.000

Pecahan 10 gram Rp 7.085.000

Pecahan 25 gram Rp 17.605.000

Pecahan 50 gram Rp 35.135.000

Pecahan 100 gram Rp 70.200.000

Pecahan 250 gram Rp 176.000.000

Pecahan 500 gram Rp 351.800.000

Pecahan 1.000 gram Rp 703.600.000.

Design a site like this with WordPress.com
Get started