Equity World | Hong Kong Membara (Lagi), Bursa Saham Asia Berguguran

Equity World | Hong Kong Membara (Lagi), Bursa Saham Asia Berguguran

Equity World | Seluruh bursa saham utama kawasan Asia mengakhiri perdagangan pertama di pekan ini, Senin (11/11/2019), di zona merah.

Pada penutupan perdagangan, indeks Nikkei turun 0,26%, indeks Shanghai anjlok 1,83%, indeks Hang Seng ambruk 2,62%, indeks Straits Times terkoreksi 0,72%, dan indeks Kospi berkurang 0,61%.

Ada dua sentimen utama yang memantik aksi jual di bursa saham Benua Kuning, Pertama, prospek terkait kesepakatan dagang tahap satu antara AS dan China yang kini semakin berwarna abu-abu.

Sebelumnya, China mengabarkan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan AS untuk menghapuskan bea masuk tambahan yang sudah dikenakan oleh masing-masing negara selama perang dagang berlangsung, seperti dilansir dari CNBC International.

Juru Bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengabarkan bahwa kedua belah pihak telah setuju untuk secara bersama-sama menghapuskan bea masuk yang menyasar produk impor dari masing-masing negara senilai ratusan miliar tersebut. Penghapusan bea masuk disebut China akan dilakukan secara bertahap.

Dirinya kemudian menambahkan bahwa kedua belah pihak kini telah semakin dekat untuk menandatangani kesepakatan dagang tahap satu, menyusul negosiasi yang konstruktif dalam dua pekan terakhir.

Namun, pihak AS kemudian membantah klaim dari China tersebut. Penasehat Perdagangan Gedung Putih Peter Navarro menegaskan bahwa pihak AS tak pernah menyepakati hal tersebut dengan China. Navarro pun menilai China tengah melakukan upaya propaganda.

“Tidak ada kesepakatan untuk saat ini yang menghapuskan semua tarif yang diberlakukan sebagai kondisi untuk kesepakatan dagang fase pertama,” tegas Navarro dalam wawancara dengan Fox Business Network, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/11/2019).

“Mereka hanya bernegosiasi di ranah publik dan tengah mencoba mendorong (kesepakatan) ke satu arah.” tambah Navarro.

Perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump menjadi pihak yang membantah klaim dari pihak China. Menjelang akhir pekan kemarin, Trump mengatakan bahwa dirinya belum setuju untuk menghapuskan bea masuk tambahan yang diberlakukan Washington terhadap produk impor asal China.

“Mereka ingin ada penghapusan. Saya belum menyetujui apapun,” kata Trump pada hari Jumat waktu setempat (8/11/2019), dilansir dari CNBC International.

Sentimen kedua yang menjadi penyebab bursa saham Asia diterpa tekanan jual adalah aksi demonstrasi di Hong Kong yang tak kunjung padam. Pada hari ini, seorang perwira polisi Hong Kong terekam video ketika sedang menembak demonstran yang mengenakan topeng. Polisi itu juga terlihat memukul salah seorang demonstran.

Kejadian selama bentrokan itu disiarkan langsung di Facebook. Akibat demonstrasi yang membara ini, aktivitas selama jam sibuk di Hong Kong menjadi terganggu.

Untuk diketahui, sejauh ini perekonomian Hong Kong sudah sangat tersakiti oleh aksi demonstrasi yang tak kunjung. Aksi demonstrasi besar-besaran yang dalam beberapa waktu terakhir terjadi di Hong Kong pada awalnya dipicu oleh penolakan terhadap RUU ekstradisi.

Equity World

Pasar Asia Melambat Tunggu Kemajuan Trade War Dan Perkembangan Situasi Di Hong Kong | Equity World

Beberapa waktu yang lalu, Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong merilis pembacaan awal untuk data pertumbuhan ekonomi periode kuartal III-2019. Pada tiga bulan ketiga tahun ini, perekonomian Hong Kong diketahui membukukan kontraksi sebesar 3,2% secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ).

Lantaran pada kuartal II-2019 perekonomian Hong Kong sudah terkontraksi sebesar 0,4% secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi yang kembali negatif secara kuartalan pada kuartal III-2019 resmi membawa Hong Kong mengalami resesi untuk kali pertama sejak tahun 2009, kala krisis keuangan global menerpa.

Sebagai informasi, resesi merupakan penurunan aktivitas ekonomi yang sangat signifikan yang berlangsung selama lebih dari beberapa bulan, seperti dilansir dari Investopedia. Sebuah perekonomian bisa dikatakan mengalami resesi jika pertumbuhan ekonominya negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Melansir World Economic Outlook edisi April 2018 yang dipublikasikan oleh International Monetary Fund (IMF), Hong Kong merupakan negara dengan nilai perekonomian terbesar ke-35 di dunia. Walaupun tidak sebesar AS dan China yang kini tengah terlibat perang dagang, tentu posisi Hong Kong di tatanan perekonomian dunia tak bisa dianggap sepele.

Equity World | Saham Tokyo dibuka menguat menyusul kenaikan Wall Street

Equity World | Saham Tokyo dibuka menguat menyusul kenaikan Wall Street

Saham-saham Tokyo dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi, karena sentimen investor didukung oleh rekor penutupan tertinggi Wall Street akhir pekan lalu di tengah harapan pembicaraan perdagangan internasional utama.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) naik 54,69 poin atau 0,23 persen, dari tingkat penutupan Jumat (8/11), menjadi diperdagangkan di 23.446,56 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham utama di pasar saham Tokyo menambahkan 5,59 poin, atau 0,33 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.708,36 poin.

Equity World

Dolar Menggila-Wall Street Cetak Sejarah, Pasar RI Apa Kabar? | Equity World

Saham-saham yang terkait dengan jasa-jasa pergudangan dan pelabuhan, instrumen presisi, serta pulp dan kertas paling banyak mencatat kenaikan pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.

Tiga indeks utama AS pada Jumat (8/11) membukukan rekor penutupan tertinggi dan S&P 500 mencatat kenaikan minggu kelima berturut-turut karena investor menepis kekhawatiran atas kemajuan pembicaraan perdagangan AS-China dan ketika saham Walt Disney naik.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 6,44 poin atau 0,02 persen, menjadi ditutup di 27.681,24 poin. Indeks S&P 500 bertambah 7,90 poin atau 0,26 persen, menjadi berakhir di 3.093,08 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 40,80 poin atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada 8.475,31 poin.

PT Equityworld | IHSG Berakhir Terperosok ke Zona Merah, Bursa Asia Mixed

PT Equityworld | IHSG Berakhir Terperosok ke Zona Merah, Bursa Asia Mixed

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Kamis (7/11/2019) ditutup terperosok cukup dalam untuk tenggelam ke zona merah saat bursa Asia lainnya bergerak mixed. Hingga akhir sesi, IHSG jatuh-51.92 poin yang setara -0,84% menjadi 6.165,62.

Sebelumnya pada sesi siang, bursa saham Tanah Air juga tertekan dengan kehilangan 82,224 poin atau mencapai 1,322% menjadi 6.135,32. Raihan itu jauh merosot dari 6.217,55 pada penutupan Rabu (6/11) kemarin.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,31 triliun dengan 10,47 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,35 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp3,55 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,19 triliun. Tercatat sebesar 123 saham menguat, 339 melemah dan 154 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) naik Rp520 menjadi Rp2.840, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) bertambah Rp500 menjadi Rp6.800 dan PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) melonjak Rp445 ke posisi Rp2.230.

Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) turun Rp170 menjadi Rp1.660, PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp125 menjadi Rp6.725 serta PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) lebih rendah Rp-40 menjadi Rp1.660.

PT Equityworld

Bursa Asia Berbalik Menguat, IHSG Tak Beranjak dari Zona Merah | PT Equityworld

Di sisi lain bursa saham Asia Pasifik berakhir mixed pada perdagangan Kamis, ketika penandatanganan kesepakatan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China berpeluang bakal ditunda. Saham daratan China merangkak naik, dimana Komposit Shenzhen mendapatkan dorongan 0,643% untuk bertengger di level 1.651,77.

Selanjutnya Komposit Shanghai sebagian besar mendatar menjadi 2.978,71. Sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong tergelincir 0,18% ketika saham raksasa teknologi asal China yakni Tencent turun 1,2%.

Di Jepang, indeks Nikkei ditutup 0,11% lebih tinggi pada posisi 23.330,32 saat indeks Topix terdongkrak 0,22% untuk menyelesaikan perdagangan di 1.698,13. Saham SoftBank Group tercatat merosot 2,22% setelah konglomerat Jepang itu mengumumkan kerugian kuartalan pertama dalam 14 tahun.

Tren menghijau terlihat pada indeks Kospi, Korea Selatan yang mengakhiri perdagangan dengan kenaikan tipis menjadi2.144,29. Sedangkan bursa patokan Australia, S&P/ASX 200 ditutup 1% lebih tinggi pada level 6.726,60. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang sebagian besar mendatar.

PT Equityworld | AS-China Mesra, Dow Jones Siap ‘Loncat’ 126 Poin Nanti Malam

PT Equityworld | AS-China Mesra, Dow Jones Siap ‘Loncat’ 126 Poin Nanti Malam

PT Equityworld | Bursa Wall Street di AS diprediksi akan dibuka menguat pada perdagangan keempat di pekan ini, Kamis (7/10/2019) nanti malam.

Hingga pukul 17:15 WIB, kontrak futures indeks Dow Jones mengimplikasikan kenaikan sebesar 126 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite diimplikasikan naik masing-masing sebesar 13 dan 51 poin.

Perkembangan terkait perang dagang AS-China yang positif menjadi faktor yang mendorong pelaku pasar saham AS untuk melakukan aksi beli.

China mengabarkan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan AS untuk menghapuskan bea masuk tambahan yang sudah dikenakan oleh masing-masing negara selama perang dagang berlangsung, seperti dilansir dari CNBC International.

Juru Bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengabarkan bahwa kedua belah pihak telah setuju untuk secara bersama-sama menghapuskan bea masuk yang menyasar produk impor dari masing-masing negara senilai ratusan miliar tersebut.

Dirinya kemudian menambahkan bahwa kedua belah pihak kini telah semakin dekat untuk menandatangani kesepakatan dagang tahap satu, menyusul negosiasi yang konstruktif dalam dua pekan terakhir.

Sebelumnya, ada kabar yang kurang mengenakan terkait perang dagang AS-China. Melansir CNBC International, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping kemungkinan tak akan bertemu hingga bulan Desember guna menandatangani kesepakatan dagang tahap satu.

Menurut seorang sumber dari kalangan pemerintahan AS, kedua pihak masih memerlukan waktu guna mendiskusikan poin-poin yang akan masuk ke dalam kesepakatan dagang tahap satu, beserta dengan lokasi penandatanganannya.

Kini, optimisme bahwa AS-China akan meneken kesepakatan dagang tahap satu pada bulan ini kembali membuncah dan membangkitkan optimisme pelaku pasar saham AS untuk melakukan aksi beli.

PT Equityworld

AS-China Siap Hapus Bea Masuk, Bursa Saham Asia Menghijau | PT Equityworld

Sejauh ini, bea masuk tambahan yang dikenakan oleh masing-masing negara terbukti sudah menghantam perekonomiannya masing-masing. Belum lama ini, pembacaan awal untuk angka pertumbuhan ekonomi AS periode kuartal III-2019 diumumkan di level 1,9% (QoQ annualized), jauh melambat dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu (kuartal III-2018) yang mencapai 3,4%.

Beralih ke China, belum lama ini Beijing mengumumkan bahwa perekonomiannya hanya tumbuh di level 6% secara tahunan pada kuartal III-2019, lebih rendah dari konsensus yang sebesar 6,1%, seperti dilansir dari Trading Economics. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2019 juga lebih rendah dibandingkan capaian pada kuartal II-2019 yang sebesar 6,2%.

Untuk diketahui, laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 yang sebesar 6,2% merupakan laju pertumbuhan ekonomi terlemah dalam setidaknya 27 tahun, seperti dilansir dari CNBC International.

Dengan dihapuskannya bea masuk yang sudah dikenakan oleh masing-masing negara selama perang dagang berlangsung, ada peluang yang besar bahwa roda perekonomian AS dan China akan bisa dipacu untuk berputar lebih kencang.

Tidak ada pejabat The Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan berbicara pada hari ini.

PT Equityworld | Wall Street ditutup bervariasi karena investor hati-hati menyikapi kesepakatan dagang

PT Equityworld | Wall Street ditutup bervariasi karena investor hati-hati menyikapi kesepakatan dagang

PT Equityworld | Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (5/11) karena kehati-hatian investor di tengah reli saham yang didorong harapan kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 30,50 poin atau 0,11% ke 27.492,63, S&P 500 turun 3,65 poin atau 0,12% ke 3.074,62 dan Nasdaq Composite naik 1,48 poin atau 0,02% ke 8.434,68.

Saham-saham finansial yang memiliki bobot besar naik 0,42%, sektor energi naik 0,45% karena harga minyak naik lebih dari 1% dan sektor real estate yang sensitif terhadap tarif turun 1,76%.

Laporan terbaru dari kesepakatan dagang menunjukkan, China mendesak Presiden AS Donald Trump untuk menghapus lebih banyak tarif sebagai bagian dari kesepakatan fase satu yang kemungkinan akan diteken bulan ini.

PT Equityworld

Pasca Cetak Rekor, Wall Street Masih akan Hijau Hari Ini | PT Equityworld

“Pasar berada pada titik tertinggi sepanjang masa, orang-orang menjadi sedikit cemas tentang kesepakatan itu,” kata Tim Ghriskey, kepala strategi investasi Inverness Counsel New York seperti dikutip Reuters.

“Jelas merupakan gerakan menuju keuntungan. Ini lebih merupakan perpindahan ke sektor keuangan karena kurs bergerak lebih tinggi dan berpindah ke sektor energi karena komoditas naik lebih tinggi dan itu adalah dua sektor yang benar-benar disia-siakan pasar, valuasinya murah.”

PT Equityworld | Sentimen Kesepakatan Dagang AS-Cina Terus Dukung Bursa Asia Reli

PT Equityworld | Sentimen Kesepakatan Dagang AS-Cina Terus Dukung Bursa Asia Reli

PT Equityworld | Bursa saham Asia reli mendekati level puncak bulan Juli pada Selasa (05/11) pagi di tengah meningkatnya tanda-tanda bahwa Amerika Serikat dan Cina semakin mendekati gencatan senjata perang dagang dan optimisme yang muncul dari laporan data tenaga kerja domestik AS yang mengalami pertumbuhan solid.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Selasa (05/10) pagi, indeks MSCI yang terdiri dari saham-saham Asia Pasifik selain Jepang stagnan pada awal perdagangan setelah mencapai tingkat tertinggi empat bulan pada hari Senin.

PT Equityworld

Kesepakatan Dagang Kian Nyata, Bursa Saham Asia Menghijau | PT Equityworld

Indeks Nikkei Jepang (N225) menguat 1,34% ke tingkat tertinggi satu tahun setelah menjalani libur pasar Senin kemarin.

Data lapangan kerja AS Jumat silam menunjukkan kenaikan yang kuat meskipun ada hambatan dari mogok kerja di General Motors (N: GM). Hal ini bisa menunjukan kasus bahwa sektor konsumen akan terus mendukung perekonomian yang melambat.

PT Equityworld | IHSG Terburuk di Asia, Tapi Ada Saham Cuan hingga 100%

PT Equityworld | IHSG Terburuk di Asia, Tapi Ada Saham Cuan hingga 100%

PT Equityworld | Sepekan ini (28 Oktober-1 November), bukan periode kejayaan bursa saham utama Indonesia. Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menduduki posisi paling bontot di kawasan Asia dengan mencatatkan imbal hasil negatif hingga 0,7%, dari level 6.252,35 ke level 6.207,19.

IHSG menjadi satu-satunya bursa saham acuan di Benua Kuning yang mencetak koreksi sepanjang perdagangan pekan ini. Indeks Sensex (India) dan indeks Hang Seng (Hong Kong) menduduki posisi dua teratas dengan membukukan penguatan masing-masing sebesar 2,8% dan 1,6%.

Mayoritas bursa saham di kawasan Asia menguat menyusul keputusan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang memangkas suku bunga acuan pada pekan ini sebesar 25 basis poin (bps) ke rentang 1,5%-1,75%.

Sementara itu, koreksi yang terjadi pada IHSG besar kemungkinan adanya aksi ambil untung (profit taking) yang didorong oleh faktor domestik, di mana laju inflasi bulan September hanya tercatat tumbuh 0,2% secara bulanan (MoM) dan 3,13% secara tahunan (YoY).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan lalu berada di posisi yang lebih rendah ketimbang konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia yang memperkirakan adanya inflasi sebesar 0,12% secara bulanan, sementara inflasi secara tahunan diperkirakan sebesar 3,23%.

Lebih lanjut, meskipun pekan ini kinerja IHSG kurang ciamik, masih terdapat beberapa emiten yang harga sahamnya mampu melesat kencang.

Berikut adalah 5 saham dengan cuan tertinggi sepanjang pekan ini

  1. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
    Emiten properti di bawah naungan keluarga Dato Sri Tahir, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) memimpin klasemen top gainers dengan mencatatkan penguatan dua kali lipat (100%) dari harga Rp 1.140/saham menjadi Rp 505/saham.

Dikarenakan pergerakan saham perusahaan yang liar, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham MPRO di pasar reguler dan pasar negosiasi pada Jumat (1/11/2019)

  1. PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS)
    Harga saham PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) melesat 72,8% menjadi Rp 6.100/saham. Penguatan tersebut membuat perusahaan berhasil menduduki posisi runner up kategori top gainers.

Emiten yang bergerak di bidang trading bahan bakar, bisnis logistik dan pergudangan melantai pertama kali di BEI pada 28 Mei 2018 degan melepas sebanyak 150 juta unit saham di harga penawaran Rp 276/saham.

  1. PT Onix Capital Tbk (OCAP)
    Harga saham PT Onix Capital Tbk (OCAP) juga masuk dalam jajaran top gainers pekan ini karena berhasil menguat 46,03% dan menutup perdagangan di harga Rp 276/saham dari sebelumnya Rp 189/saham di awal pekan.

OCAP didirikan tanggal 21 Oktober 1989 dan bergerak di bidang jasa, yaitu jasa konsultasi bidang bisnis, manajemen dan administrasi, termasuk di dalamnya adalah broker sekuritas dan underwriting.

PT Equityworld

Terburuk di Asia & Asing Kabur Rp 1,7 T, ke Mana Arah IHSG? | PT Equityworld

  1. PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY)
    PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) merupakan emiten yang memproduksi mesin pembangkit listrik, termasuk sistem panel surya yang berdiri pada tahu 2008. Sepanjang pekan ini, harga saham JSKY menguat 41,77%, dari Rp 462/saham menjadi Rp 655/saham.
  2. PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI)
    Pekan ini, harga saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) naik 31,21% ke level Rp 370/saham dari Rp 282/saham di awal pekan. Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara tersebut pertama kali mencatatkan diri di BEI pada 15 Juli 2004.

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Bervariasi Pagi Ini Ditengah Ketidakpastian Perkembangan Perang Dagang AS-China

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Bervariasi Pagi Ini Ditengah Ketidakpastian Perkembangan Perang Dagang AS-China

Equityworld Futures | Saham-saham di Asia bervariasi dalam perdagangan Jumat pagi di tengah kekhawatiran baru atas potensi kesepakatan perdagangan jangka panjang antara China dan AS.

Nikkei 225 Jepang turun 0,79% pada awal perdagangan, sementara indeks Topix turun 0,6%. Saham perusahaan game Nintendo melonjak lebih dari 4%, setelah perusahaan pada Kamis mengumumkan laba kuartal kedua yang melebihi harapan.

Sementara itu, Kospi Korea Selatan naik 0,1%. S & P / ASX 200 di Australia tergelincir 0,26% karena sektor-sektor tersebut beragam.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,16% lebih rendah.

Di Hong Kong, ESR Cayman akan melakukan debut publik pada hari Jumat, yang diharapkan menjadi IPO terbesar kedua untuk kota Hong Kong tahun ini. IPO ESR Cayman akan mengikuti IPO Budweiser APAC – terbesar kedua secara global tahun ini dan di Hong Kong pada bulan September.

Sebuah survei pribadi terhadap aktivitas pabrik di China diperkirakan akan dilakukan pada hari Jumat, dengan Caixin / Markit Purchasing Managers’s Index (PMI) untuk sektor manufaktur dijadwalkan keluar sekitar jam 9:45 pagi HK / SIN. Itu terjadi sehari setelah data resmi menunjukkan aktivitas manufaktur di China menyusut untuk bulan keenam berturut-turut pada bulan Oktober.

Ketakutan terhadap perkembangan perang dagang AS-China:
Investor akan mengawasi perkembangan perdagangan AS-China di tengah kegelisahan baru setelah Bloomberg News melaporkan Kamis, mengutip sumber-sumber, bahwa para pejabat China telah meragukan kemungkinan kesepakatan perdagangan jangka panjang dengan AS. Laporan itu menambahkan para pejabat China khawatir tentang “Sifat impulsif” Presiden AS Donald Trump dan risiko dia mundur dari segala jenis kesepakatan.

Perkembangan itu datang di tengah optimisme baru-baru ini untuk kesepakatan “fase satu” yang akan ditandatangani antara dua kekuatan ekonomi tersebut. Kesepakatan itu semula diharapkan akan ditandatangani pada pertemuan puncak November di Chili, suatu peristiwa yang sejak itu dibatalkan oleh negara itu karena protes anti-pemerintah yang sedang berlangsung.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis kemarin, lokasi baru untuk menandatangani kesepakatan perdagangan “fase satu” dengan China “akan segera diumumkan.”

Beijing dan Washington telah terlibat dalam perang dagang sejak tahun 2018, dengan tarif telah ditukar dengan barang satu sama lain bernilai miliaran dolar.

Equityworld Futures

Bursa Asia Menghijau, Tapi Waspada Karena Hong Kong Resesi! | Equityworld Futures

Semalam di Wall Street, kegelisahan perdagangan mengirim saham di Wall Street lebih rendah. Dow Jones Industrial Average ditutup 140,46 poin lebih rendah pada 27.046,23 sementara S&P 500 turun 0,3% untuk mengakhiri hari perdagangannya di 3.037,56. Nasdaq Composite turun 0,1% menjadi ditutup pada 8.292,36.

Laporan pekerjaan Oktober untuk AS diperkirakan Jumat nanti di Amerika Serikat, diperkirakan sangat lemah karena pemogokan di General Motors. Ekonom memperkirakan bahwa hanya 75.000 pekerjaan diciptakan pada bulan Oktober, dan tingkat pengangguran diperkirakan sedikit naik menjadi 3,6% dari 3,5%, menurut Dow Jones.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir di 97,299 setelah tergelincir dari level di atas 97,4 kemarin.

Yen Jepang, sering dilihat sebagai mata uang “safe-haven” di saat ketidakpastian pasar, diperdagangkan pada 107,98 terhadap dolar setelah menguat dari level di atas 108,5 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia berpindah tangan pada $ 0,6889 setelah jatuh dari level di atas $ 0,692 yang terlihat kemarin.

PT Equity World | Harga Emas Dunia Kian Kinclong, Masih Bisa Naik Lagi Gak?

PT Equity World | Harga Emas Dunia Kian Kinclong, Masih Bisa Naik Lagi Gak?

PT Equity World | Harga emas (gold price) bergerak naik di perdagangan pasar spot global hingga Kamis ini (31/10), karena sentimen pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) oleh The Federal Reserve/The Fed.

Hingga pukul 12:30 WIB, harga emas berada pada level US$ 1.499/troy ons, naik 0,8% dibandingkan posisi Rabu kemarin (30/10) pukul 12:49 WIB pada level US$ 1.499/troy. Meski harga naik, sang logam mulia ini masih minus 0,2% dalam sepekan terakhir.

Penantian investor akan kebijakan The Fed pada terjawab sudah, Jerome ‘Jay’ Powell selaku Gubernur The Fed memutuskan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin pagi dini hari tadi malam, menjadikan penurunan ketiga pada tahun ini menjadi 1,5%-1,75%.

Kebijakan tersebut membuat dolar AS tertekan karena suku bunga semakin kecil dan menurunkan minat berinvestasi di negeri Paman Sam menjadi berkurang, khususnya investasi langsung dalam bentuk portofolio (saham dan obligasi).

Pergerakan harga emas berbanding terbalik dengan dolar AS, karena emas adalah komoditas yang dibanderol dengan mata uang tersebut.

Kala dolar AS melemah, maka harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas pun mulai naik dan membuat harganya terangkat.

PT Equity World

The Fed Pangkas Bunga Acuan, Bursa Saham Asia Menghijau | PT Equity World

Analisis teknikal

Tren harga emas cenderung bergerak menyamping (sideways) sejak pertengahan Agustus seiring situasi yang berkembang secara global.

Penghalang kenaikan harga emas (resistance level) berada pada US$ 1.522/troy ounce, sedangkan penurunan harganya (support level) cenderung tertahan pada level US$ 1.486/Troy.

Ada potensi harga emas di pasar spot akan melanjutkan kenaikan hingga menguji level harga US$ 1.522/Troy dalam waktu satu minggu hingga 3 minggu ke depan.

Indikator teknikal Relative Strength Index (RSI) yang bersifat momentum menggambarkan harga emas yang masih belum menyentuh level jenuh belinya (overbought), sehingga ruang kenaikannya masih terbuka.

PT Equity World | Menanti Hasil Pertemuan The Fed, Bursa Saham Global Stagnan

PT Equity World | Menanti Hasil Pertemuan The Fed, Bursa Saham Global Stagnan

PT Equity World | Reli bursa global terhenti Rabu petang dengan saham-saham di Asia turun dari tingkat tertinggi tiga bulan. Hal ini dipengaruhi prospek penurunan suku bunga Federal Reserve dan juga kekhawatiran tertundanya kesepakatan perdagangan tahap satu antara Amerika Serikat-Cina.

Menurut berita yang dilansir Reuters Rabu (30/10), bursa saham di Eropa juga terpantau akan dibuka stagnan. Indeks Euro Stoxx 50 berjangka (STXEc1), German DAX berjangka (FDXc1) dan FTSE berjangka (FFIc1) semuanya diperdagangkan cenderung turun.

Indeks MSCI yang terdiri dari saham-saham Asia Pasifik selain Jepang turun sebesar 0,33%. Sementara itu, Indeks Nikkei Jepang (N225) turun sebanyak 0,57%. Bursa di Cina yakni Shanghai (CSI300 ) dan Shenzhen (CSI300) turun sebesar 0,49%.

Di Wall Street semalam, indeks S&P 500 mencapai rekor harian tertinggi. Penguatan ini didorong laporan pendapatan yang kuat dari produsen obat-obatan seperti Merck (JK:MERK) (N:MRK) dan Pfizer (N:PFE), sebelum turun 0,08%.

PT Equity World

Bursa Asia Boncos, Mampukah IHSG Menguat 3 Hari Berturut? | PT Equity World

Indeks saham MSCI seluruh dunia melemah tipis sebesar 0,06% di Asia pada hari Rabu.

Ekuitas global menguat sejak Presiden AS Donald Trump menjelaskan tahap pertama dari kesepakatan perdagangan dengan Cina awal bulan ini.

Ekspektasi lanjutan pelonggaran kebijakan moneter AS juga membuat para investor semakin berani dan pengurangan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan Fed hampir terlihat sebagai hal yang mungkin terjadi.

Design a site like this with WordPress.com
Get started