Equityworld Futures | Minyak Dunia Lanjut Melemah Jumat (12/9) Pagi, Brent ke US$ 66,07 & WTI ke US$ 62,06

Equityworld Futures | Minyak Dunia Lanjut Melemah Jumat (12/9) Pagi, Brent ke US$ 66,07 & WTI ke US$ 62,06

Equityworld Futures | Harga minyak kembali melemah pada perdagangan Jumat (12/9/2025), melanjutkan penurunan tajam sehari sebelumnya.

Equityworld Futures | Harga Emas Jatuh: Pembeli & Bandar Mulai Kelelahan & Kebingungan

Sentimen pasar tertekan oleh kekhawatiran melimpahnya pasokan global dan potensi pelemahan permintaan dari Amerika Serikat (AS), meskipun masih ada risiko gangguan suplai akibat konflik di Timur Tengah dan perang di Ukraina.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent turun 30 sen atau 0,45% menjadi US$ 66,07 per barel pada pukul 01.14 GMT.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 31 sen atau 0,5% ke US$ 62,06 per barel. Sehari sebelumnya, kedua acuan ini masing-masing sudah terkoreksi 1,7% dan 2%.

Penurunan tajam Kamis lalu terjadi setelah Badan Energi Internasional (IEA) dalam laporan bulanan menyebutkan pasokan minyak global diperkirakan naik lebih cepat dari perkiraan tahun ini, seiring rencana kenaikan produksi dari OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia (OPEC+).

Namun, OPEC dalam laporan terpisah tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global 2025 dan 2026 pada level yang relatif tinggi, dengan alasan tren pertumbuhan ekonomi dunia masih solid.

Pada Minggu lalu, OPEC+ memutuskan untuk kembali menaikkan kuota produksi mulai Oktober, sejalan dengan upaya Arab Saudi sebagai pemimpin kelompok untuk merebut kembali pangsa pasar.

Ekspor minyak mentah Arab Saudi ke China diproyeksikan melonjak pada Oktober menjadi sekitar 1,65 juta barel per hari (bph), naik signifikan dari 1,43 juta bph pada September, menurut sumber perdagangan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan sejauh mana China dapat terus menyerap pasokan tersebut dan menjaga stok minyak di negara OECD tetap rendah.

Di Rusia, produsen minyak terbesar kedua dunia setelah AS, pendapatan dari penjualan minyak mentah dan produk turun pada Agustus ke salah satu level terendah sejak awal konflik Ukraina, menurut IEA.

Reuters juga melaporkan bahwa Rusia berencana memangkas ekspor ESPO Blend dari pelabuhan Kozmino di Timur Jauh menjadi 4 juta ton metrik (sekitar 1 juta bph) pada September, turun dari 4,2 juta ton pada Agustus.

Dari sisi makroekonomi, inflasi konsumen AS pada Agustus naik paling tinggi dalam tujuh bulan terakhir.

Selain itu, lonjakan klaim tunjangan pengangguran pekan lalu meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pekan depan, yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus permintaan energi.

Sementara itu, laporan Administrasi Informasi Energi (EIA) pada Rabu mencatat stok minyak mentah AS naik 3,9 juta barel menjadi 424,6 juta barel.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Perkasa, Saham Oracle Catat Kinerja Terbaik Sejak 1992

Equityworld Futures | Wall Street Perkasa, Saham Oracle Catat Kinerja Terbaik Sejak 1992

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street kompak melesat. Indeks S&P 500 mencatat level tertinggi baru pada Rabu, 10 September 2025 setelah pembacanaan harga grosir menurun secara tak terduga.

Equityworld Futures | Rekor! Rekor Terus! Harga Emas Diramal Semakin Liar

Hal ini menjadi perkembangan menggembirakan bagi investor yang ingin penurunan suku bunga the Federal Reserve (the Fed). Suku bunga the Fed turun dinilai akan mendorong perekonomian.

Mengutip CNBC, Kamis (11/9/2025), indeks S&P 500 ditutup naik 0,3% menjadi 6.532,04, rekor penutupan untuk indeks tersebut. Indeks S&P 500 sempat naik sekitar 0,7% pada puncaknya di level 6.555,97. Kenaikan itu mendorong indeks cetak rekor tertinggi intraday baru.

Nasdaq Compositenaik tipis 0,03% dan ditutup di level 21.886,06, juga mencatat rekor penutupan tertinggi setelah mencapai rekor tertinggi intraday sebelum melemah pada sore hari. Dow Jones Industrial Average turun 220,42 poin, atau 0,48%, dan berakhir di level 45.490,92, terbebani oleh penurunan saham Apple karena pengumuman iPhone terbaru gagal mengesankan investor.

Pada akhir sesi, sebagian besar saham alami kenaikan. Saham Oracle dan saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan mencatat kenaikan terbesar. Di sisi lain terdapat lebih banyak saham yang merugi di S&P 500 daripada yang menguat.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Dibuka Menguat Senin (8/9), Pasar Optimistis The Fed Pangkas Suku Bunga

Equityworld Futures | Wall Street Dibuka Menguat Senin (8/9), Pasar Optimistis The Fed Pangkas Suku Bunga

Equityworld Futures | Wall Street dibuka menguat pada Senin (8/9/2025), menebus penurunan pada sesi sebelumnya.

Equityworld Futures | Sejarah Dunia: Harga Emas Tembus Level Baru US$ 3.600: Pesta Lagi!

Seiring meningkatnya harapan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat merespons data ketenagakerjaan terbaru.

Pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 29,8 poin atau 0,07% menjadi 45.430,61, S&P 500 naik 16,6 poin atau 0,26% menjadi 6.498,09.

Sementara Nasdaq Composite bertambah 105,8 poin atau 0,49% menjadi 21.806,22.

Kenaikan ini dipicu oleh data nonfarm payrolls yang dirilis Jumat lalu, yang menunjukkan pelemahan pasar kerja AS.

Data ini memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi, mendorong indeks utama Wall Street turun pada sesi sebelumnya.

Namun, setelah laporan tersebut, pasar semakin yakin akan kemungkinan pemangkasan suku bunga 25 basis poin (bps), dengan probabilitas mencapai 88% menurut alat FedWatch dari CME Group.

Sementara Nasdaq Composite bertambah 105,8 poin atau 0,49% menjadi 21.806,22.

Kenaikan ini dipicu oleh data nonfarm payrolls yang dirilis Jumat lalu, yang menunjukkan pelemahan pasar kerja AS.

Data ini memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi, mendorong indeks utama Wall Street turun pada sesi sebelumnya.

Namun, setelah laporan tersebut, pasar semakin yakin akan kemungkinan pemangkasan suku bunga 25 basis poin (bps), dengan probabilitas mencapai 88% menurut alat FedWatch dari CME Group.

Investor juga akan mencermati data inflasi pekan ini untuk menilai dampak kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump terhadap ekonomi dan apakah hal ini memperkuat kemungkinan pemangkasan suku bunga yang lebih besar.

Selain itu, survei sentimen konsumen awal dari University of Michigan dan revisi data payroll oleh Bureau of Labor Statistics akan menjadi sorotan.

Selama periode “blackout” menjelang rapat The Fed pada 16-17 September, pasar harus menafsirkan data ekonomi tanpa arahan baru dari pembuat kebijakan.

Minggu lalu, S&P dan Nasdaq sempat mencetak rekor tertinggi, menandai awal September yang positif meski bulan ini secara historis cenderung menurun. Rata-rata, S&P 500 mengalami penurunan 1,5% pada bulan ini, yang menjadi penurunan terbesar sejak 2000, menurut data LSEG.

Di antara saham individual, platform perdagangan ritel Robinhood Markets dan platform pemasaran AppLovin naik masing-masing 8% dan 9,6% di perdagangan pre-market. Kedua perusahaan ini akan resmi masuk S&P 500 pada 22 September.

Saham Hecla Mining meningkat 4,4% setelah diumumkan akan masuk ke indeks S&P 600 untuk saham berkapitalisasi kecil.

Sementara itu, EchoStar melonjak 22,7% setelah menyetujui penjualan lisensi spektrum nirkabel ke SpaceX senilai sekitar $17 miliar untuk jaringan satelit Starlink.

Aksi ini memberi tekanan pada raksasa telekomunikasi lain, dengan AT&T, Verizon, dan T-Mobile turun antara 4% hingga 5,3% di perdagangan pra-pasar.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | S&P Global Perkirakan Harga Minyak Brent Turun ke US$ 55 per Barel Akhir Tahun

Equityworld Futures | S&P Global Perkirakan Harga Minyak Brent Turun ke US$ 55 per Barel Akhir Tahun

Equityworld Futures | Harga minyak mentah Brent berpeluang turun ke sekitar US$ 55 per barel pada akhir tahun ini, menurut proyeksi S&P Global.

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Panas, Siap-Siap Tembus Rekor Tertinggi Lagi

Hal itu disampaikan Co-President S&P Global Commodity Insights, Dave Ernsberger, dalam konferensi Asia Pacific Petroleum Conference, Senin (8/9).

Saat ini, harga kontrak berjangka minyak Brent tercatat naik tipis 0,5% menjadi US$ 65,84 per barel pada Senin.

Kenaikan tersebut terjadi setelah OPEC+ sepakat untuk menambah produksi mulai Oktober, namun dengan laju yang lebih lambat dibanding bulan-bulan sebelumnya, seiring ekspektasi permintaan global yang melemah.

“Kami masih melihat harga akan bergerak turun mendekati US$ 55 per barel seiring OPEC melanjutkan pelepasan produksi ke pasar,” ujar Ernsberger.

Ia menambahkan, harga bisa jatuh lebih rendah jika terjadi surplus besar, pasokan minyak Rusia terus mengalir ke pasar, pembangunan stok berhenti, dan sebagian suplai masuk ke inventori komersial.

Kondisi itu dapat memicu terbentuknya contango, yakni situasi ketika harga kontrak jangka pendek lebih rendah dibanding kontrak jangka panjang, yang menandakan pasokan cukup berlimpah.

Sebagai catatan, harga dated Brent menjadi acuan bagi lebih dari 60% perdagangan minyak mentah global dan menjadi dasar bagi kontrak berjangka minyak.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Beragam, Bursa Saham Asia Pasifik Melesat

Equityworld Futures | Wall Street Beragam, Bursa Saham Asia Pasifik Melesat

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Kamis, (4/9/2025). Kenaikan bursa saham Asia Pasifik menyusul reli saham teknologi di wall street yang mengangkat indeks S&P 500 dan Nasdaq. Namun, kekhawatiran terhadap ekonomi menekan saham.

Equityworld Futures | JP Morgan Ramal Harga Emas Dunia Berpeluang Sentuh US$ 4.000 pada 2026

Mengutip CNBC, Jumat (4/9/2025), indeks Nikkei 225 naik 0,57% pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Topix bertambah 0,41%. Di Australia, indeks ASX 200 menguat 0,67%.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,45% dan indeks Kosdaq yang berisi saham kapitalisasi kecil menanjak 0,84%.

Harga berjangka untuk indeks Hang Seng di Hong Kong berada di level 25.332, sedikit lebih rendah dari penutupan terakhir di posisi 25.343,43.

Dari data ekonomi, Australia akan merilis data pengeluaran rumah tangga untuk Juli nanti.

Di sisi lain, pasar obligasi global akan terus menjadi fokus dengan biaya pinjaman jangka panjang di seluruh dunia yang tertekan.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 30 tahun melonjak di atas 5% pada Rabu pagi untuk pertama kalinya sejak Juli setelah pengadilan memutuskan sebagian besar tarif pemerintahan Trump ilegal, menimbulkan pertanyaan tentang masa depan pendapatan tarif.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Gelombang IPO Baru di Wall Street, Pasar Saham AS Kian Bergairah Pasca Tarif Trump

Equityworld Futures | Gelombang IPO Baru di Wall Street, Pasar Saham AS Kian Bergairah Pasca Tarif Trump

Equityworld Futures | Sejumlah perusahaan lintas sektor, mulai dari kripto hingga konsumer, meluncurkan IPO roadshow pada Selasa (2/9), menandai dibukanya jendela penawaran publik pasca-Labor Day.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Cetak Rekor Baru, Sentuh Level $3,544 per Ons

Langkah ini terjadi di tengah mulai meredanya kekhawatiran investor terhadap tarif perdagangan Presiden Donald Trump.

Para analis menilai periode hingga pertengahan Oktober akan menjadi momen krusial untuk menguji ketahanan pasar saham AS terhadap ketidakpastian politik dan ekonomi. Beberapa nama besar sudah antre untuk masuk bursa, termasuk:

Klarna – fintech asal Swedia

Gemini – bursa kripto milik kembar Winklevoss

Black Rock Coffee Bar – jaringan kafe asal AS

Figure Technology – perusahaan pinjaman berbasis blockchain

Legence – penyedia jasa teknik dan pemeliharaan

CEO IPOX, Josef Schuster, mengatakan optimisme terhadap IPO di AS masih kuat dan kemungkinan berlanjut hingga 2026, terutama untuk perusahaan teknologi dan sektor konsumer.

Musim Gugur, Periode Sibuk Bagi IPO

Secara historis, periode pasca-Labor Day hingga akhir tahun merupakan salah satu musim tersibuk untuk IPO. Pasar biasanya kembali aktif setelah jeda musim panas, dan para pelaku pasar bergegas meluncurkan penawaran sebelum memasuki akhir tahun.

Optimisme ini turut didukung oleh debut kuat dari sejumlah perusahaan teknologi dan kripto tahun ini, seperti penerbit stablecoin Circle (CRCL.N), startup luar angkasa Firefly Aerospace (FLY.O), serta bursa kripto Bullish (BLSH.N).

Di sisi lain, indeks saham AS masih bertahan di dekat rekor tertingginya, menjadi faktor pendukung gelombang IPO baru.
Kekhawatiran Tarif Trump Mereda

Pasar IPO sempat terhenti pada April 2025 setelah pemerintahan Trump mengumumkan tarif besar-besaran terhadap sejumlah ekonomi utama dunia. Kebijakan tersebut mengguncang pasar global dan menunda rencana IPO banyak perusahaan.

Namun kini, dengan meredanya kepanikan tarif, perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menunda listing mulai melihat jendela musim gugur sebagai kesempatan untuk menguji minat investor. Meski demikian, faktor ketidakpastian politik, volatilitas suku bunga, dan risiko perang dagang tetap menjadi bayang-bayang.

Schuster menegaskan bahwa tarif Trump masih menjadi risiko mendasar bagi IPO karena berpotensi meningkatkan volatilitas pasar saham dan suku bunga.
Sektor Kripto, AI, dan Keuangan Pimpin Gelombang IPO

Menurut Jeff Zell, analis senior di IPO Boutique, sektor aset digital dan kecerdasan buatan (AI) akan memimpin gelombang IPO musim gugur ini.

Data Dealogic menunjukkan bahwa sektor keuangan menjadi motor rebound IPO tahun ini karena relatif terlindungi dari dampak langsung tarif perdagangan.

Beberapa IPO besar yang sudah berjalan antara lain:

Venture Global (VG.N) – perusahaan LNG dengan nilai penawaran US$1,75 miliar, terbesar tahun ini

CoreWeave (CRWV.O) – penyedia layanan cloud berbasis AI

Figma (FIG.N) – pembuat perangkat lunak desain yang populer di kalangan kreator digital

Prospek 2026: Gelombang IPO Lebih Besar?

Dengan debut IPO yang kuat, dukungan pasar saham yang solid, serta tren suku bunga yang lebih rendah, banyak analis menilai bahwa tahun 2026 berpotensi menjadi titik balik menuju gelombang IPO yang lebih luas.

“Dengan kondisi pasar yang mendukung, kita bisa melihat lebih banyak perusahaan besar akhirnya berani melantai di bursa,” kata Zell.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Investor Saham Emas Panen Cuan Kala Harga Emas Global Pecah Rekor

Equityworld Futures | Investor Saham Emas Panen Cuan Kala Harga Emas Global Pecah Rekor

Equityworld Futures | Harga saham emiten-emiten produsen emas kompak menguat pada perdagangan hari ini. Penguatan tersebut didorong oleh kenaikan harga emas global yang mencapai rekor.

Equityworld Futures | Harga Emas Meroket, Tembus Level Kunci

Berdasarkan data Refinitiv pada perdagangan Selasa (2/9/2025) pukul 10.00 WIB saham ANTM menguat 4,06% menjadi Rp3.330 per saham, bahkan sejak awal tahun (year-to-date/YTD) saham emiten BUMN ini telah melesat hingga 124%.

Kemudian, saham MDKA berasa di posisi Rp2.540 per saham atau melaju 2% dari posisi akhir perdagangan kemarin dan telah melesat hingga 60% sejak awal tahun.

Selanjutnya ada saham PSAB yang turut menguat. Adapun kenaikan harga saham PSAB mencapai 1,68% ke Rp605 per saham dan telah melesat 165% sejak awal tahun ini.

Harga saham BRMS melaju lebih kencang dari ketimbang emiten tambang emas lain hari ini, dengan kenaikan 6,09% menjadi Rp505 per saham, namun sejak awal tahun saham ini ‘hanya’ naik 49%.

Sementara saham HRTA melesat 4,28% pada perdagangan hari ini menjadi Rp730 per saham dan sejak awal tahun telah melonjak 106%

Saham ARCI pun menjadi bintang dengan kenaikan paling signifikan dibandingkan emiten lain. Adapun harga saham ARCI terbang 10% menjadi Rp835 per saham dan mencatatkan kenaikan terbesar sejak awal tahun atau telah terbang hingga 237%.

Harga saham emiten emas berkorelasi dengan harga saham dunia karena adanya ekspektasi pendapatan meningkat kala harga emas dunia sebagai acuan juga menguat.

Harga emas berpacu menciptakan rekor di tengah drama politik di Washington dan spekulasi mengenai pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Aksi investor memburu aset safe-haven mendorong harga emas ditutup di posisi tertinggi sepanjang sejarah.

Merujuk Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 3476 per troy ons pada perdagangan Senin (1/9/2025). Harganya menguat 0,85%. Harga penutupan ini adalah yang tertinggi sepanjang masa mengalahkan catatan sebelumnya pada Jumat di US$ 3446,75 per troy ons.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Indeks Berjangka Wall Street Menguat

Equityworld Futures | Indeks Berjangka Wall Street Menguat

Equityworld Futures | Kontrak berjangka indeks saham AS sedikit menguat pada Minggu malam setelah Wall Street kembali mencatat kenaikan bulanan di bulan Agustus, didorong oleh meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed akhir bulan ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Sentuh Level Tertinggi Empat Bulan Senin (1/9) Pagi

Dilansir dari Investing.com, Senin, 1 September 2025, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,2 persen ke level 6.488,25 poin. Kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 0,3 persen ke level 23.539,75 poin, sementara Dow Jones Industrial Average juga naik 0,3 persen ke level 45.725,0 poin.

Pasar AS akan ditutup untuk perdagangan reguler pada hari Senin karena hari libur nasional.

Pada hari Jumat, S&P 500 turun 0,6 persen, NASDAQ Composite turun 1,2 persen, dan Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,2 persen. Indeks-indeks tersebut terseret oleh pelemahan saham teknologi setelah rilis laporan keuangan Nvidia.

Namun, indeks-indeks Wall Street ditutup pada bulan Agustus dengan kenaikan bulanan lainnya, didukung oleh meningkatnya spekulasi bahwa The Fed sedang bersiap untuk melonggarkan kebijakan untuk pertama kalinya dalam siklus ini.

Harapan pemangkasan suku bunga The Fed
Para pedagang kini melihat peluang 89 persen bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada pertemuan 16-17 September, menurut data CME FedWatch.

Ekspektasi menguat setelah Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan pada konferensi Jackson Hole bahwa para pembuat kebijakan siap menyesuaikan kebijakan jika inflasi terus melambat dan pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda mereda.

Gubernur The Fed, Christopher Waller, juga mengatakan pekan lalu bahwa ia mendukung dimulainya penurunan suku bunga pada bulan September, diikuti dengan pelonggaran tambahan selama tiga hingga enam bulan ke depan.

Data yang dirilis Jumat pagi menunjukkan bahwa indeks harga inti PCE, ukuran inflasi pilihan Federal Reserve, naik 0,3 persen secara bulanan, sehingga tingkat tahunan mencapai 2,9 persen, level tertinggi dalam lima bulan.

Hal ini sesuai dengan ekspektasi, menunjukkan bahwa tarif besar-besaran yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump tidak terlalu memengaruhi harga konsumen, meskipun terdapat kejutan kenaikan inflasi produsen baru-baru ini.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | S&P 500 Cetak Rekor, Wall Street Ceria

Equityworld Futures | S&P 500 Cetak Rekor, Wall Street Ceria

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street semarak karena S&P 500 mencetak rekor penutupan tertinggi.

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Jelang Rilis Data Inflasi AS

Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup naik 0,24 persen atau 15,46 poin menjadi 6.481,40 pada perdagangan Rabu 27 Agustus 2025 waktu setempat. Angka ini melampaui rekor sebelumnya pada 14 Agustus.

Nasdaq menguat 0,21 persen atau 45,87 poin menjadi 21.590,14. Sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,32 persen atau 147,16 poin menjadi 45.565,23.

Dilaporkan Reuters, dari 11 sektor utama S&P 500, delapan di antaranya menghijau. Sektor energi memimpin dengan lonjakan 1,15 persen, disusul sektor teknologi informasi yang naik 0,48 persen.

Saham Nvidia, perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia dan pemimpin produsen prosesor AI, bergerak fluktuatif sebelum akhirnya ditutup turun tipis 0,1 persen.

Laporan keuangannya dijadwalkan keluar setelah pasar tutup dan dinilai sangat krusial karena Nvidia menyumbang sekitar 8 persen dari bobot S&P 500.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar 4 triliun Dolar AS dan bobot S&P 500 terbesar, pendapatan Nvidia dianggap sebagai momen penting bagi pasar bullish secara keseluruhan.

Kini, investor tengah menguji kekuatan reli saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI). yang mendorong valuasi ke level yang dinilai sebagian pelaku pasar terlalu tinggi.

Saham raksasa teknologi lain yang terhubung dengan AI menunjukkan kinerja variatif. Saham Microsoft menguat hampir 1 persen, Meta Platforms merosot hampir 1 persen.

Jumlah saham yang naik mengungguli yang turun dengan rasio 2,2 banding 1 di S&P 500. Indeks ini juga mencatat 28 rekor tertinggi baru dan 1 rekor terendah, sedangkan Nasdaq membukukan 127 rekor tertinggi baru dan 35 terendah.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menanjak, Indeks S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Sambut Laporan Keuangan Nvidia

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menanjak, Indeks S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Sambut Laporan Keuangan Nvidia

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS), atau yang dikenal dengan Wall Street, menanjak pada perdagangan yang berakhir Rabu sore waktu setempat (Kamis pagi WIB). Indeks S&P 500 bergerak naik pada hari Rabu karena investor mengalihkan perhatian mereka ke laporan pendapatan Nvidia, yang dapat menjadi momen penentu bagi pasar saham.

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Jelang Rilis Data Inflasi AS

Indeks pasar luas tersebut ditutup naik 0,24 persen pada level 6.481,40, mencapai rekor penutupan tertinggi sepanjang masa.

Indeks pasar luas tersebut ditutup naik 0,24 persen pada level 6.481,40, mencapai rekor penutupan tertinggi sepanjang masa.

Lalu, indeks Nasdaq Composite ditutup naik 0,21 persen pada level 21.590,14.

Sedangkan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 147,16 poin atau 0,32 persen dan berakhir pada 45.565,23.

Saham Nvidia, yang mencakup sekitar 8 persen dari S&P 500, memiliki bobot terbesar dalam acuan.

Pasar sebagian besar telah mengabaikan langkah Presiden AS Donald Trump yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memecat Gubernur Dewan Fed Lisa Cook dari dewan bank sentral.

Pasar saham AS keluar dari sesi perdagangan yang lesu, menutup pasar dengan sedikit perubahan pada Selasa lalu.

Beberapa nama individu berhasil memperoleh keuntungan besar meskipun pergerakan di pasar yang lebih luas tidak terlalu kuat.

Saham MongoDB melonjak sekitar 38 persen setelah platform data pengembang melampaui ekspektasi Wall Street. Saham Okta melonjak lebih dari 1 persen setelah hasil kuartalan dan perkiraan setahun penuh mengalahkan estimasi konsensus.

Kedua perusahaan menyebutkan bahwa permintaan yang datang dari perusahaan pengembang platform kecerdasan buatan sebagai penyebab hasil yang kuat. Hal ini menjadi pertanda baik bagi Nvidia, yang akan merilis laporan keuangannya setelah bel penutupan perdagangan pada hari Rabu. Wall Street memiliki harapan tinggi terhadap Nvidia, yang dianggap sebagai indikator utama perkembangan AI di pasar yang lebih luas.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started