PT Equity World | Stimulus Belum Deal, Wall Street Menunjukkan Tanda Koreksi

PT Equity World | Stimulus Belum Deal, Wall Street Menunjukkan Tanda Koreksi

PT Equity World | Saham berjangka Wall Street jatuh lagi pada hari Minggu malam waktu AS atau Senin (23/3/2020) saat investor menunggu keputusan terkait stimulus ekonomi Amerika Serikat (AS), guna memerangi wabah virus corona.

Futures indeks Dow Jones Industrial Average pada pukul 12:20 turun 4,7% menjadi 18.145, S&P 500 anjlok 4,66% menjadi 2.181, sedangkan Nasdaq 100 ambles 4,05% ke level 6.687 setelah pelaku pasar merespon negatif atas ketidaksepakatan tersebut.

Rancangan undang-undang (RUU) stimulus fiskal gagal dalam pemungutan suara Senat pada hari Minggu (20/3/2020) karena Partai Demokrat memperingatkan tindakan itu tidak cukup untuk membantu pekerja dan terlalu banyak untuk menyelamatkan perusahaan.

Sebelumnya, Ketua DPR Nancy Pelosi telah mengisyaratkan dia tidak setuju dengan rencana stimulus versi Republik, dengan mengatakan, “dari sudut pandang saya, kita terpisah.” seperti dikutip CNBC Internasional.

Namun, Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer, D-NY, mengatakan ketidaksepakatan atas UU tersebut dapat diatasi dalam 24 jam ke depan. Seorang juru bicara untuk Schumer menambahkan.

Sementara Direktur Dewan Ekonomi Nasional Larry Kudlow mengatakan pada hari Sabtu

Investor Berburu ‘Barang Diskonan’, Bursa Saham Asia Hijau | PT Equity World

mencatat bahwa itu akan sama dengan sekitar 10% dari output ekonomi AS.

Ekspektasi bagi ekonomi AS juga cepat memburuk. Ekonom di Goldman Sachs menulis pada hari Jumat bahwa mereka memperkirakan kontraksi 24% untuk kuartal kedua setelah penurunan 6% pada kuartal pertama. Ekonom Morgan Stanley Ellen Zentner mengatakan dalam sebuah catatan, Minggu.

Gagalnya kesepakatan ini mendorong pesimistis pelaku pasar yang sedang terguncang oleh badai virus corona yang semakin deras.

Di sisi lain, investor juga terguncang oleh penurunan tajam harga minyak mentah. Futures West Texas Intermediate turun 29,3% minggu lalu, penurunan mingguan terbesar sejak Januari 1991. Minyak mentah AS juga lebih dari 66% di bawah level tertinggi 52-minggu terbaru.

Kerugian curam dalam minyak mentah memaksa investor untuk menjual aset lain seperti saham atau obligasi untuk menutupi kerugian dalam posisi energi mereka. Minyak mentah berjangka sempat jatuh lebih dari 8% pada Minggu malam.

PT Equity World | Harga Emas Antam Hari Ini, 20 Maret 2020 Naik Rp10.000

PT Equity World | Harga Emas Antam Hari Ini, 20 Maret 2020 Naik Rp10.000

PT Equity World | Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) pada hari ini, Jumat (20/3/2020) naik Rp10.000 per gram dari perdagangan sebelumnya, Kamis (18/3/2020).

Berdasarkan informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas Antam untuk cetakan 1 gram dibanderol harga Rp831.000 per gram, naik Rp10.000 per gram dari perdagangan sebelumnya di level Rp821.000 per gram.

Sementara itu, harga emas dengan satuan terkecil, yaitu 0,5 gram, dibanderol Rp444.500, naik Rp5.000 dari posisi pada hari sebelumnya.

Untuk satuan 2 gram, dihargai Rp1.610.000, 5 gram Rp3.974.000, 10 gram Rp7.860.000, dan 25 gram Rp19.487.000. Harga emas Antam ini berlaku di Butik Emas LM Antam Pulo Gadung, Jakarta.

Cihuy! Harga Emas Antam Hari Ini Terbang Rp 10.000 | PT Equity World

Adapun, harga jual kembali (buyback) emas Antam di level Rp743.000, naik Rp11.000 dibandingkan dengan perubahan terakhir pada Kamis (19/3/2020). Harga jual kembali ini belum mempertimbangkan pajak jika nominalnya lebih dari Rp10 juta.

Berdasarkan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk. dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen (untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP).PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

PT Equity World | Bursa Asia Pagi Ini: Seoul -4%, Taipei -3%

PT Equity World | Bursa Asia Pagi Ini: Seoul -4%, Taipei -3%

PT Equity World | Bursa saham Asia bergerak variatif pagi ini. Lagi-lagi, isu virus corona membuat pelaku pasar belum nyaman untuk masuk ke instrumen berisiko di negara berkembang.

Pada Kamis (19/3/2020) pukul 08:48 WIB, berikut perkembangan indeks saham utama Asia:

Dini hari tadi waktu Indonesia, Wall Street ditutup di zona merah dengan koreksi yang lumayan dalam. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ambles 6,3%, S&P 500 terpangkas 5,18%, dan Nasdaq Composite jatuh 4,7%.

Ini membuat DJIA sudah ambrol 30,27% secara year-to-date. Dalam periode yang sama. S&P 200 terkoreksi 25,52% dan Nasdaq minus 22,69%.

Apa boleh buat, penyebaran virus corona memang semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data satelit pemetaan ArcGis per pukul 08:143 WIB, jumlah kasus corona di seluruh dunia sudah lebih dari 200.000 tepatnya 215.955. Sementara korban jiwa sudah hampir 9.000 yaitu di 8.749 orang.

Penyebaran virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini semakin masif di luar Negeri Tirai Bambu. Misalnya di Italia, kasus corona sudah mencapai 35.713 dengan korban jiwa 2.978 orang. Kemarin, 475 orang meninggal di Italia dalam sehari, tertinggi sejak wabah corona merebak.

“Tidak ada negara Uni Eropa yang bakal lolos dari ‘tsunami’ ini. Kami mengusulkan ada penerbitan obligasi virus corona, yang khusus ditujukan untuk pendanaan penanggulangan virus corona,” kata Giuseppe Conte, Perdana Menteri Italia, dalam pertemuan para pemimpin 27 negara Uni Eropa melalui video conference, seperti diberitakan Reuters.

Demi menghambat laju penularan virus corona, berbagai negara menerapkan kebijakan yang ekstrem. Pergerakan masyarakat dibatasi, akses keluar-masuk ditutup, dan sebagainya.

Sempat Hijau, Bursa Asia Ditutup Merah Membara karena Corona | PT Equity World

Untuk meredam penyebaran virus corona, pemimpin 27 negara Uni Eropa sepakat untuk menutup perbatasan selama 30 hari ke depan. Langkah yang sudah dilakukan di beberapa negara seperti Norwegia dan Swedia.

“Musuh kita adalah virus, dan kami harus melakukan yang terbaik untuk melindungi rakyat dan ekonomi. Kami siap untuk melakukan apa saja kalau memang dibutuhkan, kami tidak akan ragu mengambil langkah lanjutan jika situasi berkembang,” tegas Urusula vonder Leyen, Presiden Komisi Uni Eropa, seperti diberitakan Reuters.

Aktivitas masyarakat semakin terbatas gara-gara virus corona. Oleh karena itu, perlambatan ekonomi bukan lagi persoalan karena sudah pasti terjadi. Adalah resesi yang sekarang jadi kekhawatiran.

“Pelaku pasar sepertinya sudah menghitung berbagai skenario resesi. Pertanyaannya adalah, seberapa dalam resesi yang akan kita alami?” kata Peter Cardillo, Chief Market Economist di Spartan Capital Securites, seperti dikutip dari Reuters.

PT Equity World | Investor Pertimbangkan Efektivitas Stimulus, Mayoritas Bursa Asia Melemah

PT Equity World | Investor Pertimbangkan Efektivitas Stimulus, Mayoritas Bursa Asia Melemah

PT Equity World | Mayoritas bursa saham Asia masih melemah hari ini, Rabu (18/3/2020) karena para pelaku pasar terus mempertimbangkan efektivitas stimulus fiskal dan moneter untuk melawan dampak virus corona terhadap ekonomi.

Kontrak berjangka S&P 500 kembali melemah ke batas terendah setelah indeks menguat 6 persen pada hari Selasa. Sementara itu, indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang melemah 3,27 persen atau 17,83 poin ke level 527,06 pada pukul 15.03 WIB.

Indeks Topix Jepang ditutup menguat 0,19 persen, tetapi tidak diikuti oleh indeks Nikkei 225 yang berakhir melemah 1,68 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi ditutu anjlok 4,86 persen.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 di China melemah masing-masing 1,83 persen dan 1,98 persen. Adapun indeks Hang Seng di Hong Kong berakhir melemah 4,18 persen.

Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan paket fiskal besar, Menteri Keuangan Steven Mnuchin memperingatkan bahwa virus corona (Covid-19) dapat menyebabkan tingkat pengangguran di AS melonjak jadi 20 persen jika pemerintah tidak melakukan intervensi.

Sementara itu, sejumlah negara terus meningkatkan upaya membatasi pergerakan orang-orang dalam upaya mengatasi penyebaran virus. Gedung Putih memerintahkan pegawai pemerintah federal untuk bekerja dari rumah. Sementara itu, Eropa dan Taiwan memutuskan untuk menutup perbatasan.

Bursa Pagi: Laju Global Melemah di Asia, Tekanan Bearish IHSG Berlanjut | PT Equity World

“Unsur dasar yang hilang untuk pemulihan selera risiko yang berkelanjutan adalah beberapa bukti bahwa pertumbuhan tingkat infeksi Covid-19 secara global telah memuncak,” kata Paul O’Connor, kepala investasi di Janus Henderson Investors.

“Jelas, kita belum sampai (pada titik itu),” lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Rencana stimulus AS yang bertujuan untuk mencegah dampak terburuk dari krisis yang dapat menjerumuskan banyak ekonomi dunia ke dalam resesi diperkirakan mencapai US$1,2 triliun. Sementara itu, Federal Reserve memperkenalkan kembali kebijakan moneter tambahan untuk menstabilkan pasar keuangan.

Kepala investasi AIA Group, Mark Konyn, mengatakan “Saya kira kita belum keluar dari hutan dalam hal likuiditas,” Mark Konyn, kepala investasi di AIA Group di Hong Kong, mengatakan kepada Bloomberg TV. “Ini pertanyaan kapan langkah fiskal akan memiliki kemanjuran paling besar.”

PT Equity World | Waduh! Harga Emas Anjlok Rp 18.000

PT Equity World | Waduh! Harga Emas Anjlok Rp 18.000

PT Equity World | Harga logam mulia atau emas batangan milik Antam hari ini berada di level Rp 801.000 per gram. Angka tersebut turun Rp 18.000 dari hari sebelumnya.

Demikian dikutip detikcom dari situs perdagangan Logam Mulia Antam, Selasa (17/3/2020). Harga tersebut untuk pembelian di lokasi Butik Emas Logam Mulia Pulo Gadung.

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini turun lebih dalam, yakni Rp 22.000 ke level Rp 719.000/gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 819 Ribu per Gram | PT Equity World

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:

Emas batangan 1 gram Rp 801.000
Emas batangan 2 gram Rp 1.551.000
Emas batangan 3 gram Rp 2.305.000
Emas batangan 5 gram Rp 3.825.000
Emas batangan 10 gram Rp 7.585.000
Emas batangan 25 gram Rp 18.855.000
Emas batangan 50 gram Rp 37.635.000
Emas batangan 100 gram Rp 75.200.000
Emas batangan 250 gram Rp 187.750.000
Emas batangan 500 gram Rp 375.300.000

Equity World | Stimulus Tak Mempan, Bursa Saham Asia Jatuh Dalam Lagi

Equity World | Stimulus Tak Mempan, Bursa Saham Asia Jatuh Dalam Lagi

Equity World | Pasar saham Asia turun tajam pada perdagangan Senin (16/3/2020) bahkan ketika Federal Reserve AS, dalam langkah darurat pada hari Minggu (15/3/2020), memangkas suku bunga acuan 100 basis poin (bps) di kisaran 0% – 0,25%.

Selain pemangkasan suku bunga, The Fed juga meluncurkan putaran baru pelonggaran kuantitatif senilai US$ 700 miliar untuk membantu ekonomi AS dari dampak virus corona.

Program pelonggaran kuantitatif (Quantitative Easing/QE) ini akan melibatkan pembelian aset senilai US$ 500 miliar yang melibatkan Treasury dan US$ 200 miliar sekuritas yang dijamin hipotek.

Menghadapi pasar keuangan yang sangat terganggu, The Fed juga memangkas suku bunga pinjaman darurat untuk bank sebesar 125 basis poin menjadi 0,25%, dan memperpanjang jangka waktu pinjaman menjadi 90 hari.

Meski demikian, pasar merespons negatif hal tersebut, dengan Dow futures menunjukkan penurunan 900 poin ketika pasar dibuka Senin pagi tadi di level 21.973,82.

Bursa Saham Asia Masih Volatile | Equity World

Berdasarkan pencatatan, Saham Australia (S&P/ASX 200) jeblok 9,7% ke 5.002, indeks Hang Seng Hongkong melemah 4,03% menjadi 23.063,57, Nikkei 225 turun 2,46% ke 17.002,04, Saham Shanghai (SSEC) anjlok 3,4% pada 2.789,25.

Sementara itu, FTSE Straits Times Singapore (STI) ambles 5,03% ke 2.501,03, indeks Kospi ambruk 3,19% menjadi 1.1714,86.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terburuk kedua di antara saham Asia lainnya yang ditutup turun 4,42% pada 4.690,65.

Berita terbaru dari China menunjukkan bahwa produksi pabrik anjlok 13,5% year on year (yoy) pada tingkat tertajam dalam kurun 30 tahun, yang kembali memicu kekhawatiran resesi global ketika pandemi melumpuhkan rantai pasokan dan menghancurkan sentimen bisnis.

Equity World | Wall Street Terjun Bebas, Dow Jones Ambruk 2.352 Poin

Equity World | Wall Street Terjun Bebas, Dow Jones Ambruk 2.352 Poin

Equity World | Saham-saham Wall Street memperpanjang kerugian pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi setelah pembatasan perjalanan baru oleh Amerika Serikat terhadap Eropa untuk mengekang penyebaran virus korona menakuti investor dan mengguncang pasar dunia.

Larangan perjalanan Presiden Donald Trump dari Eropa, yang diumumkan Rabu malam waktu setempat, mengirim ketiga indeks saham utama AS menukik, dengan S&P 500 dan Nasdaq mengonfirmasikan bear market pertama mereka sejak krisis keuangan.

Mengutip Antara, Jumat, 13 Maret 2020, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 2.352,60 poin atau 9,99 persen menjadi 21.200,62. Indeks 30-saham unggulan mengalami kerugian satu hari terburuk sejak Black Monday pada 1987, ketika jatuh lebih dari 22 persen.

Indeks S&P 500 jatuh 260,74 poin atau 9,51 persen menjadi berakhir pada 2.480,64. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq merosot sebanyak 750,25 poin atau 9,43 persen menjadi ditutup pada posisi 7.201,80.

Indeks acuan S&P 500 dan Nasdaq telah kehilangan lebih dari seperempat dari nilainya sejak mencapai rekor penutupan tertinggi hanya 16 sesi yang lalu, ketika negara-negara di seluruh dunia bergulat dengan bagaimana cara mengatasi virus korona yang bergerak cepat dan dampak ekonominya.

Bear market dikonfirmasi ketika indeks tenggelam 20 persen atau lebih di bawah penutupan tertinggi terbaru. Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah secara signifikan, dengan sektor energi jatuh 12,3 persen, mewakili kelompok berkinerja terburuk.

S&P 500 turun tujuh persen tak lama setelah bel pembukaan Kamis waktu setempat, memicu pemutus sirkuit utama yang menghentikan perdagangan selama 15 menit. Itu adalah 15 menit kedua perdagangan di Wall Street terhenti minggu ini. Kekhawatiran bahwa berlanjutnya penyebaran virus akan memperlambat pertumbuhan ekonomi mencengkeram investor.

Bursa Asia Anjlok karena Kekhawatiran Investor akan Dampak Corona | Equity World

Federal Reserve meluncurkan langkah-langkah dramatis untuk mengurangi tekanan pasar dari virus. Federal Reserve Bank of New York mengatakan dalam sebuah pernyataan Kamis sore bahwa pihaknya menawarkan USD500 miliar dalam operasi repo tiga bulan.

Fed juga akan menawarkan USD500 miliar tambahan dalam repo satu bulan serta USD500 miliar dalam pinjaman repo tiga bulan pada Jumat. Pasar mendapat jeda singkat setelah pengumuman tetapi dengan cepat diperdagangkan kembali ke posisi terendah sesi mereka karena investor menunggu langkah-langkah yang lebih agresif untuk meningkatkan ekonomi.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa negara tersebut akan menangguhkan semua perjalanan dari negara-negara Eropa kecuali Inggris selama 30 hari dalam upaya untuk memerangi wabah virus korona yang sedang berlangsung.

Pada hari yang sama, Trump mengatakan akan mengarahkan Departemen Keuangan untuk menunda pembayaran pajak, tanpa bunga atau penalti, untuk individu dan bisnis tertentu yang terkena dampak negatif, di luar batas waktu pengajuan 15 April, dalam upaya menyediakan lebih banyak likuiditas bagi perekonomian.

Equity World | Bursa Asia Kompak Rontok, IHSG Jebol di Bawah 5.000

Equity World | Bursa Asia Kompak Rontok, IHSG Jebol di Bawah 5.000

Equity World | Pagi-pagi sudah ada yang ‘kebakaran’. Ya bursa saham kawasan Asia pagi ini kompak bergerak di zona merah setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah corona (COVID-19) sebagai pandemi.

Situasi yang disebut pandemi oleh WHO adalah ketika suatu penyakit menyebar luas ke berbagai penjuru dunia dengan laju yang sangat cepat. Kini total kasus kumulatif COVID-19 di lebih dari separuh negara di dunia telah melampaui 125.000.

Berdasarkan data kompilasi Johns Hopkins University CSSE, jumlah korban meninggal akibat infeksi COVID-19 sudah mencapai 4.615 orang.

Pengumuman ini membuat Wall Street yang pada perdagangan sebelumnya sumringah jadi ambrol. Tadi pagi saat penutupan perdagangan, tiga indeks bursa saham utama Paman Sam ditutup di zona pesakitan.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) tadi pagi ambruk 5,86%, S&P 500 dan Nasdaq Composite kompak mengekor di belakangnya dengan koreksi masing-masing sebesar 4,89% dan 4,7%.

Dow Jones sudah terkoreksi lebih dari 20% sejak akhir bulan lalu yang menandai bahwa siklus ekspansi indeks yang berisi 30 saham pilihan AS ini telah selesai dan memasuki fase ‘bearish’.

Pelaku pasar juga kecewa pada sikap Gedung Putih yang dinilai tidak merilis detail langkah stimulus fiskal yang akan diberikan demi meredam dampak virus corona. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengusulkan Pajak Penghasilan (PPh) nol persen hingga akhir tahun.

Namun belum ada kejelasan lebih lanjut soal hal tersebut yang membuat pasar menjadi kecewa. Pasar sekarang bukan lagi berada dalam kecemasan sekarang, tapi kepanikan.

“Kita bisa melihat kepanikan di pasar saham” kata Chief Investment Officer American Trust, “Pertanyaan terbesar setiap orang sekarang adalah, sudahkah kita sampai di dasar? Saya pikir kita baru setengah jalan” tambahnya seperti yang diwartakan CNBC Internasional.

CNBC Internasional juga melaporkan, kemarin bank sentral Inggris (BoE) memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) ke level 0,25%. Sementara bank sentral AS, The Fed dikabarkan menambah jumlah amunisi dengan menggelontorkan uang senilai US$ 175 miliar untuk perbankan melalui transaksi repo.

Equity World

Bursa Saham Asia Menguat Efek Stimulus Fiskal | Equity World

Walaupun tak semematikan kawannya (baca SARS), COVID-19 menyebar dengan lebih cepat dan jika melihat skalanya sudah beda kelas. SARS hanya menginfeksi kurang dari 10.000 orang di 26 negara sementara COVID-19 sudah menginfeksi ratusan ribu orang di lebih dari 100 negara.

Hal ini membuat bursa saham Asia juga dilanda kepanikan. Tekanan jual kembali menghampiri, akibatnya pagi ini Kamis (12/3/2020) bursa saham utama kawasan Asia kompak bergerak di zona merah.

Indeks Topix (Jepang) ambrol 4,2%, Kospi (Korea Selatan) anjlok 3,7%, Shanghai Composite (China) ambles 1,4%, Hang Seng (Hong Kong) nyungsep 2,7%, Straits Times (Singapura) jatuh 2,8%.

Tak bisa dipungkiri pasar sudah diliputi kepanikan. Wabah ini telah menjadi tragedi kemanusiaan pada dekade ini. Bukan hanya kesehatan manusia saja yang dilukai, COVID-19 telah menjadi ancaman terbesar bagi perekonomian global.

Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) merevisi turun perkiraan pertumbuhan ekonomi global pada 2020 menjadi 2,4% dari sebelumnya 2,9%. Ekonomi China diramal tumbuh 4,9% tahun ini, padahal perkiraan sebelumnya tumbuh 5,7%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun ambles hingga 4,04% di level 4.944,73 pada perdagangan pukul 09.09 WIB.

Equity World | Harga emas Antam turun Rp 3.000 menjadi Rp 839.000 per gram pada hari ini

Equity World | Harga emas Antam turun Rp 3.000 menjadi Rp 839.000 per gram pada hari ini

Equity World | Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali turun pada Rabu (11/3).

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 839.000. Harga emas Antam ini turun Rp 3.000 per gram dari harga Selasa (10/3) di Rp 842.000.

Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga turun Rp 3.000 jadi Rp 764.000.

Equity World

Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 11 Maret 2020 | Equity World

Baca Juga: Harga emas Antam turun Rp 9.000 ke Rp 842.000 per gram pada hari ini

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan belum termasuk pajak:

Harga emas 0,5 gram: Rp 444.000
Harga emas 1 gram: Rp 839.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.015.000
Harga emas 10 gram: Rp 7.965.000
Harga emas 25 gram: Rp 19.805.000
Harga emas 50 gram: Rp 39.535.000
Harga emas 100 gram: Rp 79.000.000
Harga emas 250 gram: Rp 197.250.000
Harga emas 500 gram: Rp 394.300.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 788.600.000

Equity World | Saham Asia Turun Lagi Pascakerugian Terbesar ”Wall Street” sejak Krisis 2008

Equity World | Saham Asia Turun Lagi Pascakerugian Terbesar ”Wall Street” sejak Krisis 2008

Equity World | Pasar saham di Asia tergelincir lagi pada awal perdagangan, Selasa (10/3/2020), setelah pasar saham Wall Street di Amerika Serikat menderita kerugian harian terbesar sejak krisis keuangan 2008. Aksi jual para pelaku pasar tampak tertahan oleh harapan terhadap adanya kebijakan yang terkoordinasi dari pemerintah dan bank-bank sentral guna menurunkan kepanikan.

Spekulasi terkait penurunan suku bunga bank sentral dan kemungkinan stimulus fiskal membuat imbal hasil obligasi AS naik dari posisi terendah dalam sejarah. Penurunan harga minyak juga berhenti setelah mengalami kejatuhan paling tajam sejak Perang Teluk 1991 pada awal pekan ini.

”Jatuhnya harga minyak dan kekhawatiran kredit terkait untuk produsen telah menambahkan lapisan negatif lain ke pasar yang sudah tertekan akibat wabah Covid-19,” kata Rodrigo Catril, ahli strategi senior pada National Australia Bank. ”Pembicaraan tentang dukungan fiskal dan moneter yang terkoordinasi semakin lantang.”

Catril menyebutkan, Presiden AS Donald Trump menjanjikan langkah besar guna mendukung ekonomi negeri itu. Di Washington DC, Trump berencana menggelar konferensi pers pada Selasa ini waktu setempat. Ia kemungkinan bakal menjelaskan langkah-langkah yang diusulkan. Muncul spekulasi bahwa Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin menggembar-gemborkan langkah-langkah utama Pemerintah AS, termasuk membeli aset pendapatan tetap non-treasury.

Equity World

Bursa Saham Asia Menghijau, IHSG Sesi Satu Ditutup Naik 2,3% | Equity World

Investor tampak berharap hal itu dapat menjadi kenyataan. Hal ini tergambar dari posisi E-Mini futures Indeks S&P 500 yang menguat 1,1 persen. Namun, bursa saham di Asia masih melemah. Indeks Nikkei Jepang masih turun 2,8 persen. Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang kehilangan 0,3 persen.

Wall Street anjlok

Semalam waktu Asia, bursa saham Wall Street anjlok dan mengantarkan posisi indeks-indeks utama turun hampir 20 persen dari level puncak tertinggi sepanjang masa yang tergapai kurang dari setengah bulan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 7,79 persen, Indeks S&P 500 kehilangan 7,60 persen, dan Indeks Nasdaq ambles 7,29 persen.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah dengan sektor energi dan keuangan paling terpukul. Saham-saham energi memimpin kerugian secara global setelah minyak mentah berjangka Brent ditutup turun 24 persen karena pasar bersiap untuk perang harga antara Arab Saudi dan Rusia. Minyak mentah WTI naik 1,25 dollar AS per barel menjadi 32,38 dollar AS per barel di akhir perdagangan, tetapi sepanjang perdagangan anjlok 24 persen.

Design a site like this with WordPress.com
Get started