Equity World | Ketangkasan China Ubah Narasi Corona di Tengah Tekanan AS

Equity World | Ketangkasan China Ubah Narasi Corona di Tengah Tekanan AS

Equity World | Persaingan antara Amerika Serikat dan China tampaknya tidak terhalang oleh pandemi virus corona (Covid-19).

Krisis pandemi global ini bahkan dinilai ahli politik internasional tetap dijadikan area bertarung kedua negara adidaya tersebut demi memperbaiki citra atau meningkatkan pamor.

“Segala momentum pasti dimanfaatkan kedua negara untuk saling menjatuhkan lawan dan menunjukkan siapa yang bisa dipercaya. Ibaratnya (pandemi corona) ini pertarungan head to head antara adikuasa yang sedang turun pamor (AS) dengan adikuasa yang sedang naik pamor (China),” kata Dosen Ilmu Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Selasa (21/4).

Kedua negara kembali terlibat adu mulut dengan saling menuding sebagai biang keladi dari virus yang telah menginfeksi lebih dari 2,6 juta orang di 210 negara dan wilayah di dunia itu.

Presiden Donald Trump berupaya membangun narasi negatif terhadap China dengan menyebut Covid-19 sebagai ‘virus China’.

Virus serupa SARS itu memang diyakini pertama kali muncul dan menyebar dari sebuah pasar tradisional yang menjual hewan liar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, sekitar Desember 2019 lalu.

Namun, banyak pihak yang masih meragukan anggapan itu lantaran China dianggap tidak pernah benar-benar terbuka menyelidiki hal tersebut. China sendiri menyatakan tidak ada bukti bahwa wabah itu dimulai di sana.

Trump berulang kali menganggap China tidak transparan mengenai bagaimana awal mula Covid-19 muncul dan berbagai data lainnya terkait perkembangan penyebaran virus tersebut.

Trump Perintahkan AS Hancurkan Kapal Iran yang Mengusik | Equity World

Tudingan itu lantas didukung sejumlah negara Barat seperti Inggris dan Prancis yang mendesak pemerintahan Presiden Xi Jinping untuk membuka semua data awal mula kemunculan virus.

AS menuding virus itu muncul dan menyebar akibat kebocoran salah satu laboratorium di Wuhan. Trump bahkan ngotot ingin mengirim penyelidik ke sana. Namun, China membantah hal tersebut.

Equity World | Wall Street Tergelincir di Tengah Keruntuhan Harga Minyak

Equity World | Wall Street Tergelincir di Tengah Keruntuhan Harga Minyak

Equity World | Saham-saham di Wall Street berakhir turun tajam pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Pelemahan terjadi karena aksi jual kuat sehari sebelumnya di pasar minyak telah mengguncang investor di pasar ekuitas.

Mengutip Antara, Rabu, 22 April 2020, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 631,56 poin atau 2,67 persen menjadi 23.018,88 poin. Indeks S&P 500 turun 86,6 poin atau 3,07 persen menjadi 2.736,56 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup berkurang 297,5 poin atau 3,48 persen menjadi 8.223,23 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor teknologi jatuh 4,1 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Minyak berjangka terus tertekan pada Selasa waktu setempat, menyusul penurunan bersejarah di sesi sebelumnya. Minyak berjangka Brent anjlok lagi, memperpanjang kepanikan pasar minyak ke hari kedua, menyusul meningkatnya banjir pasokan minyak mentah global karena pandemi virus corona telah melenyapkan permintaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni ditutup anjlok 24 persen menjadi USD19,33 per barel, terendah sejak Februari 2002. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Juni, terperosok USD8,86 atau 43 persen menjadi USD11,57 per barel.

Kontrak AS untuk Mei, yang berakhir pada Selasa waktu setempat, rebound ke wilayah positif dari kejatuhan yang dalam ke wilayah negatif, naik menjadi USD10,01 dari penyelesaian hari sebelumnya di minus USD37,63.

Harga Kontrak WTI Juni Ikut Jeblok, Wall Street Dibuka Anjlok | Equity World

Persediaan minyak telah meningkat selama berminggu-minggu setelah Arab Saudi dan Rusia pada awal Maret, gagal mencapai kesepakatan tentang perpanjangan pengurangan produksi ketika pandemi virus corona semakin memburuk. Sejak saat itu, penyebaran pandemi telah mengurangi permintaan bahan bakar sekitar 30 persen di seluruh dunia.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya, termasuk Rusia, akhirnya mengumumkan pengurangan produksi pada awal April, yang berjumlah hampir 10 persen dari pasokan global. Tetapi dengan ekonomi hampir macet karena penguncian virus korona, itu tidak cukup untuk mengimbangi penurunan permintaan.

Para pedagang memperhatikan gerakan aneh dalam minyak berjangka karena mereka khawatir bahwa kerugian mendalam untuk industri energi akan memukul ekonomi AS lebih jauh, para ahli mencatat.

Equity World | Harga Minyak di Bawah US$0, Wall Street Jeblok

Equity World | Harga Minyak di Bawah US$0, Wall Street Jeblok

Equity World | Kemerosotan harga minyak yang belum pernah terjadi sebelumnya membawa Wall Street, bursa saham AS, teritori negatif di sepanjang perdagangan Senin (20/4/2020).

Indeks utama seperti Dow Jones Industrial Average turun 2,4% dan berakhir di 23.650,44. Sedangkan S&P turun 1,8% ke 2.823,16 sementara Nasdaq turun 1,0% ke 8.560,73.

Jatuhnya patokan harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI), untuk perdagangan Mei menjadi penyebab. dan ditutup di -US$ 37,63 per barel.

Deadline kontrak yang akan jatuh pada Selasa (21/4/2020), namun tidak dibarengi dengan banyaknya permintaan menyebabkan ini. Pasokan masih melimpah tapi pembelian sangat langka.

Pembukaan Pasar Minyak di Asia: WTI Melonjak USD20, Tapi Masih di Bawah Nol | Equity World

“Ini kontrak untuk sesuatu yang tidak ingin dibeli siapapun,” kata Matt Smith, pengamat dari ClipperData sebagaimana dikutip dari AFP.

Selain karena corona, ini juga konsekuensi dari perang minyak Arab Saudi dan Rusia yang terjadi pada akhir Maret lalu. Meski sudah diputuskan akan ada pemangkasan oleh OPEC+ sekitar 10 juta barel per hari (bph) di Mei hingga Juni, keputusan dianggap telat oleh pelaku pasar.

Sejumlah saham perusahaan minyak turun pada perdagangan kemarin. Di mana Chevron turun 4.1% dan ExxonMobil turun 4,7%.

PT Equityworld | Sentimen Campur Aduk, Bursa Saham Asia Variatif

PT Equityworld | Sentimen Campur Aduk, Bursa Saham Asia Variatif

PT Equityworld | Bursa saham di kawasan Asia, pada perdagangan awal pekan ini, Senin (20/4/2020) diperdagangkan bervariasi di tengah lonjakan bursa saham Wall Street AS dan pemangkasan suku bunga acuan China.

Bank sentral China(PBoC) memangkas suku bunga pinjaman satu tahun menjadi 3,85% dari 4,05%. Suku bunga dasar pinjaman 5 tahun juga turun menjadi 4,65% dari 4,75%. Ini menandai pemangkasan kedua untuk suku bunga dasar pinjaman China untuk tahun 2020.

Data perdagangan mencatat, pasar saham China daratan dibuka sedikit menguat pada awal perdagangan, dengan indeks Shanghai Composite naik 0,15%, sedangkan Shenzhen naik 0,27%. Sementara pasar saham di Hong Kong, indeks Hang Seng turun 0,25%.

Pasar saham Jepang melemah karena investor mencerna data yang menunjukkan surplus perdagangan Jepang untuk bulan Maret menurun lebih dari yang diharapkan akibat pandemi virus corona yang memukul ekspor Negeri Sakura tersebut.

Jumat Emas Turun, Pekan Depan Diprediksi 24 Karat Masih Lemas Lho | PT Equityworld

Indeks Nikkei 225 anjlok 1,03% terdorong oleh penurunan saham-saham blue chip. Saham Fast Retailing turun 2%, sedangkan indeks Topix turun 0,56%.

Sementara di sektor eksportir, saham Panasonic dan Canon masing-masing turun hampir 1%, sedangkan Sony turun 0,3%, dan saham Mitsubishi Electric justru naik 0,4%.

PT Equityworld | Trump Tebar Kabar Positif, Bursa Saham Asia Masuk Zona Hijau

PT Equityworld | Trump Tebar Kabar Positif, Bursa Saham Asia Masuk Zona Hijau

PT Equityworld | Bursa saham di kawasan Asia masuk zona hijau pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (17/4/2020) setelah merespons kenaikan bursa saham Wall Street usai Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan pembukaan kembali kegiatan ekonomi Negeri Paman Sam.

Keputusan itu diambil Trump karena menurutnya jumlah kasus baru virus corona (Covid-19) di AS sudah mulai menurun dan bahwa pembatasan (shutdown) sebagian wilayah untuk menekan penyebaran wabah dianggapnya telah membuahkan hasil.

“Jelas bahwa strategi agresif kami berhasil,” katanya dalam konferensi pers, mengutip AFP. “Pertempuran berlanjut tetapi data menunjukkan bahwa pertumbuhan kasus-kasus baru secara nasional telah melewati puncaknya.”

Data perdagangan mencatat, pasar saham China daratan dibuka menguat pada awal perdagangan, dengan indeks Shanghai Composite naik 0,88%, sedangkan Shenzhen melonjak hampir 1%. Sementara pasar saham di Hong Kong, indeks Hang Seng melambung 2,25%.

Pasar saham Jepang terapresiasi, dengan indeks Nikkei 225 melonjak 2,49% terdorong oleh kenaikan saham-saham blue chip, saham Fast Retailing dan Softbank Group masing-masing naik lebih dari 4% sedangkan indeks Topix menguat 1,24%.

Sementara di sektor teknologi, saham Advantest naik lebih dari 4% dan Tokyo Electron melonjak 3%. Saham produsen mobil yakni Honda naik hampir 7% dan Toyota menguat lebih dari 2%.

Indeks Kospi Korea Selatan memimpin kenaikan di antara pasar utama di kawasan Asia karena melonjak 3,26% sementara indeks Kosdaq menguat 1,35%.Pasar saham Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 104,70 poin atau 1,93% menjadi 5.521. Saham-saham pendorong kenaikan di antaranya saham pertambangan Rio Tinto naik 3%, Fortescue Metals menguat lebih dari 2% dan BHP naik hampir 2%.

Rio Tinto melaporkan peningkatan produksi dan pengiriman bijih besi Pilbara pada kuartal pertama dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

Commerzbank Prediksi Emas Tembus US$ 1.800/oz, tapi Kapan? | PT Equityworld

Dari kawasan Asia lainnya yaitu bursa saham domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini juga menghijau, pukul 10:20 WIB naik 2,62% pada 4.598,11, dengan nilai transaksi tercatat Rp 2,91 triliun.

Sementara bursa saham Wall Street yang merupakan acuan atau barometer dari bursa saham global pada penutupan perdagangan pagi dini hari tadi masuk zona hijau karena karena laporan data klaim pengangguran yang lebih baik dari perkiraan dan periode sebelumnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 33,33 poin, atau 0,1%, menjadi 2.337,68, menghapus kerugian di awal perdagangan. S&P 500 naik 16,19 poin, atau 0,6%, menjadi 2.799,55 dan Nasdaq Composite naik 139,19 poin, atau 1,7% menjadi 8532,36.

PT Equityworld | Saham di Asia Tergelincir Dipicu Kekhawatiran akan Jatunya Ekonomi Akibat Corona

PT Equityworld | Saham di Asia Tergelincir Dipicu Kekhawatiran akan Jatunya Ekonomi Akibat Corona

PT Equityworld | Saham-saham di Asia jatuh pada perdagangan Kamis pagi karena kekhawatiran atas skala kejatuhan ekonomi pandemi virus corona terus membebani sentimen pasar.

Di Jepang, Nikkei 225 turun 1,27 persen pada awal perdagangan karena saham Fanuc turun 2,13 persen. Indeks Topix turun 1,23 persen. Sedangkan Kospi Korea Selatan turun 0,57 persen.

Di Australia, S&P/ASX 200 turun 1,86 persen karena saham bank-bank besar seperti Commonwealth Bank of Australia dan Westpac masing-masing turun setidaknya 2 persen.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,5 persen lebih rendah.

Investor menunggu rilis data pekerjaan Australia untuk bulan Maret, ditetapkan akan keluar sekitar jam 09:30 pagi. HK/SIN, yang dapat memberikan petunjuk tentang dampak wabah virus corona pada ekonomi negara.

Ahli Strategi Valuta Asing Senior di National Australia Bank, Rodrigo Catril menulis dalam catatan Kamis bahwa berita utama seputar pandemi virus corona terus melukis gambaran suram.

Secara global, lebih dari 2 juta orang telah terinfeksi oleh virus sementara setidaknya 133.354 nyawa telah diambil, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Indeks Saham Asia Terpuruk, IHSG Terperangkap di Zona Merah | PT Equityworld

Di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average turun 445,41 poin di tutup di level 23.504,35. Sementara S&P 500 mengakhiri hari perdagangannya 2,2 persen lebih rendah pada 2.783,36.

Nasdaq Composite ditutup 1,4 persen lebih rendah pada 8,393.18. Pergerakan saham pada Rabu menandai sesi terburuk Dow dan S&P 500 sejak 1 April.

Pergerakan itu terjadi ketika sebuah laporan dari Departemen Perdagangan AS yang diterbitkan Rabu menunjukkan penjualan ritel di Amerika Serikat pada bulan Maret turun 8,7 oersen, mencatatkan penurunan satu bulan terbesar sejak 1992.

PT Equityworld | Bursa Saham Asia Tenggara Menuju `Bull Market` Mengantisipasi Meredanya Wabah Virus Korona

PT Equityworld | Bursa Saham Asia Tenggara Menuju Bull Market Mengantisipasi Meredanya Wabah Virus Korona

PT Equityworld | Bursa ekuitas Asia Tenggara bergerak naik melebihi 20% dari posisi terendah, mengikuti laju bursa saham global. Saham sektor konsumsi rebound karena pandemi virus korona menunjukkan tanda-tanda pelambatan.
Indeks MSCI Asean naik sekitar 1,9%, Selasa (14/4), rebound lebih dari 20% dari posisi terendah pada 23 Maret. Indeks harga saham di Filipina, Indonesia dan Thailand mengalami reli pada bulan ini, memasuki teritori technical bull.
Pergerakan tersebut menandai perubahan di bursa Asia Tenggara, yang tercatat sebagai salah satu kawasan yang mengalami aksi jual terburuk, karena ketergantungan yang tinggi pada perdagangan dan pariwisata dengan China. Buruknya tekanan aksi jual antara lain ditunjukkan dengan beberapa kali terhentiya perdagangan di bursa secara otomatis karena sudah melebihi batas penurunanharian. Bursa saham Filipina bahkan sempat ditutup selama dua hari unuk meredam aksi jual.
Setelah mengalami tekanan jual selama beberapa pekan, yang diiringi dengan kucuran stimulus kebijakan bernilai miliaran dolar, para investor kembali mencari peluang dengan mengalihkan perhatian mereka kepada perusahaan-perusahaan yang selamat dari krisis korona.
“Optimisme saat ini didorong oleh meredanya kasus Covid-19 di Eropa dan sinyal penurunan di sebagian AS,” kata Daryl Liew, kepala manajemen portofolio di Reyl & Cie, Singapura.

Banjir Sentimen Positif, Bursa Saham Asia Ijo Royo-royo | PT Equityworld

“Tapi seperti yang bisa kita lihat di Asia, ancaman risiko gelombang kedua adalah nyata. Itu berarti langkah-langkah pembatasan kemungkinan harus tetap diberlakukan lebih lama sehingga akan menambah kerugian ekonomi riil. Masih terlalu dini untuk menyatakan telah mencapai titik terendah,” imbuhnya, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (14/4).
Indeks acuan bursa saham Asia Tenggara, yang telah tenggelam di teritori bearish sejak 2018, masih 27% di bawah posisi tertinggi pada 17 Januari lalu. Indeks acuan bursa saham AS dan Eropa juga memasuki teritori bullish dalam beberapa hari terakhir, sementara itu indeks MSCI Asia Pacific kurang dari 3%nya.
Kinerja baik tersebut dapat “sebagian besar dapat dijelaskan karena buruknya kinerja pada bulan Maret,” kata Tai Hui, kepala strategi pasar Asia di JPMorgan Asset Management. “Beberapa pasar, seperti Filipina, bahkan diperdagangkan dengan diskon yang cukup besar dan karenanya menarik beberapa pemburu saham murah untuk berpartisipasi,” Hui menambahkan.
Namun demikian, investor luar negeri terkesan masih enggan masuk, setelah menarik banyak uang dari reksa dana ekuitas Asia Tenggara tahun ini. Saham Thailand mencatatkan penarikan dana asing terbesar pada bulan ini – hampir mencapai USD620 juta.Bursa saham Filipina telah terpukul oleh arus keluar dana asaing selama 19 hari berturut-turut.
Di Malaysia, dengan lebih dari 4.800 kasus infeksi coronavirus, indeks FTSE Bursa Malaysia KLCI masih sekitar 8% dari upaya untuk meraih kenaikan 20%, sementara indeks patokan bursa saham Singapura telah meningkat 18% dari level terendahnya. Indeks saham Vietnam telah rebound 16%, meski masih berada di teritor beaarish sejak penurunan besar-besaran pada 2018.
“Yang lebih menarik adalah bahwa pasar-pasar ini berkinerja baik pada saat dolar AS masih cukup kuat,” ujar Hui.

PT Equityworld | Bursa Saham Asia Menguat Menanti Data Perdagangan China

PT Equityworld | Bursa Saham Asia Menguat Menanti Data Perdagangan China

PT Equityworld | Saham-saham di Asia sedikit lebih tinggi pada perdagangan Selasa pagi menjelang rilis data perdagangan China untuk bulan Maret.

Dikutip dari laman CNBC, Selasa (14/4/2020), di Jepang, Nikkei 225 menguat 0,48 persen. Sementara indeks Topix naik 0,34 persen.

Saham konglomerat Jepang Softbank Group melawan tren keseluruhan karena mereka turun 3,24 persen setelah perusahaan mengumumkan pada hari Senin bahwa pihaknya memperkirakan Dana Visi untuk membukukan kerugian 1,8 triliun yen Jepang (sekitar USD 16,73 miliar) untuk fiskal 2019, akibat dari memburuknya pasar.

Di tempat lain, Kospi Korea Selatan naik 0,66 persen. Saham di Australia juga sedikit lebih tinggi karena mereka kembali berdagang setelah liburan pada hari Jumat dan Senin, dengan S & P / ASX 200 naik 0,14 persen.

Bursa Saham Asia Berbunga-bunga, IHSG Ikut Semringah | PT Equityworld

Secara keseluruhan, indeks saham MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,09 persen lebih tinggi.

Sementara itu, data perdagangan China untuk Maret dijadwalkan keluar pada Selasa pagi. Ini akan diawasi oleh investor ketika negara kembali ke bisnis menyusul lockdown untuk mengekang penyebaran virus corona, yang telah sangat berdampak pada kegiatan ekonomi.

Pasar di India ditutup pada hari Selasa untuk liburan.

PT Equityworld | Bursa Asia Ditutup Bervariasi

PT Equityworld | Bursa Asia Ditutup Bervariasi

PT Equityworld | Bursa Asia pada perdagangan Senin (13/4/2020) ditutup mixed. Sentimen pandemik virus corona (Covid-19) masih menekan pasar. Di sisi lain, kesepakatan OPEC mengurangi produksi menjadi kabar baik bagi pasar.

Nikkei 225 Jepang turun 2,33 persen, Kospi Korea Selatan turun 1,88 persen, dan ASX 200 Australia naik 3,46 persen. Indeks komposit Shanghai turun 0,49 persen, Hang Seng Hong Kong naik 1,38 persen.

Harga minyak naik di awal perdagangan Asia Senin (13/4/2020). Patokan minyak internasional Brent naik 2,32 persen menjadi US$ 32,21 per barel. Sementara minyak mentah berjangka AS naik 2,72 persen menjadi US$ 23,38 per barel.

AS Disebut Menuju Resesi, Dow Futures Ambles 355 Poin | PT Equityworld

Penguatan harga minyak tak lepas dari upaya Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) mencapai kesepakatan pemangkasan produksi minyak sebesar 9,7 juta barel per hari. Itu adalah pemangkasan terbesar dalam sejarah.

Menurut data Worldometers, hingga hari ini, terdapat 1.858.789 kasus dengan 114.698 korban jiwa di seluruh dunia. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Selasa (7/4/2020) menyatakan keadaan darurat untuk memerangi infeksi corona di pusat populasi utama. Singapura juga mengesahkan serangkaian undang-undang yang melarang pertemuan sosial di area pribadi dan publik.

PT Equityworld | Wall Street Menghijau, Dow Naik 3,44 Persen

PT Equityworld | Wall Street Menghijau, Dow Naik 3,44 Persen

PT Equityworld | Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Rabu (8/4/2020) waktu setempat. Dow ditutup reli sekitar 780 poin di tengah tanda-tanda tentang wabah virus corona di AS mendekati puncaknya, meningkatnya harapan dalam perang melawan pandemi.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 779,71 poin atau 3,44 persen, menjadi ditutup di 23.433,57 poin. Indeks S&P 500 naik 90,57 poin atau 3,41 persen, menjadi berakhir 2.749,98 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 203,64 poin atau 2,58 persen, menjadi 8.090,90 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan sektor real estat dan energi masing-masing naik 7,41 persen dan 6,74 persen, mengungguli sektor-sektor lainnya.

Sentimen tetap berfluktuasi, tetapi investor tetap berharap tentang potensi pelambatan dalam pertumbuhan kasus virus corona baru, para ahli mencatat.
“Fokus utama puncak. Tampaknya yang ada di benak setiap investor saat ini adalah kapan kasus virus corona akan memuncak,” kata Eric Freedman, kepala investasi di US Wealth Management Bank di North Carolina seperti dikutip oleh Reuters.

“Pada titik tertentu, pertimbangan ekonomi benar-benar mulai terwujud. Ditambah lagi, apa yang akan menjadi mekanisme transmisi untuk ekonomi, artinya pada fase apa ekonomi akan dimulai kembali.”

Kasus Corona di AS Mendekati Level Puncak, Wall Street Melesat | PT Equityworld

Lebih dari 419.000 kasus yang dikonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat pada Rabu sore (8/4/2020), dengan 14.262 kematian, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) di Universitas Johns Hopkins.

Pasar juga menemukan beberapa dukungan setelah kandidat presiden Demokrat AS Bernie Sanders keluar dari persaingan kandidat presiden dari Demokrat pada Rabu (8/4/2020), membuka jalan bagi kandidat yang tersisa dari partai itu Joe Biden untuk menjadi calon Demokrat.

Berita itu meningkatkan sentimen pasar karena Biden dipandang oleh Wall Street sebagai kandidat yang lebih ramah pasar daripada Sanders, menurut analis.

Design a site like this with WordPress.com
Get started