Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melemah Usai AS Rilis Data Ekonomi

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melemah Usai AS Rilis Data Ekonomi

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (25/9), dengan sebagian besar sektor di indeks S&P 500 turun.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tipis, Perak Melesat: Tapi Jangan Bahagia Dulu

Hal ini dipicu data ekonomi yang menambah ketidakpastian pasar terkait prospek pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 173,96 poin atau 0,38 persen menjadi 45.947,32. S&P 500 turun 33,25 poin atau 0,50 persen ke level 6.604,72, sementara Nasdaq Composite melemah 113,16 poin atau 0,50 persen menjadi 22.384,70.

Data terbaru menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran AS turun 14.000 menjadi 218.000 pada pekan yang berakhir 20 September. Selain itu, ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal II berkat konsumsi rumah tangga dan investasi bisnis yang kuat.

Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menyatakan dirinya tidak nyaman jika suku bunga diturunkan terlalu cepat karena inflasi masih berisiko. Komentar ini muncul setelah The Fed pekan lalu memangkas suku bunga pertama sejak Desember sebesar 25 basis poin, dengan sinyal kemungkinan pemangkasan lanjutan.

Ekspektasi investor terhadap pemangkasan tambahan 25 basis poin pada pertemuan Oktober kini turun menjadi 83,4 persen dari 92 persen sehari sebelumnya, menurut CME FedWatch Tool.

Sebagian besar sektor S&P 500 ditutup melemah, kecuali energi yang naik 0,9 persen dan teknologi menguat tipis 0,03 persen berkat lonjakan saham Intel sebesar 8,9 persen. Sementara itu, saham CarMax anjlok 20,1 persen usai melaporkan penurunan laba kuartal II, dan saham Accenture turun 2,7 persen meski pendapatannya melampaui ekspektasi.

Di Bursa New York (NYSE), saham yang turun melampaui yang naik dengan rasio 3,11 banding 1. Terdapat 110 saham menyentuh level tertinggi baru dan 109 saham mencapai level terendah baru.

Di Nasdaq, 1.166 saham naik dan 3.502 saham turun dengan rasio 3 banding 1. Volume transaksi bursa AS mencapai 19,58 miliar saham, lebih tinggi dibanding rata-rata 20 hari terakhir sebesar 17,99 miliar saham.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Transaksi Saham di Wall Street Melonjak Meski Indeks Terkoreksi

Equityworld Futures | Transaksi Saham di Wall Street Melonjak Meski Indeks Terkoreksi

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (24/9), meski nilai transaksi harian melonjak menjadi salah satu yang tertinggi dalam sebulan terakhir.

Equityworld Futures | Usai Terbang 3 Hari, Harga Emas Langsung Ambruk: Bandar Mulai Ragu?

Mengutip Reuters, Investor melakukan aksi ambil untung setelah indeks utama sempat mencetak rekor baru, sementara komentar Ketua The Fed Jerome Powell tentang valuasi aset yang ‘cukup tinggi’ memicu kehati-hatian pasar.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 18,04 miliar saham, melampaui rata-rata 20 hari terakhir sebesar 17,75 miliar saham. Lonjakan ini terjadi di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter, terutama soal kecepatan dan besaran pemangkasan suku bunga.

Powell sehari sebelumnya mengatakan harga aset saat ini terlihat ‘cukup tinggi’, mengingatkan kembali ucapan Alan Greenspan pada 1996 tentang “irrational exuberance” yang mendorong valuasi melambung. Komentar ini membuat sebagian investor melepas saham setelah reli panjang mengangkat indeks Dow Jones, S&P 500, Nasdaq, dan Russell 2000 ke rekor tertinggi.

Pada penutupan, Dow Jones turun 171,50 poin (0,37 persen) ke 46.121,28. S&P 500 melemah 18,94 poin (0,28 persen) ke 6.637,98, sedangkan Nasdaq terkoreksi 75,62 poin (0,33 persen) ke 22.497,86.

Sektor material jadi pemberat setelah saham Freeport-McMoRan anjlok 17 persen akibat force majeure di tambang Grasberg, Indonesia.

Di sisi lain, sektor energi naik 1,2 persen seiring harga minyak yang mencapai level tertinggi tujuh minggu terakhir setelah data menunjukkan penurunan besar pada persediaan minyak mentah AS.

Beberapa saham mencatat pergerakan signifikan. Lithium Americas melonjak hampir dua kali lipat ke USD 6,01 setelah Reuters melaporkan pemerintah AS mempertimbangkan mengambil porsi 10 persen saham perusahaan itu. General Motors juga naik 2,3 persen setelah mendapat rekomendasi kenaikan peringkat dari UBS.

Sebaliknya, Micron Technology turun 2,8 persen usai laporan kinerja kuartalan, dan Oracle melemah 1,7 persen terkait rencana penerbitan obligasi USD 15 miliar.

Dari sisi makroekonomi, penjualan rumah baru di AS melonjak 20,5 persen pada Agustus, jauh di atas ekspektasi. Namun, perhatian investor kini tertuju pada rilis indeks personal consumption expenditures (PCE) akhir pekan ini, indikator inflasi utama The Fed yang akan menentukan arah suku bunga ke depan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street: Dow, S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Melemah Terseret Komentar Powell

Equityworld Futures | Wall Street: Dow, S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Melemah Terseret Komentar Powell

Equityworld Futures | Wall Street ditutup melemah usai memecahkan rekor penutupan tertinggi dalam tiga sesi terakhir. Sentimen datang setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral AS perlu menyeimbangkan kekhawatiran inflasi dengan melemahnya pasar tenaga kerja dalam keputusan suku bunga mendatang.

Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Termahal Usai The Fed Sebut Ekonomi AS Memprihatinkan

Nasdaq memimpin penurunan, dengan saham Nvidia anjlok 2,8% setelah menguat di sesi sebelumnya, ketika produsen chip tersebut mengumumkan rencana investasi hingga $100 miliar di OpenAI.

Selasa (23/9/2025), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 88,76 poin atau 0,19% menjadi 46.292,78, indeks S&P 500 melemah 36,83 poin atau 0,55% ke 6.656,92 dan indeks Nasdaq Composite melemah 215,50 poin, atau 0,95%, menjadi 22.573,47.

Pada sesi ini, saham Amazon.com, Microsoft, dan Apple juga melemah.

Dalam komentarnya pada hari Selasa, Powell hanya memberikan sedikit petunjuk kapan ia memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga berikutnya. The Fed pekan lalu memangkas suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini dan mengindikasikan kemungkinan pemangkasan lebih lanjut.

“Peristiwa penting hari ini adalah pidato Powell. Ia agak dovish, tetapi juga menunjukkan kehati-hatian, dan itu menunjukkan bahwa meskipun ia membuka peluang untuk pemangkasan suku bunga berikutnya, sebenarnya tidak ada petunjuk kapan dan seberapa besar pemangkasan suku bunga berikutnya,” kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.

“Pasar mulai mengalami aksi jual karena hal itu,” katanya, menambahkan: “Pasar juga siap untuk semacam penurunan.”

Powell juga mengatakan harga ekuitas dinilai cukup tinggi. Tiga indeks utama AS mencatat rekor penutupan tertinggi selama tiga sesi sebelumnya.

Rekan-rekan Powell sebelumnya memberikan komentar mengenai kedua sisi argumen kebijakan tersebut.

Wakil Ketua Pengawasan The Fed, Michelle Bowman, mengatakan bahwa The Fed dapat meredam kekhawatiran tentang inflasi yang terus-menerus dan perlu berkomitmen untuk memangkas suku bunga guna mendukung pasar tenaga kerja.

Di sesi ini, saham Boeing, yang membantu membatasi penurunan Dow Jones, setelah naik 2% setelah mendapatkan pesanan dari Uzbekistan Airways senilai lebih dari $8 miliar.

Setelah bel penutupan, saham Micron Technology naik 0,7% karena perusahaan melaporkan hasil dan memberikan proyeksi yang optimistis. Saham tersebut mengakhiri sesi reguler dengan kenaikan 1,1%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Kembali Cetak Rekor Berkat Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Kembali Cetak Rekor Berkat Saham Teknologi

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street kembali mencetak rekor pada Senin, 22 September 2025. Kenaikan wall street didorong saham teknologi.

Equityworld Futures | Sejarah Lagi! Harga Emas Pecah Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Mengutip CNBC, Selasa (23/9/2025), indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi baru. Kenaikan indeks saham acuan itu didorong lonjakan saham teknologi Nvidia seiring pengumuman kemitraan dengan OpenAI. Hal tersebut memicu optimisme investor tentang masa depan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Indeks S&P 500 ditutup naik 0,44% ke posisi 6.693,75. Sedangkan Indeks Nasdaq melambung 0,70% dan ditutup ke posisi 22.788,98. Indeks Dow Jones bertambah 66,27 poin atau 0,14% dan ditutup ke posisi 46.381,54.

Bersamaan dengan S&P 500, Nasdaq dan Dow Jones telah mencapai rekor tertinggi intraday sepanjang masa selama sesi tersebut dan ditutup pada rekor tertinggi.

Saham meski memulai perdagangan dengan harga lebih rendah, saham-saham tersebut akhirnya ditutup menguat, ditopang oleh saham Nvidia dan perusahaan lainnya. Saham perusahaan chip AI tersebut naik 3,9% setelah perusahaan tersebut akan menginvestasikan USD 100 miliar atau Rp 1.659 triliun (asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS di kisaran 16.590) di OpenAI untuk pembangunan pusat data.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Minyak Menguat Seiring Meningkatnya Ketegangan di Eropa dan Timur Tengah

Equityworld Futures | Harga Minyak Menguat Seiring Meningkatnya Ketegangan di Eropa dan Timur Tengah

Equityworld Futures | Harga minyak menguat di sesi perdagangan Asia pada hari ini, didorong oleh ketegangan geopolitik di Eropa dan Timur Tengah. Di mana, prospek pasokan minyak yang lebih banyak dan kekhawatiran tentang dampak tarif perdagangan terhadap permintaan bahan bakar global turut membebani.

Equityworld Futures | Harga Emas Melesat Lagi, Seberapa Cepat Bisa Tembus US$4.000?

Senin (22/9/2025) pukul 10.50 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman November 2025 naik 34 sen atau 0,54% menjadi US$ 67,07 per barel.

Sementara , harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Oktober 2025 berada di level US$ 63,02 per barel, naik 34 sen, atau 0,54%.

Kontrak WTI untuk Oktober 2025 berakhir pada hari ini, sementara kontrak pengiriman November 2025 yang lebih aktif berhasil naik 36 sen, atau 0,58% ke US$ 62,76 per barel.

“Laporan akhir pekan lalu bahwa Rusia mengancam di perbatasan Polandia telah mengingatkan para pedagang akan risiko yang berkelanjutan terhadap keamanan energi Eropa dari timur laut,” kata Michael McCarthy, CEO platform investasi Moomoo Australia dan Selandia Baru.

Pesawat Polandia dan sekutu dikerahkan pada Sabtu pagi untuk memastikan keamanan wilayah udara Polandia setelah Rusia melancarkan serangan udara yang menargetkan Ukraina barat di dekat perbatasan dengan Polandia, kata angkatan bersenjata negara anggota NATO tersebut.

Pengerahan pasukan tersebut dilakukan setelah tiga jet militer Rusia melanggar wilayah udara NATO Estonia selama 12 menit pada hari Jumat, sementara pada hari Minggu, angkatan udara Jerman melaporkan bahwa sebuah pesawat militer Rusia memasuki wilayah udara netral di atas Laut Baltik.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dijadwalkan bertemu pada hari Senin untuk membahas tuduhan Estonia bahwa jet tempur Rusia melanggar wilayah udaranya, kata para diplomat.

Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina meningkatkan serangan pesawat nirawak terhadap infrastruktur energi Rusia, menghantam terminal dan kilang, sementara Presiden AS Donald Trump telah mendesak Uni Eropa untuk menghentikan pembelian minyak dan gas Rusia.

Dalam berita Timur Tengah, empat negara Barat mengakui negara Palestina, yang memicu respons keras dari Israel dan menambah keresahan di wilayah penghasil minyak utama tersebut.

Harga minyak Brent dan WTI ditutup turun lebih dari 1% pada hari Jumat (19/9/2025), menandai sedikit penurunan minggu lalu karena kekhawatiran tentang pasokan yang besar dan penurunan permintaan melebihi ekspektasi bahwa pemotongan suku bunga pertama tahun ini oleh Federal Reserve AS akan memicu lebih banyak konsumsi.

Irak telah meningkatkan ekspor minyak menyusul pencabutan bertahap pemotongan produksi sukarela berdasarkan perjanjian OPEC+, ungkap SOMO, perusahaan pemasaran minyak negara tersebut, pada hari Minggu.

Ekspor minyak Irak rata-rata mencapai 3,38 juta barel per hari pada bulan Agustus, menurut Kementerian Perminyakan. SOMO memperkirakan ekspor rata-rata bulan September akan berkisar antara 3,4 juta hingga 3,45 juta barel per hari.

“Meningkatnya persediaan selama enam bulan terakhir juga mengonfirmasi bahwa pasokan telah melampaui permintaan,” ujar Tim Evans dalam buletin Evans on Energy.

“Peningkatan cadangan strategis yang diakumulasikan oleh Tiongkok dan AS telah membantu menyerap surplus, tetapi peningkatan persediaan tersebut masih mengurangi potensi kenaikan harga jangka pendek dan membuka potensi penurunan,” kata Evans.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Panen Rekor, Dolar Kian Garang: Sanggupkah RI Bangkit?

Equityworld Futures | Wall Street Panen Rekor, Dolar Kian Garang: Sanggupkah RI Bangkit?

Equityworld Futures | Pasar keuangan Indonesia ditutup bervariasi pada perdagangan kemarin, Kamis (18/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga rupiah kompak melemah, namun Surat Berharga Negara (SBN) kembali di minati investor.

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil ke US$3.647,7 Jumat (19/9) Pagi, Tunggu Sinyal Baru dari The Fed

Pasar keuangan Tanah Air hari ini Jumat (19/9/2025) diperkirakan masih akan bergerak volatile bagi IHSG, rupiah, maupun SBN. Selengkapnya mengenai proyeksi dan sentimen pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

IHSG pada perdagangan kemarin, Kamis (18/9/2025) ditutup melemah 0,21% ke level 8.008,43. Sekaligus mematahkan penguatan enam hari beruntun IHSG sejak 10 September 2025.

Nilai transaksi IHSG pada Kamis (18/9/2025), mencapai Rp21,93 triliun dengan melibatkan 44,54 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 2,43 juta kali. Sebanyak 261 saham menguat, 410 melemah, dan 131 saham tidak bergerak.

Melihat dari pergerakan investor asing di IHGS, terpantau kembali melakukan net sell sebesar Rp358,32 miliar di seluruh pasar.

Secara sektoral, empat dari sebelas sektor ditutup pada zona merah, dengan sektor finansial memimpin pelemahan sebesar 0,93%. Diikuti sektor konsumer non siklikal dan properti dengan masing-masing turun 0,86% dan 0,45%.

Sementara itu, sektor konsumen siklikal tercatat menjadi yang paling kuat dengan terapresiasi 2,29%, yang diikuti sektor teknologi yang naik 1,80%, serta sektor utilitas sebesar 1,61%.

Dari sisi emiten, PT Bank Centra Asia Tbk (BBCA) menjadi penyebab terbesar melemahnya IHSG kamarin, dengan bobot 10,71 indeks poin. Diikuti oleh PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan bobot 10,26% dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 7,88 indeks poin.

Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi penahan laju pelemahan IHSG kemarin, dengan bobot penguatan 26,09 indeks poin, diikuti oleh PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) 11,53 indeks poin dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 5,69 indeks poin.

Beralih ke pasar mata uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (17/9/2025) ditutup melemah 0,46% di posisi Rp16.500/US$.

Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS terjadi setelah Federal Reserve (The Fed) resmi memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC), Rabu waktu setempat.

Meski langkah ini sudah sesuai ekspektasi pasar, investor tetap melakukan penyesuaian ulang terhadap prospek kebijakan The Fed ke depan.

The Fed mengisyaratkan akan melakukan dua kali pemangkasan tambahan pada tahun ini, namun hanya satu kali pada 2026. Sinyal ini sekaligus menepis ekspektasi pasar yang semula memperkirakan pemangkasan bisa lebih agresif, yakni dua hingga tiga kali tahun depan.

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan pemangkasan ini bersifat pengelolaan risiko di tengah melemahnya pasar tenaga kerja, sembari menekankan bahwa bank sentral tidak perlu terburu-buru melonggarkan kebijakan lebih dalam.

Dari dalam negeri, Keputusan BI yang kembali memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 16-17 September kemarin, turut meningkatkan volatilitas nilai tukar rupiah hingga mengurangi daya tarik pasar obligasi domestik yang membuat dorongan arus keluar modal lebih besar.

Adapun dari pasar obligasi Indonesia, imbal hasil SBN yang bertenor 10 tahun terpantau turun 0,54% menjadi 6,305%. Perlu diketahui, hubungan yield dan harga pada SBN ini berbanding terbalik, artinya ketika yield turun berarti harga obligasi naik, hal ini menandakan investor sedang melakukan aksi beli.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi Usai The Fed Pangkas Suku Bunga

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi Usai The Fed Pangkas Suku Bunga

Equityworld Futures | Indeks saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (17/9), setelah Federal Reserve (The Fed) AS memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dan Ketua The Fed Jerome Powell menyoroti pasar kerja yang lemah.

Equityworld Futures | Bikin Kaget! Harga Emas Malah Ambruk Usai Fed Pangkas Bunga, Kenapa?

Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 260,42 poin, atau 0,57 persen menjadi 46.018,32, S&P 500 (.SPX), turun 6,41 poin, atau 0,10 persen menjadi 6.600,35 dan Nasdaq Composite (.IXIC), kehilangan 72,63 poin, atau 0,32 persen menjadi 22.261,33.

Bank sentral AS mengindikasikan akan memangkas suku bunga secara bertahap hingga akhir tahun, karena para pembuat kebijakan khawatir tentang pelemahan pasar tenaga kerja. The Fed memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga lagi sebesar seperempat poin persentase tahun ini.

Dalam konferensi pers, Powell berbicara tentang meningkatnya risiko penurunan ketenagakerjaan dibandingkan dengan inflasi, tetapi mengatakan risiko inflasi masih harus dinilai dan dikelola.

Pemangkasan suku bunga ini sudah diperhitungkan oleh para investor, menurut data yang dihimpun LSEG.
“Powell meredam sebagian antusiasme awal di pasar untuk jalur pelonggaran moneter yang lebih agresif.
Ia mencatat pelemahan di pasar tenaga kerja, tetapi tetap mempertahankan pemangkasan yang lebih besar untuk kondisi yang lebih serius yang belum terjadi saat ini,” kata kepala investasi di Angeles Investments, Michael Rosen.

Keputusan dan prospek The Fed akan menguji reli terkini Wall Street, yang telah didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga dan bangkitnya kembali antusiasme seputar perdagangan terkait saham AI.

Powell menjawab beberapa pertanyaan tentang independensi The Fed dari pihak eksekutif. Pada Selasa, penasihat ekonomi Gedung Putih Stephen Miran dilantik sebagai Gubernur The Fed dan pengadilan banding menolak upaya Presiden AS Donald Trump untuk memecat Gubernur Lisa Cook.

Saham keuangan seperti American Express (AXP.N) membantu meningkatkan Dow. Sementara Nvidia (NVDA.O), membebani Nasdaq. Saham anjlok 2,6 persen setelah sebuah laporan menyebutkan bahwa regulator internet China telah menginstruksikan perusahaan teknologi terbesar di negara itu untuk membeli semua chip perusahaan pemimpin AI tersebut.

Workday melonjak 7,2 persen setelah laporan bahwa investor aktivis Elliott Management mengambil lebih dari USD 2 miliar saham di penyedia perangkat lunak sumber daya manusia.

Lyft (LYFT.O) melonjak 13,1 persen setelah berita bahwa Alphabet (GOOGL.O), Waymo akan meluncurkan layanan taksi otonom di Nashville tahun depan bersama perusahaan taksi daring tersebut. Saham pesaingnya, Uber (UBER.N), juga turun 5 persen.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melandai Jelang Pengumuman Putusan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Melandai Jelang Pengumuman Putusan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street melandai pada perdagangan yang berakhir Selasa sore waktu setempat (Rabu pagi WIB).

Equityworld Futures | Rekor Lagi! Harga Emas Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Masa US$3.700

Wall Street melemah pada perdagangan Selasa karena investor mengambil sejumlah keuntungan atau melakukan profit taking menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve yang sangat ditunggu.

Indeks S&P 500 diperdagangkan 0,13 persen lebih rendah dan ditutup pada 6606,76, setelah mencapai rekor baru di awal sesi.

Lalu, indeks Nasdaq Composite turun 0,07 persen dan mengakhiri sesi di level 22.333,96.

Kemudian, indeks Dow Jones Industrial Average turun 125,55 poin atau 0,27 persen dan ditutup pada 45.757,90.

Pemimpin pasar saham utama mengalami penurunan, dengan saham Nvidia dan Microsoft kehilangan masing-masing sebesar 1,6 persen dan 1,2 persen. Saham Palanti rdan orang tua Google, Alphabet juga ditarik kembali.

Pertemuan The Fed selama dua hari, yang dimulai pada hari Selasa, diperkirakan akan menghasilkan penurunan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Desember.

Menurut FedWatch CME, futures suku bunga memperkirakan 100 persen kepastian penurunan suku bunga setidaknya seperempat poin.

Sedangkan yang paling diperhatikan investor adalah proyeksi suku bunga bank sentral untuk sisa tahun ini dan apakah para anggota yang memiliki hak suara memperkirakan satu atau dua penurunan lagi sebelum 2025 berakhir.

Para pedagang juga akan memantau dengan saksama konferensi pers Ketua Fed Jerome Powell setelahnya untuk mendapatkan petunjuk tentang masa depan kebijakan moneter.

Pertemuan tersebut juga diwarnai ketegangan politik, setelah Senat mengonfirmasi pilihan Presiden Donald Trump untuk bergabung dengan bank sentral, Stephen Miran.

Presiden juga berupaya untuk menyingkirkan Gubernur Fed Lisa Cook, yang akan memberikan suara dalam pertemuan tersebut bersama Miran.

Para pedagang terus memantau perkembangan diskusi perdagangan global dan apa yang disebut tarif timbal balik yang akan berlaku pada bulan November.

Di samping itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa ia mengharapkan perundingan lebih lanjut sebelum batas waktu tersebut, dan bahwa China sekarang merasa bahwa kesepakatan perdagangan mungkin terjadi setelah para pejabat AS dan China menyelesaikan perundingan dua hari di Madrid pada hari Senin.

Presiden AS Donald Trump juga memberikan penilaian positif terhadap perundingan perdagangan pada hari Senin, yang mendorong penguatan saham AS dan mendorong indeks S&P 500 ditutup di atas 6.600 untuk pertama kalinya.

Selama pembicaraan mereka minggu ini, pejabat AS dan China mencapai kesepakatan kerangka kerja mengenai TikTok untuk memungkinkan aplikasi media sosial tersebut tetap beroperasi di AS.

Rencananya, Oracle akan menjadi salah satu perusahaan yang mengaktifkan TikTok, yang menyebabkan saham naik 1,5 persen pada hari Selasa.

Namun, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan pada hari Senin bahwa diskusi perdagangan yang lebih luas telah ditunda ke waktu lain mengingat fokus yang sangat besar untuk mencapai kesepakatan terkait TikTok.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Bursa Asia & Wall Street Cetak Rekor, IHSG Ikutan Pesta

Equityworld Futures | Bursa Asia & Wall Street Cetak Rekor, IHSG Ikutan Pesta

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis 0,08% atau naik 6,34 poin ke level 7.943,46 pada perdagangan Selasa (16/9/2025).

Equityworld Futures | Harga Emas Naik, Investor Mengantisipasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Namun, selang satu menit setelah pasar buka, Indeks melonjak dan memperbesar kenaikan hingga lebih dari 0,5% dan mencapai titik tertinggi pada perdagangan pagi ini di level 7.979,32.

Sebanyak 347 saham naik, 42 turun, dan 217 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 326 miliar. Sebanyak 551 juta saham berpindah tangan dalam 41.420 kali transaksi.

Sementara itu, pasar saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pagi ini. Indeks acuan Nikkei 225 Jepang tercatat melewati level 45.000 untuk pertama kalinya, memimpin penguatan di pasar Asia hari ini, setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi perdagangan AS-China di Spanyol berjalan dengan baik.

Perundingan perdagangan tersebut dibayangi oleh kesepakatan “kerangka kerja” mengenai divestasi TikTok, yang diumumkan oleh Menteri Keuangan Scott Bessent pada hari Senin. Berbicara dari Madrid, Bessent mencatat bahwa persyaratan komersial telah disepakati. Baik Presiden AS Donald Trump maupun Presiden China Xi Jinping akan berbicara pada hari Jumat untuk membahas persyaratan tersebut.

Topix Jepang juga naik 0,29% ke level tertinggi sepanjang masa di 3.172,33.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,63% dan Kosdaq berkapitalisasi kecil stagnan. ASX/S&P 200 Australia menguat 0,26%. Adapun Indeks Hang Seng Hong Kong dibuka menguat, dengan kontrak berjangka di level 26.523, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir indeks di level 26.446,56.

Tadi malam di AS, indeks-indeks utama ditutup menguat karena investor bersiap menghadapi pertemuan penting Federal Reserve minggu ini.

S&P 500 naik 0,5% menjadi 6.615,28, menandai penutupan pertamanya di atas level 6.600. Nasdaq Composite juga mencapai rekor tertinggi baru, naik 0,9% menjadi 22.348,75. Dow Jones Industrial Average sedikit menguat, naik 49,23 poin, atau 0,1%, dan mengakhiri perdagangan di level 45.883,45.

Pada perdagangan hari ini, Selasa (16/9/2025), tampaknya tidak banyak sentimen penting yang dapat membuat warna pada pergerakan pasar hari ini. Investor masih akan menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI serta pengumuman suku bunga acuan bank sentral AS (The Fed).

Selain itu, sejumlah kabar penting tetap menjadi sorotan, mulai dari rilis data utang luar negeri (ULN) Indonesia, peluncuran program paket stimulus ekonomi 2025, hingga sinyal pelemahan dari data ekonomi China.

Kembalinya investor asing ke pasar saham serta stimulus pemerintah diharapkan bisa menjadi sentimen positif pasar saham hari ini. Di sisi lain, melandainya indeks dolar AS diharapkan bisa membantu rupiah.

Sejumlah kabar penting lainnya juga tetap menjadi sorotan, mulai dari rilis data utang luar negeri (ULN) Indonesia, peluncuran program paket stimulus ekonomi 2025, hingga sinyal pelemahan dari data ekonomi China.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Bisa Makin Mahal!

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Bisa Makin Mahal!

Equityworld Futures | Kilau emas dunia diprediksi akan terus mengalami kenaikan harga. Hingga akhir tahun 2025, emas dunia diramal dapat menyentuh angka US$ 3.800 per troy ons seiring dengan memanasnya tensi geopolitik.

Equityworld Futures | Harga Emas Terkoreksi Senin (15/9) Pagi, Pasar Menanti Penurunan Suku Bunga The Fed

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, memprediksi harga emas akan berada di level support US$ 3.611 per troy ons dengan resistance di harga US$ 3.674 per troy ons pada perdagangan Senin (15/9/2025). Adapun pada penutupan perdagangan Sabtu (13/9), emas dunia berada di level US$ 3.643 per troy ons.

“Untuk satu minggu, dari hari Senin sampai hari Jumat, kemungkinan besar support-nya di US$ 3.359,51 kemudian resistance di US$ 3.700,21. Sedangkan sampai akhir tahun kemungkinan besar harga emas tembus di level US$ 3.800,” terang Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (14/9/2025).

Ibrahim menjelaskan, kenaikan harga emas ini kuat dipengaruhi makro ekonomi Amerika Serikat (AS), di mana tenaga kerja dan inflasi masih berada di level yang tinggi. Di sisi lain, data harga produsen di AS juga melemah disusul revisi data ketenagakerjaan AS yang meningkatkan asumsi pasar terkait pemangkasan suku bunga The Fed.

“Adanya revisi terhadap data tenaga kerja di Amerika Serikat yang membuat Bank Sentral Amerika kemungkinan besar akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan tanggal 16-17 September 2025,” terangnya.

Di sisi lain, tensi politik di AS juga mempengaruhi kenaikan harga menyusul adanya gugatan banding tarif di Pengadilan Federal. Masalah tarif dagang antara AS, India, dan China yang akan menerapkan bea impor sebesar 100% akan menambah panas tensi perang dagang.

“Di sisi lain, secara geopolitik di Eropa, ada pejabat Ukraina yang mengatakan bahwa serangan drone yang sebelumnya dilakukan oleh Ukraina terhadap kilang-kilang minyak di Rusia mengakibatkan berhentinya kilang minyak sebesar 17% dari total produksi di Rusia,” ungkapnya.

“Di Timur Tengah sendiri kita melihat bahwa kondisi Timur Tengah memanas ketika Israel melakukan penyerangan terhadap militan Hamas yang ada di Qatar. Qatar juga akan melakukan pertemuan dengan negara-negara Arab untuk mengecam tindakan Israel,” tutupnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started