Equityworld Futures | Nasdaq Ditutup Melesat 2 Persen, Investor Kembali Koleksi Saham Teknologi

Equityworld Futures | Nasdaq Ditutup Melesat 2 Persen, Investor Kembali Koleksi Saham Teknologi

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street, Nasdaq, ditutup naik 2 persen pada perdagangan Rabu (11/11). Kenaikan ini disebabkan investor beralih kembali ke saham teknologi dan mulai meninggalkan sektor yang sensitif.

Dikutip dari Reuters, Kamis (12/11), setelah jatuh tajam selama dua hari, Nasdaq .IXIC yang didominasi saham teknologi didorong oleh kinerja saham “stay-at-home” seperti Microsoft MSFT.O dan Netflix Inc NFLX.O, yang ditutup naik lebih dari 2 persen dan Amazon.com Inc AMZN.O dan Apple Inc AAPL.O, yang naik lebih dari 3 persen.
Dow Jones Industrial Average. DJI turun 23,29 poin, atau 0,08 persen menjadi 29.397,63, S&P 500 .SPX naik 27,13 poin, atau 0,77 persen menjadi 3.572,66 dan Nasdaq Composite .IXIC bertambah 232,58 poin, atau 2,01 persen menjadi 11.786,43.

Data uji coba vaksin virus corona memasuki tahap akhir dan konon 90 persen efektif menyebabkan investor berpaling dari saham teknologi ke sektor-sektor yang berkinerja lebih baik saat resesi seperti sektor industri .SPLRCI, material .SPLRCM dan energi .SPNY.

Nasdaq Rebound, Wall Street Ditutup Menguat | Equityworld Futures

Tetapi investor kemudian mengubah halauan pada hari Rabu (11/11) untuk membeli saham teknologi dan menjual sajam bank serta energi.
Adapun spesialis penyakit menular AS mendesak agar masyarakat berhati-hati sampai vaksin didistribusikan. Sebab California dan negara bagian di Midwest dan Timur Laut AS masih melakukan pembatasan yang bertujuan untuk menahan penyebaran virus.
Indeks teknologi .SPLRCT, naik 2,4 persen memimpin kenaikan di antara 11 sektor utama S&P 500, diikuti oleh indeks kebijaksanaan konsumen .SPLRCD, yang ditutup naik 1,5 persen diikuti oleh Amazon.com. Penurunan sektor terbesar adalah material, turun 1,4 persen diikuti oleh industri .SPLRCI dan energi .SPNY, keduanya berakhir turun lebih dari 0,8 persen.

Ketika pembatasan COVID diumumkan, saham beberapa ritel dan restoran melemah. M.N Macy turun 4,4 persen sementara Darden Restoran DRI.N berakhir turun 5,5 persen.

Sementara itu Lyft Inc LYFT.O naik 1 persen setelah aplikasi ride-hailing mengatakan sedang mengerjakan layanan baru untuk layanan antar makanan yang sedang berkembang. Peluang tersebut berfungsi untuk menutupi penurunan pendapatan kuartalan.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 9,65 miliar saham, sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 9,94 miliar saham.

Equityworld Futures | Harga emas hari ini di Pegadaian, Rabu 11 November 2020

Equityworld Futures | Harga emas hari ini di Pegadaian, Rabu 11 November 2020

Equityworld Futures | Harga emas hari ini untuk logam mulia Antam yang dijual di Pegadaian turun Rp 8.000 dibandingkan hari sebelumnya untuk ukuran 2 gram pada Rabu (11/11).

Mengutip laman Pegadaian, harga emas hari ini Rabu (11/11) untuk logam mulia Antam di Pegadaian untuk ukuran 2 gram mencapai Rp 1.972.000.

Logam mulia Antam dijual dalam bentuk batangan dengan beberapa ukuran berat misalnya 1 gram, 2 gram, 5 gram, hingga 1.000 gram.

Selain logam mulia Antam, di Indonesia terdapat PT Untung Bersama Sejahtera yang juga mengeluarkan produk emas batangan dan perhiasan.

Rabu Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Menguat | Equityworld Futures

Produk emas keduanya pun juga bisa didapatkan di toko emas, butik masing-masing perusahaan maupun Pegadaian. Lantas, berapa rincian harga emas milik Antam dan UBS di Pegadaian?

Berikut harga emas hari ini Rabu, 11 November 2020 untuk logam mulia Antam di Pegadaian:

Harga emas 2 gram: Rp 1.972.000
Harga emas 3 gram: Rp 2.904.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.864.000
Harga emas 10 gram: Rp 9.682.000
Harga emas 25 gram: Rp 23.988.000
Harga emas 50 gram: Rp 48.050.000
Harga emas 100 gram: Rp 96.137.000
Harga emas 250 gram: Rp 237.794.000
Harga emas 500 gram: Rp 475.868.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 931.370.000

Equityworld Futures | Biden Sah jadi Orang Nomor 1 di AS, Bursa Asia Pesta Pora

Equityworld Futures | Biden Sah jadi Orang Nomor 1 di AS, Bursa Asia Pesta Pora

Equityworld Futures | Bursa saham Asia bergerak di zona hijau pada pukul 11:00 WIB, seiring dari menangnya calon presiden dari Partai Demokrat,

Pada Pukul 11:00 WIB, tercatat indeks Nikkei di Jepang meroket 2,5%, disusul indeks Shanghai Composite China yang melesat 1,9%, indeks Hang Seng Hong Kong terdongkrak 1,61%, KOSPI Korea Selatan loncat 1,41% dan Straits Times Index (STI) dari Singapura yang menguat 1,16%.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pukul 11:00 WIB terpantau menguat tipis 0,02% ke level 5.336,61.

Bursa saham Asia bergerak ‘liar’ karena pelaku pasar Asia merespons dari hasil perhitungan cepat pemilihan presiden (pilpres) AS, di mana calon dari Partai Demokrat sekaligus rival dari petahana Donald Trump, yakni Joseph ‘Joe’ Biden akhirnya menang dalam pilpres AS kali ini.

Sebelumnya, pada Minggu (8/11/2020) pukul 09:38 WIB, Biden memperoleh 290 suara elektoral (electoral college votes) berbanding 214 untuk Trump.

Butuh 270 suara elektoral untuk menjadi pemenang pemilihan presiden sehingga Biden sudah sah menggenggam status sebagai presiden AS terpilih.

Kemenangan Biden sejatinya sudah diperkirakan jauh-jauh hari. Berbagai jajak pendapat mengunggulkan eks wakil presiden pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama ini ketimbang Trump.

Bursa Saham Asia Melonjak Tanggapi Kemenangan Joe Biden | Equityworld Futures

Satu hal yang membuat pelaku pasar lebih nyaman dengan Biden adalah ekspektasi bahwa kebijakan pemerintah ke depan tidak akan ‘aneh-aneh’.

Kemungkinan besar tidak ada lagi perang dagang yang memanas antara AS dengan berbagai negara, terutama China.

Tidak ada lagi presiden yang terang-terangan ‘menyerang’ gubernur bank sentral. Tidak ada lagi cuitan-cuitan di Twitter yang menggemparkan tidak hanya dunia maya tetapi juga dunia nyata.

“Biden adalah kabar baik buat pasar. Kami sudah lelah dengan dampak yang muncul dari cuitan-cuitan Trump,” tegas Christopher Stanton, Chief Investment Officer Sunrise Capital Partners, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Sementara itu, di kawasan Asia, data yang telah dirilis hari ini adalah data cadangan devisa (cadev) Jepang periode Oktober 2020.

Melansir data dari Trading Economics, cadev Negara Sakura tersebut turun US$ 5,4 miliar menjadi US$ 1,38 triliun.

PT Equity World | Bursa saham Asia diperdagangkan beragam karena ketidakpastian pemilu AS

PT Equity World | Bursa saham Asia diperdagangkan beragam karena ketidakpastian pemilu AS

PT Equity World | Bursa saham Asia Pasifik diperdagangkan beragam pada Jumat (6/11) pagi. Investor terus menunggu hasil penghitungan suara pemilu Amerika Serikat (AS).

Melansir CNBC, bursa saham China Daratan lebih rendah di awal perdagangan, dengan Shanghai Composite turun 0,37% dan Shenzhen Component turun 0,293%. Indeks Hang Seng Hong Kong merosot 0,17%.

Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,74% dan indeks Topix naik 0,45%. Kospi Korea Selatan sedikit lebih rendah.

Bursa saham di Australia menguat, dengan S & P / ASX 200 naik 0,83%. Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,15% lebih tinggi.

Investor Menanti Hasil Pilpres AS, Saham di Asia Pasifik Bergerak Beragam | PT Equity World

Pada perdagangan pagi di Asia, harga minyak turun mentah Brent turun 1,59% menjadi US$ 40,28 per barel. Sedangkan, harga minyak mentah AS tergelincir 1,78% menjadi US$ 38,10 per barel.

Hari ini, fokus investor kemungkinan tetap pada pemilu AS dengan sorotan pada beberapa negara bagian yang menjadi medan pertarungan suara seperti Arizona dan Pennsylvania.

Berdasarkan penghitungan NBC News, calon dari Partai Demokrat Joe Biden telah mengumpulkan 253 suara elektoral, membuatnya kehilangan 17 suara dari 270 suara yang dibutuhkan untuk merebut Gedung Putih.

PT Equity World | Menunggu Hasil Pilpres AS, Bursa Asia Menguat

PT Equity World | Menunggu Hasil Pilpres AS, Bursa Asia Menguat

PT Equity World | Bursa saham Asia Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Kamis ini. Investor terus menunggu hasil pemilihan presiden (Pilpres) AS.

Dua kandidat yang bertarung dalam pilpres ini adalah Joe Biden dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik.

Mengutip CNBC, Kamis (5/11/2020), Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,99 persen. Sementara Indeks Topix Jepang juga diperdagangan 0,45 persen lebih tinggi.

Di Korea Selatan, indeks saham Kospi dibuka naik 1,54 persen. Sementara di Australia juga naik tipis dengan S&P/ASX 200 menguat 0,95 persen.

Bursa Asia makin kencang lajunya, mendekati level tertinggi 3 tahun | PT Equity World

Ekspor barang dan jasa Australia naik 4 persen secara bulanan pada September dengan basis yang disesuaikan secara musiman.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang yang menjadi patokan bursa saham Asia, diperdagangkan 0,51% lebih tinggi.

Fokus investor tetap pada Pilpres AS, meskipun perhitungan suara di beberapa negara bagian memakan waktu hingga akhir pekan ini.

PT Equity World | Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia di Zona Hijau

PT Equity World | Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia di Zona Hijau

PT Equity World | Bursa Asia pada sesi siang ini Rabu (4/10/2020) bervariasi dengan kecenderungan menguat atau diwarnai aksi beli saham.

Mengacu data Bloomberg, hingga siang ini pukul 11.55 WIB indeks Nikkei 225 Jepang naik 486,0 (2,0%) mencapai 23.782 poin, Shanghai SE composite di Tiongkok naik 0,9 poin (0,03%) mencapai 3.272.

Pantau Pilpres AS, Saham Asia Dibuka Naik | PT Equity World

Adapun indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 6,9 (0,03%) mencapai 24.933, Kospi di Korea Selatan naik 11,1 (0,49%) mencapai 2.354. Sementara bursa Australia ASX 200 Index turun 19,29 (0,32%) mencapai 6.046.

Sedangkan bursa Malaysia KLCI naik 7,2 poin (0,5%) mencapai 1.468, Strait Times Singapura naik 19,5 (0,78%) mencapai 2.516,1, bursa Thailand Thai set 50 index naik 2,5 poin (0,36%) mencapai 760,1.

PT Equity World | Bursa Saham Asia Melesat 1% Lebih, IHSG Mantap di Zona Hijau

PT Equity World | Bursa Saham Asia Melesat 1% Lebih, IHSG Mantap di Zona Hijau

PT Equity World | Bursa saham Asia masih bergerak di zona hijau pada pukul 11:00 WIB, seiring dengan menguatnya bursa saham acuan global, Wall Street yang ditutup menguat pada Senin (2/10/2020) waktu Amerika Serikat (AS).

Pada Pukul 11:00 WIB, tercatat indeks Hang Seng di Hong Kong naik 1,98%, indeks Shanghai Composite di China terdongkrak 1,13%, STI Singapura melonjak 1,41% dan KOSPI Korea Selatan melesat 1,69%.

Sedangkan, indeks Nikkei di Jepang hari ini tidak dibuka karena libur nasional memperingati hari kebudayaan (Hari Bunka no Hi).

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pukul 11:00 WIB menguat 0,63% ke level 5.147,24.

Bursa saham Asia melanjutkan tren penguatan seiring dari menguatnya bursa saham acuan global, Wall Street yang ditutup cerah pada Senin waktu setempat. Selain itu, data ekonomi AS yang mulai tumbuh dan membaik juga menjadi pendorong bursa Asia lanjutkan penguatan.

Institute for Supply Management (ISM) melaporkan PMI manufaktur di bulan Oktober melesat menjadi 59,3 dari 55,4 di bulan sebelumnya. PMI di bulan Oktober tersebut merupakan yang tertinggi sejak September 2018.

Rilis tersebut menunjukkan jika momentum pemulihan ekonomi di AS masih terakselerasi di kuartal IV-2020.

Pada Kamis pekan lalu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pertumbuhan ekonomi yang dilihat dari produk domestik bruto (PDB) tumbuh 33,1% secara kuartalan yang disetahunkan (quarterly annualized).

Bursa Saham Asia Pesta Pora, kok IHSG Gak Ikutan? | PT Equity World

PDB di kuartal III-2020 tersebut lebih tinggi dari prediksi Reuters sebesar 31,9% maupun Dow Jones sebesar 32%, dan membalikkan kontraksi (tumbuh negatif) 31,4% di kuartal II-2020 lalu.

Jika dilihat secara tahunan (year-on-year/YoY), PDB di kuartal III-2020 masih mengalami kontraksi 2,9%, meski lebih baik ketimbang 3 bulan sebelumnya minus 9%.

Selain itu, pelaku pasar juga menanti hasil pemilihan presiden (pilpres) AS.

“Dunia secara umum masih memegang pola bahwa investor menunggu kepastian seputar pilpres AS,” tutur Adam Crisafulli, pendiri Vital Knowledge, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International. “Dunia sepertinya bakal jauh lebih terang dalam beberapa hari berkat pilpres, pembahasan stimulus di Washington, dukungan bank sentral lebih jauh.”

Sementara itu, hari ini di Korea Selatan telah dirilis data inflasi periode Oktober 2020. Berdasarkan data dari Tradingeconomics, inflasi Negeri Gingseng tersebut turun menjadi 0,1% secara tahunan (YoY).

Adapun secara bulanan (month-on-month/MoM), inflasi Korea Selatan juga turun menjadi -0,6% dari sebelumnya 0,7%.

PT Equity World | Saham di Asia Pasifik Menguat Seiring Tumbuhnya Industri Manufaktur China

PT Equity World | Saham di Asia Pasifik Menguat Seiring Tumbuhnya Industri Manufaktur China

PT Equity World | Saham di Asia-Pasifik naik pada perdagangan Senin pagi. Data yang dirilis selama akhir pekan kemarin menunjukkan aktivitas manufaktur China tumbuh pada tingkat yang sedikit lebih lambat di bulan Oktober.

Dikutip dari CNBC, Senin (2/11/2020), di Jepang, Nikkei 225 naik 1,01 persen pada awal perdagangan. Sementara indeks Topix melonjak 1,63 persen.

Kospi Korea Selatan menguat 0,58 persen. Sementara itu, saham di Australia berayun antara wilayah positif dan negatif, dengan S&P/ASX 200 terakhir diperdagangkan 0,13 persen lebih tinggi.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang sedikit berubah.

Sedangkan harga minyak turun pada pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent turun 4,69 persen menjadi USD 36,16 per barel. Minyak mentah berjangka AS turun 5,14 persen menjadi USD 33,95 per barel.

Harga Emas Antam Hari Ini 2 November, Turun ke Rp994 Ribu | PT Equity World

Data ekonomi China

Fokus investor pada hari Senin kemungkinan besar akan tertuju pada ekonomi China. Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur resmi China untuk Oktober berada di 51,4, menurut Biro Statistik Nasional negara itu. Ini sedikit lebih rendah dari laporan September yang sebesar 51,5.

Pembacaan PMI di atas 50 menandakan ekspansi, sedangkan yang di bawah menunjukkan kontraksi. Pembacaan PMI berurutan dan mewakili ekspansi atau kontraksi bulan.

Sebuah survei pribadi tentang aktivitas manufaktur China diharapkan pada hari Senin, dengan PMI manufaktur Caixin/Markit akan keluar sekitar pukul 9:45 pagi HK/SIN.

Equity World | Bursa Asia Dibuka Beragam, Investor Cermati Perkembangan Kasus Corona

Equity World | Bursa Asia Dibuka Beragam, Investor Cermati Perkembangan Kasus Corona

Equity World | Bursa saham di kawasan Asia Pasifik dibuka beragam pada perdagangan Jumat pagi. Sedangkan Wall Street ditutup menguat pada perdagangan semalam.

mengutip CNBC, Jumat (30/10/2020), indeks Nikkei 225 Jepang tergelincir 0,36 persen. Sementara indeks Topix Jepang juga turun 0,73 persen.

Dalam laporan awal Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, produksi industri di negara tersebut naik 4 persen pada September jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Untuk indeks Kospi Korea Selatan juga melemah 0,41 persen. Sementara, indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,3 persen.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang yang menjadi patokan bursa saham Asia hanya sedikit berubah di awal perdagangan.

Untuk perkembangan pembuatan baksin Covid-19, perusahaan bioteknologi Moderna mengatakan pada Kamis kemarin bahwa pihaknya tengah mempersiapkan peluncuran secara global vaksin Covid-19.

Pengumuman tersebut di tengah meningkatnya kasus di AS serta Eropa, dengan Jerman dan Prancis mengumumkan akan kembali melakukan penguncian secarea nasional.

Untuk saham perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik yang memasok komponen untuk Apple diperdagangkan beragam.

Di Jepang, saham Taiyo Yuden turun sekitar 1 persen dan Murata Manufacturing tergelincir 0,4 persen. Di Korea Selatan, saham LG Display naik 0,69 persen.

Harga emas hari ini di Pegadaian, Jumat 30 Oktober 2020 | Equity World

Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini kembali menguat setelah mengalami tekanan yang sangat dalam pada sesi perdagangan sebelumnya.

Saham-saham sektor teknologi menjadi pendorong utama kenaikan. Sentimen pendorong Wall Street adalah data ekonomi yang ternyata lebih baik dari perkiraan awal para analis dan pelaku pasar.

Mengutip CNBC, Jumat (30/10/2020), S&P 500 naik 1,2 persen menjadi 3.310,11 dan Nasdaq Composite naik 1,6 persen menjadi 11.185,59. Untuk Dow Jones Industrial Average ditutup 139,16 poin lebih tinggi atau naik 0,5 persen menjadi 26.659,11.

Pada perdagangan Kamis ini menandai kenaikan harian pertama untuk indeks acuan Dow Jones dalam lima hari. S&P 500 bergerak datar dalam tiga hari sebelumnya.

Saham Amazon dan Apple masing-masing naik 1,5 persen dan 3,7 persen. Alphabet ditutup 3,1 persen lebih tinggi dan Facebook menguat hampir 5 persen.

Enam dari 11 sektor dalam indeks S&P 500 naik lebih dari 1 persen, termasuk layanan teknologi dan komunikasi. Sedangkan saham Netflix melonjak lebih dari 5 persen setelah perusahaan mengumumkan akan menaikkan harga kepada pelanggan AS.

Amazon dan Alphabet melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan setelah laporan yang dikeluarkan oleh Facebook. Sedangkan Apple dijadwalkan untuk mengeluarkan laporan kinerja lada Kamis malam waktu setempat.

Harapan besar diberikan kepada saham-saham sektor teknologi terutama Apple. Karena memang sektor ini yang selama ini menjadi penggerak Wall Street.

“Harapan akan selalu tinggi ketika harga saham mendekati level tertinggi dalam 52 minggu. Ini adalah perusahaan yang berkualitas,” kata analis Strategic Wealth Partners Nate Fischer.

“Orang-orang selalu membicarakan tentang saham yang menjadi pendorong. Ini tidak bisa lepas dari teknologi. Jadi, sulit untuk mengalihkan pandangan Anda dari mereka.” tambah dia.

Lebih dari 260 perusahaan yang melantai di Wall Street telah melaporkan pendapatan kuartal ketiga sejauh ini. Dari perusahaan-perusahaan tersebut, 85 persen telah melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan.

Equity World | Bursa Saham Asia Ditutup Merah, Shanghai Hijau Sendirian

Equity World | Bursa Saham Asia Ditutup Merah, Shanghai Hijau Sendirian

Equity World | Bursa saham Asia mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Selasa (27/10/2020), seiring dengan rilis data pertumbuhan ekonomi di Korea Selatan pada kuartal III-2020 yang mencerminkan ekonomi Korea Selatan resmi mengalami resesi.

Tercatat indeks Nikkei Jepang ditutup melemah tipis 0,04%, indeks Hang Seng di Hong Kong terkoreksi 0,53%, indeks STI Singapura terpangkas 0,41% dan KOSPI Korea Selatan terdepresiasi 0,56%.

Menariknya indeks Shanghai China menguat 0,10%, alias balik arah dan menjadi indeks di Asia yang menguat sendirian.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup melemah 0,31% di level 5.128,22. IHSG ditutup melemah jelang libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW. yang dimulai besok.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 22 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 8,2 triliun.

Dari Asia, sentimen terkuat datang dari kabar ekonomi Korea Selatan (Korsel) yang resmi resesi. Setelah di kuartal II 2020 (Q2) ekonomi -2,7%, PDB Negeri Ginseng tersebut juga berkontraksi 1,3% di Q3 2020 dalam basis tahunan (yoy).

Ini menjadikan negeri ‘oppa’ resmi masuk jurang resesi. Resesi sendiri diartikan sebagai negatifnya pertumbuhan ekonomi dua kuartal berturut-turut atau lebih dalam satu tahun.

Pasar Saham Asia ‘Kebakaran’ saat Bursa RI Libur | Equity World

Mengutip Trading Economics dari Bank of Korea (BoK), di sisi pengeluaran, konsumsi turun lebih jauh -2,3% dari -1,3%. Sedangkan pembentukan modal tetap bruto menguat 2,6% dari sebelumnya 1,9%.

Ekspor turun 3,7% dari sebelumnya -13%. Sedangkan impor turun 5,3% dari sebelumnya -8,5%.

Selain resesi Korea Selatan, sentimen lainnya yang menjadi pemberat bursa saham Asia adalah terkait kasus virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat (AS) yang kembali mencatatkan kasus terjangkit tertinggi pada Minggu (25/10/2020) lalu.

Data kompilasi Universitas Johns Hopkins menunjukkan pertambahan kasus infeksi akibat virus Corona harian di AS telah meningkat menjadi rata-rata 68.767 kasus selama tujuh hari terakhir.

Ini adalah sebuah rekor. Pada hari Minggu saja, lebih dari 60.000 kasus dilaporkan. Negeri Paman Sam melaporkan lebih dari 83.000 infeksi baru pada hari Jumat dan Sabtu setelah wabah di negara bagian Sun Belt, melampaui rekor sebelumnya sekitar 77.300 kasus.

Design a site like this with WordPress.com
Get started