Equityworld Futures | Wall Street Tumbang? Gak Papa! Justru Kabar Baik buat IHSG

Equityworld Futures | Wall Street Tumbang? Gak Papa! Justru Kabar Baik buat IHSG

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir hijau tipis setelah sempat jatuh ke zona merah pada perdagangan hari ini. Pada penutupan perdagangan

Nilai transaksi hari ini sebesar sebesar Rp 8,6 triliun dan terpantau investor asing menjual bersih Rp 189 miliar di pasar reguler. Tercatat 194 saham terapresiasi, 297 terkoreksi, sisanya 157 stagnan.

Senat AS baru saja meloloskan aturan Endless Frontier Act. Di mana AS siap menginvestasikan US$ 100 miliar selama lima tahun ke depan untuk penelitian teknologi dasar dan teknologi canggih ditambah US$ 10 miliar untung membangun hub teknologi antar negara.

Meskipun demikian, tensi global terutama diantara dua negara terbesar di dunia AS dan China bisa kembali memanas setelah dua partai terbesar di senat AS, Demokrat dan Republik juga setuju untuk menurunkan aturan yang akan menekan Beijing mengenai masalah hak asasi manusia dan kompetisi ekonomi.

Selanjutnya masih dari AS, pada pekan yang berakhir 16 April 2021, pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Negeri Paman Sam naik 8,6% dibandingkan pekan sebelumnya. Ini adalah kenaikan pertama dalam tujuh pekan terakhir.

Wall Street: Dow Jones turun lebih 300 poin akibat berita rencana pajak Biden | Equityworld Futures

“Kami memperkirakan permintaan akan tetap kuat. Lapangan kerja yang membaik mendorong peningkatan permintaan perumahan,” kata Joel Kan, Associate Vice President di Mortgage Bankers Association of America, seperti dikutip dari siaran tertulis.

Masih dari sektor properti, pembangunan rumah baru (housing starts) pada Maret 2021 naik 19,4% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 1,74 juta unit. Ini adalah yang tertinggi sejak Juni 2006.

Kemudian indeks sentimen konsumen pun naik dari 84,9 bulan lalu menjadi 86,5 pada April 2021. Ini adalah angka tertinggi sejak Maret 2020.

Nilai tukar rupiah akhirnya menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) hingga pertengahan perdagangan Kamis (22/4/2021), setelah sempat masuk ke zona merah. Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah sebenarnya masih lemah.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,17% ke Rp 14.500/US$. Setelahnya rupiah sempat melemah tipis 0,03% ke Rp 14.530/US$. Di penutupan perdagangan, rupiah kembali menguat 0,07% ke Rp 14.515/US$.

Harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) ditutup beragam pada perdagangan kemarin.

Sikap investor kembali beragam, di mana pada SBN acuan bertenor 5 tahun, 10 tahun, dan 15 tahun cenderung dilepas oleh investor, ditandai dengan pelemahan harga dan kenaikan imbal hasilnya (yield). Sedangkan sisanya ramai dikoleksi oleh investor, ditandai dengan penguatan harga dan penurunan yield.

Yield SBN bertenor 5 tahun dengan kode FR0081 naik tipis 0,3 basis poin (bp) ke level 5,552%. Sedangkan yield SBN berjatuh tempo 15 tahun dengan seri FR0088 naik tipis 0,1 bp ke level 6,446%.Sementara untuk SBN dengan tenor 30 tahun berkode FR0089 cenderung stagnan di level 7,018%, dan sisanya mengalami penurunan yield.

Equityworld Futures | Rupiah Senin Berakhir Tambah Perkasa ke Rp14.547/USD, Dollar di Eropa Turun ke 7 Minggu Terendahnya

Equityworld Futures | Rupiah Senin Berakhir Tambah Perkasa ke Rp14.547/USD, Dollar di Eropa Turun ke 7 Minggu Terendahnya

Equityworld Futures | Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Senin sore ini (19/4), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir tambah perkasa, menambah gain sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa merosot setelah turun di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS petang ini naik 0,12% atau 18 poin ke level Rp 14.547 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.565.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka lompat menguat ke Rp 14.537 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp14.570, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 14.547. Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar merosot di pasar uang Eropa setelah turun di sesi global sebelumnya; tergelincir ke 7 minggu terendahnya oleh turunnya yields US Treasury setelah pernyataan the Fed tingkat inflasi AS masih wajar.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, petang hari WIB ini turun cepat ke level 91,23, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 91,62.

Bursa Asia mendekati level tertinggi 1,5 minggu, Bitcoin menutup kerugian | Equityworld Futures

Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi, terpantau terkoreksi 33,717 poin (0,55%) ke level 6.052,541, sedangkan bursa saham kawasan Asia menguat dipimpin bursa China setelah Wall Street akhir pekan yang mencetak rekor.

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Eropa tergelincir. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.470 – Rp14.717.

Equityworld Futures | Ada Rilis Data Pekerjaan Australia, Bursa Saham Asia Beragam

Equityworld Futures | Ada Rilis Data Pekerjaan Australia, Bursa Saham Asia Beragam

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik sedikit berubah dalam perdagangan saham Kamis pagi, (15/4/2021) seiring ada rilis data tenaga kerja Australia pada Maret 2021.

Di Jepang, indeks saham Nikkei 225 naik 0,22 persen pada awal perdagangan saham. Sementara itu, indeks saham Topix menguat 0,55 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi menguat.

Sementara itu, indeks saham Australia ASX 200 sedikit merosot. Australia merilis data pekerjaan pada Kamis, 15 April 2021. Demikian dilansir dari CNBC, Kamis (15/4/2021).

Harga emas hari ini di Pegadaian, Kamis 15 April 2021 | Equityworld Futures

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang cenderung mendatar. Di sisi lain, US Centers for Disease Control and Prevention memutuskan menunda keputusan tentang vaksin COVID-19 Johnson and Johnson seiring ada perkembangan kelainan pembekuan darah yang langka tetapi berpotensi mengancam nyawa enam perempuan.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS meminta negara bagian untuk menghentikan sementara penggunaan vaksin COVID-19 Johnson and Johnson karena sangat berhati-hati.

Di wall street, indeks saham S&P 500 melemah 0,41 persen menjadi 4.124,66. Indeks saham Nasdaq tergelincir 1 persen ke posisi 13.857,84. Indeks saham Dow Jones naik 53,62 poin ke posisi 33.730,89.

Equityworld Futures | Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Rabu 14 April 2021, Emas Antam Turun

Equityworld Futures | Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Rabu 14 April 2021, Emas Antam Turun

Equityworld Futures | Harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian pada hari ini, Rabu (14/4/2021), terpantau menurun dibandingkan dengan harga kemarin. Berdasarkan informasi yang ada pada laman resmi Pegadaian, harga emas 24 karat UBS ukuran terkecil yakni 0,5 gram dipatok seharga Rp490.000, sama dibandingkan posisi sebelumnya. Sementara, emas Antam ukuran terkecil dibanderol Rp536.000, turun Rp1.000. Harga emas UBS ukuran 1 gram dijual seharga Rp919.000, atau tidak berubah. Sedangkan emas ukuran yang sama untuk cetakan Antam dibanderol Rp965.000, terkoreksi Rp2.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Bursa Asia Mixed karena Investor Pertimbangkan Kemunduran Vaksin J&J | Equityworld Futures

Emas 24 karat UBS dengan ukuran 5 gram dibanderol Rp4.504.000, sedangkan emas Antam Rp4.587.000.

Kemudian untuk cetakan 10 gram harga emas UBS dipatok Rp8.960.000, sedangkan emas 24 karat Antam dihargai Rp9.116.000. Emas batangan 25 gram cetakan UBS dihargai Rp22.356.000, sedangkan ukuran 50 gram di Pegadaian dijual seharga Rp44.619.000. Sementara, harga emas batangan 25 gram cetakan Antam Rp22.658.000 dan ukuran 50 gram dijual di Pegadaian sebesar Rp45.233.000.

Untuk ukuran 100 gram, Pegadaian membanderol harga emas UBS sebesar Rp89.202.000, sedangkan emas Antam Rp90.384.000. Adapun, ukuran emas paling besar, yaitu 1.000 gram, dibanderol Rp889.735.000 untuk UBS, dan Rp902.239.000 untuk emas Antam.

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor All Time High, Kapan Giliran Emas?

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor All Time High, Kapan Giliran Emas?

Equityworld Futures | pelaku pasar optimis kilau si logam mulia bakal semakin terang dibanding minggu lalu. Hanya saja mengawali perdagangan perdana pekan ini harga emas cenderung melemah.

Senin (12/4/2021), harga emas di arena pasar spot turun 0,15% dibanding posisi penutupan akhir minggu lalu. Satu troy ons emas kini dihargai setara dengan US$ 1.740,96.

Pendorong penguatan harga emas minggu lalu adalah melemahnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Paman Sam tenor 10 dan juga indeks dolar. Emas memiliki korelasi negatif dengan kedua aset tersebut. Artinya jika duet maut itu menguat harga emas cenderung melemah.

Penguatan yield memiliki implikasi kenaikan opportunity cost dalam memegang emas sebagai aset yang tak memberikan imbal hasil sehingga menjadi kurang menarik. Naiknya yield mengindikasikan bahwa harga instrumen investasi pendapatan tetap tersebut sedang turun.

Prospek pemulihan ekonomi AS yang lebih positif serta ekspektasi inflasi yang tinggi menimbulkan spekulasi di pasar bahwa bank sentral The Fed bakal memulai siklus pengetatan moneternya lewat tapering.

Saham Asia Turun Seiring Lonjakan Kasus Covid | Equityworld Futures

Namun dalam risalah rapat yang dirilis minggu lalu, bank sentral paling digdaya di muka bumi itu kembali menegaskan bahwa stance kebijakan moneter masih longgar. The Fed tetap akan melanjutkan program pembelian obligasi untuk menopang perekonomian agar kembali pulih seperti sediakala.

Keputusan The Fed tersebut kembali membuat pasar saham berpesta. Aset berisiko ini cenderung diburu oleh investor. Buktinya indeks S&P 500 terus cetak rekor tertinggi barunya (all time high).

Risk appetite yang sedang bagus membuat banyak orang buang muka terhadap emas. Minat yang menurun membuat harganya drop. Investor banyak yang mengalihkan uangnya ke aset digital seperti Bitcoin.

Untuk pekan ini, baik analis Wall Street maupun investor Main Street kompak dalam meramal harga emas. Mayoritas responden kedua kubu melihat prospek harga emas yang bullish. Setidaknya ada 60% dari responden masing-masing kelompok yang mengatakan demikian. Sebanyak 20% cenderung bearish dan sisanya netral.

Equityworld Futures | Wall Street: S&P 500 menembus rekor tertinggi, didorong saham teknologi

Equityworld Futures | Wall Street: S&P 500 menembus rekor tertinggi, didorong saham teknologi

Equityworld Futures | Indeks acuan S&P 500 mencapai rekor tertinggi dan Nasdaq berada di puncak tujuh pekan pada perdagangan Kamis (8/4). Terangkat kenaikan saham sektor teknologi, sehari setelah Federal Reserve menegaskan kembali janjinya untuk tetap ultra-dovish sampai pemulihan ekonomi lebih aman.

Melansir Reuters, pukul 10:05 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average turun 77,73 poin atau 0,23% menjadi 33.368,53, S&P 500 naik 5,80 poin atau 0,14% menjadi 4.085,75, dan Nasdaq Composite naik 106,30 poin atau 0,78% menjadi 13.795,14.

Sektor teknologi mencapai rekor tertinggi, sementara keuangan, industri, dan energi yang terkait dengan ekonomi turun paling banyak di antara sektor-sektor indeks acuan S&P.

Indeks Russell 1000, yang terdiri dari saham-saham terkait teknologi, naik sekitar 1% sementara rekan nilainya, yang sebagian besar terdiri dari nama-nama keuangan dan energi turun sekitar 0,4%.

Saham Apple Inc, Microsoft Corp, Alphabet Corp, dan Amazon.com Inc naik antara 1% dan 1,5%, termasuk di antara pendorong teratas untuk indeks acuan S&P 500.

Saham teknologi telah pulih dalam sesi terakhir karena imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun mundur dari level tertinggi 14 bulan, mendorong Nasdaq yang padat saham teknologi naik 2% dari rekor penutupan tertinggi.

Bursa Saham Asia Beragam Jelang Akhir Pekan | Equityworld Futures

Data ekonomi terbaru menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik secara tak terduga pada pekan lalu, tetapi peningkatan tersebut kemungkinan besar mengecilkan kondisi pasar tenaga kerja yang meningkat pesat.

“Sementara negara bagian menyeimbangkan peluncuran vaksin dengan rencana berhenti dan mulai membuka kembali, pasar tenaga kerja terus merasakan panasnya,” kata Mike Loewengart, direktur pelaksana strategi investasi di E * TRADE Financial.

“Tapi data yang mengecewakan sebenarnya menempatkan beberapa kekuatan di belakang sikap akomodatif The Fed.”

The Fed mengakui ekonomi sedang menuju rebound yang kuat didukung oleh pengeluaran fiskal besar-besaran dan akselerasi vaksinasi, sebagaimana tertuang dalam notulen yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan.

Namun, bank sentral mencatat itu akan menjadi “beberapa waktu” sebelum kondisi cukup membaik bagi Fed untuk mengekang dukungannya.

Gubernur Fed Jerome Powell akan berbicara di acara virtual Dana Moneter Internasional (IMF) virtual pukul 1200 waktu setempat.

Equityworld Futures | Wall Street Bervariasi di Tengah Risalah Fed

Equityworld Futures | Wall Street Bervariasi di Tengah Risalah Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena investor mempelajari risalah rapat yang baru dirilis dari Federal Reserve. Sejauh ini, the Fed terus berupaya memberikan dukungan terhadap pemulihan ekonomi AS.

Mengutip Xinhua, Kamis, 8 April 2021, indeks Dow Jones Industrial Average bertambah sebanyak 16,02 poin atau 0,05 persen menjadi 33.446,26. Sedangkan indeks S&P 500 naik 6,01 poin atau 0,15 persen menjadi 4.079,95. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 9,54 poin atau 0,07 persen menjadi 13.688,84 poin.

Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih rendah dengan semua 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.

Pejabat Federal Reserve AS mengindikasikan pada pertemuan Maret mereka bahwa akan membutuhkan waktu sebelum Fed mulai mengurangi pembelian asetnya. Fed bulan lalu memutuskan untuk melanjutkan program pembelian aset sebesar USD120 miliar per bulan, sambil mempertahankan suku bunga acuan pada level terendah mendekati nol setidaknya hingga 2023.

Kamis Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi | Equityworld Futures

Presiden Chicago Federal Reserve Bank Charles Evans mengatakan bahwa kebijakan moneter harus tetap akomodatif untuk beberapa waktu guna memastikan bahwa bank sentral AS memenuhi tujuan kebijakannya.

“Kami masih harus menempuh jalan panjang sebelum kembali ke tingkat aktivitas ekonomi sebelum pandemi dan mencapai sasaran inflasi rata-rata dua persen,” tuturnya.

Pejabat Fed juga membahas kenaikan penting dalam imbal hasil obligasi Pemerintah AS jangka panjang pada pertemuan kebijakan baru-baru ini, melihatnya sebagai mencerminkan prospek ekonomi yang lebih baik, beberapa penguatan ekspektasi inflasi, dan ekspektasi untuk peningkatan penerbitan utang.

Kepala Ekonom Chris Low FHN Financial mengatakan risalah Fed mengungkapkan bahwa Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) teguh dalam mempertahankan kebijakan akomodasi. “Tidak ada tanda-tanda penurunan, dan tidak ada tanda-tanda lepas landas karena FOMC terus menekankan risiko yang meningkat pada prospek,” pungkasnya.

PT Equity World | Saham Asia Diperkirakan Melemah, Mengekor Wall Street

PT Equity World | Saham Asia Diperkirakan Melemah, Mengekor Wall Street

PT Equity World | Saham Asia diprediksi melemah pada pembukaan Rabu (7/4) setelah indeks Wall Street menjauhi rekor tertinggi yang dicapai sebelumnya. Investor tengah mengamati musim laporan laba yang akan datang.

Indeks Dow Jones turun 0,29 persen menjadi 33.430,24, sementara S&P turun 0,1 persen menjadi 4.073,4. Indeks Nasdaq turun 0,05 persen menjadi 13.698,38. Investor juga tengah menimbang laporan lowongan pekerjaan terbaru yang menunjukkan kenaikan tertinggi dalam dua tahun.

PT Equity World | Abaikan Wall Street yang Tergelincir, Bursa Saham Asia Menguat

Nikkei 225 turun 0,1 persen sementara S&P/ASZ 200 Australia naik 0,04 persen.

Saham-saham Korea Selatan dibuka lebih tinggi pada Rabu pagi, setelah mencatat keuntungan empat hari berturut-turut. Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) bertambah 0,22 persen atau 6,78 poin, menjadi 3.133,86 poin dalam 20 menit pertama perdagangan.

Baca Selengkapnya: https://www.harianaceh.co.id/2021/04/07/saham-asia-diperkirakan-melemah-mengekor-wall-street/#ixzz6rJTIAlxw
Follow us: @kbharianaceh on Twitter | harianaceh.indonesia on Facebook

PT Equity World | Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Kamis 1 April 2021, Naik Ceban!

PT Equity World | Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Kamis 1 April 2021, Naik Ceban!

PT Equity World | Harga emas batangan 24 karat PT Aneka Tambang Tbk. pada Kamis (1/4/2021) terpantau naik dibandingkan dengan harga kemarin. Berdasarkan informasi dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga dasar emas 24 karat ukuran 1 gram dijual senilai Rp913.000, atau naik Rp10.000. Sementara emas satuan terkecil dengan ukuran 0,5 gram dijual Rp506.500, atau naik Rp5.000 dari posisi sebelumnya.

Sementara itu untuk harga emas 24 karat ukuran 5 gram hari ini dibanderol Rp4.340.000. Selanjutnya emas batangan dengan satuan 10 gram dijual dengan harga Rp8.625.000.

Harga emas untuk satuan 50 gram dibanderol Rp42.795.000 sedangkan untuk cetakan berukuran 100 gram dapat ditebus dengan harga Rp85.512.000. Adapun ukuran 1.000 gram dihargai Rp853.600.000. Namun, emas batangan 24 karat Antam untuk semua ukuran belum tersedia hari ini di Butik Pulo Gadung.

Saham Asia akan beragam, tertekan berita ekonomi AS dan lockdown Eropa | PT Equity World

Di sisi lain harga jual kembali (buyback) emas Antam berada di level Rp799.000 per gram, naik Rp15.000 dari posisi sebelumnya Rabu (31/3/2021). Harga jual kembali ini belum mempertimbangkan pajak jika nominalnya lebih dari Rp10 juta.

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke PT ANTAM Tbk. dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen (untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buy back. Sementara untuk pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

PT Equity World | Lampu Merah! Wall Street Kembali Melemah, IHSG Siaga 1

PT Equity World | Lampu Merah! Wall Street Kembali Melemah, IHSG Siaga 1

PT Equity World | Pasar keuangan Indonesia cenderung bergerak bervariasi, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah bersama-sama melemah, sedangkan untuk obligasi pemerintah (surat berharga negara/SBN) mengalami penguatan harga.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu ambles hingga 2,53% ke level 6.195,56. IHSG melemah selama empat hari beruntun dan berhasil menguat di perdagangan akhir pekan lalu, yakni melesat 1,19%.

IHSG Banyak Temannya! Bursa Asia Jatuh, Hang Seng Ambruk | PT Equity World

Nilai perdagangan selama sepekan tercatat sebesar Rp 53,6 triliun. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 791 miliar di pasar reguler.

Sedangkan, bursa saham Asia mayoritas menguat pada perdagangan kemarin, di mana indeks saham Taiwan menguat paling tinggi, yakni melesat 1,53% ke 16.305,88. Sedangkan untuk indeks KOSPI Korea Selatan, indeks saham Filipina, dan IHSG tidak ikut serta dalam penguatan bursa Asia kemarin.

Design a site like this with WordPress.com
Get started