Equity World | Simak! Kabar-Kabar Ini Siap ‘Menggoyang’ Pasar Pekan Depan

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat sepanjang pekan lalu. Dinamika IHSG searah dengan bursa saham Asia yang juga menuju ke utara.

Pada Jumat (4/2), IHSG ditutup di posisi 6.731,39. Naik 0,71% dibandingkan sehari sebelumnya dan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.

Mendeteksi Arah Perekonomian di Bawah Bayang-bayang Omicron | Equity World

Ini membuat IHSG membukukan penguatan 1,29% secara mingguan. Pekan sebelumnya, IHSG terpangkas 1,2%.

IHSG bergerak searah dengan bursa saham Asia lainnya. Secara mingguan, indeks Nikkei 225 (Jepang) melesat 2,66%, Sensex (India) 2,53%, SETI (Thailand) 1,3%, Straits Times (Malaysia) 2,62%, dan PSEI (Filipina) 2,82%.

Tak hanya di Asia, bursa saham Amerika Serikat (AS) juga menguat. Sepanjang minggu lalu, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 1,1%, S&P 500 1,6%, dan Nasdaq Composite 2,4%.

Aura kenaikan suku bunga tidak mengurungkan minat investor untuk memborong saham. Padahal lingkungan suku bunga tinggi semestinya tidak kondusif karena akan membuat biaya ekspansi korporasi meningkat. Laba akan tertekan, dan ini tentu menjadi sentimen negatif.

Setelah bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), pekan ini giliran bank sentral di Eropa yang naik panggung. Bank sentral Zona Euro (ECB) memang belum menaikkan suku bunga acuan. Namun Presiden Christine Lagarde menyampaikan pesan yang bernada hawkish.

“Inflasi sepertinya akan bertahan di level tinggi dalam periode yang lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Dibandingkan dengan perkiraan Desember, risiko inflasi lebih bersifat upside dan mungkin akan bertahan dalam waktu dekat,” papar Lagarde dalam jumpa pers usai rapat, seperti dikutip dari Reuters.

Nada atau tone ini membuat pelaku pasar beranggapan bahwa ECB siap untuk menaikkan suku bunga acuan tahun ini. “Rapat ECB ini menandai satu hal penting yaitu perubahan menjadi hawkish,” ujar Carsten Brzeski, Ekonom ING, juga dikutip dari Reuters.

Sementara bank sentral Inggris (Boe) lebih agresif dengan kembali menaikkan suku bunga acuan menjadi 0,5%. Ini menjadi kenaikan dua bulan beruntun yang pertama sejak 2004.

Namun berbagai dinamika ini sepertinya sudah masuk dalam perhitungan pelaku pasar. Sudah priced-in alias sudah diperhitungkan sehingga tidak ada kejutan. Oleh karena itu, investor tetap memburu aset-aset berisiko seperti saham.

Sentimen Pekan Depan

Lalu, bagaimana dengan sentimen pekan depan?

Secara umum, perkembangan kasus Covid-19 di dalam negeri tetap menjadi backdrop alias sentimen negatif yang terus dicermati investor.

Pada Sabtu kemarin (5/2/2022), ada penambahan sebanyak 33.729 kasus positif. Ini adalah kasus harian tertinggi sejak 6 bulan lalu.

Sementara, DKI Jakarta mencatat pertambahan tertinggi dengan 12.774 kasus.

Dengan pertambahan kasus per Sabtu, total kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 965.145 kasus.

Secara total, kasus konfirmasi di RI menjadi 4.480.423 kasus. Hal ini didorong oleh merebaknya varian baru Covid-19 Omicron.

Selain soal kasus Covid-19, secara global, eskalasi geopolitik akibat konflik Rusia dan Ukraina yang semakin memanas masih akan menjadi perhatian investor. Apalagi, sepanjang pekan lalu, harga minyak mentah dan komoditas energi lainnya turut terdorong naik seiring friksi kedua negara yang menyeret negara-negara utama lainnya.

Teranyar, sebuah manuver baru dilakukan oleh China dan Rusia untuk membendung hegemoni dan dominasi negara-negara Barat pimpinan Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin, kedua negara sepakat untuk mendeklarasikan kemitraan “tanpa batas”. Beijing mendukung permintaan Rusia agar Ukraina tidak diterima di NATO sementara Moskow menentang segala bentuk kemerdekaan bagi Taiwan.

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) memperingatkan perusahaan-perusahaan China untuk tidak membantu Rusia dalam menghindari kontrol ekspor jika Moskow menyerang Ukraina. Jika tidak, mereka akan menghadapi konsekuensi dari Negeri Paman Sam.

Selain soal dua sentimen di atas, investor juga akan menyimak deretan rilis data ekonomi sejumlah negara utama yang bisa menjadi pendorong pasar selama sepekan.

Pada Senin (7/2), dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data pertumbuhan ekonomi RI periode kuartal IV-2021.

Selain soal dua sentimen di atas, investor juga akan menyimak deretan rilis data ekonomi sejumlah negara utama yang bisa menjadi pendorong pasar selama sepekan.

Pada Senin (7/2), dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data pertumbuhan ekonomi RI periode kuartal IV-2021.

PT Equityworld | Harga Emas Stabil di Sekitar US$ 1.800 Dalam Sepekan

PT Equityworld | Harga emas menguat tipis menjelang akhir pekan. Jumat (4/2) pukul 6.37 WIB, harga emas spot naik tipis 0,09% ke US$ 1.806,47 per ons troi.

Sedangkan harga emas kontrak April 2022 di Commodity Exchange menguat 0,12% ke US$ 1.806,30 per ons troi. Harga emas bergerak stabil di atas US$ 1.800 per ons troi pada pekan ini.

Prospek Saham Facebook Bikin Wall Street Terguncang | PT Equityworld

Pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan sentimen menghindari risiko di pasar saham membantu melawan tekanan dari lonjakan imbal hasil US Treasury.

Indeks dolar melemah 0,7% ke level terendah lebih dari dua minggu terhadap mata uang utama dunia. Pelemahan dolar menyebabkan emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Sedangkan pasar saham AS semalam anjlok setelah prospek Facebook memicu penurunan saham-saham teknologi.

Yield US Treasury acuan tenor 10-tahun melonjak menjadi 1,84%, tertinggi dalam hampir seminggu setelah kenaikan suku bunga hawkish oleh Bank of England mendorong ekspektasi investor terhadap langkah serupa oleh bank sentral AS.

Pejabat The Fed telah mengisyaratkan mereka akan mulai menaikkan suku bunga bulan depan untuk melawan inflasi yang tinggi.

“Emas sekali lagi terpukul oleh fakta bahwa bank sentral secara bertahap datang ke gagasan bahwa pengetatan akan dijamin untuk mengendalikan inflasi,” kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA seperti dikutip Reuters.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena hal ini meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. Investor sekarang mengamati laporan penggajian non-pertanian AS yang diawasi ketat pada hari Jumat untuk bulan Januari.

PT Equityworld | Waspada! Sudah Pepet All Time High, IHSG Rawan Profit Taking

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan perdana di bulan Februari 2022 dengan kinerja yang impresif.

Pasca libur tahun baru Imlek, IHSG ditutup melesat 1,15% di level 6.707,65. Transaksi kembali tembus Rp 12,5 triliun dan asing net buy Rp 448 miliar di pasar reguler.

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 1.000 Jadi Rp 933.000 Per Gram Pada Kamis (3/2) | PT Equityworld

Dengan kinerja yang impresif tersebut, IHSG menduduki peringkat kedua di kawasan Asia Tenggara setelah Filipina yang indeks sahamnya naik 1,32% dan peringkat keempat di Asia Pasifik. Namun mayoritas bursa saham Asia juga libur.

Dari dalam negeri, ada rilis data inflasi bulan Januari 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 0,56% secara month on month (mom) dan 2,18% year on year (yoy).

Inflasi di bulan Januari 2022 tercatat menjadi yang tertinggi sejak Mei 2020. Namun dengan kenaikan tersebut, inflasi Indonesia tetap berada di rentang target sasaran Bank Indonesia (BI) di 2-4%.

Untuk hari ini, pelaku pasar perlu mencermati sejumlah sentimen yang bakal mewarnai perdagangan.

Kenaikan kasus infeksi Covid-19 harian di Tanah Air menjadi perhatian pasar. Indonesia dinilai sudah memasuki gelombang ketiga Covid-19 menurut Kementerian Kesehatan.

“Gelombang ketiga peningkatan kasus yang pasti indikatornya,” ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi kepada CNBC Indonesia, Selasa (1/2/2022).

Dia juga menambahkan pihaknya terus melakukan monitor mengenai peningkatan kasus Covid-19 di tanah air. Penambahan itu baru terjadi sekitar 10 hari terakhir.

Sebagai informasi, selama satu minggu terakhir kasus Covid-19 harian terus mengalami kenaikan. Misalnya saja pada Selasa kemarin angkanya mencapai 16.021 kasus.

Angka tersebut naik dari 10.185 kasus pada 31 Januari 2021. Dalam sepekan terakhir hanya pada tanggal 31 Januari 2021 mengalami penurunan dari hari sebelumnya yakni 12.422 kasus.

Kondisi pandemi yang memburuk tentu menjadi sentimen negatif untuk pasar terutama aset-aset beresiko seperti saham. Apalagi indeks sudah melesat signifikan kemarin sehingga rawan terjadi aksi profit taking yang membuat harga ambles.

Analisis Teknikal
Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Boillinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat posisi penutupan kemarin dan indikator BB, IHSG tampak bergerak mendekati level resisten terdekat sekaligus level All Time High (ATH) di 6.754.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

RSI cenderung bergerak naik yang menunjukkan penguatan momentum beli. Namun RSI masih berada di level 57,23. Belum menunjukkan adanya indikasi jenuh beli.

Apabila menggunakan indikator teknikal lain yakni Moving Average Convergence Divergence (MACD), tampak garis EMA 12 sudah memotong garis EMA 26.

Jika melihat indikator teknikal maka ada peluang IHSG menguat. Namun pemburukan sentiment dan kinerja ynag impresif kemarin, IHSG rawan akan koreksi.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG akan menguji level support di 6.648 dan resisten terdekat di 6.754.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

PT Equityworld | Tiga Hari Beruntun Wall Street Ngegas, Dow Naik Lagi 270 Poin

PT Equityworld | Rally saham-saham Wall Street berlanjut untuk hari ketiga dan pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) Dow masih ngegas, naik 270 poin. Pedagang mencoba memulihkan pijakannya setelah Januari dilanda aksi jual.

“Setelah sangat terganggu di bulan Januari, investor dan trader akhirnya memfokuskan kembali pada musim pendapatan perusahaan,” kata Kepala Investasi Sanctuary Wealth, Jeff Kilburg.

Wall Street Menguat Tersengat Rilis Laporan Keuangan Emiten | PT Equityworld

Dow Jones Industrial Average naik 273,38 poin, atau 0,8%, menjadi 35.405,24. S&P 500 menguat 0,7% menjadi 4.546,54 dan Nasdaq Composite naik 0,7% menjadi 14.346.

Saham bank memimpin kenaikan bursa, di mana Goldman Sachs dan JPMorgan Chase masing-masing naik 2,6% dan 1,7%. Wells Fargo juga naik lebih 3,3%.

Perbankan mendapat dorongan karena acuan imbal hasil Treasury 10-tahun naik 2 basis poin kembali di atas 1,8%. Langkah itu terjadi bahkan setelah data manufaktur AS Januari menunjukkan lebih banyak tanda-tanda kenaikan inflasi.

Perusahaan teknologi besar seperti Netflix dan Meta Platforms juga berkontribusi pada kenaikan bursa, masing-masing menguat 7% dan 1,8%. Adapun Alfabet, induk Google juga melonjak 1,7%.

Volatilitas Januari

Selama beberapa hari terakhir, investor telah melangkah untuk membeli penurunan yang secara singkat menjatuhkan S&P 500 ke wilayah koreksi – turun setidaknya 10% dari tertinggi baru-baru ini. Indeks kapitalisasi besar naik lebih dari 4% dalam seminggu terakhir.

Namun, rata-rata utama membukukan kerugian tajam untuk Januari yang ditandai oleh perubahan harga yang brutal. Blue-chip Dow turun 3,3% untuk bulan ini. S&P 500 dan Nasdaq mengalami penurunan bulanan terburuk sejak Maret 2020, masing-masing turun 5,3% dan 8,98%. Itu juga merupakan penurunan Januari terbesar S&P 500 sejak 2009.

Aksi jual Januari terjadi karena The Fed mengisyaratkan kesiapannya untuk mengetatkan kebijakan moneter. Langkah-langkah itu termasuk menaikkan suku bunga beberapa kali tahun ini, untuk menjinakkan inflasi yang melonjak ke level tertinggi dalam hampir empat dekade, dan mengurangi neraca keuangannya. Investor berbondong-bondong keluar dari saham teknologi yang berorientasi pada pertumbuhan, yang sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga.

Volatilitas meledak ketika investor mencerna kebijakan Fed. Ed Yardeni, presiden Yardeni Research, mengatakan aktivitas pasar bulan lalu tidak mengubahnya menjadi bearish.

“Kami percaya bahwa begitu FOMC mulai menaikkan suku bunga dana federal dan merinci laju pelarian dari neraca Fed, pasar keuangan akan belajar untuk hidup dengan pengetatan kebijakan moneter selama itu tidak berisiko menyebabkan resesi,” katanya Selasa.

Yang pasti, Februari secara historis merupakan bulan perdagangan yang lemah, kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA.

Big Tech

Sementara pada Selasa, Alphabet melaporkan pendapatan kuartalan setelah penutupan perdagangan bursa. Amazon dan Meta dijadwalkan melaporkan akhir minggu ini. “Trader saat ini menunggu laporan perusahaan teknologi besar,” kata CEO Manajemen Modal Infrastruktur Jay Hatfield.

Adapun UPS melaporkan pendapatan lebih baik dari perkiraan dan menaikkan dividen kuartalan, sehingga sahamnya naik 14%. Saham Exxon Mobil naik 6,4% setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartalan lebih baik dari perkiraan. Pendapatan Exxon melonjak 80% dari tahun ke tahun.

Trader juga mencermati data manufaktur AS yang beragam. Institute for Supply Management mengatakan indeks manufaktur berada di posisi 57,6 untuk Januari, turun 1,2 poin dari Desember. Data juga menunjukkan bahwa harga melonjak 7,9 poin menjadi 76,1 bulan ke bulan — tanda kenaikan inflasi.

Equityworld Futures | Emas Antam Turun Rp3 Ribu/Gram

Equityworld Futures | Harga emas 24 karat milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau anjlok pada perdagangan Senin, 31 Januari 2022.

Mengutip laman Logam Mulia Antam, harga emas turun Rp3 ribu per gram ke level Rp927 ribu per gram. Sementara itu, harga pembelian kembali emas atau buyback di level Rp829 ribu per gram atau jatuh Rp1.000 per gram.

Jelang Imlek, Bursa Asia Bergerak Tipis pada Pagi Ini (31/1) | Equityworld Futures

Berikut daftar harga emas 24 karat Antam per Senin, 31 Januari 2022:
Emas batangan 1 gram Rp927 ribu.
Emas batangan 2 gram Rp1,79 juta.
Emas batangan 3 gram Rp2,66 juta.
Emas batangan 5 gram Rp4,41 juta.
Emas batangan 10 gram Rp8,76 juta.
Emas batangan 25 gram Rp21,7 juta.
Emas batangan 50 gram Rp43,4 juta.
Emas batangan 100 gram Rp86,9 juta.
Emas batangan 250 gram Rp217 juta.
Emas batangan 500 gram Rp433 juta.
Emas batangan 1 kilogram Rp867 juta.

Harga emas dunia
Harga emas berjangka memperpanjang penurunannya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah Federal Reserve minggu ini mengindikasikan akan segera menaikkan suku bunga pada Maret. Kondisi ini mendorong dolar AS ke level tertinggi multi-bulan, dan membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Melansir Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD8,4 atau 0,47 persen menjadi USD1.786,60 per ons. Harga emas turun 2,5 persen untuk minggu ini berdasarkan kontrak paling aktif, persentase penurunan mingguan terburuk sejak pekan yang berakhir 26 November.

PT Equityworld | Bursa Saham Asia Bervariasi Jelang Libur Imlek

PT Equityworld | Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Senin pagi (31/1/2022). Jelang libur Imlek, bursa saham China dan Korea Selatan sudah libur.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,39 persen, sementara itu, indeks Topix menguat 0,39 persen. Di Australia, indeks ASX 200 melemah. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,09 persen. Demikian dikutip dari CNBC, Senin pekan ini.

Minggu Terburuk Emas Karena Spekulasi Kenaikan Suku Bunga | PT Equityworld

Di bursa Hong Kong dan Singapura juga akan tutup lebih awal pada perdagangan Senin pekan ini jelang libur Imlek. Data resmi yang dirilis Minggu ini menunjukkan pertumbuhan aktivitas pabrik China melambat pada Januari.

Indeks manajer pembelian manufaktur berada di psosii 50,1 pada Januari, tepat di atas level 50 yang memisahkan pertumbuhan dari kontraksi. Namun, rilis indeks tersebut lebih rendah dibandingkan Desember 50,3.

Sementara itu, survei swasta yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan aktivitas manufaktur China mengalami kontraksi pada Januari. PMI Manufaktur Caixin/markit berada di 49,1 pada Januari.

Pasar global telah melihat perdagangan yang bergejolak dalam beberapa hari terakhir setelah the Federal Reserve pada Rabu mengindikasikan akan segera menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.

Indeks dolar AS berada di posisi 97,20 setelah lonjakan di bawah level 97. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 115,39 per dolar AS.

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Pasca-the Fed Umumkan Berakhirnya Era Kebijakan Longgar

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,5% dan kembali ke level psikologisnya di 6.600 pada perdagangan Rabu kemarin (26/1/2022).

Untuk hari ini, pelaku pasar perlu mencermati beberapa sentimen. Pertama tentu dari Wall Street, harga saham di Bursa New York kembali ambles setelah sempat dibuka semringah Dow dan S&P 500 berakhir terkoreksi dan hanya Nasdaq yang hijau tipis.

Bursa Asia Bervariasi Pada Perdagangan Kamis (27/1) Pagi | Equityworld Futures

Koreksi yang terjadi menyusul berbagai pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang mengatakan bahwa risiko kenaikan inflasi masih tinggi, sehingga bank sentral AS harus lebih gesit.

Meskipun Powell tidak menyampaikan berapa kali suku bunga acuan akan dinaikkan tetapi sinyal kenaikan pertama akan dilakukan di bulan Maret nanti semakin jelas.

Di saat bersamaan tapering off juga dijadwalkan berakhir pada kuartal I ini. Selain membahas tentang kenaikan suku bunga acuan, dalam konferensi persnya Jerome Powell juga mensinyalkan bahwa The Fed akan mulai mengurangi ukuran balance sheet-nya.

Sekali lagi Powell tidak mengatakan kapan waktu dan seberapa besar serta seberapa cepat waktunya. Namun yang pasti hal tersebut akan dilakukan setelah The Fed melakukan pengetatan moneter yaitu dengan menaikkan suku bunga acuan.

Amblesnya Wall Street serta kenaikan yield obligasi pemerintah AS kembali menjadi sentimen negatif untuk pasar keuangan Asia terutama bursa saham yang ditutup semringah kemarin.

Sekali lagi Powell tidak mengatakan kapan waktu dan seberapa besar serta seberapa cepat waktunya. Namun yang pasti hal tersebut akan dilakukan setelah The Fed melakukan pengetatan moneter yaitu dengan menaikkan suku bunga acuan.

Amblesnya Wall Street serta kenaikan yield obligasi pemerintah AS kembali menjadi sentimen negatif untuk pasar keuangan Asia terutama bursa saham yang ditutup semringah kemarin.

Equityworld Futures | Rusia-Ukraina Memanas, Harga Emas Sentuh Level Tertingginya

Equityworld Futures | Harga emas meroket dengan mencapai level tertinggi lebih dari dua bulan pada perdagangan hari Selasa. Kenaikan ini dipicu ketegangan yang kian memanas antara Rusia dan Ukraina.

Mengutip CNBC, Rabu (26/1/2022) harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi USD1.852,03 per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,6 persen menjadi USD1.852,50 per ounce.

Rabu Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi | Equityworld Futures

Rusia mengatakan prihatin setelah Amerika Serikat menempatkan 8.500 tentara dalam keadaan siaga untuk siap dikerahkan jika terjadi eskalasi, sementara Inggris mendesak sekutu Eropanya guna menyiapkan sanksi jika Rusia menginvasi Ukraina.

“Kondisi ini membuat para investor memburu emas sebagai pelarian ke perdagangan yang aman,” kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

Selain itu kata dia investor juga menunggu isyarat tentang seberapa agresif The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya.

The Fed diperkirakan menunjukkan rencananya untuk menaikkan suku bunga pada Maret dan menawarkan wawasan tentang seberapa hawkish yang akan terjadi.

Meski emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik, kenaikan suku bunga akan mendongkrak opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu harga logam mulia lainnya perak di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD23,92 per ounce, platinum naik 0,1 persen menjadi USD1.028,00 per ounce sementara paladium meroket 2,3 persen menjadi USD2.198,37 per ounce.

Equityworld Futures | Investor Berburu Saham Terdiskon di Akhir Sesi, Wall Street Merekah

Equityworld Futures | Wall Street bangkit kembali dari aksi jual tajam di akhir sesi menjadi ditutup lebih tinggi pada Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Investor masuk kembali ke pasar memburu saham-saham yang sudah murah dan mendorong indeks bergeser ke wilayah positif di saat bel penutupan.

Mengutip Antara, Selasa, 25 Januari 2022, indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 99,13 poin atau 0,29 persen menjadi 34.364,50. Indeks S&P 500 bertambah 12,19 poin atau 0,28 persen menjadi 4.410,13. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 86,21 poin atau 0,63 persen menjadi 13.855,13.

Mendaki Gunung Lewati Lembah, Emas Bakal Bergairah! | Equityworld Futures

Semua 11 sektor utama S&P 500 menghabiskan sebagian besar hari perdagangan jauh di wilayah merah, tetapi pada penutupan pasar semua kecuali tiga sektor berada di zona hijau. Sektor consumer discretionary menikmati persentase keuntungan terbesar.

Indeks S&P 500 sebelumnya hampir mengkonfirmasi koreksi dengan muncul di jalur untuk ditutup turun lebih dari 10 persen dari tertinggi sepanjang masa terakhir yang dicapai pada 3 Januari, karena investor fokus pada kekhawatiran tentang Federal Reserve yang semakin hawkish dan ketegangan geopolitik.

Indeks S&P 500 pulih 4,3 poin persentase dari sesi terendah ke level penutupannya, ayunan terbesar sejak 26 Maret 2020, ketika Wall Street bangkit kembali dari kemerosotan global yang disebabkan oleh pandemi virus korona.

Pada awal perdagangan, indeks utama semuanya diperdagangkan lebih dari 2,0 persen lebih rendah. Indeks S&P 500 tampaknya berada di jalur untuk mengkonfirmasi koreksi, dan indeks Russell 2000 tampak seolah-olah akan mengkonfirmasi indeks berada di pasar bearish.

Putaran balik sesi akhir

Putaran balik sesi akhir yang tiba-tiba ini terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq mengalami penurunan persentase mingguan terbesar sejak Maret 2020, ketika penutupan untuk menahan pandemi mengirim ekonomi berputar ke dalam resesi paling curam dan paling mendadak dalam catatan.

“Wilayah koreksi sering menjadi sweet spot psikologis bagi investor. Mereka melihat koreksi, dan mereka melihat bahwa itu adalah bagian yang sehat dari pasar,” kata Kepala Eksekutif Longbow Asset Management Jake Dollarhide, di Tulsa, Oklahoma.

“Ketika semuanya mulai dijual, itu mendapat perhatian banyak orang, jadi saya pikir kami memiliki apa yang saya sebut kapitulasi intraday, mengeluarkan sebagian dari uang murah ini dari pasar,” tambah Dollarhide.

Federal Reserve AS akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter dua hari pada Selasa waktu setempat, dan pelaku pasar akan menguraikan pernyataan penutupnya dan sesi tanya jawab berikutnya Ketua Jerome Powell untuk petunjuk tentang garis waktu bank sentral untuk menaikkan suku bunga utama guna memerangi inflasi.

“Saya pikir investor terlalu mengasumsikan sikap The Fed yang sangat hawkish,” pungkas Kepala Strategi Investasi CFRA Research Sam Stovall, di New York.

PT Equity World | Bursa Asia Kompak Melemah di Pagi Ini (21/1), Koreksi Wall Street Jadi Faktor Utama

PT Equity World | Bursa Asia bergerak melemah pada awal perdagangan hari ini. Jumat (21/1) pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 terlihat anjlok 1,69% ke 27.303,21. Indeks Hang Seng pun koreksi 0,22% ke 24.897,59.

Indeks Taiex turun 0,92% ke 18.050,6. Sedangkan indeks Kospi melemah 1,36% ke 2.823,74. Dan indeks ASX 200 koreksi 1,62% ke 7.223,20.

Wall Street Kehilangan Tenaga, Nasdaq, S&P 500 dan Dow Jones Terus Melemah | PT Equity World

Sementara itu, FTSE Straits Times naik 0,18% ke 3.289 dan FTSE Malay KLCI naik tipis 0,10% menjadi 1.529,33.

Pelemahan pada mayoritas bursa di Asia terjadi menyusul koreksi yang kembali terjadi di Wall Street pada sesi sebelumnya.

Di awal perdagangan, indeks Nikkei 225 sempat ambles 2% setelah saham sektor otomotif dan teknologi jatuh bersamaan. Saham Toyota meluncur hampir 4%, saham Mazda anjlok 4,8% dan saham Mitsubishi ambles lebih dari 5%.

Sementara itu, di sektor teknologi, saham Sony turun lebih dari 4%, dan Softbank koreksi lebih dari 2% pada pagi ini.

Bursa Asia mendapat tekanan penuh dengan bursa Amerika Serikat (AS) yang belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Pada sesi sebelumnya, Nasdaq Composite ditutup anjlok 1,3% ke 14.154,02. Itu menempatkan Nasdaq berada di wilayah koreksi, atau melemah lebih dari 10% di bawah rekor tertinggi yang dicetak bulan November silam.

Di saat yang sama, indeks Dow Jones Industrial Average turun 313,26 poin menjadi 34.715,39, ditutup di bawah rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya sejak Desember 2021.

Setali tiga uang, indeks S&P 500 juga melemah 1,1% menjadi 4.482,73 dan ditutup di bawah 4.500 untuk pertama kalinya sejak Oktober 2021.

Design a site like this with WordPress.com
Get started