Equity World | The Fed Hampir Selesai Menaikkan Suku Bunga Tahun Ini, Wall Street Berakhir Hijau

Equity World | The Fed Hampir Selesai Menaikkan Suku Bunga Tahun Ini, Wall Street Berakhir Hijau

Equity World | Bursa saham AS atau Wall Street ditutup hijau pada akhir perdagangan Kamis (15/6/2023) waktu setempat. Pergerakan harga saham ditopang oleh optimisme investor yang menilai bahwa The Fed hampir selesai melakukan kenaikan suku bunga secara agresif.

Equity World | Tiga Indeks Utama Wall Street Kompak Menguat Setelah Keputusan The Fed

Dow Jones Industrial Average (DJIA) pada hari Kamis melonjak 428,7 poin atau 1,26 persen pada level 34.408,05. Kemudian, S&P 500 naik 1,2 persen (53,25 poin) pada posisi 4.425,84. Sementara itu, Nasdaq Komposit bertambah 1,15 persen (156,34 poin) di posisi 13.782,82.

S&P 500 menyentuh tertinggi baru dalam 13 bulan terakhir, karena sentimen suku bunga The Fed. Sementara itu, kenaikan DJIA ditopang oleh 30 saham yang melaju di zona hijau sepanjang sesi. Imbal hasil obligasi lebih rendah, sementara saham teknologi terus memimpin kenaikan pasar.

Kenaikan hari Kamis membawa S&P 500 dan Nasdaq ke level intraday tertinggi sejak April 2022. S&P 500 mengalami kenaikan beruntun terpanjang sejak November 2021 dan menuju kenaikan mingguan terkuat sejak Maret.

Dari penutupan terendah Oktober, indeks pasar yang lebih luas naik 23 persen, yang juga meningkat 15 persen tahun ini. Tolok ukur saham teknologi Nasdaq, mengalami kenaikan 31 persen sepanjang tahun ini.

Saham-saham teknologi bullish pada perdagangan Kamis, dimana saham Microsoft dan Oracle melonjak 3,2 persen, dan 3,5 persen. Sementara itu, saham Alibaba naik mendekati 3,2 persen.

Pada hari Rabu, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan selama konferensi pers pasca pertemuan bahwa Komite Pasar Terbuka Federal, akan menggunakan enam minggu hingga pertemuan berikutnya untuk memperhitungkan pengetatan kumulatif kebijakan moneter.

Dia menambahkan, keputusan tentang langkah kebijakan pada pertemuan bulan Juli masih berlum bisa diumumkan. Kenaikan harga saham pada hari Kamis menunjukkan investor tetap bersedia bertaruh pada ketidakpastian menjelang pertemuan FOMC Juli.

Equity World | Harga Emas Hari Ini (13/6) Turun, Rugi Pembeli Sepekan Lalu 11,74%!

Equity World | Harga Emas Hari Ini (13/6) Turun, Rugi Pembeli Sepekan Lalu 11,74%!

Equity World | Selasa (13/6) harga Antam batangan bersertifikat di Butik Emas, Logam Mulia, PT Aneka Tambang (Antam) turun Rp 3.000 per gram.

Equity World | Belum Sanggup Jebol 6.740, Waktunya IHSG Rehat Sejenak?

Dari sebelumnya Rp 1.062.000 per gram, harga emas hari ini menjadi Rp 1.059.000 per gram.

Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia turun Rp 3.000 per gram, dari sebelumnya Rp 943.000 per gram menjadi Rp 940.000 per gram.

Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 119.000 per gram.

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Jadi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 1.059.000 per gram. Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 940.000 per gram oleh Logam Mulia.

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata para investor emas lantakan pada beberapa kurun waktu.

Membeli emas pada 06 Juni 2023 (Rp 1.065.000 per gram) = -11.74% (rugi)
Membeli emas pada 13 Mei 2023 (Rp 1.060.000 per gram) = -11.32% (rugi)
Membeli emas pada 13 Maret 2023 (Rp 1.054.000 per gram) = -10.82% (rugi)
Membeli emas pada 13 Desember 2022 (Rp 998.000 per gram) = -5.81% (rugi)
Membeli emas pada 13 September 2022 (Rp 950.000 per gram) = -1.05% (rugi)
Membeli emas pada 13 Juni 2022 (Rp 996.000 per gram) = -5.62% (rugi)
Membeli emas pada 13 Maret 2022 (Rp 1.009.000 per gram) = -6.84% (rugi)
Membeli emas pada 13 Desember 2021 (Rp 930.000 per gram) = 1.08% (untung)
Membeli emas pada 13 September 2021 (Rp 929.000 per gram) = 1.18% (untung)

Equity World | Wall Street Kompak Menguat, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi

Equity World | Wall Street Kompak Menguat, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi

Equity World | Bursa Wall Street kompak ditutup menguat pada penutupan awal pekan. Penguatan dipicu oleh indeks S&P 500 dan Nasdaq pada Senin (12/6) kemarin hingga ke level penutupan tertinggi sejak April 2022. Adapun saham-saham sektor teknologi mendukung penguatan Wall Street.

Equity World | Didorong Wall Street, Pasar Asia-Pasifik Bergerak Naik Pagi Ini, Selasa (13/06)

Melansir Reuters, Selasa (13/6), Amazon, Apple dan Tesla di indeks S&P 500 telah pulih 21% dari posisi terendah Oktober 2022. Beberapa investor mengatakan Wall Street berada di tengah-tengah pasar bullish.

Di sisi lain, saham Tesla naik 2,2% dan kini telah meningkat selama 12 sesi perdagangan berturut-turut. Hal ini menjadi rekor terbaru bagi pembuat mobil listrik tersebut. Sementara Apple dan Microsoft masing-masing naik sekitar 1,5%, dengan keuntungan year to date di saham kedua perusahaan teknologi itu masing-masing mencapai 41% dan 38%.

Adapun S&P 500 naik 0,9% ke posisi 4.338,9 poin. Nasdaq menguat 1,5% menjadi 13.461,9, senada Dow Jones Industrial Average juga terapresiasi 0,6% ke level 34.066,3 poin.

Dari 11 indeks sektor S&P 500, delapan tercatat naik yang dipimpin oleh teknologi informasi naik 2,1% diikuti oleh kenaikan 1,7% pada diskresi konsumen.

Sentimen penguatan Wall Street seiring pembacaan indeks harga konsumen Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Selasa yang memperkirakan inflasi sedikit menurun pada bulan Mei.

Pelaku pasar melihat peluang 76% dari suku bunga bank sentral pada kisaran 5%-5,25% dalam tengah pekan ini. Sementara ada peluang 71% dari kenaikan suku bunga pada bulan Juli mendatang.

“Ada kemungkinan bahwa The Fed akan tetap bergantung pada data. Jadi kami tidak berpikir bahwa kenaikan suku bunga tidak akan terjadi di masa depan, tetapi untuk jangka pendek kami hanya melihat mereka tetap stabil,” kata co-kepala investasi Certuity Dylan Kremer.

Equity World | Terima Kasih Pengangguran Amerika, Harga Emas Terbang Lagi

Equity World | Terima Kasih Pengangguran Amerika, Harga Emas Terbang Lagi

Equity World | Harga emas terbang setelah klaim pengangguran warga Amerika Serikat (AS) melonjak. Pada perdagangan Kamis (8/6/2023) harga emas di pasar spot ditutup di posisi US$ 1.967,76 per troy ons. Harganya melonjak 1,45%. Harga tersebut adalah yang tertinggi sejak 1 Juni tahun ini.

Equity World | Pasar keuangan Indonesia bangkit pada pekan lalu setelah ambruk pada pekan sebelumnya

Penguatan sebesar 1,45% kemarin juga menjadi yang tertinggi sejak 2 Mei 2023.
Penguatan juga berbanding terbalik dengan pelemahan signifikan pada Rabu pekan ini di mana emas ambruk 1,18%.

Emas sedikit melemah pada pagi hari ini. Pada perdagangan Jumat (9/6/2023) pukul 06:32 WIB, harga emas di pasar spot ada di posisi US$ 1.965,39. Harganya melemah 0,12%.

Harga emas melonjak setelah AS melaporkan jumlah pegawai AS yang mengajukan klaim pengangguran bertambah 261.000 pada pekan yang berakhir pada 3 Juni 2023. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2021.

Dengan naiknya klaim pengangguran maka ada harapan jika inflasi AS akan turun lebih cepat. Dengan demikian, Bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) diharapkan bisa mulai melunak pada rapat 13-14 Juni mendatang.

Pelaku pasar kini berekspektasi jika The Fed akan menahan suku bunga acuan pada pekan depan. Ekspektasi ini ikut membuat dolar AS dan yield atau imbal hasil surat utang pemerintah AS turun. Kedua faktor ini ikut membuat harga emas menguat.

Imbal hasil surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun melemah ke 3,71% kemarin dari 3,79% kemarin. Indeks dolar AS turun ke posisi 103,3 atau terendah sejak 17 Mei lalu.

Equity World | Harga Emas Anjlok Jelang Pertemuan Federal Reserve

Equity World | Harga Emas Anjlok Jelang Pertemuan Federal Reserve

Equity World | Harga emas berjangka anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga emas dunia menghentikan kenaikan selama dua hari berturut-turut, menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve minggu depan, yang akan diakhiri dengan keputusan tentang suku bunga pada Rabu (14/6/2023).

Equity World | Potensi Kenaikan Suku Bunga The Fed Masih Membayangi, Wall Street Ditutup Bervariasi

Dilansir dari Antara, Kamis (8/6/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange jatuh USD23,10 atau 1,17% menjadi USD1.958,40 per ounce.

Emas tetap terjebak dalam kisaran perdagangan yang ketat sekitar 2,0% dari akhir yang lebih rendah ke yang lebih tinggi dalam seminggu terakhir, karena investor menunggu petunjuk tentang arah suku bunga Federal Reserve.

Dalam jangka pendek, harga emas mungkin tetap terkunci dalam kisaran dari USD1.950 hingga USD2.000, menurut analis pasar.

Logam kuning masih melihat beberapa dukungan minggu ini karena data ekonomi AS yang lemah menarik dolar AS dan mendorong beberapa taruhan bahwa Fed akan kekurangan ruang untuk terus menaikkan suku bunga.

Tetapi dukungan ini terbatas karena dolar pulih di tengah ketidakpastian langkah Fed selanjutnya. Sementara beberapa aspek ekonomi AS tampak mendingin, inflasi dan pasar tenaga kerja masih panas, memberi tekanan lebih besar pada bank sentral untuk memperketat kebijakan.

Bahkan, sekalipun Fed menghentikan siklus kenaikan suku bunga saat ini, diperkirakan akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama – sebuah skenario yang menjadi pertanda buruk untuk aset non-imbal hasil seperti emas.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan Rabu (7/6/2023) bahwa defisit perdagangan AS melonjak 23% pada April ke level tertinggi enam bulan sebesar 74,6 miliar dolar AS, semakin melemahkan emas.

Adapun harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 14,10 sen atau 0,60%, menjadi ditutup pada USD23,529 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terpuruk USD14,10 atau 1,36% menjadi menetap pada USD1.024,60 per ounce.

Equity World | Jelang Rilis Data The Fed, Wall Street Ditutup Menguat

Equity World | Jelang Rilis Data The Fed, Wall Street Ditutup Menguat

Equity World | Bursa saham AS atau Wall Street berakhir di zona hijau pada penutupan perdagangan Selasa (6/6/2023) waktu setempat. Pergerakan Wall Street merupakan reli baru ke level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir.

Equity World | Wall Street Ditutup Menguat Menanti Data Inflasi AS dan Kebijakan Suku Bunga The Fed

S&P 500 bertambah 0,24 persen, dan berakhir di level 4.283,85, yang merupakan penutupan tertinggi untuk indeks pasar luas sejak Agustus 2022.
Nasdaq menguat 0,36 persen menjadi 13.276,42 yang merupakan penutupan tertingi di 2023.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) juga naik tipis 0,03 persen (10,42 poin) menjadi 33.573,28. Penguatan DJIA ditopang oleh saham Merck dan UnitedHealth yang masing-masing naik lebih dari 2 persen.

Saham Coinbase turun lebih dari 12 persen setelah Securities and Exchange Commission menggugat perusahaan kripto tersebut. SEC menuduh Coinbase bertindak sebagai broker dan pertukaran yang tidak terdaftar. Di sisi lain, CoinMetrics mencatat Bitcoin naik lebih dari 6 persen, sebagai dampak kejadian tersebut.

Saham Apple mengalami penurunan 0,21 persen sehari setelah raksasa teknologi itu meluncurkan headset realitas virtual yang sangat dinantikan serta perangkat lunak baru di Worldwide Developer Conference tahunannya. Di sesi sebelumnya, Apple sempat mencapai titik tertinggi sepanjang masa menjelang pengumuman.

Jeff Kilburg, CEO KKM Financial mengatakan, saat ini pasar sedang menghindari perubahan besar karena investor bersiap untuk pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan. Dia mengatakan pasar tetap berada pada kisaran yang lebih tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

“Sepertinya kita benar-benar dalam pola bertahan, di mana The Fed minggu depan akan mengumumkan hal yang ditunggu-tunggu pasar,” kata Kilburg mengutip CNBC.

Equity World | Ekonomi China Memburuk, Awas RI Ikut Terseret!

Equity World | Pasar keuangan Tanah Air mencatatkan kinerja yang mengecewakan perdagangan pekan lalu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau longsor meskipun hanya 3 hari perdagangan, sementara rupiah juga ikut babak belur sepekan lalu.

Equity World | Wall Street Dorong Pasar Asia-Pasifik, Bergerak Naik Pagi Ini, Senin (05/06)

Dari sisi HSG pekan lalu tak sekalipun ditutup di zona hijau. IHSG terpantau merah sejak awal pekan. Pekan pertama Mei IHSG ditutup melemah tipis 0,05% di posisi 6633,26. Pelemahan tersebut memperpanjang derita IHSG yang mengalami koreksi beruntun sejak 25 Mei atau dalam lima hari perdagangan.

Posisi penutupan Rabu lalu juga menjadi yang terendah sejak 20 Maret tahun ini. Dengan ini dalam sebulan indeks sudah jatuh 3,35%, sementara secara tahunan indeks melemah 3,17%.

Pada perdagangan Rabu (31/5/2023) lalu, data pasar menunjukkan investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 1,34 triliun di pasar reguler.

Ambruknya IHSG pada pekan lalu dan Mei disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian global akibat krisis plafon utang pemerintah Amerika Serikat (AS). Anjloknya harga batu bara juga ikut menekan IHSG bulan lalu.

Seperti diketahui, pembahasan utang AS menjadi fokus utama pelaku pasar sebulan terakhir.

Pembahasan utang terus berlarut-larut hingga mendekati batas waktu pada 5 Juni. Tanggal tersebut menjadi deadline bagi pemerintah AS sebelum terancam default.

Dewan Perwakilan AS akhirnya memutuskan untuk meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU)Rancangan Undang-Undang (RUU)Tanggung Jawab Fiskal atau Fiscal Responsibility Act.

RUU tersebut memungkinkan pemerintahan Joe Biden menangguhkan plafon utang hingga Januari 2025.Namun, kesepakatan tercapai pada Rabu waktu AS atau jauh setelah bursa saham Indonesia mengakhiri perdagangan.Selain itu runtuhnya IHSG dipicu oleh amblesnya harga batu bara yang terpantau ambles 26,95% pada Mei. Koreksi ini menjadi yang terdalam sejak perdagangan Januari 2023.

Dari pasar keuangan lain, Rupiah juga turut mencatatkan kinerja yang mengecewakan. Mata uang Garuda terpantau tak berdaya melawan dolar Amerika Serikat (AS) Hingga perdagangan Rabu (31/5/2023), rupiah masih belum mampu menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS).

Sempat menembus ke atas Rp 15.000/US$, rupiah menutup perdagangan di Rp 14.985/US$, melemah 0,03% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Dengan demikian sudah melemah enam hari beruntun. Sepanjang Mei, Mata Uang Garuda sudah merosot 2,2%.

Pembahasan utang terus berlarut-larut hingga mendekati batas waktu pada 5 Juni. Tanggal tersebut menjadi deadline bagi pemerintah AS sebelum terancam default.

Dewan Perwakilan AS akhirnya memutuskan untuk meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU)Rancangan Undang-Undang (RUU)Tanggung Jawab Fiskal atau Fiscal Responsibility Act.

RUU tersebut memungkinkan pemerintahan Joe Biden menangguhkan plafon utang hingga Januari 2025.Namun, kesepakatan tercapai pada Rabu waktu AS atau jauh setelah bursa saham Indonesia mengakhiri perdagangan.Selain itu runtuhnya IHSG dipicu oleh amblesnya harga batu bara yang terpantau ambles 26,95% pada Mei. Koreksi ini menjadi yang terdalam sejak perdagangan Januari 2023.

Dari pasar keuangan lain, Rupiah juga turut mencatatkan kinerja yang mengecewakan. Mata uang Garuda terpantau tak berdaya melawan dolar Amerika Serikat (AS) Hingga perdagangan Rabu (31/5/2023), rupiah masih belum mampu menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS).

Sempat menembus ke atas Rp 15.000/US$, rupiah menutup perdagangan di Rp 14.985/US$, melemah 0,03% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Dengan demikian sudah melemah enam hari beruntun. Sepanjang Mei, Mata Uang Garuda sudah merosot 2,2%.

Equity World | Wall Street Bervariasi, Dow Jones Melempem

Equity World | Wall Street Bervariasi, Dow Jones Melempem

Equity World | Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (30/5/2023). Namun, Dow Jones melempem. Wall Street tengah mempertimbangkan kemungkinan Kongres meloloskan kesepakatan tentatif untuk menaikkan plafon utang AS.

Equity World | Wall Street: Nasdaq Terangkat Saham Nvidia di Tengah Kesepakatan Utang Tentatif

Dikutip CNBC internasional, Dow Jones kehilangan 50,56 poin (0,15%) menjadi berakhir pada 33.042,78. Sedangkan S&P 500 bergerak flat meski mencatatkan kenaikan 0,002% menjadi ditutup pada 4.205,52. Nasdaq menambahkan 0,32% menjadi berakhir pada 13.017,43, memangkas kenaikan setelah sempat melonjak 1,4% pada hari perdagangan sebelumnya.

Presiden Joe Biden dan Pemimpin Mayoritas DPR Kevin McCarthy mencapai kesepakatan untuk menaikkan pagu utang dan menghindari gagal bayar selama akhir pekan, dengan Kongres akan memberikan suara pada undang-undang paling cepat Rabu (31/5/2023). Dukungan Partai Republik maupun Demokrat diperlukan agar RUU yang diusulkan itu disahkan.

Perjanjian tersebut datang hanya beberapa hari sebelum apa yang disebut ‘X-date’ pada hari Senin (5/6/2023), yang merupakan tanggal paling awal Departemen Keuangan mengisyaratkan AS dapat gagal bayar atas kewajiban utang.

Negosiasi panjang antara Gedung Putih dan para pemimpin kongres menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor bahwa default dapat terjadi. Terlepas dari kesepakatan tentatif, hambatan tetap ada di jalan untuk mengesahkan RUU kompromi di DPR di tengah meningkatnya oposisi di dalam GOP.

“Pasar memanjat tembok kekhawatiran di penghujung hari, dan plafon utang jelas merupakan semacam kekhawatiran. Tapi saya pikir pasar adalah semacam penetapan harga dalam semacam kesepakatan yang bisa dilakukan,” kata Chris Barto, analis investasi di Fort Pitt Capital.

Kekhawatiran atas potensi kenaikan suku bunga lagi juga membebani sentimen investor. Pedagang menghargai peluang 68,8% dari kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan, menurut alat FedWatch CME Group.

Presiden Richmond Fed Tom Barkin juga mengatakan pada acara National Association of Business Economics Selasa bahwa dia belum ‘mundur’ dari perkiraan suku bunganya, yang dia katakan termasuk yang tertinggi di dalam bank sentral.

“The Fed masih menjadi fokus utama bagi semua investor. “Ini benar-benar tarik menarik antara apa yang kemungkinan akan dilakukan Fed: apakah mereka akan menaikkan satu atau dua kali lagi atau tidak, atau hanya duduk diam dan menunggu dan melihat bagaimana data inflasi masuk selama beberapa bulan ke depan,” kata Brian Price, kepala manajemen investasi di Commonwealth Financial Network.

Nasdaq dibantu oleh reli Nvidia yang hampir menyentuh 3%. Saham terkait kecerdasan buatan mencapai kapitalisasi pasar US$1 triliun, masuk deretan saham elite yang hanya mampu dicapai oleh segelintir saham, sahamnya terus menguat menyusul laporan pendapatannya yang kuat minggu lalu.

Equity World | Wall Street Bervariasi, Dow Jones Melempem

Equity World | Wall Street Bervariasi, Dow Jones Melempem

Equity World | Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (30/5/2023). Namun, Dow Jones melempem. Wall Street tengah mempertimbangkan kemungkinan Kongres meloloskan kesepakatan tentatif untuk menaikkan plafon utang AS.

Equity World | Wall Street: Nasdaq Terangkat Saham Nvidia di Tengah Kesepakatan Utang Tentatif

Dikutip CNBC internasional, Dow Jones kehilangan 50,56 poin (0,15%) menjadi berakhir pada 33.042,78. Sedangkan S&P 500 bergerak flat meski mencatatkan kenaikan 0,002% menjadi ditutup pada 4.205,52. Nasdaq menambahkan 0,32% menjadi berakhir pada 13.017,43, memangkas kenaikan setelah sempat melonjak 1,4% pada hari perdagangan sebelumnya.

Presiden Joe Biden dan Pemimpin Mayoritas DPR Kevin McCarthy mencapai kesepakatan untuk menaikkan pagu utang dan menghindari gagal bayar selama akhir pekan, dengan Kongres akan memberikan suara pada undang-undang paling cepat Rabu (31/5/2023). Dukungan Partai Republik maupun Demokrat diperlukan agar RUU yang diusulkan itu disahkan.

Perjanjian tersebut datang hanya beberapa hari sebelum apa yang disebut ‘X-date’ pada hari Senin (5/6/2023), yang merupakan tanggal paling awal Departemen Keuangan mengisyaratkan AS dapat gagal bayar atas kewajiban utang.

Negosiasi panjang antara Gedung Putih dan para pemimpin kongres menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor bahwa default dapat terjadi. Terlepas dari kesepakatan tentatif, hambatan tetap ada di jalan untuk mengesahkan RUU kompromi di DPR di tengah meningkatnya oposisi di dalam GOP.

“Pasar memanjat tembok kekhawatiran di penghujung hari, dan plafon utang jelas merupakan semacam kekhawatiran. Tapi saya pikir pasar adalah semacam penetapan harga dalam semacam kesepakatan yang bisa dilakukan,” kata Chris Barto, analis investasi di Fort Pitt Capital.

Kekhawatiran atas potensi kenaikan suku bunga lagi juga membebani sentimen investor. Pedagang menghargai peluang 68,8% dari kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan, menurut alat FedWatch CME Group.

Presiden Richmond Fed Tom Barkin juga mengatakan pada acara National Association of Business Economics Selasa bahwa dia belum ‘mundur’ dari perkiraan suku bunganya, yang dia katakan termasuk yang tertinggi di dalam bank sentral.

“The Fed masih menjadi fokus utama bagi semua investor. “Ini benar-benar tarik menarik antara apa yang kemungkinan akan dilakukan Fed: apakah mereka akan menaikkan satu atau dua kali lagi atau tidak, atau hanya duduk diam dan menunggu dan melihat bagaimana data inflasi masuk selama beberapa bulan ke depan,” kata Brian Price, kepala manajemen investasi di Commonwealth Financial Network.

Nasdaq dibantu oleh reli Nvidia yang hampir menyentuh 3%. Saham terkait kecerdasan buatan mencapai kapitalisasi pasar US$1 triliun, masuk deretan saham elite yang hanya mampu dicapai oleh segelintir saham, sahamnya terus menguat menyusul laporan pendapatannya yang kuat minggu lalu.

Equity World | Amerika Batal Bangkrut, Harga Emas Dunia Langsung Merana

Equity World | Amerika Batal Bangkrut, Harga Emas Dunia Langsung Merana

Equity World | Amerika Serikat (AS) akhirnya bebas dari kebangkrutan usai parlemen mereka menyetujui untuk menaikkan plafon utang pemerintah. Kondisi ini seperti mimpi buruk bagi harga emas dunia yang langsung melorot.

Equity World | Harga Emas Turun Selasa (30/5) Pagi di Tengah Aksi Tunggu Kesepakatan Utang AS

Pada perdagangan Senin (29/5/2023) harga emas di pasar spot ditutup di posisi US$ 1.942,84 per troy ons. Harganya turun 0,17%.

Dalam sepekan terakhir, harga emas ambruk 1,35%. Emas juga dengan cepat anjlok dari US$ 2.020,6 pada 15 Mei 2023 menjadi US$ 1.942,84 kemarin.
Artinya, harga emas jeblok 3,85% hanya dalam waktu 10 hari perdagangan saja.

Harga emas sedikit membaik pada hari ini. Pada perdagangan Selasa (30/5/2023) pukul 06:00 WIB, emas spot ada di posisi US$ 1.943,05 per troy ons atau menguat tiis 0,01%.

Emas kehilangan sinarnya karena huru-hara plafon utang pemerintah AS diyakini sudah selesai.

Setelah negosiasi yang menegangkan selama beberapa minggu, Presiden AS Joe Biden dan Partai Republik pada prinsipnya telah sepakat untuk menaikkan plafon utang dan batas pengeluaran negara agar mencegah terjadinya default (gagal bayar).

Biden menggambarkan kesepakatan itu sebagai “kompromi”, sementara Ketua DPR AS Kevin McCarthy mengatakan hal ini diambil “demi rakyat Amerika”.

Di antara isi kesepakatan adalah kenaikan batas utang selama dua tahun yang saat ini tercatat sebesar US$ 31,4 triliun.

Design a site like this with WordPress.com
Get started