Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dibantu Saham Nvidia

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dibantu Saham Nvidia

Equityworld Futures | Indeks S&P 500 ditutup menguat didorong oleh Nvidia dan Eli Lilly,. Sementara keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memecat gubernur bank sentral memperdalam kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve.

Equityworld Futures | Investor Lagi Panik, Harga Emas Terbang ke Level Tertinggi 2 Minggu

Saham Nvidia (NVDA.O) naik 1,1% menjelang laporan kuartalannya, yang akan menunjukkan bagaimana kinerja perusahaan paling berharga di dunia tersebut di tengah perang dagang yang sedang berlangsung antara Washington dan Beijing.

Pada sisi lain, Trump mengatakan ia akan mencopot Gubernur Fed Lisa Cook atas dugaan penyimpangan dalam memperoleh pinjaman hipotek. Hal ini menambah kekhawatiran tentang independensi bank sentral dari politik.

“Komunitas pasar keuangan semakin khawatir tentang independensi tersebut. Hal itu merupakan kekhawatiran nyata dalam jangka panjang,” kata Kepala Riset Pasar Modal US Bank Wealth Management, Bill Merz, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (27/8/2025).

“Namun dalam jangka pendek, seberapa besar perubahannya terhadap arah kebijakan suku bunga dalam 6 hingga 12 bulan ke depan? Saya rasa sudah jelas bahwa kita akan mendapatkan kebijakan moneter yang lebih longgar dalam enam hingga 12 bulan ke depan,” tambahnya.

Nasdaq naik 0,44% menjadi 21.544,27, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,30% menjadi 45.418,07 poin. S&P 500 naik 0,41% dan mengakhiri sesi di level 6.465,94 poin,

Tujuh dari 11 sektor S&P 500 menguat, dipimpin oleh sektor industri (SPLRCI), naik 1,03%, diikuti oleh kenaikan 0,76% pada sektor keuangan (SPSY).

Jumlah saham yang naik melebihi jumlah saham yang turun di S&P 500 dengan rasio 1,1 banding satu. S&P 500 mencatat 21 titik tertinggi baru dan 2 titik terendah baru, Nasdaq mencatat 120 titik tertinggi baru dan 59 titik terendah baru.

Volume perdagangan di bursa AS relatif rendah, dengan 15,7 miliar lembar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 16,9 miliar lembar saham selama 20 sesi sebelumnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melemah, Pasar Menanti Laporan Kinerja Nvidia

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melemah, Pasar Menanti Laporan Kinerja Nvidia

Equityworld Futures | Wall Street ditutup melemah pada perdagangan awal pekan in karena para investor mencermati prospek suku bunga Amerika Serikat (AS). Selain itu, pasar menantikan laporan keuangan kuartalan Nvidia pada pekan ini, sembari mencerna reli pada hari Jumat yang mengangkat Dow Jones Industrial Average ke rekor penutupan tertinggi.

Equityworld Futures | Harga Emas Bikin Bingung: Seharusnya Terbang Kok Malah Ambruk?

Senin (25/8/2025), indeks S&P 500 ditutup melemah 0,43% ke level 6.439,32, indeks Nasdaq Composite turun 0,22% menjadi 21.449,29 dan indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,77% ke 45.282,47.

Sembilan dari 11 indeks sektor S&P 500 melemah, dipimpin oleh sektor barang konsumsi pokok yang turun 1,62%, diikuti oleh penurunan 1,44% di sektor perawatan kesehatan.

Optimisme hari Jumat membantu saham unggulan Dow Jones ditutup pada rekor tertinggi untuk pertama kalinya sejak Desember 2024. Sedangkan indeks acuan S&P 500 mencatatkan kenaikan satu hari terkuatnya sejak Mei 2025.

Pada hari Jumat, saham melonjak setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell, mengisyaratkan di Simposium Jackson Hole bahwa penurunan suku bunga dapat dipertimbangkan pada pertemuan bank sentral bulan September, dengan alasan pelemahan pasar tenaga kerja baru-baru ini.

“Pasar masih terpengaruh oleh Jackson Hole,” kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma. “Investor sedang beristirahat sejenak.”

Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi, tolok ukur inflasi pilihan The Fed, akan dirilis pada hari Jumat. Sementara, data resmi penggajian non-pertanian diperkirakan akan dirilis minggu depan. Laporan ini akan sangat penting, terutama setelah Powell mengatakan penurunan suku bunga belum pasti.

“Fokus saat ini adalah pasar tenaga kerja,” kata Brian Klimke, direktur investasi di Cetera Investment Management.

“Pasar tenaga kerja kita sedang sedikit terpuruk dan ekonomi sedang melemah, jadi The Fed perlu bertindak cepat dan mereka juga merasakannya.”

Pada sesi ini, saham Nvidia naik 1% menjelang laporan kuartalannya pada hari Rabu, yang akan menjadi salah satu peristiwa yang paling diperhatikan Wall Street di minggu ini dan menjadi ujian krusial bagi perdagangan AI yang sedang panas.

Dengan Nvidia menguasai sekitar 8% dari S&P 500, kinerja perusahaan paling berharga di dunia ini memengaruhi banyak orang Amerika yang menggunakan dana investasi indeks untuk menabung untuk masa pensiun.

“Ini adalah peristiwa yang sangat penting dari sudut pandang pelaku pasar,” kata Michael Green, manajer portofolio di Simplify Asset Management.

Sementara itu, komentar Powell pada hari Jumat mendorong perusahaan-perusahaan pialang besar untuk merevisi ekspektasi, dengan Barclays, BNP Paribas, dan Deutsche Bank saat ini melihat pengurangan biaya pinjaman sebesar 25 basis poin pada bulan depan.

Para pedagang sekarang melihat peluang 84% untuk penurunan suku bunga The Fed pada bulan September, menurut perangkat FedWatch CME Group.

Pernyataan dari para pembuat kebijakan John Williams dan Lorie Logan nanti hari ini akan diteliti untuk melihat apakah mereka sependapat dengan pandangan kebijakan Powell.

Pada hari Senin, Jefferies menjadi perusahaan pialang terbaru yang menaikkan target akhir tahun untuk S&P 500.

Di sesi ini, saham perusahaan minuman Keurig Dr Pepper anjlok 11,5% setelah mengumumkan akan membeli JDE Peet’s senilai US$ 18,4 miliar secara tunai.

Sedangkan saham Peritel furnitur RH dan Wayfair masing-masing turun lebih dari 5% setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa pemerintahannya akan menyelidiki tarif impor furnitur.

Saham Intel juga melemah 1% setelah Trump mengatakan pemerintah AS akan mengambil alih saham produsen chip tersebut. Ia juga mengatakan akan membuat kesepakatan lain yang serupa dengan yang dilakukan dengan Intel.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas dan Perak Tertekan Kebijakan The Fed, Investor Menunggu Kepastian

Equityworld Futures | Harga Emas dan Perak Tertekan Kebijakan The Fed, Investor Menunggu Kepastian

Equityworld Futures | Harga perak dalam sebulan terakhir mencatatkan penurunan lebih tajam dibandingkan emas. Berdasarkan data pasar, perak terkoreksi hingga 2,87%, sementara emas hanya turun sekitar 1,5%.

Equityworld Futures | Emas Punya “Senjata” Baru Tapi Bakal Kesulitan Tembus US$ 3.400?

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran investor mengenai arah harga logam mulia ke depan, terlebih di tengah bayang-bayang kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian geopolitik global.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penurunan harga perak tidak bisa dilepaskan dari pergerakan harga emas. Menurutnya, emas masih menjadi acuan utama dalam menentukan sentimen pasar logam mulia.

“Pergerakan jangka pendek harga emas saat ini didikte oleh prospek suku bunga The Fed, serta situasi geopolitik dan perkembangan seputar tarif dan dampaknya pada perekonomian dunia,” ujar Lukman kepada Kontan, pada Minggu, (24/8).

alam jangka pendek, Lukman menilai harga emas masih bergerak dalam kondisi range bound atau berfluktuasi dalam kisaran tertentu. Hal ini membuat harga perak juga ikut terseret, karena perak memiliki korelasi yang cukup erat dengan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Tekanan ini semakin diperkuat oleh sentimen pasar yang cenderung menunggu kejelasan arah kebijakan moneter AS. Ketidakpastian mengenai kapan tepatnya The Fed akan mulai memangkas suku bunga menjadi salah satu faktor yang menahan laju kenaikan logam mulia.

“Untuk saat ini, harga emas masih bergerak terbatas karena pasar menunggu kepastian arah kebijakan. Begitu juga dengan perak, yang cenderung mengikuti tren emas,” jelas Lukman.

Meski dalam jangka pendek tertekan, prospek jangka panjang masih positif. Lukman menilai pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, di Jackson Hole menjadi salah satu faktor penting yang menumbuhkan optimisme baru. Powell dinilai lebih less hawkish, sehingga pasar memperkirakan ada peluang pemangkasan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

“Pidato Powell yang lebih less hawkish telah memberikan harapan dan dukungan pada harga emas. Walau demikian, untuk kembali mencoba menembus level tertinggi sepanjang masa, diperlukan katalis tambahan, mengingat harga emas sudah naik cukup signifikan tahun ini,” katanya.

Selain itu, kondisi geopolitik global mulai dari tensi di Timur Tengah, perang dagang, hingga ketegangan antarnegara besar masih menjadi faktor yang bisa mendongkrak permintaan emas maupun perak. Investor biasanya kembali melirik logam mulia sebagai aset aman ketika risiko global meningkat.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah permintaan dari bank sentral dunia. Lukman menekankan bahwa tren pembelian emas oleh bank-bank sentral masih akan berlanjut sebagai bentuk diversifikasi cadangan devisa. Kondisi ini akan terus menopang harga logam mulia ke depannya.

“Permintaan bank-bank sentral dunia masih akan terus mendukung harga emas jangka panjang. Hingga akhir tahun, harga emas diperkirakan bisa mencapai ATH baru di kisaran US$3.700 per troy ounce dan bahkan berpotensi menembus US$4.000 pada tahun depan,” ungkapnya.

Sebagai logam yang pergerakannya erat dengan emas, harga perak juga berpotensi ikut menguat dalam jangka panjang. Walaupun saat ini masih terkoreksi lebih dalam, prospek pemulihan tetap terbuka lebar apabila katalis pendukung—baik dari sisi kebijakan moneter maupun geopolitik semakin jelas.

“Secara umum, harga perak akan ikut diuntungkan oleh tren jangka panjang emas. Jadi meskipun sekarang terkoreksi lebih dalam, peluang rebound masih besar ke depannya,” tutup Lukman.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melandai, Investor Tunggu Pidato Ketua The Fed Soal Arah Kebijakan Suku Bunga Acuan

Equityworld Futures | Wall Street Melandai, Investor Tunggu Pidato Ketua The Fed Soal Arah Kebijakan Suku Bunga Acuan

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street melandai pada perdagagan yang berakhir Kamis sore waktu setempat (Jumat pagi WIB).

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun, Pasar Tunggu Sinyal The Fed di Jackson Hole

Indeks S&P 500 merosot selama lima hari berturut-turut, karena para pedagang menantikan pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Jumat.

Indeks pasar luas tersebut turun 0,4 persen dan ditutup pada level 6.370,17.

Lalu, indeks Nasdaq Composite turun 0,34 persen dan ditutup pada level 21.100,31.

Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 152,81 poin atau 0,34 persen dan berakhir pada 44.785,50.

Para investor menantikan paparan Ketua Federal Reserve Jerome Powell di simposium ekonomi tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming. Ia dapat memberikan wawasan tentang arah suku bunga yang dapat meredakan kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut.

Kontrak berjangka dana The Fed memperkirakan kemungkinan hampir 74 persen bank sentral akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya di September mendatang.

Risalah rapat The Fed bulan Juli menunjukkan para pembuat kebijakan khawatir tentang kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi, meskipun sebagian besar sepakat bahwa masih terlalu dini untuk menurunkan suku bunga.

Gubernur The Fed, Christopher Waller dan Michelle Bowman menentang kebijakan untuk mempertahankan suku bunga, menandai pertama kalinya dua anggota dewan melakukannya sejak 1993.

Saham Walmart anjlok lebih dari 4 persen setelah pengecer tersebut gagal memenuhi ekspektasi Wall Street terkait laba kuartalan, yang pertama sejak Mei 2022. Namun, perusahaan melaporkan penjualan yang melampaui estimasi.

Pasar saham AS minggu ini tertekan oleh aksi jual besar-besaran di sektor teknologi. Investor mengambil untung dari saham-saham unggulan, termasuk Nvidia, Palantir?, dan Platform Meta.

Sebagai informasi, indeks S&P 500 telah turun 1,2 persen minggu ini, sementara Nasdaq turun 2,4 persen. Indeks Dow Jones yang terdiri dari 30 saham mengalami penurunan sekitar 0,4 persen pada periode yang sama.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Jeblok Lagi Gara-gara Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Jeblok Lagi Gara-gara Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street mengalami penurunan pada Rabu, 20 Agustus 2025 setelah saham teknologi mengalami penurunan berkepanjangan akibat keraguan terhadap AI. Saham teknologi kembali mengalami aksi jual besar-besaran, dengan saham yang disebut Magnificent Seven Complex anjlok antara 0,1 persen dan dua persen.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Seiring Pelemahan Dolar, Fokus Investor ke Jackson Hole

Dikutip dari Investing.com, Kamis, 21 Agustus 2025, kerugian di sektor teknologi menyebabkan S&P 500 ditutup melemah 0,2 persen di level 6.395,79 poin. NASDAQ Composite turun 0,7 persen menjadi 21.172,86 poin, sementara Dow Jones Industrial Average stagnan di level 44.938,06 poin.

Apple mencatatkan kinerja terburuk dengan penurunan hampir dua persen, sementara Nvidia mencatatkan penurunan paling kecil setelah mengalami kerugian tajam di awal pekan ini.

Penyebab saham teknologi anjlok

Saham teknologi terutama terpukul oleh meningkatnya keraguan atas profitabilitas kecerdasan buatan, terutama setelah laporan yang sangat kritis dirilis dari cabang Massachusetts Institute of Technology.

Laporan tersebut menyatakan 95 persen perusahaan mengalami “imbal hasil nol” atas investasi AI mereka, meningkatkan keraguan atas hype seputar AI, yang telah menjadi pendorong utama Wall Street dan saham teknologi tahun ini.

Laporan ini muncul hanya seminggu sebelum laporan keuangan kuartalan dari perusahaan AI terkemuka, Nvidia, yang akan diawasi ketat untuk mendapatkan lebih banyak petunjuk tentang industri yang berkembang pesat ini.

Risalah rapat The Fed terkesan hawkish

Indeks Wall Street juga terguncang oleh sinyal hawkish dari risalah rapat The Fed Juli. Risalah rapat tersebut menunjukkan sebagian besar anggota The Fed mendukung pendekatan wait and see bank sentral dalam memangkas suku bunga, di tengah kehati-hatian atas dampak inflasi dari tarif perdagangan Presiden Donald Trump.

Bank sentral juga terlihat memprioritaskan risiko inflasi daripada kekhawatiran penurunan pasar tenaga kerja AS, yang dapat memicu aksi ambil untung lagi pada September.

Pasar terlihat memangkas perkiraan mereka pada penurunan suku bunga di September setelah risalah rapat. Kontrak berjangka dana Fed memperkirakan peluang 80,6 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, turun dari probabilitas kemarin sebesar 84,4 persen, menurut CME Fedwatch.

Ketua The Fed, Jerome Powell, kini dijadwalkan untuk berpidato di Simposium Jackson Hole pada Jumat, memberikan lebih banyak petunjuk tentang kebijakan. Pidato Powell ini disampaikan setelah beberapa pembacaan yang lemah pada inflasi konsumen dan data penggajian di Juli, yang telah meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga di September.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Bursa Asia Ikuti Pelemahan Wall Street, Investor Tunggu Keputusan The Fed

Equityworld Futures | Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik bergerak melemah pada perdagangan Selasa (19/8), mengikuti jejak penurunan Wall Street semalam. Investor bursa Asia kini menanti hasil pertemuan Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) yang bisa memberikan petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil, Investor Menanti Pertemuan Trump–Zelenskyy

Selain itu, mengutip CNBC, Selasa (19/8/2025), pasar juga mencermati dinamika geopolitik, terutama pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan para pemimpin Eropa di Gedung Putih. Pertemuan itu bertujuan mencari jalan keluar untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara Moskow dan Kyiv.

Pergerakan Indeks Asia

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik tipis 0,1% setelah sehari sebelumnya mencatat rekor tertinggi. Namun, indeks Topix yang lebih luas cenderung stagnan.

Bursa Korea Selatan justru bergerak melemah. Kospi turun 0,2% di awal perdagangan, sementara indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq terkoreksi 0,33%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 dibuka turun 0,61%.Sementara itu, kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.230, sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir HSI di 25.176,85, yang memberi sinyal pembukaan pasar lebih kuat.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Indeks S&P 500 Cetak Rekor Lagi

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Indeks S&P 500 Cetak Rekor Lagi

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan yang berakhir Kamis sore waktu setempat (Jumat pagi WIB).

Equityworld Futures | Harga Emas Melorot, Harapan Pemangkasan Suku Bunga Jumbo Memudar

Pasar saham pulih dari posisi terendah yang dicapai pada hari Kamis. Investor melakukan pembelian ketika harga turun di tengah laporan inflasi grosir yang suram.

Pada perdagangan yang berakhir Kamis, indeks S&P 500 mencatat rekor penutupan ketiga berturut-turut, dengan margin paling tipis, naik 0,03 persen di 6.468,54.

Seiring dengan itu, indeks Nasdaq Composite dan Dow Jones Industrial Average ditutup sedikit lebih rendah, dengan indeks teknologi yang ditutup turun 0,01 persen pada 21.710,67.

Sedangkan 30 saham Dow Jones turun 11,01 poin, atau 0,02 persen, dan ditutup pada 44.911,26. Indeks S&P dan Nasdaq keduanya turun 0,4 persen dari level terendah mereka sebelum bangkit kembali. Bahkan, indeks Dow Jones sempat turun lebih dari 200 poin.

Indeks-indeks utama terdampak oleh data indeks harga produsen bulan Juli, yang menunjukkan bahwa pemangkasan suku bunga Federal Reserve masih jauh dari pasti.

Di sisi lain, harga grosir naik 0,9 persen pada bulan tersebut, jauh lebih tinggi daripada ekspektasi ekonom yang disurvei Dow Jones sebesar 0,2 persen. Indeks tersebut stagnan pada bulan Juni.

Sedikit catatan, harga grosir dapat menjadi indikator utama harga konsumen.

Memang, beberapa pedagang mengabaikan angka PPI ini karena laporan menunjukkan peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan signifikan dalam “manajemen portofolio”, serta harga tiket pesawat. Tanpa faktor-faktor tersebut, angka-angka tersebut akan jauh lebih mendekati perkiraan.

Meskipun angka inflasi lebih tinggi, kontrak berjangka dana federal memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada bulan September sekitar 93 persen, atau hanya sedikit lebih rendah dari hari sebelumnya, menurut alat FedWatch CME. Namun, kontrak berjangka tersebut menghilangkan kemungkinan penurunan suku bunga setengah poin.

Para investor memasuki sesi perdagangan dengan optimisme tinggi, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor tertinggi baru di sesi sebelumnya. Indeks acuan terguncang awal pekan ini setelah rilis laporan inflasi harga konsumen bulan Juli yang lebih rendah dari perkiraan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Terdorong Pelemahan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Terdorong Pelemahan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga emas menguat pada Rabu (14/8/2025) seiring pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi, di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik 2 Hari Beruntun, Pilih Jual atau Beli?

Melansir Reuters pada Kamis (14/8/2025), harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi US$3.357,59 per troy ounce. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember menguat 0,3% menjadi US$3.408,50 per troy ounce.

Indeks dolar AS menyentuh level terendah dalam lebih dari dua pekan, membuat emas batangan lebih murah bagi pembeli di luar negeri. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga bergerak turun.

“Emas tetap menguat di tengah ekspektasi tinggi penurunan suku bunga The Fed pada September, setelah data CPI yang jinak dan laporan tenaga kerja non-pertanian Juli yang lemah,” kata Senior Market Analyst Tradu.com, Nikos Tzabouras.

Pasar kini memperkirakan peluang 97% penurunan suku bunga The Fed pada September setelah data inflasi Juli menunjukkan dampak terbatas dari tarif impor besar-besaran yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump, menyusul data ketenagakerjaan yang lemah awal bulan ini. Kondisi tersebut memperkuat spekulasi setidaknya satu kali pemangkasan suku bunga tambahan.

Investor kini menunggu rilis data ekonomi AS lain pekan ini, termasuk indeks harga produsen (PPI), klaim pengangguran mingguan, dan penjualan ritel.

Di sisi geopolitik, para pemimpin Eropa dan Ukraina dijadwalkan berbicara dengan Trump menjelang pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sementara Washington dan Beijing sepakat memperpanjang gencatan tarif selama 90 hari.

“Jika emas berhasil menembus level resistensi terbaru di kisaran US$3.400, kemungkinan itu akan lebih dipicu oleh perkembangan geopolitik ketimbang data ekonomi,” kata Analis Pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada.

Dia menambahkan, meskipun prospek jangka panjang emas masih bullish, pandangan untuk sisa tahun ini lebih berhati-hati, dengan potensi harga berkonsolidasi atau terkoreksi ringan dalam beberapa bulan mendatang seiring reli agresif di pasar saham.

Emas, yang kerap menjadi aset lindung nilai di masa ketidakpastian ekonomi atau geopolitik, cenderung diuntungkan dari tingkat suku bunga rendah.

Sementara itu, harga perak spot naik 1,5% menjadi US$38,46 per troy ounce, platinum turun 0,5% ke US$1.329,71, dan paladium terkoreksi 0,8% menjadi US$1.120,79.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor usai Rilis Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor usai Rilis Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street kembali mencatat rekor penutupan tertinggi pada Selasa (12/8), setelah laporan terbaru indeks harga konsumen (IHK) memicu keyakinan bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) hampir pasti akan melanjutkan pemangkasan suku bunga pada bulan depan.

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Usai Rilis Data Inflasi AS

Indeks S&P 500 ditutup naik 1,1%, sementara indeks teknologi Nasdaq 100 menguat 1,3%.

Meski inflasi inti AS pada Juli meningkat ke laju tercepat sejak awal tahun, data tersebut secara umum sesuai perkiraan ekonom. Hal ini menjadi kabar melegakan bagi pelaku pasar yang sebelumnya khawatir lonjakan harga akibat tarif impor dapat memicu ketidakpastian terkait waktu dimulainya pelonggaran kebijakan moneter The Fed.

“Data ini memberikan reli kecil yang menenangkan — lebih rendah dari perkiraan dan ramah bagi prospek pelonggaran The Fed,” ujar Gina Bolvin, Presiden Bolvin Wealth Management Group. “Namun dengan adanya faktor tarif, investor sebaiknya menikmati ketenangan ini sambil tetap waspada.”

Meski inflasi terbilang tinggi, Subadra Rajappa dari Societe Generale menilai kenaikannya belum cukup besar untuk mengubah ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga tahun ini. Menurutnya, pemangkasan suku bunga pada September sudah sepenuhnya diperhitungkan pasar dan Gubernur The Fed Jerome Powell kemungkinan tidak akan mengubah sikap pada pertemuan di Jackson Hole pekan depan.

“Kenaikan inflasi barang dan jasa menunjukkan harga naik secara merata,” kata Rajappa. “Namun, pelemahan pasar tenaga kerja mungkin cukup menjadi alasan bagi The Fed untuk meninggalkan kebijakan yang agak ketat.”

Akselerasi yang merata ini menjadi “kekhawatiran terbesar” dari data inflasi kali ini, menurut Natalie Gallagher, ekonom utama di Board. Ia mencatat, meski inflasi jasa secara tahunan stabil dibanding tahun lalu, secara bulanan justru meningkat dari Juni. Hal ini menandakan momentum inflasi inti masih kuat, bahkan tanpa dampak signifikan dari tarif.

“Itulah tantangan nyata bagi The Fed, dan alasan mengapa data ini memperkuat sikap hati-hati mereka,” ujar Gallagher.

Gubernur The Fed Richmond Tom Barkin mengatakan ketidakpastian arah ekonomi mulai berkurang. Namun, ia menilai masih belum jelas apakah bank sentral harus lebih fokus mengendalikan inflasi atau mendukung pasar kerja. Sementara itu, Gubernur The Fed Kansas City Jeff Schmid menyatakan ia lebih memilih mempertahankan suku bunga untuk saat ini demi mencegah aktivitas ekonomi yang terlalu kuat memicu tekanan inflasi.

Donald Trump memperpanjang gencatan tarif dengan China selama 90 hari hingga November, menunda kenaikan tarif yang seharusnya berlaku pada Selasa. Dalam unggahan media sosial, Trump menyatakan tidak ada perubahan kebijakan perdagangan AS atau ketentuan kesepakatan dengan China. Pemerintah China juga mengumumkan perpanjangan penangguhan tarif serupa selama 90 hari.

“Penundaan tarif besar AS terhadap barang-barang China akan menjadi kabar baik, terutama bagi pengecer Amerika menjelang musim belanja Natal,” kata Susannah Streeter, Kepala Divisi Uang dan Pasar di Hargreaves Lansdown.

Saham Intel Corp melonjak 5,6% setelah Trump mengatakan anggota kabinetnya akan melanjutkan pembicaraan dengan CEO Intel Lip-Bu Tan dalam beberapa hari ke depan, menyusul pertemuan pada Senin. Dalam pernyataan resmi, Intel menyebut Tan dan Trump membahas “komitmen memperkuat kepemimpinan teknologi dan manufaktur AS,” dan menggambarkan pertemuan itu sebagai “terbuka dan konstruktif.”

Sementara itu, saham maskapai menjadi salah satu sektor dengan kinerja terbaik seiring penurunan harga minyak dan peringatan Spirit Airlines bahwa perusahaan mungkin tidak dapat bertahan sebagai entitas usaha berkelanjutan. Indeks gabungan saham maskapai naik 9,2%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Hancur Lebur: Anjlok Hampir 2%, Saatnya Good Bye?

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Hancur Lebur: Anjlok Hampir 2%, Saatnya Good Bye?

Equityworld Futures | Harga emas lagi-lagi hancur lebur. Jelang data inflasi Amerika Serikat (AS) harga emas jatuh. Klarifikasi Presiden AS Donald Trump mengenai tidak adanya tarif untuk emas, belum mampu mendukung harga emas.

Equityworld Futures | Harga Emas Rontok 1,5% Lebih, Mending Jual atau Beli?

Pada perdagangan Senin (11/8/2025), harga emas dunia anjlok 1,60% di level US$3.344,15 per troy ons. Pelemahan ini memangkas kenaikan emas selama dua hari beruntun. Penutupan kemarin juga menjadi yang terendah sejak 31 Juli 2025.

Pada perdagangan hari ini Selasa (12/8/2025) hingga pukul 06.47 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,13% di posisi US$3.348,49 per troy ons.

Harga emas turun pada perdagangan Senin setelah Presiden Donald Trump mengatakan tidak akan ada tarif untuk emas batangan impor, sementara investor menunggu laporan inflasi AS yang dapat memberikan indikasi prospek suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Harga mencapai naik pada akhir pekan kemarin setelah laporan bahwa Washington mungkin akan mengenakan tarif impor khusus negara untuk emas batangan yang paling banyak diperdagangkan di AS.

Namun, dalam sebuah pernyataan yang diunggah di akun media sosialnya pada hari Senin, Trump mengatakan emas tidak akan dikenakan tarif, tetapi tidak memberikan detail lainnya.

Pasar mungkin sedikit lebih bearish, karena ketidakpastian ini telah berlalu, ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

“Para pedagang akan beralih dan fokus pada hal-hal lain, dan itu mungkin justru menguntungkan emas karena prospek suku bunga yang lebih rendah segera di AS,” tambah Wyckoff.

Dari sisi data, data harga konsumen AS akan dirilis pada hari Selasa, diikuti oleh data harga produsen pada hari Kamis.

“Jika angka inflasi minggu ini lebih tinggi dari perkiraan, hal itu dapat memberi The Fed alasan untuk menunda pemangkasan suku bunga yang diantisipasi pada bulan September, yang akan berdampak negatif pada harga emas,” tambah Wyckoff.

Laporan pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan baru-baru ini telah meningkatkan taruhan para pedagang untuk pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan September.

Negosiasi perdagangan juga menjadi sorotan seiring mendekatnya batas waktu 12 Agustus yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump untuk kesepakatan AS dengan China.

Sementara itu, Trump akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 15 Agustus di Alaska untuk merundingkan diakhirinya perang di Ukraina.

Emas cenderung berkinerja baik selama periode ketidakpastian dan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started