Equityworld Futures | IHSG Rawan Terkoreksi, Valbury Sekuritas Merekomendasikan Saham-Saham Ini

Equityworld Futures | IHSG Rawan Terkoreksi, Valbury Sekuritas Merekomendasikan Saham-Saham Ini

Equityworld Futures | Valbury Sekuritas Indonesia menyebutkan keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) 25 bps menjadi 5,75% kemungkinan besar telah direspon oleh pelaku pasar sampai akhir perdagangan Kamis (18/7) kemarin. Tudingan Google telah disusupi oleh intelijen China, justru menjadi sentimen eksternal yang bisa menekan IHSG.

Hari ini, Jumat (19/7) Valbury mematok titik support IHSG berturut-turut di level 6384, 6364, dan 6352. Adapun titik resistance IHSG berada di posisi 6415,6427 dan 6447.

Untuk hari ini, Valbury Sekuritas merekomendasikan trading buy untuk beberapa saham. Diantaranya adalah ASII, INTP, PTBA, ADRO, ANTM, dan JPFA.

Untuk saham PT Astra International Tbk (ASII), rekomendasi beli ada di level Rp 7.075-Rp 7.150 per saham. Titik resistance saham ASII ada di level Rp 7.325 dan support di posisi Rp 7.075 per saham. Batasi resiko Anda di level Rp 7.000 per saham.

Sedangkan saham Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) memiliki titik resistance di level Rp 22.125 dan support di posisi Rp 21.375 per saham. Saran beli jika harga saham INTP bergerak di kisaran Rp 21.375 hingga Rp 21.825 per saham. Titik cutloss ada di level Rp 21.225 per saham.

Berikutnya adalah saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Jika tertarik membeli saham perusahaan tambang pelat merah ini, Anda disarankan membeli saat harganya di Rp 2.830-Rp 2.870 per saham. Target harga saham PTBA hari ini berada di level Rp 2.910 per saham. Adapun titik support di posisi Rp 2.830 per saham. Batasi resiko Anda saat harga saham PTBA turun ke level Rp 2.800 per saham.

Equityworld Futures

Wall Street dibuka memerah karena imbas saham Netflix yang jatuh | Equityworld Futures

Sedangkan untuk saham PT Adaro Energy (ADRO), Titik support berada di level Rp 1.270 dan resistance di posisi Rp 1.335 per saham. Target harga saham ADRO berada di posisi Rp 1.335 per saham. Beli jika saham ADRO berada di kisaran Rp 1.270-Rp 1.300. Namun batasi resiko Anda jika harga saham perusahaan tambang ini turun ke level Rp 1.255 per saham.

Selanjutnya adalah saham ANTM. Target harga saham ini ada di level Rp 985 per saham. Anda disarankan membeli saat harganya berada di kisaran Rp 920-Rp 950 per saham. Jangan lupa, batasi resiko Anda jika harga saham ANTM turun ke posisi Rp 905 per saham.

Yang terakhir adalah saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). Hari ini saham JPFA memiliki target harga di posisi Rp 1.655 per saham. Anda disarankan membeli saat harganya ada di kisaran Rp 1.615 hingga Rp 1.630 per saham. Batasi resiko Anda saat harga saham JPFA ada di posisi Rp 1.600 per saham.

PT Equityworld | Nego Dagang AS-China Makin Runyam, Wall Street Melemah

PT Equityworld | Nego Dagang AS-China Makin Runyam, Wall Street Melemah

PT Equityworld | Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (17/7/2019) waktu setempat. Penurunan disebabkan oleh memburuknya sentimen investor akibat perang dagang AS-China yang kembali memanas. Selain itu musim rilis data pendapatan (earning seasons) perusahaan-perusahaan AS juga menjadi perhatian investor.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 115,7 poin atau 0,42%. Kemudian indeks S&P 500 turun 0,65% menjadi 2.984,42. Sementara indeks Nasdaq Composite ditutup 0,46% lebih rendah menjadi 8.185,21.

Saham ditutup pada posisi terendah hari itu tepat setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa kemajuan dalam kesepakatan perdagangan dengan China terhenti karena masalah pembatasan pada Huawei. Demikian disampaikan WSJ, mengutip beberapa sumber.

Trump sebelumnya pada Selasa, mengatakan kedua negara “masih memiliki jalan yang panjang” dalam negosiasi perdagangan. Trump juga menambahkan bahwa AS dapat menerapkan tarif tambahan pada barang-barang China senilai US$ 325 miliar.

Komentar Trump muncul setelah China dan AS sepakat untuk tidak meningkatkan ketegangan perdagangan dalam upaya untuk memulai kembali negosiasi. Komentar Trump itu datang di tengah ramainya rilis pendapatan perusahaan AS.

PT Equityworld

IHSG melemah seiring koreksi bursa saham Asia | PT Equityworld

Data FactSet menunjukkan sudah lebih dari 7% perusahaan S&P 500 yang melaporkan pendapatan kuartal kedua sejauh ini. Dari perusahaan-perusahaan itu, sekitar 85% telah membukukan laba yang lebih tinggi dari ekspektasi analis. Pertumbuhan pendapatan yang dilaporkan dari perusahaan-perusahaan tersebut adalah sekitar 3,1%.

Namun, ada juga yang laporan dengan prospek laba perusahaan yang suram. Analis memperkirakan laba S&P 500 turun 3% di kuartal kedua, menurut data FactSet, yang dikutip CNBC International.

Equity World | Ikuti Bursa Saham Asia, IHSG Dibuka Jatuh

Equity World | Ikuti Bursa Saham Asia, IHSG Dibuka Jatuh

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak ke teritori negatif pada perdagangan, Rabu (17/7/2019) pagi, melanjutkan koreksi dari posisi terakhir kemarin. Saat preopening, indeks turun 6,41 poin atau 0,1 persen ke 6.395,46.

Pada pembukaan perdagangan, indeks menambah poin pelemahan menjadi 6.397,11 dan sekitar pukul 09.07 WIB bergerak ke 6.386,77 atau turun 0,24 persen. Dari 367 saham yang diperdagangkan, 113 di antaranya menguat, 133 melemah dan 121 stagnan.

10 indeks sektoral penggerak IHSG, mayoritas melemah sementara tiga di antaranya mencatatkan penguatan. Sektor konsumer memimpin penguatan dengan naik 0,22 persen.

Kontributor utama yang menekan indeks, yakni sektor aneka industri yang turun 1,44 persen. Investor asing mewarnai perdagangan pagi dengan aksi beli bersih (net buy) Rp38,15 miliar.

Adapun saham yang masuk daftar top gainers, yaitu PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik Rp40 atau 1,31 persen ke Rp3.100, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) naik Rp30 atau 1,55 persen ke Rp1.970, PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) naik Rp20 atau 1,12 persen ke Rp1.800 dan PT Timah (Persero) Tbk (TINS) naik Rp15 atau 1,39 persen ke Rp1.095.

Sementara, saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers, yakni PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp125 atau 1,68 persen ke Rp7.325, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN) turun Rp50 atau 1,40 persen ke Rp3.520, PT Indosat Tbk (ISAT) turun Rp50 atau 1,73 persen ke Rp2.840 dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp20 atau 0,70 persen ke Rp2.420.

Equity World

Gara-gara Komentar Pedas Trump, Bursa Saham Asia Berguguran | Equity World

Bursa saham-saham di Asia sebagian besar tergelincir. Pasar saham China daratan, komposit Shanghai terkoreksi tipis, sedangkan indeks komposit Shenzhen naik 0,229 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong tergelincir 0,38 persen.

Selanjutnya indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,48 persen, sedangkan indeks Topix merosot 0,16 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi diperdagangkan 1,07 persen lebih rendah, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,51 persen.

Equity World | Siap-Siap, Malam Ini Harga Emas Berpeluang Gerak Kencang Lagi

Equity World | Siap-Siap, Malam Ini Harga Emas Berpeluang Gerak Kencang Lagi

Equity World | Harga emas dunia cenderung bergerak stabil sejak awal pekan kemarin akibat belum adanya momentum penggerak yang baru. Logam mulia masih diuntungkan dengan spekulasi pemangkasan suku bunga di Amerika Serikat (AS).

Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) pasti akan memangkas suku bunga pada 31 Juli (1 Agustus waktu Indonesia). Hal tersebut tercermin dari data piranti FedWatch milik CME Group yang menunjukkan probabilitas 0% suku bunga The Fed 2,25%-2,5% akan dipertahankan.

Pelaku pasar melihat ada probabilitas sebesar 70,3% suku bunga akan dipangkas 25 basis poin (bps) saat The Fed mengumumkan kebijakan moneter 31 Juli (1 Agustus waktu Indonesia). Selain itu terdapat probabilitas 29,7% suku bunga dipangkas 50 bps.

Melihat data tersebut pelaku pasar sepertinya sangat yakin 100% The Fed akan memangkas suku bunganya, entah itu 25 atau 50 bps. Nah, yang menjadi pertanyaan, berapa kali suku bunga akan dipangkas?

Untuk saat ini pelaku pasar masih memiliki keyakinan akan ada tiga kali pemangkasan di tahun ini. Keyakinan tersebut bisa bertambah seandainya data penjualan ritel AS dirilis mengecewakan.

Equity World

Awal Perdagangan, IHSG Menguat saat Bursa Asia Tertekan | Equity World

Departemen Perdagangan AS akan melaporkan data penjualan ritel dan penjualan ritel inti (tidak memasukkan sektor otomotif dalam perhitungan) bulan Juni pada pukul 19:30 WIB.

Melihat prediksi di Forex Factory, kedua data tersebut diprediksi masing-masing tumbuh 0,1% dari sebelumnya 0,5%. Rentangnya pertumbuhan itu tentunya mengindikasikan belanja warga AS melambat di akhir kuartal-II 2019, dan bisa jadi akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi AS periode April-Juni.

Jika data tersebut dirilis lebih rendah dari prediksi, spekulasi pemangkasan tiga kali akan semakin menguat, dolar AS jeblok dan emas bisa melesat naik lagi. Begitu juga sebaliknya jika data menunjukkan kejutan lebih tinggi dari prediksi, greenback bisa menguat dan logam mulia akan tertekan.

Emas merupakan aset tanpa imbal hasil, sehingga semakin rendah suku bunga di AS dan secara global, akan memberikan keuntungan yang lebih besar dalam memegang aset emas. Logam mulia sangat terkait dengan nilai tukar dolar AS. Kala greenback melemah, maka harga emas akan naik karena emas adalah komoditas yang dibanderol dengan dolar AS.

Equity World | Jelas! Ekonomi China Nyungsep, Harga Emas Dunia Terbang

Equity World | Jelas! Ekonomi China Nyungsep, Harga Emas Dunia Terbang

Equity World | Pergerakan harga emas dunia masih variatif dengan kecenderungan melemah terbatas. Rilis data ekonomi China yang mixed membuat pelaku pasar masih memasang mode wait and see.

Pada perdagangan hari Senin (15/7/2019) pukul 09:30 WIB, harga emas kontrak pengiriman Agustus di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) menguat 0,12% ke level US$ 1.413,9/troy ounce atau senilai Rp 633.228/gram.

Sementara harga emas di pasar spot terpantau melemah 0,22% menjadi US$v 1.412,43/troy ounce.

Angka pertumbuhan ekonomi China kuartal II-2019 dibacakan sebesar 6,2% secara tahunan (year-on-yar/YoY) oleh Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS). Itu merupakan pertumbuhan ekonomi paling lambat sejak 1992 atau dalam 27 tahun terakhir.

Dampak dari eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) terbukti mampu membuat ekonomi Negeri Tirai Bambu semakin tertekan.

Mengingat China merupakan negara dengan perekonomian terbesar ke dua di dunia, maka dampaknya juga akan merebak ke negara-negara lain.

Alhasil risiko perlambatan ekonomi global masih akan terus menghantui pelaku pasar dan membuat investasi pada aset berisiko agak dihindari.

Dalam kesempatan tersebut, emas masih dipertahankan sebagai instrumen pelindung nilai (hedging) karena fluktuasi nilainya yang relatif kecil.

Akan tetapi, bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi yang buruk, penjualan barang-barang ritel China pada bulan Juni tercatat naik 9,5% YoY. Angka pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi ketimbang prediksi konsensus yang hanya 8,5% dan merupakan yang paling besar sejak April 2018, mengutip Trading Economics.

Ada pula pertumbuhan barang-barang industrial China bulan Juni juga naik hingga 6,3% YoY yang juga lebih tinggi dibanding prediksi konsensus sebesar 5,2% YoY.

Data tersebut menunjukkan tingkat konsumsi penduduk Negeri Panda yang masih kuat, di tengah gejolak perekonomian yang melanda. Sama halnya dengan Indonesia, konsumsi di China juga merupakan komponen terbesar dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Kala Konsumsi masih terjaga, ada peluang pertumbuhan ekonomi ke depan tidak anjlok terlalu dalam.

Dengan begitu kekhawatiran investor akan kondisi ekonomi global ke depan dapat diredam. Alhasil pelaku pasar belum ada keinginan untuk menambak koleksi emas.

Namun, pelaku pasar juga masih menantikan keputusan suku bunga acuan Bank Sentral AS, The Fed yang akan dibacakan akhir bulan Juli.

Equity World

Harga Emas Antam Hari Ini Rp 706 Ribu Per Gram | Equity World

Mengutip CME Fedwatch hari Senin (15/7/2019) pukul 09:15 WIB, probabilitas The Fed menurunkan suku bunga acuan (Federal Funds Rate/FFR) pada rapat Komite Pengambil Kebijakan (FOMC) bulan Juli mencapai 100%.

Kemungkinan FFR turun 25 basis poin mencapai 74,4%, sedangkan peluang turun 50 basis poin sebesar 25,6%.

Dengan adanya penurunan suku bunga acuan, kegiatan usaha akan mendapatkan stimulus berupa peningkatan likuiditas. Fasilitas kredit semakin murah, ekspansi bisnis bisa di gas.

Bila FFR benar-benar dipangkas, terlebih dengan sangat agresif, maka nilai tukar dolar akan rentan terkoreksi akibat banjir likuiditas.

Aset-aset berbasis dolar akan berisiko terkoreksi akibat perbedaan nilai tukar. Dalam kesempatan tersebut, investor masih berjaga-jaga untuk segera mengoleksi emas agar koreksi nilai aset bisa diminimalisasi.

Harga emas juga lebih murah saat kurs dolar AS melemah bagi pemegang mata uang lain. Sebab, emas di pasar global ditransaksikan dalam dolar AS.

Equityworld Futures | Berkat Bos The Fed, Bursa Saham Asia Kompak Cetak Penguatan

Equityworld Futures | Berkat Bos The Fed, Bursa Saham Asia Kompak Cetak Penguatan

Equityworld Futures | Seluruh bursa saham utama kawasan Asia kompak ditutup di zona hijau pada perdagangan hari ini: indeks Nikkei naik 0,51%, indeks Shanghai menguat 0,08%, indeks Hang Seng melejit 0,81%, indeks Straits Times terapresiasi 0,3%, dan indeks Kospi melesat 1,06%.

Sentimen positif bagi bursa saham Benua Kuning datang dari rilis risalah (minutes of meeting) pertemuan The Federal Reserve (The Fed) edisi Juni 2019.

Melalui risalah ini, semakin terkonfirmasi bahwa The Fed memiliki intensi untuk memangkas tingkat suku bunga acuan dalam waktu dekat. Para pejabat bank sentral Negeri Paman Sam memandang bahwa pemangkasan tingkat suku bunga acuan perlu dieksekusi guna menjaga laju perekonomian.

“Beberapa anggota melihat bahwa pemangkasan federal funds rate dalam waktu dekat dapat membantu meminimalisir dampak dari guncangan terhadap ekonomi di masa depan,” tulis risalah rapat The Fed, dilansir dari CNBC International.

Lebih lanjut, testimoni Gubernur The Fed Jerome Powell semakin mengukuhkan optimisme bahwa tingkat suku bunga acuan akan segera dipangkas. Kemarin (10/7/2019) waktu setempat, Powell memberikan testiomi di hadapan House Financial Services Committee terkait laporan kebijakan moneter semi tahunan.

Pesimisnya Powell dalam melihat kondisi perekonomian di masa depan dibuktikan dengan pengulangan kata ‘ketidakpastian’ (uncertainty) yang begitu sering. CNBC International mencatat bahwa dalam testimoninya di hadapan anggota kongres, setidaknya 26 kali kata ‘ketidakpastian’ diucapkan oleh suksesor dari Janet Yellen itu.

‘Ketidakpastian’ yang diucapkan Powell mengacu kepada berbagai macam hal, seperti prospek perekonomian AS, rendahnya tekanan inflasi, perang dagang AS-China, hingga konsumsi rumah tangga.

Lantas, Powell memberi sinyal yang kuat terkait dengan pemangkasan tingkat suku bunga acuan dan kini, optimisme kembali membuncah bahwa The Fed akan memangkas tingkat suku bunga acuan sebesar 50 bps dalam pertemuannya pada akhir bulan ini.

Equityworld Futures

Data inflasi AS terbaru meredupkan kilau emas | Equityworld Futures

Mengutip situs resmi CME Group yang merupakan pengelola bursa derivatif terkemuka di dunia, berdasarkan harga kontrak fed fund futures per 11 Juli 2019, probabilitas bahwa The Fed akan memangkas tingkat suku bunga acuan sebesar 50 bps pada pertemuan bulan ini berada di level 32,8%. Kemarin sore waktu Indonesia, probabilitasnya berada di angka 0%. Sementara itu, probabilitas tingkat suku bunga acuan dipangkas sebesar 25 bps berada di level 67,2%.

Di tengah perang dagang AS-China yang belum juga bisa diselesaikan, tentu pemangkasan tingkat suku bunga acuan, apalagi jika signifikan, merupakan opsi terbaik guna menyelamatkan perekonomian AS dari yang namanya hard landing.

Kala laju perekonomian AS bisa didorong di level yang relatif tinggi, maka laju perekonomian dunia diharapkan bisa dipacu untuk melaju di level yang relatif tinggi juga. Maklum, AS merupakan negara dengan nilai perekonomian terbesar di planet bumi.

Equityworld Futures | Hore! The Fed Berniat Pangkas Bunga, Bursa Asia Tancap Gas

Equityworld Futures | Hore! The Fed Berniat Pangkas Bunga, Bursa Asia Tancap Gas

Equityworld Futures | Seluruh bursa saham utama kawasan Asia kompak mengawali perdagangan hari ini di zona hijau: indeks Nikkei naik 0,06%, indeks Shanghai menguat 0,44%, indeks Hang Seng naik 0,51%, indeks Straits Times terapresiasi 0,4%, dan indeks Kospi bertambah 0,57%.

Sentimen positif bagi bursa saham Benua Kuning datang dari rilis risalah (minutes of meeting) pertemuan The Federal Reserve (The Fed) edisi Juni 2019.

Melalui risalah ini, semakin terkonfirmasi bahwa The Fed memiliki intensi untuk memangkas tingkat suku bunga acuan dalam waktu dekat, kemungkinan pada bulan ini juga. Para pejabat bank sentral Negeri Paman Sam memandang bahwa pemangkasan tingkat suku bunga acuan perlu dieksekusi guna menjaga laju perekonomian.

“Beberapa anggota melihat bahwa pemangkasan federal funds rate dalam waktu dekat dapat membantu meminimalisir dampak dari guncangan terhadap ekonomi di masa depan,” tulis risalah rapat The Fed, dilansir dari CNBC International.

Perang dagang antara AS dengan China menjadi faktor yang dianggap berpotensi membawa guncangan bagi perekonomian AS. Sejauh ini, AS telah mengenakan bea masuk baru terhadap produk impor asal China senilai US$ 250 miliar, sementara China membalas dengan mengenakan bea masuk baru bagi produk impor asal AS senilai US$ 110 miliar.

“Para anggota secara umum setuju bahwa risiko terhadap prospek perekonomian telah meningkat semenjak pertemuan pada bulan Mei, utamanya risiko yang berkaitan dengan negosiasi dagang yang tengah berlangsung dan perlambatan ekonomi di negara-negara lain.”

Lebih lanjut, testimoni Gubernur The Fed Jerome Powell semakin mengukuhkan optimisme bahwa tingkat suku bunga acuan akan segera dipangkas. Kemarin (10/7/2019) waktu setempat, Powell memberikan testiomi di hadapan House Financial Services Committee terkait laporan kebijakan moneter semi tahunan.

Dalam testimoninya, Powell menyebut bahwa investasi dari pelaku usaha di sana telah menunjukkan perlambatan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir seiring dengan ketidakpastian yang menyelimuti prospek perekonomian.

Equityworld Futures

The Fed Tak Terlalu Dovish, Bursa Saham Asia Berguguran | Equityworld Futures

“Banyak anggota FOMC sebelumnya melihat bahwa urgensi untuk mengadopsi kebijakan moneter yang lebih akomodatif telah meningkat. Sejak saat itu, berdasarkan data yang dirilis dan berbagai perkembangan lainnya, nampak bahwa ketidakpastian terkait perang dagang dan kekhawatiran mengenai laju perekonomian dunia telah terus membebani prospek perekonomian AS.”

Di tengah perang dagang AS-China yang belum juga bisa diselesaikan, tentu pemangkasan tingkat suku bunga acuan, apalagi jika signifikan, merupakan opsi terbaik guna menyelamatkan perekonomian AS dari yang namanya hard landing.

Mengingat AS merupakan negara dengan nilai perekonomian terbesar di dunia, laju perekonomian AS yang relatif oke tentu akan memberi dampak positif bagi perekonomian negara-negara lain.

PT Equityworld | Keyakinan Konsumen Memburuk, Dolar Australia Melemah Lagi

PT Equityworld | Keyakinan Konsumen Memburuk, Dolar Australia Melemah Lagi

PT Equityworld | Dolar Australia kembali melemah melawan rupiah pada perdagangan Rabu (10/7/19). Jika Selasa kemarin terbebani penurunan keyakinan dunia usaha, kini Mata Uang Kanguru tertekan merosotnya keyakinan konsumen Australia.

Pada pukul 13:00 WIB, dolar Australia diperdagangkan di level Rp 9.775,91, atau melemah 0,09% di pasar spot, setelah turun 0,48% Selasa kemarin, melansir data Refinitiv.

Westpac Banking Corp. melaporkan tingkat keyakinan konsumen Australia turun menjadi -4,1% di bulan ini dari bulan sebelumnya -0,6%.

Konsumen Negeri Kanguru saat ini menjadi paling pesimistis dalam dua tahun terakhir, padahal Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) sudah memangkas suku bunga sebanyak dua kali dalam dua bulan terakhir hingga ke rekor terendah 1%.

PT Equityworld

Dolar AS Naik Terhadap Sebagian Besar Anggota G10 | PT Equityworld

Akibat buruknya data ekonomi tersebut, dolar Australia masih tertahan di dekat titik terendah dua setengah tahun.

Berikut beberapa kurs jual beli dolar Australia yang diambil dari situs resmi beberapa bank siang ini.

Bank Kurs Beli Kurs Jual
BCA 9.774,20 9.824,20
BRI 9.769,43 9.908,41
Mandiri 9.743,00 9.849,00
BNI 9.749,00 9.819,00

Equityworld Futures | Mari Simak Saham-saham Layak Beli Versi Broker

Equityworld Futures | Mari Simak Saham-saham Layak Beli Versi Broker

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan ditutup terkoreksi 0,34% ke level 6.351,83 pada perdagangan Senin kemarin, (8/7/2019). Semenjak awal dagang, IHSG sudah terkoreksi 0,21%.

Kinerja IHSG senada dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang kompak ditransaksikan di zona merah: indeks Nikkei turun 0,98%, indeks Shanghai ambruk 2,58%, indeks Hang Seng melemah 1,54%, indeks Straits Times jatuh 1,12%, dan indeks Kospi terkoreksi 2,2%.

Sebelum memulai perdagangan hari ini, Selasa (9/7/2019) dibuka, berikut saham-saham yang direkomendasikan broker sebagaimana dirangkum CNBC Indonesia yang layak disimak:

  1. Indosurya Sekuritas – Rilis Penjualan Ritel Jadi Katalis IHSG
    Rilis data tentang penjualan ritel yang akan dilansir hari ini, berpotensi mengalami peningkatan, hal ini tentunya dapat menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan IHSG pada hari ini. Untuk jangka panjang IHSG masih berada dalam pola uptrend, hari ini peluang kenaikan masih akan terlihat pada IHSG. Diperkirakan, IHSG akan bergerak pada kisaran 6.302 – 6.488

Saham pilihan:

SMRA
BSDE
TLKM
HMSP
  1. Binaartha Sekuritas – IHSG Menguji Level 6.390
    IHSG ditutup melemah 0,34% di level 6351,82 pada 8 Juli 2019. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.328,57 hingga 6.305,33. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range level 6.371,21 hingga 6.390,61.

Berdasarkan indikator, MACD sudah berada di area positif. Sementara itu, terlihat bahwa Stochastic dan RSI sudah berada di area netral. Sebagai informasi tambahan, terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance.

Saham pilihan:

BMRI
INCO
INTP
LPCK
  1. Panin Sekuritas – IHSG Berpotensi Menguat
    Sepanjang perdagangan kemarin IHSG terkoreksi mengikuti bursa saham Asia. Namun, penurunan ini masih sangat terbatas pada support MA20 dan juga di atas level 6.350, sehingga secara teknikal IHSG belum mengakhiri trennya.

Pasar masih minim sentimen dengan nuansa window dressing, saham-saham lapis kedua atau second liner akan menguasai perdagangan hari ini. Diperkirakan, IHSG menguat pada level 6.330 – 6.380.

Saham pilihan:

AGII
AGRO
HKMU
WIKA

Equityworld Futures

Bursa Saham Asia Bergerak | Equiatyworld Futures

  1. Mega Capital Sekuritas – Pasar Menanti Suku Bunga The Fed
    Pelemahan IHSG pada perdagangan kemarin, Senin (8/7/2019) disebabkan oleh ketidakpastiaan The Fed dalam menurunkan tingkat suku bunganya yang berdampak pada ekspekstasi perdagangan di bursa.

Hal serupa juga dialami oleh Wallstreet. Koreksi dipicu saham Apple yang memicu tekanan jual saham teknologi lainnya. Selain itu, pasar juga masih menunggu keputusan The Fed dalam menetapkan suku bunga di AS.

Saham pilihan:

ASII
BNGA
INDY
ANTM

Equityworld Futures | Investasi di Saham Asuransi, Mana yang Paling Cuan?

Equityworld Futures | Investasi di Saham Asuransi, Mana yang Paling Cuan?

Equityworld Futures | Emiten asuransi masuk dalam sektor keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga saat ini ada 15 emiten yang tercatat dalam subsektor ini. Kalangan analis menulis sektor asuransi merupakan sektor tak terlalu agresif pergerakannya, hal ini mencerminkan likuiditasnya yang rendah.

Pelaku pasar juga tak ayal jarang melirik emiten-emiten ini lantaran sahamnya yang dinilai tak likuid. Salah satu sebabnya karena kapitalisasi pasarnya (market cap) yang tak terlalu beras.

“Memang likuiditasnya kurang baik, sehingga kurang menarik. Mungkin market cap-nya [kapitalisasi pasar] juga kurang besar,” kata Suria Dharma, analis Samuel Sekuritas Indonesia kepada CNBC Indonesia belum lama ini.

Menurut Suria, selain karena pengaruh sebaran investor publik rendah dan market cap juga lebih kecil, emiten-emiten asuransi juga kurang aktif dalam melakukan aksi korporasi dan pengembangan usaha.

Equityworld Futures

Ponsel Ilegal Siap Diberantas, ke Mana Arah Saham Trikomsel? | Equityworld Futures

CNBC Indonesia merekap pergerakan harga saham di perusahaan asuransi ini dan menemukan bahwa pergerakan saham tertinggi sejak awal tahun hingga hari ini 8 Juli 2019 dialami oleh saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI), saham yang masih memiliki afiliasi dengan keluarga BJ Habibie.

Asuransi adalah salah satu sub-sektor yang masuk sektor Keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sub-sektor lain yakni bank, lembaga pembiayaan (multifinance), perusahaan efek (broker), dan lainnya (perusahaan holding jasa investasi).

Data sektoral di BEI per 8 Juli 2019 menunjukkan, ada 89 jumlah emiten di sektor Keuangan, terbagi atas bank (44 emiten), multifinance (16 emiten), perusahaan efek (5 emiten), asuransi (15 emiten), dan lainnya (9 emiten).

Design a site like this with WordPress.com
Get started