Equity World | Pasca-Serangan Fasilitas Minyak Arab Saudi, Wall Street Bergerak Lesu

Equity World | Pasca-Serangan Fasilitas Minyak Arab Saudi, Wall Street Bergerak Lesu

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir melemah pada perdagangan Senin waktu setempat. Melimpahnya stok minyak sementara waktu ini membuat sebagian besar saham pada Wall Street jatuh.

Asal tahu saja, pada akhir pekan kemarin terjadi serangan pada fasilitas minyak Arab Saudi. Kejadian tersebut menambah kekhawatiran investor tentang risiko geopolitik dan pelemahan ekonomi global.

Serangan terhadap pengekspor minyak mentah terbesar dunia tersebut membuat harga minyak naik lebih dari 20%. Sebab berbagai negara mengatakan akan memanfaatkan cadangan darurat untuk memastikan pasokan yang stabil.

Indeks energi S&P 500 menjadi ukuran satu sektor, seperti saham Apache Corp, Helmerich dan Payne dan Cimarex Energy (XEC.N) melonjak antara 12% dan 17%.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 0,52% menjadi berakhir pada 27.076,82 poin. Sedangkan S&P 500 kehilangan 0,31% menjadi 2.997,96.

Naiknya harga minyak membuat biaya bahan bakar menjadi lebih tinggi dan mendorong turunnya saham maskapai penerbangan dan operator jalur pelayaran, seperti SPCOMALI merosot 2,1%, sementara Carnival Corp turun 3,2%.

Equity World

Wall Street dibuka memerah terpapar efek penyerangan fasilitas minyak milik Aramco | Equity World

“Serangan pesawat tak berawak di Saudi telah berdampak pada bagaimana investor melihat keamanan dan stabilitas rantai pasokan energi global dan memicu tingkat penilaian ulang risiko,” kata Pendiri Kenny Commentary LLC dan Strategic Board Solutions LLC Peter Kenny, dilansir dari Reuters, Selasa, (17/9/2019).

Sementara itu, saham perusahaan pertahanan seperti Raytheon Co, Lockheed Martin Corp dan Northrop Grumman Corp naik lebih dari 2%.

Koalisi militer pimpinan Saudi yang memerangi gerakan Houthi Yaman mengatakan, serangan itu dilakukan dengan senjata Iran. Ini meningkatkan prospek konflik global yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Equity World | Bursa Asia Cenderung Tertekan

Equity World | Bursa Asia Cenderung Tertekan

Equity World | Gerak bursa saham di perdagangan Asia pada pembukaan pagi ini terpantau fluktuatif. Bursa Asia pun cenderung berada di zona merah.

Mengutip data Bloomberg, Senin, 16 September 2019, indeks Nikkei Stock Average 225 menguat tajam 228,68 poin atau 1,05 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Indeks Topix yang lebih luas pada perdagangan pertama di Tokyo Stock Exchange naik 14,77 poin atau 0,93 persen menjadi 1.609.

Sementara indeks Hang Seng Hong Kong tertekan 283,7 poin atau setara 1,04 persen menjadi 27.068. Sedangkan indeks Shanghai Tiongkok menguat tipis 0,22 poin atau setara 0,01 persen ke 3.031.

Equity World

Timur Tengah Panas, Bursa Saham Asia Jadi Galau! | Equity World

Selain itu indeks Kospi Korea Selatan naik 5,47 poin atau setara 0,27 persen menjadi 2.054. Indeks Australia S&P ASX 200 turun 3,688 poin atau setara 0,06 persen ke 6.665.

Selanjutnya, bursa saham Malaysia terpantau menguat tipis 0,25 poin atau setara 0,02 persen ke posisi 1.601. Serta bursa saham Singapura Straits Times melemah 13,71 poin atau setara 0,43 persen ke 3.197.

Adapun gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 125,15 poin atau setara 1,98 persen ke posisi 6.209. Serta indeks saham Thailand naik 1,28 poin atau setara 0,08 persen ke 1.103.

Equity World | Dibebani Saham Konsumer, IHSG Cuma Bisa Naik Tipis

Equity World | Dibebani Saham Konsumer, IHSG Cuma Bisa Naik Tipis

Equity World | Mengawali perdagangan hari ini dengan apresiasi sebesar 0,43% ke level 6.369,42, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tergelincir ke zona merah sekitar pukul 10:00 WIB. Beruntung, IHSG kemudian bisa memperbaiki keadaan dengan kembali lagi ke zona hijau.

Per akhir sesi satu, indeks saham acuan di Indonesia tersebut menguat tipis 0,02% ke level 6.343,63.

Saham-saham yang berkontribusi signifikan dalam mendongkrak kinerja IHSG di antaranya: PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (+0,58%), PT Semen Indonesia Tbk/SMGR (+1,8%), PT Gudang Garam Tbk/GGRM (+0,81%), PT Astra International Tbk/ASII (+0,37%), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (+0,24%).

Kinerja IHSG senada dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang juga sedang melaju di zona hijau. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei menguat 1%, indeks Shanghai naik 0,75%, indeks Hang Seng bertambah 0,36%, dan indeks Straits Times terapresiasi 0,34%. Sementara itu,perdagangan di bursa saham Korea Selatan diliburkan seiring dengan peringatan Chuseok Day.

Hubungan AS-China yang kian mesra di bidang perdagangan menjadi faktor utama yang memantik aksi beli di bursa saham Asia. Kemarin waktu setempat (12/9/2019), Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa AS dan China bisa meneken kesepakatan dagang interim, walau itu bukanlah sebuah opsi utama.

“Bayak orang membicarakannya, saya melihat banyak analis menyebut mengenai sebuah kesepakatan interim – yang artinya kita akan menyepakati beberapa hal saja, yang mudah dulu. Tidak ada yang mudah atau sulit, yang ada adalah ada kesepakatan atau tidak ada kesepakatan. Tetapi itu adalah sesuatu yang akan kita pertimbangkan, saya rasa,” ujar Trump, seperti dikutip CNBC International.

Equity World

IHSG ditutup menguat ikuti kenaikan bursa saham Asia | Equity World

Melansir CNBC International, delegasi kedua negara dijadwalkan bertemu pada pekan depan guna melanjutkan usaha untuk menyusun rancangan kesepakatan dagang.

Sinyal dari Trump bahwa AS-China bisa meneken kesepakatan dagang interim datang pasca dirinya mengumumkan melalui media sosial Twitter bahwa kenaikan bea masuk bagi produk impor asal China yang sebelumnya dijadwalkan akan mulai berlaku pada tanggal 1 Oktober, diundur menjadi tanggal 15 Oktober.

Untuk diketahui, bea masuk yang diundur tersebut merupakan bea masuk yang menyasar produk impor asal China senilai US$ 250 miliar. Pemerintahan Presiden Trump akan menaikkan bea masuk bagi produk senilai US$ 250 miliar tersebut menjadi 30%, dari yang sebelumnya 25%.

Trump mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan permintaan dari Wakil Perdana Menteri China Liu He, beserta dengan fakta bahwa tanggal 1 Oktober merupakan peringatan ke 70 tahun dari lahirnya Republik Rakyat China.

itikad baik dari AS ini melengkapi itikad baik yang sudah ditunjukkan oleh China. Pada hari Rabu (11/9/2019), Kementerian Keuangan China mengumumkan daftar produk impor asal AS yang akan dibebaskan dari pengenaan bea masuk baru. Melansir CNBC International, ada sebanyak 16 jenis produk impor yang diberikan pembebasan oleh China, termasuk pakan ternak, obat untuk kanker, dan pelumas. Pembebasan ini akan mulai berlaku pada tanggal 17 September hingga September 2020.

Sebagai informasi, sejauh ini delegasi tingkat tinggi dari kedua negara masih dijadwalkan untuk menggelar negosiasi dagang secara tatap muka pada awal bulan depan. Negosiasi tatap muka di AS pada awal bulan depan diketahui akan melibatkan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Wakil Perdana Menteri China Liu He, serta Gubernur Bank Sentral China Yi Gang.

Equity World | Uji Nyali, Berani Coba Saham Kolesterol Tinggi Ini?

Equity World | Uji Nyali, Berani Coba Saham Kolesterol Tinggi Ini?

Equity World | Beberapa pelaku pasar memilih untuk tidak berinvestasi di pasar saham karena prinsipnya yang high risk dan high return, yang artinya menanamkan modal pada aset beresiko tinggi tapi berpotensi memberikan imbal hasil selangit.

Adapun investor pemula yang masih awam umumnya memilih untuk menggelontorkan dana mereka pada saham yang menjamin imbal hasil karena likuiditas yang tinggi, seperti saham-saham yang masuk dalam kategori LQ45. Terlebih lagi, saham di LQ45 mayoritas memiliki landasan fundamental kinerja keuangan yang cenderung baik.

Akan tetapi, data pasar menunjukkan bahwa saham yang memberikan cuan tertinggi sepanjang tahun ini, justru dari emiten dengan likuiditas rendah dengan kapitalisasi pasar tidak terlalu besar. Rerata nilai transaksi harian di bawah Rp 5 miliar.

Dalam dunia pasar modal saham sering disebut ‘saham berkolesterol tinggi’, kenapa? Hal ini karena saham telah ‘digoreng’ yang membuat harganya melesat dan menarik bagi trader.

Namun, saham-saham tersebut selain cepat naik tapi juga bisa tiba-tiba anjlok harganya, bak Roller Coaster. Jadi resiko yang menyelimuti juga sangat besar.

Alhasil, pergerakan sahamnya tidak dapat diperkirakan oleh para analis. Jadilah saham yang digoreng ini istilah ‘berkolesterol’ dan tidak sehat bagi investor.

Tim Riset CNBC Indonesia mencoba merangkum 10 saham ‘berkolesterol tinggi’ sepanjang tahun 2019.

Berdasarkan tabel di atas, produsen gas elpiji, PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) menduduki posisi teratas dengan imbal hasil mencapai 1.472%, di mana per 11 September 2019 kapitalisasi pasar perusahaan hanya Rp 2,23 triliun.

Equity World

Saham Asia naik karena harapan perdagangan AS-China, stimulus moneter | Equity World

Selain itu, melansir RTI Analytics, PICO rata-rata hanya ditransaksikan sebanyak 392.394 ribu unit dengan rerata nilai transaksi sebesar Rp 559,17 juta.

Peroleh itu jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan transaksi saham LQ45, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Rata-rata volume perdagangan Bank BUKU IV tersebut sebesar 109,26 juta unit dengan nilai transaksi mencapai Rp 421,27 miliar. Hampir 800 kali lipat lebih besar dibandingkan PICO.

Jika dirinci lebih lanjut, pelaku pasar patut waspada karena beberapa saham di atas langganan terkena penghentian sementara (suspensi) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti PICO, ARTO, POLL, dan NICK.

Meskipun kesepuluh emiten di atas memiliki kapitalisasi pasar kecil, likuiditas rendah, dan beresiko tinggi karena fluktuasi harga, investor bernyali besar tetap tertarik untuk menggelontorkan dana mereka untuk membeli saham tersebut. Lalu, berapa keuntungan yang dikantongi investor yang bernyali ini?

PT Equityworld | Turun Lagi, Emas Antam Dibanderol Rp 751 Ribu

PT Equityworld | Turun Lagi, Emas Antam Dibanderol Rp 751 Ribu

PT Equityworld | Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dijual seharga Rp751.000 per gram pada perdagangan Rabu (11/9/2019).

Harga ini turun sebanyak Rp3.000 per gram dibandingkan posisi sebelumnya di Rp754.000 per gram

Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dijual seharga Rp751.000 per gram pada perdagangan Rabu (11/9/2019).

Harga ini turun sebanyak Rp3.000 per gram dibandingkan posisi sebelumnya di Rp754.000 per gram

PT Equityworld

Bursa Saham Asia Selasa Dibuka Mayoritas Menguat | PT Equityworld

Pecahan 1 gram Rp 751.000

Pecahan 2 gram Rp 1.451.000

Pecahan 3 gram Rp 2.155.000

Pecahan 5 gram Rp 3.575.000

Pecahan 10 gram Rp 7.085.000

Pecahan 25 gram Rp 17.605.000

Pecahan 50 gram Rp 35.135.000

Pecahan 100 gram Rp 70.200.000

Pecahan 250 gram Rp 176.000.000

Pecahan 500 gram Rp 351.800.000

Pecahan 1.000 gram Rp 703.600.000.

PT Equityworld | Hari Ini Harga Emas Antam Kembali Merosot

PT Equityworld | Hari Ini Harga Emas Antam Kembali Merosot

PT Equityworld | Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Rabu (11/9/2019) senilai Rp 751.000 per gram. Harga tersebut turun Rp 3.000 dibandingkan harga emas batangan pada Senin (10/9/2019) kemarin yang berada di angka Rp 754.000 per gram. Sementara itu, harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas Antam mau menjual emas batangan tersebut sebesar Rp 675.000. Sebagai catatan, harga emas Antam tersebut berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda. Adapun sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi. Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22. Berikut rincian harga emas Antam:

PT Equityworld

AS-China Kian Mesra, Bursa Saham Asia Menghijau | PT Equityworld

0,5 gram Rp 400.000
1 gram Rp 751.000
2 gram Rp 1.451.000
3 gram Rp Rp 2.155.000
5 gram Rp 3.575.000
10 gram Rp 7.085.000
25 gram Rp 17.605.000
50 gram Rp 35.135.000
100 gram Rp 70.200.000

Equityworld Futures | Saham Tokyo dibuka menguat ikuti kenaikan di Wall Street

Equityworld Futures | Saham Tokyo dibuka menguat ikuti kenaikan di Wall Street

Equityworld Futures | Saham-saham Tokyo dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi, menyusul petunjuk positif dari Wall Street akhir pekan lalu, karena ekspektasi pasar meningkat untuk pemangkasan suku bunga bulan ini oleh Federal Reserve AS.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) bertambah 73,51 poin atau 0,35 persen, dari tingkat penutupan Jumat (6/9), menjadi diperdagangkan di 21.273,08 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari semua saham papan utama di pasar Tokyo naik 5,21 poin atau 0,34 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.542,31 poin.

Saham-saham yang terkait dengan asuransi, farmasi, dan transportasi udara merupakan penerima keuntungan terkemuka pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.

Equityworld Futures

Data Tenaga Kerja Kurang Joss, Wall Street Campur Aduk | Equityworld Futures

Indeks S&P 500 dan Dow naik tipis pada penutupan perdagangan di Wall Street, Jumat (6/9/2019), karena investor mencerna laporan pekerjaan AS beragam dan bertaruh pada penurunan suku bunga Fed bulan ini, sementara rencana stimulus China membantu meredakan beberapa kekhawatiran seputar pertumbuhan global.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 69,31 poin atau 0,26 persen menjadi berakhir di 26.797,46 poin. Indeks S&P 500 bertambah 2,72 poin atau 0,09 persen, menjadi ditutup di 2.978,72 poin. Sementara Indeks Komposit Nasdaq turun 13,75 poin atau 0,17 persen, menjadi 8.103,07 poin.

Equityworld Futures | Harga Emas “Santuy” Bertengger di Harga Rp700 ribu, Ternyata Ini Penyebabnya

Equityworld Futures | Harga Emas “Santuy” Bertengger di Harga Rp700 ribu, Ternyata Ini Penyebabnya

Equityworld Futures | Memasuki bulan September, kenaikan harga emas masih menjadi pembicaraan hangat masyarakat. Pasalnya sepanjang bulan Agustus harga beli emas per gram telah menyentuh Rp700 ribu. Pun dalam pekan pertama bulan ini, harganya masih bertengger di atas harga tersebut.

Pantauan harga di Aplikasi Treasury, sebagai plaform Investasi Emas terpercaya, harga beli tertinggi di bulan Agustus mencapai Rp717.456,6 pada 27 Agustus. Sedangkan dalam satu pekan terakhir harga tertinggi masih sebesar Rp717.319,2 pada 3 September.

Harganya cenderung stabil, dan telah mencapai keseimbangan baru di kisaran harga Rp700 ribu, jauh dibanding tiga bulan lalu di kisaran harga Rp600 ribu. Itu artinya jika tiga bulan yang lalu kita memiliki #SimpenanEmas 10 gram, dengan nilai sekitar Rp6 juta, saat ini berga Rp7 juta.

Barangkali di antara kita masih ada yang bertanya-tanya apa yang menyebabkan harga emas cenderung naik. Mengutip artikel, Emas Simpanan yang Nilainya Cenderung Naik, kenaikan harga emas dalam beberapa bulan terakhir ternyata dipicu oleh polemik antara Amerika Serikat dengan China yang kian meninggi dalam beberapa bulan terakhir.

Polemik dua negara tersebut bukan hanya berimbas pada hubungan bilateral dan dagang kedua negara, tapi juga berefek pada ekonomi dunia, termasuk harga Emas yang mencapai angka cukup tinggi. Harga Emas saat ini berkisar di angka Rp700 ribu per gram, diperkirakan naik lebih dari 39% jika dibandingkan dengan harga Emas, lima tahun lalu. Angka kenaikan tiap tahunnya (Year to Date) pun naik lebih dari 19%.

Lantas apa yang sebenarnya membuat harga logam mulia yang satu ini menjadi tinggi? Treasury menilai, ada dua faktor utama yang menyebabkan harga Emas naik, pertama faktor permintaan yang meningkat, kedua penurunan suku bunga The Fed.

Equityworld Futures

Hari Ini, Harga Emas Antam Rp 775.000 | Equityworld Futures

Permintaan akan Emas yang tinggi ini disebabkan kekhawatiran masyarakat global atas polemik dagang antara US dengan China. Karena tingginya permintaan, seperti layaknya tertera dalam hukum dasar Ekonomi, maka nilainya pun akan semakin tinggi.

Poin ke-dua, penurunan suku bunga The Fed mengakibatkan melemahnya nilai Dollar, dan membuat harga Emas yang ditransaksikan dengan mata uang selain USD akan lebih murah. Ini juga lantas mendorong demand akan Emas menjadi lebih tinggi.

Lalu, pelajaran apa yang bisa kita petik dari meningginya harga Emas, saat justru ekonomi dunia tengah terombang-ambing? Ya artinya emas merupakan salah satu sarana investasi yang paling aman dan bisa disimpan dalam jangka waktu lama karena nilainya selalu naik. Maka dari itu, jangan ragu lagi untuk bergabung dengan gerakan #PunyaSimpenan dan mulai menjadikan Emas sebagai simpanan demi masa depan.

Untuk menyimpan emas, saat ini juga sangat mudah, dapat dilakukan diaplikasi Treasury. Menariknya lagi untuk memulai investasi di aplikasi ini cukup dengan Rp20 ribu sudah dapat membeli emas melalui aplikasi Treasury.

Equity World | IHSG Dibuka Naik 0,39% di Awal Sesi I

Equity World | IHSG Dibuka Naik 0,39% di Awal Sesi I

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,39% ke level 6.294,23 pada awal perdagangan sesi I, Kamis (05/9/2019). Adapun pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG berakhir dengan apresiasi sebesar 0,13%.

Penguatan IHSG pagi ini ditopang oleh asing yang ramai melakukan beli saham. Kala pembukaan, nilai asing beli bersih telah mencapai Rp46,76 miliar.

Equity World

Bursa Asia kompak menguat pada Kamis (5/9) pagi | Equity World

Sejumlah 1,35 miliar saham telah diperdagangkan dengan frekuensi 24.562 kali transaksi dan nilai transaksinya mencapai Rp661,75 miliar. Pergerakan saham yang terpantau meliputi 51 saham naik, 44 saham turun, dan 132 saham lainnya stagnan.

Bersamaan dengan IHSG, keempat indeks saham Asia lainnya juga menguat. Indeks Nikkei naik 2,32%, Hang Seng naik 0,55%, Shanghai naik 1,27%, dan Strait Times naik 0,50%.

Equity World | China Ngadu ke WTO, Harga Emas Antam Tembus Rekor Baru Lagi!

Equity World | China Ngadu ke WTO, Harga Emas Antam Tembus Rekor Baru Lagi!

Equity World | Harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terbang menjadi Rp 726.000/gram hari ini, Rabu (4/9/2019) yang menorehkan rekor tertinggi baru sepanjang masa, melampaui rekor sebelumnya Rp 725.000/gram yang pernah dicapai pada 26 Agustus lalu.

Kenaikan harga emas Antam terjadi hingga Rp 10.000 (1,4%) hari ini dari Rp 716.000/gram kemarin akibat tensi perang dagang Amerika Serikat (AS)-China yang semakin mendidih kemarin.

Meskipun mencetak rekor baru, tetapi kenaikan harga emas Antam kemarin bukanlah yang tertinggi baik secara jumlah maupun persentase yang masih kalah dari penguatan 3 Juli Rp 20.000 per gram (3,1%).

Equity World

Harga Emas Naik 10.000 | Equity World

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM – Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini (4/9/19), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat menjadi Rp 72,6 juta dari harga kemarin Rp 72,5 juta per batang.

Naiknya harga emas Antam itu mengekor harga emas di pasar spot global yang naik kemarin di tengah semakin memburuknya kondisi perang dagang yang disetir aksi pengaduan China terhadap aksi AS kepada Oganisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Penguatan harga emas juga mendorong harga emas di pasar spot global mencetak rekor tertinggi baru sejak awal April 2013.

Dalam aduannya, Beijing menyatakan kebijakan Washington telah mempengaruhi ekspor Negeri Tirai Bambu sebesar US$ 300 miliar dalam perseteruan perang dagang kedua negara.

Kontraksi tersebut membawa angin negatif ke pasar negara berkembang seperti Indonesia, seperti ke pasar obligasi dan pasar saham serta nilai tukar rupiah di pasar valas. Namun, kontraksi yang terjadi di pasar keuangan justru mendongkrak harga emas yang menjadi instrumen investasi tradisional, baik di dalam negeri maupun secara global.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Design a site like this with WordPress.com
Get started