Equityworld Futures | IHSG Terkoreksi di Tengah Menguatnya Bursa Saham Asia

Equityworld Futures | IHSG Terkoreksi di Tengah Menguatnya Bursa Saham Asia

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (16/1) pagi terkoreksi di tengah naiknya bursa saham regional Asia. IHSG dibuka melemah 7,41 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.275,96.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 1,87 poin atau 0,18 persen menjadi 1.023,26. Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan investor masih mencermati rincian kesepakatan fase satu antara China dan Amerika Serikat (AS).

“Pergerakan IHSG berpotensi terkonsolidasi hari ini di tengah investor yang masih memantau detail kesepakatan fase satu,” ujar Lanjar di Jakarta, Kamis (16/1).

Equityworld Futures

Jelang Formalisasi Damai Dagang, Bursa Saham Asia Terkoreksi | Equityworld Futures

Sementara itu, Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan pasar menyikapi positif hasil kesepakatan AS-China yang menandatangani perjanjian perdagangan fase satu dan berjanji untuk menyelesaikan sengketa tarif.

“Saham di BEI yang diperdagangkan hari ini bisa terdampak atas sentimen tersebut. Diperkirakan indeks acuan BEI yakni IHSG berpeluang menguat,” ujar Alfiansyah.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 3 poin atau 0,01 persen ke 23.919,6, Indeks Hang Seng menguat 104,9 poin atau 0,36 persen ke 28.878,5, dan Indeks Straits Times menguat 7,76 poin atau 0,24 persen ke posisi 3.264,74.

PT Equity World | Wall Street terkoreksi dipicu kecemasan atas rencana AS pertahankan tarif impor China

PT Equity World | Wall Street terkoreksi dipicu kecemasan atas rencana AS pertahankan tarif impor China

PT Equity World | Mayorita indeks utama Wall Street ditutup koreksi pada perdagangan Selasa (14/1) menyusul laporan bahwa Amerika Serikat kemungkinan akan mempertahankan tarif barang-barang China sampai setelah pemilihan presiden November.

Indeks S&P 500 turun 4,98 poin atau 0,15% ke 3.283,15, Nasdaq Composite turun 22,60 poin atau 024% ke 9.251,33 dan Dow Jones Industrial Average naik 32,62 poin atau 0,11% ke 28.939,67.

Penghapusan tarif oleh Washington pada akhirnya akan tergantung pada kepatuhan China terhadap perjanjian dagang fase 1 yang akan diteken pada Rabu (15/1) di Washington.

Joe Salluzi, co manager Themis Trading Chatham New Jersey mengatakan, pada trader dan investor menafsirkan laporan tersebut sebagai alasan untuk menjual.

“Kami berada di pasar Jason Bourne. Hal pertama yang dilakukan Jason Bourne ketika dia masuk ke sebuah ruangan adalah mencari pintu keluar, untuk berjaga-jaga,” kata Saluzzi seperti dikutip Reuters.

Wall Street telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir, dipicu oleh optimisme bahwa gencatan senjata perang dagang Presiden AS Donald Trump dengan China akan meningkatkan pendapatan perusahaan.

China berjanji untuk membeli barang-barang manufaktur dari AS dengan nilai hampir uS$ 80 miliar dalam dua tahun ke depan dan lebih dari US$ 50 miliar untuk pasokan energi.

Mengawali musim pendapatan kuartal IV-2019, saham JPMorgan Chase & Co naik 1,2% setelah melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan yang ditopang oleh kuatnya bisnis trading dan bisnis penjaminan.

PT Equity World

Tak Ada Penghapusan Tarif Fase Pertama AS, Gold Menguat | PT Equity World

Wells Fargo & Co turun 5,4% setelah melaporkan penurunan laba karena menyisihkan biaya US$ 1,5 miliar untuk biaya hukum. Citigroup Inc naik 1,6% karena melampaui estimasi laba Wall Street.

“Ini (pendapatan bank) mencerminkan di mana kita berada dalam siklus ekonomi,” kata Mike Loewengart, Vice President of investment strategy E*Trade Financial Corp seperti dikutip Reuters.

“Kami mendapatkan keuntungan dan bank konsisten selama satu dekade, terutama JPMorgan yang mencatatkan rekor pendapatan, tidak mengherankan mengingat kekuatan ekonomi AS.”

Volume perdagangan saham di AS mencapai 7,3 miliar saham, dengan rata-rata 7 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

PT Equity World | Label Manipulator Mata Uang ke Tiongkok Dicabut, Saham Asia Naik

PT Equity World | Label Manipulator Mata Uang ke Tiongkok Dicabut, Saham Asia Naik

PT Equity World | Saham di sebagian besar pasar Asia naik karena sentimen pasar membaik menjelang penandatanganan kesepakatan perdagangan fase pertama antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) akhir pekan ini. Optimisme meningkat setelah Washington mencabut label manipulator mata uang terhadap Beijing.

Indeks Nikkei 225 naik 0,51 persen dan indeks Topix stagnan setelah pasar Jepang kembali aktif setelah libur Senin, 13 Januari 2020. Saham perusahaan konglomerat teknologi Softbank tercatat naik 3,22 persen.

S&P/ASX 200 Australia naik 0,64 persen karena saham tambang naik. Fortescue Metals naik 1,48 persen, BHP Group naik 0,95 persen, dan Rio Tinto naik 1,35 persen.

Pasar Tiongkok daratan sedikit berubah pada pagi hari. Komposit Shanghai dan komposit Shenzhen diperdagangkan di bawah garis datar, dan komponen Shenzhen lebih rendah 0,21 persen.

Sementara, Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,17 persen. Secara keseluruhan, indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik kecuali Jepang naik 0,21 persen.

Pencabutan label sebagai manipulator mata uang terhadap Tiongkok juga menjadi sentimen positif sebelum pakta dagang fase satu antara AS-Tiongkok ditandatangani.

PT Equity World

Saham Asia Perkasa Jelang Kesepakatan AS-China, Emas Merosot | PT Equity World

“Departemen Keuangan membantu mengamankan perjanjian fase satu yang signifikan dengan Tiongkok yang akan mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang lebih besar, serta peluang bagi pekerja dan bisnis AS,” kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan.

Dengan dicabutnya label tersebut, Tiongkok telah membuat komitmen yang dapat dipertanggungjawabkan untuk tidak mendevaluasi mata uangnya, serta akan melakukan transparansi dan akuntabilitas.

Manipulasi mata uang adalah upaya yang disengaja oleh suatu negara untuk mempengaruhi nilai tukar antara mata uangnya dengan dolar AS untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam perdagangan internasional.

Equity World | Awali Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 per Gram

Equity World | Awali Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 per Gram

Equity World | Harga emas Antam turun Rp 2.000 menjadi Rp 778 ribu per gram. Pelemahan harga emas Antam seiring tren menurunnya harga emas dunia yang tergerus kepastian kesepakatan dagang tahap I antara AS dan Tiongkok. Dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot pagi ini turun 0,44% menjadi US$ 1.555 per ons, setelah menanjak pada pekan lalu dan sempat menyentuh level US$ 1.600 per ons.

Kenaikan harga emas seiring optimisme kesepakatan dagang tahap I yang akan diteken AS dan Tiongkok pada 15 Januari 2020. Amerika Serikat sebelumnya memastikan komitmen Tiongkok terhadap kesepakatan dagang tahap pertama tak berubah selama proses penerjemahan dokumen yang akan diteken di Washington pada pekan lalu. Sementara Tiongkok sebelumnya memastikan Wakil Perdana Menteri Liu He bakal berkunjung ke AS pada hari ini waktu setempat (13/1).

Adapun pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (11/1), harga emas naik tipis dan mencatatkan kenaikan mingguan untuk minggu kelima secara berturut-turut seiring sentimen tensi geopolitik antara AS dan Iran yang memanas. Rencana sanksi ekonomi tambahan AS terhadap Iran memicu ketidakpastian mendukung permintaan untuk emas batangan. Sanksi tambahan bakal diberikan setelah Iran menyerang pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS. Sanksi ekonomi tersebut mencakup sektor manufaktur Iran, sektor pertambangan, dan tekstil.

Harga emas di pasar spot pada akhir pekan lalu naik 0,4% menjadi $ 1.557,86 per ons dan naik sekitar 0,4% untuk minggu ini. Sedangkan harga emas berjangka AS menetap 0,4% pada $ 1.560,1 per ons. “Katalis utama untuk harga emas adalah dialog itu terjadi di Iran dan cuaca atau tidak kita akan melihat percepatan konflik. Ketidakstabilan atas itu menyebabkan semua volatilitas, “kata Jeffrey Sica, pendiri Investasi Alternatif Circle Circle.

Equity World

AS-China Lanjutkan Dialog Semi-Tahunan | Equity World

Emas yang selalu dianggap sebagai investasi yang aman selama politik dan gejolak ekonomi, melonjak di atas $ 1.600 pada hari Rabu setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke pasukan AS sebagai pembalasan atas pembunuhan komandan puncaknya dalam serangan drone. Namun, harga emas kembali turun 4% setelah kedua belah pihak melunakkan sikap mereka. “Ada resistensi di US$ 1.562, tetapi jika itu diperdagangkan melampaui level tersebut, itu akan menjadi level kunci bagi pedagang jangka pendek,” kata Michael Matousek, kepala trader di Investor Global AS. Sementara itu, mengutip situs logammulia.com, penurunan harga emas merata untuk seluruh produk emas yang dijual berdasarkan bobot. Adapun harga penjualan kembali emas Antam hari ini juga ditetapkan turun meski lebih rendah dari harga pembelian yakni sebesar Rp 1.000 menjadi Rp 692 ribu.

Berikut Harga Emas Antam, Rabu 13 Januari 2020:
Emas batangan 0,5 gr: Rp 413.500
Emas batangan 1 gr: Rp 778.000
Emas batangan 2 gr: Rp 1.505.000
Emas batangan 3 gr: Rp 2.236.000
Emas batangan 5 gr: Rp 3.710.000
Emas batangan 10 gr: Rp 7.355.000
Emas batangan 25 gr: Rp 18.280.000
Emas batangan 50 gr: Rp 36.485.000
Emas batangan 100 gr: Rp 72.900.000

PT Equityworld | Kesepakatan dagang AS-China diteken pekan depan, Wall Street catatkan rekor tertinggi

PT Equityworld | Kesepakatan dagang AS-China diteken pekan depan, Wall Street catatkan rekor tertinggi

PT Equityworld | Indeks acuan Wall Street menembus rekor tertinggi pada perdagangan Kamis (9/1). Sentimen positif datang setelah ketegangan Timur Tengah mereda dan meningkatnya optimisme tentang kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

Melansir Reuters, pukul 10:03 pagi waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 115,20 poin atau 0,40% pada 28.860,29, dan S&P 500 naik 14,58 poin atau 0,45% pada 3.267,63. Sementara, Nasdaq Composite naik 69,25 poin atau 0,76% pada 9.198,49.

Dorongan terbesar Wall Street datang dari saham Facebook Inc, Apple Inc, Amazon.com Inc, Alphabet Inc, dan Microsoft Corp yang naik antara 0,7% dan 1,5%.

Setelah awal tahun baru yang goyah di tengah kekhawatiran akan konflik di Timur Tengah, kegelisahan mereda pada hari Rabu (8/1) ketika Washington dan Teheran berusaha meredakan krisis setelah serangan balasan Iran atas pembunuhan seorang jenderal.

Lebih lanjut yang membantu sentimen, kementerian perdagangan China mengatakan pada hari Kamis bahwa Wakil Perdana Menteri Liu He akan menandatangani kesepakatan perdagangan Fase 1 di Washington pekan depan, meningkatkan harapan bahwa perang tarif yang berkepanjangan antara kedua belah pihak akan berakhir.

“Sementara risiko geopolitik dapat memicu serangan volatilitas jangka pendek, investor tidak boleh mengabaikan peningkatan baru-baru ini dalam indikator ekonomi dan pendapatan,” kata analis Eastspring Investments dalam catatannya.

PT Equityworld

Suhu Timur Tengah Mereda Sesaat, Wall Street Dibuka Menghijau | PT Equityworld

“Jika pemulihan ekonomi global terus berlanjut, kenaikan lebih lanjut di pasar global masih mungkin terjadi.”

Pasar kini menunggu laporan data pekerjaan dan kuartal keempat. Bank-bank besar AS akan memulai musim laporan pendapatan kuartalan pekan depan.

Equityworld Futures | Iran Siapkan Serangan Berikutnya ke AS

Equityworld Futures | Iran Siapkan Serangan Berikutnya ke AS

Equityworld Futures | Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami mengatakan serangan Iran terhadap Amerika Serikat berikutnya akan proporsional dengan perilaku AS selama ini terhadap negara itu.

“Langkah kami berikutnya akan proporsional dengan perilaku Amerika,” kata Hatami kepada Tasnim news agency dan dikutip Al Arabiya, 8 Januari 2020.

Hatami mengatakan, serangan sejumlah roket ke dua pangkalan militer AS di Irak bukan serangan yang terakhir kali.

Menurutnya, serangan ke dua pangkalan militer AS di Irak merupakan yang pertama kali terjadi sejak Perang Dunia II.

Equityworld Futures

Rudal Iran Tak Menelan Korban, Bursa Saham Wall Street Menghijau | Equityworld Futures

“Ini pelajaran sangat berharga bagi AS,” kata Hatami sebagaimana dilaporkan Daily Mail.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyebut seragan terhadap pangkalan militer AS dan pasukan koalisi di Irak pada hari Rabu pagi sebagai tamparan di wajah AS.

Serangan Iran ini sebagai balasan atas kematian Ketua Garda Revolusi, Jenderal Qassem Soleimani yang tewas dibunuh oleh drone militer AS di Baghdad pekan lalu.

Equityworld Futures | Data Cadangan Devisa Diramal Topang Pergerakan IHSG

Equityworld Futures | Data Cadangan Devisa Diramal Topang Pergerakan IHSG

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal menguat pada Rabu (8/1) ini. Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menyatakan penguatan didorong oleh sinyal stabil jelang perilisan data cadangan devisa.

Kestabilan ini memberi sentimen positif bagi pergerakan indeks.

“Hari ini peluang kenaikan masih akan terlihat pada pergerakan IHSG,” kata William dalam risetnya, Rabu (8/1).

Ia meramal indeks saham bergerak di level support 6.198 dan resistance 6.402.

Equityworld Futures

IHSG berpotensi naik, simak rekomendasi saham dari Binaartha Sekuritas hari ini | Equityworld Futures

Berbeda dengan William, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memproyeksi IHSG tertekan pada pertengahan pekan ini.

Tekanan datang dari faktor teknikal indeks. Menurutnya, dengan tekanan tersebut IHSG akan bergerak di rentang support 6.245 dan resistance 6.320.

IHSG berhasil menguat pada perdagangan Selasa (7/1). Indeks ditutup di level 6.279, menguat 21,94 poin atau 0,35 persen pada perdagangan kemarin,

Sementara itu, saham-saham Wall Street kompak melemah. Indeks Dow Jones turun 0,42 persen ke posisi 28.583, S&P 500 koreksi 0,28 persen menjadi 3.237, dan Nasdaq Composite melemah 0,03 persen menjadi 9.068.

PT Equity World | AS-Iran Kian Memanas, Bursa Saham Asia Berguguran

PT Equity World | AS-Iran Kian Memanas, Bursa Saham Asia Berguguran

PT Equity World | Seluruh bursa saham utama kawasan Asia menutup perdagangan pertama di pekan ini, Senin (6/1/2020), di zona merah.

Pada penutupan perdagangan, indeks Nikkei turun 1,91%, indeks Shanghai melemah 0,01%, indeks Hang Seng jatuh 0,79%, indeks Straits Times terkoreksi 0,62%, dan indeks Kospi berkurang 0,98%.

Semakin memanasnya tensi geopolitik antara AS dengan Iran menjadi faktor utama yang memantik aksi jual di bursa saham Benua Kuning.

Pada Jumat pagi waktu Indonesia (3/1/2020), CNBC International melaporkan bahwa AS telah menembak mati petinggi pasukan militer Iran. Eskalasi tersebut menandai semakin terpecahnya AS dengan Iran.

Mengutip CNBC International, Jenderal Qassim Soleimani yang merupakan pemimpin dari Quds Force selaku satuan pasukan khusus yang dimiliki Revolutionary Guards (salah satu bagian dari pasukan bersenjata Iran), dikabarkan tewas dalam serangan udara yang diluncurkan oleh AS di Baghdad.

Selain itu, Abu Mahdi al-Muhandis yang merupakan wakil komandan dari Popular Mobilization Forces selaku kelompok milisi Irak yang dibekingi oleh Iran, juga dilaporkan meninggal dunia. Laporan dari CNBC International tersebut mengutip pemberitaan dari stasiun televisi di Irak, beserta pejabat pemerintahan.

Melansir Bloomberg, serangan udara yang diluncurkan oleh AS terjadi di dekat bandara internasional Baghdad.

Memasuki siang hari waktu Indonesia, Pentagon mengonfirmasi tewasnya Soleimani. Pentagon mengonfirmasi bahwa Soleimani tewas dalam sebuah serangan yang diluncurkan AS menggunakan drone.

“Atas arahan Presiden, militer AS telah mengambil tindakan defensif yang diperlukan untuk melindungi personil AS di luar negeri dengan membunuh Qasem Soleimani,” tulis Pentagon dalam keterangan resminya.

“Jenderal Soleimani secara aktif mengembangkan rencana untuk menyerang para diplomat dan personel militer AS di Irak dan seluruh kawasan regional,” jelas Pentagon.

Iran pun tak tinggal diam. Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengutuk keras tindakan AS. Dirinya menyatakan bahwa Iran tidak takut untuk membalas AS.

“AS bertanggung jawab atas semua konsekuensi dari keputusan jahatnya,” tegasnya melalui akun Twitter sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (3/1/2019).

Soleimani sendiri telah disanksi oleh AS sejak tahun 2007 dan pada Mei 2019, Washington memutuskan untuk melabeli Revolutionary Guards, beserta dengan seluruh bagiannya, sebagai organisasi teroris, menandai kali pertama label tersebut diberikan terhadap lembaga militer resmi dari sebuah negara.

Serangan udara yang diluncurkan oleh AS di Baghdad merupakan respons AS atas serangan yang diluncurkan iran di kedutaan besar AS di Irak. Pada pekan kemarin, seorang kontraktor asal AS diketahui tewas dalam serangan roket di markas militer Irak di Kirkuk.

Pembunuhan terhadap kontraktor asal AS tersebut kemudian direspons AS dengan menyerang pasukan militer yang dibekingi Iran di Irak. Selepas itu, kedutaan besar AS di Irak diserang oleh Kataeb Hezbollah, kelompok milisi yang dibekingi oleh Iran.

Pada Minggu pagi waktu Indonesia (5/1/2020) atau Sabtu malam waktu AS (4/1/2020), tensi antara AS dengan Iran semakin memanas.

Trump memperingatkan Iran untuk tidak melakukan balasan atas pembunuhan Soleimani yang diotorisasi sendiri oleh dirinya. Kalau sampai peringatan tersebut tak diindahkan, Trump menyatakan akan menyerang sebanyak 52 wilayah sebagai balasan.

Hal tersebut diumumkan oleh Trump melalui serangkaian cuitan di akun Twitter pribadinya, @realDonaldTrump. Menurut Trump, beberapa dari 52 wilayah tersebut merupakan lokasi yang sangat penting bagi Iran. Dipilihnya 52 wilayah tersebut melambangkan jumlah tawanan asal AS yang disandera oleh Iran di masa lalu.

Kemudian, Iran mengatakan bahwa pihaknya akan semakin mengurangi kepatuhan terhadap pakta nuklir internasional. Sebagai informasi, pada tahun 2015 pemerintahan Presiden AS Barack Obama sukses membrokeri pakta nuklir internasional dengan Iran.

PT Equity World

Pasca Dibebani AS-Iran, Bursa Saham Asia Kini Menghijau | PT Equity World

Melalui pakta nuklir internasional tersebut, sanksi ekonomi yang diberikan terhadap Iran dicabut, termasuk sanksi yang memangkas ekspor minyak mentah hingga sekitar 50%. Sebagai gantinya, Iran setuju untuk membatasi program pengembangan nuklir serta memperbolehkan inspektor internasional untuk meninjau fasilitas pengembangan nuklirnya.

Namun, kini Iran memutuskan untuk tak mengindahkan batasan apapun yang diatur dalam pakta nuklir internasional terkait dengan jumlah pengayaan nuklir yang boleh mereka eksekusi.

Sebelumnya pada tahun 2018, tensi antara AS dan Iran sudah panas kala AS menarik diri dari pakta nuklir internasional secara unilateral. Menurut Trump, kesepakatan tersebut tak cukup dalam membatasi ruang gerak Iran. AS pun pada akhirnya kembali mengenakan sanksi ekonomi bagi Tehran.

Walaupun AS mundur dari pakta nuklir internasional, Iran masih mencoba bersabar dengan hanya mengabaikan sebagian komitmen yang dimuat dalam pakta tersebut. Kini, Iran akan secara total mengabaikan batasan apapun terkait dengan jumlah pengayaan nuklir yang boleh mereka eksekusi. Simpelnya, pengembangan senjata nuklir oleh Iran kini menjadi tak dibatasi lagi.

Lebih lanjut, rilis data ekonomi yang mengecewakan ikut memantik aksi jual di bursa saham Asia. Pada pagi hari ini, pembacaan akhir atas angka Manufacturing PMI Jepang periode Desember 2019 diumumkan di level 48,4, di bawah konsensus yang sebesar 48,8, seperti dilansir dari Trading Economics.

Kemudian, Services PMI China periode Desember 2019 versi Caixin diumumkan di level 52,5, lebih rendah dari capaian bulan sebelumnya di level 53,5, juga dilansir dari Trading Economics.

PT Equity World | Bursa Asia turut tertekan konflik AS-Iran

PT Equity World | Bursa Asia turut tertekan konflik AS-Iran

PT Equity World | Bursa Asia dibuka merah pada awal pekan ini. Senin (6/1) pukul 8.11 WIB, indeks Nikkei 225 merosot 1,72% ke 23.250.

Indeks Kospi turun 0,75% ke 2.159. Straits Times turun 0,47% ke 3.223. Hang Seng turun 0,44% ke 28.326. Sedangkan Taiex turun 0,84% ke 12.008.

“Risiko eskalasi jelas meningkat, mengingat serangan langsung ke Iran, ancaman pembalasan Iran, dan upaya Trump untuk tetap kelihatan tegas,” kata Shane Oliver, chief economist AMP Capital kepada Reuters.

Parlemen Irak kemarin merekomendasikan untuk mengeluarkan pasukan asing dari dalam negeri. Sementara Iran mengatakan tidak akan membatasi pengayaaan uranium setelah serangan AS yang menewaskan Qassem Soleimani.

Bursa Asia Terdampak Tensi Timur Tengah, IHSG Melemah | PT Equity World

PT Equity World

“Pasar khawatir akan potensi pembalasan Iran dan apa yang akan dilakukan Trump selanju

Harga minyak naik lebih dari 1%. Harga minyak mencapai level tertinggi sejak April tahun lalu. Sedangkan harga emas mencapai level tertinggi sejak April 2013. Nilai tukar dolar AS yang juga merupakan safe haven meningkat. Ketiga instrumen ini naik sejak Jumat lalu.

Equity World | Wall Street mencatat rekor tertinggi membuka tahun 2020

Equity World | Wall Street mencatat rekor tertinggi membuka tahun 2020

Equity World | Tiga indeks acuan Wall Street mencatat rekor tertinggi membuka tahun baru 2020 pada Kamis (2/1). Dipicu stimulus baru ekonomi China yang menambah optimisme seiring meredanya ketegangan perdagangan dan membaiknya prospek global.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 330,36 poin atau 1,16% menjadi 28.868,8, indeks S&P 500 naik 27,07 poin atau 0,84% menjadi 3.257,85, dan Nasdaq Composite naik 119,59 poin atau 1,33% menjadi 9.092,19.

Indeks acuan S&P 500 mencapai rekor ke-11 dalam 14 sesi dan membukukan kenaikan persentase harian terbesar dalam tiga pekan. Dow mencatat kenaikan terbesarnya dalam hampir empat minggu, dan Nasdaq yang terbesar dalam hampir tiga bulan.

Pada Rabu (1/1), Bank sentral China mengatakan akan memangkas jumlah uang tunai yang harus dimiliki semua bank sebagai cadangan, yang merupakan pemotongan kedelapan sejak awal 2018. Langkah untuk menyuntikkan stimulus baru ke dalam ekonomi China mendorong pasar ekuitas di seluruh dunia.

Stimulus ekonomi China, bersama dengan meredanya ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing, telah memperkuat optimisme bahwa ekonomi global akan meningkat pada tahun 2020.

Equity World

Jelang Penutupan Saham Asia Sebagian Besar Menguat | Equity World

“Pasar naik sepanjang hari karena berita bahwa China dengan pelonggaran moneter,” kata Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York. “Dengan latar belakang perdagangan, itu adalah faktor positif.”

Di antara sektor S&P 500, teknologi dan industri, keduanya memiliki eksposur tinggi terhadap ekonomi China, naik lebih dari 1% dan memimpin dalam persentase kenaikan.

Saham Apple Inc, yang telah menjadi penentu sentimen perdagangan, ditutup naik 2,3% dan melampaui US$ 300.

Asal tahu, reli panjang Wall Street telah mendorong beberapa kekhawatiran bahwa saham AS rentan terkoreksi terutama jika pertumbuhan ekonomi tidak meningkat sebanyak yang diharapkan atau jika ketegangan perdagangan AS-China kembali menyala.

Design a site like this with WordPress.com
Get started