Equityworld Futures | Virus Corona Terus Menyebar, Bursa Saham Asia Terjun Bebas

Equityworld Futures | Virus Corona Terus Menyebar, Bursa Saham Asia Terjun Bebas

Equityworld Futures | Pada Jumat (28/02) indeks Nikkei 225 untuk Bursa Saham Tokyo, Jepang, anjlok 3,08 persen, atau 676,55 poin, menjadi 21.271,68. Sedangkan pasar saham Eropa dan AS merosot drastis pada perdagangan hari Kamis (27/02) sehubungan dengan penyebaran infeksi virus corona jenis baru atau COVID-19 di luar Cina. Penyebaran ini memperburuk kekhawatiran terjadinya perlambatan global.

Pasar Wall Street juga terpukul, dengan indeks utama jatuh lebih dari empat persen, ini disebut sebagai minggu terburuk di pasar AS sejak krisis keuangan tahun 2008.

“Saham Jepang mengalami pukulan yang tidak terhindarkan akibat jatuhnya pasar AS,” ujar Seiichi Suzuki, analis pasar senior di Tokai Tokyo Research Institute. “Pasar AS sebelumnya luar biasa kuat, ketika mengalami penurunan, akan sangat parah,” katanya. “Aksi jual telah memicu lebih banyak aksi jual lagi.”

Suzuki mengatakan tidak ada yang tahu kapan penurunan ini akan berhenti. “Mungkin hari ini atau satu minggu ke depan. Adapun tentang penyebaran virus, bahkan para ahli penyakit menular pun tidak tahu. Bagaimana orang di pasar saham bisa tahu?”

Pasar saham di Eropa juga terlihat menurun pada hari Jumat. Indeks DAX 30 di Frankfurt merosot 3,6 persen sedangkan CAC 40 di Paris turun 3,1 persen. Sedangkan di Jakarta pasar mengalami penurunan lebih dari 4 persen.

Sementara virus COVID-19 hingga kini masih terus menyebar. Selandia Baru juga mengonfirmasi kasus COVID-19 pertamanya setelah seseorang yang baru pulang dari Iran dinyatakan positif terinfeksi. Pihak berwenang mengatakan bahwa situasi dapat dikelola dengan baik dan peluang virus untuk mewabah di sana masih tetap rendah.

Selandia Baru juga memberlakukan pembatasan perjalanan bagi orang-orang dari Iran. “Ini berarti orang tidak akan dapat melakukan perjalanan dari Iran ke Selandia Baru dan siapa pun yang telah berada di Iran dalam 14 hari terakhir perlu mengisolasi diri,” kata David Clark, Menteri Kesehatan Selandia Baru.

Equityworld Futures

Pasar Saham Asia Masih akan Rontok Tertekan Dampak Virus Corona | Equityworld Futures

Belarus juga melaporkan kasus pertamanya pada hari Jumat. Pasien adalah seorang mahasiswa dari Iran yang tiba di Belarus pekan lalu. Mahasiswa itu saat ini dalam kondisi “memuaskan” kata pejabat setempat. Orang lain yang sempat melakukan kontak dengan pasien juga telah dikarantina.

Sejumlah negara yang turut terpukul akibat virus ini antara lain yaitu Iran, Korea Selatan, dan Jepang.

Kota Hamburg di Jerman telah mengonfirmasi infeksi pertamanya pada Jumat malam. Sebanyak 20 infeksi baru lainnya juga telah diumumkan di negara bagian Nordrhein-Westfalen, Baden-Württemberg, Hessen dan Bayern sejak Kamis malam.

Pasien di Hamburg adalah karyawan Pusat Medis Universitas Hamburg-Eppendorf (UKE), demikian menurut otoritas kesehatan kota Hanseatic dan UKE dalam sebuah pernyataan. Dia “dalam kondisi stabil” dan diisolasi di rumah, tulis pernyataan itu.

Pasien di Hamburg itu baru saja kembali dari liburan di Italia Utara. Seperti diberitakan sebelumnya, Italia saat ini menjadi pusar penyebaran virus ini di Eropa. Hingga saat ini terdapat 650 kasus infeksi yang dikonfirmasi dan 17 korban meninggal dunia.

PT Equity World | Ambles Lebih dari 4% di sesi I, IHSG Terburuk di Asia

PT Equity World | Ambles Lebih dari 4% di sesi I, IHSG Terburuk di Asia

PT Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam di perdagangan sesi I Jumat (28/2/2020), hingga menjadi yang terburuk dibandingkan bursa utama Asia lainnya.

Begitu perdagangan hari ini dibuka, IHSG langsung anjlok 1,8% ke 5.436,172. Aksi jual yang terus berlangsung membuat bursa kebanggaan Indonesia ini jeblok hingga 4,47% ke 5.288,370. Koreksi tersebut merupakan yang terdalam sejak 5 September 2018.

IHSG berhasil memangkas pelemahan tersebut dan mengakhir perdagangan sesi I di 5.311,961, atau anjok 4,04%. Sepanjang sesi I, nilai transaksi tercatat Rp 3,21 triliun dan asing tercatat membukukan net buy Rp 61,59 miliar.

Pelemahan nyaris 4,5% membuat IHSG lebih buruk dibandingkan bursa utama Asia hari ini. Bursa saham Jepang anjlok 4,1%, bursa saham China dan Korea Selatan merosot lebih dari 3%, sementara bursa Hong Kong lebih dari 2%.

Aksi jual yang terus melanda pasar keuangan dalam negeri, terpicu oleh anjloknya bursa saham AS (Wall Street) pada perdagangan Kamis kemarin, yang membuat sentimen pelaku pasar semakin memburuk.

Indeks Dow Jones amblas 4,4%, sekaligus membukukan kinerja harian terburuk sejak Februari 2018. Sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq melemah 4,4% dan 4,6%, keduanya membukukan kinerja harian terburuk sejak Agustus 2011.

PT Equity World

Bursa Saham Asia ‘Terbakar’, IHSG Terkoreksi 1 Persen Lebih | PT Equity World

Laporan kasus virus corona terbaru di AS memicu Kecemasan akan penyebaran yang lebih luas di Negeri Paman Sam, membuat pelaku pasar keluar dari aset-aset berisiko dan memilih masuk ke aset aman seperti obligasi AS dan emas.

Kasus terbaru di AS tersebut berbeda dengan kasus-kasus lainnya, dimana para pasien positif corona dapat diketahui penyebabnya, seperti punya riwayat berpergian ke China, atau pernah melakukan kontak dengan pasien yang positif corona.

Pusat Pencegahan dan Pengendali Penyakit (Center of Disease and Prevention/CDC) mengkonfirmasi adanya pasien positif virus corona di California Utara, tetapi belum diketahui bagaimana bisa terjangkit. Pasien tersebut dilaporkan tidak pernah berpergian atau berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki risiko membawa virus corona. Akibatnya, CDC memperingatkan kemungkinan terjadinya “penyebaran di masyarakat”, yang memicu kecemasan di pasar.

Yang paling ditakutkan oleh pelaku pasar adalah “produk turunan” dari virus corona yakni pelambatan ekonomi global. China yang merupakan asal virus corona hampir dipastikan akan mengalami pelambatan ekonomi, begitu juga negara-negara lainnya yang sudah terjangkit terlebih dahulu seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Singapura.

PT Equity World | Virus Korona Bikin Investor Takut, Wall Street Lesu

PT Equity World | Virus Korona Bikin Investor Takut, Wall Street Lesu

PT Equity World | Wall Street bergerak variasi pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat dengan indeks S&P 500 turun lima hari berturut-turut.

Hal ini disebabkan investor memantau dampak penurunan ekonomi akibat penyebaran virus korona atau coronavirus

Melansir Reuters, Jakarta, Kamis (27/2/2020), indeks Dow Jones Industrial Average turun 123,77 poin, atau 0,46% menjadi 26.957,59, indeks S&P 500 turun 11,82 poin menjadi 3.116,39. Sementara indeks Nasdaq Composite naik 15,16 poin atau 0,17%, menjadi berakhir pada 8.980,78.

PT Equity World

Investor Masih Khawatir Virus Corona, Wall Street Melemah Lagi | PT Equity World

Indeks S&P 500 mencapai level terendahnya setelah naik 1,7% pada sesi pagi setelah pejabat kesehatan di Nassau County New York mengatakan mereka memantau 83 orang yang mengunjungi China dan mungkin telah terkena virus. Walaupun Gubernur Andrew Cuomo mengatakan belum ada kasus virus korona di wilayah tersebut.

Menambah tekanan adalah peringatan dari pejabat Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS bahwa wabah itu berada di jalur untuk menjadi pandemi, menurut sebuah laporan.

PT Equity World | IHSG Ikuti Bursa Asia, Dibuka Jatuh ke 5.754

PT Equity World | IHSG Ikuti Bursa Asia, Dibuka Jatuh ke 5.754

PT Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh ke zona merah pada perdagangan, Rabu (26/2/2020), pagi. Saat preopening indeks merosot ke 5.757,16.

Pada pembukaan perdagangan, indeks menambah poin pelemahan menjadi 5.754,95 dan sekitar pukul 09.33 WIB bergerak di 5.743,68 atau turun 44,13 poin atau 0,76 persen ke 5.7453,0. Dari 375 saham yang diperdagangkan, 99 di antaranya menguat, 178 melemah dan 98 stagnan.

Frekuensi perdagangan tercatat 87.847 kali dengan nilai transaksi Rp1,94 triliun dan 1,02 miliar lembar saham diperjualbelikan. 10 indeks sektoral penggerak IHSG seluruhnya merah dengan industri dasar memimpin pelemahan atau turun 1,96 persen.

Adapun saham yang masuk daftar top gainers, yaitu PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp75 atau 0,68 persen ke Rp11.075, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp30 atau 1,24 persen ke Rp2.440, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp10 atau 0,67 persen ke Rp1.510 dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik Rp10 atau 0,77 persen ke Rp1.315.

PT Equity World

Help! Bursa Saham Asia ‘Kebakaran’ | PT Equity World

Sementara, saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun Rp125 atau 1,60 persen ke Rp7.675, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp125 atau 1,67 persen ke Rp7.375, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun Rp150 atau 2,35 persen ke Rp6.225 dan PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp100 atau 1,61 persen ke Rp6.125.

Bursa saham Asia turun mengekor kinerja Wall Street yang merosot. Nikkei 225 di Jepang turun 1,85 persen sedangkan indeks Topix merosot 1,7 persen.

Kospi Korea Selatan turun 1,67 persen. Pasar saham China Daratan jatuh dengan komposit Shanghai merosot sekitar 1 persen. Komponen Shenzhen juga tergelincir 1,25 persen sementara komposit Shenzhen turun 0,995 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong juga turun 1,25 persen.

Di Australia, S & P/ASX 200 turun 2,11 persen.Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia kecuali Jepang diperdagangkan 1,28 persen lebih rendah.

Equity World | IHSG Dibuka Melemah Seiring Bursa Asia

Equity World | IHSG Dibuka Melemah Seiring Bursa Asia

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,26 persen ke kisaran 5.927,18 pada awal perdagangan hari ini, Jumat (21/2/2020).

Saham-saham unggulan yang tergabung dalam Investor33 turun 0,45 persen ke kisaran 449,86, indeks LQ45 turun 0,44 persen ke kisaran 964,26, JII turun 0,46 persen ke 630,89.

Sektor konsumsi turun 0,55 persen, tambang naik 0,03 persen, manufaktur turun 0,58 persen, agri naik 0,21 persen, aneka industri turun 0,25 persen, keuangan turun 0,34 persen, industri dasar turun 0,79 persen, properti turun 0,11 persen, infrastruktur naik 0,37 persen, perdagangan naik 0,12 persen.

Equity World

Pasar Saham Asia Meluncur ke Zona Hijau | Equity World

Di bursa Asia hari ini, Nikkei 225 turun 0,03 persen ke 23.747,68, Indeks Topix Tokyo naik 0,31 persen ke 1.689,2, Hang Seng Hong Kong turun 0,9 persen ke 27.683,93, Indeks Komposit Shanghai (SSEC) turun 0,14 persen ke 3.026,02, indeks KOSPI Korea terkoreksi 1,19 persen ke 2.169,42, S&P/ASX 200 Australia turun 0,27 persen ke 7.143,1, Straits Times Index Singapura turun 0,04 persen ke 3.197,41.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 128,05 poin atau 0,44 persen, menjadi ditutup di 29.219,98 poin. Indeks S&P 500 turun 12,92 poin atau 0,38 persen, menjadi berakhir di 3.373,23 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 66,21 poin atau 0,67 persen, menjadi 9.750,96 poin.

Equity World | Bursa Saham Asia Berakhir Variatif

Equity World | Bursa Saham Asia Berakhir Variatif

Equity World | Saham di Asia bervariasi dalam perdagangan Kamis sore (20/2/2020), dengan China memangkas suku bunga pinjaman (LPR) karena negara itu bergulat dengan dampak ekonomi dari wabah virus Corona yang sedang berlangsung.

Saham China Daratan naik pada sore hari, dengan komposit Shanghai naik sekitar 0,5%. Komposit Shenzhen juga naik 1,031% sedangkan komponen Shenzhen naik 1,26%. Indeks Hang Seng Hong Kong, di sisi lain, tergelincir 0,81%.

Dalam sebuah langkah yang sebagian besar sesuai dengan harapan, People’s Bank of China mengumumkan pengurangan suku bunga pinjaman Kamis hari ini. LPR 1-tahun berkurang 10 basis poin, sedangkan LPR 5-tahun mengalami pengurangan 5 basis poin. Pengumuman itu muncul beberapa hari setelah PBoC mengurangi suku bunga untuk pinjaman jangka menengah.

Di tempat lain, saham di Jepang naik. Nikkei 225 menumpahkan kenaikan sebelumnya tetapi tetap di wilayah positif karena diperdagangkan 0,32% lebih tinggi.

Dengan saham indeks kelas berat dan konglomerat Softbank Group melonjak 2,95%. Indeks Topix juga naik 0,21%. Kospi Korea Selatan adalah 0,71% lebih rendah.

Saham-saham di Australia mencatat kenaikan karena indeks ASX 200 naik 0,29%. Pergerakan itu terjadi ketika rilis sebelumnya menunjukkan tingkat pengangguran Australia naik secara musiman di Januari.

Data dari Biro Statistik Australia menunjukkan tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman di Januari naik menjadi 5,3% dari pembacaan 5,1% pada bulan Desember.

Setelah rilis itu, dolar Australia berpindah tangan pada $ 0,6641 setelah melihat tertinggi sebelumnya di $ 0,6696 seperti mengutip cnbc.com.

Saham maskapai Qantas melonjak lebih dari 5% setelah perusahaan mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka menyesuaikan kapasitasnya dengan Asia hingga setidaknya akhir Mei. Perubahan itu terjadi di tengah wabah koronavirus yang sedang berlangsung, situasi yang menurut maskapai itu “sedang berlangsung dan prospeknya tidak pasti.”

Equity World

IHSG ditutup menguat seiring kenaikan bursa Asia | Equity World

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang lebih rendah 0,57%.

Semalam di Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Composite menyentuh rekor tertinggi. Indeks luas ditutup 0,5% lebih tinggi pada 3,386.15 sementara Nasdaq menambahkan sekitar 0,9% untuk mengakhiri hari perdagangannya di 9.817,18.

Dow Jones Industrial Average juga naik 115,84 poin menjadi ditutup pada 29.348,03.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 99,695 setelah menyentuh level terendah sebelumnya di 99,528.

Yen Jepang diperdagangkan pada 111,38 per dolar setelah melihat pelemahan tajam kemarin dari level di bawah 110,4.

Harga minyak lebih tinggi pada sore hari jam perdagangan Asia, dengan patokan minyak mentah berjangka internasional Brent naik 0,14% menjadi US$59,20 per barel. Minyak mentah berjangka AS naik 0,34% menjadi US$53,47 per barel.

Equity World | Penjualan Apple Lesu, Wall Street Melemah

Equity World | Penjualan Apple Lesu, Wall Street Melemah

Equity World | Bursa Saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir melemah dengan dua indeks utama, Dow dan S&P 500 turun. Penjualan Apple yang menurun menjadi peringatan bahwa dampak wabah virus corona berpengaruh pada perusahaan AS.

Dow Jones Industrial Average turun 165,89 poin atau 0,56%, menjadi 29.232,19, S&P 500 kehilangan 9,87 poin, atau 0,29%, menjadi 3.370,29. Sedangkan Nasdaq Composite naik 1,57 poin, atau 0,02%, menjadi 9.732,74.

Perusahaan teknologi paling berharga di dunia, Apple memperkirakan target penjualan pada triwulanan pertama tahun ini tidak akan mencapai target. Penyebabnya, produksi iPhone yang lebih lambat dan melemahnya permintaan di China karena virus corona. Saham Apple pun turun 1,8% pada USD319.

“Tentu saja ini bukan kabar baik, tetapi saya juga tidak menganggapnya sebagai bencana. Secara umum, investor tidak terlalu khawatir dengan berita dari Apple karena membaca teknologi atau pasar secara keseluruhan,” ujar Direktur Pelaksana Perdagangan Ekuitas Wedbush Securities Michael James, dilansir dari Reuters, Rabu (19/2/2020).

Equity World

Penjualan Apple Lesu, Wall Street Melemah | Equity World

Investor juga mengamati dampak virus corona pada pertumbuhan ekonomi dunia dan pendapatan dari epidemi di China. Diharapkan sentimen negatif ini hanya bersifat sementara.

Selain Apple, pembuat chip yang terpapar karena virus Corona di China adalah indeks Philadelphia SE Semiconductor merosot 1,4%. Sedangkan sektor teknologi S&P yang lebih luas. SLRCT kehilangan 0,4%

Sementara itu, saham Walmart Inc (WMT.N) naik 1,5%, setelah peritel terbesar dunia itu memperkirakan pertumbuhan online yang lambat untuk tahun ini dan melaporkan hasil yang lemah untuk kuartal liburan. Conagra Brands Inc (CAG.N) merosot 6,1% setelah perusahaan makanan kemasan menurunkan laba setahun penuh dan prospek penjualan.

Equity World | Mayoritas Bursa Asia Turun, IHSG Sesi Pertama Ditutup Naik 0,49%

Equity World | Mayoritas Bursa Asia Turun, IHSG Sesi Pertama Ditutup Naik 0,49%

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,49% ke level 5.896 pada perdagangan sesi pertama hari ini (18/2). IHSG menjadi katalis positif di saat bursa Asia lainnya berada di zona merah pada siang hari ini. Nikkei 225 Index di Jepang misalnya, turun 1,4% pada pukul 12.00 WIB. Pada saat yang sama, Hang Seng Index dan Shanghai Composite Index turun 1,35% dan 0,39%. Begitu juga dengan Strait Times Index menurun 0,53%.

Penurunan bursa Asia sejalan dengan data perekonomian Jepang pada kuartal IV 2019. Pertumbuhan ekonominya minus 1,6% dibanding kuartal sebelumnya. Pencapaian ini merupakan yang terendah dalam enam tahun terakhir. “Kami sedikit kecewa dengan data perekonomian Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV-2019 Jepang yang negatif,” kata Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam risetnya, hari ini (18/2).

Berdasarkan analisis secara teknikal, Nico menilai IHSG berpeluang bergerak variatif. Meski begitu, IHSG hari ini berpotensi melemah dan diperdagangkan pada level 5.842 hingga 5.890. Pada perdagangan sesi pertama, ada 5 miliar unit saham yang ditransaksikan senilai Rp 2,11 triliun. Sebanyak 197 saham yang ditutup meningkat, 138 terkoreksi, dan 145 stagnan. Sektor saham yang ditutup menguat pada sesi pertama yakni industri dasar 2,08%. Saham penopang industri dasar, salah satunya Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) naik 2,28%. Lalu, harga saham Barito Pacific (BRPT) dan Semen Indonesia (SMGR) masing-masing naik 3,39% dan 1,94%.

Equity World

Masih Pagi IHSG Sudah Melemah Mengekor Bursa Asia | Equity World

Begitu juga dengan harga saham Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) meningkat 2,38% menjadi Rp 17.200 per lembar. Kemudian, harga saham Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) dan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) naik 4,72% dan 6,31%.

Sektor aneka industri juga meningkat 1,39% pada sesi pertama perdaganngan hari ini. Saham-saham yang menopang yakni Astra International (ASII) naik 1,64%, Astra Otoparts (AUTO) 3,04%, dan Sri Rejeki Isman (SRIL) 5,61%. Meksi begitu, ada beberapa saham berkapitalisasi besar di sektor aneka industri yang turun. Harga saham Gaya Abadi Sempurna (SLIS) turun 0,42%, Uni-Charm Indonesia (UCIP) 3,01%, dan Multistrada Arah Sarana (MASA) 1,6%. Sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan sesi pertama, investor asing membeli saham Rp 114,88 miliar. Pembelian di pasar negosiasi dan tunai nilainya Rp 120,03 miliar. Saham yang diborong asing di pasar negosiasi dan tunai pada sesi pertama yaitu Bakrie & Brothers (BNBR) senilai Rp 61,45 miliar.

Equity World | Perusahaan Indonesia Melantai di Bursa Saham Wall Street, New York

Equity World | Perusahaan Indonesia Melantai di Bursa Saham Wall Street, New York

Equity World | Untuk pertama kali, perusahaan Indonesia dibidang sektor minyak dan gas bumi terdaftar dalam bursa saham terbesar di dunia, The New York Stock Exchange (NYSE), Wall Street, kota New York. Setelah melalui proses selama hampir satu tahun, perusahaan Indonesia Energy Corporation Limited berhasil melantai dan meyakinkan para investor asing untuk membeli saham dan berinvestasi ke Indonesia.

Peresmian saham perdana atau listing kepada publik melalui initial public offering (IPO) ini ditandai dengan penandatanganan pencatatan saham tersebut dan pemukulan lonceng oleh CEO Indonesia Energy Corporation (IEC) Dr. Wirawan Jusuf. Ia didampingi oleh Sekjen Dewan Energi Nasional Djoko Siswanto, Konsul Jendral Republik Indonesia untuk New York, Arifi Saiman dan Duta Besar Perwakilan Tetap RI untuk PBB, Dian Triansyah Djani.

“Kita berharap dengan perusahaan kami disini, bukan hanya (untuk) IPO saja. IPO hanya sebuah permulaan dalam perjalanan yang sangat panjang”, kata Dr Wirawan Jusuf, CEO dari IEC, saat ditemui team VOA di gedung bursa saham New York.

“Kita harus membuat nama Indonesia bangga dengan cara membuat semua investor mendapatkan deviden yang bagus, profit yang bagus dari hasil pembelian saham IEC”, tambah Dr Wirawan yang juga co-founder dari IEC.

Sementara Sekjen Dewan Energi Nasional, DR Djoko Siswanto sangat antusias dengan IPO dari perusahaan migas. “Pemerintah Indonesia sangat mendukung adanya IPO perusahaan energi, karena ini pertama kali. Kita sangat mendukung dan mudah-mudahan ini akan membawa investasi ke Indonesia untuk melakukan eksplorasi migas”, kata Djoko Siswanto yang datang khusus ke New York untuk acara ini.

Equity World

Wall Street Kembali Tergelincir Akibat Kekhawatiran Virus Corona | Equity World

Peresmian saham IEC dengan kode “INDO” dalam lantai bursa saham New York ini, mendapat sambutan dari para pelaku keuangan dan ekonomi kota New York. Bahkan, bendera Merah Putih dikibarkan berdampingan dengan bendera Ameria di depan gedung bursa yang menghadap ke area pusat keuangan, Wall Street.

“Ini adalah event bersejarah yang luar biasa bukan hanya untuk Indonesia Energy Company tapi juga untuk Indonesia. Ini adalah perusahaan pertama Indonesia yang melakukan direct listing dalam bursa saham New York, dan IPO terakhir dalam dekade ini”, ujar Frank Ingriselli, Presiden dari IEC.

Dukungan juga datang dari Kantor Konsulat Republik Indonesia untuk New York. “Ini akan mendorong perusahaan atau dunia usaha lain yang ada di Indonesia, untuk bisa mengikuti jejak dari perusahaan ini untuk bisa hadir di kota New York, khususnya di bursa efek New York,” ujar Konjen RI Arifi Saiman.

Perusahaan Indonesia lainnya yang pernah tercatat dalam bursa saham NYSE adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang telekomunikasi yaitu PT Indosat dan PT Telkom. Namun PT Indosat resmi mundur pada tahun 2013.

PT Equityworld | Saham Konsumer Kembali Dilego, IHSG Jatuh 6 Hari Beruntun

PT Equityworld | Saham Konsumer Kembali Dilego, IHSG Jatuh 6 Hari Beruntun

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan keempat di pekan ini, Kamis (13/2/2020), di zona hijau.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 0,15% ke level 5.921,91. Sayang, per akhir sesi satu IHSG justru membukukan koreksi yang cukup signifikan.

Per akhir sesi satu, indeks saham acuan di Indonesia tersebut terkoreksi 0,67% ke level 5.873,3. Per akhir sesi dua, koreksi IHSG adalah sebesar 0,7% ke level 5.871,95.

Koreksi IHSG pada hari ini menandai koreksi selama enam hari beruntun.

IHSG mengalami nasib yang sama dengan bursa saham utama kawasan Asia. Walaupun dibuka menguat, bursa saham utama kawasan Asia kemudian meluncur turun ke zona merah: indeks Nikkei turun 0,14%, indeks Shanghai melemah 0,71%, indeks Hang Seng terkoreksi 0,34%, indeks Straits Times jatuh 0,2%, dan indeks Kospi berkurang 0,24%.

Pada pagi hari, bursa saham Benua Kuning sempat sukses mengekor jejak Wall Street yang ditutup menguat pada perdagangan kemarin, Rabu (12/2/2020). Pada perdagangan kemarin, indeks Dow Jones naik 0,94%, indeks S&P 500 menguat 0,65%, dan indeks Nasdaq Composite terapresiasi 0,9%. Ketiga indeks saham acuan di AS tersebut ditutup di level tertinggi sepanjang masa.

Rilis data ekonomi yang menggembirakan masih menjadi faktor yang memantik aksi beli di bursa saham AS. Menjelang akhir pekan kemarin, penciptaan lapangan kerja periode Januari 2020 (di luar sektor pertanian) versi resmi pemerintah AS diumumkan sebanyak 225.000, jauh di atas ekspektasi yang sebanyak 163.000, seperti dilansir dari Forex Factory.

Rilis data ekonomi yang menggembirakan tersebut memberikan harapan bahwa laju perekonomian AS akan membaik di tahun 2020.

PT Equityworld

IHSG Lawan Arus Bursa Asia, Merosot ke 5.862 | PT Equityworld

Belum lama ini, pembacaan awal atas angka pertumbuhan ekonomi AS periode kuartal IV-2019 diumumkan di level 2,1% (QoQ annualized), sesuai dengan konsensus yang dihimpun oleh Dow Jones.

Untuk keseluruhan tahun 2019, perekonomian AS hanya tumbuh 2,3%, menandai laju pertumbuhan terlemah dalam tiga tahun. Untuk diketahui, pada tahun 2017 perekonomian AS tumbuh sebesar 2,4%, diikuti pertumbuhan sebesar 2,9% pada tahun 2018.

Laju pertumbuhan tersebut juga berada di bawah target yang dipatok oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Pasca resmi memangkas tingkat pajak korporasi dan individu pada tahun 2017, Gedung Putih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi untuk setidaknya berada di level 3%.

Di sisi lain, terus meluasnya infeksi virus Corona menjadi sentimen negatif yang membayangi perdagangan hari ini, hingga akhirnya menyeret bursa saham kawasan regional ke zona merah.

Virus Corona sendiri merupakan virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Gejala dari paparan virus Corona meliputi batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam, seperti dilansir dari CNN International.

Berpusat di China, kasus infeksi virus Corona juga dilaporkan telah terjadi di negara-negara lain. Melansir publikasi Johns Hopkins, hingga kini setidaknya sebanyak 28 negara telah mengonfirmasi terjadinya infeksi virus Corona di wilayah mereka.

China, Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, AS, Vietnam, Prancis, Jerman, Inggris, Nepal, dan Kanada termasuk ke dalam daftar negara yang sudah melaporkan infeksi virus Corona.

Melansir CNBC International, hingga kemarin sebanyak 1.310 orang di provinsi Hubei telah meninggal akibat infeksi virus Corona, dengan jumlah kasus mencapai lebih dari 48.000. Untuk keseluruhan China, jumlah korban meninggal tercatat sebanyak 1.367, dengan jumlah kasus mencapai lebih dari 59.000.

Riset dari Standard & Poor’s (S&P) menyebutkan bahwa virus Corona akan memangkas pertumbuhan ekonomi China sekitar 1,2 persentase poin. Jadi, kalau pertumbuhan ekonomi China pada tahun ini diperkirakan berada di level 6%, maka virus Corona akan memangkasnya menjadi 4,8% saja.

Untuk diketahui, pada tahun 2019 perekonomian Negeri Panda tercatat tumbuh sebesar 6,1%, melambat signifikan dari yang sebelumnya 6,6% pada tahun 2018. Melansir CNBC International yang mengutip Reuters, pertumbuhan ekonomi China pada tahun 2019 merupakan yang terlemah sejak tahun 1990.

“Pada tahun 2019, konsumsi menyumbang sekitar 3,5 persentase poin dari pertumbuhan ekonomi China yang sebesar 6,1%. Dengan perkiraan konsumsi domestik turun 10%, maka pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan akan berkurang sekitar 1,2 persentase poin,” tulis riset S&P.

Design a site like this with WordPress.com
Get started