Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Lebih Rendah, Terseret Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Lebih Rendah, Terseret Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Wall Street sebagian besar turun pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, meskipun indeks utama ditutup jauh di atas titik terendah sesi mereka. Penurunan ini karena dorongan dari sektor defensif seperti perawatan kesehatan dan barang konsumsi pokok.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun di Bawah US$ 4.700 Akibat Kenaikan Inflasi AS

Namun demikian, sentimen sebagian besar negatif karena laporan inflasi utama lebih panas dari yang diperkirakan di tengah tanda-tanda kebuntuan yang semakin mengeras antara Washington dan Teheran. Saham-saham cip terpukul setelah serangkaian kenaikan baru-baru ini, yang menyebabkan sektor teknologi secara keseluruhan turun.

Dikutip dari Investing.com, Rabu, 13 Mei 2026, indeks acuan S&P 500 turun 0,2 persen menjadi 7.401,39 poin, mengurangi penurunan hingga satu persen. Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,7 persen menjadi 26.088,20 poin, mengurangi penurunan hingga dua persen.

Indeks Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip naik 0,1 persen menjadi 49.760,56 poin. Membalikkan penurunan hingga 0,8 persen yang didorong oleh kenaikan pada komponen defensif seperti UnitedHealth, Walmart, dan Amgen.

Terlepas dari penurunan pada Selasa, ketiga indeks utama tetap berada di dekat level rekor, terutama S&P dan Nasdaq. Kombinasi musim pendapatan yang kuat, reli berkelanjutan dalam perdagangan kecerdasan buatan, dan harapan akan berakhirnya perang Iran dengan cepat telah mendorong pasar AS.
Indeks Harga Konsumen (CPI) tahunan mencapai level tertinggi
Laporan inflasi konsumen AS yang penting menjadi sorotan, dengan para pelaku pasar sangat memperhatikan dampak dari lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah.

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, indeks harga konsumen (CPI) utama pada bulan April naik 0,6 persen (mtm) dan 3,8 persen (yoy), dibandingkan dengan perkiraan konsensus sebesar 0,6 persen dan 3,7 persen. Angka 3,8 persen adalah yang tertinggi sejak kenaikan empat persen pada Mei 2023.

Indeks Harga Konsumen (CPI) inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,4 persen secara bulanan (mtm) dan 2,8 persen secara tahunan (yoy), dibandingkan dengan perkiraan 0,3 persen dan 2,7 persen.

Data inflasi mengonfirmasi kenaikan harga minyak memang mendorong harga konsumen. Indeks harga energi naik 3,8 persen secara bulanan (mtm) pada April, menyumbang lebih dari 40 persen dari pertumbuhan CPI bulanan. Namun, indeks energi melambat secara signifikan dari kenaikan 10,9 persen secara bulanan (mtm) pada Maret. Secara tahunan (yoy), indeks energi melonjak 17,9 persen, tertinggi sejak September 2022.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started