Equityworld Futures | Sikap bank sentral China berubah, mayoritas indeks saham Asia menguat

Equityworld Futures | Sikap bank sentral China berubah, mayoritas indeks saham Asia menguat

Equityworld Futures | Bursa Asia bergerak mixed dengan mayoritas indeks saham menguat pada awal pekan ini. Senin (12/10) pukul 8.25 WIB, indeks Nikkei 225 melemah 0,41% ke 23.520.

Indeks Hang Seng menguat 0,41% ke 24.217. Sedangkan Taiex menguat 0,80% ke 12.990. Kospi menguat 0,24% ke 2.397.

Sementara Straits Times naik 0,10% ke 2.535. FTSE Bursa Malaysia turun 0,69% ke 1.519.

Investor masih menunggu harapan stimulus Amerika Serikat (AS). Pemerintahan Presiden AS Donald Trump kemarin menyerukan agar Kongres meloloskan rancangan undang-undang corona yang akan mengucurkan stimulus fiskal. Trump juga menyebut rencana yang lebih komprehensif.

Tapi, proposal pemerintahan Trump yang mencapai US$ 1,8 miliar memicu kritik dari Demokrat dan Republik. Tapi investor lebih optimistis pembicaraan stimulus akan berlanjut.

Daftar Terbaru Harga Emas 24 Karat Per 12 Oktober 2020 | Equityworld Futures

“Pasar masih memiliki harapan tinggi atas paket stimulus dan belum menentukan sikap apakah akan meluncur sebelum pemilu atau sesudah,” kata Tapat Strickland, ekonom National Australia Bank kepada Reuters.

Nilai tukar dolar AS menguat setelah bank sentral China mengubah kebijakan untuk menahan kenaikan tajam yuan. People’s Bank of China menghapus kebutuhan pencadangan perbankan untuk kontrak forward yuan.

Bank sentral juga menghapus rentang pelemahan. Para trader melihat keputusan ini sebagai sinyal ketidakpuasan atas penguatan yang terjadi belakangan. “Otoritas tidak membatasi penguatan yuan, tapi langkah ini bisa dilihat sebagai upaya memperlambat laju penguatan,” ungkap Khoon Goh, head of Asia research ANZ Bank.

PT Equity World | Bursa Saham Asia Dibuka Beragam Menanti Data Sektor Jasa China

PT Equity World | Bursa Saham Asia Dibuka Beragam Menanti Data Sektor Jasa China

PT Equity World | Bursa saham di Asia-Pasifik beragam pada perdagangan Jumat pagi karena investor menunggu rilis survei swasta aktivitas sektor jasa China untuk September.

Dikutip dari CNBC, Jumat (9/10/2020), di Jepang, Nikkei 225 naik 0,15 persen sedangkan indeks Topix sedikit lebih rendah.

Sementara itu, saham di Australia sedikit berubah, dengan S & P / ASX 200 berada di bawah garis datar.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan sedikit lebih tinggi.

Pasar di Korea Selatan dan Taiwan tutup pada hari Jumat karena hari libur.

Di China, Indeks Manajer Pembelian layanan Caixin / Markit diperkirakan akan keluar sekitar jam 9:45 pagi HK / SIN. Data tersebut dapat memberikan lebih banyak petunjuk tentang keadaan pemulihan ekonomi China dari pandemi virus corona.

Klaim Pengangguran Bertambah, Emas Berjangka Naik | PT Equity World

Fokus investor juga kemungkinan akan berada pada perkembangan yang sedang berlangsung mengenai potensi stimulus fiskal baru di Amerika Serikat. Ketua DPR Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin berbicara pada hari Kamis tentang rencana stimulus virus korona yang luas, setelah Presiden AS Donald Trump menarik diri dari pembicaraan awal pekan ini dan menyerukan RUU yang berdiri sendiri.

Semalam di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average menyentuh level tertinggi dalam sebulan. Indeks ditutup 122,05 poin lebih tinggi, atau 0,4 persen, pada 28.425,51. S&P 500 naik 0,8 persen untuk mengakhiri hari perdagangannya di 3.446,83 sementara Nasdaq Composite naik 0,5 persen menjadi ditutup pada 11.420,98.

Pergerakan itu terjadi karena data klaim pengangguran mingguan AS terbaru pada hari Kamis menunjukkan tambahan 840.000 orang Amerika mengajukan tunjangan pengangguran untuk pertama kalinya. Itu dibandingkan dengan ekspektasi ekonom yang disurvei oleh Dow Jones tentang 825.000 klaim pertama kali untuk asuransi pengangguran untuk pekan yang berakhir 3 Oktober.

PT Equity World | Kamis Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka di Zona Hijau

PT Equity World | Kamis Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka di Zona Hijau

PT Equity World | Bursa saham Asia pada Rabu (7/10/2020) mayoritas ditutup di zona hijau, kecuali indeks Nikkei Jepang yang ditutup melemah pada hari ini.

Tercatat indeks Nikkei Jepang melemah tipis 0,05%, indeks Hang Seng di Hong Kong terbang 1,09%, indeks STI Singapura menguat 0,36% dan KOSPI di Korea Selatan melesat 0,89%.

Sedangkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini menguat 0,10% di level 5.004,33.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 411 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 16,8 triliun.

Beberapa indeks saham di kawasan Asia, seperti di Hong Kong dan Korea Selatan langsung merespons terkait data ekonomi yang dirilis hari ini di kedua negara tersebut.

Di Hong Kong, data ekonomi yang dirilis hari ini adalah data Purchasing Managers’ Index (PMI) versi Markit pada September, dimana PMI Negara Mutiara dari Timur tersebut naik 3,7 poin ke angka 47,7.

Indeks PMI memakai tolak ukur angka 50. Jika di bawah itu, maka diartikan terjadi kontraksi dan sebaliknya jika di atas itu berarti ada ekspansi.

Sedangkan, cadangan Devisa (cadev) Korea Selatan pada September 2020 tercatat sebesar US$ 420,55 miliar, naik dari bulan Agustus 2020 sebesar US$ 418,95 miliar.

Kamis Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka di Zona Hijau | PT Equity World

Berbanding terbalik dengan Korea Selatan, cadev Jepang pada September 2020 sebesar US$ 1,389 triliun, atau turun dari bulan Agustus 2020 sebesar US$ 1,398 triliun..

Beralih ke Negeri Paman Sam, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump meminta perundingan stimulus senilai US$ 2,2 triliun dihentikan hingga pemilihan presiden 3 November mendatang.

“Saya menginstruksikan perwakilan untuk berhenti bernegosiasi sampai setelah pemilihan presiden,” tulisnya di Twitter pribadinya @realDonaldTrump, Selasa (6/10/2020) sore waktu setempat.

Alhasil, harapan akan gelontoran stimulus guna membangkitkan perekonomian AS menjadi pupus, menyebabkan bursa saham AS kembali rontok.

Tetapi, di sisi lain, tanpa stimulus tambahan pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam akan berjalan lambat, dan bisa tertinggal dari negara-negara Eropa maupun Asia.

PT Equity World | Trump Berencana Setop Stimulus, Bursa Asia Merah

PT Equity World | Bursa saham Asia pada Rabu (7/10/2020) dibuka mayoritas melemah, mengikuti bursa saham acuan global, Wall Street yang melemah pada perdagangan Selasa waktu Amerika Serikat (AS) akibat kabar dari akan dihentikannya stimulus baru.

Tercatat indeks Nikkei Jepang dibuka melemah 0,52%, Hang Seng di Hong Kong menguat tipis 0,08%, STI Singapura turun 0,22%, dan KOSPI di Korea Selatan terdepresiasi 0,64%.

Di kawasan Asia, data ekonomi yang dirilis hari adalah data cadangan devisa (cadev) Jepang dan Korea Selatan.

Tercatat, cadev Jepang pada September 2020 sebesar US$ 1,389 triliun, angka ini mengalami penurunan dari bulan Agustus 2020 sebesar US$ 1,398 triliun. Cadev Jepang sudah mengalami penurunan sejak 2 bulan terakhir.

Sedangkan untuk cadev Korea Selatan pada September 2020 tercatat sebesar US$ 420,55 miliar, naik dari bulan Agustus 2020 sebesar US$ 418,95 miliar. Berbanding terbalik dengan Jepang, cadev Korea Selatan terus mengalami peningkatan.

Dari AS, kabar dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang menyetop pembicaraan tentang rencana stimulus baru, hingga pemilihan presiden selesai dilakukan membuat bursa acuan global, Wall Street berakhir di zona merah.

Wajah bursa Asia beragam pada perdagangan Rabu (7/10) pagi | PT Equity World

Dow Jones Industrial Average turun 1,3% menjadi 27.772,76. Sedangkan S&P merosot 1,4% dan menyelesaikan sesi di 3.360,97. Sementara Nasdaq jatuh terdalam hingga 1,6%. Indeks kaya teknologi itu menyelesaikan perdagangan di 11.154.60.

Pengamat AS dari National Securities, Art Hogan mengatakan langkah Trump bukan sesuatu yang disukai pasar.

Saham teknologi seperti Apple, Amazon, dan Facebook turun hingga lebih dari 2% sedangkan maskapai penerbangan- yang sangat mengharap stimulus untuk menunda PHK merosot 3%.

Pengumuman ini juga datang hanya beberapa jam setelah bos bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell menegaskan ekonomi AS akan pulih lebih cepat dengan banyak stimulus pemerintah untuk membantu pekerja dan bisnis.

“Terlalu sedikit dukungan akan menyebabkan pemulihan yang lemah, menciptakan kesulitan yang tidak perlu bagi bisnis dan rumah tangga,” ujarnya.

Awal tahun ini, AS telah menyetujui stimulus corona senilai lebih dari US$ 3 triliun. Saat itu, pengambil keputusan AS setuju lebih banyak stimulus diperlukan.

AS memiliki kasus corona terbanyak pertama di dunia hingga 7,7 juta. Sekitar 215 ribu orang meninggal.

PT Equity World | Trump Berencana Setop Stimulus, Bursa Asia Merah

PT Equity World | Bursa saham Asia pada Rabu (7/10/2020) dibuka mayoritas melemah, mengikuti bursa saham acuan global, Wall Street yang melemah pada perdagangan Selasa waktu Amerika Serikat (AS) akibat kabar dari akan dihentikannya stimulus baru.

Tercatat indeks Nikkei Jepang dibuka melemah 0,52%, Hang Seng di Hong Kong menguat tipis 0,08%, STI Singapura turun 0,22%, dan KOSPI di Korea Selatan terdepresiasi 0,64%.

Di kawasan Asia, data ekonomi yang dirilis hari adalah data cadangan devisa (cadev) Jepang dan Korea Selatan.

Tercatat, cadev Jepang pada September 2020 sebesar US$ 1,389 triliun, angka ini mengalami penurunan dari bulan Agustus 2020 sebesar US$ 1,398 triliun. Cadev Jepang sudah mengalami penurunan sejak 2 bulan terakhir.

Sedangkan untuk cadev Korea Selatan pada September 2020 tercatat sebesar US$ 420,55 miliar, naik dari bulan Agustus 2020 sebesar US$ 418,95 miliar. Berbanding terbalik dengan Jepang, cadev Korea Selatan terus mengalami peningkatan.

Dari AS, kabar dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang menyetop pembicaraan tentang rencana stimulus baru, hingga pemilihan presiden selesai dilakukan membuat bursa acuan global, Wall Street berakhir di zona merah.

Wajah bursa Asia beragam pada perdagangan Rabu (7/10) pagi | PT Equity World

Dow Jones Industrial Average turun 1,3% menjadi 27.772,76. Sedangkan S&P merosot 1,4% dan menyelesaikan sesi di 3.360,97. Sementara Nasdaq jatuh terdalam hingga 1,6%. Indeks kaya teknologi itu menyelesaikan perdagangan di 11.154.60.

Pengamat AS dari National Securities, Art Hogan mengatakan langkah Trump bukan sesuatu yang disukai pasar.

Saham teknologi seperti Apple, Amazon, dan Facebook turun hingga lebih dari 2% sedangkan maskapai penerbangan- yang sangat mengharap stimulus untuk menunda PHK merosot 3%.

Pengumuman ini juga datang hanya beberapa jam setelah bos bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell menegaskan ekonomi AS akan pulih lebih cepat dengan banyak stimulus pemerintah untuk membantu pekerja dan bisnis.

“Terlalu sedikit dukungan akan menyebabkan pemulihan yang lemah, menciptakan kesulitan yang tidak perlu bagi bisnis dan rumah tangga,” ujarnya.

Awal tahun ini, AS telah menyetujui stimulus corona senilai lebih dari US$ 3 triliun. Saat itu, pengambil keputusan AS setuju lebih banyak stimulus diperlukan.

AS memiliki kasus corona terbanyak pertama di dunia hingga 7,7 juta. Sekitar 215 ribu orang meninggal.

PT Equity World | Saham Asia Berada Di Level Tertinggi Setelah Donald Trump Kembali ke Gedung Putih

PT Equity World | Saham Asia Berada Di Level Tertinggi Setelah Donald Trump Kembali ke Gedung Putih

PT Equity World | Kembalinya Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Gedung Putih berdampak baik bagi pasar saham Asia, yang naik tipis pada hari Selasa (6/10).

Sebenarnya, sejak Senin pasar saham sudah menunjukkan kebangkitannya karena laporan menunjukkan kesehatan Trump telah membaik setelah didiagnosis positif Covid-19, dengan para pedagang juga bersorak oleh tanda-tanda bahwa anggota parlemen di Kongres hampir menyetujui paket stimulus baru.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin berbicara melalui telepon selama sekitar satu jam pada hari Senin dan bersiap untuk berbicara lagi pada hari Selasa, melanjutkan pekerjaan mereka menuju kesepakatan tentang pengeluaran bantuan virus corona.

Ekuitas global telah tenggelam pada Jumat setelah Gedung Putih mengumumkan diagnosis Trump, menciptakan lebih banyak ketidakpastian satu bulan sebelum pemilihan presiden pada 3 November.

Harga minyak juga mulai pulih pada Senin setelah penurunan besar pekan lalu. Harga West Texas Intermediate dan Brent naik sekitar enam persen di tengah optimisme atas kesehatan Trump, meningkatnya nafsu makan untuk risiko dan pemogokan di enam ladang minyak dan gas lepas pantai di Norwegia.

Bursa Saham Asia Kompak Naik, IHSG Berpotensi Terus Menguat | PT Equity World

Dolar diperdagangkan beragam tetapi Dow mengakhiri hari itu 1,7 persen lebih tinggi, mencerminkan kenaikan yang terlihat di indeks utama Eropa.

Setelah menghabiskan akhir pekan di rumah sakit -dengan laporan yang saling bertentangan tentang kondisi Trump, tim medis kepresidenan mengatakan Trump ‘terus membaik’.

“Selain kesehatan Trump, ada beberapa perhatian pasar tentang apakah Kongres AS akan mengesahkan RUU stimulus tambahan,” kata Tai Hui, Kepala Strategi Pasar Asia, JP Morgan Asset Management, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (6/10).

“Jika kita melihat beberapa bentuk stimulus datang, saya pikir pasar akan menganggapnya positif karena banyak dukungan penting dari putaran sebelumnya telah berakhir,” katanya.

PT Equity World | Mayoritas Bursa Asia di Zona Aman Siang Ini

PT Equity World | Bursa Asia pada sesi siang ini Senin (5/10/2020) bervariasi dengan kecenderungan menguat atau diwarnai aksi beli saham.

Mengacu data Bloomberg, hingga siang ini pukul 11.50 WIB indeks Nikkei 225 Jepang naik 285,0 (1,2 persen) mencapai 23.315 poin.

Adapun indeks Hang Seng di Hong Kong naik 342,9 (1,4 persen) mencapai 23.801, Kospi di Korea Selatan naik 27,4 (1,2 persen) mencapai 2.355.

Pasar Saham Asia: ASX 200 Pimpin Gerakan Pembeli Setelah Berita Kemajuan COVID-19 Trump | PT Equity World

Sementara bursa Australia ASX 200 Index naik 144,29 (2,4 persen) mencapai 5.935.

Sedangkan bursa Malaysia KLCI naik 5,3 poin (0,4 persen) mencapai 1.506, Strait Times Singapura naik 13,3 (0,53 persen) mencapai 2.509,1, bursa Thailand Thai set 50 index naik 4,5 poin (0,62 persen) mencapai 782,1.

PT Equity World | Mayoritas Bursa Asia di Zona Aman Siang Ini

PT Equity World | Bursa Asia pada sesi siang ini Senin (5/10/2020) bervariasi dengan kecenderungan menguat atau diwarnai aksi beli saham.

Mengacu data Bloomberg, hingga siang ini pukul 11.50 WIB indeks Nikkei 225 Jepang naik 285,0 (1,2 persen) mencapai 23.315 poin.

Adapun indeks Hang Seng di Hong Kong naik 342,9 (1,4 persen) mencapai 23.801, Kospi di Korea Selatan naik 27,4 (1,2 persen) mencapai 2.355.

Pasar Saham Asia: ASX 200 Pimpin Gerakan Pembeli Setelah Berita Kemajuan COVID-19 Trump | PT Equity World

Sementara bursa Australia ASX 200 Index naik 144,29 (2,4 persen) mencapai 5.935.

Sedangkan bursa Malaysia KLCI naik 5,3 poin (0,4 persen) mencapai 1.506, Strait Times Singapura naik 13,3 (0,53 persen) mencapai 2.509,1, bursa Thailand Thai set 50 index naik 4,5 poin (0,62 persen) mencapai 782,1.

Equity World | Bursa Asia Hijau Lho, Cuma Nikkei & IHSG yang Gak Ikutan

Equity World | Bursa Asia Hijau Lho, Cuma Nikkei & IHSG yang Gak Ikutan

Equity World | Bursa saham Asia pada pukul 11:00 WIB, Rabu ini (30/9/2020), mayoritas masih bergerak di zona hijau, kecuali indeks Nikkei Jepang dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Data perdagangan mencatat, indeks Nikkei melemah 0,79%, Hang Seng Hong Kong melesat 1,18%, indeks Shanghai di China terapresiasi 0,45% dan STI Singapura menguat 0,28%.

Sedangkan indeks KOSPI Korea Selatan hari ini hingga Jumat (2/10/2020) libur memperingati hari Chusok atau festival bulan purnama.

0,50% ke level 4.854,70. Pada pembukaan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 4.896,43.

Pada pagi hari ini, China merilis data purchasing managers’ index (PMI) pada September 2020. Tercatat indeks PMI Manufaktur China September 2020 sebesar 51,5, naik 0,5 poin dari sebelumnya di angka 51.

Sedangkan indeks PMI non-manufaktur China Pada September 2020 sebesar 55,9 atau naik 0,7 poin dari sebelumnya di angka 55,2. Hal ini mengindikasikan bahwa perekonomian China mulai membaik.

Positifnya angka PMI manufaktur dan non-manufaktur China membuat indeks Negara Panda, Shanghai Composite menguat pada hari ini.

Beralih ke bursa efek acuan dunia negeri Paman Sam, Wall Street ditutup memerah pada penutupan dini hari tadi (30/9/20).

Tercatat indeks Dow Jones terdepresiasi 0,48%, S&P 200 turun 0,49%, sedangkan Nasdaq anjlok 0,29% setelah meningkatnya kasus corona (Covid-19) kembali membuat takut para pelaku pasar.

Gubernur New York, Andrew Cuomo mengatakan negara bagian-nya kembali memperlihatkan tren kenaikan angka positivity rate dan walikota New York City, Bill de Blasio mengatakan persentase kasus positif dari jumlah tes mencapai angka 3%, pertama kali dalam sebulan terakhir.

Sektor finansial yang kemarin melesat, kembali terkoreksi setelah investor ketakutan dan melarikan dananya karena kenaikan kasus Covid-19 berarti prospek pemulihan ekonomi akan semakin kabur.

Rabu Pagi, Saham Asia Dibuka Terkoreksi | Equity World

Sektor maskapai penerbangan juga menjadi salah satu sektor yang sangat terdampak hari ini setelah pasar kembali menilai bahwa kongres akan kesulitan dalam menyetujui anggaran paket bantuan sebesar US$ 2,4 juta yang diajukan.

Paket ini sendiri akan memberikan bantuan subsidi pengangguran, suntikan dana langsung ke rumah tangga, hutang kepada bisnis-bisnis kecil, dan bantuan terhadap sektor penerbangan yang terpukul parah pasca diserang pandemi Covid-19.

Adapun sentimen utama pada perdagangan hari ini tentunya datang dari debat pertama presiden AS Donald Trump melawan kandidat presiden dari partai Demokrat yakni Joe Biden dalam debat pertama dari tiga debat menuju kursi presiden. Pemilu di AS sendiri tinggal 36 hari lagi.

Debat pertama ini akan menjawab pandangan kedua calon terhadap kebijakan mengenai kesehatan di tengah pandemi Covid-19 dan terkait kekacauan keamanan negara akibat isu diskriminasi ras dan imigrasi.

Trump juga mungkin akan mendapat pertanyaan mengenai pajaknya setelah media The New York Times merilis berita yang mengejutkan pada Minggu (27/9/20) yang menunjukkan bahwa selama 2 dekade presiden AS tersebut tidak membayar pajak dan hanya membayar US$ 750 ketika terpilih menjadi presiden.

Equity World | Senin Pagi, Saham Asia Dibuka di Zona Hijau

Equity World | Senin Pagi, Saham Asia Dibuka di Zona Hijau

Equity World | Saham di Asia-Pasifik pada perdagangan Senin (28/9/2020) dibuka di zona hijau, menguat tipis dibanding penutupan akhir pekan lalu. Investor merespons data yang dirilis ekonomi Tiongkok yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,74% di awal perdagangan sementara indeks Topix naik 0,76%. Kospi Korea Selatan naik 0,98%. Di Australia, S & P / ASX 200 berada di atas garis datar. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,1% lebih tinggi. Saham pembuat chip Tiongkok SMIC menjadi perhatian investor menyusul laporan bahwa AS telah memberlakukan pembatasan ekspor ke perusahaan tersebut karena dicurigai menjadi alat militer. Biro Statistik Nasional Tiongkok merilis data bahwa keuntungan industri negara tersebut naik 19,1% pada bulan Agustus. Sentimen positif ini menjadi katalis bagi penguatan indeks di Asia Pasifik. Namun, investor juga mencermati perkembangan pandemi virus corona (Covid-19). Eropa sekarang menghadapi prospek resesi double-dip karena bergulat dengan gelombang kedua virus corona. Di AS, kasus virus corona harian baru mencapai 1.000 di negara bagian New York pada hari Sabtu – pertama kalinya infeksi baru di negara bagian itu melampaui angka 1.000 sejak awal Juni.

Bursa Saham di Asia Menguat Merespons Pemulihan Ekonomi China | Equity World

Mata uang dan Minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 94,54 setelah naik dari level di bawah 93,0 minggu lalu. Sementara itu, harga minyak lebih rendah pada pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent turun 0,26% menjadi $ 41,81 per barel. Minyak mentah berjangka AS juga merosot 0,42% menjadi $ 40,08 per barel.

PT Equityworld | Jumat Pagi, Saham Asia Dibuka Menguat

PT Equityworld | Jumat Pagi, Saham Asia Dibuka Menguat

PT Equityworld | Saham di Asia-Pasifik dibuka menguat tipis pada perdagangan Jumat pagi (25/9/2020), menyusul sesi volatile semalam di Wall Street yang berakhir di zona hijau. Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,48% sedangkan indeks Topix turun 0,52%. Kospi Korea Selatan juga naik 0,67%.

Sementara itu, S & P / ASX 200 Australia naik 0,81%. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,33% lebih tinggi. Investor akan memantau aset Tiongkok setelah FTSE Russell mengumumkan Kamis bahwa obligasi pemerintah Tiongkok dijadwalkan untuk dimasukkan dalam Indeks Obligasi Pemerintah Dunia FTSE mulai Oktober 2021. Semalam di Wall Street, tiga indeks utama saham menguat tipis. Dow Jones Industrial Average ditutup 52,31 poin lebih tinggi, atau 0,2%, pada 26.815,44. Sementara itu, S&P 500 naik 0,3% menjadi 3.246,59, dan Nasdaq Composite naik 0,4% ditutup pada 10.672,27. Pergerakan saham di Amerika Serikat bergerak liar pada perdagangan semalam. Dow turun lebih dari 200 poin pada sesi awal karena data klaim pengangguran tidak sesuai ekspektasi.

Wall Street menguat, didukung berbagai tanda rebound ekonomi | PT Equityworld

Kemudian Dow berhasil masuk zona hijau pada akhir sesi karena mendapat katalis dari data penjualan perumahan. Investor juga mencermati perkembangan paket stimulus virus corona AS. Demokrat DPR sedang mempersiapkan rencana stimulus $ 2,4 triliun baru karena partai tersebut ingin memulai kembali negosiasi dengan Gedung Putih menyusul pembicaraan yang gagal bulan lalu. Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir berada di 94,303 setelah naik dari level di bawah 93 minggu ini. Harga minyak turun pada pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent turun 0,31% menjadi $ 41,81 per barel. Minyak mentah berjangka AS tergelincir 0,27% menjadi $ 40,20 per barel.

PT Equityworld | Wall Street rebound, ditopang saham Amazon di tengah kekhawatiran pemulihan ekonomi

PT Equityworld | Wall Street rebound, ditopang saham Amazon di tengah kekhawatiran pemulihan ekonomi

PT Equityworld | Wall Street rebound pada Selasa (22/9) dipimpin oleh lonjakan saham Amazon.com, di tengah kemungkinan penundaan stimulus fiskal baru oleh Kongres dan peningkatan jumlah kasus virus corona yang mengurangi harapan pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 140,48 poin atau 0,52% ke 27.288,18, S&P 500 naik 34,51 poin atau 1,05% ke 3.315,57 dan Nasdaq Composite naik 184,84 poin atau 1,71% ke 10.963,64.

Volume perdagangan saham bursa AS mencapai 8,68 miliar saham, turun dari 10,62 miliar saham pada hari Senin.

Tujuh dari 11 indeks sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dipimpin oleh teknologi informasi.

“Pasar sedang mencari stabilitas. Sekali lagi investor dan trader akan mencari nama-nama yang sudah terlalu melorot, ”kata Kenny Polcari, kepala strategi pasar di SlateStone Wealth LLC di Jupiter, Florida seperti dikutip Reuters.

Saham AS pada hari Senin memperpanjang penurunan tiga minggu berturut-turut karena kekhawatiran putaran baru lockdown di Eropa dan kebuntuan di Kongres atas ukuran dan bentuk RUU tanggapan virus corona lainnya merusak harapan pemulihan ekonomi yang cepat.

“Kami memiliki beberapa kekhawatiran tentang sejumlah hal berbeda yang merusak prospek pertumbuhan jangka pendek,” kata Jim Paulsen, kepala strategi investasi di The Leuthold Group di Minneapolis, yang juga mengutip prospek ekonomi Federal Reserve yang berhati-hati.

“Ini adalah ketakutan jangka pendek yang akan hilang karena saya pikir ada cukup banyak dorongan ke atas,” katanya.

Pasar Saham Asia Terkena Imbas Kejatuhan Bursa Global | PT Equityworld

Investor kini bersiap untuk periode volatilitas pasar yang lama karena kekhawatiran atas ketidakpastian politik yang berkembang di Washington yang telah dipertajam oleh kematian Hakim Agung Ruth Bader Ginsburg pekan lalu.

“Semua energi politik akan diarahkan ke pencalonan Mahkamah Agung berikutnya. Saya tidak melihat mereka memperhatikan hal itu dan mendorong stimulus pada saat yang bersamaan, ”kata Mike Zigmont, kepala perdagangan dan penelitian di Harvest Volatility Management di New York.

Gubernur Fed Jerome Powell pada hari Selasa mengatakan kepada panel kongres bahwa ekonomi telah menunjukkan “peningkatan yang nyata” sejak pandemi mendorongnya ke dalam resesi, tetapi jalan ke depan tetap tidak pasti dan bank sentral AS akan berbuat lebih banyak jika diperlukan.

Presiden Fed Chicago Charles Evans juga memperingatkan bahwa ekonomi menghadapi risiko pemulihan yang lebih lama dan lebih lambat, jika bukan resesi langsung lainnya, jika Kongres gagal memberikan lebih banyak stimulus.

Design a site like this with WordPress.com
Get started