Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat Ikuti Rekor Wall Street Jumat (10/7), Bitcoin Cetak Rekor Baru

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat Ikuti Rekor Wall Street Jumat (10/7), Bitcoin Cetak Rekor Baru

Equityworld Futures | Bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada Jumat (11/7), mengikuti jejak penguatan Wall Street yang mencetak rekor penutupan tertinggi, di tengah meredanya kekhawatiran investor terhadap kebijakan tarif baru Amerika Serikat.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik ke US$3.333,6 Jumat (11/7), Trump Kenakan Tarif 35% untuk Kanada

Indeks Kospi Korea Selatan naik 1%, dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turut menguat 0,94%.

Sementara itu, indeks acuan Australia, S&P/ASX 200 tercatat naik 0,14%.

Penguatan pasar Asia terjadi seiring reli di bursa Wall Street. Indeks S&P 500 mencetak rekor penutupan tertinggi baru dengan naik 0,27% menjadi 6.280,46.

Nasdaq Composite juga menorehkan rekor penutupan tertinggi dua hari berturut-turut dengan menguat 0,09% ke level 20.630,67.

Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 192,34 poin atau 0,43%, ditutup di level 44.650,64.

Di sisi lain, Bitcoin juga melanjutkan reli dan mencetak rekor harga tertinggi baru pada Kamis (10/7), menembus level US$ 113.863,31.

Ini merupakan rekor tertinggi kedua yang dicapai hanya dalam dua hari terakhir.

Reli Bitcoin dipicu oleh meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko serta aksi likuidasi posisi short.

Data dari CoinGlass menunjukkan lebih dari US$ 318 juta posisi short dilikuidasi dalam 24 jam terakhir di berbagai bursa kripto terpusat.

Altcoin atau aset kripto selain Bitcoin juga ikut mengalami kenaikan selama dua hari berturut-turut, setelah sebelumnya mengalami tekanan sepanjang tahun ini.

Selama beberapa pekan terakhir, Bitcoin diperdagangkan dalam kisaran yang relatif ketat, namun tetap bertahan di atas level US$ 100.000 selama lebih dari 60 hari berturut-turut.

Arus dana masuk ke dalam ETF Bitcoin serta aksi pembelian besar-besaran dari perusahaan publik turut menopang harga dan menjadi pendorong utama reli kuartal kedua.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Trump Naikkan Tarif, Investor Panik, Wall Street Tumbang

Equityworld Futures | Trump Naikkan Tarif, Investor Panik, Wall Street Tumbang

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street mengalami tekanan pada penutupan perdagangan Senin. Hal ini terjadi usai presiden AS Donald Trump membocorkan sejumlah surat yang ditujukan ke beberapa negara mengenai kenaikan tarif impor.

Equityworld Futures | Meski Harga Emas Dunia Turun, Investor Berhasil Pangkas Kerugian

Mengutip CNBC, Selasa (8/7/2025), Indeks saham acuan Dow Jones Industrial Average turun 422,17 poin atau 0,94% dan berakhir pada 44.406,36. Indeks S&P 500 turun 0,79% dan ditutup pada 6.229,98. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,92% ditutup pada 20.412,52.

Penutupan tiga indeks utama Wall Street ini merupakan pencapaian terburuk sejak pertengahan Juni.

Barang impor dari sedikitnya tujuh negara akan menghadapi kenaikan tarif tinggi mulai 1 Agustus. Presiden AS Donald Trump mengungkapkan dalam serangkaian posting Truth Social pada Senin.

Trump membagikan tangkapan layar surat formulir yang ditandatanganinya yang ditujukan kepada para pemimpin Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Kazakhstan, Afrika Selatan, Laos, dan Myanmar, yang mendiktekan tarif baru untuk setiap negara.

Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa 14 surat akan dikirim pada hari Senin, dan masih banyak lagi yang akan dikirim pada hari-hari berikutnya.

Ia menambahkan bahwa Trump akan menandatangani perintah eksekutif untuk menunda batas waktu tarifnya, yang sebelumnya diantisipasi akan jatuh pada minggu ini, hingga 1 Agustus.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Turun 0,3% Senin (7/7) Pagi, Trump Umumkan Kemajuan Perjanjian Dagang

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Turun 0,3% Senin (7/7) Pagi, Trump Umumkan Kemajuan Perjanjian Dagang

Equityworld Futures | Harga emas turun pada perdagangan Senin (7/7) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan adanya kemajuan dalam sejumlah perjanjian dagang dan memperpanjang masa tenggang penerapan tarif untuk beberapa negara.

Equityworld Futures | Dolar Melemah, Harga Emas Melejit Jelang Tenggat Tarif AS

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 3.323,71 per ons troi pada pukul 00.28 GMT. Kontrak berjangka emas AS juga melemah 0,3% menjadi US$ 3.332,20.

Trump mengatakan pada Minggu (6/7) bahwa AS hampir menyelesaikan sejumlah kesepakatan dagang dalam beberapa hari ke depan, dan akan memberi pemberitahuan kepada negara-negara terkait tarif yang lebih tinggi paling lambat 9 Juli.

Tarif tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Agustus.

Pada April lalu, Trump mengumumkan tarif dasar sebesar 10% untuk sebagian besar negara, dengan tambahan bea masuk hingga 50%.

Namun, penerapan sebagian besar tarif itu ditunda hingga 9 Juli, dan kini diperpanjang lagi selama tiga minggu bagi sebagian besar negara terdampak.

Kekhawatiran akan inflasi yang dipicu oleh tarif mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.

Kontrak berjangka suku bunga AS kini mencerminkan ekspektasi bahwa The Fed tidak akan menurunkan suku bunga bulan ini, dan hanya akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali masing-masing 25 basis poin hingga akhir tahun.

Pekan lalu, Trump menandatangani paket pemotongan pajak dan belanja besar-besaran yang menurut analisis non-partisan akan menambah lebih dari US$ 3 triliun terhadap utang nasional AS yang saat ini mencapai US$ 36,2 triliun.

Indeks dolar AS turun 0,3% pada Senin setelah mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut. Melemahnya dolar membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli di luar negeri.

Di tempat lain, putaran pertama perundingan tidak langsung antara Hamas dan Israel di Qatar berakhir tanpa hasil.

Dua sumber Palestina yang mengetahui proses tersebut mengatakan bahwa delegasi Israel tidak memiliki mandat yang cukup untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas.

Sementara itu, harga perak spot stabil di US$ 36,94 per ons troi, platinum turun 0,3% menjadi US$ 1.388,06, dan palladium tidak berubah di US$ 1.134,38.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Memiliki Kecondongan Bearish Terbatas Selama Masih Di Atas $3,325

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Memiliki Kecondongan Bearish Terbatas Selama Masih Di Atas $3,325

Equityworld Futures | Emas spot jatuh pada hari Kamis dan diperdagangkan serendah $3.311,61, kemudian pulih menuju area $3.325 saat ini. Dolar AS (USD) mendapatkan kekuatan mendadak setelah kejutan tak terduga dari laporan Nonfarm Payroll (NFP) AS bulan Juni.

Equityworld Futures | Harga Emas Akhirnya Ambruk, Investor Mulai Kehilangan Harapan

Laporan ketenagakerjaan bulanan AS menunjukkan negara tersebut menambahkan 147 ribu posisi baru di bulan Juni, jauh lebih baik dari 110 ribu yang diprakirakan. Selain itu, Tingkat Pengangguran turun menjadi 4,1% dari 4,2%, lebih baik dari 4,3% yang diprakirakan, sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja turun menjadi 62,3% dari 62,4%. Terakhir, Pendapatan Rata-Rata Per Jam turun menjadi 3,7% pada basis tahunan dari 3,8% yang tercatat pada bulan Mei, lebih lemah dari 3,6% yang diprakirakan.

Lebih jauh lagi, negara tersebut merilis Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Jasa ISM bulan Juni, yang naik menjadi 50,8 dari 49,9 pada bulan Mei. Angka ini lebih baik dari ekspektasi pasar 50,5.

Sementara itu, para investor terus mengawasi negosiasi perdagangan AS. Negara tersebut berhasil mencapai kesepakatan dengan Vietnam. Di bawah perjanjian tersebut, AS akan menerapkan bea 20% pada impor dari Vietnam, jauh di bawah tarif 46% yang diumumkan Presiden Donald Trump pada awal April. Mungkin ini bukan kesepakatan yang paling cemerlang, dan Vietnam mungkin bukan ekonomi yang paling relevan dalam konteks perdagangan dengan AS, tetapi berita ini cukup untuk memicu sedikit optimisme.

Kalender makroekonomi akan tetap ringan pada hari Jumat, karena pasar AS akan tetap tutup untuk liburan 4 Juli.

Prospek Harga XAU/USD dalam Jangka Pendek

Grafik harian untuk pasangan XAU/USD menunjukkan bahwa pasangan ini mempertahankan sebagian besar penurunan dalam perdagangan hariannya, tetapi melayang tepat di atas support Fibonacci utama, retracement 38,2% dari penurunan bulan Juni di sekitar $3.325. Grafik yang sama menunjukkan bahwa Simple Moving Average (SMA) 20 tetap datar, sementara konvergen dengan retracement 50% di sekitar $3.348. Terakhir, indikator-indikator teknis terus bergerak ke bawah dalam level-level negatif, mengantisipasi pergerakan lebih lanjut ke bawah jika level $3.325 gagal bertahan.

Dalam jangka pendek, dan menurut grafik 4 jam, pasangan XAU/USD memiliki kecondongan bearish yang terbatas. Indikator-indikator teknis menghentikan penurunannya setelah mencapai garis tengahnya, dengan indikator Relative Strength Index (RSI) memantul sedikit dari garis 50-nya. Pada saat yang sama, pasangan ini kesulitan di sekitar SMA 20 yang sedikit bullish sambil memberikan tekanan pada SMA 200 yang sedikit bullish. Emas siap untuk kembali ke zona nyamannya di sekitar $3.350 menjelang katalis arah berikutnya.

Level-level support berada di: 3.325,00 3.311,90 3.295,45

Level-level resistance berada di: 3.350,00 3.373,50 3.389,40

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Ditopang Saham Teknologi, Pasar Nantikan Data Ketenagakerjaan

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Ditopang Saham Teknologi, Pasar Nantikan Data Ketenagakerjaan

Equityworld Futures |Pasar saham Amerika Serikat (AS) pulih pada Rabu (2/7), ditopang oleh penguatan saham teknologi seperti Nvidia, Tesla, dan Apple.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Merajalela, Terbang 3 Hari Beruntun

Investor kini menanti laporan ketenagakerjaan nonpertanian sebagai indikator potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.

Pada pukul 11:58 siang waktu setempat, indeks Dow Jones stagnan di 44.496,43, S&P 500 naik 0,27% ke 6.214,98, dan Nasdaq naik 0,75% ke 20.354,69. Dow kini hanya berjarak 1,3% dari rekor tertingginya.

Tesla menguat 4,2% meski mencatat penurunan pengiriman kuartal II. Analis menilai data tersebut tidak seburuk perkiraan sebelumnya.

Saham Tesla sebelumnya telah turun lebih dari 20% sepanjang tahun ini. Sementara itu, Nvidia dan Apple masing-masing naik 2,2% dan 1,8%, memperkuat sektor teknologi.

Pasar sempat dibuka melemah setelah data penggajian swasta AS menunjukkan penurunan tak terduga pada Juni.

Data juga merevisi penambahan pekerjaan bulan sebelumnya menjadi lebih rendah, meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga secepatnya pada Juli.

Fokus utama tertuju pada data ketenagakerjaan nonpertanian yang akan dirilis Kamis (3/7), lebih awal dari biasanya karena libur Hari Kemerdekaan. Survei Reuters memperkirakan pertumbuhan pekerjaan melambat dan tingkat pengangguran naik ke 4,3%.

“Data tenaga kerja semakin mendekatkan Fed pada keputusan pemangkasan. Tinggal soal waktu, apakah di Juli atau September,” ujar Joe Saluzzi, manajer perdagangan di Themis Trading.

Pasar menunjukkan tren positif sejak tekanan pada April, dengan S&P 500 dan Nasdaq sempat menyentuh rekor tertinggi awal pekan ini. Investor tetap optimistis terhadap prospek pelonggaran kebijakan moneter dan pertumbuhan sektor kecerdasan buatan (AI).

Saham Centene anjlok 40% setelah perusahaan menarik proyeksi kinerja 2025 akibat penurunan signifikan pendapatan dari rencana asuransi kesehatan pasar.

Saham perusahaan sejenis juga tertekan: Elevance Health turun 8%, Molina Healthcare merosot 20%, dan UnitedHealth turun 3,5%.

Sementara itu, Verint Systems melonjak 12,2% setelah laporan bahwa Thoma Bravo sedang menjajaki akuisisi perusahaan perangkat lunak tersebut.

Secara keseluruhan, saham yang naik di NYSE mengungguli yang turun dengan rasio 1,79:1, dan di Nasdaq 1,77:1. S&P 500 mencatat 24 tertinggi dan tiga terendah baru dalam 52 minggu, sedangkan Nasdaq mencatat 66 tertinggi dan 34 terendah baru.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Investor Beralih dari Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Investor Beralih dari Saham Teknologi

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan yang berakhir Selasa sore waktu setempat (Rabu pagi WIB).

Equityworld Futures | RUU Trump Melenggang, Harga Emas Terbang 1%

Indeks Dow Jones Industrial Average naik pada Selasa lalu karena investor beralih dari saham teknologi untuk memulai semester II-2025.

Para investor juga mempertimbangkan perkembangan terakhir terkait rancangan undang-undang pajak dan pengeluaran besar Presiden AS Donald Trump serta komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell.
Indeks S&P 500 turun 0,11 persen dan ditutup pada level 6.198,01.

Lalu, indeks Nasdaq Composite turun 0,82 persen dan ditutup pada 20.202,89.

Sementara itu, indeks Dow Jones merupakan outlier, naik 400,17 poin, atau 0,91 persen, dan ditutup pada 44.494,94.

Para pedagang menjatuhkan saham-saham teknologi raksasa, seperti Nvidia dan Microsoft, dan memilih untuk membeli saham perusahaan perawatan kesehatan. Saham Amgen dan UnitedHealth melonjak lebih dari 4 persen.

Sedangkan saham Merck dan Johnson&Johnson naik lebih dari 3 persen dan sekitar 2 persen untuk mengangkat indeks Dow Jones yang terdiri dari 30 saham.

Di sisi lain, produsen kendaraan listrik Tesla turun 5 persen setelah Trump menyarankan dalam sebuah posting di Truth Social bahwa Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) harus menyelidiki subsidi pemerintah yang diterima perusahaan CEO Elon Musk.

Musk mengkritik RUU besar Trump dan menyebutnya sangat merusak selama akhir pekan. Ini bukan pertama kalinya Trump dan Musk berselisih mengenai rencana pengeluaran pemerintah, karena perseteruan terjadi antara keduanya awal tahun ini.

RUU besar tersebut disahkan di Senat pada hari Selasa dengan suara 51-50. Paket tersebut sekarang akan diserahkan ke DPR, yang masih dapat menolak perubahan undang-undang tersebut.

Sebelumnya pada hari itu, Ketua Teh Fed Jerome Powell mengonfirmasi di panel Bank Sentral Eropa di Portugal bahwa Fed kemungkinan akan memangkas suku bunga lagi sekarang jika bukan karena tarif.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Pesta Pora, Tutup Kuartal II dengan Gemilang

Equityworld Futures | Wall Street Pesta Pora, Tutup Kuartal II dengan Gemilang

Equityworld Futures | Indeks-indeks Wall Street berpesta pora, S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada Senin (30/6/2025), menandai penutupan kuartal kedua yang mengesankan. Saham-saham naik seiring investor menutup bulan Juni dengan reli yang memecahkan rekor sebelumnya.

Equityworld Futures | Harga Emas Akhirnya Bangkit, Tapi Pemilik Emas Dibuat Cemas Karena Ini

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 naik 0,52% dan ditutup di level 6.204,95, menjadi rekor tertinggi penutupan terbaru. Nasdaq Composite juga menguat 0,47% ke level 20.369,73, mencatat rekor tertinggi sepanjang masa. Sementara Dow Jones Industrial Average melesat 275,50 poin (0,63%) ke 44.094,77.

Lonjakan indeks terjadi setelah Kanada membatalkan pajak layanan digital yang sebelumnya ditujukan ke raksasa teknologi AS seperti Google, Meta, dan Amazon. Keputusan ini diambil untuk membuka kembali jalan negosiasi dagang dengan Amerika Serikat (AS), setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penghentian semua pembicaraan dagang dengan Kanada pekan lalu.

Investor kini menanti apakah AS akan menyepakati kesepakatan dagang baru, mengingat masa berlaku penangguhan tarif selama 90 hari akan berakhir pekan depan. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyebut sejumlah negara mitra dagang tengah ‘bernegosiasi dengan itikad baik’. Namun, Trump mengingatkan, jika negosiasi gagal, tarif akan kembali seperti pengumuman awal pada 2 April.

Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, Kevin Hassett, menyatakan kesepakatan dagang bisa segera rampung jika paket undang-undang tarif lolos. Meski sudah lolos pemungutan suara awal di Senat, rancangan ini menghadapi tantangan di DPR, terutama dari sejumlah anggota Partai Republik yang menolak perubahan isi dalam versi terbaru.

Meski risiko ketidakpastian tarif masih ada, analis menilai fundamental pasar tetap kuat. Kepala Strategi Ekuitas US Bank Wealth Management Terry Sandven mengatakan, dinding kekhawatiran mulai runtuh saat indeks mencetak rekor.

Sandven memperkirakan, S&P 500 bisa mencapai 6.325 hingga akhir tahun, naik sekitar 2% dari posisi saat ini, dengan didukung inflasi yang stabil, suku bunga yang terjaga, dan pertumbuhan laba perusahaan.

Kinerja pasar di bulan Juni cukup mencolok. S&P 500 naik hampir 5%, Nasdaq melonjak lebih dari 6%, dan Dow naik lebih dari 4%. Ketiga indeks utama itu juga membukukan kenaikan tajam pada kuartal II, dengan S&P 500 naik lebih dari 10%, Nasdaq melonjak hampir 18%, dan Dow Jones naik hampir 5%.

Padahal, di awal April, ketegangan dagang global dan kekhawatiran tarif sempat menekan pasar mendekati area bearish.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Semringah, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi

Equityworld Futures | Wall Street Semringah, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi

Equityworld Futures | Bursa Saham Amerika Serikat, Wall Street mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan akhir pekan lalu. Pasar saham AS semringah setelah rilis data-data laba perusahaan dan ekonomi AS menunjukkan kondisi yang lebih baik dari harapan investor di tengah periode perubahan kebijakan yang dramatis.

Equityworld Futures | Dunia Kini Bertanya-tanya: Kapan Emas Kembali Perkasa?

Dua indeks utama AS, S&P 500 dan Nasdaq mencetak level penutupan tertinggi sepanjang masa pada Jumat (27/6). Indeks S&P 500 (.SPX) ditutup naik 0,5% ke level 6.173,07, sedangkan Nasdaq naik 0,52% ke level 20.273.

Adapun indeks Dow Jones naik lebih tinggi 1% ke level 43.189 meski tak mencetak rekor seperti dua indeks lainnya.

S&P 500 terakhir kali mencatatkan rekor tertinggi pada 19 Februari di level 6.144. Sejak itu hingga awal April, indeks sempat anjlok hingga mencapai 18,9% akibat pengumuman kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang memicu kekhawatiran resesi ekonomi.

Kekhawatiran mereda saat Trump memoderasi tarif terberatnya, sehingga pasar bangkit kembali.

Saham mendapat dorongan terbaru pada pekan lalu dengan meredanya kekhawatiran tentang konflik di Timur Tengah setelah pengumuman Trump tentang gencatan senjata antara Israel dan Iran dan kemungkinan The Federal Reserve akan memangkas suku bunga.

“Empat bulan terakhir di pasar mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang kebijakan perdagangan dan pajak Trump,” kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments di New Jersey.

Ia menjelaskan, rasa pesimisme investor telah berubah menjadi optimisme dengan sejumlah kabar baik pada pekan lalu. Namun, risiko kebijakan masih ada.

Ketika kekhawatiran mereda, ukuran volatilitas telah turun drastis. Indeks Volatilitas Cboe (.VIX) yang mengukur kecemasan investor berbasis opsi, melonjak pada awal April, mencapai 60 dan ditutup setinggi 52,33 pada 8 April, level penutupan tertinggi dalam lima tahun.

Namun, Indeks VIX sejak itu surut dan terakhir berada di 16,32, mendekati median jangka panjangnya di 17,7.

Investor mengatakan musim pendapatan kuartal pertama yang lebih kuat dari perkiraan untuk perusahaan-perusahaan AS membantu mendorong pemulihan saham. Menurut LSEG IBES. ;aba perusahaan yang berada di papan S&P 500 secara keseluruhan naik 13,7% dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan kenaikan 8% yang diharapkan pada 1 April.
“Ini adalah salah satu kebangkitan paling dahsyat dari pasar yang hampir lesu. Perekonomian bertahan dan laba kuartal pertama secara keseluruhan cukup solid, memicu reli besar,” kata Ryan Detrick, kepala strategi pasar di Carson Group.

Salah satu yang juga menjadi pendorong reli saham pekan lalu adalah kekuatan baru dari saham teknologi dan pertumbuhan yang megacap “Magnificent Seven”. Kelompok tersebut, yang antara lain meliputi Microsoft (MSFT.O), Nvidia (NVDA.O), dan Amazon (AMZN.O) telah memimpin indeks ekuitas naik dalam dua tahun terakhir meski mengalami awal yang sulit pada tahun 2025.

Sejak 8 April, ETF Roundhill Magnificent Seven (MAGS.Z), telah melonjak sekitar 37% terhadap kenaikan sekitar 24% untuk S&P 500. Saham-saham Magnificent Seven juga mendorong S&P 500 membukukan kenaikan tahunan berturut-turut lebih dari 20% pada tahun 2023 dan 2024.

“Saya tidak berpikir tahun ini akan menjadi tahun yang eksplosif seperti dua tahun terakhir. Saya kira lebih seperti, kita sudah kembali dari aksi jual dan kenaikan 5% hingga 10% sudah sangat hebat, mengingat semua yang telah terjadi,” kata Meckler.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Dekati Rekor Tertinggi Seiring Anjloknya Harga Minyak

Equityworld Futures | Wall Street Dekati Rekor Tertinggi Seiring Anjloknya Harga Minyak

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street kembali menguat mendekati level tertingginya sepanjang masa pada Selasa (24/6/2025), didorong oleh penurunan tajam harga minyak mentah. Penurunan harga ini dipicu oleh harapan bahwa konflik antara Israel dan Iran tidak akan mengganggu pasokan minyak global.

Equityworld Futures | Sudah Dibantu “Musuh Abadi”, Harga Emas Tetap Jeblok: Terburuk 10 Hari

Dilansir dari AP, indeks S&P 500 naik 1,1% dan kini hanya terpaut 0,8% dari rekor tertingginya yang tercatat pada Februari lalu. Kenaikan ini menyusul reli besar di bursa saham Eropa dan Asia, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Iran telah sepakat melakukan gencatan senjata total, meskipun kondisinya masih rapuh.

Dow Jones Industrial Average juga melonjak 1,2%, dan indeks komposit Nasdaq menguat 1,4%.

Saham operator kapal pesiar Carnival melesat 6,9% setelah membukukan laba kuartalan yang jauh melampaui ekspektasi analis. Saham Uber Technologies juga naik 7,5% setelah mengumumkan bahwa pengguna di Atlanta kini bisa memesan kendaraan otonom Waymo langsung dari aplikasi Uber.

Sementara itu, Coinbase Global melesat 12,1% seiring kenaikan harga Bitcoin yang kembali menembus level US$ 105.000.

Secara keseluruhan, S&P 500 naik 67,01 poin menjadi 6.092,18. Dow Jones Industrial Average naik 507,24 poin menjadi 43.089,02, dan Nasdaq Composite naik 281,56 poin menjadi 19.912,53.

Indeks saham global juga menunjukkan penguatan signifikan. Bursa di Prancis, Jerman, hingga Jepang naik sedikitnya 1%. Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 2,1% dan Kospi Korea Selatan memimpin dengan kenaikan hingga 3%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Prediksi Analis soal Harga Emas Setelah AS Bantu Israel Gempur Iran

Equityworld Futures | Prediksi Analis soal Harga Emas Setelah AS Bantu Israel Gempur Iran

Equityworld Futures | Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Senin (23/6) seiring meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) di tengah kekhawatiran konflik yang semakin meluas di Timur Tengah.

Equityworld Futures | Harga Emas Terjun Bebas Hari ini, Tiba-tiba Kehilangan Tenaga

Investor global memantau respons Iran terhadap serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklirnya.

Melansir Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi US$3.371,30 per ounce pada pukul 00.20 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS tercatat stabil di level US$3.387,20.

Ketegangan memuncak setelah AS bergabung dengan Israel dalam melakukan serangan terbesar terhadap Iran sejak Revolusi 1979.

Presiden AS Donald Trump dalam pidato televisi memperingatkan setiap serangan balasan dari Iran akan memicu respons lanjutan, kecuali Iran memilih jalan damai.

Namun, Teheran telah menyatakan akan membalas, dengan laporan adanya tembakan misil yang terus berlangsung antara kedua negara sepanjang akhir pekan.

Di saat yang sama, pasar juga mencermati pernyataan terbuka pertama dari pejabat The Fed setelah keputusan untuk menahan suku bunga pekan lalu.

Dalam laporan kebijakan moneter terbarunya kepada Kongres, The Fed menyebutkan inflasi AS masih cukup tinggi dan pasar tenaga kerja tetap kuat. Namun, dampak penuh dari tarif Trump diperkirakan belum sepenuhnya terasa, sehingga bank sentral AS itu memilih menunggu kejelasan lebih lanjut sebelum mengambil langkah kebijakan baru.

Trump kembali melontarkan ide untuk memecat Ketua The Fed Jerome Powell, yang selama ini kerap dikritiknya karena tidak cukup agresif menurunkan suku bunga.

Di pasar logam lainnya, harga perak naik 0,1 persen ke level US$36,03 per ounce. Sementara harga platinum turun 0,3 persen menjadi US$1.260,78 dan paladium melemah tipis 0,1 persen ke US$1.043 per ounce.

Sementara itu, berdasarkan grafik harga beli emas di Pegadaian untuk periode 16-22 Juni 2025, harga emas cenderung menurun dalam sepekan terakhir.

Pada 16 Juni, harga berada di kisaran Rp18.800 per 0,01 gram, kemudian terus menurun hingga menyentuh titik terendah sekitar Rp18.470 per 0,01 gram pada Sabtu (21/6).

Namun, pada Minggu (22/6), harga emas Pegadaian kembali menguat dan naik ke level sekitar Rp18.600 per 0,01 gram, seiring pulihnya harga emas global menjelang awal pekan ini.

Analis pasar Ibrahim Assuaibi memprediksi kecamuk yang makin menjadi di Timur Tengah akan mendongkrak harga emas. Prediksinya, harga emas dunia akan melesat ke US$3.450, bahkan US$3.500 per ons troi.

“Tak hanya emas, minyak juga akan naik, apalagi Iran juga sudah mengancam akan menutup Selat Hormuz yang selama ini menjadi tempat lalu lintas minyak dunia,” katanya Minggu kemarin.

Efek katanya, juga akan terjadi pada rupiah.

“Tapi untuk rupiah melemahnya tidak tidak signifikan karena hanya 100 poin,” katanya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started