Equity World | Pasar Obligasi AS Gaungkan Resesi, Bursa Saham Asia Keok

Equity World | Pasar Obligasi AS Gaungkan Resesi, Bursa Saham Asia Keok

Equity World | Seluruh bursa saham utama kawasan Asia ditransaksikan di zona merah pada perdagangan hari ini. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei ambruk 1,57%, indeks Shanghai anjlok 1,05%, indeks Hang Seng turun 0,71%, dan indeks Straits Times terkoreksi 1,59%.

Sinyal resesi yang digaungkan oleh pasar obligasi AS membuat pelaku pasar melego saham-saham di Benua Kuning. Pada perdagangan kemarin (14/8/2019), imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 2 tahun sempat melampaui yield obligasi AS tenor 10 tahun. Fenomena ini disebut sebagai inversi.

Inversi merupakan sebuah fenomena di mana yield obligasi tenor pendek lebih tinggi dibandingkan tenor panjang. Padahal dalam kondisi normal, yield tenor panjang akan lebih tinggi karena memegang obligasi tenor panjang pastilah lebih berisiko ketimbang tenor pendek.

Jika berkaca kepada sejarah, inversi pada yield obligasi tenor 2 dan 10 tahun merupakan pertanda datangnya resesi di AS. Kali terakhir inversi pada yield obligasi tenor 2 dan 10 tahun terjadi adalah pada akhir tahun 2005. Dua tahun setelahnya, AS mengalami resesi yang dipicu oleh krisis subprime mortgage.

Lebih lanjut, damai dagang AS-China yang belum jelas juga membuat saham-saham di Asia dilepas investor.

Pada hari Selasa waktu setempat (13/8/2019), Kantor Perwakilan Dagang AS mengumumkan bahwa pihaknya akan menghapus beberapa produk dari daftar produk impor asal China yang akan dikenakan bea masuk baru pada awal bulan depan.

Kantor Perwakilan Dagang AS dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa keputusan ini dilandasi oleh alasan “kesehatan, keselamatan, keamanan nasional, dan faktor-faktor lainnya”, dilansir dari CNBC International.

Equity World

Harga Emas Terus Cetak Rekor Baru, Bitcoin Malah Nyungsep | Equity World

Lebih lanjut, pengenaan bea masuk baru senilai 10% untuk berbagai produk lainnya yang sejatinya akan mulai berlaku efektif pada awal September diputuskan ditunda hingga 15 Desember. Produk-produk yang akan ditunda pengenaan bea masuknya mencakup ponsel selular, laptop, konsol video game, dan monitor komputer.

Seperti yang diketahui, pada awal bulan ini Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan mengenakan bea masuk baru senilai 10% bagi produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang hingga kini belum terdampak perang dagang. Kebijakan ini sejatinya akan mulai berlaku pada tanggal 1 September, sebelum kemudian AS merubah keputusannya. Trump kala itu juga menyebut bahwa bea masuk baru tersebut bisa dinaikkan hingga menjadi di atas 25%.

“AS akan mulai, pada tanggal 1 September, mengenakan bea masuk tambahan dengan besaran yang kecil yakni 10% terhadap sisa produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang masuk ke negara kita,” cuit Trump melalui akun @realDonaldTrump pada awal bulan ini.

Hingga kini, pihak China belum merespons etikat baik yang ditunjukkan oleh AS.

Equity World | Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 13 Agustus 2019, Naik Rp6.000 Per Gram

Equity World | Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 13 Agustus 2019, Naik Rp6.000 Per Gram

Equity World | Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) hari ini, Selasa (13/8/2019), kembali menguat Rp6.000 per gram dibandingkan harga yang berlaku pada Senin (12/8).

Berdasarkan informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas Antam hari ini berada di level Rp755.000 per gram.

Emas Antam kembali mencetak rekor baru harga tertinggi sepanjang 6 bulan terakhir ini. Pekan lalu, harga emas Antam sempat menyentuh titik tertingginya pada kisaran Rp753.000 per gram.

Adapun untuk emas batangan Antam ukuran 0,5 gram hari ini dipatok seharga Rp402.000 atau naik Rp3.000 dibandingkan posisi harga kemarin, Senin (12/8). Harga emas Antam tersebut berlaku di Butik Emas LM Antam Pulo Gadung, Jakarta.

Equity World

Diburu Investor, Harga Emas Dunia Kembali Menguat | Equity World

Sementara itu, harga jual kembali (buyback) emas Antam hari ini dipatok pada kisaran Rp683.000 per gram. Harga yang ditetapkan naik Rp6.000 per gram dibandingkan harga yang ditetapkan pada Senin (12/8).

Harga buyback ini belum mempertimbangkan pajak jika nominalnya lebih dari Rp10 juta. Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% (untuk pemegang NPWP dan 3 % untuk non NPWP). PPh 22 atas transaksi buy back dipotong langsung dari total nilai buy back.

Saham Tokyo dibuka naik didukung data PDB dan penguatan Wall Street

Equityworld Futures | Saham Tokyo dibuka naik didukung data PDB dan penguatan Wall Street

Equityworld Futures | Saham-saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada perdagangan Jumat pagi, karena sentimen investor didukung oleh data produk domestik bruto Jepang untuk kuartal April-Juni yang melampaui ekspektasi, serta kenaikan Wall Street.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) naik 176,77 poin atau 0,86 persen, dari tingkat penutupan Kamis (8/8/2019), menjadi diperdagangkan di 20.770,12 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari semua saham papan utama di pasar Tokyo, menambahkan 11,30 poin, atau 0,75 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.509,96 poin.

Ekonomi Jepang tumbuh 1,8 persen riil secara tahunan di kuartal April-Juni, kata pemerintah dalam sebuah laporan pada Jumat.

Menurut Kantor Kabinet, ekspansi produk domestik bruto yang disesuaikan dengan inflasi untuk periode April-Juni sama dengan kenaikan 0,4 persen dari kuartal sebelumnya.

Sementara pembacaan awal datang di depan perkiraan rata-rata ekonom, angka terbaru menandai perlambatan dari ekspansi direvisi 2,8 persen yang dibukukan pada periode Januari-Maret.

Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global mereda setelah imbal hasil obligasi global stabil.

Equityworld Futures

Neraca China Lampaui Ekspektasi, Wall Street Bakal Happy | Equityworld Futures

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 371,12 poin atau 1,43 persen, menjadi ditutup di 26.378,19 poin. Indeks S&P 500 bertambah 54,11 poin atau 1,88 persen, menjadi ditutup di 2.938,09 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir menguat 176,33 poin atau 2,24 persen, menjadi 8.039,16 poin.

Di pasar Tokyo, saham-saham pertambangan, instrumen presisi, dan produk-produk terkait minyak dan batu bara paling banyak membukukan kenaikan pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Variatif Jelang Data China

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Variatif Jelang Data China

Equityworld Futures | Bursa saham di Asia bergerak variatif pada Kamis pagi (8/8/2019) menjelang data perdagangan China.

Data tersebut dapat menjelaskan lebih lanjut tentang dampak perang perdagangan yang berlarut-larut antara Washington dan Beijing.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,17% pada awal perdagangan sementara indeks Topix turun 0,12%. Di Korea Selatan, indeks Kospi menambahkan 0,63% karena saham Hyundai Motor melonjak 1,57%. Sementara itu, S & P / ASX 200 Australia tergelincir 0,75%.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,09%.

Tiongkok diperkirakan akan merilis angka-angka ekspor, impor, dan neraca perdagangan pada pukul 11:00 pagi HK / SIN. Investor akan mencari petunjuk tentang bagaimana pertarungan perdagangan yang sedang berlangsung antara AS dan China mempengaruhi ekonomi terbesar kedua di dunia.

Beijing dan Washington telah mengenakan tarif barang-barang satu sama lain bernilai miliaran dolar. Perkembangan itu telah mengguncang pasar selama lebih dari satu tahun, dan ada tanda-tanda rakit tarif tambahan dari kedua belah pihak memiliki efek nyata pada ekonomi di seluruh dunia.

Bank Harian China memperbaiki harian titik tengah yuan juga akan dimonitor untuk petunjuk di mana mata uang bisa pergi selanjutnya. Bank sentral China memungkinkan nilai tukar naik atau turun 2% dari angka itu yang juga dikenal sebagai yuan onshore seperti mengutip cnbc.com.

Yuan China berada di bawah sorotan awal pekan ini setelah melewati 7 penghalang yang diawasi ketat terhadap dolar, memimpin Departemen Keuangan AS untuk menyebut Tiongkok sebagai manipulator mata uang.

Yuan lepas pantai, yang digunakan oleh investor asing dan bank, terakhir diperdagangkan pada 7,0861 melawan greenback.

Dalam aksi pasar semalam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average ditutup 22,45 poin lebih rendah pada 26.007,07. Sementara Nasdaq Composite menambahkan 0,4% untuk menyelesaikan hari perdagangannya di 7.862,83. S&P 500 ditutup 0,1% lebih tinggi pada 2.883,98.

Saham di Amerika Serikat sebagian besar pulih dari penurunan sebelumnya yang melihat Dow anjlok lebih dari 500 poin pada satu titik karena imbal hasil Treasury 10-tahun yang diawasi secara singkat mencapai level terendah 2016 karena turun di bawah 1,6%. Terakhir pada 1,7103%.

Equityworld Futures

Walau Yuan Kembali Dilemahkan, Bursa Asia Masih Bisa Menguat | Equityworld Futures

Harga emas juga diperdagangkan di atas US$1.500 untuk pertama kalinya sejak 2013 pada hari Rabu.
Mata uang dan minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 97,608 setelah melihat posisi terendah di bawah 97,5 kemarin.

Yen Jepang diperdagangkan pada 106,13 melawan dolar setelah menyentuh level di bawah 106 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia berada di $ 0,6760 setelah naik dari posisi terendah di bawah $ 0,672 kemarin.

Harga minyak melonjak di pagi hari jam perdagangan Asia pada hari Kamis setelah melihat penurunan tajam pada hari sebelumnya. Patokan internasional kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 2,33% menjadi US$57,54 per barel, sedangkan minyak mentah berjangka AS naik 2,54% menjadi US$52,39 per barel.

PT Equityworld | Bursa Asia Masih Nahas, IHSG Malah Ngegas!

PT Equityworld | Bursa Asia Masih Nahas, IHSG Malah Ngegas!

PT Equityworld | Bursa saham Asia terpantau belum mendapat peruntungan hingga perdagangan Rabu (07/08/2019) siang ini. Pasalnya, tiga dari empat indeks saham utama di Asia, yakni Nikkei (-0,43%), Hang Seng (-0,37%), dan Shanghai (-0,01%) masih bernasib nahas alias terkoreksi, sedangkan Strait Times menguat 0,14%.

Perang mata uang yang dipicu oleh pelemahan yuan secara sengaja oleh China menjadi penekan utama yang membuat bursa saham Asia tertahan di zona merah. Untungnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kabur dan tancap gas ke Utara dengan penguatan 1,42% ke level 6.206,42 di siang ini.

PT Equityworld

Yuan Sengaja Dibuat Loyo, Bursa Saham Asia Kembali Merah | PT Equityworld

Meski diwarnai oleh aksi jual bersih asing yang mencapai Rp22,66 miliar, IHSG berhasil memperlebar jangkauan gerak dari level terendah di 6.153,65 hingga level tertinggi di 6.215,81.

Sejumlah 9,97 miliar saham telah diperjualbelikan dengan frekuensi 281.732 kali transaksi dan nilai transaksinya mencapai Rp4,39 triliun. Adapun pergerakan saham bursa meliputi 271 saham naik, s124 aham turun, dan 125 saham lainnya stagnan.

Equity World | AS-China Makin Sengit, Bursa Saham Asia Babak Belur

Equity World | AS-China Makin Sengit, Bursa Saham Asia Babak Belur

Equity World | Seluruh bursa saham utama kawasan Asia babak belur pada perdagangan hari ini. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei ambruk 2,04%, indeks Shanghai anjlok 2,03%, indeks Hang Seng jatuh 2,29%, indeks Straits Times terkoreksi 1,53%, dan indeks Kospi terpangkas 1,56%.

Perang dagang AS-China yang kian memanas menjadi faktor yang melandasi aksi jual di bursa saham Benua Kuning. Pada hari ini, China mengumumkan balasan terkait dengan bea masuk baru yang akan dieksekusi oleh AS pada awal September mendatang dengan mengonfirmasi pemberitaan bahwa perusahaan-perusahaan asal China akan berhenti membeli produk agrikultur asal AS.

Melansir CNBC International, seorang juru bicara untuk Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan asal Negeri Panda telah berhenti membeli produk agrikultur asal AS sebagai respons dari rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan bea masuk baru yang menyasar produk impor asal China senilai US$ 300 miliar.

Selain itu, Kementerian Perdagangan China juga membuka kemungkinan untuk mengenakan bea masuk baru bagi produk agrikultur asal AS yang sudah terlanjut dipesan setelah tanggal 3 Agustus.

Equity World

Gara-gara Donald Trump ‘Ngegas’, Bursa Saham Asia Kebakaran! | Equity World

Seperti yang diketahui, pada hari Kamis (1/8/2019) Trump mengumumkan bahwa AS akan mengenakan bea masuk baru senilai 10% bagi produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang hingga kini belum terdampak perang dagang. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada tanggal 1 September. Kacaunya lagi, Trump menyebut bahwa bea masuk baru tersebut bisa dinaikkan hingga menjadi di atas 25%.

“AS akan mulai, pada tanggal 1 September, mengenakan bea masuk tambahan dengan besaran yang kecil yakni 10% terhadap sisa produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang masuk ke negara kita,” cuit Trump melalui akun @realDonaldTrump.

Pengumuman dari Trump ini datang pasca dirinya melakukan rapat dengan Menteri keuangan AS Steven Mnuchin dan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer terkait dengan hasil negosiasi di Shanghai pada pekan kemarin.

Kala perang dagang AS-China tereskalasi, bisa dipastikan bahwa laju perekonomian dunia akan mendapatkan tekanan yang signifikan. Maklum, AS dan China merupakan dua negara dengan nilai perekonomian terbesar di planet bumi.

PT Equityworld | Bara Perang Dagang Masih Panas, Bursa Saham Asia Berguguran

PT Equityworld | Bara Perang Dagang Masih Panas, Bursa Saham Asia Berguguran

PT Equityworld | Bursa saham utama kawasan Asia ditransaksikan di zona merah pada awal pekan ini. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei jatuh 1,95%, indeks Shanghai melemah 0,79%, indeks Hang Seng anjlok 1,98%, indeks Straits Times turun 1,64%, dan indeks Kospi terkoreksi 2,12%.

Kicauan Presiden AS Donald Trump di Twitter masih sukses dalam memantik aksi jual dengan intensitas yang besar di bursa saham Benua Kuning. Pada hari Kamis (1/8/2019), Trump mengumumkan bahwa AS akan mengenakan bea masuk baru senilai 10% bagi produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang hingga kini belum terdampak perang dagang. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada tanggal 1 September. Kacaunya lagi, Trump menyebut bahwa bea masuk baru tersebut bisa dinaikkan hingga menjadi di atas 25%.

“AS akan mulai, pada tanggal 1 September, mengenakan bea masuk tambahan dengan besaran yang kecil yakni 10% terhadap sisa produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang masuk ke negara kita,” cuit Trump melalui akun @realDonaldTrump.

Pengumuman dari Trump ini datang pasca dirinya melakukan rapat dengan Menteri keuangan AS Steven Mnuchin dan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer terkait dengan hasil negosiasi di Shanghai pada pekan kemarin.

China pun akhirnya dibuat panas dan angkat bicara terkait dengan serangan terbaru dari Trump. Beijing menyebut bahwa pihaknya tak akan tinggal diam menghadapi “pemerasan” yang dilakukan AS, serta memperingatkan akan adanya serangan balasan.

“Jika AS benar mengeksekusi bea masuk tersebut maka China harus meluncurkan kebijakan balasan yang diperlukan guna melindungi kepentingan-kepentingan kami yang mendasar,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying, dilansir dari Reuters.

PT Equityworld

Penyebab Ambruknya Semua Bursa Utama Asia Awal Pekan | PT Equityworld

Ketika perang dagang AS-China tereskalasi, laju perekonomian keduanya, berukit perekonomian global, akan semakin tertekan.

Selain bara perang dagang AS-China yang masih panas, sentimen negatif bagi bursa saham Asia datang dari rilis data ekonomi yang mengecewakan. Pada pagi hari ini, Services PMI China versi Caixin periode Juli 2019 diumumkan di level 51,6, lebih rendah dari konsensus yang sebesar 52, seperti dilansir dari Trading Economics.

Kemudian di Hong Kong, Manufacturing PMI periode Juli 2019 diumumkan oleh Markit di level 43,8, turun jauh dibandingkan capaian bulan Juni yang sebesar 47,9, dilansir dari Trading Economics.

Jangan lupa juga, hingga kini aksi protes besar-besaran di Hong Kong masih juga terjadi. Aksi protes ini dilakukan untuk menuntut pemerintah Hong Kong melakukan reformasi, pasca sebelumnya pemerintahan Carrie Lam mengajukan rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang mendapatkan kecaman dari berbagai elemen masyarakat Hong Kong.

Equityworld Futures | 4 Alasan LPS Turunkan Suku Bunga Penjaminan jadi 6,75 Persen

Equityworld Futures | 4 Alasan LPS Turunkan Suku Bunga Penjaminan jadi 6,75 Persen

Equityworld Futures | Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS telah menurunkan tingkat suku bunga penjaminan sebesar 25 basis poin, menjadi 6,75 persen untuk simpanan rupiah di bank umum dan 9,25 persen untuk simpanan rupiah di Bank Perkreditan Rakyat. Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah berasalan bahwa penurunan suku bunga ini sudah melalui pertimbangan beberapa aspek.

“Perubahan tingkat bunga penjaminan simpanan didasarkan pada beberapa pertimbangan antara lain suku bunga simpanan perbankan terpantau berada di level yang stabil dan potensial untuk turun,” kata Halim saat jumpa pers di Equity Tower, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Juli 2019.

Halim mengatakan, perkembangan suku bunga pasar simpanan (SBP) 62 bank benchmark rupiah terpantau mengalami penurunan sebesar 11 bps menjadi 5,94 persen pada periode observasi dari 28 Juni 2019 hingga 25 Juli 2019.

Selain penurunan SBP, kebijakan ini diambil di tengah perbaikan likuiditas bank yang ditopang perbaikan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), sehingga mengurangi selisih dari pertumbuhan kredit. “Tren ini selanjutnya diperkirakan akan berdampak terhadap arah tingkat bunga penjaminan ke depan,” ujar Halim.

Equityworld Futures

Cuitan Donald Trump Sukses ‘Acak-acak’ IHSG | Equityworld Futures

Selanjutnya, Halim menyebutkan faktor lain yang memengaruhi penurunan suku bunga penjaminan yakni kondisi dan risiko likuiditas perbankan relatif terjaga di tengah tren perbaikan pertumbuhan simpanan. Berdasarkan data internal OJK, loan deposit ratio (LDR) perbankan cenderung turun 1,26 persen dari 95,54 persen pada Mei 2019 hingga Juni 2019.

Pertumbuhan DPK bank umum pun membaik pada Juni 2019 menjadi 7,42 persen year on year (yoy) dari 6,27 persen yoy . Sementara, pada saat yang sama, pertumbuhan kredit di posisi 9,92 persen yoy pada Juni 2019. “Hingga akhir tahun 2019, proyeksi pertumbuhan kredit dan DPK industri masing-masing adalah 11,7 persen dan 7,4 persen,” ucap Halim.

Kemudian faktor lainnya adalah stabilitas sistem keuangan (SSK) domestik terpantau stabil sejalan dengan meredanya volatilitas di pasar keuangan. Halim menuturkan, secara point to point, Rupiah menguat 1,72 persen dari level Rp 14.231 per dolar AS pada 10 Juni 2019 menjadi Rp 13.986 per dolar AS pada 25 Juli 2019.

“Ini secara umum pergerakan nilai tukar tahun ini masih berada dalam range proyeksi rata-rata nilai tukar kami sebesar Rp 14.200 pada akhir tahun 2019,” ucap Halim menjelaskan soal penyebab penurunan suku bunga penjaminan LPS tersebut.

Equity World | Bursa Asia Terkapar, IHSG & Rupiah Tambah Lemas Pagi Ini

Equity World | Bursa Asia Terkapar, IHSG & Rupiah Tambah Lemas Pagi Ini

Equity World | Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (2/8/2019), di tengah memerahnya bursa global.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,80 persen atau 50,88 poin ke level 6.330,66 pada pukul 09.19 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (1/8), IHSG berakhir terkoreksi 0,14 persen atau 8,96 poin di level 6.381,54. Pelemahan indeks mulai berlanjut dengan dibuka turun 0,63 persen atau 40,42 poin di level 6.341,12 pagi ini.

Delapan dari sembilan sektor bergerak negatif, dipimpin industri dasar (-1,36 persen) dan properti (-1,32 persen). Satu-satunya sektor yang bergerak di zona hijau adalah perdagangan dengan kenaikan tipis 0,02 persen.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing turun 1,64 persen dan 1,61 persen menjadi penekan utama atas pelemahan IHSG.

Indeks saham lainnya di Asia rata-rata juga bergerak negatif pagi ini, di antaranya indeks Nikkei 225 Jepang (-2,07 persen), Kospi Korea Selatan (-1,01 persen), dan indeks Hang Seng Hong Kong (-2,04 persen).

Di China, dua indeks saham utamanya yakni indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing melemah 1,5 persen dan 1,64 persen.

Dalam riset hariannya, tim analis Samuel Sekuritas Indonesia memprediksikan pelemahan IHSG mengikuti pergerakan bursa Asia pagi ini akibat terseret bursa Wall Street Amerika Serikat.

Equity World

Buntuti Bursa Asia, IHSG Merosot Hampir 1 Persen | Equity World

Pasar saham di AS kembali tertekan tajam pada akhir perdagangan Kamis (1/8/2019) setelah Presiden Donald Trump mengumumkan akan menerapkan tarif 10 persen terhadap barang impor tambahan asal China bernilai US$300 miliar mulai 1 September.

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 280,85 poin atau 1,05 persen ke level 26.583,42, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 melemah 26,82 poin atau 0,90 persen ke 2.953,56 dan Nasdaq Composite turun 64,30 poin atau 0,79 persen ke level 8.111.12.

Rencana penerapan tarif ini membuat konsensus penurunan suku bunga AS pada September kembali menguat menjadi 92,9 persen dari sebelumnya 62,7 persen yang diakibatkan tergerusnya spekulasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut.

Memburuknya ekspektasi pasar terhadap keadaan ekonomi AS ke depan diperkuat dengan rilis data Manufacturing PMI Markit dan ISM bulan Juli yang menunjukan penurunan menjadi 50,4.

“IHSG kami perkirakan melemah mengikuti mayoritas pergerakan bursa Asia pagi ini,” papar Samuel Sekuritas Indonesia, dikutip dari laman resminya.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah terpantau lanjut melemah 92 poin atau 0,65 persen ke level Rp14.208 per dolar AS, setelah berakhir terdepresiasi 94 poin atau 0,67 persen di posisi 14.116 pada Kamis (1/8).

Sementara itu, indeks Bisnis-27 melemah 0,88 persen atau 5 poin ke level 560,60 pukul 09.19 WIB, setelah ditutup terkoreksi 0,39 persen atau 2,23 poin di posisi 565,59 pada Kamis (1/8).

Equityworld Futures | Bursa Tokyo Dibuka Melemah Mengekor Pelemahan Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Tokyo Dibuka Melemah Mengekor Pelemahan Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Tokyo dibuka melemah pada Kamis (1/8/2019), mengikuti pelemahan di Wall Street. Ini terjadi setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve menurunkan suku bunga acuan (FFR).

Dilansir AFP, ondeks acuan Nikkei 225 terkoreksi 0,82% atau 176,08 poin menjadi 21.345,45 pada awal perdagangan sementara indeks Topix turun 0,58% atau 9,15 poin menjadi 1.555,99.

Sebelumnya, Bursa Amerika Serikat (AS) terkoreksi pada penutupan perdagangan Rabu (31/7/2019) waktu setempat. Ini setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengumumkan pemotongan suku bunga yang selaras dengan sesuai ekspektasi pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 333,75 poin lebih rendah atau turun 1,2%, menjadi 26.864,27 setelah sempat anjlok 478 poin. Indeks S&P 500 turun 1,1% ditutup menjadi 2.980,38. Sementara indeks Nasdaq Composite terkoreksi 1,2% menjadi 8.175,42. Dow mencatat penurunan harian terbesar sejak 31 Mei bersama dengan S&P 500. Sedangkan Nasdaq mengalami penurunan satu hari terbesar sejak akhir Juni.

Pada Kamis (1/8/2019) dini hari WIB, The Fed memotong suku bunga sebesar 25 basis poin yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Bank sentral AS itu menyebut alasan pemangkasan itu adalah akibat pertumbuhan global yang melambat, juga untuk meredam inflasi.

Namun dalam press briefing setelah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), Powell mengatakan pelonggaran kali ini hanya “penyesuaian pertengahan siklus,”. Hal itu mengisyaratkan bahwa penurunan suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun ini bukanlah hal yang pasti.

Equityworld Futures

The Fed Bikin Bursa Asia Kritis! | Equityworld Futures

“Pasar saham tampak kecewa dengan kinerja Powell, mungkin selain karena Powell tidak mengatakan ini adalah pemotongan ‘satu-satunya’, tidak ada juga pesan jelas bahwa pemotongan September akan pasti dilakukan,” katanya analis di Federated Investors seperti dilansir CNBC International.

Sementara itu, bursa Eropa ditutup menguat pada Rabu menjelang pengumuman Fed. Pelaku pasar di Eropa telah mengantisipasi bahwa the Fed akan memangkas suku bunga.

Indeks Pan-European Stoxx 600 naik 0,2%, dengan mayoritas sektor dan bursa utama ada di zona positif. Namun indeks FTSE 100 di London terkoreksi 0,6% karena pound bergerak menjauhi posisi terendahnya baru-baru ini.

Design a site like this with WordPress.com
Get started