PT Equityworld | Hari Ini Harga Emas Antam Kembali Merosot

PT Equityworld | Hari Ini Harga Emas Antam Kembali Merosot

PT Equityworld | Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Rabu (11/9/2019) senilai Rp 751.000 per gram. Harga tersebut turun Rp 3.000 dibandingkan harga emas batangan pada Senin (10/9/2019) kemarin yang berada di angka Rp 754.000 per gram. Sementara itu, harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas Antam mau menjual emas batangan tersebut sebesar Rp 675.000. Sebagai catatan, harga emas Antam tersebut berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda. Adapun sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi. Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22. Berikut rincian harga emas Antam:

PT Equityworld

AS-China Kian Mesra, Bursa Saham Asia Menghijau | PT Equityworld

0,5 gram Rp 400.000
1 gram Rp 751.000
2 gram Rp 1.451.000
3 gram Rp Rp 2.155.000
5 gram Rp 3.575.000
10 gram Rp 7.085.000
25 gram Rp 17.605.000
50 gram Rp 35.135.000
100 gram Rp 70.200.000

Equityworld Futures | Saham Tokyo dibuka menguat ikuti kenaikan di Wall Street

Equityworld Futures | Saham Tokyo dibuka menguat ikuti kenaikan di Wall Street

Equityworld Futures | Saham-saham Tokyo dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi, menyusul petunjuk positif dari Wall Street akhir pekan lalu, karena ekspektasi pasar meningkat untuk pemangkasan suku bunga bulan ini oleh Federal Reserve AS.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) bertambah 73,51 poin atau 0,35 persen, dari tingkat penutupan Jumat (6/9), menjadi diperdagangkan di 21.273,08 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari semua saham papan utama di pasar Tokyo naik 5,21 poin atau 0,34 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.542,31 poin.

Saham-saham yang terkait dengan asuransi, farmasi, dan transportasi udara merupakan penerima keuntungan terkemuka pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.

Equityworld Futures

Data Tenaga Kerja Kurang Joss, Wall Street Campur Aduk | Equityworld Futures

Indeks S&P 500 dan Dow naik tipis pada penutupan perdagangan di Wall Street, Jumat (6/9/2019), karena investor mencerna laporan pekerjaan AS beragam dan bertaruh pada penurunan suku bunga Fed bulan ini, sementara rencana stimulus China membantu meredakan beberapa kekhawatiran seputar pertumbuhan global.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 69,31 poin atau 0,26 persen menjadi berakhir di 26.797,46 poin. Indeks S&P 500 bertambah 2,72 poin atau 0,09 persen, menjadi ditutup di 2.978,72 poin. Sementara Indeks Komposit Nasdaq turun 13,75 poin atau 0,17 persen, menjadi 8.103,07 poin.

Equityworld Futures | Harga Emas “Santuy” Bertengger di Harga Rp700 ribu, Ternyata Ini Penyebabnya

Equityworld Futures | Harga Emas “Santuy” Bertengger di Harga Rp700 ribu, Ternyata Ini Penyebabnya

Equityworld Futures | Memasuki bulan September, kenaikan harga emas masih menjadi pembicaraan hangat masyarakat. Pasalnya sepanjang bulan Agustus harga beli emas per gram telah menyentuh Rp700 ribu. Pun dalam pekan pertama bulan ini, harganya masih bertengger di atas harga tersebut.

Pantauan harga di Aplikasi Treasury, sebagai plaform Investasi Emas terpercaya, harga beli tertinggi di bulan Agustus mencapai Rp717.456,6 pada 27 Agustus. Sedangkan dalam satu pekan terakhir harga tertinggi masih sebesar Rp717.319,2 pada 3 September.

Harganya cenderung stabil, dan telah mencapai keseimbangan baru di kisaran harga Rp700 ribu, jauh dibanding tiga bulan lalu di kisaran harga Rp600 ribu. Itu artinya jika tiga bulan yang lalu kita memiliki #SimpenanEmas 10 gram, dengan nilai sekitar Rp6 juta, saat ini berga Rp7 juta.

Barangkali di antara kita masih ada yang bertanya-tanya apa yang menyebabkan harga emas cenderung naik. Mengutip artikel, Emas Simpanan yang Nilainya Cenderung Naik, kenaikan harga emas dalam beberapa bulan terakhir ternyata dipicu oleh polemik antara Amerika Serikat dengan China yang kian meninggi dalam beberapa bulan terakhir.

Polemik dua negara tersebut bukan hanya berimbas pada hubungan bilateral dan dagang kedua negara, tapi juga berefek pada ekonomi dunia, termasuk harga Emas yang mencapai angka cukup tinggi. Harga Emas saat ini berkisar di angka Rp700 ribu per gram, diperkirakan naik lebih dari 39% jika dibandingkan dengan harga Emas, lima tahun lalu. Angka kenaikan tiap tahunnya (Year to Date) pun naik lebih dari 19%.

Lantas apa yang sebenarnya membuat harga logam mulia yang satu ini menjadi tinggi? Treasury menilai, ada dua faktor utama yang menyebabkan harga Emas naik, pertama faktor permintaan yang meningkat, kedua penurunan suku bunga The Fed.

Equityworld Futures

Hari Ini, Harga Emas Antam Rp 775.000 | Equityworld Futures

Permintaan akan Emas yang tinggi ini disebabkan kekhawatiran masyarakat global atas polemik dagang antara US dengan China. Karena tingginya permintaan, seperti layaknya tertera dalam hukum dasar Ekonomi, maka nilainya pun akan semakin tinggi.

Poin ke-dua, penurunan suku bunga The Fed mengakibatkan melemahnya nilai Dollar, dan membuat harga Emas yang ditransaksikan dengan mata uang selain USD akan lebih murah. Ini juga lantas mendorong demand akan Emas menjadi lebih tinggi.

Lalu, pelajaran apa yang bisa kita petik dari meningginya harga Emas, saat justru ekonomi dunia tengah terombang-ambing? Ya artinya emas merupakan salah satu sarana investasi yang paling aman dan bisa disimpan dalam jangka waktu lama karena nilainya selalu naik. Maka dari itu, jangan ragu lagi untuk bergabung dengan gerakan #PunyaSimpenan dan mulai menjadikan Emas sebagai simpanan demi masa depan.

Untuk menyimpan emas, saat ini juga sangat mudah, dapat dilakukan diaplikasi Treasury. Menariknya lagi untuk memulai investasi di aplikasi ini cukup dengan Rp20 ribu sudah dapat membeli emas melalui aplikasi Treasury.

Equity World | IHSG Dibuka Naik 0,39% di Awal Sesi I

Equity World | IHSG Dibuka Naik 0,39% di Awal Sesi I

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,39% ke level 6.294,23 pada awal perdagangan sesi I, Kamis (05/9/2019). Adapun pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG berakhir dengan apresiasi sebesar 0,13%.

Penguatan IHSG pagi ini ditopang oleh asing yang ramai melakukan beli saham. Kala pembukaan, nilai asing beli bersih telah mencapai Rp46,76 miliar.

Equity World

Bursa Asia kompak menguat pada Kamis (5/9) pagi | Equity World

Sejumlah 1,35 miliar saham telah diperdagangkan dengan frekuensi 24.562 kali transaksi dan nilai transaksinya mencapai Rp661,75 miliar. Pergerakan saham yang terpantau meliputi 51 saham naik, 44 saham turun, dan 132 saham lainnya stagnan.

Bersamaan dengan IHSG, keempat indeks saham Asia lainnya juga menguat. Indeks Nikkei naik 2,32%, Hang Seng naik 0,55%, Shanghai naik 1,27%, dan Strait Times naik 0,50%.

Equity World | China Ngadu ke WTO, Harga Emas Antam Tembus Rekor Baru Lagi!

Equity World | China Ngadu ke WTO, Harga Emas Antam Tembus Rekor Baru Lagi!

Equity World | Harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terbang menjadi Rp 726.000/gram hari ini, Rabu (4/9/2019) yang menorehkan rekor tertinggi baru sepanjang masa, melampaui rekor sebelumnya Rp 725.000/gram yang pernah dicapai pada 26 Agustus lalu.

Kenaikan harga emas Antam terjadi hingga Rp 10.000 (1,4%) hari ini dari Rp 716.000/gram kemarin akibat tensi perang dagang Amerika Serikat (AS)-China yang semakin mendidih kemarin.

Meskipun mencetak rekor baru, tetapi kenaikan harga emas Antam kemarin bukanlah yang tertinggi baik secara jumlah maupun persentase yang masih kalah dari penguatan 3 Juli Rp 20.000 per gram (3,1%).

Equity World

Harga Emas Naik 10.000 | Equity World

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM – Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini (4/9/19), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat menjadi Rp 72,6 juta dari harga kemarin Rp 72,5 juta per batang.

Naiknya harga emas Antam itu mengekor harga emas di pasar spot global yang naik kemarin di tengah semakin memburuknya kondisi perang dagang yang disetir aksi pengaduan China terhadap aksi AS kepada Oganisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Penguatan harga emas juga mendorong harga emas di pasar spot global mencetak rekor tertinggi baru sejak awal April 2013.

Dalam aduannya, Beijing menyatakan kebijakan Washington telah mempengaruhi ekspor Negeri Tirai Bambu sebesar US$ 300 miliar dalam perseteruan perang dagang kedua negara.

Kontraksi tersebut membawa angin negatif ke pasar negara berkembang seperti Indonesia, seperti ke pasar obligasi dan pasar saham serta nilai tukar rupiah di pasar valas. Namun, kontraksi yang terjadi di pasar keuangan justru mendongkrak harga emas yang menjadi instrumen investasi tradisional, baik di dalam negeri maupun secara global.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Equity World | Wah! Cuma Modal Rp 1,7 Juta, Saham Emiten Ini Meroket 18%

Equity World | Wah! Cuma Modal Rp 1,7 Juta, Saham Emiten Ini Meroket 18%

Equity World | Saham emiten pengembang Pondok Indah, PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) mendadak melesat 18,25% di level Rp 16.850/saham pada perdagangan sesi II, Selasa ini (3/9/2019) jelang penutupan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data BEI pukul 15.00 WIB mencatat, saham MKPI ditransaksikan hanya sebesar Rp 1,69 juta dengan volume 100 saham, dengan kapitalisasi pasar Rp 15,98 triliun.

Dalam 5 hari perdagangan terakhir, saham MKPI melesat 9%, sementara secara year to date atau tahun berjalan, saham MKPI amblas 25%. Tak ada investor asing masuk hari ini, tapi investor domestik masuk dengan bertransaksi sebesar Rp 1,69 juta.

Pada 28 Agustus lalu, saham ini banyak diborong investor asing kendati saat itu saham perusahaan ini tidak bergerak alias stagnan di level Rp 15.400/saham.

“Kalau enggak likuid [sahamnya] bisa saja demikian [transaksi kecil], karena bid-offer [jual-beli] juga kecil. Mau beli banyak juga enggak bisa, begitu pula sebaliknya,” kata Suria Darma, Kepala Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia, sore ini.

“Pergerakan saham, juga tergantung fundamentalnya dan apakah ada corporate action,” tegasnya lagi.

Equity World

Suspensi Dibuka, Saham Pollux Properti Bergerak Liar Lagi | Equity World

MKPI dan anak usahanya merupakan perusahaan yang memiliki dan mengelola pusat perbelanjaan Pondok Indah Mall I, II dan Street Gallery, Pondok Indah Office Tower I, II dan III, Pondok Indah Office Park dan Pondok Indah Golf Apartment I, II dan III serta proyek real estate perumahan Pondok Indah, Taman Shangril La di Batam dan Pondok Indah Hotel.

MKPI membukukan laba bersih pada semester I-2019 sebesar Rp 258,2 miliar. Turun bila di bandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018 sebesar Rp 558,3 miliar.

Perseroan mencatatkan pendapatan sewa sebesar Rp 605,56 miliar di semester I-2019. Pendapatan tersebut disumbang oleh pusat perbelanjaan, perkantoran, apartemen, dan tanah.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di semester I, pusat perbelanjaan berkontribusi Rp 394,97 miliar terhadap total pendapatan sewa MKPI, diikuti oleh perkantoran sebesar Rp 120,75 miliar, apartemen Rp 70,89 miliar, dan tanah Rp 16 miliar.

Per Juni 2019, saham perusahaan paling besar dipegang PT Karunia Paramita yakni 47,44%, sementara investor publik 17,29%. Adapun sisanya milik investor lainnya, termasuk Hishak Secakusuma, Soekrisman, dan Iwan Putra Brasali (komisaris).

Equity World | Siap IPO, Gunung Raja Paksi Tawar Harga Rp 825 – 900/saham

Equity World | Siap IPO, Gunung Raja Paksi Tawar Harga Rp 825 – 900/saham

Equity World | Emiten baja asal Cikarang, PT Gunung Raja Paksi menawarkan harga Rp 825 – Rp 900/saham dalam penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Perseroan menargetkan bisa mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 September mendatang.

Perseroan berencana melepas 1,24 miliar saham baru atau setara 10,21% persen. Dengan demikian, perseroan berpotensi meraih dana IPO bisa mencapai Rp 1,02 triliun-1,12 triliun.

Hasil penggunaan dana dari IPO sebesar 99,52% akan digunakan untuk melunasi utang dalam rangka pembelian aset tetap dan biaya operasi. Sisanya, 0,48% untuk modal kerja.

Alouisius Maseimilian, Direktur Utama Gunung Raja Paksi menyampaikan, industri baja domestik masih memiliki ruang untuk terus tumbuh. Hal ini sejalan dengan konsumsi baja nasional yang meningkat seiring dengan naiknya alokasi anggaran infrastruktur pemerintah untuk membangun sejumlah proyek seperti jalan tol, pelabuhan, bandar udara, dan rel kereta api.

Alouisius menambahkan, konsumsi baja per kapita Indonesia juga masih cukup rendah dan kapasitas produksi baja domestik masih belum bisa memenuhi permintaan, sehingga Indonesia masih melakukan impor baja.

“Kami memutuskan go public, di mana secara langsung hal-hal tersebut kami yakini akan memberikan peluang bagi bisnis perseroan ke depan,” kata Alouisius, dalam gelaran paparan publik di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Bersamaan dengan IPO ini, perseroan juga akan menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan Obligasi Wajib Konversi yang akan jatuh tempo 30 September 2019 senilai Rp 1,41 triliun.

Equity World

Saham Sekor Manufaktur Dibayangi, Ini Rekomendasi Analis | Equity World

Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT Kresna Sekuritas dan PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Gunung Raja Paksi akan melangsungkan penawaran awal pada 3-5 September 2019 dengan masa penawaran umum pada 12-13 September 2019.

Menilik dari performa keuangan, pada triwulan pertama 2019, Gunung Raja Paksi mencatatkan penurunan penjualan 15,18% menjadi US$ 212,13 juta dari sebelumnya US$ 250,10 juta.

Sejalan dengan turunnya pendapatan, laba usaha juga terkoreksi cukup tajam 83,7% secara tahunan menjadi 3,96 juta US$ dari periode sebelumnya US$ 23,3 juta US$.

Dari sisi aset, hingga 31 Maret 2019 tercatat sebesar US$ 1,09 miliar dengan liabilitas US$ 553,28 juta dan total ekuitas US$ 533,67 juta.

Equityworld Futures | Wall Street Dibuka Menghijau Sambut Pernyataan Teduh China

.

Equityworld Futures | Wall Street Dibuka Menghijau Sambut Pernyataan Teduh China

Equityworld Futures | Bursa Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada Kamis (29/8/2019) setelah China menyatakan bahwa pihaknya ingin menyelesaikan persoalan dagang dengan Negara Adidaya tersebut dengan sikap “tenang”.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 1,1% (283 poin) pada sesi pembukaan pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan berlanjut 30 menit kemudian menjadi 1,15% (298,26 poin) ke 26.334,36. Di sisi lain indeks S&P 500 menguat 1,2% (34,4 poin) ke 2.922,62 sedangkan indeks Nasdaq tumbuh 1,5% (116,5 poin) ke 7.972,61.

Dalam pernyataannya Kamis, Menteri Perdagangan China mengatakan pihaknya menolak situasi eskalasi tensi perang dagang, mengindikasikan bahwa pihaknya tidak akan membalas kenaikan tarif yang diberlakukan AS terhadap produknya.

Tensi perang dagang memanas bulan ini ketika China mengumumkan rencana penerapan tarif atas produk AS senilai US$75 miliar. Merespon itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pihaknya bakal menaikkan kembali tarif atas produk China pada September.

Eskalasi ini diikuti dengan menguatnya kembali sinyal resesi. Rentang (spread) antara imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun dan 2 tahun mendekati level terendahnya sejak 2007, membentuk inversi kurva imbal hasil (yield-curve inversion).

Di sisi lain, yield US Treasury bertenor 30 tahun jatuh ke level terendah sepanjang masa. Bagi investor, inversi kurva tersebut mengindikasikan kekhawatiran pasar akan risiko resesi dalam setahun ke depan.

Investor juga memborong aset aman secara tradisional, seperti emas dan perak, bulan ini. Harga SPDR Gold Trust (GLD) melonjak 9% pada Agustus sementara iShares Silver Trust (SLV) melesat 13%.

Equityworld Futures

Laba Dell Tumbuh Melebihi Proyeksi, Saham Melonjak 9 Persen | Equityworld Futures

“JIka bank sentral duduk dan tak melakukan apapun, dan perang dagang berlanjut, kita akan jatuh ke resesi. Namun kondisinya tak seperti itu. Bank sentral masih siap bersedia dan mau menjaga siklus ekonomi,” ujar CEO The Earnings Scout Nick Raich, dalam laporan risetnya, yang dikutip CNBC International.

Dari sisi fundamental, pertumbuhan ekonomi AS direvisi turun pada kuartal II-2019 menjadi 2%, dari sebelumnya 2,1%. Revisi ini sejalan dengan ekspektasi anals. Data per Juli penjualan rumah AS yang ditunda juga akan diumumkan hari ini.

.

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini 29 Agustus 2019 adalah Rp771.000 per gram

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini 29 Agustus 2019 adalah Rp771.000 per gram

Equityworld Futures | Harga saham emiten pertambangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melesat pada perdagangan sesi I Kamis ini (29/8/2019) menjadi Rp 97/saham atau naik 7,78% dari hari sebelumnya seiring dengan sentimen rencana baru bisnis perusahaan yang masuk ke industri hilirisasi batu bara yakni gasifikasi.

Pada pukul 11.23 WIB, data perdagangan Bursa Efek Indonesia mencatat saham BUMI diperdagangkan dengan volume 372 juta saham dengan nilai Rp 36 miliar. Dalam 5 hari perdagangan terakhir, saham BUMI naik 4,35%.

Meski sahamnya melesat, asing melepas (net sell) saham BUMI hari ini sebesar Rp 4,64 miliar dan year to date asing keluar Rp 716 miliar.

Selain itu, kenaikan harga saham perusahaan Grup Bakrie ini pun terjadi setelah kemarin ramai diberitakan putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, yang menyebut bahwa investor bisa membeli saham perusahaan batu bara hanya dengan harga Rp 9.100.

“Kenapa harus menyiksa diri kalau sebenarnya bisa beli 1 lot saham batu bara dengan Rp 9100,” tulis Kaesang di Twitter, Selasa (27/8/2019).

Twit Kaesang tersebut merespons netizen @delapuc yang mengatakan “…. semoga bisa beli saham batu bara kaya sampean mas @kaesangp.”

Equityworld Futures

Harga Emas Hari Ini 29 Agustus 2019 adalah Rp771.000 per gram | Equityworld Futures

Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia, memang memungkinkan untuk membeli saham emiten batu bara dengan harga Rp 9.100. Emiten yang dimaksud adalah BUMI yang memiliki dua perusahaan tambang batu bara, PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC)

Pada perdagangan Selasa kemarin, harga saham BUMI naik hingga 2,25% menjadi Rp 91 dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat Rp 89. Bila anda membeli 1 lot atau 100 saham maka uang yang dibutuhkan hanya Rp 9.100.

Kaesang sebenarnya kerap disinggung-singgung oleh netizen sebagai komisaris sebuah perusahaan batu bara. Kabar hoaks tersebut telah berkali-kali dibantah baik dengan serius ataupun guyonan.

Meski demikian, Kaesang pernah mengaku memiliki saham batu bara. “Ya jujur saya pernah punya saham batu bara. Lha wong beli saham batu bara 100rb aja bisa kok,” twit Kaesang pada 23 Agustus 2019.

Equityworld Futures | Khawatir AS-China Memanas Lagi, Bursa Saham Asia Melemah

Equityworld Futures | Khawatir AS-China Memanas Lagi, Bursa Saham Asia Melemah

Equityworld Futures | Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia menutup perdagangan hari ini di zona merah: indeks Shanghai turun 0,29%, indeks Hang Seng melemah 0,19%, dan indeks Straits Times jatuh 0,36%.

Sikap China yang mulai berang dengan klaim sepihak dari Presiden AS Donald Trump sukses memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning.

Berbicara di hadapan reporter di sela-sela pertemuan dengan para pimpinan negara-negara Group of Seven (G-7) di Prancis, Trump menyebut bahwa kedua negara akan mulai berbincang dengan sangat serius.

“China menelepon delegasi tingkat tinggi kami di bidang perdagangan tadi malam dan mengatakan ‘mari kembali ke meja perundingan’ sehingga kami akan melakukannya dan saya rasa mereka ingin melakukan sesuatu. Mereka telah sangat tersakiti namun mereka sadar bahwa inilah langkah yang tepat untuk dilakukan dan saya memiliki rasa hormat yang besar untuk itu. Ini adalah perkembangan yang sangat positif untuk dunia,” kata Trump, dilansir dari CNBC International.

Namun kemudian, pihak China membantah bahwa pembicaraan via sambungan telepon itu dilakukan. Kemarin (27/8/2019) malam waktu setempat, China kembali buka suara. China kembali menegaskan bahwa perbincangan melalui sambungan telepon yang dibangga-banggakan oleh Trump tersebut tidak pernah terjadi.

“Saya belum mendengar kejadian terkait dua sambungan telepon yang disebut oleh pihak AS pada akhir pekan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang, dilansir dari CNBC International.

China kemudian mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan AS yang kembali menetapkan bea masuk yang lebih tinggi bagi importasi produk asal China. Menurut Beijing, langkah AS tersebut sama sekali tak konstruktif.

Equityworld Futures

China Siapkan Stimulus Otomotif, Wall Street Dibuka Menguat | Equityworld Futures

“Sangat disayangkan bahwa AS telah lebih lanjut menaikkan bea masuk bagi produk ekspor China ke AS. Tekanan yang ekstrim ini benar-benar berbahaya bagi kedua belah pihak dan sama sekali tidak konstruktif,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang, dilansir dari CNBC International.

Bisa jadi, dalam waktu dekat perang dagang kedua negara akan kembali tereskalasi dan membuat laju perekonomian kedua negara, berikut dunia, mengalami yang namanya hard landing.

Pada tahun 2018, International Monetary Fund (IMF) mencatat perekonomian AS tumbuh sebesar 2,857%, menandai laju pertumbuhan ekonomi tertinggi sejak tahun 2015.

Pada tahun 2019, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS melambat menjadi 2,331%. Untuk tahun 2020, pertumbuhan ekonomi AS diproyeksikan kembali merosot menjadi 1,871% saja.

Design a site like this with WordPress.com
Get started