PT Equityworld | Sentimen Kesepakatan Dagang AS-Cina Terus Dukung Bursa Asia Reli

PT Equityworld | Sentimen Kesepakatan Dagang AS-Cina Terus Dukung Bursa Asia Reli

PT Equityworld | Bursa saham Asia reli mendekati level puncak bulan Juli pada Selasa (05/11) pagi di tengah meningkatnya tanda-tanda bahwa Amerika Serikat dan Cina semakin mendekati gencatan senjata perang dagang dan optimisme yang muncul dari laporan data tenaga kerja domestik AS yang mengalami pertumbuhan solid.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Selasa (05/10) pagi, indeks MSCI yang terdiri dari saham-saham Asia Pasifik selain Jepang stagnan pada awal perdagangan setelah mencapai tingkat tertinggi empat bulan pada hari Senin.

PT Equityworld

Kesepakatan Dagang Kian Nyata, Bursa Saham Asia Menghijau | PT Equityworld

Indeks Nikkei Jepang (N225) menguat 1,34% ke tingkat tertinggi satu tahun setelah menjalani libur pasar Senin kemarin.

Data lapangan kerja AS Jumat silam menunjukkan kenaikan yang kuat meskipun ada hambatan dari mogok kerja di General Motors (N: GM). Hal ini bisa menunjukan kasus bahwa sektor konsumen akan terus mendukung perekonomian yang melambat.

PT Equityworld | IHSG Terburuk di Asia, Tapi Ada Saham Cuan hingga 100%

PT Equityworld | IHSG Terburuk di Asia, Tapi Ada Saham Cuan hingga 100%

PT Equityworld | Sepekan ini (28 Oktober-1 November), bukan periode kejayaan bursa saham utama Indonesia. Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menduduki posisi paling bontot di kawasan Asia dengan mencatatkan imbal hasil negatif hingga 0,7%, dari level 6.252,35 ke level 6.207,19.

IHSG menjadi satu-satunya bursa saham acuan di Benua Kuning yang mencetak koreksi sepanjang perdagangan pekan ini. Indeks Sensex (India) dan indeks Hang Seng (Hong Kong) menduduki posisi dua teratas dengan membukukan penguatan masing-masing sebesar 2,8% dan 1,6%.

Mayoritas bursa saham di kawasan Asia menguat menyusul keputusan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang memangkas suku bunga acuan pada pekan ini sebesar 25 basis poin (bps) ke rentang 1,5%-1,75%.

Sementara itu, koreksi yang terjadi pada IHSG besar kemungkinan adanya aksi ambil untung (profit taking) yang didorong oleh faktor domestik, di mana laju inflasi bulan September hanya tercatat tumbuh 0,2% secara bulanan (MoM) dan 3,13% secara tahunan (YoY).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan lalu berada di posisi yang lebih rendah ketimbang konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia yang memperkirakan adanya inflasi sebesar 0,12% secara bulanan, sementara inflasi secara tahunan diperkirakan sebesar 3,23%.

Lebih lanjut, meskipun pekan ini kinerja IHSG kurang ciamik, masih terdapat beberapa emiten yang harga sahamnya mampu melesat kencang.

Berikut adalah 5 saham dengan cuan tertinggi sepanjang pekan ini

  1. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
    Emiten properti di bawah naungan keluarga Dato Sri Tahir, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) memimpin klasemen top gainers dengan mencatatkan penguatan dua kali lipat (100%) dari harga Rp 1.140/saham menjadi Rp 505/saham.

Dikarenakan pergerakan saham perusahaan yang liar, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham MPRO di pasar reguler dan pasar negosiasi pada Jumat (1/11/2019)

  1. PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS)
    Harga saham PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) melesat 72,8% menjadi Rp 6.100/saham. Penguatan tersebut membuat perusahaan berhasil menduduki posisi runner up kategori top gainers.

Emiten yang bergerak di bidang trading bahan bakar, bisnis logistik dan pergudangan melantai pertama kali di BEI pada 28 Mei 2018 degan melepas sebanyak 150 juta unit saham di harga penawaran Rp 276/saham.

  1. PT Onix Capital Tbk (OCAP)
    Harga saham PT Onix Capital Tbk (OCAP) juga masuk dalam jajaran top gainers pekan ini karena berhasil menguat 46,03% dan menutup perdagangan di harga Rp 276/saham dari sebelumnya Rp 189/saham di awal pekan.

OCAP didirikan tanggal 21 Oktober 1989 dan bergerak di bidang jasa, yaitu jasa konsultasi bidang bisnis, manajemen dan administrasi, termasuk di dalamnya adalah broker sekuritas dan underwriting.

PT Equityworld

Terburuk di Asia & Asing Kabur Rp 1,7 T, ke Mana Arah IHSG? | PT Equityworld

  1. PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY)
    PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) merupakan emiten yang memproduksi mesin pembangkit listrik, termasuk sistem panel surya yang berdiri pada tahu 2008. Sepanjang pekan ini, harga saham JSKY menguat 41,77%, dari Rp 462/saham menjadi Rp 655/saham.
  2. PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI)
    Pekan ini, harga saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) naik 31,21% ke level Rp 370/saham dari Rp 282/saham di awal pekan. Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara tersebut pertama kali mencatatkan diri di BEI pada 15 Juli 2004.

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Bervariasi Pagi Ini Ditengah Ketidakpastian Perkembangan Perang Dagang AS-China

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Bervariasi Pagi Ini Ditengah Ketidakpastian Perkembangan Perang Dagang AS-China

Equityworld Futures | Saham-saham di Asia bervariasi dalam perdagangan Jumat pagi di tengah kekhawatiran baru atas potensi kesepakatan perdagangan jangka panjang antara China dan AS.

Nikkei 225 Jepang turun 0,79% pada awal perdagangan, sementara indeks Topix turun 0,6%. Saham perusahaan game Nintendo melonjak lebih dari 4%, setelah perusahaan pada Kamis mengumumkan laba kuartal kedua yang melebihi harapan.

Sementara itu, Kospi Korea Selatan naik 0,1%. S & P / ASX 200 di Australia tergelincir 0,26% karena sektor-sektor tersebut beragam.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,16% lebih rendah.

Di Hong Kong, ESR Cayman akan melakukan debut publik pada hari Jumat, yang diharapkan menjadi IPO terbesar kedua untuk kota Hong Kong tahun ini. IPO ESR Cayman akan mengikuti IPO Budweiser APAC – terbesar kedua secara global tahun ini dan di Hong Kong pada bulan September.

Sebuah survei pribadi terhadap aktivitas pabrik di China diperkirakan akan dilakukan pada hari Jumat, dengan Caixin / Markit Purchasing Managers’s Index (PMI) untuk sektor manufaktur dijadwalkan keluar sekitar jam 9:45 pagi HK / SIN. Itu terjadi sehari setelah data resmi menunjukkan aktivitas manufaktur di China menyusut untuk bulan keenam berturut-turut pada bulan Oktober.

Ketakutan terhadap perkembangan perang dagang AS-China:
Investor akan mengawasi perkembangan perdagangan AS-China di tengah kegelisahan baru setelah Bloomberg News melaporkan Kamis, mengutip sumber-sumber, bahwa para pejabat China telah meragukan kemungkinan kesepakatan perdagangan jangka panjang dengan AS. Laporan itu menambahkan para pejabat China khawatir tentang “Sifat impulsif” Presiden AS Donald Trump dan risiko dia mundur dari segala jenis kesepakatan.

Perkembangan itu datang di tengah optimisme baru-baru ini untuk kesepakatan “fase satu” yang akan ditandatangani antara dua kekuatan ekonomi tersebut. Kesepakatan itu semula diharapkan akan ditandatangani pada pertemuan puncak November di Chili, suatu peristiwa yang sejak itu dibatalkan oleh negara itu karena protes anti-pemerintah yang sedang berlangsung.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis kemarin, lokasi baru untuk menandatangani kesepakatan perdagangan “fase satu” dengan China “akan segera diumumkan.”

Beijing dan Washington telah terlibat dalam perang dagang sejak tahun 2018, dengan tarif telah ditukar dengan barang satu sama lain bernilai miliaran dolar.

Equityworld Futures

Bursa Asia Menghijau, Tapi Waspada Karena Hong Kong Resesi! | Equityworld Futures

Semalam di Wall Street, kegelisahan perdagangan mengirim saham di Wall Street lebih rendah. Dow Jones Industrial Average ditutup 140,46 poin lebih rendah pada 27.046,23 sementara S&P 500 turun 0,3% untuk mengakhiri hari perdagangannya di 3.037,56. Nasdaq Composite turun 0,1% menjadi ditutup pada 8.292,36.

Laporan pekerjaan Oktober untuk AS diperkirakan Jumat nanti di Amerika Serikat, diperkirakan sangat lemah karena pemogokan di General Motors. Ekonom memperkirakan bahwa hanya 75.000 pekerjaan diciptakan pada bulan Oktober, dan tingkat pengangguran diperkirakan sedikit naik menjadi 3,6% dari 3,5%, menurut Dow Jones.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir di 97,299 setelah tergelincir dari level di atas 97,4 kemarin.

Yen Jepang, sering dilihat sebagai mata uang “safe-haven” di saat ketidakpastian pasar, diperdagangkan pada 107,98 terhadap dolar setelah menguat dari level di atas 108,5 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia berpindah tangan pada $ 0,6889 setelah jatuh dari level di atas $ 0,692 yang terlihat kemarin.

PT Equity World | Harga Emas Dunia Kian Kinclong, Masih Bisa Naik Lagi Gak?

PT Equity World | Harga Emas Dunia Kian Kinclong, Masih Bisa Naik Lagi Gak?

PT Equity World | Harga emas (gold price) bergerak naik di perdagangan pasar spot global hingga Kamis ini (31/10), karena sentimen pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) oleh The Federal Reserve/The Fed.

Hingga pukul 12:30 WIB, harga emas berada pada level US$ 1.499/troy ons, naik 0,8% dibandingkan posisi Rabu kemarin (30/10) pukul 12:49 WIB pada level US$ 1.499/troy. Meski harga naik, sang logam mulia ini masih minus 0,2% dalam sepekan terakhir.

Penantian investor akan kebijakan The Fed pada terjawab sudah, Jerome ‘Jay’ Powell selaku Gubernur The Fed memutuskan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin pagi dini hari tadi malam, menjadikan penurunan ketiga pada tahun ini menjadi 1,5%-1,75%.

Kebijakan tersebut membuat dolar AS tertekan karena suku bunga semakin kecil dan menurunkan minat berinvestasi di negeri Paman Sam menjadi berkurang, khususnya investasi langsung dalam bentuk portofolio (saham dan obligasi).

Pergerakan harga emas berbanding terbalik dengan dolar AS, karena emas adalah komoditas yang dibanderol dengan mata uang tersebut.

Kala dolar AS melemah, maka harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas pun mulai naik dan membuat harganya terangkat.

PT Equity World

The Fed Pangkas Bunga Acuan, Bursa Saham Asia Menghijau | PT Equity World

Analisis teknikal

Tren harga emas cenderung bergerak menyamping (sideways) sejak pertengahan Agustus seiring situasi yang berkembang secara global.

Penghalang kenaikan harga emas (resistance level) berada pada US$ 1.522/troy ounce, sedangkan penurunan harganya (support level) cenderung tertahan pada level US$ 1.486/Troy.

Ada potensi harga emas di pasar spot akan melanjutkan kenaikan hingga menguji level harga US$ 1.522/Troy dalam waktu satu minggu hingga 3 minggu ke depan.

Indikator teknikal Relative Strength Index (RSI) yang bersifat momentum menggambarkan harga emas yang masih belum menyentuh level jenuh belinya (overbought), sehingga ruang kenaikannya masih terbuka.

PT Equity World | Menanti Hasil Pertemuan The Fed, Bursa Saham Global Stagnan

PT Equity World | Menanti Hasil Pertemuan The Fed, Bursa Saham Global Stagnan

PT Equity World | Reli bursa global terhenti Rabu petang dengan saham-saham di Asia turun dari tingkat tertinggi tiga bulan. Hal ini dipengaruhi prospek penurunan suku bunga Federal Reserve dan juga kekhawatiran tertundanya kesepakatan perdagangan tahap satu antara Amerika Serikat-Cina.

Menurut berita yang dilansir Reuters Rabu (30/10), bursa saham di Eropa juga terpantau akan dibuka stagnan. Indeks Euro Stoxx 50 berjangka (STXEc1), German DAX berjangka (FDXc1) dan FTSE berjangka (FFIc1) semuanya diperdagangkan cenderung turun.

Indeks MSCI yang terdiri dari saham-saham Asia Pasifik selain Jepang turun sebesar 0,33%. Sementara itu, Indeks Nikkei Jepang (N225) turun sebanyak 0,57%. Bursa di Cina yakni Shanghai (CSI300 ) dan Shenzhen (CSI300) turun sebesar 0,49%.

Di Wall Street semalam, indeks S&P 500 mencapai rekor harian tertinggi. Penguatan ini didorong laporan pendapatan yang kuat dari produsen obat-obatan seperti Merck (JK:MERK) (N:MRK) dan Pfizer (N:PFE), sebelum turun 0,08%.

PT Equity World

Bursa Asia Boncos, Mampukah IHSG Menguat 3 Hari Berturut? | PT Equity World

Indeks saham MSCI seluruh dunia melemah tipis sebesar 0,06% di Asia pada hari Rabu.

Ekuitas global menguat sejak Presiden AS Donald Trump menjelaskan tahap pertama dari kesepakatan perdagangan dengan Cina awal bulan ini.

Ekspektasi lanjutan pelonggaran kebijakan moneter AS juga membuat para investor semakin berani dan pengurangan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan Fed hampir terlihat sebagai hal yang mungkin terjadi.

PT Equity World | Yuan China Mulai Lemas, Rupiah Flat di Rp14.019

PT Equity World | Yuan China Mulai Lemas, Rupiah Flat di Rp14.019

PT Equity World | Sesi perdagangan saham pagi hari kedua pekan ini, Selasa (29/10), akhirnya ditutup dengan gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) di zona merah. IHSG terhenti di posisi 6.263,11 setelah menurun sangat tipis 0,03%.

Pantauan dari jalannya sesi perdagangan memperlihatkan, kecenderungan IHSG untuk terjebak di rentang gerak terbatas di tengah masih positifnya sentimen yang datang dari pasar global. Laporan sebelumnya menyebutkan, investor di bursa Wall Street yang memberikan respon positif terhadap perkembangan terkini dari perundingan dagang AS-China. Laporan lebih lanjut menyebutkan, baik pihak pejabat tinggi AS maupun China yang menilai terjadinya kemajuan dalam perundingan dagang kedua negara.

Sikap optimis tersebut kemudian merambah hingga sesi perdagangan di Asia pagi ini. Pantyauan menunjukkan, investor di Asia yang mencoba untuk mengikuti jejak optimisme Wall Street di sepanjang sesi perdagangan pagi ini, namun terlihat gagal untuk membukukan kenaikan tajam.

PT Equity World

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 29 Oktober 2019 | PT Equity World

Gerak naik indeks di bursa saham utama Asia terlihat masih berada dalam taraf moderat. Hingga ulasan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) terlihat menguat 0,42% untuk menjangkau posisi 22.962,5, indeks Hang Seng (Hong Kong) turun 0,35% untuk berada di posisi 26.795,94, sementara indeks ASX 200 (Australia) naik tipis 0,07% untuk berada di posisi 6.745,4, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang beralih turun 0,14% untuk berada di kisaran 2.090,69.

Sementara laporan dari pasar valuta menyebutkan, gerak positif yang kembali berhasil dibukukan mata uang Rupiah. Penguatan Rupiah kali ini belum mampu memaksa Dolar AS untuk berada di level Rp13.000-an. Hingga siang ini, Rupiah masih diperdagangkan di kisaran Rp14.019 per Dolar AS atau flat.

Sentimen dari mulai lemasnya mata uang China Yuan untuk membukukan penguatan lebih lanjut nampaknya telah membuat Rupiah kesulitan mengandangkan Dolar AS di level Rp13.000-an dengan meyakinkan.

PT Equity World | IHSG Menguat ke 6.258, Analis: Support Cukup Kuat dan Tahan Uji

PT Equity World | IHSG Menguat ke 6.258, Analis: Support Cukup Kuat dan Tahan Uji

PT Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak di zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Senin, 28 Oktober 2019. Data Bloomberg memperlihatkan IHSG menguat 0,09 persen atau 5,7 poin ke level 6.258,05 pada pukul 09.28 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu, IHSG ditutup melemah 1,38 persen atau 87,30 poin ke level 6.252,34. Hal ini mengakhiri reli penguatan terpanjang sejak 1995.

Di awal perdagangan, indeks dibuka rebound dengan penguatan 0,07 persen atau 4,44 poin ke level 6.256,79. Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.255,89-6.268,22.

Lima dari sembilan sektor terpantau bergerak positif, dipimpin oleh sektor barang konsumsi yang menguat 0,66 persen, disusul sektor industri dasar yang menguat 0,27 persen. Empat sektor lainnya bergerak negatif, didorong sektor infrastruktur yang menguat 0,22 persen.

Sebanyak 173 saham menguat, 81 saham melemah, dan 405 saham stagnan dari 659 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang masing-masing menguat 0,81 persen dan 2,64 persen menjadi penopang utama atas pergerakan IHSG.

PT Equity World

IHSG Ditutup Menguat Seiring Naiknya Bursa Saham Asia | PT Equity World

Di sisi lain, saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing melemah 0,7 persen dan 0,37 persen menahan penguatan IHSG lebih lanjut.

Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan saat ini IHSG terlihat berada dalam rentang konsolidasi wajar sebelum dapat melanjutkan kenaikannya. “Support level masih tampak cukup kuat dan tahan uji, sehingga momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka menengah hingga panjang,” katanya dalam keterangan tertulis.

Adapun mayoritas indeks saham lainnya di kawasan Asia juga turut menguat hari ini, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang naik 0,06 persen dan 0,2 persen, sedangkan indeks Hang Seng menguat 0,5 persen. Di Cina, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing menguat sebesar 0,27 persen dan 0,21 persen.

PT Equity World | Emas Tembus US$ 1.500/Oz Lagi Lho, Kuat Berapa Lama?

PT Equity World | Emas Tembus US$ 1.500/Oz Lagi Lho, Kuat Berapa Lama?

PT Equity World | Harga emas dunia kembali diperdagangkan menguat. Setelah ambles di bawah sejak , kini harga emas kembali menyentuh level US$ 1.500/troy ons (Oz).

Pukul 08.17 WIB pagi ini, harga emas dunia spot mencapai level US$ 1.501,14/troy ons. Walau harga emas masih berada di atas level US$ 1.500/troy ons, harga perdagangan pagi ini lebih rendah dari penutupan kemarin. Tepatnya harga emas turun tipis 0,12%.

Buruknya data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dirilis kemarin malam, membuat pelaku pasar semakin yakin suku bunga di AS akan kembali dipangkas oleh Federal Reserves (The Fed) akhir bulan ini.

Keyakinan pelaku pasar akan pemangkasan kembali suku bunga AS dipicu oleh turunnya pemesanan barang tahan lama AS sebesar 1,1% pada September secara month on month (MoM).

Sementara pemesanan barang tahan lama inti (tidak termasuk sektor transportasi) turun 0,3% (MoM). Penurunan tersebut lebih buruk dari yang diprediksi oleh Forex Factory masing-masing 0,5% dan 0,2%.

PT Equity World

Tembus Level US$ 1.500, Tren Reli Emas Malah Dinilai Berakhir | PT Equity World

Ketika pertumbuhan ekonomi sedang terganggu, kebijakan moneter yang longgar diterapkan untuk kembali memberikan stimulus bagi perekonomian.

Menurut piranti FedWatch milik CME Group pelaku pasar melihat probabilitas sebesar 93,5% bank sentral AS memangkas suku bunga 25 basis poin (bps) menjadi 1,5-1,75% di akhir Oktober nanti.

Walau harga emas kembali ke level US$ 1.500/troy ons, ekonom dari Capital Economics Caroline Bain justru mengatakan tren kenaikan harga emas telah berakhir.

Caroline memprediksikan pertumbuhan ekonomi global akan berangsur pulih tahun depan dan hal ini akan membuat selera terhadap risiko (risk appetite) pelaku pasar kembali tinggi dan mulai meninggalkan aset safe haven seperti emas. Alhasil ada potensi harga emas akan anjlok

Equity World | Bursa Asia Ditutup Turun, Eropa Dibuka Menguat

Equity World | Bursa Asia Ditutup Turun, Eropa Dibuka Menguat

Equity World | Bursa saham regional Asia pada penutupan sore ini Rabu (23/10/2019) bervariasi dengan kecenderungan menguat. Sementara bursa saham Eropa dibuka dengan tren naik.

Mengacu data Bloomberg, hingga sore ini pukul 16.00 WIB, indeks Asia Pasifik di luar Jepang, MSCI index turun 7,06 poin (0,61 persen) mencapai 1.201, indeks Nikkei 225 Jepang ditutup naik 76 poin (0,34 persen) mencapai 22.625, Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 12 poin (0,43 persen) mencapai 2.941, indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 219 poin (0,82 persen) mencapai 26.566, dan Kospi di Korea Selatan ditutup turun 8 poin (0,39 persen) mencapai 2.080, bursa Australia ASX 200 naik 0,9 (0,01 persen) mencapai 6.673.

Equity World

Sektor Teknologi Bayangi Pergerakan Bursa Asia | Equity World

Di Asia Tenggara, bursa Malaysia KLCI turun 8 poin (0,51 persen) menjadi 1.566, Strait Times Singapura pada pukul 16.00 ditutup melemah 14 poin (0,47 persen) mencapai 3.145, bursa Thailand Thai set 50 index naik 7 poin (0,74 persen) menjadi 1.089.

Sementara mayoritas indeks saham di Eropa naik di awal perdagangan. Indeks FTSE100 di Inggris naik 27,6 (0,38 persen) menjadi 7.239, DAX di Jerman naik 3,9 (0,03) mencapai 12.758, dan CAC 40 di Prancis melemah 22,7 (0,40 persen) menjadi 5.634.

Equity World | Jokowi Effect Dongkrak IHSG Naik Sembilan Hari Berturut-turut

Equity World | Jokowi Effect Dongkrak IHSG Naik Sembilan Hari Berturut-turut

Equity World | Setelah lebih banyak melaju di zona merah pada sesi I, indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik naik pada sesi II hari ini, Rabu (23/10), hingga ditutup pada level 6.257,81; naik 32,31 poin atau 0,52% dibandingakn posisi penutupan sebelumnya. Dengan demikian, IHSG memperpanjang reli kenaikannya menjadi sembilan hari perdagangan secara berturut-turut. Dalam sembilan hari perdagangan tersebut, IHSG melesat dari posisi 6.023,64 pada Kamis (10/10) ke posisi hari ini sebesar 243,17 poin atau 3,89%.

Kinerja IHSG pun menjadi yang terbaik di antara bursa Asia lainnya, yang walaupun juga dalam tren kenaikan, namun dalam rentang waktu sembilan hari terakhir bergerak cukup fluktuatif. Pada perdagangan hari ini misalnya, mayoritas bursa saham Asia berakhir lebih rendah. Indeks Strait Times turun 0,52%, Shanghai turun 0,43%, Hang Seng turun 0,82%, dan Kospi turun 0,39%. Sementara Nikkei sejalan dengan IHSG, naik 0,34%. (Baca: Pengumuman Kabinet Baru Tak Berefek Positif ke Bursa, IHSG Turun 0,28%) Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan bahwa kinerja IHSG hari ini didukung optimisme pasar yang kuat pasca-pengumuman kabinet baru Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. “IHSG ditutup menguat (naik) didukung optimisme pasca-pengumuman menteri pada kabinet baru yang mendorong investor menjadi lebih agresif masuk ke pasar saham,” ujarnya kepada Katadata.co.id, Rabu (23/10).

Equity World

Ini Tanda Emas Mulai Ditinggal Investor, Masih Mau Beli? | Equity World

Sementara itu Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyoroti saham-saham perusahaan pelat merah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengalami kenaikan menyambut Menteri BUMN yang baru, Erick Thohir. “Rata-rata saham BUMN menyambut kehadiran Menteri BUMN baru dengan penguatan (kenaikan). Investor asing melakukan aksi jual bersih Rp 231,73 miliar dengan saham BBRI, BMRI, dan ASII yang banyak dijual investor asing,” jelasnya.

Menurut statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) indeks BUMN 20 hari ini tercatat naik 1,99% ke level 396,05 dari sebelumnya di level 388,34. Naiknya indeks ini dipimpin oleh saham Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang melesat 5%. Kemudian melengkapi lima saham BUMN yang naik paling tinggi hari ini di antaranya saham Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 4,02%, Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 3,81%, Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 3,66%, serta Timah Tbk (TINS) 3,32%. Total transaksi saham hari ini tercatat mencapai 17,75 miliar saham yang ditransaksikan sebanyak 550.879 kali oleh investor dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,66 triliun. Sebanyak 198 saham bergerak naik, 190 saham turun, dan selebihnya stagnan.

Design a site like this with WordPress.com
Get started