PT Equity World | Wall Street Dibuka Melemah di saat China Pesimistis

PT Equity World | Wall Street Dibuka Melemah di saat China Pesimistis

PT Equity World | Wall Street dibuka melemah pada awal pekan ini. Bursa saham AS terkena sentimen negatif dari perang dagang antara AS dan China.

Melansir Reuters, New York, Senin (18/11/2019), ada laporan mengenai suasana ‘hati’ China atas kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat yang terlihat pesimistis. Hal ini dikarenakan keengganan Presiden Donald Trump untuk menurunkan tarif, padahal sebelumnya China meyakini Amerika Serikat telah setuju.

Pada pembukaannya, Dow Jones turun 7 poin atau 0,03% sementara itu S&P 500 turun 3,73 poin atau 0,12%. Sementara itu, Nasdaq turun 8 poin atau 0,1%.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu Wall Street ditutup pada level tertinggi pada akhir perdagangan Jumat, dipicu optimisme baru atas potensi ketegangan perdagangan AS-China. Selain itu ditopang oleh kenaikan besar saham perusahaan kesehatan.

PT Equity World

Investor Tunggu Kejelasan Perundingan AS-China, Wall Street Menguat Tipis | PT Equity World

Dow Jones Industrial Average naik 222,93 poin atau 0,8% menjadi 28.004,89. Kemudian S&P 500 naik 23,83 poin, atau 0,77% menjadi 3.120,46 dan Nasdaq Composite menambahkan 61,81 poin, atau 0,73%, menjadi 8.540,83.

Benchmark S&P 500 mencatat kenaikan berturut-turut dalam enam minggu ini. Kenaikan mingguan terpanjang dalam dua tahun, sementara Dow Jones mencapai 28.000 untuk pertama kalinya.

PT Equity World | China-AS Lakukan Diskusi tentang Kesepakatan Dagang Tahap Satu

PT Equity World | China-AS Lakukan Diskusi tentang Kesepakatan Dagang Tahap Satu

PT Equity World | Wakil Perdana Menteri China Liu He melakukan pembicaraan dengan berbicara dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer tentang kesepakatan perdagangan fase satu melalui telepon pada Sabtu (16/11/2019). Menurut Xinhua, Senin (18/11/2019), kedua belah pihak melakukan diskusi konstruktif tentang keprihatinan masing-masing negara dan setuju untuk tetap berhubungan erat. Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow sebelumnya sempat mengatakan bahwa Washington dan Beijing hampir mencapai kesepakatan. “Kami semakin dekat, dimana suasana sudah cukup bagus yang jarang terjadi,” kata Kudlow, seperti mengutip CNBC.

PT Equity World

Pembicaraan Dagang Konstruktif, AS-China (Sementara) Mesra | PT Equity World

Di Wall Street, Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup dengan rekor tertinggi pada Jumat lalu di tengah optimisme baru tentang pembicaraan perdagangan setelah komentar Kudlow. Kementerian Perdagangan China mengatakan tarif harus dibatalkan untuk mengakhiri perang dagang. “Jika kedua belah pihak mencapai perjanjian fase satu, tingkat pengembalian tarif sepenuhnya akan mencerminkan kesuksesan perjanjian fase satu,” kata juru bicara Kementerian Perdagangan China, Gao Feng. Gedung Putih dilaporkan masih mempertimbangkan gagasan menurunkan tarif. Presiden AS Donald Trump mengatakan di depan umum bahwa ia belum setuju untuk menurunkan tariff terhadap barang China. The Wall Street Journal melaporkan bahwa Beijing juga masih ragu untuk mengimpor sejumlah komoditas pertanian AS dalam suatu kesepakatan. Sedangkan Trump mengklaim Beijing setuju untuk membeli hingga 50 miliar dollar AS dalam bentuk barang pertanian AS. AS dan China sepakat untuk gencatan senjata dalam perang dagang awal bulan ini, setelah kedua negara ekonomi terbesar dunia itu saling balas mengenakan bea masuk senilai miliaran dollar AS.

Equity World | Wall Street Ditutup Varian, S&P 500 Sentuh Rekor Baru Lagi

Equity World | Wall Street Ditutup Varian, S&P 500 Sentuh Rekor Baru Lagi

Equity World | Wall Street ditutup varian pada perdagangan Kamis (15/11/2019) waktu setempat. Di mana S&P 500 naik tipis dan menyentuh rekor penutupan baru.

Hal ini dikarenakan sentimen dari perkiraan buruk dari para pendukung perusahaan teknologi Cisco Systems diimbangi oleh laporan kuat dari pengecer kotak besar Walmart.

Melansir reuters, New York, Jumat (15/11/2019), Dow Jones Industrial Average turun 1,63 poin atau 0,01%, menjadi 27.781,96, S&P 500 naik 2,59 poin, atau 0,08% menjadi 3.096,63. Nasdaq Composite turun 3,08 poin atau 0,04% menjadi 8.479,02.

Wall Street

Saham Cisco (CSCO.O) jatuh 7,3% setelah pembuat gear jaringan memperkirakan pendapatan dan laba kuartal kedua di bawah ekspektasi karena meningkatnya ketidakpastian ekonomi global membuat klien jauh dari pengeluaran lebih banyak untuk router dan switch-nya.

Penurunan saham Cisco membebani sebagian besar indeks utama dan membuat sektor teknologi terseret turun 0,1%.

Sebaliknya, Walmart (WMT.N) menaikkan prospek tahunannya, dan pengecer terbesar di dunia itu membukukan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. Selain itu, penjualannya yang sebanding dan pertumbuhan e-commerce di pasar terbesarnya selama kuartal ketiga.

Equity World

Pelaku Pasar Galau, Wall Street Dibuka Variatif | Equity World

“Kami telah melihat masa depan ekonomi ini, konsumen AS, yang tetap tangguh dan tetap berada di tempat yang sehat di depan kerangka waktu liburan yang sangat penting untuk ekonomi,” kata Margaret Reid, manajer portofolio senior di The Private Bank di Union Bank di San Francisco.

Musim pelaporan perusahaan kuartal ketiga hampir berakhir dengan sekitar tiga perempat perusahaan S&P 500 membukukan laba di atas ekspektasi. Akan tetapi dengan pendapatan yang diperkirakan telah menurun 0,4% secara keseluruhan dari periode tahun sebelumnya, menurut Refinitiv.

Ketua Fed Jerome Powell pada hari Kamis mengatakan risiko ekonomi AS menghadapi pukulan dramatis sangat kecil, dan investor selanjutnya akan mencari data penjualan ritel AS pada hari Jumat untuk mengukur kesehatan ekonomi.

Di perdagangan Kamis, sektor properti naik paling tinggi 0,8%. Sementara itu, sektor energi dan konsumsi melemah bersama dengan teknologi.

Equity World | AS-China Suram, Wall Street Malah Menghijau Ditopang Disney

Equity World | AS-China Suram, Wall Street Malah Menghijau Ditopang Disney

Equity World | Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (13/11/2019) atau Kamis pagi waktu Indonesia, setelah dua indeks utama di bursa saham AS yakni indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 menguat masing-masing 0,33% dan 0,07% seiring dengan sokongan beberapa saham blue chips atau unggulan.

Data perdagangan mencatat, Dow Jones (DJIA) ditutup menguat 92,10 poin atau 0,33% di level 27.783,59 dan S&P juga naik 2,20 poin atau 0,07% di level 3.094, sementara indeks Nasdaq melorot 3,39 poin atau 0,05% di level 8.482,10.

Saat dibuka tadi malam, tiga indeks ini terpeselet setelah investor dihadapkan pada kenyataan bahwa prospek negosiasi dagang AS-China kian buram. Pada pembukaan, Dow Jones melemah 52 poin (-0,2%), indeks Nasdaq turun 26,7 poin (-0,32%) dan indeks S&P 500 susut 6,57 poin (-0,21%).

CNBC International dalam ulasannya mencatat saham Disney mampu mengangkat Dow Jones ke rekor baru, tapi kekhawatiran seputar kesepakatan perdagangan AS-China membuat pasar belum mampu leluasa bergerak.

Saham Disney melonjak 7,32% setelah raksasa media asal AS itu mengklaim bahwa Disney +, layanan streaming video-nya, bisa mendapat lebih dari 10 juta pendaftar setelah diluncurkan.

Adapun saham SmileDirectClub anjlok 20,31% setelah perusahaan jasa dokter gigi online itu merilis hasil kuartalan pertamanya sejak go public pada September.

Investor dinilai masih akan mengalihkan perhatian mereka pada Kamis ini (14/11) terkait dengan agenda Komite Ekonomi Gabungan Kongres dari bank sentral AS, The Fed. Sebanyak tujuh pejabat The Fed dijadwalkan untuk memberikan sambutan, termasuk sang Gubernur The Fed, Jerome Powell.

Dalam pernyataan sebelumnya, Powell mengatakan bahwa suku bunga acuan tak akan banyak diubah selama ekonomi AS masih tumbuh.

“Kami melihat posisi kebijakan moneter saat ini masih akan mendukung selama informasi yang masuk seputar ekonomi secara umum masih konsisten dengan perkiraan kami yakni bertumbuh moderat, pasar tenaga kerja kuat, dan inflation mendekati target plus-minus 2%,” tuturnya.

Namun, Powell mewaspadai tantangan inflasi dan efek pelemahan ekonomi dari luar negeri. Sejauh ini, The Fed telah memangkas suku bunga acuannya untuk ketiga kali pada Oktober.

Equity World

Saham Asia Dibuka Bervariasi Setelah Pidato Powell Tadi Malam | Equity World

“Dalam testimoni di kongres, Powell akan memberitahu bahwa ekonomi AS masih bagus meski menurutnya belum bisa menolerir Fed Funds Rate di atas 1,75%,” ujar Peter Boockvar, Chief Investment Officer Bleakley Advisory Group, dalam laporan risetnya, sebagaimana dikutip CNBC International.

Walmart, Viacom, Nvidia dan Applied Materials menjadi deretan perusahaan yang dijadwalkan melaporkan laba bersih kuartalan pada Kamis ini.

Di sisi lain, satu sentimen yang juga tetap menjadi perhatian ialah damai dagang AS-China. CNBC International melaporkan, berdasarkan sumber mereka, bahwa AS berusaha mengamankan konsesi yang lebih kuat dalam perjanjian kedua negara terkait dengan isu pencurian kekayaan intelektual dan transfer teknologi secara paksa, dengan imbalan pengembalian tarif.

The Wall Street Journal pertama kali melaporkan bahwa pembicaraan antara kedua belah pihak memang buntu, apakah AS harus mencabut tarif yang sekarang berlaku atau hanya menunda tarif tambahan yang baru dikenakan pada 15 Desember.

Laporan media AS tersebut dirilis setelah Presiden AS Donald Trump, di forum the Economic Club di New York, mengatakan bahwa China “ngebet” untuk meneken kesepakatan dagang. Namun, dia tak memberikan detail mengenai pembicaraan yang sedang berlangsung.

Equity World | Nikkei Jepang dibuka datar, setelah Wall Street ditutup bervariasi

Equity World | Nikkei Jepang dibuka datar, setelah Wall Street ditutup bervariasi

Equity World | Indeks saham Nikkei pada dibuka cenderung datar pada perdagangan Selasa pagi, karena kurangnya petunjuk baru bagi investor setelah Wall Street ditutup bervariasi semalam.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Saham Tokyo (TSE) bertambah hanya 0,09 persen atau 21,80 poin, dari tingkat penutupan Senin (11/11/2019), menjadi diperdagangkan di 23.353,64 poin.

Sementara itu, Indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di Bursa Saham Tokyo turun tipis 2,26 poin atau 0,13 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.701,77 poin.

Saham-saham yang berhubungan dengan transportasi laut dan ritel memimpin kenaikan, sementara saham-saham produk karet dan logam non-besi paling banyak menurun di menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.
Indeks S&P 500 dan Indeks Nasdaq di Wall Street turun dari rekor tertingginya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena ketidakpastian tentang kemajuan pembicaraan perdagangan AS-China muncul kembali ke permukaan menyusul komentar Presiden Donald Trump, sementara lonjakan saham Boeing mengangkat Dow sedikit lebih tinggi.

Equity World

Tunggu Pidato Trump, Wall Street Dibuka Menguat Tipis | Equity World

Investor berharap kesepakatan perdagangan “fase satu” telah menjadi faktor kunci yang mendukung saham baru-baru ini, tetapi Trump mengatakan pada Sabtu (9/11/2019) bahwa Amerika Serikat hanya akan membuat kesepakatan perdagangan jika itu adalah “kesepakatan yang tepat” untuk Amerika, menambahkan bahwa pembicaraan tersebut telah bergerak lebih lambat daripada yang diinginkannya.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 10,25 poin atau 0,04 persen, menjadi berakhir di 27.691,49 poin. Indeks S&P 500 turun 6,07 poin atau 0,20 persen, menjadi ditutup pada 3.087,01 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 11,03 poin atau 0,13 persen, menjadi berakhir pada 8.464,28 poin.

Pasar saham Asia memulai dengan lamban pada Selasa pagi di tengah ketidakpastian atas pembicaraan perdagangan China-AS dan situasi politik domestik di Hong Kong.

Fokus pasar sekarang tertuju kepada pidato Presiden AS Donald Trump di Economic Club of New York pada Selasa waktu setempat, menunggu seandainya ada kata baru tentang kesepakatan perdagangan AS-China fase satu.

Equity World | Hong Kong Membara (Lagi), Bursa Saham Asia Berguguran

Equity World | Hong Kong Membara (Lagi), Bursa Saham Asia Berguguran

Equity World | Seluruh bursa saham utama kawasan Asia mengakhiri perdagangan pertama di pekan ini, Senin (11/11/2019), di zona merah.

Pada penutupan perdagangan, indeks Nikkei turun 0,26%, indeks Shanghai anjlok 1,83%, indeks Hang Seng ambruk 2,62%, indeks Straits Times terkoreksi 0,72%, dan indeks Kospi berkurang 0,61%.

Ada dua sentimen utama yang memantik aksi jual di bursa saham Benua Kuning, Pertama, prospek terkait kesepakatan dagang tahap satu antara AS dan China yang kini semakin berwarna abu-abu.

Sebelumnya, China mengabarkan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan AS untuk menghapuskan bea masuk tambahan yang sudah dikenakan oleh masing-masing negara selama perang dagang berlangsung, seperti dilansir dari CNBC International.

Juru Bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengabarkan bahwa kedua belah pihak telah setuju untuk secara bersama-sama menghapuskan bea masuk yang menyasar produk impor dari masing-masing negara senilai ratusan miliar tersebut. Penghapusan bea masuk disebut China akan dilakukan secara bertahap.

Dirinya kemudian menambahkan bahwa kedua belah pihak kini telah semakin dekat untuk menandatangani kesepakatan dagang tahap satu, menyusul negosiasi yang konstruktif dalam dua pekan terakhir.

Namun, pihak AS kemudian membantah klaim dari China tersebut. Penasehat Perdagangan Gedung Putih Peter Navarro menegaskan bahwa pihak AS tak pernah menyepakati hal tersebut dengan China. Navarro pun menilai China tengah melakukan upaya propaganda.

“Tidak ada kesepakatan untuk saat ini yang menghapuskan semua tarif yang diberlakukan sebagai kondisi untuk kesepakatan dagang fase pertama,” tegas Navarro dalam wawancara dengan Fox Business Network, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/11/2019).

“Mereka hanya bernegosiasi di ranah publik dan tengah mencoba mendorong (kesepakatan) ke satu arah.” tambah Navarro.

Perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump menjadi pihak yang membantah klaim dari pihak China. Menjelang akhir pekan kemarin, Trump mengatakan bahwa dirinya belum setuju untuk menghapuskan bea masuk tambahan yang diberlakukan Washington terhadap produk impor asal China.

“Mereka ingin ada penghapusan. Saya belum menyetujui apapun,” kata Trump pada hari Jumat waktu setempat (8/11/2019), dilansir dari CNBC International.

Sentimen kedua yang menjadi penyebab bursa saham Asia diterpa tekanan jual adalah aksi demonstrasi di Hong Kong yang tak kunjung padam. Pada hari ini, seorang perwira polisi Hong Kong terekam video ketika sedang menembak demonstran yang mengenakan topeng. Polisi itu juga terlihat memukul salah seorang demonstran.

Kejadian selama bentrokan itu disiarkan langsung di Facebook. Akibat demonstrasi yang membara ini, aktivitas selama jam sibuk di Hong Kong menjadi terganggu.

Untuk diketahui, sejauh ini perekonomian Hong Kong sudah sangat tersakiti oleh aksi demonstrasi yang tak kunjung. Aksi demonstrasi besar-besaran yang dalam beberapa waktu terakhir terjadi di Hong Kong pada awalnya dipicu oleh penolakan terhadap RUU ekstradisi.

Equity World

Pasar Asia Melambat Tunggu Kemajuan Trade War Dan Perkembangan Situasi Di Hong Kong | Equity World

Beberapa waktu yang lalu, Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong merilis pembacaan awal untuk data pertumbuhan ekonomi periode kuartal III-2019. Pada tiga bulan ketiga tahun ini, perekonomian Hong Kong diketahui membukukan kontraksi sebesar 3,2% secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ).

Lantaran pada kuartal II-2019 perekonomian Hong Kong sudah terkontraksi sebesar 0,4% secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi yang kembali negatif secara kuartalan pada kuartal III-2019 resmi membawa Hong Kong mengalami resesi untuk kali pertama sejak tahun 2009, kala krisis keuangan global menerpa.

Sebagai informasi, resesi merupakan penurunan aktivitas ekonomi yang sangat signifikan yang berlangsung selama lebih dari beberapa bulan, seperti dilansir dari Investopedia. Sebuah perekonomian bisa dikatakan mengalami resesi jika pertumbuhan ekonominya negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Melansir World Economic Outlook edisi April 2018 yang dipublikasikan oleh International Monetary Fund (IMF), Hong Kong merupakan negara dengan nilai perekonomian terbesar ke-35 di dunia. Walaupun tidak sebesar AS dan China yang kini tengah terlibat perang dagang, tentu posisi Hong Kong di tatanan perekonomian dunia tak bisa dianggap sepele.

Equity World | Saham Tokyo dibuka menguat menyusul kenaikan Wall Street

Equity World | Saham Tokyo dibuka menguat menyusul kenaikan Wall Street

Saham-saham Tokyo dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi, karena sentimen investor didukung oleh rekor penutupan tertinggi Wall Street akhir pekan lalu di tengah harapan pembicaraan perdagangan internasional utama.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) naik 54,69 poin atau 0,23 persen, dari tingkat penutupan Jumat (8/11), menjadi diperdagangkan di 23.446,56 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham utama di pasar saham Tokyo menambahkan 5,59 poin, atau 0,33 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.708,36 poin.

Equity World

Dolar Menggila-Wall Street Cetak Sejarah, Pasar RI Apa Kabar? | Equity World

Saham-saham yang terkait dengan jasa-jasa pergudangan dan pelabuhan, instrumen presisi, serta pulp dan kertas paling banyak mencatat kenaikan pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.

Tiga indeks utama AS pada Jumat (8/11) membukukan rekor penutupan tertinggi dan S&P 500 mencatat kenaikan minggu kelima berturut-turut karena investor menepis kekhawatiran atas kemajuan pembicaraan perdagangan AS-China dan ketika saham Walt Disney naik.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 6,44 poin atau 0,02 persen, menjadi ditutup di 27.681,24 poin. Indeks S&P 500 bertambah 7,90 poin atau 0,26 persen, menjadi berakhir di 3.093,08 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 40,80 poin atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada 8.475,31 poin.

PT Equityworld | IHSG Berakhir Terperosok ke Zona Merah, Bursa Asia Mixed

PT Equityworld | IHSG Berakhir Terperosok ke Zona Merah, Bursa Asia Mixed

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Kamis (7/11/2019) ditutup terperosok cukup dalam untuk tenggelam ke zona merah saat bursa Asia lainnya bergerak mixed. Hingga akhir sesi, IHSG jatuh-51.92 poin yang setara -0,84% menjadi 6.165,62.

Sebelumnya pada sesi siang, bursa saham Tanah Air juga tertekan dengan kehilangan 82,224 poin atau mencapai 1,322% menjadi 6.135,32. Raihan itu jauh merosot dari 6.217,55 pada penutupan Rabu (6/11) kemarin.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,31 triliun dengan 10,47 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,35 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp3,55 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,19 triliun. Tercatat sebesar 123 saham menguat, 339 melemah dan 154 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) naik Rp520 menjadi Rp2.840, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) bertambah Rp500 menjadi Rp6.800 dan PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) melonjak Rp445 ke posisi Rp2.230.

Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) turun Rp170 menjadi Rp1.660, PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp125 menjadi Rp6.725 serta PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) lebih rendah Rp-40 menjadi Rp1.660.

PT Equityworld

Bursa Asia Berbalik Menguat, IHSG Tak Beranjak dari Zona Merah | PT Equityworld

Di sisi lain bursa saham Asia Pasifik berakhir mixed pada perdagangan Kamis, ketika penandatanganan kesepakatan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China berpeluang bakal ditunda. Saham daratan China merangkak naik, dimana Komposit Shenzhen mendapatkan dorongan 0,643% untuk bertengger di level 1.651,77.

Selanjutnya Komposit Shanghai sebagian besar mendatar menjadi 2.978,71. Sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong tergelincir 0,18% ketika saham raksasa teknologi asal China yakni Tencent turun 1,2%.

Di Jepang, indeks Nikkei ditutup 0,11% lebih tinggi pada posisi 23.330,32 saat indeks Topix terdongkrak 0,22% untuk menyelesaikan perdagangan di 1.698,13. Saham SoftBank Group tercatat merosot 2,22% setelah konglomerat Jepang itu mengumumkan kerugian kuartalan pertama dalam 14 tahun.

Tren menghijau terlihat pada indeks Kospi, Korea Selatan yang mengakhiri perdagangan dengan kenaikan tipis menjadi2.144,29. Sedangkan bursa patokan Australia, S&P/ASX 200 ditutup 1% lebih tinggi pada level 6.726,60. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang sebagian besar mendatar.

PT Equityworld | AS-China Mesra, Dow Jones Siap ‘Loncat’ 126 Poin Nanti Malam

PT Equityworld | AS-China Mesra, Dow Jones Siap ‘Loncat’ 126 Poin Nanti Malam

PT Equityworld | Bursa Wall Street di AS diprediksi akan dibuka menguat pada perdagangan keempat di pekan ini, Kamis (7/10/2019) nanti malam.

Hingga pukul 17:15 WIB, kontrak futures indeks Dow Jones mengimplikasikan kenaikan sebesar 126 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite diimplikasikan naik masing-masing sebesar 13 dan 51 poin.

Perkembangan terkait perang dagang AS-China yang positif menjadi faktor yang mendorong pelaku pasar saham AS untuk melakukan aksi beli.

China mengabarkan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan AS untuk menghapuskan bea masuk tambahan yang sudah dikenakan oleh masing-masing negara selama perang dagang berlangsung, seperti dilansir dari CNBC International.

Juru Bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengabarkan bahwa kedua belah pihak telah setuju untuk secara bersama-sama menghapuskan bea masuk yang menyasar produk impor dari masing-masing negara senilai ratusan miliar tersebut.

Dirinya kemudian menambahkan bahwa kedua belah pihak kini telah semakin dekat untuk menandatangani kesepakatan dagang tahap satu, menyusul negosiasi yang konstruktif dalam dua pekan terakhir.

Sebelumnya, ada kabar yang kurang mengenakan terkait perang dagang AS-China. Melansir CNBC International, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping kemungkinan tak akan bertemu hingga bulan Desember guna menandatangani kesepakatan dagang tahap satu.

Menurut seorang sumber dari kalangan pemerintahan AS, kedua pihak masih memerlukan waktu guna mendiskusikan poin-poin yang akan masuk ke dalam kesepakatan dagang tahap satu, beserta dengan lokasi penandatanganannya.

Kini, optimisme bahwa AS-China akan meneken kesepakatan dagang tahap satu pada bulan ini kembali membuncah dan membangkitkan optimisme pelaku pasar saham AS untuk melakukan aksi beli.

PT Equityworld

AS-China Siap Hapus Bea Masuk, Bursa Saham Asia Menghijau | PT Equityworld

Sejauh ini, bea masuk tambahan yang dikenakan oleh masing-masing negara terbukti sudah menghantam perekonomiannya masing-masing. Belum lama ini, pembacaan awal untuk angka pertumbuhan ekonomi AS periode kuartal III-2019 diumumkan di level 1,9% (QoQ annualized), jauh melambat dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu (kuartal III-2018) yang mencapai 3,4%.

Beralih ke China, belum lama ini Beijing mengumumkan bahwa perekonomiannya hanya tumbuh di level 6% secara tahunan pada kuartal III-2019, lebih rendah dari konsensus yang sebesar 6,1%, seperti dilansir dari Trading Economics. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2019 juga lebih rendah dibandingkan capaian pada kuartal II-2019 yang sebesar 6,2%.

Untuk diketahui, laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 yang sebesar 6,2% merupakan laju pertumbuhan ekonomi terlemah dalam setidaknya 27 tahun, seperti dilansir dari CNBC International.

Dengan dihapuskannya bea masuk yang sudah dikenakan oleh masing-masing negara selama perang dagang berlangsung, ada peluang yang besar bahwa roda perekonomian AS dan China akan bisa dipacu untuk berputar lebih kencang.

Tidak ada pejabat The Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan berbicara pada hari ini.

PT Equityworld | Wall Street ditutup bervariasi karena investor hati-hati menyikapi kesepakatan dagang

PT Equityworld | Wall Street ditutup bervariasi karena investor hati-hati menyikapi kesepakatan dagang

PT Equityworld | Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (5/11) karena kehati-hatian investor di tengah reli saham yang didorong harapan kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 30,50 poin atau 0,11% ke 27.492,63, S&P 500 turun 3,65 poin atau 0,12% ke 3.074,62 dan Nasdaq Composite naik 1,48 poin atau 0,02% ke 8.434,68.

Saham-saham finansial yang memiliki bobot besar naik 0,42%, sektor energi naik 0,45% karena harga minyak naik lebih dari 1% dan sektor real estate yang sensitif terhadap tarif turun 1,76%.

Laporan terbaru dari kesepakatan dagang menunjukkan, China mendesak Presiden AS Donald Trump untuk menghapus lebih banyak tarif sebagai bagian dari kesepakatan fase satu yang kemungkinan akan diteken bulan ini.

PT Equityworld

Pasca Cetak Rekor, Wall Street Masih akan Hijau Hari Ini | PT Equityworld

“Pasar berada pada titik tertinggi sepanjang masa, orang-orang menjadi sedikit cemas tentang kesepakatan itu,” kata Tim Ghriskey, kepala strategi investasi Inverness Counsel New York seperti dikutip Reuters.

“Jelas merupakan gerakan menuju keuntungan. Ini lebih merupakan perpindahan ke sektor keuangan karena kurs bergerak lebih tinggi dan berpindah ke sektor energi karena komoditas naik lebih tinggi dan itu adalah dua sektor yang benar-benar disia-siakan pasar, valuasinya murah.”

Design a site like this with WordPress.com
Get started