Equity World | Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 2 Januari 2020

Equity World | Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 2 Januari 2020

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak naik pada awal perdagangan pertama 2020, Kamis (2/1/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG dibuka naik 0,22 persen atau 13,59 poin di level 6.313,13. Kemudian pada pukul 09.05 WIB, tenaga indeks tergerus ke level 6.305,60 dengan kenaikan hanya 0,1 persen atau 6,06 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Tiga dari sembilan sektor terpantau bergerak positif pada Kamis (2/1) pagi, dipimpin barang konsumen yang naik 0,77 persen. Enam sektor lainnya bergerak di zona merah, dipimpin aneka industri yang turun 0,64 persen.

Adapun sebanyak 23 saham menguat, 2 saham melemah, dan 646 saham stagnan dari 671 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) yang masing-masing naik 1,54 persen dan 1,12 persen menjadi penopang utama atas pergerakan positif IHSG.

Berikut pergerakan IHSG sepanjang hari ini yang dilaporkan secara live di Bisnis.com :
13:36 WIB
Pukul 13.31 WIB: Awal Sesi II, IHSG Melemah 0,44 Persen

Pergerakan IHSG melemah 0,44 persen atau 27,65 poin ke level 6.271,88 pada awal sesi II perdagangan hari ini.
12:06 WIB
Pukul 12.00 WIB: IHSG Melemah 0,45 Persen Pada Akhir Sesi I

Pergerakan IHSG melemah 0,45 persen atau 28,43 poin ke level 6.271,11 pada akhir sesi I perdagangan hari ini.
11:34 WIB
Pukul 11.29 WIB: Jelang Akhir Sesi I, IHSG Melemah 0,3 Persen

Equity World

Bursa Pagi: Asia Variatif, IHSG Cenderung Menguat | Equity World

Pergerakan IHSG melemah 0,3 persen atau 18,83 poin ke level 6.280,7 menjelang akhir sesi I perdagangan hari ini.

Delapan dari sembilan sektor bergerak negatif, dipimpin pertanian (-1,33 persen).
10:07 WIB
Pukul 10.02 WIB: IHSG Naik 0,12 Persen

Pergerakan IHSG naik 0,12 persen atau 7,59 poin ke level 6.307,13 pada perdagangan pagi ini.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing naik 0,75 persen dan 0,95 persen menjadi pendorong utamanya.
09:02 WIB
Pukul 08.55 WIB: IHSG Dibuka di Zona Hijau

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,22 persen atau 13,59 poin di level 6.313,13 pada perdagangan pagi ini.

PT Equityworld | Investor berpengaruh Wall Street: Perhatikan emas di 2020!

PT Equityworld | Investor berpengaruh Wall Street: Perhatikan emas di 2020!

PT Equityworld | Emas memiliki peluang untuk menjadi investasi yang menarik di tahun mendatang, kata pakar investasi Blackstone, Byron Wien:

“Perhatikan emas pada tahun 2020. Emas memiliki peluang untuk menjadi investasi yang menarik.”

Begitulah cara investor veteran, menggambarkan prospek logam kuning dalam rentang 12 bulan mendatang. Melansir Market Watch, Wien digambarkan oleh US News & World Report sebagai tokoh yang banyak disanjung di Wall Street dan salah satu investor paling berpengaruh.

Wien tidak memberikan kejelasan lebih lanjut tentang perkiraan emasnya atau arah perdagangan emas yang tepat pada tahun 2020.

Namun, komentarnya itu diungkapkan ketika komoditas berharga itu tengah menuju kenaikan harian terkuat sejak akhir November dan level tertinggi sejak awal bulan lalu, di mana harga emas melonjak melewati level psikologis yang signifikan di atas US$ 1.500 per ounce.

PT Equityworld

2019: Wall Street Menguat 36%, Shanghai 23%, IHSG 1,7% | PT Equityworld

Data Market Watch menunjukkan, harga emas untuk pengiriman Februari baru-baru ini diperdagangkan naik US$ 14,20, atau 1%, menjadi US$ 1.503,10 per ounce di bursa Comex.

Dengan demikian, harga emas telah naik 17,3% sepanjang tahun ini, berdasarkan kontrak paling aktif, menurut data FactSet. Itu adalah kenaikan yang relatif sehat untuk logam mengingat bahwa saham, yang cenderung bergerak ke arah yang berlawanan dari emas, telah diperdagangkan mendekati level tertinggi sepanjang masa.

Memang, indeks Dow Jones Industrial Average telah naik 22,3% sejauh ini pada tahun 2019, indeks S&P 500 telah naik hampir 29% dibandingkan periode yang sama dan Nasdaq Composite Index telah naik hampir 35%. Kondisi itu menempatkan indeks pada jalur untuk keuntungan tahunan terbesar mereka dalam beberapa tahun.

PT Equityworld | Bursa Saham Asia Memerah

PT Equityworld | Bursa Saham Asia Memerah

PT Equityworld | Bursa saham Asia Pasifik sebagian besar jatuh pada hari Senin (30/12/2019), pada hari perdagangan penuh terakhir tahun ini untuk beberapa pasar utama di wilayah ini.

Pasar China daratan pindah ke wilayah negatif pada awal perdagangan. Komposit Shanghai turun 0,3%. Sedangkan komposit Shenzhen turun 0,12%. Komponen Shenzhen turun 0,44%.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,10% pada awal perdagangan. Saham Tech jatuh di pagi hari, dengan Tencent turun 0,47%, Aac Tech jatuh 1,65%, dan Sunny Optical jatuh 1,46% seperti mengutip cnbc.com.

Data perdagangan kota untuk November ditetapkan akan dirilis pada hari Senin karena protes terus mengambil korban pada ekonominya.

Bank sentral China selama akhir pekan mengatakan bahwa mereka akan menggunakan suku bunga pinjaman sebagai patokan baru untuk menentukan harga pinjaman suku bunga mengambang saat ini, yang menurut para analis dapat menurunkan biaya pinjaman dan mendorong pertumbuhan, menurut laporan Reuters.

Sementara itu, operator universitas swasta China Shanghai Gench Education Group berencana untuk mendaftar di Hong Kong, menurut aplikasi yang diajukan ke bursa Hong Kong selama akhir pekan. Itu tidak menyatakan waktu IPO.

Di tempat lain, Nikkei Jepang kehilangan 0,47%. Sementara patokan bursa Australia, indeks ASX 200 turun 0,54%. Kospi di bursa Korea Selatan memangkas beberapa keuntungan sebelumnya untuk diperdagangkan di bawah garis datar.

Secara keseluruhan, indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang tergelincir 0,16%.

Dalam berita perusahaan, perusahaan telekomunikasi terbesar Singapura Singtel mengumumkan pihaknya bermitra dengan perusahaan wahana naik-turun Grab untuk mengajukan permohonan lisensi perbankan digital di Singapura, menurut pernyataan bersama oleh kedua perusahaan pada hari Senin.

Sesi Senin di Asia mengikuti rekor tertinggi baru di saham AS minggu lalu di tengah optimisme akhir tahun di pasar.

PT Equityworld

Sebagian besar bursa Asia memerah di hari terakhir perdagangan tahun ini | PT Equityworld

Pasar di Jepang dan Korea Selatan akan ditutup besok, pada Malam Tahun Baru. Australia, Hong Kong dan Singapura akan tutup lebih awal sekitar tengah hari.

Harga minyak sedikit berubah selama pagi Asia jam, setelah militer AS melakukan “serangan pertahanan presisi” di Irak dan Suriah terhadap kelompok milisi setelah serangkaian serangan terhadap pangkalan Irak yang menjadi tuan rumah anggota layanan Amerika. Pentagon mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tiga lokasi di Irak dan dua di Suriah menjadi sasaran pasukan AS.

Benchmark internasional, minyak mentah Brent naik 0,13% hingga diperdagangkan pada US$68,25 per barel, sementara minyak mentah AS diperdagangkan flat di sekitar US$61,71 per barel.

Dalam mata uang, dolar AS diperdagangkan mendekati datar terhadap sekeranjang rekan-rekannya. Indeks dolar berada di sekitar 96,877.

Yen Jepang sedikit berubah terhadap greenback, diperdagangkan pada 109,32. Dolar Australia diambil $ 0,6987, menguat dari level terendah sebelumnya di 0,6965.

Equityworld Futures | Sinterklas Resmi Kunjungi Wall Street, IHSG Siap Party?

Equityworld Futures | Sinterklas Resmi Kunjungi Wall Street, IHSG Siap Party?

Equityworld Futures | Pasar keuangan Indonesia ditransaksikan menguat pada perdagangan kemarin (26/12/2019).

Pada penutupan perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,21%, imbal hasil (yield) obligasi terbitan pemerintah Indonesia tenor 10 tahun turun 2 bps, sementara rupiah terapresiasi 0,07% di pasar spot melawan dolar AS.

Sebagai informasi, pergerakan yield obligasi berbanding terbalik dengan harganya. Ketika yield turun, berarti harga sedang naik. Sebaliknya, ketika yield naik, berarti harga sedang turun.

Pasar keuangan Indonesia sukses menutup hari di zona hijau pasca perdagangan diliburkan dalam dua hari sebelumnya guna memperingati hari raya Natal.

Sentimen positif bagi pasar keuangan Asia datang dari perkembangan positif yang menyelimuti hubungan AS-China di bidang perdagangan.

Seperti yang diketahui, AS dan China sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka berhasil mencapai kesepakatan dagang tahap satu yang sudah begitu dinanti-nantikan pelaku pasar saham dunia.

Dalam wawancara dengan CNBC International, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengungkapkan bahwa dirinya optimistis kesepakatan dagang akan bisa diteken pada bulan Januari.

Kemudian, cuitan Trump kini semakin mempertegas bahwa kesepakatan dagang akan benar-benar bisa diteken. Pada hari Jumat waktu setempat (20/12/2019), Trump memposting sebuah cuitan yang isinya mengatakan bahwa dirinya telah melangsungkan “pembicaraan yang sangat baik” dengan Presiden China Xi Jinping terkait dengan beberapa hal, termasuk kesepakatan dagang kedua negara. Pembicaraan tersebut dilakukan melalui sambungan telepon.

“Telah melangsungkan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Xi dari China terkait kesepakatan dagang kami yang begitu besar. China telah memulai pembelian produk agrikultur dan produk-produk lainnya secara besar. Formalisasi kesepakatan dagang sedang disiapkan. Juga berbicara mengenai Korea Utara, di mana kami bekerja sama dengan China, & Hong Kong (progres!),” cuit Trump melalui akun Twitter @realDonaldTrump.

Dari kubu Beijing, ada juga perkembangan yang positif. Melansir CNBC International yang mengutip kantor berita Xinhua, Xi mengatakan bahwa kesepakatan dagang tahap satu dengan AS akan menguntungkan kedua belah pihak.

“Kesepakatan dagang tahap satu yang telah dicapai antara AS dan China merupakan sebuah hal yang baik bagi AS, China, dan seluruh dunia,” kata Xi, seperti dilansir dari CNBC International.

“Baik pasar [keuangan] AS maupun China, beserta dengan [pasar keuangan] dunia, telah merespons dengan sangat positif hal ini [disepakatinya kesepakatan dagang tahap satu]. AS berniat untuk menjaga komunikasi secara intens dengan China dan berjuang untuk menandatangani dan mengimplementasikannya secepat mungkin.”

Equityworld Futures

Wall Street Cetak Rekor, IHSG Hijau 4 Hari Beruntun | Equityworld Futures

Sebagai catatan, hingga kini teks kesepakatan dagang tahap satu antara AS dan China memang belum ditandatangani. Menurut Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, kedua negara berencana untuk memformalisasi kesepakatan dagang tahap satu tersebut pada pekan pertama Januari 2020.

Sebelumnya, sempat terdapat kekhawatiran terkait dengan peluang ditekennya kesepakatan dagang tahap satu. Walaupun Trump menyebut bahwa nilai pembelian produk agrikultur oleh China akan mencapai US$ 50 miliar, pihak Beijing yang diwakili oleh Wakil Menteri Pertanian dan Pedesaan Han Jun hanya menyebut bahwa mereka akan meningkatkan pembelian produk agrikultur asal AS secara signifikan, tanpa menyebut nilainya.

Pada hari Selasa (24/12/2019), Trump mengatakan bahwa AS telah kian dekat untuk menuntaskan kesepakatan dagang dengan China. Menurut Trump, nantinya akan ada seremoni penandatanganan kesepakatan dagang bersama dengan Presiden Xi.

Jika kesepakatan dagang tahap satu dengan China benar diteken nantinya, laju perekonomian AS dan China di tahun-tahun mendatang bisa terus dipertahankan di level yang relatif tinggi.

Mengingat posisi AS dan China sebagai dua negara dengan nilai perekonomian terbesar di planet bumi, tentu prospek ditekennya kesepakatan dagang yang semakin nyata menjadi sentimen positif bagi pasar saham Asia.

Equityworld Futures | Pasca Libur Natal, Harga Emas Antam Naik Rp 6.000 Per Gram

Equityworld Futures | Pasca Libur Natal, Harga Emas Antam Naik Rp 6.000 Per Gram

Equityworld Futures | Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Kamis (26/12/2019) berada di angka Rp 758.000 per gram. Angka tersebut naik Rp 6.000 jika dibandingkan harga emas pada Rabu (25/12/2019) kemarin. Sementara itu, harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual emas batangan tersebut berada di harga Rp 673.000. Sebagai catatan, harga emas Antam tersebut berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Equityworld Futures

IHSG Cuma Naik Tipis 0,07% di Sesi I, Hawa Liburan yah! | Equityworld Futures

Adapun sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi. Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22. Berikut rincian harga emas Antam:
0,5 gram Rp 400.500
1 gram Rp 758.000
2 gram Rp 1.465.000
3 gram Rp Rp 2.158.000
5 gram Rp 3.610.000
10 gram Rp 7.155.000
25 gram Rp 17.605.000
50 gram Rp 35.135.000
100 gram Rp 70.200.000
250 gram Rp 175.250.000
500 gram Rp 353.800.000
1.000 gram Rp 699.600.000

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Berakhir Variatif

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Berakhir Variatif

Equityworld Futures | Kekhawatiran atas kemungkinan uji coba rudal Korea Utara dipenuhi oleh tanda-tanda kemajuan lebih lanjut. Maksudnya dalam meredakan ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing ketika China mengumumkan rencana untuk lebih lanjut membuka pasar keuangannya untuk bisnis swasta.

Indeks Nikkei 225 NIK di pasar Jepang, + 0,02% ditambahkan 0,1% sementara Hang Seng HSI, -0,01% di bursa Hong Kong hampir datar. Di Korea Selatan, Kospi 180721, -0,02% tergelincir 0,2%. Indeks Shanghai Composite SHCOMP, -1,40% di bursa China naik 0,4% lebih rendah dan indeks ASX 200 XJO di bursa Australia, -0,46% menyerah 0,3% seperti mengutip marketwatch.com.

Saham naik di Taiwan Y9999, + 0,53% tetapi mundur di Indonesia JAKIDX, + 0,19% dan STI Singapura, + 0,14%.

Di antara saham individu, Nikon 7731, + 1,62% dan Olympus 7733, + 2,53% naik di perdagangan Tokyo, sementara Inpex 1605, -1,93% dan Fujitsu 6702, -1,78% menurun. Di Hong Kong, AAC 2018, + 0,61% dan Sands China 1928, + 0,38% naik sementara Sunny Optical 2382, -1,15% dan perusahaan telekomunikasi China Unicom 762, -1,52% tergelincir.

Samsung 005930, -0,89% tenggelam di Korea Selatan, sementara Beach Energy BPT, -1,95% dan Rio Tinto RIO, -1,77% jatuh di Australia.

“Namun, singkat dari sebuah headline bomb yang signifikan, Asia kemungkinan akan berada dalam mode makan siang yang diperpanjang hari ini menjelang istirahat pertengahan minggu secara global,” kata Jeffrey Halley dari Oanda dalam sebuah komentar.

Tetapi kejutan seperti itu tidak akan keluar dari pertanyaan. Selama akhir pekan, Korea Utara mengatakan pemimpinnya Kim Jong Un telah mengadakan pertemuan penting partai berkuasa untuk memutuskan langkah-langkah untuk meningkatkan kemampuan militer negara itu.

Pertemuan itu terjadi di tengah spekulasi bahwa Korea Utara dapat meninggalkan diplomasi dengan AS dan meluncurkan rudal jarak jauh atau roket pembawa satelit. Spekulasi tersebut mengarahkan jika Washington tidak menerima permintaannya untuk insentif baru untuk menyelamatkan negosiasi nuklir yang goyah pada akhir tahun.

Sementara itu, para pemimpin China, Jepang dan Korea Selatan mengadakan pertemuan tiga pihak di Cina minggu ini di tengah perselisihan tentang perdagangan, manuver militer dan permusuhan bersejarah.

Kerja sama ekonomi dan ancaman nuklir Korea Utara adalah masalah utama yang mengikat troika Asia Timur Laut. Meskipun tidak ada terobosan besar yang diharapkan pada pertemuan tersebut, kesempatan untuk diskusi tatap muka antara antagonis yang kadang-kadang saling menguntungkan dianggap penting.

Pengumuman oleh Dewan Negara menawarkan janji-janji luas tentang liberalisasi pasar tetapi termasuk desakan kepada bisnis swasta untuk “sangat mencintai rakyat dan Partai Komunis” dan “dengan antusias mendukung nilai-nilai sosialis.”

Awal yang tenang untuk minggu ini mengikuti kinerja yang kuat pada Jumat di Wall Street, di mana saham teknologi dan perawatan kesehatan membantu mendorong indeks ke rekor tertinggi lebih lanjut.

S&P 500 mencatat minggu ke-10 dalam 11 kemenangan terakhir, berakhir dengan rekor tertinggi untuk keempat kalinya minggu lalu. Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq komposit juga mengakhiri minggu ini di tertinggi baru.

Momentum untuk saham telah jelas naik selama berbulan-bulan, dan pasar menuju ke apa yang secara historis merupakan periode yang baik secara musiman.

Meningkatnya optimisme seputar kesepakatan perdagangan “Fase 1” yang diumumkan seminggu yang lalu antara Amerika Serikat dan China telah membantu mendorong indeks saham ke rekor.

Kekhawatiran tentang kemungkinan resesi juga telah memudar sejak musim panas setelah Federal Reserve memangkas suku bunga tiga kali, dan bank sentral tampaknya akan mempertahankan suku bunga rendah untuk waktu yang lama.

Equityworld Futures

Bursa Asia Melemah, Jeda Liburan Tahan Optimisme Perdagangan | Equityworld Futures

S&P 500 SPX, + 0,49% naik 0,5% menjadi 3.221,22 pada hari Jumat. Ini naik 28,5% untuk tahun ini. The Dow Jones Industrial Average DJIA, + 0,28% naik 0,3% menjadi 28.455,09. Nasdaq composite COMP, + 0,42% ditambahkan 0,4%, menjadi 8,924,96.

AS dan China sepakat pada 13 Desember untuk memangkas tarif beberapa barang masing-masing dan menunda ancaman tarif lainnya. Kesepakatan perdagangan sementara telah membantu mengurangi sumber utama ketidakpastian bagi investor yang akan memasuki tahun depan.

Saham secara tradisional naik dalam lima hari terakhir setiap tahun kalender, ditambah dua tahun pertama tahun baru. Itu terjadi cukup sering sehingga para pedagang menyebutnya “reli Santa,” dan itu membawa keuntungan rata-rata 1,3% untuk S&P 500 sejak 1969, menurut Almanac Pedagang Saham.

Selama 50 tahun terakhir, saham telah naik dalam rentang tujuh hari kira-kira tiga perempat waktu.

Minyak mentah patokan AS: CLF20 turun 14 sen menjadi US$60,30 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Itu kehilangan 74 sen untuk menetap di US$60,44 per barel pada hari Jumat.

Minyak mentah brent, BRNG20, -0,24%, standar internasional, turun 11 sen menjadi US$65,09 per barel. Itu menyerah 40 sen menjadi ditutup pada US$66,14 per barel pada hari Jumat.

Dolar USDJPY, -0,07% naik menjadi 109,43 yen Jepang dari 109,40 yen pada Jumat.

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Bergerak Variatif

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Bergerak Variatif

Equityworld Futures | Pasar saham di Asia bergerak beragam dalam perdagangan awal Senin (23/12/2019) di tengah optimisme perdagangan yang lebih besar antara AS dan China.

Nikkei 225 pasar Jepang naik 0,18%, dan indeks Topix datar. Indeks ASX 200 di bursa Australia turun 0,39%. Kospi Korea Selatan naik tipis 0,21%. Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang datar.

Di Singapura, data inflasi konsumen negara tersebut akan dirilis pada hari Senin seperti mengutip cnbc.com.

Sementara itu, dana semikonduktor yang didukung negara China selama akhir pekan mengumumkan rencana untuk mengurangi kepemilikan di beberapa perusahaan teknologi, menurut laporan Reuters.

Dana negara berencana untuk memotong taruhannya di Gigadevice Semiconductor, pembuat chip Shenzhen Goodix Technology dan Hunan Goke Microelectronics masing-masing sekitar satu poin persentase, menurut pernyataan perusahaan-perusahaan itu.

Itu datang karena ketiga perusahaan memiliki keuntungan saham besar tahun ini, kata laporan itu.

Optimisme perdagangan meningkatkan sentimen ketika Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat mengatakan ia “melakukan pembicaraan yang sangat baik” dengan pemimpin China, Xi Jinping tentang apa yang disebut kesepakatan perdagangan fase pertama yang mereka buat pada pertengahan Desember. Itu menunjukkan lebih banyak kemajuan telah dibuat setelah mereka mencapai kesepakatan awal.

Presiden mengatakan dalam tweet bahwa China telah memulai pembelian “besar-besaran” produk pertanian AS, dan penandatanganan kesepakatan resmi sedang diatur. Pada hari Sabtu, ia mengatakan kedua negara akan “sangat segera” menandatangani kesepakatan.

Equityworld Futures

Bursa Saham Asia Bergerak Tenang Jelang Libur Natal | Equityworld Futures

Saham AS melonjak ke rekor tertinggi baru Jumat, dengan S&P 500 naik 0,5% menjadi 3.221,23. Nasdaq Composite naik 0,4% menjadi 8,924.96, mencatat kemenangan beruntun delapan hari. Dow Jones Industrial Average naik 78,13 poin, atau 0,3% menjadi 28.455,09.
Mata uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir di 97,683, mundur dari tertinggi 97,758 minggu lalu.

Yen Jepang diperdagangkan pada 109,48 melawan dolar, sentuhan lebih lemah dari level di atas 109,2 minggu lalu.

Dolar Australia terakhir berpindah tangan pada $ 0,6898, jatuh kembali setelah tertinggi di atas 0,69 minggu lalu.

Harga minyak sedikit berubah selama jam-jam pagi Asia. Minyak mentah Brent dan minyak mentah berjangka AS datar, masing-masing menjadi US$66,11 dan US$60,42.

PT Equity World | Trump Dimakzulkan DPR AS, IHSG dan Bursa Asia Rontok

PT Equity World | Trump Dimakzulkan DPR AS, IHSG dan Bursa Asia Rontok

PT Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada pada perdagangan hari ini, Kamis (19/12) dibuka terkoreksi dan terus bergerak turun sejalan dengan bursa-bursa saham Asia lainnya. Hingga pukul 10.25 WIB, indeks bergerak turun 0,3% di level 6.268. Sementara di saat yang sama, bursa-bursa di Asia juga bergerak terkoreksi seperti Nikkei 225 Index yang turun 0,3%, Hang Seng Index terkoreksi 0,64%, Shanghai Composite Index turun 0,2%, dan juga Strait Times Index yang turun 0,35%.

Koreksi yang terjadi di pasar modal dalam negeri dan kawasan Asia ini terpengaruh sentimen keputusan pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump oleh Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat. Keputusan tersebut dilakukan dalam jajak pendapat yang digelar pada Rabu (18/12) malam waktu setempat atau Kamis (19/12) pagi waktu Indonesia.

Pemakzulan ini merupakan buntut dari dugaan Trump menekan Ukraina untuk membantu mengalahkan rival politiknya. Dugaan ini muncul dari whistleblower di kalangan intelijen yang mengeluhkan tentang pembicaraan telepon Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Trump diduga mengancam untuk menahan bantuan militer kepada angkatan bersenjata Ukraina. Tujuannya, mendesak Ukraina menginvestigasi dugaan korupsi mantan Wakil Presiden AS Joe Biden yang akan menjadi pesaingnya dalam Pilpres 2020. Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, keputusan pemakzulan tersebut memunculkan integritas para pendukung Trump. Namun di balik itu semua, dia menilai Tiongkok akan menjadi salah satu pihak yang merayakan pemakzulan presiden AS itu.

PT Equity World

IHSG Melemah pada Awal Perdagangan, Investor Tunggu Keputusan BI | PT Equity World

Hal ini lantaran perang dagang yang terjadi antara AS dan Tiongkok selama ini dipicu oleh Presiden Donald Trump. Saat ini, kedua negara baru saja merampungkan kesepakatan dagang tahap pertama yang antara lain memuat pembatalan tarif baru dan penurunan sebagian tarif AS ke Tiongkok. Di sisi lain, Tiongkok berjanji membeli produk pertanian AS. “Karena bukan tidak mungkin apa yang sudah disepakati bisa dibatalkan dengan menunggu presiden AS dan kepemerintahan AS yang baru, yang mungkin lebih baik dalam hal negosiasi terhadap Tiongkok,” kata Nico dalam risetnya hari ini.

Equity World | Bursa Saham Asia Melemah, IHSG Malah Menguat 0,19%

Equity World | Bursa Saham Asia Melemah, IHSG Malah Menguat 0,19%

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan ketiga di pekan ini, Rabu (18/12/2019), di zona merah.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG melemah 0,02% ke level 6.244,35. IHSG kemudian bergerak di zona merah untuk waktu yang cukup lama.

Namun, sekitar pukul 11:00 WIB IHSG merangsek ke zona hijau dan terus memperlebar penguatannya. Per akhir sesi satu, IHSG menguat 0,19% ke level 6.256,02.

Jika apresiasi IHSG bertahan hingga akhir perdagangan, maka akan menandai apresiasi selama empat hari beruntun.

Saham-saham yang berkontribusi signifikan dalam mengerek kinerja IHSG di antaranya: PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (+1,92%), PT Maha Properti Indonesia Tbk/MPRO (+11,42%), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk/BBRI (+0,46%), PT Barito Pacific Tbk/BRPT (+1,05%), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk/PGAS (+1,87%).

Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang justru ditransaksikan di zona merah. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei turun 0,46%, indeks Shanghai melemah 0,08%, indeks Hang Seng jatuh 0,08%, dan indeks Kospi terpangkas 0,16%.

Bursa saham Benua Kuning diterpa tekanan jual seiring dengan penantian investor terhadap kejelasan dari kesepakatan dagang tahap satu antara AS dan China. Seperti yang diketahui, menjelang akhir pekan kemarin AS dan China mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mencapai kesepakatan dagang tahap satu yang sudah begitu dinanti-nantikan pelaku pasar saham dunia.

Dengan adanya kesepakatan dagang tahap satu tersebut, Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana untuk mengenakan bea masuk tambahan terhadap produk impor asal China pada tanggal 15 Desember. Untuk diketahui, nilai produk impor asal China yang akan terdampak oleh kebijakan ini sejatinya mencapai US$ 160 miliar.

Pembatalan eksekusi bea masuk tambahan tersebut menjadi elemen krusial dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi global di level yang relatif tinggi. Pasalnya, bea masuk tersebut, jika jadi dieksekusi, akan mengincar produk-produk konsumer yang diimpor oleh AS dari China seperti mainan, ponsel, hingga pakaian.

Pengenaan bea masuk tambahan akan membuat harga produk-produk konsumer tersebut lebih mahal sehingga berpotensi menekan permintaan. Padahal, AS tengah memasuki musim liburan di mana momen tersebut biasanya menghasilkan permintaan yang tinggi atas produk-produk konsumer.

Tak sampai di situ, Trump mengatakan bahwa bea masuk sebesar 15% terhadap produk impor asal China senilai US$ 120 miliar nantinya akan dipangkas menjadi 7,5% saja sebagai bagian dari kesepakatan dagang tahap satu. Di sisi lain, China membatalkan rencana untuk mengenakan bea masuk balasan yang disiapkan guna membalas bea masuk dari AS pada hari Minggu.

Equity World

Data Ekonomi AS Positif, Harga Emas Global Stagnan | Equity World

Masih sebagai bagian dari kesepakatan dagang tahap satu, China akan meningkatkan pembelian produk agrikultur asal AS secara signifikan. Trump menyebut bahwa China akan segera memulai pembelian produk agrikultur asal AS yang jika ditotal akan mencapai US$ 50 miliar.

Namun, ada ketidakpastian yang menyelimuti kesepakatan dagang tahap satu antara AS dan China. Walaupun Trump menyebut bahwa nilai pembelian produk agrikultur oleh China akan mencapai US$ 50 miliar, pihak Beijing yang diwakili oleh Wakil Menteri Pertanian dan Pedesaan Han Jun hanya menyebut bahwa mereka akan meningkatkan pembelian produk agrikultur asal AS secara signifikan, tanpa menyebut nilainya.

Dikhawatirkan, ketidakjelasan ini pada akhirnya akan membuat kesepakatan dagang tahap satu antara kedua negara justru gagal diteken.

Sebagai catatan, hingga kini teks kesepakatan dagang tahap satu antara AS dan China belum ditandatangani. Menurut Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, kedua negara berencana untuk memformalisasi kesepakatan dagang tahap satu pada pekan pertama Januari 2020.

Sejauh ini, AS telah mengenakan bea masuk tambahan bagi senilai lebih dari US$ 500 miliar produk impor asal China, sementara Beijing membalas dengan mengenakan bea masuk tambahan bagi produk impor asal AS senilai kurang lebih US$ 110 miliar.

Equity World | Banjir Sentimen Positif, Wall Street Dibuka Bersemi

Equity World | Banjir Sentimen Positif, Wall Street Dibuka Bersemi

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka memasuki zona hijau pada Senin (16/12/2019) dan bahkan indeks S&P 500 menyentuh titik tertingginya, didorong ekspektasi kesepakatan dagang fase pertama dan data ekonomi ciamik dari China.

Data produksi industri di Negeri Tirai Bambu melompat 6,2% pada November secara tahunan (year on year) atau melampai ekspektasi. Demikian juga dengan data penjualan ritel yang melompat 8% bulan lalu.

Pada pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB), Indeks Dow Jones Industrial Average meroket 120 poin (0,4%), dan bergumpal hingga menjadi 140,4 poin (0,5%) ke 28.275,78 selang 20 menit kemudian. Indeks Nasdaq menguat 77,65 poin (0,9%) ke 8.813,24 sementara indeks S&P 500 naik 22,44 poin (0,71%) ke 3.191,23.

AS dan China pada Jumat mengumumkan bahwa keduanya telah menyepakati perjanjian dagang fase pertama, di mana AS sepakat mengurangi tarif terhadap produk China sebagai ganti kenaikan pembelian produk pertanian AS oleh Negeri Panda tersebut.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan kesepakatan itu akan diteken pada Januari. Namun, beberapa detil masih menjadi pertanyaan kunci di kalangan pelaku pasar seperti besaran pembelian produk pertanian AS yang harus dibeli China.

“Saya tahu petani Amerika bahagia karena mereka akan mendapatkan kembali pasar terbesarnya… Namun untuk mencapai angka yang dibidik pemerintah tahun depan masih akan berat,” tutur Peter Boockvar, Chief Investment Officer Bleakley Advisory Group sebagaimana dikutip CNBC International.

Di sisi lain, The Federal Reserve mengindikasikan akan menahan suku bunga acuan hingga 2020. Di Inggris, satu ketakpastian hilang dengan kemenangan Partai Konservatif pendukung Perdana Menteri Boris Johnson yang akan memuluskan perceraian Inggris (Brexit) dari Uni Eropa.

Equity World

Bursa Asia menguat, investor masih menunggu detail kesepakatan dagang | Equity World

Kenaikan bursa AS tersebut tak dipersulit oleh koreksi saham Boeing di pasar setelah The Wall Street Journal pada Minggu melaporkan bahwa perseroan kemungkinan menahan atau memangkas produksi 737 Max.

Kepala Badan Penerbangan Federal AS Steve Dickson kepada CNBC International pekan lalu mengatakan pesawat 737 Max tak akan bisa balik operasi pada tahun ini. “Ada beberapa proses, tahapan, yang harus diselesaikan… dan jika dihitung, akan panjang hingga 2020,” ujarnya.

Investor juga akan mencermati beberapa data ekonomi akan dirilis hari ini seperti misalnya IHS Markit services, data manufaktur, dan indeks pembelian manajer (Purchasing Managers’ Index/ PMI) Desember.

Design a site like this with WordPress.com
Get started