Equity World | Stimulus Tak Mempan, Bursa Saham Asia Jatuh Dalam Lagi

Equity World | Stimulus Tak Mempan, Bursa Saham Asia Jatuh Dalam Lagi

Equity World | Pasar saham Asia turun tajam pada perdagangan Senin (16/3/2020) bahkan ketika Federal Reserve AS, dalam langkah darurat pada hari Minggu (15/3/2020), memangkas suku bunga acuan 100 basis poin (bps) di kisaran 0% – 0,25%.

Selain pemangkasan suku bunga, The Fed juga meluncurkan putaran baru pelonggaran kuantitatif senilai US$ 700 miliar untuk membantu ekonomi AS dari dampak virus corona.

Program pelonggaran kuantitatif (Quantitative Easing/QE) ini akan melibatkan pembelian aset senilai US$ 500 miliar yang melibatkan Treasury dan US$ 200 miliar sekuritas yang dijamin hipotek.

Menghadapi pasar keuangan yang sangat terganggu, The Fed juga memangkas suku bunga pinjaman darurat untuk bank sebesar 125 basis poin menjadi 0,25%, dan memperpanjang jangka waktu pinjaman menjadi 90 hari.

Meski demikian, pasar merespons negatif hal tersebut, dengan Dow futures menunjukkan penurunan 900 poin ketika pasar dibuka Senin pagi tadi di level 21.973,82.

Bursa Saham Asia Masih Volatile | Equity World

Berdasarkan pencatatan, Saham Australia (S&P/ASX 200) jeblok 9,7% ke 5.002, indeks Hang Seng Hongkong melemah 4,03% menjadi 23.063,57, Nikkei 225 turun 2,46% ke 17.002,04, Saham Shanghai (SSEC) anjlok 3,4% pada 2.789,25.

Sementara itu, FTSE Straits Times Singapore (STI) ambles 5,03% ke 2.501,03, indeks Kospi ambruk 3,19% menjadi 1.1714,86.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terburuk kedua di antara saham Asia lainnya yang ditutup turun 4,42% pada 4.690,65.

Berita terbaru dari China menunjukkan bahwa produksi pabrik anjlok 13,5% year on year (yoy) pada tingkat tertajam dalam kurun 30 tahun, yang kembali memicu kekhawatiran resesi global ketika pandemi melumpuhkan rantai pasokan dan menghancurkan sentimen bisnis.

Equity World | Wall Street Terjun Bebas, Dow Jones Ambruk 2.352 Poin

Equity World | Wall Street Terjun Bebas, Dow Jones Ambruk 2.352 Poin

Equity World | Saham-saham Wall Street memperpanjang kerugian pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi setelah pembatasan perjalanan baru oleh Amerika Serikat terhadap Eropa untuk mengekang penyebaran virus korona menakuti investor dan mengguncang pasar dunia.

Larangan perjalanan Presiden Donald Trump dari Eropa, yang diumumkan Rabu malam waktu setempat, mengirim ketiga indeks saham utama AS menukik, dengan S&P 500 dan Nasdaq mengonfirmasikan bear market pertama mereka sejak krisis keuangan.

Mengutip Antara, Jumat, 13 Maret 2020, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 2.352,60 poin atau 9,99 persen menjadi 21.200,62. Indeks 30-saham unggulan mengalami kerugian satu hari terburuk sejak Black Monday pada 1987, ketika jatuh lebih dari 22 persen.

Indeks S&P 500 jatuh 260,74 poin atau 9,51 persen menjadi berakhir pada 2.480,64. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq merosot sebanyak 750,25 poin atau 9,43 persen menjadi ditutup pada posisi 7.201,80.

Indeks acuan S&P 500 dan Nasdaq telah kehilangan lebih dari seperempat dari nilainya sejak mencapai rekor penutupan tertinggi hanya 16 sesi yang lalu, ketika negara-negara di seluruh dunia bergulat dengan bagaimana cara mengatasi virus korona yang bergerak cepat dan dampak ekonominya.

Bear market dikonfirmasi ketika indeks tenggelam 20 persen atau lebih di bawah penutupan tertinggi terbaru. Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah secara signifikan, dengan sektor energi jatuh 12,3 persen, mewakili kelompok berkinerja terburuk.

S&P 500 turun tujuh persen tak lama setelah bel pembukaan Kamis waktu setempat, memicu pemutus sirkuit utama yang menghentikan perdagangan selama 15 menit. Itu adalah 15 menit kedua perdagangan di Wall Street terhenti minggu ini. Kekhawatiran bahwa berlanjutnya penyebaran virus akan memperlambat pertumbuhan ekonomi mencengkeram investor.

Bursa Asia Anjlok karena Kekhawatiran Investor akan Dampak Corona | Equity World

Federal Reserve meluncurkan langkah-langkah dramatis untuk mengurangi tekanan pasar dari virus. Federal Reserve Bank of New York mengatakan dalam sebuah pernyataan Kamis sore bahwa pihaknya menawarkan USD500 miliar dalam operasi repo tiga bulan.

Fed juga akan menawarkan USD500 miliar tambahan dalam repo satu bulan serta USD500 miliar dalam pinjaman repo tiga bulan pada Jumat. Pasar mendapat jeda singkat setelah pengumuman tetapi dengan cepat diperdagangkan kembali ke posisi terendah sesi mereka karena investor menunggu langkah-langkah yang lebih agresif untuk meningkatkan ekonomi.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa negara tersebut akan menangguhkan semua perjalanan dari negara-negara Eropa kecuali Inggris selama 30 hari dalam upaya untuk memerangi wabah virus korona yang sedang berlangsung.

Pada hari yang sama, Trump mengatakan akan mengarahkan Departemen Keuangan untuk menunda pembayaran pajak, tanpa bunga atau penalti, untuk individu dan bisnis tertentu yang terkena dampak negatif, di luar batas waktu pengajuan 15 April, dalam upaya menyediakan lebih banyak likuiditas bagi perekonomian.

Equity World | Bursa Asia Kompak Rontok, IHSG Jebol di Bawah 5.000

Equity World | Bursa Asia Kompak Rontok, IHSG Jebol di Bawah 5.000

Equity World | Pagi-pagi sudah ada yang ‘kebakaran’. Ya bursa saham kawasan Asia pagi ini kompak bergerak di zona merah setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah corona (COVID-19) sebagai pandemi.

Situasi yang disebut pandemi oleh WHO adalah ketika suatu penyakit menyebar luas ke berbagai penjuru dunia dengan laju yang sangat cepat. Kini total kasus kumulatif COVID-19 di lebih dari separuh negara di dunia telah melampaui 125.000.

Berdasarkan data kompilasi Johns Hopkins University CSSE, jumlah korban meninggal akibat infeksi COVID-19 sudah mencapai 4.615 orang.

Pengumuman ini membuat Wall Street yang pada perdagangan sebelumnya sumringah jadi ambrol. Tadi pagi saat penutupan perdagangan, tiga indeks bursa saham utama Paman Sam ditutup di zona pesakitan.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) tadi pagi ambruk 5,86%, S&P 500 dan Nasdaq Composite kompak mengekor di belakangnya dengan koreksi masing-masing sebesar 4,89% dan 4,7%.

Dow Jones sudah terkoreksi lebih dari 20% sejak akhir bulan lalu yang menandai bahwa siklus ekspansi indeks yang berisi 30 saham pilihan AS ini telah selesai dan memasuki fase ‘bearish’.

Pelaku pasar juga kecewa pada sikap Gedung Putih yang dinilai tidak merilis detail langkah stimulus fiskal yang akan diberikan demi meredam dampak virus corona. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengusulkan Pajak Penghasilan (PPh) nol persen hingga akhir tahun.

Namun belum ada kejelasan lebih lanjut soal hal tersebut yang membuat pasar menjadi kecewa. Pasar sekarang bukan lagi berada dalam kecemasan sekarang, tapi kepanikan.

“Kita bisa melihat kepanikan di pasar saham” kata Chief Investment Officer American Trust, “Pertanyaan terbesar setiap orang sekarang adalah, sudahkah kita sampai di dasar? Saya pikir kita baru setengah jalan” tambahnya seperti yang diwartakan CNBC Internasional.

CNBC Internasional juga melaporkan, kemarin bank sentral Inggris (BoE) memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) ke level 0,25%. Sementara bank sentral AS, The Fed dikabarkan menambah jumlah amunisi dengan menggelontorkan uang senilai US$ 175 miliar untuk perbankan melalui transaksi repo.

Equity World

Bursa Saham Asia Menguat Efek Stimulus Fiskal | Equity World

Walaupun tak semematikan kawannya (baca SARS), COVID-19 menyebar dengan lebih cepat dan jika melihat skalanya sudah beda kelas. SARS hanya menginfeksi kurang dari 10.000 orang di 26 negara sementara COVID-19 sudah menginfeksi ratusan ribu orang di lebih dari 100 negara.

Hal ini membuat bursa saham Asia juga dilanda kepanikan. Tekanan jual kembali menghampiri, akibatnya pagi ini Kamis (12/3/2020) bursa saham utama kawasan Asia kompak bergerak di zona merah.

Indeks Topix (Jepang) ambrol 4,2%, Kospi (Korea Selatan) anjlok 3,7%, Shanghai Composite (China) ambles 1,4%, Hang Seng (Hong Kong) nyungsep 2,7%, Straits Times (Singapura) jatuh 2,8%.

Tak bisa dipungkiri pasar sudah diliputi kepanikan. Wabah ini telah menjadi tragedi kemanusiaan pada dekade ini. Bukan hanya kesehatan manusia saja yang dilukai, COVID-19 telah menjadi ancaman terbesar bagi perekonomian global.

Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) merevisi turun perkiraan pertumbuhan ekonomi global pada 2020 menjadi 2,4% dari sebelumnya 2,9%. Ekonomi China diramal tumbuh 4,9% tahun ini, padahal perkiraan sebelumnya tumbuh 5,7%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun ambles hingga 4,04% di level 4.944,73 pada perdagangan pukul 09.09 WIB.

Equity World | Harga emas Antam turun Rp 3.000 menjadi Rp 839.000 per gram pada hari ini

Equity World | Harga emas Antam turun Rp 3.000 menjadi Rp 839.000 per gram pada hari ini

Equity World | Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali turun pada Rabu (11/3).

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 839.000. Harga emas Antam ini turun Rp 3.000 per gram dari harga Selasa (10/3) di Rp 842.000.

Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga turun Rp 3.000 jadi Rp 764.000.

Equity World

Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 11 Maret 2020 | Equity World

Baca Juga: Harga emas Antam turun Rp 9.000 ke Rp 842.000 per gram pada hari ini

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan belum termasuk pajak:

Harga emas 0,5 gram: Rp 444.000
Harga emas 1 gram: Rp 839.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.015.000
Harga emas 10 gram: Rp 7.965.000
Harga emas 25 gram: Rp 19.805.000
Harga emas 50 gram: Rp 39.535.000
Harga emas 100 gram: Rp 79.000.000
Harga emas 250 gram: Rp 197.250.000
Harga emas 500 gram: Rp 394.300.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 788.600.000

Equity World | Saham Asia Turun Lagi Pascakerugian Terbesar ”Wall Street” sejak Krisis 2008

Equity World | Saham Asia Turun Lagi Pascakerugian Terbesar ”Wall Street” sejak Krisis 2008

Equity World | Pasar saham di Asia tergelincir lagi pada awal perdagangan, Selasa (10/3/2020), setelah pasar saham Wall Street di Amerika Serikat menderita kerugian harian terbesar sejak krisis keuangan 2008. Aksi jual para pelaku pasar tampak tertahan oleh harapan terhadap adanya kebijakan yang terkoordinasi dari pemerintah dan bank-bank sentral guna menurunkan kepanikan.

Spekulasi terkait penurunan suku bunga bank sentral dan kemungkinan stimulus fiskal membuat imbal hasil obligasi AS naik dari posisi terendah dalam sejarah. Penurunan harga minyak juga berhenti setelah mengalami kejatuhan paling tajam sejak Perang Teluk 1991 pada awal pekan ini.

”Jatuhnya harga minyak dan kekhawatiran kredit terkait untuk produsen telah menambahkan lapisan negatif lain ke pasar yang sudah tertekan akibat wabah Covid-19,” kata Rodrigo Catril, ahli strategi senior pada National Australia Bank. ”Pembicaraan tentang dukungan fiskal dan moneter yang terkoordinasi semakin lantang.”

Catril menyebutkan, Presiden AS Donald Trump menjanjikan langkah besar guna mendukung ekonomi negeri itu. Di Washington DC, Trump berencana menggelar konferensi pers pada Selasa ini waktu setempat. Ia kemungkinan bakal menjelaskan langkah-langkah yang diusulkan. Muncul spekulasi bahwa Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin menggembar-gemborkan langkah-langkah utama Pemerintah AS, termasuk membeli aset pendapatan tetap non-treasury.

Equity World

Bursa Saham Asia Menghijau, IHSG Sesi Satu Ditutup Naik 2,3% | Equity World

Investor tampak berharap hal itu dapat menjadi kenyataan. Hal ini tergambar dari posisi E-Mini futures Indeks S&P 500 yang menguat 1,1 persen. Namun, bursa saham di Asia masih melemah. Indeks Nikkei Jepang masih turun 2,8 persen. Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang kehilangan 0,3 persen.

Wall Street anjlok

Semalam waktu Asia, bursa saham Wall Street anjlok dan mengantarkan posisi indeks-indeks utama turun hampir 20 persen dari level puncak tertinggi sepanjang masa yang tergapai kurang dari setengah bulan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 7,79 persen, Indeks S&P 500 kehilangan 7,60 persen, dan Indeks Nasdaq ambles 7,29 persen.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah dengan sektor energi dan keuangan paling terpukul. Saham-saham energi memimpin kerugian secara global setelah minyak mentah berjangka Brent ditutup turun 24 persen karena pasar bersiap untuk perang harga antara Arab Saudi dan Rusia. Minyak mentah WTI naik 1,25 dollar AS per barel menjadi 32,38 dollar AS per barel di akhir perdagangan, tetapi sepanjang perdagangan anjlok 24 persen.

Equity World | IHSG Melemah 62,56 Poin Mengikuti Pergerakan Bursa Saham Asia

Equity World | IHSG Melemah 62,56 Poin Mengikuti Pergerakan Bursa Saham Asia

Equity World | Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Saham Indonesia (BEI) melemah 62,56 poin atau 1,11 persen menjadi dibuka pada 5.575,56 poin pada Jumat (6/3/2020). Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 17,02 poin atau 1,85 persen menjadi 902,65 poin. Pelemahan yang terjadi pada perdagangan hari ini, diungkapkan Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi, dipicu oleh pergerakan bursa saham Asia yang juga bergerak turun. Ia juga menambahkan bahwa para investor sedang menimbang paket fiskal di seluruh dunia guna menanggulangi efek tekanan ekonomi akibat COVID-19 yang menimbulkan kekhawatiran. Dilansir dari Antara, kini para investor kembali beralih pada aksi rendah resiko seperti pembelian aset haven, salah satunya emas. Secara teknikal, saham-saham di dalam negeri juga mengarah pada area jenuh beli atau overbought.

Equity World

Karena Corona, IHSG Rontok 3,64% Ikuti Kejatuhan Bursa Saham Asia | Equity World

“Indikasi itu (overbought) memperjelas adanya faktor psikologis pelaku pasar dalam mengantisipasi pergerakan yang fluktuatif pada saham-saham yang telah bergerak menguat lebih dari 5 persen sebelumnya,” ungkap Lanjar dikutip dari Antara. Lanjar memperkirakan pergerakan IHSG pada akhir pekan ini akan bergerak di kisaran 5.600-5.700 poin meski tetap ada kecenderungan pelemahan. Di sisi lain, adanya pasien meninggal pertama di AS akibat virus corona membuat para investor semakin cemas. Hal ini membuat indeks AS melemah dan berimbas pada kawasan Asia. Namun, Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah menilai adanya koreksi pada IHSG adalah hal wajar mengingat kemarin telah ada apresiasi usai The Fed memotong suku bunga sebesar 50 bps. Sementara, bursa regional Asia antara lain ditunjukkan dengan indeks Nikkei di Bursa Efek Jepang (TSE) mengalami penurunan sebesar 558,69 poin atau 2,62 persen menjadi diperdagangkan pada 20.770,40 poin. Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong bergerak turun sebesar 514,90 poin atau 1,92 persen menjadi ke posisi 26.253,00 poin dan indeks Straits Times Singapura melemah 39,41 poin atau 1,31 persen ke posisi 2.978,86 poin.

PT Equityworld | Naik Rp 15.000, Harga Emas Antam Pecahkan Rekor Tertinggi

PT Equityworld | Naik Rp 15.000, Harga Emas Antam Pecahkan Rekor Tertinggi

PT Equityworld | Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Jumat (6/3/2020) berada di angka Rp 837.000 per gram. Angka tersebut naik Rp 15.000 jika dibandingkan harga emas pada Kamis (5/3/2020). Sementara itu, harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual emas batangan tersebut berada di harga Rp 760.000. Harga tersebut naik Rp 16.000 jika dibandingkan kemarin. Baca juga: Usai Catat Rekor, Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Sebagai catatan, harga emas Antam tersebut berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda. Adapun sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi. Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22. Berikut rincian harga emas Antam hari ini.

PT Equityworld

Harga Emas Tak Berani Naik Banyak, Ternyata Ini Penyebabnya | PT Equityworld

0,5 gram Rp 443.000
1 gram Rp 837.000
2 gram Rp 1.623.000
3 gram Rp 2.413.000
5 gram Rp 4.005.000
10 gram Rp 7.945.000
25 gram Rp 19.755.000
50 gram Rp 39.435.000
100 gram Rp 78.800.000
250 gram Rp 196.750.000
500 gram Rp 393.300.000
1.000 gram Rp 786.600.000

PT Equityworld | IHSG Menguat Hari Ini Seiring Kenaikan Bursa Saham Asia

PT Equityworld | IHSG Menguat Hari Ini Seiring Kenaikan Bursa Saham Asia

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 38,64 poin atau 0,68 persen ke posisi 5.688,78 poin pada pembukaan perdagangan sesi I, Kamis (5/3/2020), dipicu oleh naiknya bursa saham Asia. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 9,47 poin atau 1,03 persen menjadi 931,97 poin. “Kami menilai IHSG berpotensi kembali naik pada hari ini melanjutkan ekspektasi positif investor terhadap pasar di tengah kekhawatiran wabah virus Corona yang telah dideteksi di dalam negeri,” tulis tim riset Samuel Sekuritas dalam risetnya, dikutip Antara. Meski catatan jual bersih terus berlangsung secara harian asing, investor domestik dinilai cukup percaya diri untuk melakukan beli bersih dan mendorong pasar naik. Faktor eksternal datang dari kampanye awal Partai Demokrat yang secara sementara mencatat Joe Biden memimpin di sembilan negara bagian. Pasar merespons positif hal tersebut membuat Wall Street dengan indeks Dow Jones reli lebih dari 1100 poin pada akhir perdagangan Rabu (4/3/2020) waktu setempat. Pada perdagangan Rabu (4/3/2020), IHSG terus menguat hingga ditutup pada posisi 5.650,14 poin setelah mengalami kenaikan sebesar 131,51 poin atau 2,38 persen. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga melaju pada zona hijau dengan pergeseran sebesar 30,57 poin atau 3,43 persen menjadi 922,51 poin. Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan penguatan IHSG dipengaruhi oleh faktor domestik yakni adanya faktor stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan. Dilansir dari Antara, faktor tersebut menyebabkan data manufaktur PMI Indonesia kembali mengalami ekspansi dari sebelumnya kontraksi. Tidak hanya itu, Nafan juga mengungkapkan bahwa faktor stabilitas inflasi serta komitmen pemerintah untuk menjalankan protocol kesehatan dari WHO dalam menangani penyebaran COVID-19 juga menjadi katalis positif bagi indeks. Pasar merespon positif upaya pemerintah tersebut. Di sisi lain, kebijakan Bank Indonesia untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) juga diapresiasi oleh para pelaku pasar. Sementara sentimen eksternal ialah adanya kebijakan penurunan suku bunga acuan dari beberapa bank sentral negara-negara di dunia, seperti AS dan Australia. Jerome Powell, ketua bank sentral AS The Fed memberlakukan kebijakan tersebut sejak Selasa (2/3/2020) lalu untuk mengurangi dampak COVID-19 terhadap perekonomian global. Penutupan IHSG diiringi dengan aksi jual saham oleh para investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau “net foreign sell” sebesar Rp61,57 miliar. Sebanyak 292 saham mengalami kenaikan, 125 saham mengalami penurunan, dan 127 saham tidak mengalami pergerakan nilai.

PT Equityworld

Wall Street Melonjak, Bursa Saham Asia Ikut Menanjak | PT Equityworld

Bursa Saham Negara Lain Indeks Dow Jones Industrial Average melambung 1.173,45 poin atau 4,53 persen menjadi ditutup pada 27.090,86 poin pada bursa Wall Street, Amerika Serikat. Sementara itu, indeks S&P 500 mengalami lonjakan hingga 126,75 poin atau 4,22 persen menjadi berakhir pada 3.130 poin dan indeks komposit Nasdaq ditutup pada 9.018,09 poin setelah kenaikan sebesar 334,00 poin atau 3,85 persen. Dilansir dari Antara, semua sektor utama S&P 500 berakhir menguat dengan sektor perawatan kesehatan melambung 5,81 persen melampaui sektor-sektor lainnya. Hal ini dipicu oleh kemenangan besar yang dicatat Wakil Presiden AS Joe Biden selama pemungutan suara Super Tuesday, menurut para ahli. Sementara, saham-saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada perdagangan Kamis (5/3/2020) akibat dukungan kuat dari rebound Wall Street seperti diwartakan Antara. Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) menjadi diperdagangankan pada 21.321,52 poin setelah penambahan 221,46 poin atau 1,05 persen dari penutupan Rabu (4/3/2020) kemarin. Bursa saham regional Asia lainnya antara lain indeks Hang Seng di Hong Kong bergerak naik 162,6 poin atau 0,62 persen menjadi 26.384,7 poin dan indeks Straits Times menguat 17,89 poin atau 0,59 persen menjadi diperdagangkan pada 3.042,92 poin.

PT Equityworld | Wall Street Kembali Anjlok

PT Equityworld | Wall Street Kembali Anjlok

PT Equityworld | Saham-saham di Wall Street turun tajam pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan Dow Jones ditutup turun lebih dari 780 poin. Pelemahan terjadi meski ada katalis positif berupa pemotongan suku bunga darurat oleh Federal Reserve.

Mengutip Antara, Rabu, 4 Maret 2020, indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 785,91 poin atau 2,94 persen menjadi 25.917,41 poin. Indeks S&P 500 berkurang 86,86 poin atau 2,81 persen menjadi 3.003,37 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 268,07 poin atau 2,99 persen menjadi 8.684,09 poin.

Dari 11 sektor utama S&P 500, semua berakhir di wilayah negatif dengan sektor teknologi jatuh 3,79 persen, mewakili kelompok berkinerja terburuk. Saham American Express dan 3M Company keduanya merosot lebih dari lima persen, memimpin penurunan dalam kelompok saham Dow.

Pasar mengalami lonjakan berumur pendek di awal sesi setelah bank sentral AS menurunkan kisaran target untuk suku bunga dana federal sebesar 50 basis poin menjadi 1-1,25 persen di tengah kekhawatiran covid-19.

Dalam pengumuman yang mengejutkan, the Fed mengatakan bahwa mengingat risiko-risiko ini dan dalam mendukung pencapaian pekerjaan maksimum dan tujuan stabilitas harga, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan pengaturan kebijakan Fed, memutuskan untuk memotong suku bunga acuan sebesar 0,5 poin persentase.

PT Equityworld

Berbalik Arah dari Dow Futures, Wall Street Dibuka Anjlok | PT Equityworld

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan dalam konferensi pers bahwa sejak pertemuan FOMC Januari, penyebaran virus korona telah membawa tantangan dan risiko baru. “Besarnya dan seriusnya efek keseluruhan pada ekonomi AS tetap sangat tidak menentu dan situasinya tetap berubah-ubah,” kata Powell.

“Dengan latar belakang ini, Komite menilai bahwa risiko terhadap prospek AS telah berubah secara material. Sebagai tanggapan, kami telah melonggarkan sikap kebijakan moneter untuk memberikan lebih banyak dukungan kepada ekonomi,” tambahnya.

Sehari sebelumnya, ekuitas AS menguat secara besar-besaran, dengan indeks Dow melonjak hampir 1.300 poin, ketika Wall Street berusaha untuk pulih dari penurunan tajam pekan lalu. Indeks 30 saham unggulan ini mencatat kenaikan satu hari terbaik dalam sejarah dan persentase kenaikan terbaik sejak 23 Maret 2009, menurut data FactSet.

Indeks S&P 500 terangkat 136,01 poin atau 4,6 persen, menjadi ditutup di 3.090,23 poin. Sebelumnya, indeks S&P 500 jatuh untuk hari ketujuh berturut-turut dan mengalami penurunan mingguan terbesar sejak krisis keuangan global 2008.

Sementara itu, Indeks Komposit Nasdaq meningkat 384,8 poin atau 4,49 persen, menjadi berakhir di 8.952,17 poin. Indeks Dow dan Nasdaq juga mencatat penurunan persentase mingguan terdalam mereka sejak Oktober 2008 pada pekan lalu.

Equityworld Futures | IHSG Rebound, Saham-saham BUMN Cuan Besar

Equityworld Futures | IHSG Rebound, Saham-saham BUMN Cuan Besar

Equityworld Futures | Harga saham emiten BUMN sejak awal tahun terus melemah hingga perdagangan kemarin. Pelemahan tersebut membuat indeks BUMN20 anjlok 15,49% jauh lebih dalam dari IHSG yang terkoreksi 14,89%.

Bursa saham tanah air masih dibayangi oleh tekanan sentimen negatif yang berasal dari merebaknya wabah virus corona di lebih dari 60 negara. Bursa saham RI sepekan kemarin kebakaran hebat mengikuti bursa saham global yang juga terkena tekanan jual besar-besaran.

Kemarin ketika IHSG turun 1,68% indeks BUMN20 ambles lebih dalam sebesar 2,68% atau lebih rendah 1 poin persentase (pp). Walau harga saham emiten mengalami koreksi dalam, secara valuasi, saham emiten BUMN masih terbilang menarik.

Analis masih menyematkan rating ‘Buy’ pada mayoritas saham-saham emiten pelat merah ini. Berdasarkan konsensus analis yang dihimpun Refinitiv, potensi return yang ditawarkan oleh saham-saham emiten BUMN juga terbilang menarik dengan median return mencapai 54%.

Equityworld Futures

Corona Bikin Bursa Saham Anjlok, Investor Jangan Panik! | Equityworld Futures

Setelah mengalami tren koreksi sejak merebaknya virus corona, harga saham-saham BUMN hari ini mulai rebound. Jika mengacu pada harga penutupan pada sesi I hari ini Selasa (3/3/2020) maka median kenaikan harga saham-saham BUMN sebesar 4,1%.

Saham yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah saham emiten yang bergerak di sektor kesehatan terutama farmasi. Saham PT Indofarma Tbk (INAF) naik dobel digit pada perdagangan hari ini. Tak tanggung-tanggung saham INAF naik 16,8%.

Emiten di sektor kesehatan lain yang juga mencatatkan kenaikan adalah saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang menguat 8,3%. Kedua saham ini naik setelah kemarin dilaporkan kasus pertama infeksi virus corona di Indonesia.

Dua orang yang berdomisili di Depok dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 setelah berkontak dengan orang Jepang yang dinyatakan positif terinfeksi patogen ganas itu. Saat ini kedua pasien yang merupakan wanita dan merupakan ibu dan anak di rawat di RSPI Sulianti Saroso.

Design a site like this with WordPress.com
Get started