Equityworld Futures | Bravo! Bursa Asia Ditutup Zona Hijau, Bursa RI Terbaik

Equityworld Futures | Bravo! Bursa Asia Ditutup Zona Hijau, Bursa RI Terbaik

Equityworld Futures | Bursa saham Asia pada perdagangan Selasa (31/3/2020) berada di wilayah positif karena kenaikan di bursa Wall Street dan data dari China yang menunjukkan sektor manufaktur Negeri Tirai Bambu bergerak kembali ke ekspansi.

Survei terbaru dari kantor Biro Statistik Nasional China mengatakan bahwa sektor manufaktur di China bergerak kembali ke ekspansi pada bulan Maret, dengan skor PMI manufaktur 52,0 mengalahkan perkiraan untuk 45,0. Angka ini naik tajam dari 35,7 pada Februari, dan bergerak kembali di atas ambang batas 50 yang memisahkan ekspansi dari kontraksi.

Data perdagangan mencatat, Indeks Shanghai Composite China naik 0,11% menjadi 2.750,3, indeks Hang Seng ditutup menguat 1,85% pada 23.603,48, sedangkan FTSE Straits Times Singapore (STI) terapresiasi 2,2% pada 2.468. Saham Korea Selatan juga diperdagangkan naik, dengan indeks Kospi melonjak 2,19% menjadi 1.754,64.

Saham Jepang berakhir lebih rendah, Indeks Nikkei 225 turun 0.9% menjadi 18.917,01, sementara Indeks Topix yang lebih luas ditutup melemah 2,26% pada 1.403,04. Penurunan Nikkei 225 terseret oleh turunnya saham otomotif dan perbankan, di tengah kekhawatiran yang terus-menerus tentang gangguan yang disebabkan oleh pandemi virus corona. Saham Suzuki Motor kehilangan 7,7%, Nissan Motor turun 7,4%, Mitsubishi UFJ Financial Group turun 5,4% dan Mizuho Financial Group turun 4,9%.

Di tempat lain, pasar saham Australia berakhir lebih rendah untuk hari ini. Indeks acuan (Benchmark) S&P/ASX200 turun 104,06 poin, atau 2,02% pada 5.076,80 setelah rally sebanyak 3,5% pada hari sebelumnya. Saham sektor pertambangan menjadi salah satu pemicu turunnya Indeks S&P/ASX 200.

Emiten pertambangan kelas berat yaitu BHP dan Rio Tinto, kehilangan 3-4%. Penambang emas Evolution Mining merosot 8,8% dan Newcrest menyerah 6% setelah harga emas memperpanjang penurunan untuk sesi kedua semalam.

Wall Street melemah, indeks S&P 500 mencatat kuartal terburuk sejak 1938 | Equityworld Futures

Dari wilayah Asia lainnya yaitu bursa saham Tanah Air,Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga merumput kembali ke zona hijau, naik 2,82% pada 4.538,93, berkinerja terbaik di antara bursa saham Asia lainnya. Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 7,92 triliun dengan catatan jual bersih (net sell) asing Rp 286,94 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Katalis penguatan bursa saham Asia datang setelah rilis data Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur China naik ke level terkuat sejak September 2017. Data tersebut memberikan harapan ke seluruh Asia dan Dunia mengingat bahwa pandemi virus corona pertama kali muncul di kota Wuhan, provinsi Hubei, China.

Equityworld Futures | Wall Street Reli, Bursa Saham Asia Diperkirakan Menguat Hari Ini

Equityworld Futures | Wall Street Reli, Bursa Saham Asia Diperkirakan Menguat Hari Ini

Equityworld Futures | Bursa saham Asia diperkirakan menguat pada perdagangan Selasa (31/3/2020), mengikuti reli bursa saham Amerika Serikat, karena investor melihat secercah optimisme dalam upaya pengujian cepat virus corona (COVID-19).

Dilansir dari Bloomberg, kontrak berjangka di Bursa Jepang dan Hong Kong menguat pada hari perdagangan terakhir kuartal ini. Sementara itu, bursa indeks S&P 200/ASX Australia terpantau menguat 2,42 persen pada pukul 07.00 WIB.

Pada perdagangan kemarin, Senin (30/3), indeks S&P 500 berakhir melonjak 3,35 persen ke level 2.626,65, indeks Dow Jones Industrial Average naik tajam 3,19 persen ke posisi 22.327,48, dan indeks Nasdaq Composite ditutup melesat 3,62 persen ke level 7.774,15.

Sementara itu, harga minyak minyak WTI menguat 1,89 persen pada Selasa setelah turun ke level terendahnya sejak Maret 2002 meskipun Presiden Donald Trump berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai penurunan harga minyak.

Ekuitas global berada di jalur untuk melengkapi kuartal terburuk sejak kuartal IV/2008 karena investor bergulat dengan dampak ekonomi dari penyebaran COVID-19.

Sementara itu, Trump tidak mengindahkan saran dari dokter-dokter utama AS bahwa pembukaan kembali akses masuk ke AS dalam dua pekan berisiko mengakibatkan lonjakan korban jiwa akibat COVID-19.

Manufaktur China Mulai Bergairah, Bursa Asia Semerbak | Equityworld Futures

Pelaku pasar terus mencari titik terang di tengah tekanan, seperti perusahaan perawatan kesehatan yang dapat menghasilkan produk yang membantu mencegah wabah.

“Kita akan terus melihat volatilitas. Kita akan melihat banyak pemberitaan dan beberapa di antaranya akan negatif. Bisa jadi soal kekhawatiran atas wabah ini atau mengenai neraca perusahaan. Tapi akan ada berita positif juga.,” tutur Fabiana Fedeli, kepala global ekuitas di Robeco, seperti dilansir Bloomberg.

Saham Johnson & Johnson melonjak setelah perusahaan mengatakan akan memulai upaya dengan pemerintah AS untuk membuat vaksin melawan virus dengan anggaran lebih dari US$ 1 miliar

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Dibayangi Kekhawatiran Penyebaran Covid-19

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Dibayangi Kekhawatiran Penyebaran Covid-19

Equityworld Futures | Bursa saham Asia dibayangi kekhawatiran investor terhadap penyebaran virus corona (Covid-19) yang sudah menjadi pendemi global.

Meski banyak negara telah merilis stimulus, tapi pasar mempertanyakan apakah jumlah tersebut cukup untuk memperbaiki kerusakan ekonomi akibat Covid-19. Pada perdagangan Senin (30/3/2020), indeks saham di bursa Jepang dan Korea turun cukup tajam. Nikkei 225 turun 2,98% sementara indeks Topix turun 3,2%. Di Korea Selatan, Kospi merosot 2,59%. Rodrigo Catril, ahli strategi senior FX di NAB, mempertanyakan apakah semua stimulus akan cukup untuk membantu ekonomi global menahan goncangan. “Ini adalah hal besar yang tidak diketahui dan itu menunjukkan pasar cenderung dibayangi ketidakpastian,” katanya seperti dikutip Reuters.com.

Menurut dia, penyebaran Covid-19 secara eksponensial yang menyebabkan banyak negara menutup diri (lockdown) telah membawa dampak ekonomi sangat besar. Dan tak seorang pun tahu seberapa besar kerugian ekonomi yang ditimbulkannya. Bank-bank sentral di berbagai negara telah melakukan upaya habis-habisan untuk meningkatkan aktivitas dengan penurunan suku bunga, serta kampanye pembelian aset besar-besaran. Langkah itu diakui telah mengurangi ketegangan likuiditas di pasar. Bank sentral Kanada pada hari Jumat secara mengejutkan memangka suku bunga menjadi 0,25% dan program pelonggaran kuantitatif. Sementara itu, Selandia Baru pada hari Senin meluncurkan program pinjaman bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas.

Corona Menggila, Bursa Utama Asia Merah Semua | Equityworld Futures

Sebelumnya, Presiden Donald Trump telah berbicara tentang membuka kembali ekonomi AS untuk Paskah, pada hari Minggu (12/4/2020). Trump memperpanjang pedoman untuk pembatasan sosial hingga 30 April dan mengatakan puncak jumlah kematian akibat penyakit pernapasan bisa dua minggu lagi. Di pasar AS, investor obligasi memberi sinyal untuk investasi jangka panjang dengan yield (imbal hasil) pada akhir yang sangat pendek dari kurva berubah negatif. Yield bligasi 10-tahun turun tajam 26 basis poin pekan lalu menjadi 0,67%. Pada hari Senin pagi, Treasury futures naik lagi dan menunjuk penurunan baru dalam imbal hasil. Penurunan itu telah dikombinasikan dengan upaya oleh Federal Reserve untuk memompa lebih banyak dolar AS ke pasar, dan menyeret mata uang tersebut dari tertinggi baru-baru ini. Kurs dolar AS terhdap mata uang utama mengalami penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari satu dekade pekan lalu.

PT Equity World | Bursa Saham Asia Memerah, IHSG Menghijau Sendirian, Top!

PT Equity World | Bursa Saham Asia Memerah, IHSG Menghijau Sendirian, Top!

PT Equity World | Bursa saham Asia pada Kamis ini (24/3/2020) diperdagangkan bervariasi dan sebagian besar ditutup terkoreksi karena kekhawatiran tentang penyebaran wabah virus corona yang berkelanjutan.

Kekhawatiran ini mendukung investor untuk melikuidasi posisi atau merealisasikan keuntungan (profit taking) setelah bursa Asia beberapa hari terakhir sempat melonjak.

Data perdagangan mencatat, Indeks Shanghai Composite China turun 0,6% menjadi 2.764,91, indeks Hang Seng ditutup melemah 0,74% pada 23.352,34, sementara indeks Kospi di Korsel ambles 1,09% ke 1.686,24, sedangkan FTSE Straits Times Singapore (STI) ambruk 0,97% pada 2.481,15.

Sementara itu, saham-saham di Jepang turun tajam setelah Gubernur Tokyo Yuriko Koike memperingatkan kemungkinan ekspansi virus corona di ibu kota dan mendesak warga untuk tetap di rumah akhir pekan ini.

Tokyo melaporkan terjadi rekor 41 infeksi baru pasien corona pada Rabu sehingga total menjadi 212 positif di Tokyo, sementara total kasus di Jepang mencapai 1.300 positif corona.

Indeks Nikkei turun 882,03 poin, atau 4,51%, menjadi 18.664,60 setelah kenaikan besar selama tiga hari. Indeks Topix dengan konstituen yang lebih luas turun 1,78% menjadi 1.399,32.

Pemicu penurunan ini di antaranya adalah saham SoftBank yang anjlok 9,4% setelah penurunan peringkat oleh Moody’s Investors Service, sedangkan saham Fast Retailing jatuh 13,2%.

Emiten pemasok Apple, Murata Manufacturing kehilangan 5% dan saham Taiyo Yuden merosot 3,8% setelah Nikkei Asian Review melaporkan bahwa perusahaan teknologi Apple sedang mempertimbangkan menunda peluncuran iPhone 5G-nya terkait dengan permintaan konsumen di tengah krisis COVID-19.

Pasar Australia naik untuk hari ketiga setelah paket stimulus US$ 2 triliun AS disetujui Senat. Investor di sana juga mengabaikan pengumuman oleh perusahaan lokal tentang potensi hilangnya pekerjaan sebagai dampak COVID-19 dan pendapatan perusahaan-perusahaan di Australia yang berpotensi melemah.

Seoul +2%, Singapura +2%, Bursa Saham Asia Tancap Gas | T Equity World

Indeks acuan atau benchmark yakni S&P/ASX 200 naik 2,3% menjadi 5.113,30.

Penggerak bursa saham Australia terdorong oleh saham-saham berikut ini yakni saham Bank ANZ, NAB dan Westpac naik 1-2%, sedangkan saham Commonwealth Bank turun 1%. Saham perusahaan tambang Rio Tinto melonjak 5% dan saham Fortescue Metals Group menguat 3%.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung 10,19% pada 4.338,9, berkinerja terbaik di antara bursa saham Asia lainnya yang justru masuk ke zona merah.

Nilai transaksi di BEI mencapai Rp 12,75 triliun dengan catatan beli bersih asing Rp 646 miliar di pasar reguler.

PT Equity World | Tunggu Kabar dari Washington, Bursa Saham Asia Merah

PT Equity World | Tunggu Kabar dari Washington, Bursa Saham Asia Merah

PT Equity World | Bursa saham Asia bergerak cenderung melemah pada perdagangan pagi ini. Investor sepertinya masih hati-hati, menunggu pengesahan paket stimulus di Amerika Serikat (AS) yang tinggal melalui proses voting.

Dini hari tadi waktu Indonesia, bursa saham New York ditutup cenderung menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 2,39%, S&P 500 bertambah 1,15%, tetapi Nasdaq Composite masih terkoreksi 0,45%.

Investor menaruh harapan besar terhadap paket stimulus fiskal di AS yang jumlahnya mencapai US$ 2 triliun atau sekira Rp 32.907,12 triliun.

Sebagai gambaran, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2019 adalah Rp 15.833,9 triliun. Artinya, stimulus yang bakal digelontorkan pemerintahan Presiden Donald Trump bernilai lebih dari dua kali lipat nilai seluruh perekonomian Indonesia.

“Angkanya sangat impresif, besar sekali. Namun fokusnya adalah soal detail, siapa saja yang akan menikmati dan apakah cukup untuk membantu sebelum rumah tangga dan dunia usaha porak-poranda akibat virus corona,” kata Moh Siong Sim, Analis di Bank of Singapore, sepert diberitakan Reuters.

IHSG Menguat Sendirian di Asia, BEI Beberkan Alasannya | PT Equity World

Kini, pengesahan paket stimulus jumbo tersebut tinggal menunggu proses voting di Senat. Namun Reuters mengabarkan bahwa sudah ada kesepakatan informal antara pemerintah dan Senat sehingga kemungkinan besar paket ini akan gol.

“Jelas ini merupakan kabar baik kalau mereka sudah sepakat. Namun begitu sudah gol, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana implementasinya? Tentu akan ada jeda waktu, kita tidak tahu seberapa lama. Jadi sepertinya volatilitas di pasar masih akan tinggi,” jelas Jason Teh, Chief Investment Officer di Vertium Asset Management yang berbasis di Sydney, sebagaimana diwartakan Reuters.

PT Equity World | Stimulus Belum Deal, Wall Street Menunjukkan Tanda Koreksi

PT Equity World | Stimulus Belum Deal, Wall Street Menunjukkan Tanda Koreksi

PT Equity World | Saham berjangka Wall Street jatuh lagi pada hari Minggu malam waktu AS atau Senin (23/3/2020) saat investor menunggu keputusan terkait stimulus ekonomi Amerika Serikat (AS), guna memerangi wabah virus corona.

Futures indeks Dow Jones Industrial Average pada pukul 12:20 turun 4,7% menjadi 18.145, S&P 500 anjlok 4,66% menjadi 2.181, sedangkan Nasdaq 100 ambles 4,05% ke level 6.687 setelah pelaku pasar merespon negatif atas ketidaksepakatan tersebut.

Rancangan undang-undang (RUU) stimulus fiskal gagal dalam pemungutan suara Senat pada hari Minggu (20/3/2020) karena Partai Demokrat memperingatkan tindakan itu tidak cukup untuk membantu pekerja dan terlalu banyak untuk menyelamatkan perusahaan.

Sebelumnya, Ketua DPR Nancy Pelosi telah mengisyaratkan dia tidak setuju dengan rencana stimulus versi Republik, dengan mengatakan, “dari sudut pandang saya, kita terpisah.” seperti dikutip CNBC Internasional.

Namun, Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer, D-NY, mengatakan ketidaksepakatan atas UU tersebut dapat diatasi dalam 24 jam ke depan. Seorang juru bicara untuk Schumer menambahkan.

Sementara Direktur Dewan Ekonomi Nasional Larry Kudlow mengatakan pada hari Sabtu

Investor Berburu ‘Barang Diskonan’, Bursa Saham Asia Hijau | PT Equity World

mencatat bahwa itu akan sama dengan sekitar 10% dari output ekonomi AS.

Ekspektasi bagi ekonomi AS juga cepat memburuk. Ekonom di Goldman Sachs menulis pada hari Jumat bahwa mereka memperkirakan kontraksi 24% untuk kuartal kedua setelah penurunan 6% pada kuartal pertama. Ekonom Morgan Stanley Ellen Zentner mengatakan dalam sebuah catatan, Minggu.

Gagalnya kesepakatan ini mendorong pesimistis pelaku pasar yang sedang terguncang oleh badai virus corona yang semakin deras.

Di sisi lain, investor juga terguncang oleh penurunan tajam harga minyak mentah. Futures West Texas Intermediate turun 29,3% minggu lalu, penurunan mingguan terbesar sejak Januari 1991. Minyak mentah AS juga lebih dari 66% di bawah level tertinggi 52-minggu terbaru.

Kerugian curam dalam minyak mentah memaksa investor untuk menjual aset lain seperti saham atau obligasi untuk menutupi kerugian dalam posisi energi mereka. Minyak mentah berjangka sempat jatuh lebih dari 8% pada Minggu malam.

PT Equity World | Harga Emas Antam Hari Ini, 20 Maret 2020 Naik Rp10.000

PT Equity World | Harga Emas Antam Hari Ini, 20 Maret 2020 Naik Rp10.000

PT Equity World | Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) pada hari ini, Jumat (20/3/2020) naik Rp10.000 per gram dari perdagangan sebelumnya, Kamis (18/3/2020).

Berdasarkan informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas Antam untuk cetakan 1 gram dibanderol harga Rp831.000 per gram, naik Rp10.000 per gram dari perdagangan sebelumnya di level Rp821.000 per gram.

Sementara itu, harga emas dengan satuan terkecil, yaitu 0,5 gram, dibanderol Rp444.500, naik Rp5.000 dari posisi pada hari sebelumnya.

Untuk satuan 2 gram, dihargai Rp1.610.000, 5 gram Rp3.974.000, 10 gram Rp7.860.000, dan 25 gram Rp19.487.000. Harga emas Antam ini berlaku di Butik Emas LM Antam Pulo Gadung, Jakarta.

Cihuy! Harga Emas Antam Hari Ini Terbang Rp 10.000 | PT Equity World

Adapun, harga jual kembali (buyback) emas Antam di level Rp743.000, naik Rp11.000 dibandingkan dengan perubahan terakhir pada Kamis (19/3/2020). Harga jual kembali ini belum mempertimbangkan pajak jika nominalnya lebih dari Rp10 juta.

Berdasarkan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk. dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen (untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP).PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

PT Equity World | Bursa Asia Pagi Ini: Seoul -4%, Taipei -3%

PT Equity World | Bursa Asia Pagi Ini: Seoul -4%, Taipei -3%

PT Equity World | Bursa saham Asia bergerak variatif pagi ini. Lagi-lagi, isu virus corona membuat pelaku pasar belum nyaman untuk masuk ke instrumen berisiko di negara berkembang.

Pada Kamis (19/3/2020) pukul 08:48 WIB, berikut perkembangan indeks saham utama Asia:

Dini hari tadi waktu Indonesia, Wall Street ditutup di zona merah dengan koreksi yang lumayan dalam. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ambles 6,3%, S&P 500 terpangkas 5,18%, dan Nasdaq Composite jatuh 4,7%.

Ini membuat DJIA sudah ambrol 30,27% secara year-to-date. Dalam periode yang sama. S&P 200 terkoreksi 25,52% dan Nasdaq minus 22,69%.

Apa boleh buat, penyebaran virus corona memang semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data satelit pemetaan ArcGis per pukul 08:143 WIB, jumlah kasus corona di seluruh dunia sudah lebih dari 200.000 tepatnya 215.955. Sementara korban jiwa sudah hampir 9.000 yaitu di 8.749 orang.

Penyebaran virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini semakin masif di luar Negeri Tirai Bambu. Misalnya di Italia, kasus corona sudah mencapai 35.713 dengan korban jiwa 2.978 orang. Kemarin, 475 orang meninggal di Italia dalam sehari, tertinggi sejak wabah corona merebak.

“Tidak ada negara Uni Eropa yang bakal lolos dari ‘tsunami’ ini. Kami mengusulkan ada penerbitan obligasi virus corona, yang khusus ditujukan untuk pendanaan penanggulangan virus corona,” kata Giuseppe Conte, Perdana Menteri Italia, dalam pertemuan para pemimpin 27 negara Uni Eropa melalui video conference, seperti diberitakan Reuters.

Demi menghambat laju penularan virus corona, berbagai negara menerapkan kebijakan yang ekstrem. Pergerakan masyarakat dibatasi, akses keluar-masuk ditutup, dan sebagainya.

Sempat Hijau, Bursa Asia Ditutup Merah Membara karena Corona | PT Equity World

Untuk meredam penyebaran virus corona, pemimpin 27 negara Uni Eropa sepakat untuk menutup perbatasan selama 30 hari ke depan. Langkah yang sudah dilakukan di beberapa negara seperti Norwegia dan Swedia.

“Musuh kita adalah virus, dan kami harus melakukan yang terbaik untuk melindungi rakyat dan ekonomi. Kami siap untuk melakukan apa saja kalau memang dibutuhkan, kami tidak akan ragu mengambil langkah lanjutan jika situasi berkembang,” tegas Urusula vonder Leyen, Presiden Komisi Uni Eropa, seperti diberitakan Reuters.

Aktivitas masyarakat semakin terbatas gara-gara virus corona. Oleh karena itu, perlambatan ekonomi bukan lagi persoalan karena sudah pasti terjadi. Adalah resesi yang sekarang jadi kekhawatiran.

“Pelaku pasar sepertinya sudah menghitung berbagai skenario resesi. Pertanyaannya adalah, seberapa dalam resesi yang akan kita alami?” kata Peter Cardillo, Chief Market Economist di Spartan Capital Securites, seperti dikutip dari Reuters.

PT Equity World | Investor Pertimbangkan Efektivitas Stimulus, Mayoritas Bursa Asia Melemah

PT Equity World | Investor Pertimbangkan Efektivitas Stimulus, Mayoritas Bursa Asia Melemah

PT Equity World | Mayoritas bursa saham Asia masih melemah hari ini, Rabu (18/3/2020) karena para pelaku pasar terus mempertimbangkan efektivitas stimulus fiskal dan moneter untuk melawan dampak virus corona terhadap ekonomi.

Kontrak berjangka S&P 500 kembali melemah ke batas terendah setelah indeks menguat 6 persen pada hari Selasa. Sementara itu, indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang melemah 3,27 persen atau 17,83 poin ke level 527,06 pada pukul 15.03 WIB.

Indeks Topix Jepang ditutup menguat 0,19 persen, tetapi tidak diikuti oleh indeks Nikkei 225 yang berakhir melemah 1,68 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi ditutu anjlok 4,86 persen.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 di China melemah masing-masing 1,83 persen dan 1,98 persen. Adapun indeks Hang Seng di Hong Kong berakhir melemah 4,18 persen.

Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan paket fiskal besar, Menteri Keuangan Steven Mnuchin memperingatkan bahwa virus corona (Covid-19) dapat menyebabkan tingkat pengangguran di AS melonjak jadi 20 persen jika pemerintah tidak melakukan intervensi.

Sementara itu, sejumlah negara terus meningkatkan upaya membatasi pergerakan orang-orang dalam upaya mengatasi penyebaran virus. Gedung Putih memerintahkan pegawai pemerintah federal untuk bekerja dari rumah. Sementara itu, Eropa dan Taiwan memutuskan untuk menutup perbatasan.

Bursa Pagi: Laju Global Melemah di Asia, Tekanan Bearish IHSG Berlanjut | PT Equity World

“Unsur dasar yang hilang untuk pemulihan selera risiko yang berkelanjutan adalah beberapa bukti bahwa pertumbuhan tingkat infeksi Covid-19 secara global telah memuncak,” kata Paul O’Connor, kepala investasi di Janus Henderson Investors.

“Jelas, kita belum sampai (pada titik itu),” lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Rencana stimulus AS yang bertujuan untuk mencegah dampak terburuk dari krisis yang dapat menjerumuskan banyak ekonomi dunia ke dalam resesi diperkirakan mencapai US$1,2 triliun. Sementara itu, Federal Reserve memperkenalkan kembali kebijakan moneter tambahan untuk menstabilkan pasar keuangan.

Kepala investasi AIA Group, Mark Konyn, mengatakan “Saya kira kita belum keluar dari hutan dalam hal likuiditas,” Mark Konyn, kepala investasi di AIA Group di Hong Kong, mengatakan kepada Bloomberg TV. “Ini pertanyaan kapan langkah fiskal akan memiliki kemanjuran paling besar.”

PT Equity World | Waduh! Harga Emas Anjlok Rp 18.000

PT Equity World | Waduh! Harga Emas Anjlok Rp 18.000

PT Equity World | Harga logam mulia atau emas batangan milik Antam hari ini berada di level Rp 801.000 per gram. Angka tersebut turun Rp 18.000 dari hari sebelumnya.

Demikian dikutip detikcom dari situs perdagangan Logam Mulia Antam, Selasa (17/3/2020). Harga tersebut untuk pembelian di lokasi Butik Emas Logam Mulia Pulo Gadung.

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini turun lebih dalam, yakni Rp 22.000 ke level Rp 719.000/gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 819 Ribu per Gram | PT Equity World

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:

Emas batangan 1 gram Rp 801.000
Emas batangan 2 gram Rp 1.551.000
Emas batangan 3 gram Rp 2.305.000
Emas batangan 5 gram Rp 3.825.000
Emas batangan 10 gram Rp 7.585.000
Emas batangan 25 gram Rp 18.855.000
Emas batangan 50 gram Rp 37.635.000
Emas batangan 100 gram Rp 75.200.000
Emas batangan 250 gram Rp 187.750.000
Emas batangan 500 gram Rp 375.300.000
Design a site like this with WordPress.com
Get started