PT Equityworld | Saham di Asia Tergelincir Dipicu Kekhawatiran akan Jatunya Ekonomi Akibat Corona

PT Equityworld | Saham di Asia Tergelincir Dipicu Kekhawatiran akan Jatunya Ekonomi Akibat Corona

PT Equityworld | Saham-saham di Asia jatuh pada perdagangan Kamis pagi karena kekhawatiran atas skala kejatuhan ekonomi pandemi virus corona terus membebani sentimen pasar.

Di Jepang, Nikkei 225 turun 1,27 persen pada awal perdagangan karena saham Fanuc turun 2,13 persen. Indeks Topix turun 1,23 persen. Sedangkan Kospi Korea Selatan turun 0,57 persen.

Di Australia, S&P/ASX 200 turun 1,86 persen karena saham bank-bank besar seperti Commonwealth Bank of Australia dan Westpac masing-masing turun setidaknya 2 persen.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,5 persen lebih rendah.

Investor menunggu rilis data pekerjaan Australia untuk bulan Maret, ditetapkan akan keluar sekitar jam 09:30 pagi. HK/SIN, yang dapat memberikan petunjuk tentang dampak wabah virus corona pada ekonomi negara.

Ahli Strategi Valuta Asing Senior di National Australia Bank, Rodrigo Catril menulis dalam catatan Kamis bahwa berita utama seputar pandemi virus corona terus melukis gambaran suram.

Secara global, lebih dari 2 juta orang telah terinfeksi oleh virus sementara setidaknya 133.354 nyawa telah diambil, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Indeks Saham Asia Terpuruk, IHSG Terperangkap di Zona Merah | PT Equityworld

Di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average turun 445,41 poin di tutup di level 23.504,35. Sementara S&P 500 mengakhiri hari perdagangannya 2,2 persen lebih rendah pada 2.783,36.

Nasdaq Composite ditutup 1,4 persen lebih rendah pada 8,393.18. Pergerakan saham pada Rabu menandai sesi terburuk Dow dan S&P 500 sejak 1 April.

Pergerakan itu terjadi ketika sebuah laporan dari Departemen Perdagangan AS yang diterbitkan Rabu menunjukkan penjualan ritel di Amerika Serikat pada bulan Maret turun 8,7 oersen, mencatatkan penurunan satu bulan terbesar sejak 1992.

PT Equityworld | Bursa Saham Asia Tenggara Menuju `Bull Market` Mengantisipasi Meredanya Wabah Virus Korona

PT Equityworld | Bursa Saham Asia Tenggara Menuju Bull Market Mengantisipasi Meredanya Wabah Virus Korona

PT Equityworld | Bursa ekuitas Asia Tenggara bergerak naik melebihi 20% dari posisi terendah, mengikuti laju bursa saham global. Saham sektor konsumsi rebound karena pandemi virus korona menunjukkan tanda-tanda pelambatan.
Indeks MSCI Asean naik sekitar 1,9%, Selasa (14/4), rebound lebih dari 20% dari posisi terendah pada 23 Maret. Indeks harga saham di Filipina, Indonesia dan Thailand mengalami reli pada bulan ini, memasuki teritori technical bull.
Pergerakan tersebut menandai perubahan di bursa Asia Tenggara, yang tercatat sebagai salah satu kawasan yang mengalami aksi jual terburuk, karena ketergantungan yang tinggi pada perdagangan dan pariwisata dengan China. Buruknya tekanan aksi jual antara lain ditunjukkan dengan beberapa kali terhentiya perdagangan di bursa secara otomatis karena sudah melebihi batas penurunanharian. Bursa saham Filipina bahkan sempat ditutup selama dua hari unuk meredam aksi jual.
Setelah mengalami tekanan jual selama beberapa pekan, yang diiringi dengan kucuran stimulus kebijakan bernilai miliaran dolar, para investor kembali mencari peluang dengan mengalihkan perhatian mereka kepada perusahaan-perusahaan yang selamat dari krisis korona.
“Optimisme saat ini didorong oleh meredanya kasus Covid-19 di Eropa dan sinyal penurunan di sebagian AS,” kata Daryl Liew, kepala manajemen portofolio di Reyl & Cie, Singapura.

Banjir Sentimen Positif, Bursa Saham Asia Ijo Royo-royo | PT Equityworld

“Tapi seperti yang bisa kita lihat di Asia, ancaman risiko gelombang kedua adalah nyata. Itu berarti langkah-langkah pembatasan kemungkinan harus tetap diberlakukan lebih lama sehingga akan menambah kerugian ekonomi riil. Masih terlalu dini untuk menyatakan telah mencapai titik terendah,” imbuhnya, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (14/4).
Indeks acuan bursa saham Asia Tenggara, yang telah tenggelam di teritori bearish sejak 2018, masih 27% di bawah posisi tertinggi pada 17 Januari lalu. Indeks acuan bursa saham AS dan Eropa juga memasuki teritori bullish dalam beberapa hari terakhir, sementara itu indeks MSCI Asia Pacific kurang dari 3%nya.
Kinerja baik tersebut dapat “sebagian besar dapat dijelaskan karena buruknya kinerja pada bulan Maret,” kata Tai Hui, kepala strategi pasar Asia di JPMorgan Asset Management. “Beberapa pasar, seperti Filipina, bahkan diperdagangkan dengan diskon yang cukup besar dan karenanya menarik beberapa pemburu saham murah untuk berpartisipasi,” Hui menambahkan.
Namun demikian, investor luar negeri terkesan masih enggan masuk, setelah menarik banyak uang dari reksa dana ekuitas Asia Tenggara tahun ini. Saham Thailand mencatatkan penarikan dana asing terbesar pada bulan ini – hampir mencapai USD620 juta.Bursa saham Filipina telah terpukul oleh arus keluar dana asaing selama 19 hari berturut-turut.
Di Malaysia, dengan lebih dari 4.800 kasus infeksi coronavirus, indeks FTSE Bursa Malaysia KLCI masih sekitar 8% dari upaya untuk meraih kenaikan 20%, sementara indeks patokan bursa saham Singapura telah meningkat 18% dari level terendahnya. Indeks saham Vietnam telah rebound 16%, meski masih berada di teritor beaarish sejak penurunan besar-besaran pada 2018.
“Yang lebih menarik adalah bahwa pasar-pasar ini berkinerja baik pada saat dolar AS masih cukup kuat,” ujar Hui.

PT Equityworld | Bursa Saham Asia Menguat Menanti Data Perdagangan China

PT Equityworld | Bursa Saham Asia Menguat Menanti Data Perdagangan China

PT Equityworld | Saham-saham di Asia sedikit lebih tinggi pada perdagangan Selasa pagi menjelang rilis data perdagangan China untuk bulan Maret.

Dikutip dari laman CNBC, Selasa (14/4/2020), di Jepang, Nikkei 225 menguat 0,48 persen. Sementara indeks Topix naik 0,34 persen.

Saham konglomerat Jepang Softbank Group melawan tren keseluruhan karena mereka turun 3,24 persen setelah perusahaan mengumumkan pada hari Senin bahwa pihaknya memperkirakan Dana Visi untuk membukukan kerugian 1,8 triliun yen Jepang (sekitar USD 16,73 miliar) untuk fiskal 2019, akibat dari memburuknya pasar.

Di tempat lain, Kospi Korea Selatan naik 0,66 persen. Saham di Australia juga sedikit lebih tinggi karena mereka kembali berdagang setelah liburan pada hari Jumat dan Senin, dengan S & P / ASX 200 naik 0,14 persen.

Bursa Saham Asia Berbunga-bunga, IHSG Ikut Semringah | PT Equityworld

Secara keseluruhan, indeks saham MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,09 persen lebih tinggi.

Sementara itu, data perdagangan China untuk Maret dijadwalkan keluar pada Selasa pagi. Ini akan diawasi oleh investor ketika negara kembali ke bisnis menyusul lockdown untuk mengekang penyebaran virus corona, yang telah sangat berdampak pada kegiatan ekonomi.

Pasar di India ditutup pada hari Selasa untuk liburan.

PT Equityworld | Bursa Asia Ditutup Bervariasi

PT Equityworld | Bursa Asia Ditutup Bervariasi

PT Equityworld | Bursa Asia pada perdagangan Senin (13/4/2020) ditutup mixed. Sentimen pandemik virus corona (Covid-19) masih menekan pasar. Di sisi lain, kesepakatan OPEC mengurangi produksi menjadi kabar baik bagi pasar.

Nikkei 225 Jepang turun 2,33 persen, Kospi Korea Selatan turun 1,88 persen, dan ASX 200 Australia naik 3,46 persen. Indeks komposit Shanghai turun 0,49 persen, Hang Seng Hong Kong naik 1,38 persen.

Harga minyak naik di awal perdagangan Asia Senin (13/4/2020). Patokan minyak internasional Brent naik 2,32 persen menjadi US$ 32,21 per barel. Sementara minyak mentah berjangka AS naik 2,72 persen menjadi US$ 23,38 per barel.

AS Disebut Menuju Resesi, Dow Futures Ambles 355 Poin | PT Equityworld

Penguatan harga minyak tak lepas dari upaya Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) mencapai kesepakatan pemangkasan produksi minyak sebesar 9,7 juta barel per hari. Itu adalah pemangkasan terbesar dalam sejarah.

Menurut data Worldometers, hingga hari ini, terdapat 1.858.789 kasus dengan 114.698 korban jiwa di seluruh dunia. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Selasa (7/4/2020) menyatakan keadaan darurat untuk memerangi infeksi corona di pusat populasi utama. Singapura juga mengesahkan serangkaian undang-undang yang melarang pertemuan sosial di area pribadi dan publik.

PT Equityworld | Wall Street Menghijau, Dow Naik 3,44 Persen

PT Equityworld | Wall Street Menghijau, Dow Naik 3,44 Persen

PT Equityworld | Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Rabu (8/4/2020) waktu setempat. Dow ditutup reli sekitar 780 poin di tengah tanda-tanda tentang wabah virus corona di AS mendekati puncaknya, meningkatnya harapan dalam perang melawan pandemi.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 779,71 poin atau 3,44 persen, menjadi ditutup di 23.433,57 poin. Indeks S&P 500 naik 90,57 poin atau 3,41 persen, menjadi berakhir 2.749,98 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 203,64 poin atau 2,58 persen, menjadi 8.090,90 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan sektor real estat dan energi masing-masing naik 7,41 persen dan 6,74 persen, mengungguli sektor-sektor lainnya.

Sentimen tetap berfluktuasi, tetapi investor tetap berharap tentang potensi pelambatan dalam pertumbuhan kasus virus corona baru, para ahli mencatat.
“Fokus utama puncak. Tampaknya yang ada di benak setiap investor saat ini adalah kapan kasus virus corona akan memuncak,” kata Eric Freedman, kepala investasi di US Wealth Management Bank di North Carolina seperti dikutip oleh Reuters.

“Pada titik tertentu, pertimbangan ekonomi benar-benar mulai terwujud. Ditambah lagi, apa yang akan menjadi mekanisme transmisi untuk ekonomi, artinya pada fase apa ekonomi akan dimulai kembali.”

Kasus Corona di AS Mendekati Level Puncak, Wall Street Melesat | PT Equityworld

Lebih dari 419.000 kasus yang dikonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat pada Rabu sore (8/4/2020), dengan 14.262 kematian, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) di Universitas Johns Hopkins.

Pasar juga menemukan beberapa dukungan setelah kandidat presiden Demokrat AS Bernie Sanders keluar dari persaingan kandidat presiden dari Demokrat pada Rabu (8/4/2020), membuka jalan bagi kandidat yang tersisa dari partai itu Joe Biden untuk menjadi calon Demokrat.

Berita itu meningkatkan sentimen pasar karena Biden dipandang oleh Wall Street sebagai kandidat yang lebih ramah pasar daripada Sanders, menurut analis.

PT Equityworld | Ambles 3% Lebih di Sesi I, IHSG Terburuk di Asia

PT Equityworld | Ambles 3% Lebih di Sesi I, IHSG Terburuk di Asia

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah di perdagangan sesi I Rabu (8/4/2020) melanjutkan pelemahan hari sebelumnya. Sentimen pelaku pasar yang belum stabil membuat pergerakan indeks saham juga naik-turun, tidak hanya di Indonesia tetapi secara global.

Begitu perdagangan hari ini dibuka, IHSG langsung masuk ke zona merah. Depresiasi tersebut berlanjut hingga mencapai level terlemah intraday 4618,226. Di penutupan sesi I, IHSG berada di level 4627,705, merosot 3,16%.

Berdasarkan data RTI nilai transaksi sepanjang sesi I sebesar Rp 3,26 triliun, dengan investor asing melakukan aksi jual bersih Rp 336,49 miliar di pasar reguler dan non-reguler.

Pelambatan penyebaran virus corona (Covid-19) sudah mengirim sentimen positif ke pasar sejak awal pekan ini. Dari Eropa, Italia dan Spanyol melaporkan penurunan jumlah korban meninggal per harinya, kemudian Jerman melaporkan penurunan jumlah kasus baru yang signifikan.

Sementara dari AS, jumlah korban meninggal di New York per harinya juga mengalami penurunan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat pertumbuhan kasus corona di Negeri Paman Sam pada 7 April adalah 8,62%. Ini menjadi yang terendah sejak 27 Maret, dan jauh di bawah rata-rata laju pertumbuhan selama 24 Januari-7 April yang sebesar 22,17%.

Jadi Korban ‘Tarik Tambang’, Bursa Saham Asia Bimbang | PT Equityworld

Secara global, WHO menyebutkan dalam kurun waktu 20 Januari-6 April rata-rata pertumbuhan jumlah kasus corona adalah 12.52% per hari. Sejak 24 Maret, pertumbuhan jumlah kasus baru sudah di bawah itu yakni 9,67%. Bahkan dalam delapan hari terakhir hingga 7 April pertumbuhan kasus baru per harinya sudah satu digit persentase.

Tetapi nyatanya sentimen pelaku pasar masih belum stabil di tengah pandemi Covid-19 yang masih belum pasti akan akan berakhirnya, dan seberapa besar dampaknya ke perekonomian global. Yang pasti, semakin lama pandemi ini berlangsung, pertumbuhan ekonomi akan semakin merosot hingga resesi yang semakin dalam.

Dampaknya pasar saham kembali volatil, bursa saham AS (Wall Street) yang menguat tajam di awal perdagangan Selasa, tetapi berakhir melemah tipis. Sebagai kiblat bursa saham dunia, melemahnya Wall Street tentunya mengirim sinyal negatif ke bursa lainnya.

Mayoritas Bursa saham Asia memerah hingga siang ini, termasuk juga IHGS di sesi I. Indeks Shanghai Composite China melemah 0,32%, Hang Seng Hong Kong turun nyaris 1%, Kospi Korea Selatan menguat 0,45% begitu juga dengan Nikkei Jepang naik 1,13%. Sementara itu Strait Times Singapura melemah lebih dari 2%, FTSE Malaysia -0,44% dan Set Thailand turun lebih dari 1% hingga siang ini.

IHSG dengan pelemahan lebih dari 3% menjadikannya yang terburuk di Asia. Maklum saja, dalam dua pekan terakhir atau tepatnya selepas 24 Maret hingga Selasa kemarin, IHSG masih mencatat penguatan lebih dari 21%, jauh mengungguli bursa Asia lainnya.
PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah di perdagangan sesi I Rabu (8/4/2020) melanjutkan pelemahan hari sebelumnya. Sentimen pelaku pasar yang belum stabil membuat pergerakan indeks saham juga naik-turun, tidak hanya di Indonesia tetapi secara global.

Begitu perdagangan hari ini dibuka, IHSG langsung masuk ke zona merah. Depresiasi tersebut berlanjut hingga mencapai level terlemah intraday 4618,226. Di penutupan sesi I, IHSG berada di level 4627,705, merosot 3,16%.

Berdasarkan data RTI nilai transaksi sepanjang sesi I sebesar Rp 3,26 triliun, dengan investor asing melakukan aksi jual bersih Rp 336,49 miliar di pasar reguler dan non-reguler.

Pelambatan penyebaran virus corona (Covid-19) sudah mengirim sentimen positif ke pasar sejak awal pekan ini. Dari Eropa, Italia dan Spanyol melaporkan penurunan jumlah korban meninggal per harinya, kemudian Jerman melaporkan penurunan jumlah kasus baru yang signifikan.

Sementara dari AS, jumlah korban meninggal di New York per harinya juga mengalami penurunan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat pertumbuhan kasus corona di Negeri Paman Sam pada 7 April adalah 8,62%. Ini menjadi yang terendah sejak 27 Maret, dan jauh di bawah rata-rata laju pertumbuhan selama 24 Januari-7 April yang sebesar 22,17%.

Jadi Korban ‘Tarik Tambang’, Bursa Saham Asia Bimbang | PT Equityworld

Secara global, WHO menyebutkan dalam kurun waktu 20 Januari-6 April rata-rata pertumbuhan jumlah kasus corona adalah 12.52% per hari. Sejak 24 Maret, pertumbuhan jumlah kasus baru sudah di bawah itu yakni 9,67%. Bahkan dalam delapan hari terakhir hingga 7 April pertumbuhan kasus baru per harinya sudah satu digit persentase.

Tetapi nyatanya sentimen pelaku pasar masih belum stabil di tengah pandemi Covid-19 yang masih belum pasti akan akan berakhirnya, dan seberapa besar dampaknya ke perekonomian global. Yang pasti, semakin lama pandemi ini berlangsung, pertumbuhan ekonomi akan semakin merosot hingga resesi yang semakin dalam.

Dampaknya pasar saham kembali volatil, bursa saham AS (Wall Street) yang menguat tajam di awal perdagangan Selasa, tetapi berakhir melemah tipis. Sebagai kiblat bursa saham dunia, melemahnya Wall Street tentunya mengirim sinyal negatif ke bursa lainnya.

Mayoritas Bursa saham Asia memerah hingga siang ini, termasuk juga IHGS di sesi I. Indeks Shanghai Composite China melemah 0,32%, Hang Seng Hong Kong turun nyaris 1%, Kospi Korea Selatan menguat 0,45% begitu juga dengan Nikkei Jepang naik 1,13%. Sementara itu Strait Times Singapura melemah lebih dari 2%, FTSE Malaysia -0,44% dan Set Thailand turun lebih dari 1% hingga siang ini.

IHSG dengan pelemahan lebih dari 3% menjadikannya yang terburuk di Asia. Maklum saja, dalam dua pekan terakhir atau tepatnya selepas 24 Maret hingga Selasa kemarin, IHSG masih mencatat penguatan lebih dari 21%, jauh mengungguli bursa Asia lainnya.

PT Equityworld | Semalam Wall Street Pesta Pora, Reli IHSG Bakal Berlanjut

PT Equityworld | Semalam Wall Street Pesta Pora, Reli IHSG Bakal Berlanjut

PT Equityworld | Kinerja bursa saham domestik pada perdagangan hari ini berpotensi menguat yang ditopang sejumlah sentimen positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (7/4/2020) mendapat suntikan energi setelah Wall Street dini hari tadi melanjutkan reli dari pekan lalu.

Pada perdagangan Senin (6/4/2020) IHSG menguat 4,07% ke level 4.811,83 dengan rentang harga tertinggi 4.811,83 dan terendah 4.623,43. Investor tampaknya optimistis dengan stimulus fiskal yang digelontorkan pemerintah.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi pada perdagangan Senin kemarin sebesar Rp 7,54 triliun, dengan investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) Rp 489,78 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Saham-saham yang mendorong kenaikan di antaranya PT Ciputra Development Tbk (CTRA) (25%), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) (25%), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) (24,73%), Sedangkan PT PP (Persero) Tbk (PTPP) (24,56%) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) (24,51%).

Sementara dari bursa saham Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa dini hari tadi mengalami penguatan karena sentimen investor tumbuh di tengah harapan bahwa puncak dari pandemi virus corona sudah tercapai.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.627,46 poin atau 7,7% menjadi 22.679,99, Nasdaq melonjak 540,15 poin atau 7,3% pada 7.913,24 dan S&P 500 naik 175,03 poin atau 7% menjadi 2.663,68.

Joss! Harga Emas Antam Melonjak Rp 12.000/gram | PT Equityworld

Di tengah reli Wall Street, indeks volatilitas Cboe atau yang lebih dikenal dengan indeks ketakutan (fear index) atau VIX turun 3,3% menjadi 45,24, level terendah dalam sekitar dua minggu. Tiga minggu lalu, VIX mencapai rekor tertinggi 82,69, melampaui level puncak selama krisis keuangan. Ini menandakan volatilitas pasar mulai mereda.

Pada catatan pukul 07:15 WIB Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) kontrak berjangka (futures) melonjak 0,5% menjadi 22.613, sedangkan indeks S&P 500 naik 0,4% pada 2.655 dan indeks Nasdaq 100 menguat 0,3% menjadi 8.058.

Pada perdagangan pagi ini Selasa (7/4/2020) reli di bursa saham Wall Street futures (kontrak berjangka) dan mulai meredanya volatilitas pasar kemungkinan menjadi daya dorong tambahan IHSG untuk terus bergerak naik.

PT Equityworld | IHSG awal pekan menguat seiring naiknya bursa saham Asia

PT Equityworld | IHSG awal pekan menguat seiring naiknya bursa saham Asia

PT Equityworld | Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi bergerak menguat seiring penguatan bursa saham regional Asia.

Pada pukul 09.25 WIB, IHSG dibuka menguat 66,63 poin atau 1,44 persen ke posisi 4.690,06. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 11,37 poin atau 1,62 persen menjadi 713,79.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Senin, memperkirakan pasar masih akan dibayangi COVID-19 pekan ini karena wabah yang terus mengancam jiwa manusia belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

“Dampak dari COVID-19 menjadi ancaman bagi perekonomian dunia yang menjadi ganjalan bagi pasar. Diperkirakan tekanan bagi IHSG berpotensi bisa terjadi di pekan ini seiring ketidakpastian dari wabah COVID-19 ini,” ujar Alfiansyah.

Pada akhir Maret lalu, pemerintah telah mengumumkan stimulus untuk menambah alokasi belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp405 triliun. Pemberian fasilitas ini memberikan sinyal bahwa pemerintah serius untuk mengatasi berbagai ancaman yang dapat mengganggu kinerja perekonomian.

Dari total stimulus Rp405 triliun tersebut, sebesar Rp110 triliun untuk program perlindungan sosial dan Rp75 triliun untuk kesehatan. Sementara Rp150 triliun dialokasikan bagi pemulihan ekonomi dan Rp70,1 triliun insentif perpajakan dan stimulus Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dihantam Sentimen Negatif, Bursa Saham Asia Kompak Memerah | PT Equityworld

Konsekuensinya, dana extraordinary itu memicu peningkatan defisit anggaran hingga 5,07 persen. Sebenarnya, angka tersebut melewati ambang defisit dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Dalam penjelasan Pasal 12, defisit anggaran dibatasi maksimal 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Sebagai payung hukumnya, pemerintah mengeluarkan Perppu sebagai relaksasi kebijakan defisit APBN di atas 3 persen , paling tidak selama tiga tahun. Pemerintah mengeluarkan anggaran untuk meredam dampak COVID-19 untuk mampu menahan kejatuhan perekonomian nasional.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 443,3 poin atau 2,49 persen ke 18.263,5, indeks Hang Seng melemah 181,7 poin atau 0,78 persen ke 23.417,8, dan indeks Straits Times menguat 37,12 poin atau 1,55 persen ke 2.426,41.

Equityworld Futures | Bursa Asia Hijau, Saat Korban Covid-19 di Jepang Meningkat

Equityworld Futures | Bursa Asia Hijau, Saat Korban Covid-19 di Jepang Meningkat

Equityworld Futures | Bursa saham Asia pada perdagangan Kamis (2/4/2020) mayoirtas ditutup di zona hijau. Investor mulai berani masuk ke pasar saham meskipun wabah virus corona (Covid-19) masih menjadi perhatian utama dunia.

Penyebaran penyakit yang cepat di seluruh dunia telah menghasilkan tindakan drastis oleh otoritas seperti penguncian (lockdown) yang meluas yang telah membuat roda perekonomian melambat bahkan terhenti secara global.

Saham China Daratan pulih dari kerugian sebelumnya dengan komposit Shanghai naik 1,69% menjadi 2.780,64 sementara komposit Shenzhen naik 2,258% menjadi 1.697,55. Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 0,84% pada 23.280,06. Indeks Kospi di Korea Selatan naik 2,34% menjadi 1.724,86.

Sementara di bursa saham Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 1,98% menjadi 5.154,30 karena subindex keuangan yang sangat tertekan turun 4,21%, karena saham bank-bank besar negara itu seperti Commonwealth Bank of Australia dan Westpac mengalami aksi jual. Sementara itu,

Koreksi juga terjadi di bursa saham Jepang, memperpanjang tren koreksi dalam empat hari karena angka kematian global coronavirus terus meningkat dan para ahli memperingatkan bahwa Jepang berada di ambang krisis medis. Tokyo melaporkan 66 kasus infeksi COVID-19 pada 1 April, menjadikannya lompatan terbesar dalam sejumlah kasus yang terinfeksi di ibukota Jepang. Dikutip dari RTTNews.

Bursa Saham Asia Bergerak Variatif Pengaruh Pergerakan Pasar Global | Equityworld Futures

Indeks Nikkei turun 246,69 poin, atau 1,37%, menjadi 17.818,72, sedangkan indeks Topix yang lebih luas berakhir anjlok 1,57% lebih pada 1.329,87. Saham kelas berat berakhir beragam, dengan Fast Retailing kehilangan 2,4%, sementara SoftBank naik 2,5%. Subaru Corp merosot 7,2% setelah perusahaan pembuat mobil tersebut mengatakan akan menunda produksi global.

Sementara itu, bursa saham domestik hari ini berakhir di zona hijau. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,47% ke level 4.531,68. Ini tercatat terbaik ketiga di antara bursa saham Asia lainnya. Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 6,61 triliun dengan catatan jual bersih (net sell) asing Rp 384,28 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Equityworld Futures | Kekhawatiran Covid-19 Kian Dalam, Wall Street Tumbang

Equityworld Futures | Kekhawatiran Covid-19 Kian Dalam, Wall Street Tumbang

Equityworld Futures | Wall Street tumbang dengan indeks-indeks utama anjlok pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang penyebaran cepat covid-19 di Amerika Serikat. Kondisi itu setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan situasi mengerikan dalam dua pekan mendatang.

Mengutip Antara, Kamis, 2 April 2020, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 973,65 poin atau 4,44 persen menjadi ditutup pada 20.943,51 poin. Indeks S&P 500 jatuh 114,09 poin atau 4,41 persen menjadi berakhir di 2.470,50 poin. Indeks Komposit Nasdaq terperosok 339,52 poin atau 4,41 persen menjadi ditutup di 7.360,58 poin.

Adapun tiga indeks utama anjlok lebih dari lima persen pada posisi terendah sesi. Semua 11 sektor utama S&P 500 mundur secara signifikan, dengan utilitas dan real estat jatuh lebih dari enam persen pada penutupan, mewakili dua kelompok berkinerja terburuk.

Amerika Serikat menjadi negara pertama dengan lebih dari 200.000 infeksi covid-19 pada Rabu,1 April, menurut penghitungan baru dari Universitas Johns Hopkins.

Pada Rabu sore, total 203.608 kasus yang telah dikonfirmasi dilaporkan di Amerika Serikat dengan 4.476 kematian, menunjukkan penghitungan yang diperbarui oleh Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) Universitas Johns Hopkins.

Bursa Asia Merah Membara, Bursa RI Hijau Sendiri | Equityworld Futures

Pakar kesehatan pada Satuan Tugas virus korona Gedung Putih mengatakan sekalipun dengan pedoman jarak sosial (social distancing) nasional Pemerintah Trump diperketat, orang Amerika masih harus siap untuk prospek virus korona yang menyebabkan 100.000 hingga 240.000 kematian di negara itu.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa negara harus bersiap untuk dua minggu yang sangat menyakitkan, sangat, sangat menyakitkan.

Di sisi data, aktivitas ekonomi di sektor manufaktur berkontraksi pada Maret di tengah meluasnya penyebaran virus korona, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan. Indeks manufaktur ISM merosot menjadi 49,1 persen pada Maret dari angka Februari di 50,1 persen.

Ketenagakerjaan sektor swasta AS menurun 27.000 pekerjaan dari Februari ke Maret, menurut data perusahaan penggajian (payrolls) Automatic Data Processing (ADP) pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB).

Design a site like this with WordPress.com
Get started