PT Equityworld | Harga Emas Antam Cuma Naik Seceng Jadi Rp1.024.000/Gram

PT Equityworld | Harga Emas Antam Cuma Naik Seceng Jadi Rp1.024.000/Gram

PT Equityworld | Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp1.000 alias seceng pada perdagangan hari ini. Sebelumnya, harga emas Antam mengalami tren penurunan. Namun, harga emas Antam masih dibanderol di atas Rp1 juta per gram.

Melansir dari laman logammulia, Jakarta, Senin (21/9/2020), harga emas Antam hari ini naik Rp1.000. Dengan itu, harga emas Antam pagi ini dibanderol Rp1.024.000 per gram dari sebelumnya yakni Rp1.023.000 per gram.

Bursa Asia Turun Jelang Pengumuman Suku Bunga Pinjaman Tiongkok | PT Equityworld

Berikut daftar harga emas Antam untuk pecahan lainnya pada perdagangan hari ini:

  • 0,5 gram: Rp542.000
  • 1 gram: Rp1.024.000
  • 2 gram: Rp1.988.000
  • 3 gram: Rp2.957.000
  • 5 gram: Rp4.900.000
  • 10 gram: Rp9.735.000
  • 25 gram: Rp24.212.000
  • 50 gram: Rp48.345.000
  • 100 gram: Rp96.612.000
  • 250 gram: Rp241.265.000
  • 500 gram: Rp482.320.000
  • 1.000 gram: Rp964.600.000

Equityworld Futures | Berpotensi Terkoreksi, Ini Sentimen-sentimen IHSG Hari Ini

Equityworld Futures | Berpotensi Terkoreksi, Ini Sentimen-sentimen IHSG Hari Ini

Equityworld Futures | Menurut riset Valbury Sekuritas Indonesia,IHSG diperkirakan bergerak mixeddengan peluang koreksi terbatas pada hari ini, Jumat (18/9/2020), yang dipengaruhi oleh bauran dari sentimen-sentimen berikut ini: rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS, BI mempertahankan suku bunga 7-DRRR tetap di level 4%, Saham AS pada perdagangan Kamis (17/9/2020) ditutup koreksi, saham Asia diperkirakan bergerak beragam, indeks berjangka Wall Street dalam posisi bergerak beragam, dan investor mempertimbangkan apakah tingkat stimulus yang diberikan sudah cukup di tengah pemulihan ekonomi bertahap.

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia sebagai salah satu negara dengan rasio pajak yang rendah perlu melakukan reformasi perpajakan. Pasalnya, masih banyak perusahaan yang melakukan penghindaran dan penggelapan pajak. Indonesia harus bisa meningkatkan pendapatan negara yang bersumber dari dalam negeri atau Domestic Resource Mobilisation (DMR). Namun, hal itu tidak bisa dilakukan sendiri. Sri Mulyani menjelaskan, perekonomian Indonesia yang terbuka bisa menjadi celah bagi perusahaan untuk mengindari pajak. Perekonomian Indonesia yang terbuka membuka kesempatan bagi berbagai perusahaan yang bisa beroperasi lintas negara. Di sisi lain, Indonesia kaya akan sumber daya alam dan tersebar di wilayah yang luas. Satu sisi pemerintah Indonesia sudah mulai melakukan reformasi pajak demi meningkatkan rasio pajak. Misalnya, Indonesia selalu kooperatif membahas reformasi pajak pada pertemuan yang diinisiasi IMF, Bank Dunia, dan OECD.

Wall Street Merah Gak Ngaruh! Bursa Asia Malah “Pesta Pora” | Equityworld Futures

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penemuan vaksin Covid-19 tidak serta merta mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Karena distribusi vaksin juga memerlukan waktu yang cukup agar bisa merata dibagikan ke seluruh lapisan masyarakat. Lalu selama vaksin belum ditemukan, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas perekonomian. Sementara itu, kondisi perekonomian RI bisa dibilang lebih baik dari negara-negara lain di Asia. Kendati demikian, bukan berarti sudah aman dari krisis.

Sentimen pasar dari luar negeri:
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, setidaknya 100 juta dosis vaksin virus corona dapat didistribusikan di Amerika Serikat pada akhir 2020, atau beberapa bulan lebih awal dari perkiraan pejabat kesehatan pemerintah. Setelah FDA (Food and Drug Administration) menyetujui vaksin itu, 100 juta dosis akan dapat didistribusikan pada akhir tahun 2020 dan jumlah yang besar lebih cepat. Sebelumnya Trump bersikeras bahwa vaksin sekarang tinggal beberapa minggu lagi.

PT Equity World | Harga Emas Naik Saat Pertemuan the Fed Dimulai

PT Equity World | Harga Emas Naik Saat Pertemuan the Fed Dimulai

PT Equity World | Harga emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Selasa (15/9/2020), memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut didukung harapan kebijakan moneter dovish ketika Federal Reserve AS memulai pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik US$ 2,5 atau 0,13 persen menjadi US$ 1.966,2 per ounce.

Pertemuan dua hari FOMC yang dimulai Selasa (15/9/2020) akan menjadi yang terakhir sebelum Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS). Investor mencermati pengumuman Federal Reserve pada Rabu waktu setempat setelah pertemuan berakhir.

Pasar memperkirakan pernyataan dovishFed akan menyebabkan ekspektasi peningkatan inflasi. Dampaknya, harga emas akan menguat karena pedagang sering menggunakan emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Emas Antam Berkurang Rp 7.000 Per Gram | PT Equity World

“Pernyataan dovishpertemuan Fed dan penjelasan lebih lanjut target inflasi dapat mendorong emas di atas US$ 2.000,” kata ahli strategi pasar RJO Futures, Bob Haberkorn.

Angka ekonomi yang dirilis pada Selasa (15/9/2020) beragam. Sebuah laporan yang dirilis Federal Reserve menunjukkan bahwa indeks produksi industri naik 0,4 persen pada Agustus, sedikit lebih buruk dari yang diharapkan dan lebih buruk dari angka bulan sebelumnya.

Logam mulia lainnya, perak pengiriman Desember naik 10,9 sen atau 0,4 persen, menjadi US$ 27,464 per ounce. Platinum pengiriman Oktober naik US$ 23,5 atau 2,45 persen menjadi US$ 982,2 per ounce.

PT Equity World | Investor Tunggu Pertemuan The Fed, Pasar Asia Melaju ke Zona Hijau

PT Equity World | Investor Tunggu Pertemuan The Fed, Pasar Asia Melaju ke Zona Hijau

PT Equity World | Bursa Asia mengalami kenaikan ditengah sikap investor yang menanti hasil pertemuan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed). Hasil pertemuan tersebut dapat memberikan gambaran kebijakan pemulihan ekonomi global.

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (14/9/2020), seluruh indeks di wilayah Asia mencatatkan hasil pembukaan yang positif. Indeks Kospi Korea Selatan dibuka dengan kenaikan terbesar yaitu 0,9 persen.

Sementara itu, indeks Topix Jepang dan S&P/ASX 200 Australia juga mencatatkan kenaikan, masing-masing sebesar 0,4 persen dan 0,2 persen. Indeks berjangka S&P 500 juga terpantau menguat 0,8 persen hingga pukul 09.05 waktu Tokyo, Jepang.

Investor akan terus memantau sentimen-sentimen pemulihan ekonomi global seiring dengan The Fed yang kemungkinan mempertahankan strategi kebijakan moneter yang dovish.

Para pelaku pasar juga dibayangi kekhawatiran terkait keberlanjutan reli positif saham-saham teknologi setelah mereka melakukan penilaian ulang dan meningkatnya volatilitas di pasar.

Kepala Ekonom First Abu Dhabi Bank Simon Ballard mengatakan, sentimen pasar kemungkinan akan rapuh dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini disebabkan karena tidak adanya arah pemulihan ekonomi global yang jelas serta sentimen pandemi virus corona yang tak kunjung usai.

Perkembangan Vaksin Menjanjikan, Bursa Asia Lanjutkan Kenaikan | Equity World

“Hal ini juga ditambah dengan risiko geopolitik seiring dengan pemilihan umum presiden AS dan tenggat waktu perundingan Brexit yang kian dekat,” jelasnya.

Di Amerika Serikat, CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan, pembagian vaksin kepada masyarakat kemungkinan dapat dilakukan pada akhir tahun 2020, atau lebih cepat dibandingkan saran dari sejumlah pakar kesehatan.

Sementara itu, University of Oxford dan AstraZeneca Plc telah melanjutkan uji klinis vaksin rancangannya setelah sempat dihentikan pekan lalu akibat salah satu subjeknya sakit.

Adapun hari ini pemerintahan Jepang akan memilih Perdana Menteri baru setelah mundurnya Shinzo Abe karena masalah kesehatan. Yoshihide Suga menjadi kandidat terkuat untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Abe.

Equity World | Harga Emas Nanjak Lagi, Mau Investasi? Ini Ragam Pilihannya

Equity World | Harga Emas Nanjak Lagi, Mau Investasi? Ini Ragam Pilihannya

Equity World | Harga emas, baik emas dunia maupun emas batangan di dalam negeri sedang menanjak lagi beberapa hari terakhir hari terakhir.

Melansir data Refinitiv, harga emas dunia pada perdagangan Kamis kemarin menguat 0,38% ke US$ 1.954,06/troy ons. Sementara dalam 2 hari sebelumnya menguat 0,81% dan 0,11%.

Sementara itu berdasarkan data dari situs resmi logammulia.com, emas batangan produksi PT Aneka Tambang Kemarin naik Rp 10.000/gram menjadi Rp 1.027.000/batang untuk berat 1 gram, setelah sebelumnya naik Rp 2.000/gram. Kenaikan harga emas dunia pada perdagangan Kamis berpeluang mengerek harga emas Antam hari ini, Jumat (11/9/2020)

Di tengah kondisi kemerosotan ekonomi akibat pandemi penyakit virus corona (Covid-19) harga emas memang bersinar terang. Emas dunia mencetak rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.072,49/troy ons pada 7 Agustus lalu. Sementara emas Antam juga mencatat rekor termahal Rp 1.065.000/gram di hari yang sama.

Coba Simak! Naik Tipis, Harga Emas Trennya Mulai Naik | Equity World

Sepanjang tahun 2020 hingga ke rekor tersebut, emas dunia membukukan penguatan 36,62%, sementara emas Antam 38,13%.

Memang sejak mencapai rekor tersebut baik emas dunia maupun emas Antam mengalami penurunan, tetapi untuk jangka panjang harganya banyak yang memprediksi akan kembali naik bahkan jauh lebih tinggi dari rekor saat ini.

Ole Hansen misalnya, kepala strategi komoditas Saxo Bank ini memprediksi harga emas dunia akan mencapai US$ 4.000/troy ons dalam jangka panjang. Ketika emas dunia naik, harga emas batangan di dalam negeri tentunya juga akan melesat.

Sehingga emas bisa menjadi dan tetap menjadi pilihan untuk portofolio investasi. Saat ini ada pilihan dalam berinvestasi emas, yakni secara fisik atau emas online, atau mungkin bagi investor yang risk taker bisa dengan trading emas di pasar berjangka. Semua tentu memiliki karakteristik masing-masing.

Tetapi ingat jangan terkecoh dengan kalimat “harga emas selalu naik”, sebab logam mulia ini juga mengalami fluktuasi harga, tetapi memang dalam jangka panjang trennya terlihat naik.

Sepanjang tahun 2013 misalnya, berdasarkan data logammulia.com, harga emas batang mengalami penurunan nyaris 10%. Emas dunia lebih parah lagi, ambles 28% berdasarkan data Refinitiv.

Equity World | Pelemahan Dolar dan Isu Penundaan Vaksin Dongkrak Kenaikan Harga Emas

Equity World | Pelemahan Dolar dan Isu Penundaan Vaksin Dongkrak Kenaikan Harga Emas

Equity World | Emas Antam pada Kamis (10/9), menguat Rp10.000 menjadi Rp1.027.000/gram. Sementara, harga pembelian kembali atau buyback turut naik Rp11.000 menjadi Rp927.000/gram.

Sebelumnya, emas Antam pada Senin (7/9), tak bergerak atau stabil di level Rp1.020.000/gram seperti hari sebelumnya. Pada Selasa (8/9), emas melemah Rp5.000 menjadi Rp1.015.000/gram. Namun kemudian pada hari berikutnya, Rabu (9/9), logam mulia berbalik menguat tipis Rp2.000 menjadi Rp1.017.000/gram.

Adapun titik tertinggi sepanjang masa emas Antam adalah di level Rp1.058.000/gram pada Rabu (19/8). Sementara, harga emas Antam di Pegadaian hari ini justru turun tipis jadi Rp1.061.000/gram dan harga emas cetakan UBS naik tipis ke level Rp1.021.000/gram.

Pada pasar global, harga emas berjangka naik untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena dolar AS melemah dan kekhawatiran atas penundaan pengembangan vaksin virus corona mendorong investor memburu aset-aset aman seperti logam mulia.

Dikutip dari Antara, kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, terangkat US$11,7 atau 0,6% menjadi ditutup pada US$1.954,9 per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (8/9), harga emas berjangka naik US$8,9 atau 0,46% menjadi US$1.943,2.

Pelemahan Dolar dan Isu Penundaan Vaksin Dongkrak Kenaikan Harga Emas | Equity World

Harga emas berjangka stabil di US$1.933,60 pada Senin (7/9), karena pasar AS tutup untuk Hari Buruh, setelah turun US$3,5 atau 0,18% menjadi US$1.934,30 pada Jumat (4/9), dan merosot US$6,9 atau 0,35% menjadi US$1.937,80 pada Kamis (3/9).

“Kami melihat beberapa celah pada dolar setelah Bank Sentral Eropa (ECB) melukiskan sedikit gambaran yang cerah dan emas bergerak lebih tinggi,” kata Ahli Strategi Pasar RJO Futures Bob Haberkorn.

Dolar melemah 0,2% setelah Bloomberg melaporkan proyeksi pertumbuhan dan inflasi ECB yang akan dipublikasikan pada Kamis waktu setempat hanya akan menunjukkan sedikit perubahan dibandingkan dengan perkiraan bank pada Juni.

Anggota dewan ECB Isabel Schnabel mengatakan sebelumnya bahwa perkembangan ekonomi sejak Juni secara luas sejalan dengan ekspektasi bank sentral sehingga baseline bank masih dipertahankan.

Sementara itu, uji coba global vaksin covid-19 eksperimental AstraZeneca dihentikan sementara karena munculnya penyakit yang tidak dapat dijelaskan pada relawan peserta penelitian.

“Berita penundaan mungkin secara tidak langsung mendukung emas, karena bisa menyebabkan perlambatan ekonomi yang berkepanjangan dan ekspektasi lebih lanjut dari stimulus fiskal,” ujar Analis Saxo Bank, Ole Hansen.

Pandemi telah memaksa bank-bank sentral utama untuk memberikan stimulus besar-besaran, membantu harga emas melonjak sekitar 28% sepanjang tahun ini karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap potensi penurunan nilai mata uang dan inflasi.

“Tapi reli emas ini tampaknya rapuh,” kata Haberkorn, “Dari sudut pandang teknis, kami membutuhkan emas untuk ditutup di atas US$1.950 agar bullish mengambil kendali”.

Harga logam lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 9,2 sen atau 0,34% menjadi ditutup pada US$27,083 per ounce. Harga platinum untuk pengiriman Oktober naik US$14,6 atau 1,6% menjadi ditutup pada US$924,9 per ounce.

Equity World | Rabu Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Turun

Equity World | Rabu Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Turun

Equity World | Pasar saham di Asia-Pasifik pada pembukaan perdagangan Rabu pagi (9/9/2020) turun cukup tajam mengikuti indeks Wall Street yang anjlok semalam. Di Jepang, Nikkei 225 turun 1,22% pada awal perdagangan sementara indeks Topix turun 1,35%. Kospi Korea Selatan juga tergelincir 1,03%. Di Australia, S & P / ASX 200 merosot 0,95%.

Secara keseluruhan, MSCI Asia kecuali Jepang diperdagangkan 0,36% lebih rendah. Pergerakan saham di kawasan Asia Pasifik, yang mengalami penurunan cukup tajam, merupakan respons dari aksi jual masif terhadap saham-saham teknologi di AS. Nasdaq Composite turun 4,1% menjadi ditutup pada 10.847,69. Penurunan hari Selasa menempatkan Nasdaq yang sangat padat teknologi turun 10% selama tiga hari terakhir. Dow Jones Industrial Average jatuh 632,42 poin, atau 2,3%, mengakhiri hari perdagangannya di 27.500,89 pada Selasa (Rabu pagi WIB).

Bursa Saham Asia Dibuka Melemah Ikuti Wall Street | Equity World

Sementara itu, S&P 500 turun 2,8% menjadi ditutup pada 3.331,84. Investor menunggu data inflasi Tiongkok untuk Agustus yang akan dirilis sekitar pukul 9:30 pagi HK / SIN pada hari Rabu. Sementara itu, AstraZeneca mengatakan uji coba tahap akhir dari kandidat vaksin Covid-19 telah ditunda karena masalah keamanan.

Itu terjadi setelah reaksi merugikan yang diduga serius pada seorang peserta di Inggris, menurut STAT News. Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir di 93,536, melanjutkan kenaikan awal pekan ini dari level di bawah 93,0. Harga minyak pada pagi hari jam perdagangan Asia diperdagangkan lebih rendah, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent turun 0,23% menjadi $ 39,69 per barel. Minyak mentah berjangka AS juga turun 0,35% menjadi $ 36,63 per barel.

Equity World | Selasa Pagi, Saham Asia Rebound

Equity World | Saham-saham di Asia Pasifik pada Selasa pagi (8/9/2020) rebound setelah tertekan dua hari sebelumnya terimbas koreksi saham-saham teknologi di bursa Wall Street. Investor Asia mencermati rilis data produk domestik bruto (PDB) kuartal kedua Jepang yang direvisi. Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,37% pada awal perdagangan sementara indeks Topix naik 0,22%.

PDB Jepang untuk kuartal April-Juni direvisi menjadi menyusut 28,1% tahunan, lebih buruk dari perkiraan awal yang dirilis pada pertengahan Agustus, menyusut 27,8% secara tahunan pada bulan April-Juni. Menyusul rilis data, yen Jepang diperdagangkan pada 106,25 per dolar setelah melihat level di bawah 106,2 kemarin melawan greenback. Di tempat lain, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,59%.

Harga Emas Hari Ini: 8 September 2020, Antam Mulai di Kisaran Rp1.063.000 per Gram | Equity World

Saham di Australia juga mengalami kenaikan, dengan S & P / ASX 200 diperdagangkan 0,99% lebih tinggi. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,22% lebih tinggi. Investor juga terus memantau perkembangan geopolitik ketegangan hubungan AS-Tiongkok. Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Senin menuduh Washington melakukan “hegemoni terang-terangan” setelah Departemen Pertahanan AS mengkaji untuk memberlakukan pembatasan ekspor pada Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), produsen pembuat chips semikonduktor terbesar di Tiongkok, Sementara itu, ketegangan juga meningkat antara Inggris dan Uni Eropa, menempatkan peluang berisiko dari kesepakatan perdagangan pasca-Brexit dalam beberapa bulan mendatang.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir berada di level 92,719, turun dibanding hari sebelumnya di atas 93,0.

Equity World | Selasa Pagi, Saham Asia Rebound

Equity World | Saham-saham di Asia Pasifik pada Selasa pagi (8/9/2020) rebound setelah tertekan dua hari sebelumnya terimbas koreksi saham-saham teknologi di bursa Wall Street. Investor Asia mencermati rilis data produk domestik bruto (PDB) kuartal kedua Jepang yang direvisi. Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,37% pada awal perdagangan sementara indeks Topix naik 0,22%.

PDB Jepang untuk kuartal April-Juni direvisi menjadi menyusut 28,1% tahunan, lebih buruk dari perkiraan awal yang dirilis pada pertengahan Agustus, menyusut 27,8% secara tahunan pada bulan April-Juni. Menyusul rilis data, yen Jepang diperdagangkan pada 106,25 per dolar setelah melihat level di bawah 106,2 kemarin melawan greenback. Di tempat lain, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,59%.

Harga Emas Hari Ini: 8 September 2020, Antam Mulai di Kisaran Rp1.063.000 per Gram | Equity World

Saham di Australia juga mengalami kenaikan, dengan S & P / ASX 200 diperdagangkan 0,99% lebih tinggi. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,22% lebih tinggi. Investor juga terus memantau perkembangan geopolitik ketegangan hubungan AS-Tiongkok. Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Senin menuduh Washington melakukan “hegemoni terang-terangan” setelah Departemen Pertahanan AS mengkaji untuk memberlakukan pembatasan ekspor pada Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), produsen pembuat chips semikonduktor terbesar di Tiongkok, Sementara itu, ketegangan juga meningkat antara Inggris dan Uni Eropa, menempatkan peluang berisiko dari kesepakatan perdagangan pasca-Brexit dalam beberapa bulan mendatang.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir berada di level 92,719, turun dibanding hari sebelumnya di atas 93,0.

Equity World | Harga Emas Hari Ini 7 September, Macet di Rp1,02 Juta

Equity World | Harga Emas Hari Ini 7 September, Macet di Rp1,02 Juta

Equity World | Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di level Rp1,02 juta per gram pada Senin (7/9) atau stagnan dari Minggu (6/9). Begitu juga dengan harga pembelian kembali (buyback) tetap di Rp920 ribu per gram pada hari ini seperti akhir pekan lalu.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp540 ribu, 2 gram Rp1,98 juta, 3 gram Rp2,94 juta, 5 gram Rp4,88 juta, 10 gram Rp9,69 juta, 25 gram Rp24,11 juta, dan 50 gram Rp48,14 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp96,21 juta, 250 gram Rp240,26 juta, 500 gram Rp480,32 juta, dan 1 kilogram Rp960,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.944,4 per troy ons atau naik 0,52 persen. Begitu juga dengan harga emas di perdagangan spot tumbuh 0,25 persen ke US$1.938,72 per troy ons pada pagi ini.

Begini Proyeksi Pergerakan Harga Emas Pekan Depan | Equity World

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan harga emas internasional akan melanjutkan penguatan pada hari ini. Sebab, masih ada indikasi belum pulihnya ekonomi global dari kebijakan pelonggaran moneter bank sentral AS, The Federal Reserve

Selain itu, sentimen teranyar datang dari hubungan AS-China yang kembali memanas. Hal ini didorong oleh rencana Negeri Paman Sam untuk memasukkan perusahaan semi konduktor terbesar di China, SMIC ke dalam daftar hitam (blacklist).

“Ini bisa menjadi pendorong kenaikan harga emas hari ini,” ucap Ariston kepada CNNIndonesia.com, Senin (7/9).

Namun, ia memperkirakan potensi kenaikan harga emas bisa tertahan bila muncul sinyal pemulihan ekonomi dari data-data ekonomi yang akan dirilis pada pekan ini. Mulai dari rilis data neraca perdagangan dari China hingga data produksi industri Jerman.

PT Equityworld | Jumat Pagi, Saham Asia Pasifik Ikutan Rontok

PT Equityworld | Jumat Pagi, Saham Asia Pasifik Ikutan Rontok

PT Equityworld | Saham-saham di Asia Pasifik pada pembukaan perdagangan Jumat pagi (4/9/2020) ikutan rontok menyusul penurunan tajam saham di bursa Wall Street, semalam. Saham Korea Selatan memimpin kerugian di wilayah tersebut, dengan Kospi turun 2,25% di awal perdagangan.

Di Jepang, Nikkei 225 turun 1,46% sedangkan indeks Topix turun 1,15%. Di Australia, S & P / ASX 200 turun 1,03%. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan turun 0,53%. Pasar Asia Pasifik merespons aksi jual masif saham-saham teknologi AS yang membuat ketiga indeks utama Wall Streer anjlok. Dow Jones Industrial Average jatuh 807,77 poin, atau 2,8% menjadi 28.292,73 – penurunan satu hari terbesar sejak 11 Juni. Sementara itu, S&P 500 turun 3,5% menjadi 3.455,06, dan Nasdaq Composite turun 5% menjadi ditutup pada 11.458,10.

Harga Emas Hari Ini 4 September 2020 di Pegadaian, Mumpung Murah Waktunya | PT Equityworld

Investor mencermati data penjualan ritel Australia untuk Juli yang akan keluar sekitar pukul 9:30 HK / SIN pada hari Jumat. Itu mengikuti angka produk domestik bruto kuartal Juni yang dirilis awal pekan ini yang menunjukkan negara itu secara resmi memasuki resesi. Menjelang rilis data tersebut, dolar Australia diperdagangkan pada $ 0,7258 setelah kemarin jatuh dari atas $ 0,732.

Investor juga akan mencermati data Departemen Tenaga Kerja AS yang akan dirilis Jumat malam. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan ekonomi AS telah menambahkan lebih dari 1 juta pekerjaan bulan lalu. Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir di 92,839 menyusul pemantulannya minggu ini dari level di bawah 92.

Design a site like this with WordPress.com
Get started