Equity World | Pasar Saham Asia: Perdagangan Beragam Meskipun Nikkei 225 Naik Lebih Dari 2,0%

Equity World | Pasar Saham Asia: Perdagangan Beragam Meskipun Nikkei 225 Naik Lebih Dari 2,0%

Equity World | Saham Asia tetap beragam dengan kenaikan penting di pasangan utama tidak dapat mengatasi penurunan yang lainnya. Mungkin karena konsolidasi terbaru di pasar global dan pemulihan Dolar AS meskipun para pembuat kebijakan Amerika gagal menyetujui paket fiskal yang banyak ditunggu-tunggu. Menggambarkan sentimen pasar, indeks MSCI saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun lebih dari 0,5% sementara Nikkei 225 Jepang naik 2,13% menjadi 22.172 menjelang sesi pembukaan sesi Eropa pada hari ini.

Para Senator Amerika tidak hanya berjuang dengan pengeluaran akhir dari paket bantuan tetapi juga melewati berakhirnya tunjangan klaim pengangguran. Meski begitu, indeks dolar AS (DXY) membawa pemantulan dari terendah lebih dari dua tahun dan bergerak ke 93,42 saat ini. Pergerakan ini dapat dilihat dari kinerja Wall Street yang optimis selama akhir pekan lalu serta konsolidasi virus Corona (COVID-19) berjumlah sekitar 60.000 di AS.

Di tempat lain, PDB Q1 akhir Jepang sesuai dengan kontraksi 2,2% secara tahunan, yang pada gilirannya meningkatkan harapan stimulus lebih lanjut dan mendorong ekuitas di dalam negeri. Pemenang kedua terbaik, saham Tiongkok, menyambut pembacaan optimis IMP Manufaktur Caixin, naik dari 51,3 yang diperkirakan menjadi 52,8.

IHSG Terjun Bebas, Ternyata Ini Biang Keroknya | Equity World

Meski begitu, raksasa peringkat global Fitch menurunkan prospek kredit AS dari stabil menjadi negatif bergabung dengan “keadaan bencana” Victoria akan membebani ASX 200. Indeks Aussie turun 0,30% menjadi 5.909 pada saat ini. Di baris yang sama, Komposit BEI Indonesia turun lebih dari 2,5% setelah data inflasi negara Asia itu menunjukkan angka-angka suram. Selanjutnya, Hang Seng Hong Kong dan BSE Sensex India merosot mendekati 1,0% karena kekhawatiran terhadap pandemi belum surut.

Selanjutnya, yield Treasury AS 10-tahun tetap tanpa arah di dekat 0,548% dan begitu juga S&P 500 Futures.

Pelaku pasar akan mengawasi IMP awal bulan untuk mencari petunjuk baru. Dengan demikian, katalis risiko juga dapat memainkan peran mereka sedangkan berita virus dan tindakan Senat AS akan menjadi kunci untuk diamati.

PT Equityworld | Penjualan di Asia Tenggara Anjlok 70%, Saham Mitsubishi Terendah Sejak Listing 1988

PT Equityworld | Penjualan di Asia Tenggara Anjlok 70%, Saham Mitsubishi Terendah Sejak Listing 1988

PT Equityworld | Saham Mitsubishi Motors Corp turun 13% ke level terendah sepanjang masa sejak listing tahun 1988 pada hari Selasa (28/7). Penurunan saham perusahaan otomotif itu terjadi setelah mereka membukukan penjualan yang suram di pasar utamanya yakni Asia Tenggara akibat pandemi Virus Corona (Covid-19).

Ikuti Bursa Asia, IHSG Pagi Anjlok ke 5.091 | PT Equityworld

Sehari sebelumnya, Mitsubishi Motors yang merupakan anggota termuda aliansi Nissan Motor dan Renault SA, melaporkan penjualan di negara-negara Asia Tenggara anjlok hingga 70%. Kawasan Asia Tenggara yang biasa menyumbang seperempat penjualan global, kini hanya berkontribusi 17% selama April sampai Juni 2020.

PT Equityworld | Saham-saham Wall Street jatuh, kepercayaan konsumen melemah dan laba mengecewakan

PT Equityworld | Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor cemas tentang melemahnya kepercayaan konsumen, hasil keuangan perusahaan mengecewakan dan khawatir tentang perselisihan di Kongres AS atas rencana bantuan virus corona.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 205,49 poin atau 0,77 persen menjadi ditutup pada 26.379,28 poin. Indeks S&P 500 turun 20,97 poin atau 0,65 persen menjadi berakhir di 3.218,44 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 134,18 poin atau 1,27 persen menjadi 10.402,09 poin.Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor material jatuh 2,18 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor real estat terangkat 2,05 persen, mengungguli sektor lainnya.

Di sisi lain, yang membebani Dow adalah konglomerat industri 3M Co, anjlok 4,8 persen, setelah melaporkan penurunan permintaan kuartal kedua di seluruh bisnisnya dan McDonald’s Corp, yang jatuh 2,5 persen, setelah secara mengejutkan mengalami penurunan besar dalam penjualan toko globalnya.
Data yang dirilis pada Selasa (28/7/2020) pagi hari menunjukkan kepercayaan konsumen AS menurun pada Juli ketika infeksi virus corona meluas di seluruh negeri.Ketika mereka menunggu perjanjian paket stimulus dan untuk laporan triwulanan dalam salah satu minggu tersibuk di musim laba, investor juga mengantisipasi kesimpulan pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS pada Rabu waktu setempat.
“Ini mungkin bukan tempat yang buruk untuk mengambil keuntungan dan membangun kembali likuiditas karena salah satu dari ketiga peristiwa itu dapat menyebabkan volatilitas,” kata Sameer Samana, Ahli Strategi Pasar Global Senior di Wells Fargo Investment Institute di St. Louis.
Samana mengatakan, “akan sangat sulit bagi The Fed untuk mengejutkan sisi positifnya.”
Sementara itu, Florida melaporkan rekor kenaikan satu hari dalam kematian akibat virus corona, dan kasus-kasus di Texas melewati angka 400.000, memicu kekhawatiran Amerika Serikat kehilangan kendali atas wabah tersebut.

Wall Street Jatuh di Tengah Rilis Kuartalan Emiten | PT Equityworld

Mark Luschini, kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott di Philadelphia, menyebut survei konsumen sebagai bukti yang meresahkan bahwa “individu semakin khawatir tentang lonjakan virus corona baru-baru ini yang berdampak pada keuangan dan mobilitas mereka.”
Menambah ketakutan, anggota kongres memperdebatkan proposal bantuan satu triliun dolar AS dari Senat yang dikuasai Partai Republik yang diumumkan pada Senin (27/7/2020), empat hari sebelum jutaan orang Amerika kehilangan tunjangan pengangguran.
“Harus ada kompromi luar biasa dari kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan,” kata Luschini, mencatat reses kongres yang dijadwalkan Agustus menambah tekanan tenggat waktu.”Ini sangat penting saat ini karena pasar benar-benar menunggu stimulus yang dikeluarkan oleh otoritas fiskal dan moneter,” katanya.

Fokus lain minggu ini adalah hasil keuangan dari perusahaan-perusahaan bernilai pasar triliunan dolar di Wall Street — Apple Inc, Amazon.com Inc dan Alphabet Inc, serta Facebook Inc .
Dari perusahaan-perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan laba sejauh kuartal ini, sekitar 80 persen melampaui perkiraan laba yang menurun secara signifikan, menurut data Refinitiv IBES.

PT Equityworld | Saham-saham Wall Street jatuh, kepercayaan konsumen melemah dan laba mengecewakan

PT Equityworld | Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor cemas tentang melemahnya kepercayaan konsumen, hasil keuangan perusahaan mengecewakan dan khawatir tentang perselisihan di Kongres AS atas rencana bantuan virus corona.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 205,49 poin atau 0,77 persen menjadi ditutup pada 26.379,28 poin. Indeks S&P 500 turun 20,97 poin atau 0,65 persen menjadi berakhir di 3.218,44 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 134,18 poin atau 1,27 persen menjadi 10.402,09 poin.Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor material jatuh 2,18 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor real estat terangkat 2,05 persen, mengungguli sektor lainnya.

Di sisi lain, yang membebani Dow adalah konglomerat industri 3M Co, anjlok 4,8 persen, setelah melaporkan penurunan permintaan kuartal kedua di seluruh bisnisnya dan McDonald’s Corp, yang jatuh 2,5 persen, setelah secara mengejutkan mengalami penurunan besar dalam penjualan toko globalnya.
Data yang dirilis pada Selasa (28/7/2020) pagi hari menunjukkan kepercayaan konsumen AS menurun pada Juli ketika infeksi virus corona meluas di seluruh negeri.Ketika mereka menunggu perjanjian paket stimulus dan untuk laporan triwulanan dalam salah satu minggu tersibuk di musim laba, investor juga mengantisipasi kesimpulan pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS pada Rabu waktu setempat.
“Ini mungkin bukan tempat yang buruk untuk mengambil keuntungan dan membangun kembali likuiditas karena salah satu dari ketiga peristiwa itu dapat menyebabkan volatilitas,” kata Sameer Samana, Ahli Strategi Pasar Global Senior di Wells Fargo Investment Institute di St. Louis.
Samana mengatakan, “akan sangat sulit bagi The Fed untuk mengejutkan sisi positifnya.”
Sementara itu, Florida melaporkan rekor kenaikan satu hari dalam kematian akibat virus corona, dan kasus-kasus di Texas melewati angka 400.000, memicu kekhawatiran Amerika Serikat kehilangan kendali atas wabah tersebut.

Wall Street Jatuh di Tengah Rilis Kuartalan Emiten | PT Equityworld

Mark Luschini, kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott di Philadelphia, menyebut survei konsumen sebagai bukti yang meresahkan bahwa “individu semakin khawatir tentang lonjakan virus corona baru-baru ini yang berdampak pada keuangan dan mobilitas mereka.”
Menambah ketakutan, anggota kongres memperdebatkan proposal bantuan satu triliun dolar AS dari Senat yang dikuasai Partai Republik yang diumumkan pada Senin (27/7/2020), empat hari sebelum jutaan orang Amerika kehilangan tunjangan pengangguran.
“Harus ada kompromi luar biasa dari kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan,” kata Luschini, mencatat reses kongres yang dijadwalkan Agustus menambah tekanan tenggat waktu.”Ini sangat penting saat ini karena pasar benar-benar menunggu stimulus yang dikeluarkan oleh otoritas fiskal dan moneter,” katanya.

Fokus lain minggu ini adalah hasil keuangan dari perusahaan-perusahaan bernilai pasar triliunan dolar di Wall Street — Apple Inc, Amazon.com Inc dan Alphabet Inc, serta Facebook Inc .
Dari perusahaan-perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan laba sejauh kuartal ini, sekitar 80 persen melampaui perkiraan laba yang menurun secara signifikan, menurut data Refinitiv IBES.

PT Equityworld | Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

PT Equityworld | Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

PT Equityworld | Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (28/7), dibuka cenderung menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham Wall Street. Investor terus mengamati perkembangan kasus virus korona dan konflik AS-China. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,33%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lompatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,71%, diwarnai kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut melaju 0,97% (58,70 poin) ke posisi 6.102,90 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan memimpin kenaikan indeks saham acuan di bursa Asia pagi ini, dengan dibuka melonjak 1,1%, terangkat oleh kenaikan harga saham Samsung Electronics lebih dari 2%. Melanjutkan tren kenaikan, indeks melonjak 1,62% ke level 2.253,87.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang naik 0,40% (90,25 poin) menjadi 22.806,10, setelah dibuka sedikit menguat di kisaran level 22.750, dan Topix melemah 0,11%, di tengah kejatuhan harga saham Nissan Motor lebih dari 4%.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,98% (241,30 poin) ke level 24.844,56 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China meningkat 0,74% ke posisi 3.228,93.

Bursa Asia Bangkit, IHSG Melesat Gak Karuan! | PT Equityworld

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil mengawali pekan ini dengan membukukan kenaikan indeks dengan ditutup naik 0,66% menjadi 5.116. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange meningkat 1,15% menjadi USD19,28.
Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang menguat untuk melanjutkan proses kenaikan. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan yang cukup kuat.
Tim Riset Indo Premier berpendapat,menguatnya indeks bursa Wall Street yang dipicu oleh rebound saham sektor teknologi, optimisme terkait perkembangan vaksin, dan stimulus fiskal lanjutan senilai USD1 triliun diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu menguatnya beberapa komoditas seperti minyak mentah, nikel, timah, emas dan batu bara berpeluang menjadi tambahan sentimen positif.

Equity World | Bursa Saham Asia Bergerak Variatif di Tengah Ketidakpastian Pandemi Corona

Equity World | Bursa Saham Asia Bergerak Variatif di Tengah Ketidakpastian Pandemi Corona

Equity World | Bursa saham di Asia-Pasifik diperdagangkan beragam pada perdagangan Senin pagi karena investor terus mengamati perkembangan isu-isu seperti pandemi virus corona.

Dikutip dari CNBC, indeks saham Jepang memimpin penurunan di antara pasar utama di kawasan Asia Pasifik dengan indeks Nikkei 225 dan Topix masing-masing turun 1,31 persen pada awal perdagangan.

Ringkasan Opini Bank Sentral Jepang untuk pertemuan pertengahan Juli, yang dirilis Senin, mengatakan ekonomi negara tersebut diperkirakan akan meningkat secara moderat dari paruh kedua tahun 2020.

Namun, bank sentral memperingatkan bahwa ekonomi tidak mungkin untuk kembali ke level yang dicapai sebelum pecahnya Covid-19 bahkan pada tahun fiskal 2022.

Sementara itu, indeks saham Kospi Korea Selatan naik 0,41 persen. Di Australia, S&P/ASX 200 melayang di sekitar garis datar.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan naik 0,06 persen.

Perhatian investor kemungkinan besar berada di pihak pembuat undang-undang di Amerika Serikat karena mereka berusaha untuk mendorong paket stimulus virus coronayang lain.

Wow, Tertinggi Sepanjang Sejarah! Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp 1.000.100 Per Gram | Equity World

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan pada Minggu bahwa Partai Republik telah menyelesaikan tagihan senilai sekitar USD 1 triliun dalam dana bantuan virus corona.

Secara global, lebih dari 16 juta orang telah terinfeksi oleh coronavirus, dengan AS terhitung sekitar seperempat dari angka itu, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Ketegangan China dan AS, yang menjadi pusat perhatian pekan lalu karena saham China daratan jatuh pada hari Jumat di tengah pertukaran kata yang tajam antara kedua kekuatan ekonomi, juga terus dipantau oleh investor.

“Lonjakan yang terputus-putus dalam ketegangan AS-Cina kemungkinan akan menjadi norma ketika pemilihan Presiden AS 3 November semakin dekat,” tulis ekonom di Commonwealth Bank of Australia dalam catatan pagi.

Pada bagian depan data ekonomi, keuntungan industri China untuk bulan Juni akan dirilis sekitar jam 9.30 pagi HK/SIN pada hari Senin.

PT Equityworld | Jumat Pagi, Saham Asia Bergerak Datar

PT Equityworld | Jumat Pagi, Saham Asia Bergerak Datar

PT Equityworld | Pasar saham di kawasan Asia Pasifik bergerak datar (flat), berfluktuasi dari zona merah ke hijau, pada perdagangan awal Jumat pagi (24/7/2020). Fokus pasar masih seputar ketegangan AS-Tiongkok, lonjakan pandemi virus corona, serta musim laporan keuangan. S & P / ASX 200 Australia dibuka jatuh 0,92%, dengan kerugian terlihat di sektor keuangan yang sangat tertekan. Di Korea Selatan, Kospi turun 0,52% pada pembukaan, namun 20 menit kemudian menuju wilayah zona hijau dengan mencatatkan kenaikan sangat tipis, 0,06%. Pasar saham di Jepang tutup karena hari libur. Investor mencermati musim laporan keuangan, termasuk Fortune REIT Hong Kong, serta Hyundai Mobis dan Samsung SDS Korea Selatan yang akan dirilis hari ini. Ketegangan hubungan AS-Tiongkok menjadi pusat perhatian pasar, setelah pemerintah AS memerintahkan penutupan konsulat Tiongkok di Houston.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengecam Tiongkok dalam pidatonya pada hari Kamis. Dia mengatakan Washington tidak akan lagi mentolerir upaya Beijing untuk merebut tatanan global. Semalam, indeks utama Wall Street di pasar reguler mengakhiri sesi dengan penurunan cukup tajam. Dow menutup sesi dengan penurunan lebih dari 1% bersamaan dengan S&P 500. Namun indeks Nasdaq Composite turun lebih dari 3% karena Microsoft dan Apple masing-masing kehilangan lebih dari 4%. Facebook dan Amazon keduanya turun lebih dari 3% dan Netflix kehilangan 2,5%. Big Tech telah menjadi pemimpin pasar tahun ini karena investor bergulat dengan pandemi coronavirus dan dampaknya terhadap laba perusahaan. Amazon dan Netflix sama-sama naik lebih dari 47% tahun ini. Alfabet dan Facebook naik lebih dari 13% pada waktu itu. “Kekhawatiran gelembung teknologi meningkat sehingga investor melakukan penjualan saham secara masif,” kata Keith Lerner, kepala strategi pasar di Truist / SunTrust Advisory, dalam sebuah catatan. Aksi jual investor juga dipengaruhi oleh kekhawatiran masih tingginya angka pengangguran di tengah lonjakan virus corona (Covid-19).

Harga emas masih berupaya mendekati rekor tertinggi meski diwarnai koreksi | PT Equityworld

Departemen Tenaga Kerja mengatakan 1,4 juta orang Amerika mengajukan tunjangan pengangguran untuk pekan yang berakhir 18 Juli, melampaui estimasi Dow Jones 1,3 juta klaim. Laporan itu mengakhiri serangkaian 15 minggu berturut-turut di mana klaim awal menurun. Ini “tidak diragukan lagi serius dan pengingat yang jelas bahwa pandemi masih jauh dari selesai menuntut korban pada ekonomi kita,” kata Mike Loewengart, direktur pelaksana strategi investasi di E-Trade. Mata uang dan Minyak Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 94,808, melanjutkan penurunan dari level 95 pada hari Kamis. Harga minyak naik tipis di pagi hari jam perdagangan Asia. Patokan internasional berjangka minyak mentah Brent naik 0,12% menjadi $ 43,36 per barel. Minyak mentah berjangka AS naik 0,17% menjadi $ 41,15 per barel.

PT Equityworld | Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 23 Juli 2020

PT Equityworld | Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 23 Juli 2020

PT Equityworld | Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Kamis (22/7/2020) dipatok lebih rendah dari posisi kemarin.

Berdasarkan informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, cetakan paling mini yakni 0,5 gram dibanderol Rp518.500. Sementara itu untuk ukuran 1 gram dibanderol Rp977.000, turun Rp5.000 dibandingkan dengan posisi kemarin.

Kemudian berturut-turut untuk satuan 5 gram, emas Antam hari ini dihargai Rp4.665.000, sedangkan untuk satuan 10 gram dapat ditebus dengan harga Rp9.265.000. Harga untuk kedua cetakan ini juga mengalami penurunan.

Sementara itu, untuk ukuran paling jumbo yakni 500 gram dan 1.000 gram alias satu kilogram. Harga jual masing-masing cetakan tersebut untuk hari ini adalah Rp458.820.000 dan Rp917.600.000.

Jangan Ketinggalan! Emas Antam Mau Tembus Rp 1 Juta/gram | PT Equityworld

Adapun harga emas Antam ini berlaku di Butik Emas LM Antam Pulo Gadung, Jakarta.

Di sisi lain harga jual kembali (buyback) emas Antam tuurn ke level Rp877.000 per gram. Perlu diingat, harga jual kembali ini belum mempertimbangkan pajak jika nominalnya lebih dari Rp10 juta.

Berdasarkan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk. dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen (untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP).PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

PT Equityworld | IHSG Dibuka Kokoh Sentuh Level 5.133 Saat Bursa Asia Meredup

PT Equityworld | IHSG Dibuka Kokoh Sentuh Level 5.133 Saat Bursa Asia Meredup

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini, Rabu (22/7/2020) menanjak 19,08 poin atau 0,37% untuk semakin kokoh di level 5.133. Tren penguatan bursa saham dalam negeri mengiringi bursa utama Asia yang meredum, meski bursa China terus melawan tren.

Pada sesi pagi tercatat, terdapat 174 saham menguat, 102 saham melemah dan 141 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp794,4 miliar dari 926,7 juta lembar saham yang diperdagangkan.

Indeks LQ45 naik 2,21 poin atau 0,28% ke posisi 802,69, indeks JII naik 3,38 poin atau 0,60% menjadi 561,72. Indeks IDX30 naik 1,63 poin atau 0,37% ke 438,58 dan indeks MNC36 naik 1,00 poin atau 0,34% ke 292,45.

Sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers yaitu PT Indofarma Tbk (INAF) naik Rp375 atau 24,92% ke Rp1.880, saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) naik Rp415 atau 24,20% ke Rp2.130 dan saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) naik Rp31 atau 16,94% ke Rp214.

Adapun saham-saham yang masuk top losers antara lain, saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) turun Rp4 atau 2,68% ke Rp145, saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) turun Rp3 atau 2,61% ke Rp112 dan PT Modernland Realty Tbk (MDLN) turun Rp1 atau 1,61% ke Rp61.

Superr! Selasa Sore: IHSG Meroket 1,26%, Terbaik Kedua di Asia | PT Equityworld

Di sisi lain, pasar saham wilayah Asia Pasifik sebagian besar mengalami penurunan, tetapi saham daratan China melawan tren. Sedangkan harga emas melonjak ke level tertinggi sembilan tahun saat dolar melemah, ketika pemimpin Uni Eropa mencapai kata sepakat paket stimulus.

Indeks Nikkei 225 Jepang kehilangan 0,37%, sementara Topix menyusut 0,19%. Selanjutnya indeks Kospi, Korea Selatan mampu mencetak hasil positif dengan dorongan tipis hanya 0,11%. Saham di Australia juga diperdagangkan lebih rendah, dengan S&P/ASX 200 turun sekitar 1%.

Tekanan juga menimpa indeks Hang Seng, Hong Kong usai kehilangan 0,18% terseret pelemahan sektor properti dan teknologi. Sementara Komposit Shanghai naik 0,32%, sedangkan komposit Shenzhen naik 0,17%. Komponen Shenzhen melonjak 0,76%. Secara keseluruhan, indeks luas MSCI di luar Jepang cenderung datar pagi ini.

PT Equityworld | Pasar Saham Asia: Paket Fiska UE Disambut Baik, ASX 200 Naik Setelah Komentar Gubernur RBA Lowe

PT Equityworld | Pasar Saham Asia: Paket Fiska UE Disambut Baik, ASX 200 Naik Setelah Komentar Gubernur RBA Lowe

PT Equityworld | Ekuitas di Asia menambah kenaikan sebelumnya karena para pemimpin Eropa akhirnya menyetujui lebih dari 750 miliar Euro stimulus fiskal. Setelah pembicaraan yang melelahkan selama lima hari, para pembuat kebijakan di blok itu berhasil membagi dua 360 miliar pinjaman dan 390 miliar hibah sebagai bagian dari Dana Pemulihan. Yang juga menambah optimisme pasar adalah sinyal penurunan suku bunga 10-pip oleh Gubernur RBA Philip Lowe dan data optimis dari Jepang dan Selandia Baru.

Di tengah semua katalis ini, indeks MSCI saham Asia-Pasifik di luar Jepang melonjak 1,68% sedangkan Nikkei 225 Jepang naik lebih dari 0,70% menjadi 22.900 saat menjelang pembukaan sesi Eropa pada hari ini. Lebih lanjut, ASX 200 Australia menentang ringkasan pertemuan RBA untuk reli 2,32% menjadi 6.143 dan NZX 50 Selandia Baru mengikuti langkah itu meskipun Pengeluaran Kartu Kredit optimis, -9,2% versus perkiraan -24,7%, menolak peluang mendukung pelonggaran lebih lanjut dari RBNZ.

Perlu dicatat bahwa berkurangnya angka virus Corona (COVID-19) AS, berbeda dengan Australia, menambah optimisme pasar. Selain itu, berita bahwa uji coba Oxford University dan AstraZeneca menawarkan hasil optimis juga terbukti berisiko.

Meski begitu, saham di Tiongkok tetap lesu di tengah ketegangan dengan AS dan Inggris, di mana Sekretaris Negara Amerika Mike Pompeo berada di London. Meskipun demikian, Hang Seng Hong Kong, KOSPI Korea Selatan dan IDX Composite Indonesia, tidak melupakan India BSE Sensex, tetap menjadi favorit pembeli dan menambah kenaikan 1,0%. Lebih lanjut untuk dicatat, imbal hasil treasury AS 10-tahun turun satu basis poin (bp) menjadi 0,61% sementara S&P 500 Futures naik hampir 0,30% untuk menembus 3.250 saat ini.

Reli Saham Asia Kalahkan Bursa Global, Peluang Keuntungan Lebih Besar | PT Equityworld

Selanjutnya, para pedagang akan mengawasi diskusi para pembuat kebijakan AS mengenai tahap lain stimulus fiskal serta berita utama dari Inggris. Sementara, sentimen pasar kemungkinan akan tetap positif dan dapat memperoleh kekuatan lebih lanjut jika Senator Amerika mengikuti rekan-rekan Eropa mereka.

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

PT Equityworld | Wall Street Hijau, Bisa Gak IHSG Tembus 5.100 Hari Ini?

PT Equityworld | Wall Street Hijau, Bisa Gak IHSG Tembus 5.100 Hari Ini?

PT Equityworld | Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (20/7/2020) berpeluang menghijau yang mendapat angin segar atau harapan dari naiknya bursa saham Amerika Serikat (AS) kontrak berjangka (futures).

Sebelumnya, pada perdagangan akhir pekan lalu yakni Jumat (17/7/2020) IHSG tidak berdaya untuk masuk zona merah, dengan penurunan yang sebesar 18,79 poin atau 0,37% menjadi 5.079,58 setelah PSBB transisi mengalami perpanjangan guna memitigasi penyebaran Covid-19.

Berdasarkan catatan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi pada perdagangan Jumat kemarin mencapai Rp 7,1 triliun, investor asing pun masih membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp 400,68 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Ada sebanyak 235 saham yang mengalami penurunan, sementara sebanyak 190 saham naik dan 162 stagnan.

Saham-saham yang menurun di antaranya saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) (-6,98%), PT envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) (-4,13%), PT Elnusa Tbk (ELSA) (-4,10%), sedangkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) (-3,13%) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) (-2,48%).

Saham yang paling banyak dilego asing Jumat kemarin adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan jual bersih sebesar Rp 193 miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 206 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing adalah PT Astra InternasionalTbk (ASII) dengan beli bersih sebesar Rp 85 miliar dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang mencatatkan net buy sebesar Rp 9 miliar.

IHSG diprediksi melemah hari ini, terseret pergerakan saham Asia | PT Equityworld

Meskipun IHSG terpuruk pada perdagangan akhir pekan, namun sepekan kemarin IHSG membukukan penguatan sebesar 0,96% dan menjadi yang tebaik ketiga di kawasan Benua Kuning tersebut setelah indeks Topix Jepang dan indeks Kospi yang masing-masing mencatatkan kenaikan 2,52% dan 2,37%.

Sentimen IHSG sepekan kemarin datang dari kandidat vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Moderna yakni mRNA-1273. Di mana hasil uji klinis tahap I sudah dipublikasikan di New England Journal of Medicine.

Dari 45 peserta uji coba kandidat vaksin, semuanya terbukti mampu menghasilkan antibodi setelah kandidat mRNA-1273 diinjeksikan ke tubuh mereka. Pada percobaan putaran kedua antibodi penetral Covid-19 bahkan mulai dihasilkan.

Selain itu, berbagai rilis data ekonomi penting seperti pertumbuhan ekonomi China yang positif hingga neraca dagang RI yang surplus US$ 1,27 miliar mengindikasikan bahwa ekonomi sedang berada pada jalur pemulihan. Tak luput sebagai penopang pasar ekuitas yaitu pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang sebesar 25 basis poin ke level terendah 4% menjadi sentimen positif IHSG.

Sementara dari bursa saham Amerika Serikat (AS), yaitu Wall Street yang menjadi barometer atau acuan bursa saham global pada penutupan perdagangan akhir pekan di Jumat kemarin (Sabtu pagi waktu Indonesia) berakhir variatif.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 62,76 poin atau 0,2% menjadi 26.671,95, Nasdaq naik 29,36 poin atau 0,3% menjadi 10.503,19 dan S&P 500 naik 9,16 poin atau 0,3% menjadi 3.224,73. Sedangkan untuk sepekan kemarin Nasdaq merosot 1,1%, sementara S&P 500 melonjak 1,2% dan Dow Jones melonjak 2,3%.

Perdagangan berombak di Wall Street terjadi karena para pelaku pasar umumnya tetap optimis tentang prospek ekonomi tetapi fokus utama seputar penyebaran Covid-19 yang mengkhawatirkan terus mengganggu.

Pada catatan pukul 06:40 WIB, kontrak berjangka (futures) indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,14% pada 26.557, sedangkan S&P 500 menguat 0,12% menjadi 3.218 dan Nasdaq Composite 100 naik 0,16% pada 10.639.

Pada perdagangan pagi ini Senin (20/7/2020) penguatan bursa Wall Street kontrak berjangka (futures) kemungkinan menjadi angin segar IHSG untuk bisa masuk zona hijau.

Design a site like this with WordPress.com
Get started