Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Turun Rabu (20/5) Pagi, Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir
Equityworld Futures | Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Rabu (20/5) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan perang dengan Iran akan berakhir “sangat cepat”.
Meski demikian, pasar masih mencermati ketidakpastian hasil perundingan damai di tengah gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah yang masih berlangsung.
Melansir Reuters berdasarkan perdagangan pukul 00.50 GMT, harga minyak Brent turun 45 sen atau 0,4% menjadi US$ 110,83 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 27 sen atau 0,3% menjadi US$ 103,88 per barel. Kedua kontrak acuan tersebut sebelumnya juga turun hampir US$ 1 pada Selasa (19/5) setelah Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pembicaraan antara AS dan Iran menunjukkan kemajuan dan kedua pihak tidak ingin konflik militer kembali pecah.
Analis Fujitomi Securities Toshitaka Tazawa mengatakan, pelaku pasar kini fokus menilai apakah Washington dan Teheran benar-benar dapat mencapai kesepakatan damai.
“Investor ingin melihat apakah AS dan Iran benar-benar bisa menemukan titik temu dan mencapai perdamaian, karena sikap Washington berubah hampir setiap hari,” ujar Tazawa.
Meski harga minyak terkoreksi, Tazawa menilai harga minyak berpotensi tetap tinggi karena pasar masih mengantisipasi kemungkinan serangan baru AS terhadap Iran.
Selain itu, sekalipun tercapai kesepakatan damai, pasokan minyak global dinilai tidak akan langsung kembali normal seperti sebelum perang.
Trump pada Selasa malam kembali menegaskan kepada anggota parlemen AS bahwa konflik dengan Iran akan segera berakhir.
Namun sebelumnya ia juga menyatakan AS masih mungkin kembali menyerang Iran dan sempat hampir memerintahkan serangan baru sebelum akhirnya ditunda.
Komentar tersebut muncul sehari setelah Trump mengatakan pihaknya menunda rencana serangan lanjutan menyusul proposal baru dari Teheran untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran.
Trump juga menyebut para pemimpin Iran mendesak tercapainya kesepakatan dan memperingatkan serangan baru AS dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan apabila negosiasi gagal mencapai hasil.
Konflik AS-Israel dengan Iran telah memicu penutupan efektif Selat Hormuz, jalur strategis yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Badan Energi Internasional (IEA) menyebut kondisi tersebut menjadi gangguan pasokan minyak terbesar dunia saat ini.
Citigroup dalam riset terbarunya memperkirakan harga minyak Brent berpotensi naik hingga US$ 120 per barel dalam jangka pendek. Menurut Citi, pasar minyak saat ini masih meremehkan risiko gangguan pasokan berkepanjangan akibat perang.
Untuk menutup kekurangan pasokan global, sejumlah negara kini mulai mengandalkan cadangan minyak komersial maupun strategis.
Di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah dilaporkan turun untuk pekan kelima berturut-turut berdasarkan data American Petroleum Institute (API). Stok bahan bakar juga tercatat mengalami penurunan.
Sementara itu, survei Reuters memperkirakan data resmi Energy Information Administration (EIA) yang akan dirilis Rabu menunjukkan stok minyak mentah AS turun sekitar 3,4 juta barel pada pekan lalu.
Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami
