Equityworld Futures | IHSG Rawan Koreksi Mengekor Pelemahan Wall Street
Equityworld Futures | Sejumlah analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal kembali koreksi mengekor pelemahan kinerja indeks di Wall Street.
Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tipis pada Rabu (29/4) Pagi
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman berpendapat indeks komposit bakal bergerak sideways dengan cenderung melemah sepanjang hari ini.
“IHSG berpotensi bergerak sideways cenderung melemah hari ini,” kata Fanny lewat riset dikutip Rabu (29/4/2026).
Fanny mematok level support IHSG berada di kisaran 6.900 sampai 7.000. Sementara itu, level resistance IHSG diperkirakan bertahan di kisaran 7.100 sampai 7.200.
Saham-saham AS melemah pada penutupan perdagangan Selasa (28/4/2026), dengan S&P 500 Index turun dari rekor tertingginya, dipimpin oleh penurunan saham semikonduktor dan perusahaan teknologi lainnya.
S&P 500 Index turun 0,5%, dengan saham chip seperti Nvidia Corp., Broadcom Inc., dan Micron Technology Inc. menjadi penekan terbesar berdasarkan poin. Nasdaq 100 Index turun 1%. Sementara itu, minyak mentah Brent naik hampir 3% menjadi $111 per barel.
Koreksi itu belakangan disebabkan karena OpenAI gagal memenuhi target akuisisi pengguna baru dan penjualan selama beberapa bulan terakhir.
Di sisi lain, kontrak berjangka saham menunjukkan Sydney akan dibuka lebih rendah, sementara Hong Kong diperkirakan mencatat kenaikan tipis. Tokyo tutup karena hari libur.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyematkan level support di level 7.000 dengan pivot dan resistance masing-masing 7.200 dan 7.100.
Di sisi lain, Phintraco Sekuritas menyoroti musim laporan keuangan emiten kuartal I-2026 yang akan ikut membentuk ekspektasi pasar nantinya.
“Dari domestik, investor mencermati earning season 1Q26 dan maraknya aksi korporasi emiten termasuk dividen dan right issue,” dikutip dari riset.
Sebelumnya, IHSG ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,48% di posisi 7.072 pada penutupan perdagangan Selasa (28/4/2026).
Sejumlah saham berkapitalisasi besar, atau saham big caps menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan.
Saham–saham konsumen primer, saham barang baku, dan saham infrastruktur mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing melemah mencapai 1,61%, 1,48% dan 0,83%.
Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami
