Equityworld Futures | Harga Minyak Menguat Saat AS-Iran Berebut Kendali Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga Minyak Menguat Saat AS-Iran Berebut Kendali Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia mempertahankan penguatan selama tiga hari berturut-turut saat Amerika Serikat (AS) dan Iran terjebak dalam perebutan kendali atas Selat Hormuz. Ketegangan ini memuncak setelah kedua pihak gagal menemui kesepakatan untuk menggelar putaran baru perundingan damai.

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Sore Ini Stagnan: Peluang atau Risiko Investor?

Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$93 per barel, setelah melonjak lebih dari 10% dalam tiga sesi pertama pekan ini. Sementara itu, Brent ditutup mendekati US$102 pada perdagangan Rabu (22/4). Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata yang disepakati pada 7 April akan tetap berlaku tanpa batas waktu sembari Washington menunggu proposal damai baru dari Iran. Namun, Teheran menegaskan belum memiliki rencana untuk kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat.

Perang yang dimulai pada akhir Februari ini telah mengguncang pasar energi global. Penutupan hampir total Selat Hormuz menyebabkan penurunan tajam pasokan dari produsen utama di Teluk Persia. AS tetap mempertahankan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran untuk menekan Republik Islam tersebut—sebuah langkah yang disebut Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi sebagai pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata.

“Ketegangan tetap tinggi. Dengan kebuntuan antara AS dan Iran saat ini, harga minyak cenderung akan terus merangkak naik sampai ada pihak yang melunak,” ujar Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior perdagangan di BOK Financial Securities Inc. “Semakin lama aliran minyak tidak melewati selat tersebut, semakin tinggi harga yang akan kita hadapi.”

Washington dan Teheran masih menemui jalan buntu pada sejumlah isu krusial lainnya, termasuk kemampuan nuklir Iran dan invasi Israel ke Lebanon. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan dalam sebuah unggahan bahwa meski pihaknya menyambut baik dialog, “blokade dan ancaman merupakan hambatan utama” bagi diplomasi.

Iran tetap menutup Selat Hormuz bagi hampir seluruh lalu lintas internasional, dan kapal-kapal cepat mereka dilaporkan melepaskan tembakan ke arah kapal komersial di selat tersebut pada hari Rabu.

Di sisi lain, para pelaku pasar mencermati data persediaan minyak AS yang dirilis oleh Badan Informasi Energi (EIA) pada Rabu. Data tersebut menunjukkan penurunan di seluruh kategori produk olahan utama. Saat ini, dunia sangat bergantung pada pasokan AS untuk menutupi gangguan distribusi dari Timur Tengah. Tingginya permintaan ini mendorong ekspor minyak dan bahan bakar AS mencetak rekor tertinggi baru.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started