Equity World | Bursa Pagi: Asia Bergerak Mixed, Laju IHSG Dihantui Tekanan Jual

Equity World | Bursa Pagi: Asia Bergerak Mixed, Laju IHSG Dihantui Tekanan Jual

Equity World | Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (3/7) dibuka mixed, menyikapi perkembangan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang mewaspadai ancaman Washington untuk mengenakan tarif tambahan terhadap impor sejumlah produk Eropa senilai USD4 miliar. Harga minyak kembali menguat pada pembukaan pasar Asia, setelah jatuh sekitar 4% di bursa komoditas global.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200, Australia yang cenderung mendatar di kisaran level 6.670, di tengah pergerakan harga sejumlah komoditas yang bervariasi. Indeks bergerak naik 0,30% (20,20 poin) menjadi 6.673,40 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak rrurun 0,47% (-101,37 poin) ke levell 21.652,90, setelah dibuka turun 0,24%, dan Topix melorot 0,54%. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka menguat 0,11% dan berlanjut anjlok 0,52% ke posisi 2.110,90.
Menambah beban pergerakan bursasaham Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,32% (-93,59 poin) menjadi 28.781,97 pada pukul 8:25 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melorot 0,40% ke level 3.031,83.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah nyaris terbenam di zona merah digempur profit taking pada sesi perdagangan kemarin. IHSG kemarin ditutup menguat tipis 0,08% ke level 6.384, aksi beli asing mendekati Rp1 triliun.
Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi menguat didukung capital inflow , dengan tetap dibayangi tekanan pelemahan. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi koreksi, cenderung terkonsolidasi di area jenuh beli.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, berlanjutnya optimisme investor seiring dengan adanya kemajuan dalam negosiasi dagang AS-China diprediksi masih akan memberikan sentimen positif. Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas seperti CPO, emas dan batu bara juga diprediksi akan menambah katalis positif bagi indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan support di level6.350 dan resistance di level 6.420.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

Saham: ICBP
(Buy, Support: 10.000, Resist: Rp10.275), BEST
(Buy, Support: Rp300, Resist: Rp312), AKRA
(Buy, Support: Rp4.100, Resist: Rp4.280), GGRM
(Buy, Support: Rp76.950, Resist : Rp79.450).
ETF: XIIF
(Buy, Support: Rp726, Resist: Rp735), XIHD
(Buy, Support: Rp536, Resist: Rp542),R-LQ45X
(Buy, Support: Rp1.078, Resist: Rp1.090).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat namun tertahan oleh ancaman tarif AS terhadap barang-barang Eropa, mengurangi optimisme seputar gencatan perdagangan Washington-Beijing. Pemerintah AS, mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap barang Uni Eropa senilai USD4 miliar terkait perselisihan 15 tahun di WTO tentang subsidi pesawat Boeing, AS, dan saingannya Airbus, Eropa. Saham produsen chip dan perusahaan teknologi membantu mengangkat S&P 500 ke level tertinggi sepanjang masa di tengah optimisme perundingan dagang AS dan China.
Penurunan imbal hasil US Treasury menekan harga saham perbankan; Citigroup turun 0,4%, Bank of America dan Wells Fargo anjlok lebih dari 0,9%, SPDR S&P Bank ETF (KBE) merosot 1,4%. Harga saham terkait minyak bumi berguguran karena kejatuhan harga minyak, pasca kesepakaatan pembatasan pasokan minyak OPEC +. Saham ExxonMobil dan Chevron, turun lebih dari 1%, Marathon Oil dan Devon rontok mendekati 5%. Saham Fiat Chrysler naik 0,7% karena melaporkan penjualanmobil yang lebih tinggi di AS pada Juni lalu. General Motors merosot 1,1%, karena melaporkan penurunan kinerja kuartal kedua.

S&P 500 naik 0,29% (8,68 poin) menjadi 2.973,01.
Dow Jones Industrial Average bertambah 0,26% (69,25 poin) di posisi 26.786,68.
Nasdaq Composite menguat 0,22% (17,93 poin) di level 8.109,09.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,65% menjadi Rp26,15.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir lebih tinggi, didukung optimisme “dimulai”nya kembali perundingan dagang AS-China. Namun, Gedung Putih kembali menebar ancaman denganmendaftarkan zaitun, keju Italia, dan wiski Scotch di antara barang Eropa yang dapat dikenai tarif tambahan bernilai totalUSD4 miliar. Indeks STOXX 600, naik 0,37% menjadi 389,29, dipimpin lonjakan harga saham di sektor utilitas sebesar 2%, sementara saham minyak dan gas turun 0,6% di tengah kejatuhan harga minyak mentah.
Rilis data PMI Inggris menunjukkan penurunan aktivitas konstruksi Inggris periode Juni, paling tajam dalam lebih dari satu dekade, akibat kekhawatiran Brexit. Imbal hasil surat utang pemerintah Inggris bertenor 10-tahun merosot ke level terendah sejak Oktober 2016. Imbal hasil 10-tahun Bund Jerman sempat anjlok ke level terendah baru -0,363%, terpengaruh rilis data penjualan ritel Jerman yang turun 0,6%, jauh dari konsesus kenaikan 0,5%.

FTSE 100 London melaju 0,82% (61,69 poin) ke level 7.559,19.
DAX 30 Frankfurt menguat tipis 0,04% (5,34 poin) di posisi 12.526,72.
CAC 40 Paris bertambah 0,16% (8,91 poin) menjadi 5.576,82.

Equity World

Data Ekonomi Mengecewakan, Bursa Saham Asia ke Zona Merah | Equity World

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup tergelincir dari level tertinggi dua pekan. Dolar Australia memimpin penguatan setelah Reserve Bank of Australia memangkas suku bunga sesuai ekspektasi. Perundingan perdagangan tetap menjadi pendorong utama di pasar uang, investor menyadari akan butuh waktu sebelum dicapai kesepakatan dan penghapusan tarif.
Ekspektasi pertumbuhan ekonomi global semakin menurun, indeks aktivitas manufaktur global JPMorgan turun ke level terlemah dalam hampir tujuh tahun, berkontraksi untuk bulan kedua berturut-turut. Sedangkan survei Morgan Stanley mengindikasikan aktivitas manufaktur dunia menyusut untuk pertama kalinya sejak 2016. Investor menunggu rilis data penggajian non-pertanian AS Jumat nanti, yang diperkirakan menambah 160.000 pekerjaan baru pada periode Juni, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebanyak 75.000. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata negara maju turun 0,12% menjadi 96,72.

Equityworld Futures | Yes! Harga Emas Hari Ini Naik, Takut Ekonomi Global Melambat

Equityworld Futures | Yes! Harga Emas Hari Ini Naik, Takut Ekonomi Global Melambat

Equityworld Futures | Setelah menukik tajam, harga emas berbalik arah menguat didorong oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang semakin kuat.

Pada perdagangan hari Selasa (2/7/2019) pukul 10:00 WIB, harga emas kontrak pengiriman Agustus di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) menguat 0,27% ke level US$ 1.393,1/troy ounce. Adapun harga emas di pasar spot naik 0,47% menjadi US$ 1.390,6/troy ounce.

Kemarin (1/7/2019), harga emas COMEX dan Spot ditutup melemah masing-masing sebesar 1,73% dan 1,78%.

Aktivitas industri di berbagai negara yang terlihat semakin buruk kembali memunculkan kekhawatiran pelambatan ekonomi global di kalangan pelaku pasar.

Di Amerika Serikat (AS) Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur bulan Juni hanya sebesar 51,7, berdasarkan rilis Institute Supply Management (IHS). Meskipun angka di atas 50 berarti masih dalam fase ekspansi, namun capaian bulan Juni merupakan yang paling rendah sejak Oktober 2016.

Kondisinya sedikit lebih buruk di China, yang mana PMI bulan Juni hanya sebesar 49,4 atau paling kecil sejak Januari 2019. Bahkan aktivitas industri China tengah mengalami kontraksi.

Negeri Sakura pun juga bernasib serupa. Pembacaan awal PMI manufaktur bulan Juni versi Nikkei yang sebesar 49,5 telah direvisi menjadi 49,9 dan menandakan kontraksi paling parah dalam 3 bulan terakhir.

Data yang terpisah menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jepang bulan Juni berada di level 38,7 atau merupakan yang paling rendah sejak November 2014. Indeks tersebut mencerminkan pesimisme konsumen akan perekonomian Jepang ke depan, dan membuat bank sentral (Bank of Japan/BOJ) semakin terdesak untuk memberi stimulus moneter untuk menggenjot perekonomian.

Dari Korea Selatan, PMI manufaktur bulan Juni jatuh ke posisi 47,5 dari 48,4 di bulan sebelumnya. Nikkei menyebutkan bahwa penurunan angka PMI tersebut merupakan yang paling tajam dalam empat bulan terakhir. Sementara posisi bulan Juni merupakan kontraksi paling parah sejak Juni 2015.

Sederet data tersebut membuat risiko perekonomian global kembali meningkat. Dampak dari perang dagang Amerika Serikat (AS)-China yang telah tereskalasi satu kali di bulan Mei mulai menampakkan wujudnya.

Equityworld Futures

Harga Emas Hari Ini, Naik 0,21% Dibanding Kemarin | Equityworld Futures

Sebagai informasi, pada bulan Mei pemerintah AS resmi menaikkan bea impor menjadi 25% (dari 10%) terhadap produk asal China senilai US$ 200 miliar. China membalas dengan memberi tarif tambahan antara 5-25% atas produk AS senilai US$ 60 miliar.

Meskipun kini AS dan China sepakat untuk melakukan ‘gencatan senjata’, perlambatan ekonomi global tidak terhenti begitu saja. Masih ada risiko perekonomian tenggelam lebih dalam lagi.

Dalam kondisi yang tak pasti, investasi menjadi sangat berisiko. Investor pun ogah untuk agresif masuk ke instrumen-instrumen berisiko. Emas sebagai salah satu instrumen pelindung nilai pun masih mendapat kan tempat di hati para pelaku pasar.

PT Equityworld | Emas dan Perhiasan Sumbang Inflasi 0,02 Persen

PT Equityworld | Emas dan Perhiasan Sumbang Inflasi 0,02 Persen

PT Equityworld | Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kenaikan harga emas dan perhiasan menyumbang 0,02 persen terhadap inflasi Juni 2019. Komoditas ini masuk dalam kelompok sandang yang memiliki tingkat inflasi bulan lalu mencapai 0,81 persen, sehingga memberikan andil 0,05 persen terhadap inflasi Juni 2019.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dari total 82 kota yang dipantau, harga emas dan perhiasan mengalami peningkatan di 76 kota. Serang menjadi daerah dengan kenaikan harga emas tertinggi, yakni hingga enam persen. “Sedangkan, di Tarakan dan Ternate, kenaikannya lima persen,” tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/7).

Suhariyanto mengatakan, tren kenaikan harga emas dan perhiasan didukung penuh oleh kondisi global. Mengutip dari Revinitiv, pada pekan ketiga Juni, harga emas sempat menguat 4,22 persen ke level 1.298,65 dolar AS per troy ons di pasar spot, mengutip data dari Refinitiv.

Salah satu dorongan penguatan emas tersebut datang dari peluang bank sentral AS The Fed untuk menurunkan suku bunga. Mata uang dolar AS langsung turun, sedangkan harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaan emas mengalami peningkatan.

Di sisi lain, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memiliki tingkat inflasi 0,17 persen pada Juni 2019 dan menyumbangkan 0,04 persen terhadap inflasi. Komoditas yang menyumbang inflasi terbesar adalah kenaikan upah asisten rumah tangga 0,01 persen. “Komoditas lain naik tipis, tapi kalau dijumlah memberikan andil 0,04 persen,” ujar Suhariyanto.

Andil tipis dialami oleh kelompok kesehatan serta pendidikan, rekreasi dan olahraga dengan masing-masing kontribusi adalah 0,01 persen dan 0,00 persen. Menurut Suhariyanto, andil pendidikan baru akan terasa pada Juli, ketika anak-anak mulai masuk sekolah pada pertengahan bulan.

Di sisi lain, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi 0,14 persen dengan sumbangan -0,03 persen terhadap inflasi Juni. Penyebabnya, kenaikan tarif angkutan udara yang sudah mengalami penurunan melalui tarif batas atas 12 sampai 16 persen mulai pertengahan Mei.

PT Equityworld

Berakhirnya Perselisihan Pemilu Dan Sentimen Positif Perundingan AS-China | PT Equityworld

Dari 82 kota yang dipantau BPS, sebanyak 32 kota di antaranya mengalami penurunan harga tiket. Penurunan tertinggi terjadi di Makassar, hingga 12 persen, sementara Batam mengalami penurunan 11 persen. “Nilai itu turun dibandingkan bulan Mei, bukan Juni tahun lalu,” tutur Suhariyanto.

Sebaliknya, tarif angkutan antar kota justru memberikan andil inflasi terhadap kelompok transportasi, yaitu 0,01 persen. Hal ini seiring dengan tingkat permintaan yang tinggi saat mudik Lebaran, sehingga harganya naik. Madiun menjadi daerah dengan kenaikan tertinggi, yaitu 30 persen dibanding dengan bulan sebelumnya.

Equity World | Bursa saham Hong Kong ditutup 0,28 persen lebih rendah

Equity World | Bursa saham Hong Kong ditutup 0,28 persen lebih rendah

Equity World | Indeks acuan Wall Street bergerak di zona hijau mengawali perdagangan, Kamis (27/6). Mendapatkan sokongan dari kenaikan saham teknologi di tengah penantian pelaku pasar atas kejelasan kemajuan perundingan dagang Amerika Serikat (AS) dan China di KTT G20.

Mengutip Reuters, pukul 9:45 pagi waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 15,78 poin, atau 0,06% pada 26.552,60 dan S&P 500 naik 12,59 poin, atau 0,43% pada 2.926,37. Sedangkan, Nasdaq Composite naik 44,75 poin, atau 0,57% pada 7.954,72.

Industri yang sensitif terhadap perdagangan naik 0,31%, sementara saham teknologi naik 0,50%.

Perusahaan semikonduktor, yang memiliki eksposur pendapatan yang cukup besar ke China, diperdagangkan lebih tinggi, dengan indeks Philadelphia Semiconductor naik 1,39%.

South China Morning Post melaporkan, AS dan China sedang menyusun perjanjian yang membuka peluang menghentikan pengenaan tarif tambahan US$ 300 miliar atas barang-barang China.

Equity World

Bursa saham Hong Kong ditutup 0,28 persen lebih rendah | Equity World

“Gencatan perdagangan adalah apa yang dibutuhkan pasar saat ini,” kata Art Hogan, chief market strategist National Securities di New York.

“Apa yang diharapkan investor sekarang adalah bahwa pertemuan itu meredakan ketegangan.”

Akan tetapi, sebuah laporan Wall Street Journal bahwa Presiden China Xi Jinping berencana untuk memberikan menyodorkan sejumlah persyaratan ke Presiden Donald Trump sebelum menyelesaikan perselisihan dagang.

Equityworld Futures | Optimisme Damai Dagang Membuncah, Bursa Saham Asia Menghijau

Equityworld Futures | Optimisme Damai Dagang Membuncah, Bursa Saham Asia Menghijau

Equityworld Futures | Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia mengawali perdagangan hari ini di zona hijau: indeks Nikkei naik 0,33%, indeks Shanghai naik 0,21%, indeks Hang Seng naik 0,46%, dan indeks Straits Times naik 0,02%.

Membuncahnya optimisme bahwa AS-China akan segera meneken kesepakatan dagang membuat aksi beli dilakukan di bursa saham Benua Kuning. Sebagai informasi, pada akhir pekan ini Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela gelaran KTT G20 di Jepang.

Kemarin (26/6/2019), Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyebut bahwa kesepakatan dagang AS-China sempat rampung hingga 90% sebelum akhirnya gagal diteken. Kini, Mnuchin menyebut bahwa ada peluang untuk menyelesaikan kesepakatan yang tertunda tersebut.

Sementara itu, AS juga dikabarkan bersedia untuk menunda kenaikan bea masuk bagi produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang saat ini belum terdampak oleh perang dagang. Langkah ini diambil oleh AS sebagai etikat baik menyambut dimulainya lagi negosiasi antar kedua negara.

Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, keputusan untuk menunda kenaikan bea masuk kemungkinan akan diumumkan pasca pertemuan antara Trump dengan Xi, dilansir dari Bloomberg.

Sekedar mengingatkan, kali terakhir Trump bertemu dengan Xi adalah juga di sela-sela KTT G-20, yakni pada bulan Desember lalu di Argentina. Hasilnya, kedua negara menyepakati gencatan senjata selama 3 bulan di mana keduanya tak akan mengerek bea masuk untuk importasi produk dari masing-masing negara. Gencatan senjata ini kemudian diperpanjang oleh Trump seiring dengan perkembangan negosiasi dagang yang positif.

Besar kemungkinan, hal serupa akan kita temukan juga kala Trump bersua dengan Xi pada hari Sabtu (29/6/2019).

Equityworld Futures

Ada Putusan MK, Investor Asing Jual Saham | Equityworld Futures

Lebih lanjut, rilis data ekonomi yang menggembirakan ikut memantik aksi beli di bursa regional. Pada hari ini, laba perusahaan-perusahaan industri China periode Januari-Mei 2019 diumumkan melemah 2,3% secara tahunan. Walaupun melemah, namun besarannya tak sebesar periode Januari-April 2019 yang mencapai 3,4%, dilansir dari Trading Economics.

Beralih ke Jepang, penjualan barang-barang ritel periode Mei 2019 diumumkan tumbuh sebesar 1,2% secara tahunan, jauh meningkat dibandingkan pertumbuhan pada April 2019 yang sebesar 0,4% saja, dilansir dari Trading Economics.

Equity World | The Fed Kikis Harapan Penurunan Bunga, Wall Street Rontok

Equity World | The Fed Kikis Harapan Penurunan Bunga, Wall Street Rontok

Equity World | Indeks-indeks utama Wall Street ditutup melemah, Selasa (25/6/2019), setelah bos bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve menurunkan optimisme investor bahwa suku bunga acuan akan dipangkas bulan depan.

Dow Jones Industrial Average rontok 0,67%, S&P 500 anjlok 0,95%, sementara Nasdaq Composite terjun bebas 1,51% di akhir perdagangan.

Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral tengah menilai apakah ketidakpastian ekonomi saat ini memerlukan pemangkasan suku bunga. Powell menyatakan bahwa The Fed akan mengambil pendekatan wait and see mengingat cepatnya perubahan-perubahan ekonomi terjadi saat ini, dilansir dari CNBC International.

Bank sentral juga yakin inflasi AS akan kembali ke sekitar 2% meskipun lebih lambat dari perkiraan, tambahnya. Powell juga mengatakan The Fed tetap independen dari kepentingan politik sesaat.

Sebelumnya, Presiden The Fed St. Louis James Bullard memupuskan harapan penurunan suku bunga hingga 50 basis poin.

“Duduk di sini hari ini, saya rasa 50 basis poin akan berlebihan,” ujarnya kepada Bloomberg TV dan dikutip CNBC International.

“Saya tidak merasa situasi saat ini benar-benar meminta hal tersebut namun saya bersedia menurunkan 25 basis poin… Saya tidak suka mendahului pertemuan (The Fed) karena banyak hal bisa berubah hingga saat itu tiba. Namun, jika saya harus memutuskan hari ini, itulah yang akan saya lakukan,” lanjutnya.

Equity World

Stres Perang Dagang Tekan Harga Saham Asia | Equity World

Perkiraan para pelaku pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunganya di Juli mencapai 100%, menurut FedWatch.

Selain itu, pasar juga menantikan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di G20 akhir pekan ini.

Banyak investor yakin kedua pemimpin sepertinya akan menahan pengenaan bea impor baru dan memulai lagi perundingan. Namun, bea masuk yang sudah dijatuhkan saat ini diperkirakan tidak akan dicabut.

Equityworld Futures | IHSG Masih Berpeluang ke Zona Merah

Equityworld Futures | IHSG Masih Berpeluang ke Zona Merah

Equityworld Futures | Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini diperkirakan masih akan melemah. Merespons sentimen global yang masih berfluktuasi.

Tim analis Samuel Sekuritas mengungkapkan pada hari ini pasar menunggu dirilisnya data neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2019 yang diperkirakan surplus oleh Bank Indonesia (BI).

“Namun kami memperkirakan masih terjadi defisit USD1,8 miliar. Rupiah stabil di level Rp14.158 dengan EIDO ditutup melemah -1,3 persen,” demikian seperti tertuang dalam hasil risetnya, Senin, 24 Juni 2019.

Di sisi lain bursa AS ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan lalu. Dow jones melemah -0,13 persen, S&P 500 melemah -0,1 persen, dan Nasdaq turun -0,24 persen. Wall Street ditutup melemah di tengah kekhawatiran investor terkait meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Saat ini investor juga tengah menantikan pertemuan AS dan Tiongkok pada KTT G-20 minggu ini yang diharapkan memiliki titik terang.

Equityworld Futures

IHSG Masih Berpeluang ke Zona Merah | Equityworld Futures

Sementara dari sektor komoditas, harga Brent menguat 0,14 persen ke level USD65,4 per barel di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah. Pasar minyak global masih dibayangi oleh kekhawatiran mengenai gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip laman RTI pada perdagangan Jumat pekan lalu, gerak IHSG terpantau turun 20,261 poin atau setara 0,32 persen ke posisi 6.315.

IHSG sempat menyentuh ke level tertinggi di posisi 6.352 dan level terendah di 6.269. Sementara itu volume perdagangan saham tercatat sebanyak 18,5 miliar lembar senilai Rp20,3 triliun. Sebanyak 165 saham menguat, 246 saham melemah, 119 saham stagnan, dan terjadi 471.286 kali transaksi.

Equity World | Situasi Aman Boss! Bursa Saham Asia Menguat Lagi

Equity World | Situasi Aman Boss! Bursa Saham Asia Menguat Lagi

Equity World | Setelah membukukan penguatan yang signifikan pada perdagangan Kamis kemarin (20/6/2019), mayoritas bursa saham utama kawasan Asia masih mampu mencetak apresiasi pada Jumat ini: indeks Nikkei dibuka naik 0,12%, indeks Shanghai naik 0,11%, indeks Hang Seng juga naik 0,11%, dan indeks Kospi terkerek 0,05%.

Pada penutupan perdagangan kemarin, indeks Nikkei naik 0,6%, indeks Shanghai melesat 2,38%, indeks Hang Seng melejit 1,23%, indeks Straits Times naik 0,8%, dan indeks Kospi juga naik 0,31%.

Angin segar yang dibawa oleh bank sentral AS masih sukses memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning.

Pada Rabu (19/6/2019) waktu setempat atau Kamis (20/6/2019) dini hari waktu Indonesia, The Federal Reserve mengumumkan bahwa tingkat suku bunga acuan dipertahankan di level 2,25%-2,5%.

Namun, The Fed memberi sinyal yang kuat bahwa akan ada pemangkasan dalam waktu dekat.

Dalam konferensi pers usai rapat, Gubernur The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa prospek perekonomian AS pada dasarnya masih bagus, akan tetapi ada risiko yang semakin meningkat seperti friksi dagang AS dengan sejumlah negara yang membuat investasi melambat. Selain itu, ada pula risiko perlambatan ekonomi di negara-negara mitra dagang dan investasi AS.

“Pertanyaannya adalah, apakah risiko-risiko ini akan membebani prospek perekonomian? Kami akan bertindak jika dibutuhkan, termasuk kalau memungkinkan, menggunakan berbagai instrumen untuk menjaga ekspansi (ekonomi),” tuturnya, mengutip Reuters.

Kini, pelaku pasar meyakini bahwa gelombang pertama pemangkasan tingkat suku bunga acuan akan dimulai pada bulan depan. Mengutip situs resmi CME Group yang merupakan pengelola bursa derivatif terkemuka di dunia, berdasarkan harga kontrak Fed Fund futures per 20 Juni 2019, probabilitas bahwa The Fed akan memangkas tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps pada pertemuan bulan Juli berada di level 76%. Sementara itu, peluang suku bunga acuan diturunkan hingga 50 bps berada di level 24%.

Selain itu, aura damai dagang AS-China yang kian terasa sukses memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning. Optimisme ini sejatinya sudah terasa sejak hari Rabu pasca Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa rencana pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di gelaran KTT G20 pada akhir bulan ini di Jepang akan terealisasi.

“Sudah melakukan pembicaraan yang sangat baik melalui telepon dengan Presiden Xi dari China. Kami akan bertemu pekan depan di KTT G20. Tim kami akan memulai pembicaraan sebelum pertemuan tersebut,” cuit Trump di Twitter.

Semakin mendekati waktu pertemuan, nada positif terus disuarakan oleh AS, bahkan oleh China sendiri.

Equity World

IHSG tergelincir pagi ini, tak mampu ikuti euforia Wall Street | Equity World

“Tim dari kedua negara akan melakukan komunikasi, merujuk kepada instruksi dari para kepala negara. Kami berharap AS akan menciptakan kondisi dan atmosfer yang memadai untuk memecahkan masalah melalui dialog,” papar Gao Feng, Juru Bicara Kementerian Perdagangan China, mengutip Reuters.

“Kedua pihak memiliki kepentingan yang sama, saya yakin dengan menyelesaikan hal-hal yang menjadi perhatian bersama maka kedua negara akan dapat menemukan solusi dengan cara yang sepatutnya,” lanjutnya.

Sebelumnya Trump menyuarakan keyakinan bahwa pihaknya akan mampu meneken kesepakatan dagang dengan China.

“Saya rasa pertemuan nanti (dengan Presiden Xi) akan berjalan dengan sangat baik. Tim kami akan memulai pembicaraan. China ingin sebuah kesepakatan, demikian pula AS. Namun kesepakatan itu harus menguntungkan bagi semuanya,” tutur Trump, mengutip Reuters.

PT Equityworld | Melonjak Tajam, Harga Emas Sentuh Level Tertinggi dalam 14 Bulan Ini

PT Equityworld | Melonjak Tajam, Harga Emas Sentuh Level Tertinggi dalam 14 Bulan Ini

PT Equityworld | Harga emas meonjak ke level tertinggi dalam 14 bulan terakhir setelah Federal Reserve mengungkapkan potensi penurunan suku bunga acuan.

Hari ini, Kamis (20/6/2019) pukul 7.48 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.368,20 per ons troi, menguat 1,44% dari harga kemarin US$ 1.348,80 per ons troi.

Harga emas hari ini menyentuh level tertinggi sejak 30 April 2018 atau dalam 14 bulan terakhir.

“Harga emas yang naik meski The Fed menahan suku bunga acuan menunjukkan bahwa ada potensi penurunan di pipeline selanjutnya,” kata Tai Wong, head of base and precious metals derivatives trading BMO kepada Reuters.

PT Equityworld

The Fed Isyaratkan Penurunan Suku Bunga, Wall Street Menguat | PT Equityworld

The Fed menahan suku bunga acuan pada 2,25%-2,50% pada rapat yang berakhir Rabu (19/6).

Tapi, bank sentral Amerika Serikat (AS) ini membenarkan adanya potensi penurunan suku bunga, paling cepat pada bulan depan.

Equity World | Harga emas berakhir lebih rendah, menghentikan reli multiday

Equity World | Harga emas berakhir lebih rendah, menghentikan reli multiday

Equity World | Emas berjangka berakhir lebih rendah pada Senin, menyusul kenaikan empat sesi, dibebani oleh ketidakpastian jelang pertemuan Federal Reserve AS yang diharapkan untuk memberikan petunjuk tentang rencana bank sentral tentang suku bunga.

Gejolak perdagangan internasional dan kekhawatiran terhadap melemahnya ekonomi global, bagaimanapun, membatasi kerugian untuk logam haven.

Logam kuning untuk pengiriman Agustus turun $ 1,60, atau 0,1%, menjadi menetap di $ 1,342.90, pasca menutup aksi pada Jumat dengan kerugian mingguan 0,1% berdasarkan harga kontrak paling aktif, menurut data FactSet. Harga pada hari Jumat telah naik ke level $ 1,362.20, tertinggi sejak April 2018.

Dalam perdagangan logam lainnya, perak Juli menambahkan 2,6 sen, atau 0,2%, pada $ 14,829 per ounce, setelah mengakhiri perdagangan Jumat dengan kerugian mingguan 1,5%. (Tgh)
(Equity World)

Design a site like this with WordPress.com
Get started