Equityworld Futures | Khawatir AS-China Memanas Lagi, Bursa Saham Asia Melemah

Equityworld Futures | Khawatir AS-China Memanas Lagi, Bursa Saham Asia Melemah

Equityworld Futures | Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia menutup perdagangan hari ini di zona merah: indeks Shanghai turun 0,29%, indeks Hang Seng melemah 0,19%, dan indeks Straits Times jatuh 0,36%.

Sikap China yang mulai berang dengan klaim sepihak dari Presiden AS Donald Trump sukses memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning.

Berbicara di hadapan reporter di sela-sela pertemuan dengan para pimpinan negara-negara Group of Seven (G-7) di Prancis, Trump menyebut bahwa kedua negara akan mulai berbincang dengan sangat serius.

“China menelepon delegasi tingkat tinggi kami di bidang perdagangan tadi malam dan mengatakan ‘mari kembali ke meja perundingan’ sehingga kami akan melakukannya dan saya rasa mereka ingin melakukan sesuatu. Mereka telah sangat tersakiti namun mereka sadar bahwa inilah langkah yang tepat untuk dilakukan dan saya memiliki rasa hormat yang besar untuk itu. Ini adalah perkembangan yang sangat positif untuk dunia,” kata Trump, dilansir dari CNBC International.

Namun kemudian, pihak China membantah bahwa pembicaraan via sambungan telepon itu dilakukan. Kemarin (27/8/2019) malam waktu setempat, China kembali buka suara. China kembali menegaskan bahwa perbincangan melalui sambungan telepon yang dibangga-banggakan oleh Trump tersebut tidak pernah terjadi.

“Saya belum mendengar kejadian terkait dua sambungan telepon yang disebut oleh pihak AS pada akhir pekan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang, dilansir dari CNBC International.

China kemudian mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan AS yang kembali menetapkan bea masuk yang lebih tinggi bagi importasi produk asal China. Menurut Beijing, langkah AS tersebut sama sekali tak konstruktif.

Equityworld Futures

China Siapkan Stimulus Otomotif, Wall Street Dibuka Menguat | Equityworld Futures

“Sangat disayangkan bahwa AS telah lebih lanjut menaikkan bea masuk bagi produk ekspor China ke AS. Tekanan yang ekstrim ini benar-benar berbahaya bagi kedua belah pihak dan sama sekali tidak konstruktif,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang, dilansir dari CNBC International.

Bisa jadi, dalam waktu dekat perang dagang kedua negara akan kembali tereskalasi dan membuat laju perekonomian kedua negara, berikut dunia, mengalami yang namanya hard landing.

Pada tahun 2018, International Monetary Fund (IMF) mencatat perekonomian AS tumbuh sebesar 2,857%, menandai laju pertumbuhan ekonomi tertinggi sejak tahun 2015.

Pada tahun 2019, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS melambat menjadi 2,331%. Untuk tahun 2020, pertumbuhan ekonomi AS diproyeksikan kembali merosot menjadi 1,871% saja.

Equityworld Futures | Pekan Lalu Terburuk, Hari Ini Wall Street Bakal Bangkit

Equityworld Futures | Pekan Lalu Terburuk, Hari Ini Wall Street Bakal Bangkit

Equityworld Futures | Bursa Wall Street AS diprediksi dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini, Senin (26/8/2019). Hingga pukul 17:00 WIB, kontrak futures Dow Jones mengimplikasikan kenaikan sebesar 337 poin pada saat pembukaan perdagangan malam hari ini, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite diimplikasikan naik masing-masing sebesar 38 dan 144 poin.

Wall Street mencoba bangkit pascaterpuruk pada pekan lalu. Sepekan kemarin, indeks Dow Jones turun 0,99%, indeks S&P 500 ambruk 1,44%, dan indeks Nasdaq Composite anjlok 1,83%.

Koreksi begitu dalam yang dibukukan bursa saham Negeri Paman Sam menjelang akhir pekan membuat kinerjanya begitu mengecewakan jika dihitung secara mingguan.

Pada perdagangan Jumat lalu (23/8/2019), indeks Dow Jones ditutup anjlok 2,37%, indeks S&P 500 ambruk 2,59%, dan indeks Nasdaq Composite merosot 3%.

Eskalasi perang dagang AS-China menjelang akhir pekan terbukti sukses dalam memantik aksi jual dengan intensitas yang begitu besar di bursa saham Negeri Paman Sam.

Eskalasi pertama dari pengumuman China bahwa pihaknya akan membebankan bea masuk bagi produk impor asal AS senilai US$ 75 miliar. Pembebanan bea masuk tersebut akan mulai berlaku efektif dalam dua waktu, yakni 1 September dan 15 Desember. Bea masuk yang dikenakan China berkisar antara 5%-10%.

Lebih lanjut, China juga mengumumkan pengenaan bea masuk senilai 25% terhadap mobil asal pabrikan AS, serta bea masuk sebesar 5% atas komponen mobil, berlaku efektif pada 15 Desember. Untuk diketahui, China sebelumnya telah berhenti membebankan bea masuk tersebut pada bulan April, sebelum kini kembali mengaktifkannya.

Equityworld Futures

AS-Meksiko Capai Kesepakatan Dagang, Bursa Saham Asia Menguat | Equityworld Futures

“Sebagai respons terhadap tindakan AS, China terpaksa mengambil langkah balasan,” tulis pernyataan resmi pemerintah China, dilansir dari CNBC International.

Eskalasi berikutnya datang dari langkah AS yang merespons bea masuk balasan dari China dengan bea masuk versinya sendiri. Melalui cuitan di Twitter, Trump mengumumkan bahwa per tanggal 1 Oktober, pihaknya akan menaikkan bea masuk bagi US$ 250 miliar produk impor asal China, dari yang saat ini sebesar 25% menjadi 30%.

Sementara itu, bea masuk bagi produk impor asal China lainnya senilai US$ 300 miliar yang akan mulai berlaku pada 1 September (ada beberapa produk yang pengenaan bea masuknya diundur hingga 15 Desember), akan dinaikkan menjadi 15% dari rencana sebelumnya yang hanya sebesar 10%.

“…Yang menyedihkan, pemerintahan-pemerintahan terdahulu telah membiarkan China lolos dari praktek perdagangan yang curang dan tidak berimbang, yang mana itu telah menjadi beban yang sangat berat yang harus ditanggung oleh masyarakat AS. Sebagai seorang Presiden, saya tak lagi bisa mengizinkan hal ini terjadi!….” cuit Trump melalui akun @realDonaldTrump.

Equityworld Futures | Wall Street menguat didukung harapan pelonggaran sengketa perdagangan

Equityworld Futures | Wall Street menguat didukung harapan pelonggaran sengketa perdagangan

Equityworld Futures | Saham-saham di Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memulai pekan ini dengan catatan optimis, karena investor tetap berharap untuk kemungkinan pelonggaran sengketa perdagangan Amerika Serikat dan China.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 269,93 poin atau 1,05 persen, menjadi berakhir di 25.898,83 poin. Indeks S&P 500 naik 31,27 poin atau 1,10 persen, menjadi ditutup di 2.878,38 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir naik 101,97 poin atau 1,32 persen, menjadi 7.853,74 poin.

Semua dari 30 saham unggulan atau blue-chips di Dow memperpanjang kenaikan di sekitar penutupan pasar, dengan saham Apple menguat 1,9 persen, memimpin keuntungan.

Saham-saham yang secara luas dipandang sebagai penentu arah pasar, Intel dan Cisco Systems, masing-masing terangkat lebih dari 1,33 persen dan lebih dari 1,05 persen, berada di antara saham-saham yang berkinerja terbaik.

Saham semikonduktor, juga sensitif terhadap hubungan perdagangan Amerika Serikat-China, melonjak di sekitar penutupan pasar, dengan Philadelphia Semiconductor Index naik 0,86 persen.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor layanan komunikasi naik hampir 1,1 persen, memimpin penguatan secara sektoral.

Saham Walt Disney naik lebih dari 2,23 persen, setelah raksasa animasi Amerika itu mengumumkan rencana untuk membuka 25 toko di dalam lokasi-lokasi (toko) Target tertentu di Amerika Serikat pada Oktober.

Para investor terus mengawasi perkembangan variabel perang dagang yang diprakarsai Amerika dengan China, yang menekan sentimen investor yang sudah berkurang di seluruh dunia.

Komunitas akademik, bisnis, dan keuangan AS semuanya menyuarakan harapan selama akhir pekan bahwa kedua belah pihak dapat kembali ke meja perundingan dan melanjutkan pembicaraan yang tulus dalam upaya bersama untuk meredakan ketegangan yang telah berlangsung lama.

Equityworld Futures

Asa Damai Dagang Membuncah Lagi, Bursa Saham Asia Menghijau | Equityworld Futures

Di sisi ekonomi, para investor juga mempertimbangkan data beragam yang mengarah ke kegiatan manufaktur AS yang hangat. Pesanan barang tahan lama AS naik 2,1 persen pada Juli, mencapai 250,4 miliar dolar AS, Departemen Perdagangan mengatakan Senin (26/8).

Namun, pengiriman barang tahan lama yang diproduksi pada Juli turun 1,1 persen menjadi 254,0 miliar dolar AS, menyusul pertumbuhan 1,0 persen pada Juni.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, Wall Street ditutup melemah tajam, setelah China mengumumkan langkah-langkah pembalasan terhadap tarif impor Amerika Serikat.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 623,34 poin atau 2,37 persen menjadi ditutup di 25.628,90 poin. Indeks S&P 500 merosot 75,84 poin atau 2,59 persen, menjadi berakhir di 2.847,11 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 239,62 poin atau 3,00 persen menjadi 7.751,77 poin.

Equity World | Wall Street Bangkit, Straits Times Dibuka Menguat

Equity World | Wall Street Bangkit, Straits Times Dibuka Menguat

Equity World | Bursa saham utama Singapura menguat pada pembukaan perdagangan hari ini (22/8/2019) disokong oleh sentimen positif dari Wall Street dan hubungan Amerika Serikat (AS) dan China yang cenderung adem.

Indeks Straits Times (STI) dibuka menguat 0,14% ke level 3.126,79 poin, dimana dari 30 saham yang menghuni indeks acuan bursa saham Singapura tersebut, sebanyak 17 mencatatkan kenaikan harga, 8 saham melemah, dan 5 saham tidak mencatatkan perubahan harga.

Wall Street ditutup menguat seiring dengan kinerja dari dua peritel besar asal Negeri Paman Sam yang membukukan kinerja penjualan yang memuaskan.

Dua perusahaan peritel raksasa, Target dan Lowe’s, berhasil mencatatkan kinerja di atas ekspektasi pasar. Target membukukan pertumbuhan penjualan ritel di toko yang sama mencapai 3,4% secara tahunan, di atas ekspektasi 2,9% YoY (year-on-year). Sedangkan Lowe’s melaporkan kenaikan laba bersih mencapai 12% YoY.

Rilis kinerja dua peritel tersebut meringankan kekhawatiran pelaku pasar akan perlambatan ekonomi dunia seiring dengan masih kuatnya belanja masyarakat AS.

Di lain pihak, penguatan Straits Times dibatasi oleh dua sentimen, yakni dari hubungan dagang AS dan China dan The Fed yang mengindikasikan tidak akan lagi pemangkasan suku bunga acuan.

Pekan ini, ketegangan dagang AS dan China mulai mendingin setelah Negeri Paman Sam mengumumkan perpanjangan selama 90 hari atas izin sementara yang diberikan pada raksasa teknologi China, Huawei, untuk membeli beberapa komponen dari produsen asal AS.

Equity World

Harga Emas Antam Turun Rp 1.000/Gram | Equity World

Sebelumnya, Huawei bersama 70 perusahaan afiliasi lainnya masuk dalam daftar hitam karena dianggap mengancam keamanan nasional Negeri Paman Sam.

Lebih lanjut, Bank Sentral AS (The Federal Reserves/The Fed) dalam rilis rapat kebijakan Juli lalu bahwa pemotongan suku bunga bulan lalu tidak seharusnya menjadi indikasi adanya pemangkasan suku bunga yang lebih agresif ke depannya, dilansir CNBC International.

Gubernur The Fed, Jerome Powell, juga beberapa kali menegaskan bahwa pemangkasan federal funds rate sebesar 25 basis poin pada Juli adalah “penyesuaian pertengahan siklus / mid cycle adjustment”.

“Biar saya perjelas: yang saya maksud adalah itu (pemangkasan tingkat suku bunga acuan) bukanlah merupakan awal dari pemangkasan tingkat suku bunga acuan yang agresif,” kata Powell, dilansir dari CNBC International.

Pada hari ini tidak ada rilis data ekonomi dari Singapura.

Equity World | Dihantui Resesi & Perang Dagang, Wall Street Tertekan

Equity World | Dihantui Resesi & Perang Dagang, Wall Street Tertekan

Equity World | Saham Wall Street ditutup melemah pada penutupan Selasa (20/08/2019) waktu setempat. Pelemahan ini menghentikan kenaikan beruntun selama tiga sesi, di tengah-tengah kegelisahan atas pertumbuhan global dan perang perdagangan AS-Cina.

Penurunan tersebut dipicu setelah Trump mengatakan dia tidak siap untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Cina. Saham bertengger di zona merah hampir sepanjang hari.
Analis juga mengamati yield pada obligasi Treasury AS 10-tahun, yang dipandang sebagai proksi untuk kepercayaan dalam pertumbuhan ekonomi jangka menengah.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,7% menjadi 25.962,44. Indeks S&P 500 turun 0,8% dan ditutup pada level 2.900,51. Sementara Indeks Komposit Nasdaq merosot sebesar 0,7% menjadi 7.948,56.

Equity World

Rilis Risalah Rapat The Fed Buat Grogi, Bursa Asia Melemah | Equity World

Quincy Krosby, Kepala Strategi Prudential Financial mengatakan, penarikan kembali itu tidak mengejutkan setelah saham AS naik lebih dari satu persen pada Senin. Dia mengatakan, investor khawatir tentang rilis Federal Reserve pada Rabu dari risalah pertemuan kebijakan 30-31 Juli, ketika bank sentral AS memotong suku bunga acuan, tetapi Ketua Fed Jerome Powell menawarkan sinyal membingungkan tentang apakah akan melakukan pemotongan suku bunga tambahan pada 2019.

“Pasar jelas menghargai pemotongan 25 poin pada pertemuan Fed berikutnya,” kata Quincy Krosby. “Saya tidak akan memberikan sebanyak itu pada berita acara besok, tetapi di pasar yang peduli dengan pertumbuhan dan perdagangan, tren efektif pada pengeluaran perusahaan, informasi apa pun yang tidak dimiliki pasar sekarang akan menjadi penting,”.

Equity World | Ketakpastian Politik Meninggi, Solusi Klasik Ekonomi Kian Aus

Equity World | Ketakpastian Politik Meninggi, Solusi Klasik Ekonomi Kian Aus

Equity World | Bursa saham Indonesia terkoreksi pada perdagangan Selasa (20/8/2019) setelah sempat berupaya menguat pada awal perdagangan, di tengah pudarnya ekspektasi stimulus dari Amerika Serikat (AS) sementara riak politik Italia memicu kekhawatiran seputar prospek ekonomi zona Euro.

Mengawali perdagangan dengan apresiasi sebesar 0,24% ke level 6.311,91, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan kemarin di zona merah. Pada akhir sesi dua, IHSG melemah tipis 0,02% ke level 6.295,74.

Kinerja bursa nasional ini berbanding terbalik dari mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang bergerak di zona hijau: indeks Nikkei menguat 0,55%, indeks Straits Times terapresiasi 0,22%, dan indeks Kospi melesat 1,05%.

Pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit taking) dari penguatan IHSG sebelumnya, sembari menanti arah angin kebijakan moneter di AS dan juga di Indonesia. The Fed akan merilis risalah rapatnya pada Rabu hari ini pukul 14:00 WIB sementara Bank Indonesia (BI) menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG).

Equity World

AS-China Mulai ‘Mencair’, Bursa Saham Asia ke Zona Hijau | Equity World

Pada hari Rabu dan Kamis (21-22 Agustus), BI dijadwalkan menggelar RDG guna menentukan tingkat suku bunga acuan terbarunya. Keputusan terkait dengan tingkat suku bunga acuan terbaru akan diumumkan besok Kamis.

Konsensus yang dihimpun oleh CNBC Indonesia memperkirakan bahwa BI menahan tingkat suku bunga acuan alias BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 5,75%. Dari 12 ekonomi yang disurvei, hanya empat yang memperkirakan akan ada pemangkasan, yakni sebesar 25 basis poin (bps).

Equityworld Futures | IHSG Ditutup Melemah Tipis, Saham Agribisnis Paling Anjlok

Equityworld Futures | IHSG Ditutup Melemah Tipis, Saham Agribisnis Paling Anjlok

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (20/8) ditutup terkoreksi tipis sebesar 0,02% ke level 6.295,73. IHSG sempat dibuka menguat 0,24%, tetapi kemudian bergerak berfluktuasi sepanjang perdagangan hari ini. Volume perdagangan hari ini tercatat sebanyak 15,23 miliar saham dengan nilai mencapai Rp 8,55 triliun. Sementara, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 448.171 kali.

Terdapat 164 saham yang naik, 242 saham yang terkoreksi, dan 137 saham yang stagnan. Sementara investor asing tercatat melakukan jual bersih senilai Rp 286,7 miliar.

Sektor Agri terkoreksi paling dalam sebesar 1,31% dengan penurunan, antara lain terjadi pada saham AALI sebesar 2,35% menjadi Rp 10.400 per saham. Selain itu, SMAR juga terkoreksi 2,63% menjadi Rp 3.700 dan LSIP turun 4,2% menjadi Rp 1.140. Di sisi lain, sektor Infrastruktur berhasil menguat 1,07%, yang antara lain ditopang kenaikan saham TLKM sebesar 3% menjadi Rp 4.470 dan TBIG sebesar 1,57% menjadi Rp 4.530. Namun terjadi penurunan pada saham sejumlah emiten seperti PGAS yang turun 3,76% menjadi Rp 1.920 per saham dan TOWR yang turun 3,4% menjadi Rp 710. ISAT turun 6% menjadi 3.600.

Equityworld Futures

Sepekan Jatuh 36%, Harga Saham SMRU Masuk Club Gocap | Equityworld Futures

Adapun saham yang mencatatkan penurunan tajam pada perdagangan hari ini yaitu ISAT yang anjlok 6,01%. Diikuti oleh DKFT yang turun 5,34% menjadi Rp 248 per saham. Sementara saham yang mengalami kenaikan paling tinggi yakni CCSI yang mencapai 9,77% menjadi Rp 292 per saham, diikuti oleh YELO dengan kenaikan 7,24% menjadi Rp 163 per saham. Pada perdagangan sore ini, bursa Asia ditutup bervariasi. Nikkei 225 Index naik 0,55%, Strait Times Index naik 0,24%. Sementara, Hang Seng Index dan Shanghai Composite Index masing-masing turun 0,23% dan 0,11%.

Equityworld Futures | Bursa saham Filipina berakhir melemah 0,65 persen

Equityworld Futures | Bursa saham Filipina berakhir melemah 0,65 persen

Equityworld Futures | Saham-saham Filipina berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa, dengan indikator utama Bursa Efek Filipina, indeks komposit PSE, melemah 0,65 persen atau 51,44 poin, menjadi 7.886,91 poin.

Sementara itu, sebut Xinhua, indeks seluruh saham berkurang 14,13 poin atau 0,30 persen, menjadi ditutup pada 4.783,08 poin.

Equityworld Futures

8 Emiten Babon Paparan Publik, Simak Saham Pilihan Hari Ini | Equityworld Futures

Volume transaksi mencapai 643,94 juta saham senilai 5,42 miliar peso (103,70 juta dolar AS), dengan 77 saham berhasil membukukan keuntungan, 117 saham mengalami kerugian, sementara 59 saham ditutup datar.

Equityworld Futures | Saham Tokyo menguat didorong berkurangnya kekhawatiran resesi global

Equityworld Futures | Saham Tokyo menguat didorong berkurangnya kekhawatiran resesi global

Equityworld Futures | Saham-saham Tokyo ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa, mengikuti kenaikan di Wall Street karena harapan langkah-langkah stimulus baru Jerman dan reformasi suku bunga China mendorong sentimen di tengah meredanya kekhawatiran tentang resesi global.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) bertambah 114,06 poin atau 0,55 persen, dari tingkat penutupan Senin (19/8/2019), menjadi mengakhiri perdagangan di 20.677,22 poin.

Equityworld Futures

Temukan Makin Banyak Saham Salah Harga, Lo Kheng Hong Beli 20 Saham Setiap Hari | Equityworld Futures

Sementara itu, sebut Xinhua, indeks Topix yang lebih luas dari semua saham papan utama di pasar Tokyo naik 12,44 poin atau 0,83 persen, menjadi berakhir pada 1.506,77 poin.

Saham-saham real estat, produk logam dan peralatan yang terkait dengan alat listrik paling banyak meraih keuntungan pada penutupan perdagangan.

Equityworld Futures | Mulut Manis China Bawa Bursa Asia Menghijau

Equityworld Futures | Mulut Manis China Bawa Bursa Asia Menghijau

Equityworld Futures | Mayoritas bursa saham utama Benua Kuning menutup perdagangan terakhir di pekan ini di zona hijau: indeks Nikkei naik 0,06%, indeks Shanghai menguat 0,29%, dan indeks Hang Seng terangkat 0,94%.

Pada sesi awal perdagangan, bursa saham Asia sejatinya sempat diterpa tekanan jual seiring dengan komentar tak sedap yang diutarakan China terkait dengan perang dagang dengan AS. Kemarin sore (15/8/2019), Kementerian Keuangan China mengatakan bahwa pihaknya harus mengambil langkah balasan guna merespons rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan bea masuk senilai 10% bagi produk impor asal China yang hingga kini belum terdampak perang dagang.

Etikat baik dari AS ternyata tak digubris oleh China. Seperti yang diketahui, pada hari Selasa (13/8/2019) Kantor Perwakilan Dagang AS mengumumkan bahwa pihaknya akan menghapus beberapa produk dari daftar produk impor asal China yang akan dikenakan bea masuk baru pada awal bulan depan.

Kantor Perwakilan Dagang AS dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa keputusan ini dilandasi oleh alasan “kesehatan, keselamatan, keamanan nasional, dan faktor-faktor lainnya”, dilansir dari CNBC International.

Lebih lanjut, pengenaan bea masuk baru senilai 10% untuk berbagai produk lainnya yang sejatinya akan mulai berlaku efektif pada awal September diputuskan ditunda hingga 15 Desember. Produk-produk yang akan ditunda pengenaan bea masuknya mencakup ponsel selular, laptop, konsol video game, dan monitor komputer.

Namun kemudian, pelaku pasar mulai merespons positif nada optimisme yang keluar dari mulut manis pejabat Kementerian Luar Negeri China. Masih kemarin, Kementerian Luar Negeri China mengungkapkan optimisme bahwa kedua belah pihak bisa menemukan solusi untuk perang dagang kedua negara yang sudah berlangsung begitu lama.

Equityworld Futures

Bursa saham Malaysia ditutup melemah, indeks KLCI turun 0,07 persen | Equityworld Futures

“Dengan dasar kesetaraan dan rasa saling menghormati, kita dapat menemukan solusi yang saling menguntungkan melalui dialog dan konsultasi,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying, dilansir dari CNBC International.

Kala dua negara dengan nilai perekonomian terbesar di dunia bisa mengakhiri perang dagang antar keduanya, tentu perekonomian global bisa dipacu untuk melaju di level yang relatif tinggi.

Untuk diketahui, sejauh ini perang dagang AS-China sudah sangat menyakiti perekonomian global. Pada tahun 2018, pertumbuhan ekonomi global melandai menjadi 3,598%, dari yang sebelumnya 3,789% pada tahun 2017.

Untuk tahun 2019, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan kembali melandai menjadi 3,328%. Jika terealisasi, maka akan menandai laju pertumbuhan ekonomi terburuk sejak tahun 2009, kala perekonomian global terkontraksi sebesar 0,107% akibat krisis keuangan global.

Design a site like this with WordPress.com
Get started