Equityworld Futures | IPO Hari Ini, Asia Mina Dapat Kode Saham AGAR

Equityworld Futures | IPO Hari Ini, Asia Mina Dapat Kode Saham AGAR

Equityworld Futures | PT Asia Sejahtera Mina akan melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 2 Desember 2019.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (29/11/2019), Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan industri rumput laut itu, mendapatkan kode saham AGAR. Harga penawaran umum saham perdana ditetapkan sebesar Rp110 per saham.

Jumlah penawaran umum saham sebesar 250 juta saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Perusahaan akan tercatat di papan pengembangan.

Masa penawaran umum telah berlangsung pada 26 November 2019. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Profindo Sekuritas Indonesia.

Equityworld Futures

Inflasi Aman & Insentif Pajak Ditebar, IHSG Melesat 1,18% | Equityworld Futures

Perusahaan berencana menggunakan seluruh dana hasil IPO–setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 22,8% untuk pelunasan seluruh utang beserta bunga kepada PT Bank Central Asia Tbk. dengan nilai sekitar Rp5,68 miliar.

Adapun, sekitar 77,2% lainnya akan digunakan sebagai modal kerja seperti pembelian bahan baku, pembayaran tenaga kerja, pembayaran deposit kontrak forward di perbankan untuk lindung nilai valuta asing, dan lain lain.

Equityworld Futures | IHSG di Bawah 6.000, Saham Apa Layak Pilih Hari Ini?

Equityworld Futures | IHSG di Bawah 6.000, Saham Apa Layak Pilih Hari Ini?

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jelang akhir pekan jatuh ke bawah level psikologis 6.000. Di akhir perdagangan kemarin Kamis (28/11/2019), IHSG terkoreksi 1,16% ke level 5.953,06 indeks poin.

Performa IHSG berbanding lurus dengan kinerja bursa saham utama kawasan Asia yang juga kompak mencatatkan koreksi. Indeks Straits Times melemah 0,48%, Shanghai melemah 0,47%, indeks Kospi turun 0,43%, indeks Hang Seng turun 0,22%, dan indeks Nikkei terkoreksi 0,12%.

Simak saham-saham pilihan yang direkomendasikan broker yang dirangkum CNBC Indonesia, sebelum perdagangan akhir pekan ini, Jumat (29/11/2019) dibuka:

  1. Valbury Sekuritas – IHSG Kembali Tertekan
    Sentimen positif pasar yang terbilang terbatas pada perdagangan saham hari ini hanya dapat memberikan tekanan kembali bagi indeks acuan BEI yakni IHSG secara beruntun untuk kali ke tujuh akan berakhir di zona negatif. Pasalnya, belum ada kekuatan katalis yang mampu untuk menopang bagi indeks domestik ini ke teritorial positif.

Saham pilihan:

UNVR
TLKM
ASII
GGRM
  1. MNC Sekuritas – IHSG Sulit Menguat
    IHSG yang sudah turun 6 hari berturut-turut sekitar -192 poin (-3.31%). Pada perdagangan hari ini, IHSG masih sulit untuk menguat. Salah satu jawabannya adalah karena persoalan yang sedang menimpa beberapa aset management saat ini dimana mereka harus mencairkan (redemption) posisi mereka ditengah diturunkannya limit dan margin trading dibeberapa sekuritas untuk meminimize risiko yang akan terjadi.

Saham pilihan:

BRPT
MIKA
DMAS
MAPI
  1. Indosurya Sekuritas – Konsolidasi Wajar IHSG
    Pergerakan IHSG saat ini terlihat masih berada dalam fase konsolidasi wajar, support level masih tampak cukup kuat dan tahan uji, sehingga momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka menengah hingga panjang, hari ini IHSG berpeluang untuk bergerak pada zona hijau di level 5.905 – 6.123.

Saham pilihan:

SGMR
BBNI
ROTI
UNVR

Equityworld Futures

Tensi AS-China Memanas, Bursa Saham Asia Berguguran | Equityworld Futures

  1. Panin Sekuritas – Trump Teken UU Hong Kong
    IHSG kembali tertekan setelah berita penandatangannan UU Hong Kong oleh Trump. Ini dikhawatirkan kembali memanaskan perang dagang sehingga menjadi tekanan bagi bursa saham Asia, termasuk Indonesia. IHSG berpotensi technical rebound pada kisaran 5.900 – 6.032.

Saham pilihan:

EKAD
ITIC
MAMI
MDKA

Equityworld Futures | Wall Street ditutup lebih kuat, investor cerna data positif ekonomi AS

Equityworld Futures | Wall Street ditutup lebih kuat, investor cerna data positif ekonomi AS

Equityworld Futures | Saham-saham di Wall Street berakhir lebih kuat pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menyusul penutupan tertinggi sehari sebelumnya, karena investor mencerna sejumlah data termasuk tingkat pertumbuhan ekonomi AS yang lebih tinggi pada kuartal ketiga (Q3).

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 42,32 poin atau 0,15 persen menjadi ditutup pada 28.164,00 poin. Indeks S&P 500 bertambah 13,11 poin atau 0,42 persen menjadi berakhir di 3.153,63 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 57,24 poin atau 0,66 persen menjadi 8.705,18 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan dalam catatan positif, dengan consumer discretionary meningkat 0,85 persen tak lama setelah penutupan perdagangan, mengungguli sektor-sektor sisanya.

Saham Dell Technologies jatuh 5,40 persen, setelah perusahaan membukukan pendapatan lebih buruk dari perkiraan untuk kuartal ketiga. Raksasa komputer ini juga memangkas pedoman pendapatan untuk setahun penuh.

Di bidang ekonomi, angka Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh pada tingkat tahunan 2,1 persen di kuartal ketiga, lebih tinggi dari perkiraan pertama 1,9 persen, Departemen Perdagangan mengatakan pada Rabu (27/11/2019).

Equityworld Futures

Menanti Rilis Data Ekonomi AS, Wall Street Dibuka Menguat | Equityworld Futures

Angka pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi dari 2,0 persen pada kuartal kedua, terutama didorong oleh revisi ke atas untuk investasi persediaan perusahaan swasta, investasi tetap non-perumahan, dan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE).

Klaim untuk pengangguran awal Amerika Serikat turun tajam pekan lalu, menunjukkan ketahanan di pasar tenaga kerja. Jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran turun 15.000 menjadi 213.000 dalam pekan yang berakhir 23 November, Departemen Tenaga Kerja mengatakan Rabu (27/11/2019).

Pesanan baru untuk barang-barang tahan lama manufaktur pada Oktober meningkat 0,6 persen menjadi 248,7 miliar dolar AS, Biro Sensus AS melaporkan pada Rabu (27/11/2019), menyusul penurunan 1,4 persen pada September.

Equityworld Futures | Gara-gara Walt Disney dan Best Buy, Wall Street Tembus Rekor Baru

Equityworld Futures | Gara-gara Walt Disney dan Best Buy, Wall Street Tembus Rekor Baru

Equityworld Futures | Tiga indeks acuan Wall Street kembali menembus level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa (26/11/2019). Terkerek kenaikan saham Disney dan Best Buy mengimbangi lemahnya data kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) terbaru. Seperti dikutip Kontan.co.id dari Reuters, pukul 10:31 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 20,16 poin atau 0,07 persen pada 28.086,63, sedangkan S&P 500 naik 2,10 poin atau 0,07 persen pada 3.135,74. Sementara, Nasdaq Composite naik 11,59 poin atau 0,13 persen pada 8.644,08. Saham Walt Disney Co naik 1,8 persen dan menjadi pendorong teratas bagi indeks Dow Jones. Setelah melaporkan layanan streaming rata-rata hampir satu juta pelanggan baru per hari. Saham Walt Disney juga menopang indeks acuan S&P 500.

Saham Best Buy Co Inc melonjak 7,4 persen karena memperkirakan pendapatan kuartal liburan yang kuat. Di sisi lain, operator toko diskon Dollar Tree Inc anjlok 15 persen setelah perusahaan memproyeksikan laba kuartal liburan di bawah ekspektasi, menandakan dampak dari sengketa perdagangan. Sementara itu, Conference Board mengatakan indeks kepercayaan konsumen merosot ke 125,5 bulan ini dari revisi 126,1 pada Oktober. Indeks sebelumnya dilaporkan di 125,9 pada bulan September. Merupakan penurunan beruntun dalam empat bulan terakhir. Asal tahu, meningkatnya harapan gencatan senjata perang dagang AS-China, data ekonomi domestik yang optimistis, dan musim pendapatan perusahaan kuartal ketiga yang sebagian besar melampaui ekspektasi telah menempatkan pasar kembali ke jalur yang lebih tinggi.

Equityworld Futures

Saham Alibaba Naikkan Bursa Saham Asia | Equityworld Futures

Beijing mengatakan hari ini, negosiator telah mencapai konsensus tentang “menyelesaikan masalah yang relevan”. Beberapa jam kemudian, penasihat Gedung Putih Kellyanne Conway mengatakan Washington sudah “benar-benar dekat” dengan sebuah kesepakatan, tetapi poin tetap ada. “Mereka terus berbicara tentang kesepakatan ‘tahap satu’ yang mungkin dilakukan dalam waktu dekat, tetapi setiap hari adalah semacam ping-pong bolak-balik akan mereka capai kesepakatan atau tidak,” kata Everett Millman, precious metals expert Gainesville Coins dilansir dari Reuters.

Equityworld Futures | Saham Alibaba Naikkan Bursa Saham Asia

Equityworld Futures | Saham Alibaba Naikkan Bursa Saham Asia

Equityworld Futures | Bursa saham di Asia diperdagangkan lebih tinggi pada Selasa sore (26/11/2019) setelah catatan selesai semalam di Wall Street.

Saham raksasa teknologi China yang terdaftar di Hong Kong, Alibaba, juga muncul pada debut mereka, menjadi listing terbesar di dunia pada tahun 2019.

Saham-saham saham yang terdaftar di Hong Kong dari Alibaba melonjak sekitar 7% pada sore hari, menjelang pasar yang lebih luas karena indeks Hang Seng turun 0,1% seperti mengutip cnbc.com.

Saham China Daratan sebagian besar melihat kenaikan pada sore hari, dengan komponen Shenzhen naik 0,21% dan komposit Shenzhen fraksional lebih tinggi. Komposit Shanghai sebagian besar datar.

Di Jepang, Nikkei 225 menambahkan 0,34% dalam perdagangan sore sementara indeks Topix naik 0,23%. Kospi di bursa Korea Selatan naik 0,47% lebih tinggi.

Sementara itu, saham di Australia naik karena indeks ASX 200 naik 0,75%. Saham Westpac melonjak lebih dari 1,8% setelah perusahaan mengumumkan pengunduran diri CEO dan pensiun dini ketuanya. Saham pemberi pinjaman telah melihat pergerakan yang kuat dalam beberapa hari terakhir karena perusahaan diguncang oleh skandal pencucian uang.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,29% lebih tinggi.

Di front perdagangan AS-China, para negosiator terkemuka dari Washington dan Beijing mengadakan panggilan telepon lainnya pada Selasa pagi untuk membahas “masalah-masalah inti,” kata Kementerian Perdagangan China dalam sebuah pernyataan online.

Liu He, negosiator terkemuka China untuk perdagangan, berbicara dengan Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan, Steven Mnuchin, kata pernyataan itu.

Pasar telah mengamati perkembangan dan perincian seputar kesepakatan perdagangan “fase satu” yang telah diantisipasi yang sejauh ini masih sulit dipahami menjelang 15 Desember, ketika tarif tambahan untuk ekspor Tiongkok ke AS akan mulai berlaku.

“Saya pikir kita perlu kesepakatan fase satu segera karena 15 Desember mungkin akan menjadi tenggat waktu untuk melakukannya,” Alex Wong, direktur manajemen aset di Ample Capital, mengatakan kepada “Street Signs” CNBC pada hari Selasa. “Saya pikir yang satu ini sangat dibutuhkan karena pasar sebenarnya sangat (optimis) … untuk mendapatkan kesepakatan fase satu segera.”

Dalam semalam AS, S&P 500 menambahkan 0,8% menjadi ditutup pada 3.133,64 sementara Nasdaq Composite naik 1,3% untuk mengakhiri hari perdagangan di 8.632,49. Kedua indeks juga mencatat catatan intraday. Dow Jones Industrial Average juga melihat rekor penutupan, naik 190,85 poin menjadi 28.066,47.

Equityworld Futures

Lawan Arus Bursa Asia, IHSG Ditutup Turun ke 6.026 | Equityworld Futures

Keuntungan Senin di Wall Street datang setelah reli pasar berhenti minggu lalu, dengan S&P 500 menghentikan kenaikan beruntun enam minggu. Dow jatuh untuk minggu pertama dalam lima sementara Nasdaq mengakhiri jangka tujuh minggu.
Mata uang dan minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 98.293 setelah menyentuh level terendah sebelumnya di 98.282.

Yen Jepang diperdagangkan pada 108,97 per dolar setelah menyentuh level terendah sebelumnya di 109,19. Dolar Australia berpindah tangan pada $ 0,678 setelah tergelincir dari tertinggi di atas $ 0,679 pada sesi sebelumnya.

Harga minyak bervariasi pada sore jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional berjangka minyak mentah Brent sebagian besar datar di US$63,67 per barel. Minyak mentah berjangka AS, di sisi lain, turun 0,1% menjadi US$57,95 per barel.

Equityworld Futures | Wall Street Dibuka Menguat Sambut Peluang Damai Dagang

Equityworld Futures | Wall Street Dibuka Menguat Sambut Peluang Damai Dagang

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Senin (25/11/2019), dipacu ekspektasi bahwa AS dan China bakal benar-benar mencapai kesepakatan dagang fase pertama.

Indeks saham sektor teknologi menjadi pendorong utama, dengan menguat 0,6%. Saham Nvidia bahkan melonjak 2,4%, diikuti Intel yang menanjak 1,4%. Di sisi lain, saham Apple naik nyaris 1%.

Pada pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 73 poin (0,3%), dan berlanjut hingga 112,33 poin (0,4%) ke 27.987,95 selang 20 menit kemudian. Indeks Nasdaq naik 76,42 poin (0,9%) ke 8.596,71 sementara indeks S&P 500 bertambah 16,16 poin (0,52%) ke 3.126,46.

Dalam panduan kebijakan yang diterbitkan Minggu kemarin, pemerintah China berencana menaikkan sanksi pelanggaran hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Ambang batas hukuman pencurian protokol internet (IP) juga dipertimbangkan untuk diubah.

Perkembangan itu kian meyakinkan pelaku pasar, karena penasihat keamanan nasional AS Robert O’Brien pada hari yang sama mengatakan bahwa kesepakatan fase pertama dengan Beijing bisa dicapai sebelum tutup tahun 2019.

Equityworld Futures

Saham Asia Menguat di Tengah Optimisme Perdagangan | Equityworld Futures

Hanya saja, dia mengingatkan bahwa Presiden AS Donald Trump bakal mempertimbangkan kelanjutan aksi protes Hong Kong. Dalam pemilihan dewan kota Hong Kong, kubu pro-demokrasi dikabarkan menang telak.

“Pasir masih berharap kesepakatan dagang fase pertama (yang terpenting) bakal menghilangkan ancaman kenaikan eskalasi,” tutur Tom Essaye, pendiri The Sevens Report, dalam laporan risetnya, sebagaimana dikutip CNBC International.

Namun jika tidak ada kejutan positif yang nyata, kesepakatan ini belum akan menyentuh persoalan mengenai pengurangan taris sehiingga belum tentu memiliki dampak nyata terhadap pembalikan perekonomian global.

Dari sisi ekonomi, pelaku pasar menunggu rilis angka Dallas Fed manufacturing periode November yang akan dirilis pada pukul 10:30 waktu setempat.

Equityworld Futures | Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, Dukung IHSG Keluar dari Tekanan Konsolidasi

Equityworld Futures | Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, Dukung IHSG Keluar dari Tekanan Konsolidasi

Equityworld Futures | Mengawali pekan terakhir November, Senin (25/11), bursa saham Asia dibuka melaju kencang, melanjutkan tren kenaikan indeks saham acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang mengakhiri pekan lalu dengan menguat. Investor mencermati jalannya pemilu di Hongkong. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,27%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeksASX 200, Australia sebesar 0,6%. Saham Westpac anjlok 1% terkena hukuman dari regulator terkait pelanggaran anti pencucian uang dan pendanaan terorisme. Kenaikan indeks berlanjut 0,54% (36,40 poin) menjadi 6.746,20 pada pukul 8:10 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 0,81% (186,80 poin) ke level 23.299,68, setelah dibuka melompat 0,79% didukung kenaikan harga saham Fast Retailing, Softbank Group dan Fanuc. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melesat 0,93% didorong kenaikan harga saham Samsung Electronics dan SK Hynix lebih dari 1%, dan berlanjut lebih tinggi 0,98% (20,64 poin) ke posisi 2.122,60.
Memperkuat tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melonjak 1,05% (278,27 poin) ke level 26.873,35 paa pukul 8:35. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,05% di posisi 2.886,77.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah gagal membukukan kenaikan pada penutupanpekan lalu, turun 0,28% ke level 6.100. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melorot 0,81% menjadi USD24,51.
Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berkutat di fase konsolidasi namun berpotensi berbalik menguat. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya tekanan pelemahan di area negatif dengan potensi menguat.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, optimisme investor terkait perundingan dagang AS-China setelah kedua belah pihak mengatakan bahwa kesepakatan dagang kian dekat diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Di sisi lain, terkoreksinya nilai tukar rupiah serta turunnya sejumlah harga komoditas yaitu minyak mentah, timah dan emas diprediksi akan menjadi katalis negatif di pasar.
IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan support di level 6.075 dan resistance di level 6.125. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

Saham: ICBP
(Buy, Support: Rp11.250, Resist: Rp11.550), INTP
(Buy, Support: Rp19.450, Resist: Rp20.200), LPPF
(Buy, Support: Rp3.530, Resist: Rp3.670), UNTR
(Buy, Support: Rp22.200, Resist: Rp23.300).
ETF: XPSG
( SELL , Support: Rp445, Resist: Rp448),R-LQ45X
( SELL , Support: Rp1.011, Resist: Rp1.018), XMTS
( SELL , Support: Rp486, Resist: Rp490).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup sedikit menguat, namun membukukan penurunan mingguan pertama dalam lebih dari sebulan terakhir. Kekhawatiran perundingan dagang AS-China masih menghantui pasar, meskipun Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS-China sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan. Sebelumnya, Presiden Cina Xi Jinping menegaskan bahwa Beijing ingin mencapai kesepakatan perdagangan dengan AS tetapi tidak takut untuk “melawan.” Indeks sentimen konsumen AS periode November naik menjadi 96,8 dari 95,5 pada Oktober, lebih baik ekspektasi. Indikator IHS Markit untuk sektor jasa dan manufaktur AS juga naik.
Para investor melakukan profit taking . Indeks S&P 500 melemah 0,3% secara mingguan dan mengakhiri penguatan beruntun enam pekan. Dow Jones turun 0,5% mengakhiri kenaikan beruntun tujuh pekan. Nasdaq, turun 0,3% secara mingguan. Namun selama sebulan terakhir S&P dan Dow Jones melonjak sekitar 4% dan Nasdaq melompat 5,1%. Saham Nordstrom melambung lebih dari 10% karena pendapatan yang lebih baik dari perkiraan . Sebaliknya Intuit anjlok lebih dari 4% karena kinerja laba yang mengecewakan.

Dow Jones Industrial Average naik 0,39% (109,33 poin) ke level 27,875,62.
S&P 500 menguat 0,22% (6,75 poin) menjadi 3.110,29.
Nasdaq Composite bertambah 0,16% (13,67 poin) ke posisi 8.519,88.

Equityworld Futures

Sepekan, Saham AS Tertekan Data Ekonomi | Equityworld Futures

Bursa saham utama Eropa mengakhiri pekan lalu dengan mencatatkan kenaikan tertinggi dalam 3 pekan terakhir, merespon positif indikator perekonomian zona Eropa, diwarnai sentimen positif retorika kesepakatan perdagangan AS-China . Indeks STOXX 600 naik 0,44% menjadi 403,98, dipimpin kenaikan harga saham sektor pertambangan sebesar 2%. Indeks PMI IHS Markit flash bulan November turun menjadi 50,3 dari 50,6 pada Oktober, sedikit di atas batas kontraksi. Pesanan barang domestik dan ekspor menunjukkan sinyal penguatan. Aktivitas bisnis di Prancis sedikit meningkat di bulan ini. Jerman terhindar dari resesi pada kuartal ketiga karena PDB naik 0,1% didukung peningkatan eksport 1% .
Namun PMI flash Inggris menunjukkan kontraksi di sektor jasa maupun manufaktur. PMI Manufaktur turun menjadi 48,3 dari 49,6 pada Oktober, sedangkan PMI jasa anjlok ke level terendah sejak pertengahan 2016 dipicu ketidakpastian Brexit yang menyebabkan penurunan tajam poundsterling, di posisi 48,6. Saham Umicore dan Johnson Matthey melorot 4% dan 4,7% karena pemotongan target harga oleh UBS dab Deutsche Bank. Edenred terpeleset 2,4% setelah mengumumkan adanya infeksi malware dalam jaringan solusi pembayaran mereka.

PT Equity World | AS-China Tarik-Ulur, Yen Jadi Naik-Turun

PT Equity World | AS-China Tarik-Ulur, Yen Jadi Naik-Turun

PT Equity World | Nilai tukar yen melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (22/11/19), melanjutkan pelemahan tipis Kamis kemarin. Padahal di awal perdagangan kemarin, mata uang Negeri Matahari Terbit ini mampu menekan dolar AS cukup dalam, tetapi justru berakhir melemah di akhir.

Pada pukul 9:30 WIB pagi ini, yen diperdagangkan di level 108,65/US$, melemah tipis 0,02% di pasar spot berdasarkan data Refinitiv.

Panas-dingin hubungan AS dengan China membuat kurs yen naik turun. Yen terkenal dengan statusnya sebagai aset aman (safe haven), saat hubungan AS-China memanas maka daya tariknya akan meningkat, harganya akan menguat, begitu juga sebaliknya.

Reuters pada hari Rabu melaporkan penandatanganan kesepakatan dagang tahap satu antara AS dan China dapat mundur hingga tahun 2020 lantaran China berusaha untuk mendapatkan penghapusan bea masuk yang lebih agresif dari AS.

Pemberitaan dari Reuters tersebut mengutip pakar-pakar di bidang perdagangan dan orang-orang yang dekat dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Di sisi lain, dari pihak China menyatakan banyak orang menyakini kesepakatan dalam waktu dekat, tetapi Pemerintah Beijing juga sudah siap dengan skenario perang dagang berkepanjangan.

“Beberapa orang China percaya bahwa China dan AS dapat mencapai kesepakatan segera. China menginginkan kesepakatan tetapi siap untuk skenario terburuk, perang dagang yang berkepanjangan” kata Hu Xijin, editor tabloid China Global Times yang terafiliasi dengan pemerintah, melalui Twitter, Rabu.

Akibat kabar tersebut selera terhadap risiko (risk appetite) pelaku pasar memburuk, dampaknya aset-aset berisiko berguguran, dan yen menguat 0,3% ke 108,27/US$ di awal perdagangan Kamis.

PT Equity World

Wakil PM China Undang Delegasi AS, Bursa Saham Asia Menghijau | PT Equity World

Namun, memasuki perdagangan sesi AS kemarin, kabar baru berhembus yang membuat yen berbalik melemah hingga pagi ini. China dikabarkan ingin bertemu langsung dengan AS, tidak hanya via telepon.

“China akan berusaha mencapai kesepakatan perdagangan awal dengan AS karena kedua belah pihak menjaga saluran komunikasi tetap terbuka” kata Kementerian Perdagangan China, sebagaimana dilansir CNBC International.

Sementara itu Wall Street Journal yang mengutip dari sumber terkait mengatakan Beijing sudah mengundang para negosiator AS untuk mengadakan perundingan face-to-face.

Akibatnya, sentimen pelaku pasar kembali membaik, yen pun ditinggalkan. Sampai ada kejelasan apakah kesepakatan ditandatangani atau tidak, kurs yen melawan dolar AS akan terus dibuat naik turun di kisaran 108-109,30/US$.

PT Equity World | Wall Street memerah dibayangi kekhawatiran kemajuan kesepakatan perdagangan AS-China

PT Equity World | Wall Street memerah dibayangi kekhawatiran kemajuan kesepakatan perdagangan AS-China

PT Equity World | Wall Street ditutup memerah pada akhir perdagangan Rabu (20/11) dipicu oleh kekhawatiran kesepakatan perdagangan fase satu Amerika Serikat-China tidak selesai pada tahun ini. Sementara itu, risalah pertemuan kebijakan The Fed pada Oktober tak banyak membantu.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 112,93 poin atau 0,40% ke 27.821,09, S&P 500 turun 11,72 poin atau 0,38% ke 3.108,46 dan Nasdaq Composite turun 43,92 poin atau 0,51% ke 8.526,73.

Mengutip Reuters, risalah The Fed memberi sedikit panduan tentang apa yang akan menyebabkan para pembuat kebijakan mengubah pandangan mereka setelah memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan ketiga kalinya tahun ini pada Oktober lalu dan mengisyaratkan mereka telah selesai melakukan pelonggaran kebijakan.

Wall Street memerah setelah aksi Senat AS yang bertujuan melindungi hak asasi manusia di Hong Kong di tengah protes berkepanjangan tampaknya akan meningkatkan ketegangan AS-China.

Kemudian, pasar saham memperdalam kerugian, mencapai sesi terendah pada sore hari setelah laporan Reuters yang mengutip pada ahli dan orang-orang yang dekat dengan Gedung Putih mengatakan penyelesaian kesepakatan dagang AS-China bisa molor, melewati akhir tahun ini.

PT Equity World

Wall Street Dibuka Memerah Menyusul Kaburnya Prospek AS-China | PT Equity World

“Kami memiliki tenggat waktu 15 Desember yang ditetapkan Trump untuk pemberlakuan tarif yang lebih tinggi. Harapannya di pasar bahwa kesepakatan fase satu akan dilakukan sebelum itu,” kata Scott Ladner, Kepala investasi Horizon Investments seperti dikutip Reuters.

Ryan Detrick, ahli strategi pasar senior LPL Financial khawatir ketegangan AS-China atas Hong Kong bisa menjadi faktor besar dalam kemajuan kesepakatan perdagangan.

“Jelas bahwa laporan itu menyebabkan sedikit kegelisahan mengingatkan kita bahwa pasar dipimpin oleh perundingan dagang,” kata Detrick.

Koreksi pasar pada Rabu berbasis luas. Sektor teknologi yang sensitif terhadap perdagangan turun 0,7%. Indeks bahan turun 1,2%, indeks keuangan yang sensitif terhadap suku bunga turun 0,5%

PT Equity World | Yeay Asing Masuk Lagi! BBRI, BBCA & MKPI Diborong Asing

PT Equity World | Yeay Asing Masuk Lagi! BBRI, BBCA & MKPI Diborong Asing

PT Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,05% di level 6.155,11 pada perdagangan Rabu ini (20/11/2019) setelah sempat terkoreksi di awal perdagangan seiring dengan tekanan sentimen global.

Data perdagangan mencatat, IHSG sebetulnya mengawali perdagangan di zona merah. Pada pembukaan perdagangan, IHSG melemah 0,26% ke level 6.136,25. Per akhir sesi satu, koreksi indeks saham acuan di Indonesia adalah sebesar 0,08% ke level 6.147,07.

Beruntung, IHSG berhasil membalikkan keadaan pada penutupan perdagangan sesi dua. Nilai transaksi hari mencapai Rp 6,55 triliun, lebih rendah dari perdagangan Selasa kemarin yakni Rp 7,23 triliun, tapi lebih besar dari transaksi pada Senin sebelumnya yang hanya Rp 5,47 triliun.

Investor asing pun kembali membukukan beli bersih (net buy) Rp 102 miliar terutama karena adanya beli bersih di pasar reguler Rp 133,35 miliar, sementara di pasar nego dan tunai terjadi jual bersih (net sell) Rp 31,47 miliar. Tren beli bersih ini berlanjut, setelah Selasa kemarin juga asing masuk mencapai Rp 205 miliar.

Mengacu data perdagangan BEI, ada lima saham dengan catatan beli bersih asing cukup besar di antaranya:

  1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan beli bersih Rp 215,63 miliar, harga saham naik tipis 0,72% di level Rp 4.220/saham.
  2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan catatan beli bersih Rp 111,6 miliar, harga saham naik 0,55% di level Rp 31.750/saham.
  3. PT Metropolitan Kentjana Tak (MKPI) dengan beli bersih Rp 32,17 miliar, harga saham stagnan Rp 13.500.
  4. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) beli bersih Rp 12,33 miliar, saham naik 1,14% di level Rp 1.335/saham.
  5. PT United Tractors Tbk (UNTR) beli bersih Rp 12,11 miliar, saham naik 1% di level Rp 22.675/saham,

PT Equity World

IHSG rawan terkoreksi seiring pelemahan bursa Asia | PT Equity World

Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang justru kompak melaju di zona merah: indeks Nikkei turun 0,62%, indeks Shanghai melemah 0,78%. indeks Hang Seng jatuh 0,75%, indeks Straits Times terkoreksi 0,35%, dan indeks Kospi berkurang 1,3%.

Memudarnya optimisme bahwa AS dan China akan segera meneken kesepakatan dagang tahap satu menjadi faktor yang memantik aksi jual di bursa saham Benua Kuning. Kini, prospek ditekennya kesepakatan dagang tahap satu yang begitu dinanti-nantikan oleh pelaku pasar menjadi berwarna abu-abu.

CNBC International melaporkan bahwa pejabat pemerintahan China kini pesimistis terkait prospek kesepakatan dagang tahap satu.

Sementara dari dalam negeri, pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia terkait dengan keputusan suku bunga acuan pada esok, Kamis 21 November.

Design a site like this with WordPress.com
Get started