Equityworld Futures | Wall Street Rebound Didukung Data Ekonomi AS, Dow Melonjak Lebih 200 Poin

Equityworld Futures | Wall Street Rebound Didukung Data Ekonomi AS, Dow Melonjak Lebih 200 Poin

Equityworld Futures | Pasar saham AS menguat pada Rabu waktu AS atau Kamis (5/3/2026) WIB, meski perang Iran berlanjut. Penguatan pasar didukung meredanya lonjakan harga minyak dan meredanya kekhawatiran perlambatan ekonomi AS.

Equityworld Futures | Harga Emas Bangkit, Saatnya Kumpulkan Tenaga ke Level Tertinggi

Dow Jones Industrial Average melonjak 238,14 poin atau 0,49% ditutup di 48.739,41. Indeks 30 saham tersebut mengakhiri penurunan tiga hari berturut-turut. S&P 500 naik 0,78% ke 6.869,50, sementara Nasdaq Composite menguat 1,29% menjadi 22.807,48.

Saham teknologi mendukung pasar yang lebih luas, terutama sektor chip. Micron Technology dan Advanced Micro Devices masing-masing melonjak lebih dari 5%. Broadcom dan Nvidia naik lebih dari 1%.

Dua rilis data ekonomi yang kuat mendukung sentimen investor. ADP melaporkan perusahaan sektor swasta menambah lebih banyak lapangan kerja dari perkiraan pada Februari. Selain itu, sektor nonmanufaktur AS mencatat pertumbuhan lebih baik dari ekspektasi dengan tekanan inflasi yang mereda.

Anthony Saglimbene, kepala strategi pasar di Ameriprise, mengatakan kekhawatiran pelemahan pasar tenaga kerja kini mulai dipertanyakan. “Ekonomi AS berdiri di atas fondasi yang kuat,” katanya, seperti dikutip CNBC.

Reaksi terhadap data ekonomi terjadi bersamaan dengan meredanya reli minyak setelah Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan bahwa AS akan membuat “serangkaian pengumuman” untuk mendukung arus minyak melalui Teluk Persia. Kontrak berjangka Brent dan WTI melemah pada Rabu, dengan Brent ditutup datar dan WTI naik 0,13%.

Reli minyak mereda setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS akan memberikan asuransi risiko untuk perdagangan maritim melalui Teluk guna mendorong kapal tanker kembali melintas di Strait of Hormuz. Lalu lintas kapal tanker di selat tersebut – jalur transit minyak mentah paling vital di dunia – terhenti setelah komandan Garda Revolusi Iran mengancam membakar kapal yang mencoba melintas.

“Jika kita masuk ke lingkungan Timur Tengah yang lebih mengganggu, Anda akan melihat dampak rambatan lebih besar pada pasar global dan harga aset,” kata Saglimbene, seraya menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk membuat penilaian tersebut.

Sementara itu, menurut Bessent, tarif global 15% yang diumumkan Trump bulan lalu akan diterapkan pekan ini. Namun ia meyakini tarif AS akan kembali ke level sebelum putusan Mahkamah Agung dalam waktu lima bulan.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started