Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi US$4.639 Per Ons, Apa Pemicunya?
Equityworld Futures | Harga emas dan perak melonjak tajam pada perdagangan Rabu (waktu setempat), didorong oleh data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
Emas spot naik 1% ke level US$ 4.632,03 per ons pada pukul 07.15 GMT, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 4.639,42 per ons pada awal sesi perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat 0,9% ke US$ 4.639,50 per ons.
Di sisi lain, harga perak spot melonjak 3,6% ke US$ 90,11 per ons, menandai pertama kalinya logam mulia tersebut menembus level US$ 90. Sepanjang tahun ini, harga perak telah melonjak hampir 27%.
Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM Trade, mengatakan bahwa data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS menunjukkan inflasi tetap relatif terkendali di level 2,6% secara tahunan (year-on-year/yoy).
“Aset berisiko berharap Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) juga menunjukkan hasil yang jinak, sehingga ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter tetap terjaga,” ujarnya.
Data menunjukkan CPI inti AS naik 0,2% secara bulanan (month-on-month/mom) pada Desember, lebih rendah dari perkiraan analis yang memproyeksikan kenaikan 0,3% mom dan 2,7% yoy. Data PPI inti AS untuk Desember dijadwalkan dirilis pada hari yang sama.
Presiden AS Donald Trump menyambut positif data inflasi tersebut dan kembali menegaskan dorongannya agar Ketua The Fed Jerome Powell memangkas suku bunga secara “signifikan”.
Namun, sejumlah gubernur bank sentral global serta CEO bank-bank besar Wall Street menyatakan dukungan terhadap Powell, menyusul keputusan pemerintahan Trump untuk melakukan investigasi terhadapnya. Langkah tersebut juga menuai kritik dari para mantan pimpinan The Fed.
Analis menilai kekhawatiran terhadap kepercayaan pada aset-aset AS, seperti dolar, serta isu independensi The Fed turut mendorong permintaan aset lindung nilai (safe haven), termasuk emas.
Saat ini, investor memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin sepanjang tahun ini, dengan peluang pemangkasan pertama terjadi pada Juni.
Lingkungan suku bunga rendah, ditambah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, secara historis mendukung kinerja aset tanpa imbal hasil (non-yielding) seperti emas.
ANZ memperkirakan harga emas akan diperdagangkan di atas US$ 5.000 per ons pada paruh pertama 2026.
Sementara itu, untuk perak, level psikologis berikutnya yang menjadi sorotan adalah US$ 100 per ons, dengan potensi kenaikan dua digit persentase yang dinilai masih terbuka lebar tahun ini, ujar Managing Director GoldSilver Central, Brian Lan.
Di pasar logam mulia lainnya, harga platinum spot naik 2,7% ke US$ 2.386,60 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam sepekan. Sebelumnya, platinum mencatat rekor di US$ 2.478,50 per ons pada 29 Desember. Sementara itu, palladium menguat 0,8% ke US$ 1.854,70 per ons.
