Equityworld Futures | Gelombang IPO Baru di Wall Street, Pasar Saham AS Kian Bergairah Pasca Tarif Trump

Equityworld Futures | Gelombang IPO Baru di Wall Street, Pasar Saham AS Kian Bergairah Pasca Tarif Trump

Equityworld Futures | Sejumlah perusahaan lintas sektor, mulai dari kripto hingga konsumer, meluncurkan IPO roadshow pada Selasa (2/9), menandai dibukanya jendela penawaran publik pasca-Labor Day.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Cetak Rekor Baru, Sentuh Level $3,544 per Ons

Langkah ini terjadi di tengah mulai meredanya kekhawatiran investor terhadap tarif perdagangan Presiden Donald Trump.

Para analis menilai periode hingga pertengahan Oktober akan menjadi momen krusial untuk menguji ketahanan pasar saham AS terhadap ketidakpastian politik dan ekonomi. Beberapa nama besar sudah antre untuk masuk bursa, termasuk:

Klarna – fintech asal Swedia

Gemini – bursa kripto milik kembar Winklevoss

Black Rock Coffee Bar – jaringan kafe asal AS

Figure Technology – perusahaan pinjaman berbasis blockchain

Legence – penyedia jasa teknik dan pemeliharaan

CEO IPOX, Josef Schuster, mengatakan optimisme terhadap IPO di AS masih kuat dan kemungkinan berlanjut hingga 2026, terutama untuk perusahaan teknologi dan sektor konsumer.

Musim Gugur, Periode Sibuk Bagi IPO

Secara historis, periode pasca-Labor Day hingga akhir tahun merupakan salah satu musim tersibuk untuk IPO. Pasar biasanya kembali aktif setelah jeda musim panas, dan para pelaku pasar bergegas meluncurkan penawaran sebelum memasuki akhir tahun.

Optimisme ini turut didukung oleh debut kuat dari sejumlah perusahaan teknologi dan kripto tahun ini, seperti penerbit stablecoin Circle (CRCL.N), startup luar angkasa Firefly Aerospace (FLY.O), serta bursa kripto Bullish (BLSH.N).

Di sisi lain, indeks saham AS masih bertahan di dekat rekor tertingginya, menjadi faktor pendukung gelombang IPO baru.
Kekhawatiran Tarif Trump Mereda

Pasar IPO sempat terhenti pada April 2025 setelah pemerintahan Trump mengumumkan tarif besar-besaran terhadap sejumlah ekonomi utama dunia. Kebijakan tersebut mengguncang pasar global dan menunda rencana IPO banyak perusahaan.

Namun kini, dengan meredanya kepanikan tarif, perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menunda listing mulai melihat jendela musim gugur sebagai kesempatan untuk menguji minat investor. Meski demikian, faktor ketidakpastian politik, volatilitas suku bunga, dan risiko perang dagang tetap menjadi bayang-bayang.

Schuster menegaskan bahwa tarif Trump masih menjadi risiko mendasar bagi IPO karena berpotensi meningkatkan volatilitas pasar saham dan suku bunga.
Sektor Kripto, AI, dan Keuangan Pimpin Gelombang IPO

Menurut Jeff Zell, analis senior di IPO Boutique, sektor aset digital dan kecerdasan buatan (AI) akan memimpin gelombang IPO musim gugur ini.

Data Dealogic menunjukkan bahwa sektor keuangan menjadi motor rebound IPO tahun ini karena relatif terlindungi dari dampak langsung tarif perdagangan.

Beberapa IPO besar yang sudah berjalan antara lain:

Venture Global (VG.N) – perusahaan LNG dengan nilai penawaran US$1,75 miliar, terbesar tahun ini

CoreWeave (CRWV.O) – penyedia layanan cloud berbasis AI

Figma (FIG.N) – pembuat perangkat lunak desain yang populer di kalangan kreator digital

Prospek 2026: Gelombang IPO Lebih Besar?

Dengan debut IPO yang kuat, dukungan pasar saham yang solid, serta tren suku bunga yang lebih rendah, banyak analis menilai bahwa tahun 2026 berpotensi menjadi titik balik menuju gelombang IPO yang lebih luas.

“Dengan kondisi pasar yang mendukung, kita bisa melihat lebih banyak perusahaan besar akhirnya berani melantai di bursa,” kata Zell.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started