Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Rontok Gegara Trump
Equityworld Futures | Harga emas diprediksi rontok pada pekan ini. Hal itu karena kemungkinan besar ada kesepakatan perang dagang yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping dalam waktu dekat.
Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Tembus Rp 2 Juta Segram, Kapan?
Harga emas ditutup turun tipis 0,09% menjadi US$ 2.936,03 pada Jumat (21/2/2025). Harga emas pada pekan lalu sempat mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$ 2.954,7 yang dicetak pada 20 Februari 2025.
Analis komoditas keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen yang mempengaruhi pelemahan harga emas adalah adanya kemungkinan terjadi kesepakatan antara Trump dengan Jinping mengenai tarif yang akan diumumkan dalam pekan ini. Sebab, Trump dinilai sebenarnya juga tidak menginginkan adanya perang dagang secara brutal dengan China, mengingat kondisi perekonomian AS saat ini, terutama inflasi yang terus tinggi.
“Kemungkinan deal Trump dengan Jinping inilah yang akan menyeret harga emas ke bawah,” ungkapnya kepada Investor Daily, Minggu (23/2/2025).
Tidak hanya itu, lanjut Ibrahim, harga emas yang kembali menembus rekor tertinggi pada pekan lalu itu sudah terlalu tinggi. Hal itu menyebabkan banyak fund-fund besar akan melakukan profit taking pada pekan ini. Nantinya, setelah harga emas berada di bawah, fund besar tersebut akan kembali melakukan pembelian. Mengingat, permintaan emas sebagai aset safe haven masih tinggi mengingat masih adanya potensi ancaman perang dagang global.
Menurut Ibrahim, kondisi perang dagang ini membuat pergerakan harga emas terbilang cukup unik. Sebab, di tengah penguatan dolar dan inflasi AS tinggi yang malah membuat emas semakin digdaya. Hal itu sangat terlihat pada perubahan drastis negara-negara yang tadinya tidak memiliki cadangan emas, malah sekarang melakukan pembelian emas, termasuk Indonesia.
“Ini terlihat dari langkah pemerintah Indonesia yang membentuk bullion bank. Sebab, melihat emas bukan hanya sebagai lindung nilai, tapi juga menjadi cadangan devisa selain dolar AS,” jelas Ibrahim.
Untuk itu, Ibrahim memprediksi, secara teknikal harga emas akan terkoreksi pada pekan ini. Hal itu mengingat pada pekan lalu, harga emas telah mencapai rekor tertinggi. “Harga emas akan terkoreksi, meskipun masih di kisaran yang tinggi, yaitu ke US$ 2.900. Kalaupun mengalami penguatan, harga emas bisa menuju US$ 2.956,” tutupnya.
