Equity World | Harga Emas Menguat, Ditopang Peningkatan Risiko Ekonomi

Equity World | Harga Emas Menguat, Ditopang Peningkatan Risiko Ekonomi

Equity World | Harga emas menguat pada Senin (15/5) siang karena kebuntuan pagu utang Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran perlambatan ekonomi mengarahkan minat pelaku pasar ke logam safe-haven.

Equity World | Harga Emas Sentuh US$ 2.100 per Ons Troi, Waktunya Investor Koleksi?

Senin (15/5) pukul 11.32 WIB, harga emas spot naik 0,2% ke US$ 2.014,44 per ons troi setelah jatuh selama tiga hari perdagangan. Sedangkan harga emas berjangka AS datar di US$ 2.019,10 per ons troi.

Kejutan penurunan baru-baru ini dalam data ekonomi AS telah mengangkat kemungkinan resesi selama 12 bulan ke depan. “Aliran safe-haven menyediakan sedikit bantalan untuk emas,” kata Yeap Jun Rong, seorang analis pasar di IG kepada Reuters.

Data pada hari Jumat menunjukkan sentimen konsumen AS merosot ke level terendah enam bulan pada bulan Mei. Penurunan sentimen konsumen ini terjadi di tengah kekhawatiran bahwa tawar-menawar politik atas kenaikan batas pinjaman pemerintah federal dapat memicu resesi.

Presiden AS Joe Biden akan bertemu dengan para pemimpin kongres pada hari Selasa untuk pembicaraan tentang rencana untuk menaikkan batas utang negara dan menghindari bencana gagal bayar.

Harga emas cenderung naik selama masa ketidakpastian ekonomi atau keuangan. Tetapi suku bunga yang lebih tinggi meredupkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

“Emas mempertahankan kenaikan baru-baru ini, dengan perdagangan logam mulia tepat di bawah rekor tertinggi karena pasar menimbang langkah Fed selanjutnya,” kata ANZ dalam sebuah catatan.

Pasar menghargai peluang 83,4% dari bank sentral AS yang mempertahankan suku bunga pada level saat ini di bulan Juni, menurut CME FedWatch.

Meski harga emas menguat, dolar safe-haven turut naik ke level tertinggi lima minggu terhadap mata uang utama. Penguatan nilai tukar dolar AS membuat emas kurang terjangkau bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

“Emas spot mungkin mengakhiri pemantulannya di sekitar resistance di US$ 2.031 per ons, sebelum melanjutkan penurunannya menuju US$ 2.003,” kata analis teknis Reuters Wang Tao.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started