Equity World | Perdagangan Pasar Asia Pasifik Mixed Menunggu Data Inflasi AS
Equity World | Saham di Asia Pasifik bergerak mixed pada pembukaan perdagangan Kamis (13/10). Investor kini menunggu data inflasi dari Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis nanti.
Equity World |’Awan Cerah’ Mulai Muncul, Wall Street Kompak Menguat
Di Australia, S&P/ ASX 200 adalah 0,3% lebih tinggi.
Nikkei 225 di Jepang sedikit lebih rendah dan Topix turun 0,28%. Yen Jepang menguat di pagi hari Asia setelah menyentuh 146,98 per dolar. Kospi Korea Selatan turun 0,36% dan Kosdaq kehilangan 0,92%.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang berada tepat di atas garis datar. Pasar Thailand tutup untuk hari libur Kamis.
Ekonom memperkirakan harga konsumen AS telah meningkat 0,3% pada September 2022 dibandiingkan bulan sebelumnya dan naik 8,1% dari periode yang sama tahun lalu. Pada Agustus 2022, angka indeks harga konsumen (CPI) naik 0,1% dari angka Juli dan naik 8,3% dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya.
Saham AS jatuh dalam semalam, dengan S&P 500 mencapai penutupan terendah sejak November 2020.
Saham Toshiba naik lebih dari 9% setelah laporan sebuah konsorsium berpotensi mengakuisisi perusahaan sekitar US$ 19 miliar.
Kyodo News melaporkan bahwa dana yang berbasis di Tokyo yang memimpin grup tersebut, Japan Industrial Partners, meminta beberapa perusahaan termasuk Chubu Electric Power dan Orix untuk mengambil bagian dalam langkah tersebut. Laporan ini disampaikan disebutkan orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
Toshiba dapat dihapus dari daftar bursa (delisting) jika pembelian selesai.
Saham AS Ditutup Melemah
Ketiga indeks utama ditutup lebih rendah pada Rabu (Kamis pagi WIB) setelah sesi volatil antara keuntungan dan kerugian sepanjang hari.
S&P 500 turun 0,33%, jatuh ke 3.577,03, penutupan terendah sejak November 2020 dan kerugian harian keenam berturut-turut.
Dow Jones Industrial Average turun 28,34 poin, atau 0,10%, menjadi ditutup pada 29.210,85. Nasdaq Composite turun 0,09% menjadi ditutup pada 10.417,10.
Risalah Federal Reserve (Fed) menunjukkan bank sentral AS itu melihat lebih banyak kenaikan suku bunga dan menahannya lebih tinggi sampai inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda.
Risalah tersebut mencerminkan diskusi regulator menjelang kenaikan 0,75 poin persentase terakhir, kenaikan ketiga berturut-turut sebesar itu yang disampaikan tahun ini.
Bank sentral terkejut dengan laju inflasi yang terus-menerus, tetapi tetap optimis bahwa kenaikan suku bunga akan membantu mengendalikan kenaikan harga.
