Equity World | Saham Global Turun Setelah Rilis Data Pekerjaan AS yang Kuat

Equity World | Saham Global Turun Setelah Rilis Data Pekerjaan AS yang Kuat

Equity World | Pasar saham global ditutup turun pada perdagangan Rabu (31/8), setelah rilis data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat memicu ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Sementara itu, aktivitas manufaktur Tiongkok melemah.

Equity World | Wall Street Masih pada Tren Turun Sejak Awal Pekan

Bursa London dan Frankfurt dibuka lebih rendah. Shanghai, Tokyo, dan Hong Kong menurun. Harga minyak turun lebih dari US$ 1 per barel.

Data pemerintah AS menunjukkan ada dua pekerjaan untuk setiap orang yang menganggur pada Juli 2022. Angka ini memberikan amunisi kepada pejabat Federal Reserve (Fed) yang berpendapat bahwa ekonomi dapat mentolerir lebih banyak kenaikan suku bunga, untuk menjinakkan inflasi yang berada pada level tertinggi selama beberapa dekade.

Beberapa investor berharap The Fed akan mundur karena tanda-tanda aktivitas ekonomi sedang mendingin.

“(Data pekerjaan) mendukung argumen agar The Fed tetap pada sikap agresif,” jelas ekonom Edward Moya dari Oanda dalam sebuah laporan, Rabu.

Pada awal perdagangan, FTSE 100 di London turun 0,6% menjadi 7.319,62 dan DAX di Frankfurt turun 0,4% menjadi 12.913,41. CAC 40 di Paris turun 0,5% menjadi 6.178,78.

Di Wall Street, bursa berjangka untuk indeks acuan S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average naik 0,2%.

Pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), indeks S&P 500 turun 1,1%, membawa penurunannya selama lima hari terakhir menjadi 5,5%. Dow turun 1% dan komposit Nasdaq kehilangan 1,1%.

Di Asia, Shanghai Composite Index turun 0,8% menjadi 3.202,14 setelah indeks manufaktur menunjukkan aktivitas kembali kontraksi pada Agustus 2022. Hang Seng berakhir naik kurang dari 0,1% pada 19.954,39 setelah menghabiskan sebagian besar hari di wilayah negatif.

Nikkei 225 di Tokyo turun 0,4% menjadi 28.091,53 setelah produksi industri Juli 2022 naik secara tak terduga, menguat 1% dibandingkan bulan sebelumnya.

Kospi di Korea Selatan naik 0,9% menjadi 2.472,05 setelah output pabrik Juli 2022 turun 1,3% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

S&P/ ASX 200 Sydney turun 0,2% menjadi 6.986,80. Selandia Baru maju, sementara Singapura dan Indonesia menurun. Pasar India ditutup untuk hari libur.

Khawatirkan Suku Bunga

Investor khawatir kenaikan suku bunga oleh Fed dan bank sentral di Eropa serta di Asia untuk mendinginkan inflasi dapat menggagalkan pertumbuhan ekonomi global.

Gubernur Fed Jerome Powell pada 26 Agustus 2022 mengindikasikan akan tetap akan menaikkan suku bunga.

The Fed telah menaikkan suku bunga empat kali tahun ini. Dua di antaranya dengan 0,75 poin persentase atau 75 basis poin (bps), tiga kali lipat dari margin biasanya.

Trader tampaknya sudah memperkirakan kenaikan 0,75 poin persentase tambahan pada September 2022, setengah poin pada November 2022, dan 0,25 poin pada Desember 2022, menurut Moya.

“Jika pasar tenaga kerja tidak pecah dan konsumen tetap tangguh, Wall Street mungkin mulai memperkirakan kenaikan suku bunga untuk Februari dan Maret (2023),” tulisnya.

Pemerintah AS melaporkan ada 11,2 juta pekerjaan terbuka pada hari terakhir Juli 2022. Angka itu naik dari 11 juta pada bulan sebelumnya.

Di pasar energi, benchmark minyak mentah AS turun US$ 1,10 menjadi US$ 90,51 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak jatuh US$ 5,37 menjadi US$ 91,64 pada Selasa (30/8). Minyak mentah Brent, yang digunakan untuk menentukan harga perdagangan internasional, turun US$ 1,47 menjadi US$ 96,37 per barel di London.

Dolar naik tipis menjadi 138,74 yen dari 138,67 yen pada Selasa. Euro turun menjadi 99,96 sen dari US$ 1,0021.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started