Equity World | Saham Asia Pasifik Jatuh Mengikuti Wall Street
Equity World | Saham di Asia Pasifik jatuh pada Rabu (29/6) setelah kinerja negatif Wall Street pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Investor juga akan menantikan laporan penjualan ritel Australia dan rilis data kepercayaan konsumen Jepang.
Equity World | Wall Street Tak Bernyali Menghijau Akibat Ancaman Resesi
Nikkei 225 di Jepang turun 0,95%, dan Topix tergelincir 0,87%. Penjualan ritel di Jepang naik 3,6% pada Mei 2022 dibandingkan tahun lalu, pertumbuhan bulan ketiga berturut-turut, menurut data pemerintah.
S&P/ ASX 200 Australia turun 0,23%.
Di Korea Selatan, Kospi turun 1,53%, sedangkan Kosdaq turun 1,52%.
Indeks sentimen konsumen Korea Selatan turun di level 96,4 untuk Juni 2022, turun 6,2 poin dari angka Mei 2022, menurut survei bank sentral Korea (BoK).
Saham Amerika Serikat (AS) menyerahkan kenaikan awal untuk turun semalam, menyusul data ekonomi yang mengecewakan. Indeks kepercayaan konsumen turun ke 98,7 pada Juni 2022 dari level 103,2 pada Mei 2022, menurut data The Conference Board.
Dow Jones Industrial Average turun 491,27 poin atau 1,56%, menjadi 30.946,99. S&P 500 tergelincir 2,01% menjadi 3.821,55, sementara Nasdaq Composite melemah dan turun 3% menjadi 11.181,54.
Hari ini, otoritas Jepang akan merilis data kepercayaan konsumen dan Australia akan melaporkan data penjualan ritel untuk Mei 2022. Penjualan ritel naik 0,9% pada April 2022.
Di tempat lain di kawasan itu, pemerintah Tiongkok memangkas periode karantina untuk wiisatawan internasional pada Selasa (28/6), sebagai langkah menjauh dari kontrol ketat Covid-19 yang telah dilakukan selama lebih dari dua tahun.
Orang-orang yang datang dari luar negeri sekarang perlu dikarantina selama tujuh hari setelah kedatangan dan tiga hari di rumah, dibandingkan dengan 21 hari di fasilitas terpusat sebelumnya.
Bloomberg juga melaporkan, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini, bahwa pemerintahan baru Hong Kong sedang mempertimbangkan untuk mengurangi karantina hotel wajib menjadi lima hari atau turun dari sebelumnya tujuh hari wajib karantina.
Mata Uang
Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 104,466, memantul kembali dari bawah 104 awal pekan ini.
Yen Jepang melemah melewati level 136 terhadap dolar lagi, setelah menguat dan bertahan stabil dalam beberapa sesi terakhir. Terakhir berpindah tangan pada 136,03. Dolar Australia berada di level US$ 0,6903.
Minyak berjangka naik sedikit di perdagangan pagi Asia. Minyak mentah berjangka AS naik 0,3% menjadi US$ 112,09 per barel, sementara minyak mentah Brent naik 0,25% menjadi US$ 118,28 per barel.
