Equity World | Mayoritas Bursa Saham Asia Menguat Siang Ini

Equity World | Mayoritas Bursa Saham Asia Menguat Siang Ini

Equity World | Mayoritas bursa saham Asia mengalami penguatan dalam penutupan sesi pertama siang ini. India, Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, Singapura, Taiwan dan Thailand mencatatkan kenaikan indeks saham acuan.

Hanya Jepang, China dan Fillipina yang tercatat mengalami pelemahan.
Mengutip data Reuters, Kamis (6/8) pukul 12.03 WIB, bursa saham Korea Selatan mencatatkan kenaikan tertinggi 0,96% dan diikuti Singapura yang meningkat 0,90%. Pelemahan terbesar dicatatkan di bursa Jepang dengan -0,39% dan China -0,38%. Pasar saham Indonesia siang ini menguat 0,85%.
Mayoritas mata uang Asia juga mengalami penguatan pada siang ini. Yen, rupee, ringgit, peso, won, dolar Singapura, dolar Thailand. Hanya baht, rupiah dan yuan yang melemah. Penguatan terbesar adalah dolar Taiwan 0,52% dan dan won 0,33%. Pelemahan terbesar adalah rupiah 0,48% dan baht 0,23%.
Rupee India menguat dan bursa saham India juga naik pada hari ini menjelang keputusan kebijakan baru bank sentral, Reserve Bank of India. Para ekonom berharap ada sedikit penurunan suku bunga acuan.

RBI sebelumnya telah memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia meskipun ada tekanan inflasi, seperti virus korona kasus terus berlanjut dan dunia usaha juga tengah berjuang untuk pulih dari lockdown skala besar.
Keputusan moratorium pembayaran pinjaman, yang ditetapkan berakhir pada akhir Agustus, juga diharapkan akan berlanjut. “Perdebatan tentang moratorium pinjaman, dan upaya untuk membantu merestrukturisasi utang, kemungkinan membutuhkan suku bunga yang lebih lunak. Terutama ketika beban utang publik juga meningkat secara signifikan, ” kata analis di Mizuho, dikutip dari Reuters.

Kamis Pagi, Saham Asia Dibuka Bervariasi | Equity World

Mizuho berharap RBI kembali melakukan pemotongan 25 basis poin, mengharapkan RBI bisa menjaga keseimbangan secara bijaksana antara mencegah solvabilitas krisis untuk bisnis yang terkena guncangan arus kas atau kerusakan neraca rugi-laba dan upaya menjaga dampak buruk terhadap neraca keuangan perbankan India.
“Latar belakang USD yang lebih lemah dapat membantu meredakan kekhawatiran terhadap pelemahan rupee, jika penurunan suku bunga dianggap sudah terlalu dalam,” Mizuho menambahkan. Keputusan RBI akan diumumkan sekitar Pukul 13.30 WIB.
Rupiah Indonesia juga berjuang menahan pelemahan setelah hari Rabu kemarin mencatatkan kontraksi pertumbuhan ekonomi untuk pertama kalinya sejak kurtal II 1999. Para pelaku pasar berharap bank sentral akan kembali melakukan penurunan suku bunga acuan.

Sejauh ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan berjanji akan melakukan berbagai cara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan belanja pemerintah di paruh kedua untuk menghindari kontraksi lanjutan.
Kondisi ini meningkatkan tekanan pada rupiah, yang jatuh terakhir sebulan lalu setelah Bank Indonesia menyetujui untuk membantu pendanaan pemerintah mengatasi defisit fiskal yang besar dengan cara membeli obligasi pemerintah tanpa menerima bunga. Langkah menurut sejumlah analis membawa risiko inflasi bagi Indonesia.
Baht Thailand melemah setelah Bank of Thailand menyuarakan keprihatinan bahwa penguatan baht yang begitu besar dapat menghambat pemulihan ekonomi negara. Bank of Thailand memperingatkan bahwa akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menahan laju penguatan tersebut.
Saham Filipina juga melemah tipis setelah data menunjukkan ekonomi negara itu anjlok lebih dari yang diharapkan pada kuartal II 2020. Fillipina mengalami resesi untuk pertama kalinya dalam 29 tahun tahun terakhir.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started